cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
PENGEMBANGAN MODUL COLLECTIVE-CARE PADA PENANGANAN KASUS HENTI JANTUNG BAGI RELAWAN AWAM Gizela, Beta Ahlam
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kematian dapat dicegah jika gejala dikenali sejak awal, dan pertolongan segera diberikan. Tujuan penelitian ini mengembangkan modul pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan risiko kematian akibat henti jantung serta memberikan ketrampilan pertolongan pertama, dengan pendekatan collective care. Desain penelitian action research dengan populasi masyarakat awam. Analisis deskripstif digunakan dalam tahap observasi. Pembelajaran dirancang dengan metode flipped class room meliputi dua video pendek pengenalan penyakit dan pertolongan pertama (pre-session), penggunaan aplikasi SatuJantung, tiga sesi latihan ketrampilan resusitasi jantung, dan penilaian ketrampilan. Seluruh peserta pada pertemuan pertama tidak memiliki pengalaman dan tidak bisa melakukan resusitasi jantung. Pada pertemuan kedua 70% peserta mampu melakukan, dan pertemuan ketiga 90% mampu melakukan. Modul kasihpaham.org dapat menggugah relawan awam untuk peduli dan serius berlatih. Modul online ini memberikan alternatif media belajar tanpa batas waktu. Kata kunci: henti jantung, modul pembelajaran, relawan awam DOI : 10.35990/mk.v7n0.p91-101
GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus) GALUR DDY PADA UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Kristiana, Ris; Fathya, Nurul Aida; Abbas, Endah Hamidah; Juliastuti, Henny; Linasari, Desy; Rachmawati, Rika
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat-obatan yang berasal dari bahan alam, tetap dibutuhkan suatu uji untuk mengetahui tingkat keamanannya. Tingkat keamanan zat tertentu dapat diamati dari efek toksik yang ditimbulkan pada berbagai organ, salah satunya pada ginjal yang berperan penting dalam sistem ekskresi melalui uji praklinik. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perubahan histopatologi ginjal mencit jantan dan betina pada pemberian akut ekstrak etanol daun salam (EEDS). Penelitian ini merupakan penelitian observasional mengenai histopatologi ginjal mencit (Mus musculus) putih jantan dan betina galur DDY. Sediaan berjumlah 48 buah, yang terbagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (K), kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol daun salam dosis 1250 mg/kgBB (P1), dosis 2500 mg/kgBB (P2), dan dosis 5000 mg/kgBB (P3). Sampel organ ginjal dibuat preparat histopatologi dengan metode pewarnaan HE, lalu dilakukan pemeriksaan histopatologi. Gambaran histopatologi yang diamati berupa inflamasi, degenerasi lemak, dan nekrosis pada ginjal serta data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun salam dosis 1250 mg/kgBB, 2500 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB pada mencit jantan dan betina tidak mengakibatkan perubahan bermakna terhadap gambaran histopatologi ginjal. Efek toksik dapat timbul apabila suatu zat telah mencapai organ target dengan konsentrasi cukup tinggi dan waktu yang cukup untuk menimbulkan efek tersebut. Walaupun menunjukkan tidak adanya toksisitas, namun tetap dibutuhkan uji klinis lebih lanjut untuk mengkonfirmasi keamanan daun salam sebagai fitofarmaka. Kata kunci: daun salam, histopatologi ginjal, uji toksisitas akut DOI : 10.35990/mk.v7n1.p34-44
Telaah Pustaka: Trombositopenia Pada Pasien Leptospirosis Fanani, Reza
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis bakterial yang disebabkan oleh infeksi bakteri dari genus Leptospira yang patogen. Gambaran klinis penyakit ini bermacam-macam tergantung dari derajatnya, mulai dari demam, nyeri kepala, nyeri sendi, malaise, hingga gejala berat berupa pneumonia dan gagal ginjal yang disebut dengan sindrom Weil’s. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat ditemukan salah satunya adalah trombositopenia. Telaah pustaka ini menjelaskan tentang patogenesis leptospirosis dan hal-hal yang berkaitan dengan terjadinya trombositopenia pada penyakit leptospirosis, dengan menggunakan data dari jurnal-jurnal elektronik yang didapat melalui search engine PubMed. Trombositopenia (trombosit < 150 x 109/L) erat kaitannya dengan Leptospirosis yang berat. Faktor-faktor yang berhubungan dengan trombositopenia yaitu stres oksidatif, kadar ikatan trombosit-VWF, serta beberapa temuan laboratorium yang buruk seperti hipoalbuminemia, kadar hemoglobin rendah, sera peningkatan kadar AST dan bilirubin total. Kata kunci: leptospirosis, sindrom Weil’s, trombositopenia DOI : 10.35990/mk.v7n1.p91-100
PENETAPAN KADAR VITAMIN C INFUSA DAUN DAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrofolia L.) SEBAGAI BAHAN ALAM UNTUK ANTIOKSIDAN SEKUNDER Yuslianti, Euis Reni; Koswara, Teja; Dwisatria, Ligiandra
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C merupakan antioksidan sekunder yang sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu metabolisme sel yang baik. Vitamin C banyak terdapat dalam tumbuhan dan sayur dari alam sekitar. Daun dan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat menjadi alternatif sumber antioksidan sekunder vitamin C yang dapat dimanfaatkan masyarakat selain dari buah dan sayuran biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C infusa daun dan buah mengkudu sebagai bahan alam sumber antioksidan sekunder tubuh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode uji laboratoris in vitro. Subjek penelitian menggunakan infusa daun dan buah mengkudu. Pengujian vitamin C infusa daun dan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dilakukan dengan prosedur titrasi iodometri dan dihitung dengan persamaan kadar asam askorbat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan vitamin C infusa daun mengkudu sebesar 146 mg/100g dan buah mengkudu sebesar 264 mg/100g. Kesimpulannya adalah memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari daun mengkudu diperlukan konsumsi 61,64 gram daun mengkudu untuk laki-laki dan 51,36 gram daun mengkudu untuk perempuan setiap harinya, sedangkan memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari buah mengkudu diperlukan 34,09 gram buah mengkudu untuk laki-laki, 28,4 gram buah mengkudu untuk perempuan setiap harinya. Kata kunci: infusa, mengkudu, vitamin C DOI : 10.35990/mk.v7n2.p146-155
PERANAN IL-6 PADA PATOFISIOLOGI DAN TATA LAKSANA ARTRITIS REUMATOID Rozak, Hasbi Abdul; Najirman, Najirman
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun progresif yang disebabkan oleh inflamasi kronik pada berbagai macam sistem dan organ di seluruh tubuh. Tujuan tinjauan Pustaka ini untuk mengetahui peran IL-6 dalam tata laksana dan patofisiologi dalam AR. Penyakit autoimun ini mampu meningkatkan tingkat mortalitas hingga 3 kali lebih tinggi daripada populasi umum. Patofisiologi terjadinya progresifitas penyakit melibatkan berbagai macam sitokin diantaranya yaitu IL-1, IL-6, dan TNF-α memiliki peran utama untuk memicu sel pannus yang dapat merusak tulang rawan secara lokal dan menghambat pembentukan molekul matrik baru melalui zat kolagen dan enzim proteolitik. Kerusakan sendi berkaitan dengan adanya IL-6 yang dihasilkan secara berlebihan pada serum dan fibroblas sinovium. IL-6 juga meningkatkan produksi ligand (RANKL), receptor activator of nuclear factor-kB (RANK) yang menginduksi ekspresi mRNA, dan meningkatkan resorpsi melalui interaksi RANK/RANKL/osteoprotegerin. Tinjauan pustaka yang ada membuktikan bahwa tocilizumab yang berperan sebagai anti IL-6R memiliki efektivitas yang paling tinggi, serta memiliki risiko efek samping yang paling rendah dibandingkan DMRAD biologi yang lain. Kata kunci : artritis reumatoid, tata laksana, patofisiologi DOI : 10.35990/mk.v7n2.p209-218
HUBUNGAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA DI PT SELOMIX MADIUN Septrianingrum, Dhea; Wibowo, Pipid Ari; Widiarini, Retno
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu aspek yang penting untuk dipertimbangkan di dalam kesehatan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor kerja, atau yang dikenal dengan istilah Penyakit Akibat Kerja (PAK). Masalah yang terjadi pada PT Selomix Madiun yaitu adanya keluhan nyeri punggung bawah yang dialami oleh pekerja di PT Selomix Madiun. Menurut WHO 2019 menunjukan bahwa 33% penduduk di Negara berkembang mengalami nyeri punggung bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan Posisi Kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja di PT Selomix Madiun. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden pada pekerja di PT Selomix Madiun. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan sampel sebanyak 30 responden. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan nilai sig = 0,009 < 0,05 dengan nilai Corellation Coefficient (CC) sebesar 0,428. Hasilnya yaitu ada hubungan antara posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja di PT Selomix Madiun. Guna meminimalisir terjadinya keluhan nyeri punggung, para pekerja diharapkan memperhatikan posisi kerja dengan baik dan memanfaatkan waktu istirahat yang ada dengan sebaik mungkin Kata kunci: nyeri punggung bawah, penyakit akibat kerja, posisi kerja DOI : 10.35990/mk.v6n4.p374-384
PELUANG PENGEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA RADIOTERAPI DI INDONESIA Amda, Julfa Muhammad; Saputra, Ade; Waskita, Arya Adhiyaksa; Rianto, Sugeng; Abdurrosyid, Imam
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi radioterapi berkembang dengan pesat seiring dengan pemanfaatan artificial intelligence pada setiap tahapan-tahapan radioterapi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kesuksesan dalam melaksanakan radioterapi. Indonesia merupakan negara yang sangat berpeluang untuk mengembangkan radioterapi untuk mengurangi risiko kematian masyarakat yang diakibatkan oleh kanker. Pada artikel ini disampaikan penelitian-penelitian terkait pendekatan artificial intelligence yang diintegrasikan pada tahapan diagnostik, pengkonturan, perencanaan, treatment, quality assurance, dan prediksi hasil pada radioterapi. Sehingga penelitian-penelitian tersebut dapat dikembangkan dan diimplementasikan pada fasilitas radioterapi di Indonesia. Kata kunci: artificial intelligence, radioterapi, segmentasi, treatment planning system DOI : 10.35990/mk.v6n4.p430-441
HUBUNGAN PENGETAHUAN ASUPAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN ANGKA KEJADIAN ANEMIA PADA LANSIA Mutiara, Dinar; Ratunanda, Susanti; Ghifari, Muhammad Fikri Al; Septiadi, Endry
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia ialah satu kondisi dimana terjadinya penurunan jumlah hemoglobin sehingga terjadi ketidakcukupan jumlah oksigen yang di bawa ke jaringan perifer. Seseorang dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin <13 g/dL pada pria dewasa serta <12 g/dL pada wanita dewasa berdasarkan WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penurunan fungsi kognitif dapat memungkinkan kurangnya pengetahuan tentang anemia. Menurunnya kemampuan absorbsi besi dapat menyebabkan anemia. Asupan protein yang kurang membuat pengangkutan besi terhambat sehingga dapat terjadi anemia. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan asupan zat besi dan protein dengan angka kejadian anemia pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dan pengamatannya secara cross sectional. Pemerolehan sampel diperoleh secara non- probability sampling yakni memakai metode consecutive sampling dan diperoleh 35 sampel. Dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan alat hematologi fotometer, isi kuesioner, dan isi lembar food recal 2x24 jam. Didapatkan bahwa 45,71% responden mengalami anemia, mayoritas responden memililiki tingkat pengetahuan kurang terhadap anemia (57,14%). Sebanyak 68,75% responden mempunyai asupan zat besi yang inadekuat dan sejumlah 60% responden memiliki asupan protein inadekuat. Berdasarkan hasil pengujian statistik chi-square terdapat hubungan yang memiliki hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan anemia nilai p = 0,008, ada hubungan yang memiliki hubungan yang bermakna antar asupan zat besi dengan anemia nilai p = 0,027, dan adanya hubungan yang bermakna antara asupan protein dengan anemia dengan nilai p = 0,019. Kesimpulan penelitian ini subjek penelitian yang mengalami anemia kemungkinan dikarenakan pengetahuan yang kurang, asupan zat besi dan proteinnya yang masih belum mencukupi sehingga terjadi anemia. Anemia ialah satu kondisi dimana terjadinya penurunan jumlah hemoglobin sehingga terjadi ketidakcukupan jumlah oksigen yang di bawa ke jaringan perifer. Seseorang dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin <13 g/dL pada pria dewasa serta <12 g/dL pada wanita dewasa berdasarkan WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penurunan fungsi kognitif dapat memungkinkan kurangnya pengetahuan tentang anemia. Menurunnya kemampuan absorbsi besi dapat menyebabkan anemia. Asupan protein yang kurang membuat pengangkutan besi terhambat sehingga dapat terjadi anemia. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan asupan zat besi dan protein dengan angka kejadian anemia pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dan pengamatannya secara cross sectional. Pemerolehan sampel diperoleh secara non- probability sampling yakni memakai metode consecutive sampling dan diperoleh 35 sampel. Dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan alat hematologi fotometer, isi kuesioner, dan isi lembar food recal 2x24 jam. Didapatkan bahwa 45,71% responden mengalami anemia, mayoritas responden memililiki tingkat pengetahuan kurang terhadap anemia (57,14%). Sebanyak 68,75% responden mempunyai asupan zat besi yang inadekuat dan sejumlah 60% responden memiliki asupan protein inadekuat. Berdasarkan hasil pengujian statistik chi-square terdapat hubungan yang memiliki hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan anemia nilai p = 0,008, ada hubungan yang memiliki hubungan yang bermakna antar asupan zat besi dengan anemia nilai p = 0,027, dan adanya hubungan yang bermakna antara asupan protein dengan anemia dengan nilai p = 0,019. Kesimpulan penelitian ini subjek penelitian yang mengalami anemia kemungkinan dikarenakan pengetahuan yang kurang, asupan zat besi dan proteinnya yang masih belum mencukupi sehingga terjadi anemia. Kata kunci: anemia, asupan protein, asupan zat besi, pengetahuan DOI : 10.35990/mk.v7n0.p48-59
PEMETAAN PARTISIPATIF TIGA DIMENSI UNTUK POTENSI BAHAYA DI KAWASAN GUNUNG API PURBA (GAP) NGLANGGERAN DAN MITIGASINYA Priyambodo, Dewanto Yusuf; Sekarsih, Fitria Nuraini; Mustopa, Ali
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen bencana merupakan tahapan awal yang penting dalam operasi Disaster Victim Identification (DVI) dan mitigasi bencana. Pemetaan lokasi bencana yang baik dapat membantu penemuan dan penyelamatan korban serta memperlancar prosedur DVI. Peta tiga dimensi (3D) adalah sarana yang paling memungkinkan untuk membuat acuan lokasi yang akurat. Data untuk membuat pemetaan 3D ini adalah foto udara bertampalan dengan menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau lebih dikenal dengan drone. Hasil pemetaan 3D ini kemudian digunakan sebagai alat pemetaan partisipatif. Pemetaan partisipatif ini difokuskan untuk menandai daerah berbahaya dan mitigasinya untuk pertolongan pertama pada korban bencana. Hasilnya adalah peta partisipatif yang memberikan informasi potensi bahaya, pengaman yang hendaknya dipasang di lokasi berbahaya, alat yang wajib dibawa pengunjung, papan peringatan, alat pertolongan pertama yang wajib ada di lokasi, dan pertolongan apa saja yang dapat dilakukan. Kata kunci : DVI, gunung api purba, mitigasi, partisipatif, pemetaan 3D DOI : 10.35990/mk.v7n0.p102-114
PENGARUH KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN CARBOPOL® 940 TERHADAP SIFAT FISIK DAN STABILITAS ANTIOKSIDAN GEL SLEEPING MASK EKSTRAK KAYU SECANG Al-Hakim, Nur Achsan; Pratiwi, Gladdis Kamilah; Alatas, Fikri; Rahayu, Novitri Sri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan kulit menjadi salah satu upaya dalam mencegah penuaan dini, diantaranya dengan memanfaatkan bahan alami sebagai sumber antioksidan. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kombinasi bahan pembentuk gel hidroksipropil metil selulosa (HPMC) dan Carbopol® 940 pada formulasi gel sleeping mask ekstrak kayu secang terhadap sifat fisik dan stabilitas antioksidannya. Sediaan gel sleeping mask dibuat dengan lima variasi rasio HPMC dan Carbopol® 940, yaitu 5:0 (F1), 0:5 (F2), 2,5:2,5 (F3), 3:2 (F4), dan 3,5:1,5 (F5). Evaluasi fisik sediaan meliputi organoleptik, pengukuran pH dan viskositas, homogenitas, uji daya sebar, serta penentuan stabilitas fisik aktivitas antioksidan sediaan gel sleeping mask. Aktivitas antioksidan ditetapkan menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil evaluasi fisik sediaan gel sleeping mask menunjukkan bahwa F5 merupakan formula yang terbaik dan stabil selama penyimpanan 28 hari, dan memenuhi parameter ideal sediaan kosmetik topikal, serta memiliki aktivitas antioksidan yang stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kayu secang dapat diformulasikan menjadi sediaan gel sleeping mask dan dengan memodifikasi agen pengental dalam formulasi menghasilkan sediaan yang baik dan stabil, serta penelitian ini menjadi pertimbangan ilmiah sebagai terapi alternatif dalam upaya mencegah penuaan dini. Kata kunci : antioksidan, Carbopol® 940, ekstrak kayu secang, HPMC, gel sleeping mask DOI : 10.35990/mk.v7n1.p45-56

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue