cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 1,602 Documents
Pengaruh Pengaplikasian Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Jagung Glass Gem Corn (Zea mays L.) Sandi, Mei Ryan; Safrizal, Safrizal
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10262

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman jagung glass gem (Zea mays L.) dengan pengaplikasian eco enzyme. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 1 faktor perlakuan dan 3 ulangan sehingga memperoleh jumlah plot sebesar 12 plot. Adapun parameter yang diamati pada penelitian ini adalah Pertumbuhan Vegetatif yang terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kandungan pupuk eco enzym yaitu Nitrogen 0.25%, P2O5 0.02, K2O 0,04; C- Organik 0.93%; Cu 0.0002 Ppm, Fe 34,44 Ppm, Mn 4,43 Ppm, Zn 0,01 Ppm, pH .25. Pemanfaatan limbah buah-buahan sebagai pupuk organik cair sebagai pupuk organik efektif digunakan sebagai laju pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung khususnya jenis galss gem corn. Perlakuan eco enzym mempengaruhi panjang akar. Tetapi tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Perlakuan terbaik terdapat pada E2 (eco enzym 15 ml/l air)
Inovasi EMOKIDS : Alat Pendeteksi Emosi Pada Anak Berbasis Image Processing Dan Extreme Machine Learning Untuk Meningkatkan Mental Siswa Kelas 2 Pada Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Anak Di SD. Harahap, Yusuf; Sari, Mawar; Nurjannah, Vanny; Sari, Nurhana Fatika; Hanum, Latifa; Primadani, Amelia; Amanda, Dyra; Putri, Khairunnisa; Roudhoh, Mustika; Nurafrisa, Luthfia; Resya, Nazwa; Febriola, Sahara; Lestari, Adinda; Khairunnisa, Syafira; Aulia, Cindy
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10471

Abstract

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesehatan mental siswa kelas 2 Sekolah Dasar dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Di era perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan, muncul peluang besar untuk menciptakan sistem yang mampu memantau dan mendeteksi emosi anak secara real-time, sehingga memberikan dukungan emosional yang lebih akurat dan tepat sasaran dalam konteks pendidikan. Pendekatan literature review untuk menganalisis teori-teori terkait deteksi emosi, pengolahan citra wajah, dan penerapan EML dalam dunia pendidikan. Dari hasil kajian pustaka, EMOKIDS diharapkan dapat mengenali emosi dasar siswa, seperti bahagia, marah, takut, dan cemas, yang memiliki pengaruh langsung terhadap keterlibatan mereka dalam aktivitas pendidikan jasmani. Analisis menunjukkan bahwa pemantauan emosi melalui ekspresi wajah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif. Hal ini mempermudah guru dalam memberikan intervensi yang sesuai berdasarkan kondisi emosional siswa, terutama pada siswa yang menghadapi tantangan emosional selama proses pembelajaran.Penggunaan teknologi EML dalam pengolahan data menjadi salah satu keunggulan utama alat ini. Dengan mendeteksi emosi anak secara efektif, EMOKIDS diharapkan dapat menjadi alat yang mendukung peningkatan kesehatan mental siswa. Teknologi ini memungkinkan guru untuk memahami lebih baik kebutuhan emosional siswa dan memberikan pendekatan pengajaran yang lebih personal dan sesuai. Alat ini juga berpotensi meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, khususnya pada pendidikan jasmani, di mana tantangan fisik dan sosial dapat memengaruhi motivasi dan kenyamanan siswa
Pengaruh Jumlah Silika Gel Dan Lama Proses Refluks Pada Daur Ulang Alkohol Sisa Pembuatan Pektin Dari Kulit Buah Jeruk Peras Nuh, Mhd; Danil, Mahyu; Barus, Wan Bahroni Jiwar; Miranti, Miranti; Fajar, Mhd Imam
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9837

Abstract

Alkohol komersial diperoleh dari destilasi yang hanya menghasilkan 95% etanol karena etanol dan air dapat membentuk azeotrop yang mendidih pada temperatur 78,1°C, sedangkan kemurnian etanol sebagai bahan bakar harus 99%. Teknik pemisahan alkohol yang biasa digunakan adalah destilasi, pervaporasi dengan membran dan adsorpsi. Beberapa metoda destilasi yang telah dikembangkan adalah destilasi azeotrop, destilasi reaktif dan destilasi ekstraktif. Pada dasarnya prinsip ketiga metoda destilasi tersebut sama, yaitu menggunakan entrainer atau zat pemisah. Adsorben merupakan bahan berpori yang digunakan untuk menyerap komponen dari campuran yang akan dipisahkan. Berdasarkan sifatnya terhadap air, adsorben dibagi menjadi 2, yaitu adsorben hidrofob dan hidrofil. Zeolit alam dan silika gel merupakan adsorben hidrofil karena mempunyai kemampuan menyerap air. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian UISU. Model  rancangan  yang digunakan  pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  faktorial yang  terdiri  atas  dua faktor  utama yaitu : Faktor  I: Jumlah Adsorben (A) terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu : A1 = 10%, A2 = 20%, A3 = 30% dan A4 = 40%. Faktor II : Lama Proses Refluks (T) yang terdiri atas 4 taraf yaitu : T1 = 20 menit, T2 = 40 menit, T3 = 60 menit dan T4 = 80 menit. Parameter yang diamati terdiri dari kadar alkohol, volume alkohol dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah adsorben berpengaruh berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap kadar alkohol dan volume alkohol, namun berpengaruh tidak nyata (P0.05) terhadap pH. Lama proses refluks berpengaruh berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap kadar alkohol dan volume alkohol, namun berpengaruh tidak nyata (P0.05) terhadap pH. Interaksi perlakuan berpengaruh berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap kadar alkohol namun berpengaruh tidak nyata (P0.05) terhadap volume alkohol dan pH
Kajian Pemupukan Kelapa Sawit Di Kecamatan Muara Batang Toru Tapanuli Selatan Sahwana, Hendra; Pulungan, Sutan; Nasution, Yusriani; Harahap, Rasmita Adelina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9949

Abstract

Pemupukan merupakan suatu kegiatan penambahan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemupukan kelapa sawit harus dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung produktivitas tanaman. Kecamatan Muara Batang Toru merupakan salah satu dari lima belas kecamatan yang ada di Tapanuli Selatan dan menjadi salah satu kecamatan yang menjadi sentra produksi sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan petani sawit di Kecamatan Muara Batang Toru tidak memupuk tanaman sawitnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan pada bulan Juli 2024 dengan konsentrasi pengumpulan data dilaksanakan di aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Batang Toru.  Subjek penelitian adalah petani kelapa sawit dan objek penelitian adalah pemupukan kelapa sawit. Teknik pengumpulan data dengan observasi mendalam dan yang menjadi responden adalah petani sawit yang tidak melakukan pemupukan sebanyak 27 orang dengan analisis kualitatif secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa alasan petani tidak memupuk sawitnya adalah; 1) Tidak mempunyai uang untuk memupuk. 2) Harga pupuk yang mahal, 3) produksi sawit yang dipupuk tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk pupuk, dan 4) Kadang pupuk susah didapat. Kesimpulan adalah petani tidak memiliki modal banyak untuk pemupukan kelapa sawit
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Melalui KIT IPA SD Sianturi, Septriyanti; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita; Revolina Siregar, Silsia Risqha
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10169

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa tentang bunyi dan sifat-sifatnya melalui KIT. KIT IPA yang digunakan adalah alat peraga untuk pembelajaran IPA, antara lain Garputa, kelelawar, corong, timbangan, dll. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan prasiklus. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dan prasiklus dengan 2 kali pertemuan per siklus. Penelitian PTK ini menggunakan empat tahap yaitu Tahap Perencanaan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Observasi dan Tahap Evaluasi dan Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas 5 SD Negeri 066054 di Medan yang berjumlah 23 siswa. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan tes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 soal pilihan ganda dan 5 soal esai. Penelitian ini dideskripsikan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada Siklus I, hasil belajar meningkat sebesar 36% dan pada Siklus II, hasil belajar meningkat sebesar 48% dengan semua siswa tuntas dalam pembelajaran. Dari Siklus I ke Siklus II, terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 12% karena pembelajaran dimaksimalkan selama Siklus II.
Analisis Kesulitan Dan Solusi Alternatif Dalam Menerjemahkan Bahasa Arab Di SMP IT Ad-Durrah Medan Adinda, Dea; Fazira, Era; Syahputra, Rafly; Nasution, Sahkholid
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10289

Abstract

Penerjemahan adalah proses mengalihkan makna suatu bahasa ke bahasa lain yang memerlukan keahlian multidisipliner, termasuk penguasaan semantik, pragmatik, sosiolinguistik, dan budaya. Keahlian ini sangat penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama dalam menerjemahkan teks yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap kaidah bahasa dan konteks budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi siswa SMP IT Addurrah dalam menerjemahkan teks Arab ke bahasa Indonesia dan mengidentifikasi solusi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap hambatan utama, seperti keterbatasan kosakata, kesulitan membaca tanpa harakat, pemahaman budaya Arab yang minim, dan perbedaan struktur kalimat. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan metode Tamyiz yang menggabungkan Quantum Nahwu-Shorof dan neurolinguistic, serta metode Gramatika Terjemah untuk memperdalam pemahaman kaidah bahasa Arab, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan penerjemahan siswa secara efektif
ANALISIS PENERAPAN PENGELOLAAN PERALATAN MEDIS DI RUMAH SAKIT GRANMED LUBUK PAKAM TAHUN 2022 Muda, Sutan Syarif; Ginting, Daniel Suranta; Siagian, Nurul Aini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.10527

Abstract

Dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, peralatan medis sangat dibutuhkan dalam hal pemeliharaan dan pengawasan untuk menghindari kerusakan alat kesehatan. Kesalahan dalam mendiagnosa dapat menghambat pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien sehingga ketepatan dalam pemeliharaan dan pengawasan sangat dibutuhkan oleh semua alat kesehatan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian mixed method yaitu data kualitatif dengan mengumpulkan informasi menggunakan pedoman elemen penilaian PMK 1128/2022 dan dilanjutkan dengan hasil wawancara mendalam sebagai data kuantitatif dengan 7 orang informan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Manajemen Peralatan Medik sebagai Standar Akreditasi Rumah Sakit dan apakah Rumah Sakit Grandmed sudah memenuhi Standar Akreditasi pada MFK 7 Elemen Penilaian berdasarkan PMK 1128 tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan peralatan medis di Rumah Sakit Grandmed berdasarkan Elemen Penilaian MFK 7 PMK 1128 Tahun 2022 yaitu 83%, artinya sudah memenuhi standar dalam akreditasi rumah sakit
Pola Pembinaan Dan Pengembangan Kinerja Guru Di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Ginting, Lesmana; Elfrianto, Elfrianto; Amiruddin, Amiruddin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9927

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pola pembinaan kinerja guru di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi. Untuk mengetahui proses pengembangan kinerja guru di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung proses pola pembinaan dan pengembangan kinerja guru di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi. Dengan menggunakan tekhnik analisis data observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan pola pembinaan Dalam kinerja guru Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tebing Tinggi kegiatannya meliputi strategi kepala sekolah melaksanakan peningkatan mutu guru adalah dengan mengikutkan guru-guru dalam program pendidikan latihan dan bahkan menyelenggarakan pendidikan dan latihan yang dilaksanakan secara mandiri oleh guru SMK Negeri 2 Tebing Tinggi melalui organisasi MGMP, revitalisasi MGMP dan metode supervisi yang digunakan ada tiga yaitu: teknik kunjungan kelas; pembicaraan pribadi dan diskusi kelompok. Proses pengembangan kinerja guru SMK Negeri 2 Tebing Tinggi dapat dikembangkan melalui studi lanjutan yakni melakukan kegiatan yang berkesinambungan yang memiliki dampak terhadap kinerja guru seperti lanjutan pendidikan, penyediaan fasilitas penunjang seperti pengadaan bahan bacaan baru seperti buku, majalah kependidikan, jurnal kependidikan, dan akses internet sebagai tambahan sumber belajar juga menunjang terhadap peningkatan kinerja guru. dan yang terakhir adalah pembinaan kinerja guru dengan mengikutkan guru dalam program sertifikasi guru yang di adakan oleh pemerintah
Perlunya Dialog Antar Umat Beragama Dalam Membina NKRI Wirman, Wirman; Nurainun, Nurainun; Hayati, Nur; Sharmila, Sharmila; Hafidzah, Nur; Nurmalina, Fani; Adinda, Adinda; Ahmadi, Fikri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pentingnya dialog antar agama memahami bagaimana membangun dialog yang baik diantara banyak nya ragam budaya dan agama di Indonesia agar tidak menyebabkan perpecahan dan permusuhan antar agama satu dengan agama yang lain. Hasil dari penelitian ini adalah bahwasannya dialog antar agama itu merupakan upaya untuk menjada kedamaian dari kerukunan antar umat beragama ditengah-tengah perbedaan paham, kepercayaan, serta aliran yang selalu memiliki sikap fanatisme terhadap paham tersebut. Dialog antar agama merupakan solusi untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada dan memberikan kedamaian diantara umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan atau library research yaitu buku artikel, jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian ini.
Analisis Kemandirian Sosial Siswa Perempuan Di Sekolah Dasar Lingkungan Pondok Pesantren Al-Haqiqy Kabupaten Probolinggo Fauzi, Ahmad; Faliyandra, Faisal
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10345

Abstract

Tantangan yang dihadapi siswa perempuan di lingkungan pesantren sering kali berkaitan dengan stereotip gender di masyarakat untuk mengembangkan kemandirian sosialnya. Maksudnya banyak masyarakat yang berprasangka bahwa pondok pesantren tidak memiliki peran dalam pengembangan kemandirian sosial siswa di sekolah yang ada dilingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran pondok pesantren dalam pengembangan kemandirian sosial khusus siswa perempuan di sekolah formal, sekaligus menepis stereotip yang ada di masyarakat. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk menemukan peran Pondok Pesantren Al-Haqiqy dalam pembentukan kemandirian sosial siswa di Sekolah Dasar Qur’an Al-Haqiqy. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menemukan informasi sesuai tujuan penelitian. Triangulasi sumber dan teknik digunakan mendapatkan informasi dari guru, kepala sekolah, pengajar, dan pengasuh di pondok pesantren agar mendapatkan data yang valid dan kredibel. Hasil menemukan stereotip tidak benar adanya, bahwa adanya Pondok Pesantren Al-Haqiqy dalam pembentukan kemandirian sosial siswa di lingkungan SD Qur’an Al-Haqiqy. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan pondok yang terintegrasi dengan pembentukan sikap tanggung jawab sosial dan keterampilan berinteraksi sosial pada siswa di sekolah. Peneliti berharap temuan-temuan lain dimasa depan agar menggugurkan stereotip pada pondok pesantren yang selama ini beredar di kalangan masyarakat