cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 281 Documents
Kualitas Napas Di Tengah Serbuk Kain: Korelasi Lama Paparan Debu Dan Fungsi Paru Pada Pekerja Konveksi Deddi, Rhandy Bane Umbu Dongu; Setyawan, Yuswanto
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20247

Abstract

Breath Quality Amidst Fabric Dust: Correlation Between Dust Exposure Duration And Pulmonary Function Among Convection Workers Abstract                                                                                               Occupational exposure to dust in the garment industry has been associated with the risk of impaired pulmonary function among workers. This study aims to examine the correlation between the duration of dust exposure and lung function status among convection workers. A cross-sectional quantitative approach was used, involving 100 workers from garment industries in Sidoarjo. Subjects were selected using purposive sampling, considering inclusion criteria such as active employment status, no prior diagnosis of chronic lung disease, and minimum one year of working experience. Pulmonary function was measured using spirometry, classifying results into normal and obstructive impairment. The chi-square and Spearman correlation tests were applied to assess associations between variables. Findings showed that 72% of respondents were aged 30–50 years, 58% had worked for more than 5 years, and 65% were female. Among workers with less than 5 years of exposure, only 30% had obstructive pulmonary disorders. In contrast, 55% of those exposed for 5–10 years and 70% of those exposed for more than 10 years experienced impaired lung function. The chi-square test revealed a significant association between duration of exposure and pulmonary function (χ² = 11.11; p = 0.001), while the Spearman test confirmed a moderate positive correlation (r = 0.41; p < 0.01). These findings highlight the importance of occupational health surveillance and the implementation of adequate protective equipment in garment industries to minimize respiratory risks. Monitoring lung function regularly can assist in early detection and prevention of chronic pulmonary conditions among textile workers. Keywords: dust exposure; pulmonary function; convection worker; occupational health; chi-square test Abstrak Paparan debu dalam industri konveksi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan fungsi paru pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama paparan debu dengan status fungsi paru pada pekerja konveksi. Pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan 100 pekerja konveksi di wilayah Sidoarjo. Subjek dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi seperti status kerja aktif, tidak memiliki riwayat penyakit paru kronis, dan pengalaman kerja minimal satu tahun. Fungsi paru diukur menggunakan spirometri dan diklasifikasikan menjadi normal serta gangguan obstruktif. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 72% responden berusia 30–50 tahun, 58% telah bekerja lebih dari 5 tahun, dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (65%). Pada pekerja dengan paparan <5 tahun, hanya 30% yang mengalami gangguan paru. Sebaliknya, 55% dari kelompok paparan 5–10 tahun dan 70% dari kelompok >10 tahun mengalami gangguan fungsi paru. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama paparan dan fungsi paru (χ² = 11,11; p = 0,001), dan uji Spearman menunjukkan korelasi positif sedang (r = 0,41; p < 0,01). Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kesehatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri yang memadai dalam industri konveksi untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Pemeriksaan fungsi paru secara berkala diperlukan untuk deteksi dini dan pencegahan kondisi paru kronis pada pekerja tekstil. Kata Kunci: paparan debu; fungsi paru; pekerja konveksi; kesehatan kerja; uji chi-square
Dismenore Primer dan Tingkat Stres: Studi Pada Siswi SMAN X Jakarta Anindya, Najwa; Sari, Triyana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20546

Abstract

Dismenore primer adalah nyeri atau kram perut saat menstruasi yang umum terjadi pada perempuan tanpa kelainan patologis pada organ reproduksi. Kondisi ini memiliki prevalensi tinggi, terutama di kalangan remaja, dan dapat mengganggu aktivitas belajar. Stres diduga menjadi faktor yang memengaruhi timbulnya dismenore primer. Masa remaja adalah periode transisi dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap stres. Faktor stres pada remaja umumnya berasal dari beban akademik, tuntutan sosial, konflik keluarga, atau permasalahan pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kejadian dismenore primer di kalangan siswi SMAN X Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 170 siswi menjadi responden dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitasnya, kemudian dianalisis dengan metode statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian dismenore primer dengan p-value < 0,001. Kesimpulannya, tingkat stres berpengaruh terhadap kejadian dismenore primer, yang menekankan pentingnya pengelolaan stres dan edukasi bagi siswi SMA untuk mencegah atau mengurangi gejala dismenore.
Analysis Of Factors Associated With The Incidence Of Pulmonary Tuberculosis (TB) In The Working Area Of The Pekauman Community Health Centre In Banjarmasin City Azizah, Nur; Suhartono, Eko; Marlinae, Lenie; Adhani, Rosihan; Syauqiah, Isna
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20055

Abstract

Tuberculosis (TB) is caused by Mycobacterium tuberculosis which is transmitted through airborne transmission (droplets) when the patient coughs or sneezes. Tuberculosis (TB) will affect several aspects of life, including the economic aspect where TB patients will lose average working time and affect income, social aspects in the form of community stigma regarding TB disease, and psychological aspects in the form of anxiety, decreased support and low self-confidence. Puskesmas Pekauman ranked first for the highest TB incidence rate in Banjarmasin City with 73 cases. Based on the data above, it can be concluded that pulmonary TB cases tend to increase and most of the TB incidence is experienced by the productive age group (15-54 years). This study aims to analyze the risk factors associated with the incidence of pulmonary TB in the Pekauman Puskesmas area of Banjarmasin City. This study used a retrospective method using a case control approach, with the population in this study were people aged 15-54 years who suffered from pulmonary TB disease. he sample calculation using the 2-group proportion difference test in this study was 60 samples consisting of 30 respondents as a case group and 30 other respondents as a control group. observation and measurement sheets using a roller meter, lux meter, and thermohygrometer. Dependent variable: pulmonary TB disease. Independent variables: smoking habit, ventilation area, lighting, humidity, temperature, and house occupancy density. The results showed no significant relationship between smoking habits (p=0.073), ventilation area (p=constant), temperature (p=1.000), humidity (p=1.000), and house occupancy density (p=0.091) with the incidence of pulmonary TB, and there was a significant relationship between lighting and the incidence of pulmonary TB (p=0.027),. The smoking habit variable was the most dominant factor associated with the incidence of pulmonary TB, with an Exp(B) value = 5.654.
Factors Associated with the Risk of Musculoskeletal Disorders Complaints among Staff Nurses at RSUD dr. Doris Sylvanus M, Syabriannur; Husaini, Husaini; Marlinae, Lenie; Triawanti, Triawanti; Ringoringo, Harapan Parlindungan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20063

Abstract

Abstract                                                                                  This research examines factors associated with the risk of musculoskeletal disorders (MSDs) complaints among staff nurses at dr. Doris Sylvanus Palangkaraya Hospital. The objective is to determine the relationships between age, gender, length of employment, work posture, physical workload, and work fatigue with the risk of MSD complaints. An analytical observational method was employed, utilizing bivariate analysis through the Chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. Bivariate analysis revealed significant associations for length of employment (p = 0.005; odds ratio [OR] = 12.833) and work posture (p = 0.029; OR = 7.333). No significant associations were found for age (p = 0.088; OR = 4.680), gender (p = 1.000; OR = 0.900), physical workload (p = 0.703; OR = 1.400), and work fatigue (p = 0.098; OR = 4.667). Multivariate analysis identified length of employment as the most dominant factor (Exp(B) = 12.833). In conclusion, length of employment is the most influential factor in the risk of MSD complaints among staff nurses at Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya Hospital. It is recommended to implement periodic non-communicable disease (NCDs) screening programs, particularly for MSD complaints among nurses, optimize hospital occupational safety and health management systems (SMK3RS) and promote self-stretching exercises among healthcare workers.Keywords: Musculoskeletal disorders; nurses; working posture; physical workload; work fatigue
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Taopan, Tomico Nasrani; Tedju Hinga, Indriati Andolita; Sir, Amelya Betsalonia; Tira, Deviarbi Sakke
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Evaluasi Kandungan Escherichia coli dalam Air Bersih dan Air Minum Rumah Tangga di Wilayah Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai Nathasya, Diva Aulia; Sibarani, Adinda Azima Riskiya; Nasution, Amalia Rahmi; Rizki, Aprida Aulia; Rizqika, Indah; Syahputri, Nuri Nabila; Arrazy, Syafran
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.16786

Abstract

Kualitas air bersih dan air minum sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses sanitasi yang terbatas. Air yang terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menimbulkan berbagai penyakit, termasuk diare, kolera, dan infeksi saluran pencernaan. E. coli sering digunakan sebagai indikator biologis untuk menilai adanya kontaminasi feses dalam air, yang menunjukkan risiko kesehatan masyarakat akibat sanitasi yang tidak memadai Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi tingkat kontaminasi E. coli dalam air bersih dan air minum di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 19 rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai, dan diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 53% dari sampel air bersih terkontaminasi E. coli, dengan tingkat kontaminasi tertinggi mencapai 12 CFU/100 ml. Sementara itu, 26% dari sampel air minum terkontaminasi, dengan tingkat kontaminasi tertinggi sebesar 3 CFU/100 ml. Hasil ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kualitas sanitasi dan pengolahan air untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut, baik dari pihak instansi kesehatan maupun peningkatan kesadaran masyarakat.
Hubungan Tingkat Kadar Glukosa Darah Terhadap Nilai Brachial Index (ABI) Pada lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 PRIHATIN, KURNIATI
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18975

Abstract

Lansia merupakan penduduk berisiko tinggi untuk terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif, antara lain asam urat, hipertensi, dan diabetes melitus. Diabates Mellitus Apabila tidak ditangani akan mengakibatkan masalah yang mendominasi, salah satunya yaitu Paripheral Artery Disease (PAD) sering juga disebut dengan Penyakit Arteri Perifer (PAP) merupakan kondisi penyumbatan pada arteri perifer akibat adanya proses atherosclerosis atau proses inflamasi yang menyebabkan lumen arteri menyempit (stenosis), yang ditandai dengan menurunnya nilai Ankle Brachial Index (ABI). Permasalahan yang terjadi di PSTW Pandaan adalah ditemukannya Nilai ABI Rendah pada Lansia yang Mengalami Diabetes Melitus. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan Kadar Glukosa darah Sewaktu dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI). Penelitian ini menggunakan metode Korelasional. variabel independen GLukosa Darah Sewaktu dan variabel dependen Ankle Brachial Index dengan instrument penelitian Syphgmomanometer . Populasi dalam penelitian ini adalah 78 Lansia. Sampel yang digunakan adalah insidental sampling sejumlah 60 Lansia. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan sebanyak 38 orang (63,33%), Hampir Seluruh Kategori usia 60-74 tahun (91.7%), Nilai ABI terbanyak yaitu normal Sebanyak 56 Orang  dan nilai GDS terbanyak yaitu normal (80-139 mg/dl) sebanyak 47 orang (78.3%). Kesimpulan ada hubungan Gula Darah Sewaktu (GDS) terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pasien diabetes melitus di PSTW Pandaan p Value 0,000 dengan korelasi sedang (r 0,584).
Analisis Postur Kerja dan Risiko Muskuloskeletal Menggunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA) pada Pekerja Kantor Makai, Kristianti
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20861

Abstract

Aktivitas kerja dengan komputer dalam durasi panjang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan kelelahan visual akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keergonomisan postur kerja, kondisi kelelahan mata, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan memberikan saran perbaikan pada staf pengguna komputer dengan sample sebanyak 30 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ergonomi. Instrumen yang digunakan meliputi Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) untuk mengukur tingkat keluhan muskuloskeletal, Rapid Office Strain Assessment (ROSA) untuk menilai risiko postur kerja, dan Visual Fatigue Index (VFI) untuk mengevaluasi tingkat kelelahan mata. Hasil analisis CMDQ menunjukkan bahwa bagian tubuh dengan keluhan tertinggi adalah leher (14,48), punggung bawah (12,82), dan pinggul/pantat (11,25). Berdasarkan hasil ROSA diperoleh skor antara 6 dan 7 yang menunjukkan kategori risiko tinggi. Sementara itu, hasil VFI menunjukkan bahwa sebagian besar responden (63,3%) berada pada kategori kelelahan mata rendah, dan 36,7% berada pada kategori sedang–tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh durasi kerja selama 8 jam, kursi kerja tidak dapat diatur, armrest bertabrakan dengan meja, dan punggung tidak mendapat sandaran . Rekomendasi perbaikan mencakup penggunaan kursi ergonomis, pengaturan posisi monitor sejajar pandangan mata, penerapan istirahat mikro, serta edukasi mengenai postur kerja yang benar untuk mencegah gangguan muskuloskeletal dan kelelahan visual.
Hubungan Non Modifiable Dan Modifiable Risk Factors Dengan Hipertensi Pada Usia Produktif Di Puskemas Pelambuan Kota Banjarmasin Tahun 2025 Febrifani, Gina Rikhlatasyita; Anggraeni, Septi; Dhewi, Siska; Fauzan, Ahmad
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21216

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, tidak hanya pada lansia tetapi juga pada usia produktif, khususnya di Puskemas Pelambuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara non modifiable dan modifiable risk factors dengan hipertensi pada usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 598 dengan jumlah sampel sebanyak 86 reponden usia produktif dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik pengumpulan data wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa non modifiable risk factors yaitu riwayat genetik (p-value 0,027) dan usia (p-value 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi namun tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value 0,888) dengan hipertensi sedangkan dari modifiable risk factors meliputi aktivitas fisik (p-value 0,026), pola makan (p-value 0,008) dan status gizi (p-value 0,017) menunjukan hubungan yang signifikan dengan hipertensi di Puskemas Pelambuan. Masyarakat disarankan rutin dalam memeriksakan kesehatannya dan menerapkan gaya hidup sehat. Bagi Puskemas Pelambuan diharapkan melakukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan serta dapat memperluas informasi dengan pemasangan spanduk atau poster kesehatan.Kata Kunci: Hipertensi , Non-Modifiable Risk Factors (genetik, usia, jenis kelamin), Modifiable Risk Factors (aktivitas fisik, pola makan, status gizi) 
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Wisata Pantai Goa Cemara Kabupaten Bantul Rifai, Muchamad; Saptadi, Julian Dwi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.19965

Abstract

Aktivitas wisata di di tempat wisata khususnya di pantai, dapat mengakibatkan kecelakaan berupa cedera, tenggelam dan kerugian lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahaya, tingkat risiko Keselamatan wisata, serta pengendalian risiko pada aktivitas wisata di Pantai Goa Cemara. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dari hasil observasi dan wawancara di lapangan, data sekunder dari data kecelakaan/tenggelam, hampir celaka, dan jumlah wisatawan. Subjek penelitian ini adalah pengelola wisata, kelompok sadar wisata, dan wisatawan. Penilaian risiko menggunakan form HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Pengelola pantai telah melakukan sejumlah langkah pengendalian risiko, seperti memasang papan peringatan, penyediaan pos penjagaan, dan edukasi keselamatan kepada pengunjung. Untuk meningkatkan keselamatan pengunjung, perlu adanya pengendalian risiko berupa edukasi dan himbauan kepada pengunjung terkait bahaya bermain di area pantai yang rawan, menentukan zona aman untuk memancing, memberikan dan menugaskan tim pengawas yang terlatih di kolam renang.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 7, No 1 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue