cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Pengembangan Agribisnis Kopi Badan Usaha Milik Desa Bersama Giri Arjuna, Kota Batu Abbas, Muhammad Hasyim Ibnu; Annisya, Annisya; Irawan, Dani
Jurnal KARINOV Vol 8, No 1 (2025): Online First
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v8i1p001

Abstract

Kawasan hutan lereng Gunung Arjuno menghadapi tantangan serius akibat degradasi lahan yang disebabkan oleh alih fungsi lahan untuk pertanian sayur-sayuran. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini menginisiasi pengembangan agribisnis kopi sebagai solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk universitas, pemerintah, BUMDESMA, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung pengembangan agribisnis kopi secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi kopi, tetapi juga pada pengembangan nilai tambah produk melalui pengolahan pascapanen dan pemasaran yang efektif. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Kata kunci—Degradasi Lahan, Agribisnis Kopi, Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab Abstract The forest area on the slopes of Mount Arjuno faces serious challenges due to land degradation caused by land conversion for vegetable farming. To overcome this problem, this community service activity initiated the development of coffee agribusiness as an innovative and sustainable solution. Collaboration between various stakeholders, including universities, government, BUMDESMA, and the community, is the key to the success of this activity. Through strong synergy, it is hoped that an ecosystem can be created that supports the development of sustainable coffee agribusiness. This activity not only focuses on increasing coffee production but also on developing added value for products through post-harvest processing and effective marketing. Thus, it is expected to increase farmers' income, strengthen the local economy, and create new jobs. In addition, this activity also contributes to environmental conservation through sustainable forest management. Keyword—Land Degradation, Coffee Agribusiness, Responsible Production and Consumption
Digital Transformation for MSMEs: Enhancing Business Growth by Leveraging Financial Inclusion and Social-Media Suryadi, Nanang
Jurnal KARINOV Vol 7, No 2 (2024): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i2p131

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan UMKM dalam mengadopsi teknologi digital, khususnya dalam penggunaan QRIS dan strategi pemasaran melalui media sosial. Masalah utama yang dihadapi oleh UMKM Kopi Perempat adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknologi digital dan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi berkala. Sosialisasi diberikan untuk memperkenalkan pentingnya QRIS dan media sosial dalam operasional bisnis, sementara pendampingan dilakukan untuk membantu UMKM dalam implementasi teknologi tersebut. Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur efektivitas program dan memahami kebutuhan UMKM secara lebih mendalam. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa UMKM yang didampingi mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan QRIS serta mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Hal ini terbukti dari peningkatan keterlibatan pelanggan dan penjualan di Kopi Perempat setelah penerapan QRIS dan optimalisasi media sosial. Program ini berhasil memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran UMKM akan pentingnya adaptasi teknologi dalam keberlanjutan usaha. Kata kunci— UMKM, QRIS, Pemasaran Digital, Media Sosial, Teknologi Digital Abstract This community service program was conducted to enhance the understanding and capabilities of MSMEs in adopting digital technology, particularly in the use of QRIS and social media marketing strategies. The main problem faced by Kopi Perempat, an MSME, was the lack of knowledge about digital technology and effective marketing strategies to increase customer engagement and sales. The methods used in this program included socialization, mentoring, and periodic evaluation. Socialization was provided to introduce the importance of QRIS and social media in business operations, while mentoring was conducted to assist MSMEs in implementing these technologies. Periodic evaluation was carried out to measure the effectiveness of the program and gain a deeper understanding of the needs of MSMEs. The results of the program showed that the MSMEs involved were able to improve their knowledge and skills in using QRIS and develop more effective digital marketing strategies. This was evidenced by the increased customer engagement and sales at Kopi Perempat following the implementation of QRIS and social media optimization. The program successfully created a positive impact and raised awareness among MSMEs about the importance of technology adaptation for business sustainability. Keywords— MSMEs, QRIS, Digital Marketing, Social-Media, Digital Technology
Pelatihan Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan untuk Komunitas Ekonomi Kreatif Rahmawati, Setya Ayu; Maharani, Satia Nur; Islamiyati, Nur
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p161

Abstract

Kesadaran akan administrasi keuangan menjadi kelemahan bagi kebanyakan usaha kecil menengah kecil dan mikro. Hal ini menjadi penyebab kurang efektifnya pengambilan keputusan bisnis yang dilakukan oleh UMKM dikarenakan kurangnya dasar pertimbangan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman atas pengelolaan keuangan bagi UMKM. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman atas pelaporan akuntansi sederhana dalam pengelolaan keuangan usaha. Target kegiatan ini adalah UMKM di wilayah Kabupaten Malang yang memiliki potensi besar untuk berkembang seperti UMKM yang tegabung dalam komunitas ekonomi kreatif memiliki peranan besar dalam menggerakkan perekonomian Masyarakat khususnya di wilayah Desa Pagersari. Metode program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh tim Departemen Akuntansi FEB UM ini dilakukan dengan mekanisme persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam implementasinya pelaksanaan dijalankan dalam mekanisme pemberian pelatihan kepada peserta. Hasil PkM ini menunjukkan bahwa setelah diberikannya pemahaman akan pentingnya pengelolaan keuangan serta tata cara pencatatan akuntansi, terjadi peningkatan kemampuan dan minat dari pelaku usaha untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan harapan untuk dapat berkembang dengan informasi keuangan yang lengkap dan akurat. Kata kunci— Ekonomi Kreatif, Akuntansi, Pengelolaan Keuangan Abstract Awareness of financial administration is a weakness for most small, medium and micro businesses. This is the cause of ineffective business decision making by MSMEs due to a lack of basic considerations. For this reason, efforts are needed to increase knowledge and understanding of financial management for MSMEs. This activity is aimed at increasing understanding of simple accounting reporting in business financial management. The target of this activity is MSMEs in the Malang area which have great potential to develop, such as MSMEs that are part of the creative economy community which have a big role in driving the community's economy. One community that is quite active is the creative economy community supported by KNPI Malang. The community service program (PkM) method carried out by the FEB UM Accounting Department team is carried out using preparation, implementation and evaluation mechanisms. In its implementation, the implementation is carried out through a mechanism for providing training to participants. The results of this PkM show that after providing an understanding of the importance of financial management and procedures for accounting records, there has been an increase in the ability and interest of business actors to carry out financial management well and hope to be able to develop with complete and accurate financial information. Keywords— Creative Economy, Accounting, Financial Management
Optimalisasi Pemahaman Materi Piramida Makanan melalui “MIRAMA”: Media Interaktif Piramida Rantai Makanan Pada Kelas VII SMP Laboratorium UM Munzil, Munzil; Santoso, Aman; Sumari, Sumari; Muntholib, Muntholib; Agustina, Nur Indah; Fitriana, Nurin
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p182

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru MGMP Kimia se-Kabupaten Sumenep melalui Edukit berbasis PhET Interactive Simulator untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kimia submikroskopik, yang sering menjadi tantangan dalam memahami konsep abstrak. Program ini mengadopsi pendekatan penyuluhan dan pelatihan, memberikan materi serta praktik langsung penggunaan PhET dan SiPERU, sehingga guru mampu mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam pembelajaran digital. Hasil survei menunjukkan bahwa 72,5% dari 51 responden menilai PhET dan SiPERU sangat mudah digunakan (skor 5), 25,5% memberi skor 4, dan hanya 2% memberi skor 3, tanpa skor di bawah itu. Mayoritas guru merasa media ini sangat membantu dalam mempermudah pembelajaran kimia. Selain itu, survei kualitas penyampaian materi oleh narasumber menunjukkan 80,4% responden memberikan skor 5 dan 19,6% skor 4, mengindikasikan penyampaian yang sangat efektif. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam menyampaikan konsep submikroskopik melalui media digital, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Dampak positif lainnya adalah terciptanya modul ajar berbasis media digital, memperkuat pendekatan pembelajaran sepanjang hayat, dan menjawab tantangan pendidikan modern. Program ini memiliki potensi untuk diperluas melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan. Kata kunci— MGMP, PhET, SiPERU, Pembelajaran Sepanjang Hayat Abstract This study aimed to empower chemistry teachers in the Subject Teachers’ Forum (MGMP) of Sumenep Regency through the implementation of a chemistry teaching toolkit based on the PhET Interactive Simulator. The program focused on enhancing the quality of submicroscopic-level chemistry teaching, which often presents challenges in understanding abstract concepts. The initiative employed a combination of workshops and training sessions, providing materials and hands-on practice with PhET and SiPERU to enable teachers to integrate technology optimally into digital learning. Survey results indicated that 72.5% of 51 respondents rated PhET and SiPERU as very easy to use (score 5), 25.5% gave a score of 4, and only 2% assigned a score of 3, with no scores below 3. The majority of teachers found these tools highly effective in facilitating the teaching of chemistry. Furthermore, a survey on the effectiveness of the trainers showed that 80.4% of respondents gave the highest score (5) for clarity and ease of understanding, while 19.6% rated them with a score of 4, reflecting highly effective delivery. This program successfully improved teachers' competence in conveying submicroscopic concepts through digital media while boosting their confidence in integrating technology into instruction. Additional positive outcomes included the development of digital teaching modules, strengthening lifelong learning approaches, and addressing modern educational challenges. The program holds potential for expansion through ongoing support and broader collaborations to ensure more significant and sustainable impacts. Keywords— MGMP, PhET, SiPERU, Life Long Learning
Peningkatan Pengetahuan Nilai Tambah Limbah Cangkang Pupa Black Soldier Fly Bagi Pembudidaya Maggot Kusumawardani, Banun; Rahayu, Yani Corvianindya; Joelijanto, Rudy; Handoyo, Tri; Dewanti, Parawita; Subchan, Wachju
Jurnal KARINOV Vol 7, No 2 (2024): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i2p136

Abstract

Proses penguraian sampah organik dengan biokonvertor Black Soldier Fly (BSF) dilakukan pada tahap larva, sehingga saat BSF menjadi lalat dewasa, bertelur dan mati akan meninggalkan limbah media bekas maggot, cangkang pupa dan bangkai lalat. Limbah media bekas maggot digunakan untuk bahan kompos, sedangkan limbah cangkang pupa dan bangkai lalat belum dimanfaatkan. Timbunan limbah cangkang pupa dan bangkai lalat setelah siklus hidup BSF dikhawatirkan bisa menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan jika dibiarkan menumpuk di halaman rumah. Berdasarkan analisis situasi tersebut, tim ProbangDebi UNEJ bersama Bank Sampah Ekoliterasi Dermaku Jenggawah merancang kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang teknologi pengolahan limbah cangkang pupa agar memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan adalah edukasi potensi limbah cangkang pupa BSF dan pelatihan teknologi pengolahan limbah cangkang pupa BSF. Data pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pembudidaya maggot di Desa Jenggawah tentang pemanfaatan limbah cangkang pupa BSF menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pengolahan limbah cangkang pupa BSF dapat ditingkatkan kapasitasnya menjadi skala yang lebih besar lagi seiring dengan peningkatan kebutuhan pasar dalam pemanfaatan kitin dan kitosan. Selanjutnya, dibutuhkan pelatihan pemasaran melalui platform e-commerce dan koordinasi lintas sektoral untuk memberikan dukungan atas upaya pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Kata kunci— Black Soldier Fly, Budidaya Maggot, Cangkang Pupa, Kitin, Kitosan Abstract The process of decomposing organic waste using the Black Soldier Fly (BSF) bioconverter is carried out at the larval stage. BSF becomes adult flies, lay eggs and die, which will leave maggot cultivation media, pupa shells and fly carcasses. Maggot cultivation media is used as compost material, while pupa shells and fly carcasses have not been utilized. Piles of pupa shells and fly carcasses can cause air and environmental pollution. The ProbangDebi UNEJ team and the Dermaku Jenggawah Ecoliteracy Waste Bank designed activities aimed at providing education on pupa shell processing so that it has economic value. The implementation method is education and training on BSF pupa shell processing technology. Pre-test and post-test data show that there has been an increase in the knowledge of maggot cultivators in Jenggawah Village regarding the use of BSF pupa shells into products that have added value. BSF pupa shell processing capacity can be increased to a larger scale in line with increasing market demand for the use of chitin and chitosan. Furthermore, marketing training through e-commerce platforms and cross-sectoral coordination is needed to provide support for efforts to process waste into products that are beneficial for the welfare and economy of the community. Keywords— Black Soldier Fly, Chitin, Chitosan, Maggot Cultivation, Pupa Shell
From Craft to Cash: Digital Financial Literacy for Rural Entrepreneur Setia Wardhani, Widya Desary; Prasetyo, Iwan Joko; Lestari, Veronika Nugraheni Sri; Justina, R. Ayu Erni; Hartopo EP, R.
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p166

Abstract

Industri kreatif memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di daerah pedesaan. Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 8 dan SDG 9, artikel ini membahas sebuah proyek Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Bejijong, Indonesia, yang bertujuan untuk memberdayakan para pengrajin berbakat namun terpinggirkan secara digital. Proyek ini menggabungkan komponen pembelajaran interaktif serta memperhatikan sensitivitas budaya melalui penyelenggaraan workshop, pendampingan, dan dukungan lainnya. Pendekatan proyek ini menghasilkan peningkatan penggunaan e-commerce sebesar 68%, serta peningkatan rata-rata basis pelanggan peserta sebesar 41%, yang menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi hijau. Kontribusi unik dari proyek ini adalah mempromosikan literasi keuangan digital di kalangan pengusaha kreatif pedesaan melalui serangkaian program pelatihan yang disesuaikan, dengan memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi komunikasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan alat dan platform digital secara efektif, mengelola keuangan, dan mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan, tanpa memandang usia atau pengalaman digital sebelumnya. Proyek ini juga berpotensi mendorong pelestarian aset budaya di Desa Bejijong serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kata kunci—Literasi Keuangan Digital, Pembangunan Berkelanjutan, Industri Kreatif Pedesaan, Industri Kreatif Abstract The creative industries hold great opportunities to promote sustainable and inclusive growth in rural areas. Aligned with the United Nations Sustainable Development Goals, particularly SDG 8 and SDG 9, this paper discusses a community service project in Bejijong Village, Indonesia which sought to empower talented but digitally disenfranchised artisans and craftsman. The project incorporated an interactive learning component and cultural sensitivity by conducting workshops, providing mentoring and other support. The project's approach led to a 68% increase in e-commerce usage, and a 41% average rise in participants' customer base, showcasing the potential for green economic growth. The project's distinctive unique contribution was promoting digital financial literacy among rural creative entrepreneurs through tailoring a series of training program that leverages communication psychology principles to enhance their ability to effectively utilize digital tools and platforms, manage their finances, and scale their businesses sustainably, regardless of their age or prior digital experience. this project has the potential to advocating the preservation of cultural assets in Desa Bejijong and also advance the Sustainable Development Goals. Keywords— Digital Financial Literacy, Sustainable Development, Rural Creative Industries, Creative Industry
Homestead Agroforestri: Kunci Kesejahteraan Rumah Tangga di Desa Gajahrejo Sumarsono, Hadi; Prayitno, Putra Hilmi; Narmaditya, Bagus Shandy; Rahmawati, Farida; Novi Saputri, Dela Refi; Anggraeni, Sefira Oktavia; Ningrum, Linda Agustin
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p189

Abstract

Kesejahteraan rumah tangga merupakan salah satu indikasi bagaimana suatu desa tersebut dikatakan dapat memenuhi semua kebutuhan dengan cukup. Namun ada satu desa yaitu Gajahrejo yang memiliki tingkat kesejahteraan masyarakat rendah dikarenakan masyarakat kurang mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh desanya. Di kawasan Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang memiliki potensi yang tinggi dari segi pertanian dan banyaknya lahan pekarangan yang kosong. Akan tetapi potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Gajahrejo. Ketika ditinjau dari analisis situasi menunjukan bahwa Desa Gajahrejo menunjukan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain itu karena Desa Gajahrejo masih sangat fokus dengan pertanian di sawah saja, sehingga lahan pekarangan kosong masih banyak yang belum dimanfaatkan. Oleh karena itu solusi dari permasalah tersebut bisa berupa pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan sistem agroforestri sehingga bisa berdampak positif terhadap masyarakat. Kemudian dapat memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat mengenai kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi yang dimiliki oleh Desa Gajahrejo. Kata kunci— Optimalisasi, Sistem Agroforestri, Kesejahteraan Rumah Tangga Abstract Household welfare is one indication of how a village is said to be able to fulfil all needs adequately. However, there is one village, Gajahrejo, which has a low level of community welfare because the community is less able to optimise the potential of the village. In the Gajahrejo village area, Gedangan Subdistrict, Malang Regency, there is high potential in terms of agriculture and the large amount of vacant yard land. However, this potential has not been optimally utilised by the Gajahrejo village community. When reviewed from the situation analysis, it shows that Gajahrejo village shows a decrease in the level of community welfare. In addition, because Gajahrejo village is still very focused on agriculture in rice fields, so that there is still a lot of empty yard land that has not been utilised. Therefore, the solution to the problem can be in the form of providing education to the community about the application of the agroforestry system so that it can have a positive impact on the community. Then it can provide assistance and education to the community regarding food independence and improve community welfare through the potential owned by Gajahrejo village. Keywords— Optimisation, Agroforestry Systems, Household Welfare
Strategi Keberlanjutan Pariwisata: Optimalisasi Sudut Ruang dan Digital Marketing Kampoeng Kayoetangan Heritage Narullia, Dwi; Ermayda, Ria Zulkha; Putri, Dhika Maha; Qurrata, Vika Annisa; Dewi, Yana Respati
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p142

Abstract

Kampoeng Kayoetangan Heritage merupakan salah satu kampung tematik yang berada di Kota Malang. Keberadaan kampung heritage Kayoetangan ini menjadi salah satu kampung yang menonjolkan khas klasik dan budayanya. Penurunan pengunjung menjadi salah satu permasalahan yang ada di kampung heritage Kayoetangan karena terjadinya ketimpangan fasilitas antara koridor masuk dengan di dalam kampung heritage. Kemudian, di era digital ini tidak adanya konten di akun media sosial resmi Kelompok Kayoetangan Heritage yang bisa meningkatkan engagement user serta informasi yang komunikatif terhadap calon wisatawan potensif. Metode kegiatan dalam pengabdian ini adalah dengan metode pelaksanaan. Hasil pengabdian memberikan solusi yaitu mengoptimalisasi sudut ruang dengan artwork yang juga menonjolkan khas budayanya serta pembuatan konten sosial media yang berasal dari media sosial resmi kampung heritage yang menarik wisatawan potensif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pada wisatawan yang masuk pada Kampoeng Kayoetangan Heritage karena adanya artwork yang menarik dan informasi yang didapatkan dari feeds instagram yang komunikatif dan menonjolkan kesan informatif. Kata kunci— Kampung Tematik, Kayutangan, Media Sosial, Artwork Abstract Kampoeng Kayoetangan Heritage is one of the thematic villages located in Malang City. This heritage village stands out with its classic charm and rich cultural heritage. A significant issue faced by Kampoeng Kayoetangan Heritage is the declining number of visitors, attributed to the unequal distribution of facilities between the entrance corridor and the interior of the heritage village. Furthermore, in this digital era, the absence of content on the official social media accounts of the Kayoetangan Heritage Group to boost user engagement and provide informative information to potential tourists is another challenge. The method used in this community service activity is an implementation-based approach. The outcome of the service provides a solution, which involves optimizing the space with artwork that highlights the cultural uniqueness and creating social media content derived from the official social media accounts of the heritage village. Research results reveal an increase in the number of tourists visiting Kampoeng Kayoetangan Heritage due to the captivating artwork and the informative and engaging content shared on Instagram feeds. In summary, this community service initiative has succeeded in enhancing stakeholder understanding and the management of Kampoeng Kayoetangan Heritage. Nevertheless, challenges such as area expansion, limited funding, and balanced expansion still require further solutions. Keywords— Thematic Village, Kayutangan, Social Media, Artwork
Pembinaan Wawasan Wisata Edukasi dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Menggunakan Community-Based Tourism di Desa Sumberagung, Ngantang Wulandari, Dwi; Prayitno, Putra Hilmi; Kusuma, Fuad Indra; Prasetyo, Abdul Rahman; Anggraeni, Sefira Oktavia; Ningrum, Linda Agustin; Saputri, Dela Refi Novi
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p172

Abstract

Masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang besar di Kecamatan Ngantang, terutama Desa Sumberagung, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor pertanian, peternaian, perdagangan, dan kerajinan memiliki potensi yang sama. Meskipun demikian, produk-produk masyarakat Desa Sumberagung biasanya dijual begitu saja tanpa menambah nilai tambahan. Padahal, masyarakat lokal memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan nilai tambahan jika mereka dapat memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab sektor pariwisata terus berkembang setiap tahunnya, hal tersebut dapat dioptimalkan dengan menggabungkannya dengan sektor lain. Jadi, adaptasi dengan pariwisata di berbagai bidang yang ada di Desa Sumberagung yang disukai masyarakat lokal akan memberikan nilai tambah bagi mereka. Oleh karena itu, peneliti menawarkan solusi dengan mengajarkan kemampuan untuk mengadaptasi sektor pariwisata dan mengelola wisata edukasi serta menciptakan inovasi bisnis yang menguntungkan masyarakat lokal. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menciptakan peluang bisnis dalam mengembangkan potensi desa untuk pariwisata berkelanjutan. Kata kunci— Pengembangan Ekonomi Lokal, Pariwisata Berkelanjutan, Pariwisata Berbasis Komunitas Abstract The local community can utilise the great potential of Ngantang Sub-district, especially Sumberagung Village, to increase their income. The agriculture, livestock, trade and handicraft sectors have the same potential. However, the products of the people of Sumberagung Village are usually sold without adding any additional value. In fact, the local community has enormous potential to generate additional value if they can utilise it well to improve community welfare. As the tourism sector continues to grow every year, it can be optimised by combining it with other sectors. So, adaptation with tourism in various fields in Sumberagung Village that is favoured by the local community will provide added value for them. Therefore, researchers offer a solution by teaching the ability to adapt the tourism sector and manage educational tourism and create business innovations that benefit local communities. The results that have been achieved in this community service activity are creating business opportunities in developing village potential for sustainable tourism. Keywords— Local Economic Development, Sustainable Tourism, Community-Based Tourism
Peningkatan Kapabilitas dan Inovasi Bisnis Desa Wisata Sumbergondo Kota Batu Jawa Timur Wulandari, Dwi; Prayitno, Putra Hilmi; Prasetyo, Abdul Rahman; Kusuma, Fuad Indra; Saputri, Dela Refi Novi; Anggraeni, Sefira Oktavia; Ningrum, Linda Agustin
Jurnal KARINOV Vol 8, No 1 (2025): Online First
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v8i1p006

Abstract

Desa Wisata Sumbergondo, yang terletak di Kota Batu, merupakan salah satu desa wisata dengan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya kapabilitas sumber daya manusia (SDM) dan terbatasnya pemahaman masyarakat lokal tentang manajemen pariwisata. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan kapabilitas SDM dan mendorong inovasi bisnis. Program ini dirancang melalui serangkaian metode yang meliputi pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak untuk lebih aktif terlibat dalam pengelolaan desa wisata dengan mengembangkan keterampilan baru dan menerapkan ide-ide kreatif. Hasil kegiatan PKM menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat. SDM yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam pengelolaan wisata kini mampu memahami prinsip-prinsip dasar manajemen pariwisata. Selain itu, muncul berbagai ide inovatif untuk pengembangan bisnis lokal, seperti diversifikasi produk wisata, strategi pemasaran kreatif, dan penguatan kemitraan dengan pihak eksternal. Dengan adanya peningkatan ini, Desa Wisata Sumbergondo diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan berkelanjutan. Kata kunci— Desa Wisata, Kearifan Lokal, Potensi Alam Abstract Sumbergondo Tourism Village, located in Batu City, is one of the tourism villages with great potential to be developed into a leading destination. The main obstacles faced include the lack of human resource (HR) capabilities and limited understanding of local communities about tourism management. To overcome these challenges, community service activities (PKM) were carried out which aimed to improve HR capabilities and encourage business innovation. This program was designed through a series of methods including intensive training, ongoing mentoring, and socialization to the community. Through this approach, the community is invited to be more actively involved in managing the tourism village by developing new skills and implementing creative ideas. The results of the PKM activities showed a significant increase in the knowledge and skills of the local community. HR who previously had limitations in tourism management are now able to understand the basic principles of tourism management. In addition, various innovative ideas emerged for the development of local businesses, such as diversification of tourism products, creative marketing strategies, and strengthening partnerships with external parties. With this improvement, it is hoped that Sumbergondo Tourism Village will be able to develop into a competitive and sustainable. Keywords— Village Tourism, Local Wisdom, Natural Potential