cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Peningkatan Produktivitas Hasil Olahan Bambu di Desa Petungsewu dan Pandanrejo Kecamatan Wagir Wulandari, Dwi; Prayitno, Putra Hilmi; Aulia, Fikri; Kusuma, Fuad Indra; Wahyuni, Khusniyatul; Alfiota, Syf. Ine
Jurnal KARINOV Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v6i3p161-164

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berperan penting mendorong perekonomian Indonesia. Usaha UMKM tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Malang yang memiliki UMKM melimpah yaitu di Kecamatan Wagir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi masyarakat dan pengrajin olahan bambu terkait pengoptimalan potensi bambu yang ada di desa Petungsewu dan desa Pandanrejo Kecamatan Wagir. Metode pelaksanaan program ini berupa focus group discussion (FGD) dan pendampingan terhadap masyarakat dan pengrajin olahan bambu. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menciptakan peluang bisnis dalam meningkatkan usaha dari adanya pengoptimalisasian dan meningkatkan produktivitas hasil potensi bambu..Kata kunci— Produktivitas, Olahan bambu, UMKM, Desa Petungsewu dan Pandanrejo Abstract Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in driving the Indonesian economy. MSMEs are spread across various regions in Indonesia. One of them is in Malang Regency which has abundant MSMEs, namely in Wagir District. This service activity aims to provide community education and bamboo processing craftsmen related to optimizing the potential of bamboo in Petungsewu village and Pandanrejo village, Wagir District. The method of implementing this program is in the form of focus group discussion (FGD) and assistance to the community and processed bamboo craftsmen. The results that have been achieved in this community service activity are creating business opportunities in increasing business from optimizing and increasing the productivity of potential bamboo products.Keywords— Productivity, Bamboo products, MSMEs, Petungsewu and Pandanrejo villages
Pemanfaatan Pigmen Tanaman sebagai Pewarna Alami dalam Edukasi Pembuatan Lipstik Zakia, Neena; Wonorahardjo, surjani; Marfu'ah, Siti; Utomo, Yudhi; Ilham, Hilda Srivaliana
Jurnal KARINOV Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v6i3p138-142

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik dasar kaum hawa yang membuat wajah penggunanya menjadi segar berseri. Komponen lipstik yang beraneka macam merupakan bahan sintetis yang dapat membahayakan kesehatan. Di alam tersedia banyak pigmen alami yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna yang aman bagi pengguna. Oleh sebab itu diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk membuat lipstik yang berbahan dasar pigmen alami. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat supaya mempunyai wawasan tentang lipstik, komponen yang mendasari, dan memberi keterampilan kepada masyarakat untuk membuat lipstik menggunakan pigmen tanaman. Diharapkan dari kegiatan ini, masyarakat dapat mengembangkannya sebagai produk unggulan UMKM. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok ibu PKK yang umumnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Metode pengabdian meliputi penyajian materi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah semua peserta sangat antusias terhadap pelatihan edukasi pembuatan lipstik dan berharap agar dilakukan pelatihan tentang produk kosmetik lainnya. Kata kunci— Lipstik, Pigmen alami, Ibu PKK wilayah Malang Abstract Lipstick is a basic cosmetic for women that makes the user’s face look fresh and radiant. The various components of lipstick are synthetic materials that can be harmful to health. In nature, many natural pigments can be used as safe dyes for users. Therefore, educating the public about making lipsticks made from natural pigments is necessary. This community service aims to inform the public so that they have insight into lipsticks. The underlying components provide the community with skills to make lipstick using plant pigments. From this activity, the community can develop it as a superior product for small-medium enterprises (SMEs). This activity targets a group of women (PKK) who generally work as housewives. The service method includes the presentation of materials and training. The result of this activity is that all participants are enthusiastic about the educational training on lipstick making and hope there will be training on other cosmetic products. Keywords— Lipstick, Natural pigments, Women society in Malang
Implementasi Konseling Suryomentaram bagi Guru BK SMA/SMK di Kota Malang Atmoko, Adi; Utami, Nugraheni Warih; Probowati, Devy; Multisari, Widya
Jurnal KARINOV Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v6i3p143-148

Abstract

Prokastinasi akademik yang terjadi di kalangan siswa SMA mengalami peningkatan seiring berlalunya pandemic Covid-19 dan meningkatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Siswa lebih memilih menunda mengerjakan tugas dan mengalami kejenuhan dalam kegiatan belajar. Prokastinasi akademik menjadi masalah yang harus segera ditangani di sekolah, karena berdampak pada prestasi akademik siswa. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru Bimbingan Konseling (BK) dalam melaksanakan konseling dengan pendekatan Suryomentaram, sehingga dapat  meningkatkan kualitas pelaksanaan konseling yang dilakukan Guru BK dalam membantu menyelesaikan masalah prokastinasi akademik siswa. Metode belajar melalui tindakan (learning by doing) menjadi alternatif yang akan membantu guru BK dalam mengembangkan keterampilan konseling dengan pendekatan Suryomentaram melalui penyampaian informasi dan implementasi konseling pada siswa yang mengalami prokastinasi akademik. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah peningkatan pengetahuan guru BK dan peningkatan keterampilan guru BK di SMA dan SMK dalam melaksanakan proses konseling dengan menggunakan pandangan Suryomentaram dalam mengatasi prokastinasi akademik siswa. Kata kunci—Konseling Suryomentaram, Guru Bimbingan Konseling, Pendampingan Guru Abstract Academic procrastination that occurs among high school students has increased along with the passing of the Covid-19 pandemic and the increasing development of technology and social media. Students prefer to postpone doing assignments and experience boredom in learning activities. Academic procastination is a problem that must be addressed immediately in schools, because it has an impact on students’ academic achievement. The aim of the service activity is to increase the competency of Counseling Guidance (BK) teachers in carrying out counseling using the Suryomentaram approach, so that they can improve the quality of counseling carried out by BK teachers in helping to solve students’ academic procrastination problems. The learning by doing method is an alternative that will help guidance and counseling teachers in developing counseling skills using the Suryomentaram approach through conveying information and implementing counseling for students who experience academic procrastination. The results of the implementation of the service are an increase in the knowledge of guidance and counseling teachers and an increase in the skills of guidance and counseling teachers in high schools and vocational schools in carrying out the counseling process using Suryomentaram’s views in overcoming students' academic procrastination. Keywords—Suryomentaram Counseling, Teacher Guidance Counseling, Teacher Mentoring
Pelatihan Penggunaan Integrated System Sebagai Teknik Pembelajaran Akuntansi Dasar Berbasis Problem Based Learning Susilowibowo, Joni; Rochmawati, Rochmawati; Listiadi, Agung; Hardini, Han Tantri; Saputra, Irwan Adimas Ganda
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p030

Abstract

Teknik pembelajaran secara separable kurang sesuai diterapkan jika materi pembelajaran terkait dengan siklus akuntansi. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini menuntut para guru harus melakukan inovasi pembelajaran yang fleksibel dengan memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar dimanapun berada dan kapan saja. Oleh sebab itu tim PKM ingin memberikan pelatihan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Akuntansi SMK Kabupaten Tulungagung Jawa Timur untuk memberikan pelatihan dalam pengembangan teknik pembelajaran menggunakan Integrated System pada mata pelajaran akuntansi dasar. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan yang terbagi menjadi 2 yaitu secara online dan offline, Monitoring dan Evaluasi serta tindak lanjut kegiatan. Hasil dari pengabdian kepada Masyarakat ini adalah para guru MGMP Akuntansi Kabupaten Tulungagung mendapatkan tambahan pengetahuan terkait dengan Teknik Integrated System dalam pembelajaran akuntansi dasar, peserta dapat mempraktekkan bahan ajar kartu kerja dan peserta dapat menerapkan pembelajaran di kelas menggunakan model problem-based learning. Manfaat dari adanya pelatihan ini diharapkan para guru dapat menerapkan teknik pembelajaran yang tepat, bahan ajar yang tepat serta model pembelajaran yang sesuai untuk mengajarkan materi akuntansi dasar. Kata kunci: Integrated System, Problem Based Learning, Pembelajaran Akuntansi  Abstract  Separable learning techniques are less appropriate if the learning material is related to the accounting cycle. In addition, the rapid development of information technology requires teachers to innovate flexible learning by providing convenience for students to learn wherever and whenever. Therefore, the PKM team wants to provide training to teachers who are members of the MGMP Accounting SMK Tulungagung Regency East Java to provide training in developing learning techniques using Integrated Systems in basic accounting subjects. The PKM implementation method consists of the preparation stage, the implementation of activities which are divided into 2, namely online and offline, Monitoring and Evaluation and follow-up activities. The results of this community service are that the Tulungagung Regency Accounting MGMP teachers get additional knowledge related to the Integrated System technique in basic accounting learning, participants can practice working card teaching materials and participants can apply classroom learning using the problem-based learning model. The benefits of this training are expected that teachers can apply the right learning techniques, the right teaching materials and the appropriate learning model to teach basic accounting material. Keywords: Integrated System, Problem Based Learning, Accounting Learning
Pelatihan Penerapan Sak Etap Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Sebagai Dasar Analisis Usaha Bagi Komunitas UMKM Rahmawati, Setya Ayu; Maharani, Satia Nur
Jurnal KARINOV Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v6i3p170-174

Abstract

Peningkatan kesadaran atas pentingnya laporan keuangan yang disusun sesuai standar yang berlaku diperlukan dalam menjalankan bisnis. Hal ini menjadi perhatian bagi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan ketrampilan pengelola bisnis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Standar penyusunan laporan keuangan yang digunakan adalah Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntanbilitas Publik (SAK ETAP) yang memberikan kemudahan bagi UMKM melalui penyederhanaan bentuk laporan keuangannya. Pelatihan ini dilakukan dengan bekerjasama dengan Komunitas UMKM yang ada di Kota Malang dan dilakukan dengan konsep workshop. Selain penguatan konsep dan teori penyusunan laporan keuangan yang diberikan oleh narasumber, pelatihan ini juga memberi kesempatan pelaku UMKM untuk mengimplementasikan secara langsung transaksi usahanya hingga tersusunnya laporan keuangan. Diskusi antara peserta dan narasumber serta pendamping UMKM menjadi salah satu gambaran umpan balik ketercapaian materi kepada peserta pelatihan. Hasil pelatihan ini menunjukkan peserta mendapatkan pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP dan memanfaatkannya sebagai dasar analisis usaha. Kata kunci— Penyusunan laporan keuangan, SAK ETAP, Analisis laporan keuangan, UMKM Abstract Increased awareness of the importance of financial reports prepared according to applicable standards is necessary in running a business. This is a concern for this community service activity which aims to strengthen the understanding and skills of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) owner. The standard for preparing financial statements used is the financial accounting standards for entities without public accountability (SAK ETAP) which provides convenience for MSMEs through simplifying the form of their financial statements. This training is carried out in collaboration with the MSMEs community in Malang and is carried out with the concept of a workshop. In addition to strengthening the concepts and theories of preparing financial statements provided by the resource persons, this training also provides opportunities for MSMEs actors to directly implement their business transactions until the preparation of financial reports. Discussions between participants and resource persons as well as MSMEs facilitators became one of the descriptions of feedback on material achievement to training participants. The results of this training show that participants gain knowledge about the preparation of financial statements in accordance with SAK ETAP and use it as a basis for business analysis. Keywords—Preparation of financial statements, SAK ETAP, Financial statement analysis, MSMEs
Pemetaan Potensi dan Pembaruan Model Bisnis dalam Meningkatkan Daya Saing dan Produktivitas BUM Desa Sukorejo Kabupaten Kediri Sumiati, Sumiati; Ikhram, M. Abdi Dzil
Jurnal KARINOV Vol 7, No 2 (2024): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i2p113

Abstract

BUMDesa pada hakikatnya memiliki tugas utama sebagai mesin perekonomian desa. Meskipun demikian, tidak sedikit dari pengelola BUMDesa menghadapi permasalahan berkaitan dengan pengelolaan dan pelaksanaan aktivitas bisnis BUMDesa. Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang menjadi salah satu program yang bertujuan untuk membantu masyarakat khususnya lembaga ekonomi produktif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh BUMDesa Sukorejo Kabupaten Kediri, usulan kegiatan pengabdian masyarakat berkaitan dengan pemetaan potensi bisnis dan pembaruan model bisnis dalam mendukung produktivitas dan peningkatan kinerja BUMDesa Sukorejo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini diantaranya dibagi kedalam beberapa tahap seperti pemetaan masalah, perumusan konsep, pelaksanaaan kegiatan, serta evaluasi dan monitoring. Pelaksanaan kegiatan merupakan penyelarasan dari permasalahan yang dialami oleh BUMDesa sebagai mitra strategis. Kata kunci— BUMDesa, Ekonomi, Produktivitas, Kinerja BUMDesa Abstract BUMDesa essentially has the main task as the engine of the village economy. Nevertheless, not a few of the BUMDesa managers face problems related to the management and implementation of BUMDesa business activities. The Community Service Program organized by the Faculty of Economics and Business, Brawijaya University Malang is one of the programs that aims to help the community, especially productive economic institutions, in solving the problems faced. Based on the problems faced by BUMDesa Sukorejo Kediri Regency, the proposed community service activities are related to business potential mapping and business model updates in supporting productivity and performance improvement of BUMDesa Sukorejo Kediri Regency. The methods used in this activity include being divided into several stages such as problem mapping, concept formulation, activity implementation, and evaluation and monitoring. The implementation of activities is an alignment of the problems experienced by BUMDesa as a strategic partner. Keywords— BUMDesa, Economy, Productivity, BUMDesa Performance
Penerapan Peer-to-Peer Lending: Mendorong Pengembangan Keuangan Inklusif UMKM Purnamasari, Vidya; Wulandari, Dwi; Mukhlis, Imam; Seprillina, Linda; Cahayati, Nila
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p063

Abstract

UMKM di Kota Malang, khususnya dalam memanfaatkan fintech melalui Peer to Peer Lending (P2P). Urgensi akses P2P lending memberikan pelaku UMKM pemahaman tentang pembiayaan yang lebih sederhana dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemampuan ekspansi dan inovasi dalam bisnis mereka. Berdasarkan hasil obeservasi menunjukkan kendala utama yang dihadapi oleh UMKM adalah akses pembiayaan dengan persyaratan yang rumit. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode pelaksanaan yang mencakup pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan 35 anggota mitra UMKM yang tergabung dalam komunitas Komunitas UMKM Wanita di Kota Malang. Berdasarkan hasil kegiatan dalam tahap observasi menunjukkan banyak pelaku UMKM yang kesulitan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dalam tahapan pelaksanaan, kegiatan sosialisasi tentang P2P lending dan manajemen keuangan UMKM mendapati atensi yang sangat baik oleh UMKM. Sehingga tingkat capaian dari hasil evaluasi melalui tanya-jawab didapati 90% kegiatan pengabdian tersebut telah dapat dikatakan berhasil dalam upaya untuk membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan yang efisien melalui pemanfaatan fintech. Kata kunci—Fintech, Peer-to-Peer Lending, UMKM Abstract The community engagement activity aims to enhance understanding and access to financing for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Malang, particularly by leveraging fintech through peer-to-peer lending (P2P). The urgency of P2P lending access provides MSMEs with insights into simpler financing and the utilization of technology to boost their capacity for expansion and innovation in their businesses. Based on observational findings, the primary challenge faced by MSMEs is access to financing with complex requirements. The engagement method is executed through a series of phases, including pre-activity, activity implementation, and evaluation. The initiative involves the participation of 35 partner members from the MSMEs women community in Malang. The observational phase revealed that many MSMEs struggle to obtain financing from conventional financial institutions. During the implementation phase, activities related to P2P lending and financial management for MSMEs garnered significant attention and interest, leading to a high level of success. As evidenced by the evaluation results, achieved through question-and-answer sessions, approximately 90% of the engagement activities can be considered successful in their efforts to assist MSMEs in accessing efficient financing through fintech utilization. Keywords—Fintech, Kota Malang, Peer-to-Peer Lending, MSMEs
Perancangan Bangunan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kawasan Wisata Pantai Gemah Tulungagung Hajji, Apif M.; Rizal A, R, Mochammad; Sugandi, R. Machmud; Ariestadi, Dian
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p008

Abstract

Sampah merupakan masalah besar yang sering dinilai remeh oleh kebanyakan orang. Utamanya dikawasan wisata, ruang public, atau fasilitas umum. Seiring dengan pertambahan penduduk, pengembangan serta publikasi tempat wisata, maka semakin besar pula timbulan sampah yang dihasilkan. Pantai Gemah merupakan wisata pantai di Tulungagung yang menjadi destinasi utama. Hal ini dikarenakan dukungan infrastruktur dan keterjangkauan menuju lokasi pantai sangat baik. Dibuktikan dengan laju pertumbuhan wisatawan di Tulungagung yang meningkat secara signifikan pasca dibukanya Pantai Gemah untuk destinasi wisata umum. Namun begitu timbulan sampah yang ada belum mendapat pengelolaan dan pengolahan yang mumpuni. Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam mengelola serta mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah dengan membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Dalam perencanaan TPST diketahui volume timbulan sampah sebesar 9,4 m3/hari dan berat timbulan sampah sebesar 4,7 ton/hari sebeserta densitas sampah senilai 230,5 kg/m3. Dari nilai densitas sampah dalam satuan kg/m3 terdiri dari komposisi 64% sampah organic dan 36% sampah anorganik. Dari komposisi sampah tersebut akan diolah mejadi produk kompos untuk sampah organic, dan produk energi listrik untuk sampah anorganik dari hasil pembakaran (Insenerasi WtE). Target perencanaan TPST yang diusulkan adalah sebuah bangunan workshop pengolahan seluas 1010,1 m2; bangunan kantor seluas 75 m2; dan luas lahan minimal yang dibutuhkan seluas 1500 m2. Kata kunci— Pengolahan Sampah, Kawasan Wisata, Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu Abstract Waste is a big problem that is often underestimated by most people, primarily in tourist areas, public spaces or public facilities. Along with the increase in population, development of tourist attractions, the amount of waste generated will also increase. Gemah Beach is a tourist beach in Tulungagung which is the main destination for many tourists. This is because infrastructure support and affordability to beach locations are very good. This is proven by the growth rate of tourists in Tulungagung which increased significantly after the opening of Gemah Beach as a general tourist destination. However, the existing waste production in this area has not been managed and processed adequately. One effort that can be made to manage and process waste into something useful is to create an Integrated Waste Processing Site (TPST). During planning and design of TPST, it is anticipated that the volume of waste production is 9.4 m3/day with the weight of 4.7 tons/day and the waste density of 230.5 kg/m3. The waste density value in units of kg/m3 consists of a composition of 64% organic waste and 36% inorganic waste. From the composition of this waste, it will be processed into compost products for organic waste, and electrical energy products for inorganic waste by using combustion process (WtE Incineration). The proposed TPST is a processing workshop building covering an area of 1010.1 m2; office building covering an area of 75 m2; and the minimum land area required is 1500 m2. Keywords— Waste Management, Waste Processing, Integrated Waste Processing site
Diseminasi Akad Transaksi Limbah Berbasis Halal dalam Pupuk Organik Serta Peningkatan Interesting Packaging Olahan Pupuk Merlinda, Santi; Purnamasari, Vidya; Suwanan, Ahmad Fawaiq
Jurnal KARINOV Vol 7, No 2 (2024): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i2p091

Abstract

Berbagai kajian ilmiah menegaskan bahwa limbah ternak sapi menjadi sumberdaya yang sangat potensial, baik dari segi pertanian, maupun ekonomi apabila dikelola sesuai standar keselamatan dan kesehatan. Namun, berdasarkan Mazhab Syafi’i, hukum muammalah transaksi jual-beli pupuk kotoran sapi adalah haram, sehingga diperlukan program pelatihan untuk diseminasi akad dalam penjualan hasil prdoduksi pupuk tersebut. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peternak sapi di Desa Belung tentang akad transaksi hasil olahan pupuk berbasis halal industri serta memberikan pelatihan dalam pengemasan produk pupuk dari hasil olahan limbah ternak sapi. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) perencanaan yang meliputi perencanaan anggaran dan langkah kerja strategis, (2) pelaksanaan yang meliputi pelatihan diseminasi akad limbah ternak berbasis halal industri, pelatihan pembuatan pupuk padat, dan pelatihan pengemasan pupuk hasil olahan, dan (3) evaluasi melalui pengamatan partisipasi aktif peserta dan output kemasan pupuk limbah ternak sapi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan peternak sapi di Desa Belung tentang: akad transaksi pupuk limbah ternak berbasis halal industri, proses pembuatan dan pengemasan pupuk padat. Sebagai kelanjutan dari program ini, diharapkan dapat dilaksanakan pamsaran pupuk limbah sapi agar jangkauannyalebih luas dan kesejahteraan peternak sapi meningkat. Kata kunci— Halal Industri, Limbah Ternak Sapi, Pakcaging Pupuk Abstract Various scientific studies confirm that cattle waste is a potential resource, both in terms of agriculture and the economy, if managed according to safety and health standards. However, based on the Shafi'i Mazhab, the law of transaction cow dung manure is haram, so a training program is needed to disseminate contracts in the sale of fertilizer production results. This Community Service Program aims to provide understanding to cattle farmers in Belung Village about the transaction contract of processed industrial halal-based fertilizers and provide training in packaging fertilizer products. This activity is carried out through three stages, (1) Planning, which includes budget planning and strategic work steps, (2) Implementation, which includes training on dissemination of industrial halal-based livestock waste contracts, training on making and packing solid fertilizers, and (3) Evaluation through observation of active participation of participants and output of cattle waste fertilizer packaging. The result of this activity is an increase in the knowledge of cattle farmers in Belung Village about waste fertilizer transaction-based halal contracts, solid fertilizer manufacturing processes, and attractive fertilizer packaging. As a continuation of this program, it is expected that training can be carried out to market fertilizers processed so that the market reach is more comprehensive and the welfare of cattle farmers increases. Keywords— Halal Industry, Cattle Waste, Packaging Fertilizer
Sampahku, Tanggung Jawabku: Peningkatan Kualitas Lingkungan di Kenagarian Koto Laweh melalui Pelatihan Ecobricks Cerya, Efni; Trinanda, Okki; Sari, Astri Yuza; Maulidina, Yuriza
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p034

Abstract

Koto Laweh merupakan sebuah nagari yang potensial dengan wisata alam yang menyajikan keindahan landscape pegunungan dan areal pertanian. Namun, potensi yang besar ini memiliki tantangan tersendiri dengan keberadaan sampah yang belum terkelola dengan baik. Salah satu penyebab krusial permasalahan sampah ini adalah masih rendahnya awareness masyarakat akan sampah itu sendiri. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) terjun dalam menggugah kepedulian generasi muda yaitu dengan menggalang semangat “sampahku adalah tanggung jawabku” dan mengubah persepsi generasi muda dan masyarakat bahwa sampah bisa diubah menjadi produk yang bernilai seni dan bernilai ekonomis seperti ecobricks. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas lingkungan dengan adanya pengelolaan sampah plastic menjadi ecobricks yang diproduksi menjadi berbagai produk seperti meja, kursi, dan hiasan taman. Disamping itu, pengelolaan sampah menjadi ecobricks ini juga dijadikan alternatif program dalam kegiatan P5 (Project Penguatan Profil Pancasila) yang peduli lingkungan di sekolah-sekolah yang ada di Kenagarian Koto Laweh. Dengan hasil tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastic yang menjadi isu pencemaran lingkungan dengan mengubahnya menjadi barang yang bernilai, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas lingkungan di Kenagarian Koto Laweh. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Peningkatan Kualitas Lingkungan, Ecobricks Abstract Koto Laweh is a potential village with natural tourism that presents the beauty of mountain landscapes and agricultural areas. However, this great potential has its own challenges with the existence of waste that has not been managed properly. Through service activities, these problems are unraveled one by one. One of the crucial causes of this waste problem is the low public awareness of the waste itself. The community service team of Universitas Negeri Padang (UNP) is involved in arousing the concern of the younger generation, namely by raising the spirit of “my waste is my responsibility” and changing the perception of the younger generation and the community that waste can be turned into products of artistic value and economic value such as ecobricks. The result of this activity is the improvement of environmental quality with the management of plastic waste into ecobricks which are produced into various products such as tables, chairs, and garden decorations. Besides, the management of waste into ecobricks is also used as an alternative program in the P5 (Project Penguatan Profil Pancasila) activities which care about the environment in schools in Kenagarian Koto Laweh. With these results, it is hoped that the community can utilize plastic waste which is an issue of environmental pollution by turning it into valuable goods, and in the end can improve the quality of the environment in Kenagarian Koto Laweh ing techniques, the right teaching materials and the appropriate learning model to teach basic accounting material. Keywords— Community Service, Environmental Quality Improvement, Ecobricks