cover
Contact Name
Novi Puji Lestari
Contact Email
novipujilestari61@gmail.com
Phone
+6282232951386
Journal Mail Official
novipujilestari61@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Kasus Inovasi Ekonomi
ISSN : 25286269     EISSN : 26232103     DOI : https://doi.org/10.22219/skie.v3i2
Studi Kasus Inovasi Ekonomi (SKIE) adalah jurnal pengabdian berkala yang diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September). Editor menerima naskah layanan publik yang berfokus pada 1) memberdayakan ekonomi masyarakat; 2) pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kreatif; 3) pembangunan ekonomi berbasis digital; 4) pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil, mikro dan menengah (UKM); dan 5) pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Articles 201 Documents
PENDAMPINGAN BRANDING KEMASAN JAMU AZZARA DALAM RANGKA OPTIMASI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT Yulist Rima Fiandari; Ratya Shafira Arifiani; Aniek Rumijati
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 01 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v9i01.40349

Abstract

Branding dan kemasan adalah elemen penting dalam bisnis yang memiliki dampak besar terhadap citra produk dan penjualan. Ini berlaku tidak hanya untuk produk konsumen modern tetapi juga untuk produk tradisional seperti jamu. Jamu AZZARA, salah satu produk jamu tradisional, memiliki potensi besar untuk mendapatkan pengakuan lebih luas di pasar. Sertifikasi halal MUI yang diperolehnya pada Maret 2023 memberikan langkah awal penting dalam memperluas jangkauan pasar dan pemasaran. Namun, saat ini, produk Jamu AZZARA masih terbatas dalam konsumsi kalangan terbatas, terutama di wilayah sekitar lokasi produksi. Kemasan yang digunakan sekarang biasanya untuk konsumsi di tempat, dan belum ada produksi dalam kemasan botol tanpa brand. Produk belum dikemas dalam packaged value sehingga nilai ekonomi dirasa belum optimal dan masih berpeluang untuk ditingkatkan. Tim pengabdi Universitas Muhammadiyah Malang dan Tim pengabdi mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian masyarakat memiliki peran penting dalam membantu pemilik usaha dalam proses pendampingan branding dan kemasan. Mereka dapat memberikan pandangan segar dan pemahaman tentang tren pasar terbaru yang dapat membantu Jamu AZZARA bersaing dengan produk sejenis.Kegiatan yang dilakukan meliputi program edukasi dan pendampingan pada Masyarakat
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL: JALUR BISNIS DIGITAL UNTUK PEMBERDAYAAN PEMUDA PANTI ASUHAN Satrio Sudarso; Istian Kriya Almanfaluti; Johan Ageng Prasetyo; Indah Dwi Lestari; Nasywa Aulia
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program RISETMU Batch VIII, yang diselenggarakan oleh Mitra Pengabdian Masyarakat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Surabaya, berfokus pada analisis situasi yang menemukan tiga masalah utama yang dihadapi oleh pemuda panti asuhan. Masalah pertama adalah kekurangan akses ke pendidikan formal dan pelatihan digital; masalah kedua adalah ketergantungan pada produk tradisional seperti kopi "KOPITA", ayam geprek "Syuuqi", dan parfum "WangiMu”. Metode sociopreneurship digunakan untuk meningkatkan kemampuan manajemen bisnis digital, memperluas jaringan pemasaran, dan mendorong kemandirian ekonomi. Bentuk metode yang digunakan adalah kursus pelatihan gabungan yang berlangsung selama sekitar dua belas minggu. Modul-modul tersebut mencakup akuntansi dasar, produksi, branding, fotografi produk, dan pemasaran digital (SEO, media sosial, dan pasar), serta strategi harga dan layanan pelanggan. Setiap modul diakhiri dengan proyek mini berbasis produk usaha kecil dan menengah. Proses evaluasi terdiri dari survei kepuasan, observasi mentor, dan pre-test dan post-test. Standar kinerja termasuk tingkat kehadiran setidaknya 90%, skor praktikum setidaknya 80%, dan peningkatan penjualan produk setidaknya 30% dalam enam bulan setelah pelatihan. Hasil awal menunjukkan pembentukan tiga kolaborasi baru dengan platform perdagangan elektronik, peningkatan tajam dalam kemampuan analisis keuangan (rata-rata skor naik 25 poin), dan peningkatan audiens media sosial (jumlah follower meningkat 12 persen per bulan). Penemuan penelitian menunjukkan bahwa analisis situasi yang menyeluruh—menggabungkan penemuan masalah struktural, kebutuhan kompetensi, dan potensi sumber daya lokal—merupakan syarat penting untuk menciptakan program pelatihan yang berhasil. Model tersebut dapat diterapkan pada lembaga sosial lain untuk meningkatkan keberlanjutan dengan melatih pemuda panti untuk menjadi wirausaha digital. Ini dapat dicapai melalui pembentukan komunitas bisnis digital, kolaborasi dengan institusi, dan reinvestasi keuntungan dari penjualan produk ke dalam pemeliharaan infrastruktur digital.
MANAJEMEN PENYULINGAN SERAI WANGI PUJON HILL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Luqman Dzul Hilmi; Immanuel Mu'ammal; Muhammad Firmansyah
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 01 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v9i01.40859

Abstract

Universitas Muhammadiyah Malang melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Pujon Hill telah memperhatikan keadaan ini, serta melaksanakan penanaman serai wangi pada sebagian lahan konservasinya seluas 75,09 hektar dengan anakan serai wangi sebanyak 10.000 tanaman, dan menghasilkan setiap panen rata-rata berat 3 kg per rumpun atau 29.450 kg. Disamping itu, masyarakat sekitar juga telah diberdayakan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Pujon Hill pengelola kawasan hutan. Masyarakat desa Sukomulyo mayoritas bermata pencaharian sebagai peternak susu perah dan petani sayuran. Pada tanggal 23 Mei 2023, tanaman serai wangi yang telah diobservasi dan dipanen kisaran 1 ton berusia kisaran lebih dari 11 bulan, mengingat belum adanya pemanfaatan serai wangi yang berkelanjutan (pasca panen). Hal ini juga diakibatkan akan keterbatasan Sumberdaya Manusia (SDM) internal, sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan pihak eksternal (khususnya masyarakat sekitar). Adapun permasalahan program pengabdian terhadap mitra desa, antara lain: Pemanfaatan potensi atas 10.000 rumpun serai wangi siap panen untuk menjadi produk olahan belum tersedia; keterbatasan SDM pengelolaan panen serai wangi; pengunaan mesin penyulingan belum optimal secara berkelanjutan; pengembangan produk dari limbahan olahan sulingan berpotensi besar; dan kebutuhan peningkatan perekonomian masyarakat melalui olahan serai wangi. untuk meningkatkan aspek ekonomi melalui pembinaan bahan olahan produk dan pemasaran bahan karbol, diantaranya: pendampingan penanganan serai wangi siap panen; pembinaan penyulingan serai wangi menjadi olahan bahan produk karbol; dan pengarahan manajemen pemasaran olahan bahan produk karbol. Adapun luaran dari program ini mencakup, diantaranya: keterampilan dalam penanganan serai wangi siap panen; penyulingan serai wangi menjadi olahan bahan produk karbol; manajemen pemasaran olahan bahan produk karbol; Hak atas Kekayaan Intelektual video program pengabdian; dan publikasi ilmiah pada jurnal Pengabdian Masyarakat, atau sederajat.
MITIGASI USAHA INDUSTRI KREATIF DAN PELAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL MENENGAH (SAK EMKM) Ikhwatun Hasanah; Lisda Aisyah; Masrina; Pahriati
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini diinisiasi untuk mengatasi tantangan fundamental yang dihadapi oleh pelaku industri kreatif di Indonesia, yaitu kurangnya pemahaman tentang manajemen risiko dan akuntabilitas pelaporan keuangan. Tahap awal kegiatan ini difokuskan pada sosialisasi edukasi yang komprehensif, khususnya terkait Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Tujuannya adalah membangun fondasi pengetahuan yang kuat agar peserta memahami urgensi mitigasi risiko serta pentingnya penyusunan laporan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pendekatan edukatif partisipatif, program ini berhasil menumbuhkan kesadaran bahwa tata kelola keuangan yang baik adalah kunci keberlanjutan bisnis. Dengan mengadopsi pelaporan keuangan yang akuntabel dan terstandardisasi, para pelaku usaha akan memiliki landasan yang jauh lebih kokoh untuk mengakses permodalan dari lembaga keuangan, menjalin kemitraan strategis, dan mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan ekosistem industri kreatif yang lebih sehat, berdaya saing tinggi, dan inovatif di seluruh Indonesia.
PEMANFAATAN LIMBAH KELAPA SAWIT UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK TANI PEMATANG TOBAT Dany Juhandi; Natalia Lusianingsih Sumanto; Jenny Elisabeth; Samuel Stevenson Situmorang; Azril Qrul Tanjung
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaikan harga dan keterbatasan ketersediaan pupuk kimia dalam beberapa tahun terakhir, sebagian disebabkan oleh konflik Rusia–Ukraina, telah meningkatkan biaya produksi pertanian di Indonesia. Pupuk bersubsidi hanya dapat diakses oleh anggota kelompok tani aktif dengan jumlah terbatas, sehingga terjadi ketimpangan akses dan kelangkaan pasokan. Pupuk organik menjadi alternatif yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30% tanpa sepenuhnya menggantikannya. Namun, sebagian besar petani belum memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis untuk memproduksinya secara mandiri, meskipun bahan baku lokal seperti limbah tanaman tersedia melimpah di pedesaan. Program pengabdian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Pematang Tobat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara—sentra produksi kelapa sawit—dengan tujuan mengenalkan, melatih, dan mendampingi petani dalam pembuatan pupuk organik berbasis limbah kelapa sawit, yaitu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan solid decanter. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah dan sosialisasi, penyerahan mesin pencacah, pelatihan teknis pengomposan sesuai SOP, serta monitoring selama empat minggu. Hasil pelatihan menghasilkan dua tumpukan kompos: cacahan TKKS dan solid decanter yang diberi aktivator mikroba. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pengomposan solid decanter berhasil, sedangkan TKKS belum terurai sempurna akibat kondisi panas dan kering berkepanjangan yang menurunkan aktivitas mikroba. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian suhu dan kelembapan pada proses pengomposan. Program ini membuktikan bahwa dengan pelatihan, pendampingan, dan sarana yang memadai, petani dapat memenuhi sebagian kebutuhan pupuknya secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menekan biaya produksi.
EDUKASI PASAR MODAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN MAHASISWA MANAJEMEN UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG Sony Tian Dhora; Nuris Sanida; Defrizal Defrizal; Vonny Tiara Narundana; Dian Resha Agustina
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa Indonesia, khususnya terkait pemahaman pasar modal, menjadi masalah mendesak yang dapat menghambat terbentuknya generasi muda yang cerdas secara finansial dan siap berpartisipasi dalam sektor investasi. Urgensi ini semakin nyata ketika sebagian besar mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bandar Lampung yang mengambil mata kuliah Pasar Uang dan Pasar Modal hanya memahami konsep dasar secara teoritis, tetapi kurang memiliki pengalaman praktis dalam berinvestasi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap instrumen investasi, manajemen risiko, serta pemanfaatan teknologi dalam transaksi pasar modal. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang melalui fasilitasi kuliah tamu dan pelatihan praktis bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung dan Indo Premier Sekuritas (IPOT). Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta simulasi praktik menggunakan aplikasi IPOT yang menghubungkan teori pembelajaran dengan praktik industri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan literasi keuangan mahasiswa, terbukti dari kenaikan nilai rata-rata pre-test (54,6) menjadi post-test (81,6), atau meningkat sebesar 49,45%. Peningkatan terbesar terjadi pada penguasaan aplikasi IPOT (72,92%), diikuti pemahaman mekanisme transaksi dan identifikasi profil risiko. Selain itu, 85% peserta menyatakan minat untuk membuka rekening saham setelah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dengan praktisi pasar modal efektif dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa dan memotivasi mereka untuk berinvestasi secara bijak.
IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULAR MELALUI TEKNIK BUDIDAYA MAGGOT DI TPS3R TELUKJAMBE KARAWANG Putri Masruroh; Teguh Pambudi; Venny Ulya Bunga; Hilman Imadul Umam
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang tidak memadai disebabkan oleh tingginya volume sampah harian. Dari 1200 ton sampah yang dihasilkan, hanya 350 ton sampah yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisa sampah yang tidak terangkut, diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R). Salah satu TPS3R yang ada di Kabupaten Karawang adalah TPS3R BUMDES Berkah Bersama di Desa Telukjambe yang memiliki kapasitas pengolahan sampah rumah tangga sebesar 31,14% dari 8266 kg sampah yang ada. Keterbatasan pengelolaan sampah ini dapat menjadi masalah sosial karena timbunan sampah akan terus bertambah dengan bertambahnya populasi. Untuk itu tim pengabdian dari Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang telah mengadakan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan pengolahan sampah organik menjadi substrat untuk pakan maggot BSF, pembuatan fasilitas budidaya maggot BSF (rumah lalat, biopond, wadah telur) dan pelatihan tentang manajemen siklus hidup maggot BSF. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah petugas TPS3R BUMDES Berkah Bersama mampu melakukan budidaya maggot BSF secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil pelatihan, diperoleh nilai rata-rata posttest (66,67) lebih besar dari nilai rata-rata pretest (32). Hasil uji t-berpasangan nilai pretest dan postest berbeda nyata (t=6,98, p< 5%). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh nyata terhadap pengetahuan petugas TPS3R BUMDES Berkah dalam budidaya maggot BSF.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENDEKATAN SWOT Fathul Khaira; Amelia Amelia; Nadia Sharfina
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha hidroponik di Banda Aceh memiliki potensi besar sebagai alternatif pertanian perkotaan, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek perencanaan strategi pengembangan usaha. Pelaku usaha cenderung berfokus pada kegiatan teknis, sementara aspek pengelolaan dan strategi bisnis belum menjadi perhatian utama. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat kapasitas strategis komunitas melalui penerapan analisis SWOT. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dalam menyusun strategi pengembangan usaha berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman perencanaan strategis, serta mampu menyusun strategi berbasis analisis faktor internal dan eksternal. Posisi usaha berada pada Kuadran I SWOT, yang mengindikasikan potensi pengembangan melalui strategi agresif seperti ekspansi pasar, penguatan merek, dan diversifikasi produk. Dokumen strategi yang dihasilkan bersifat aplikatif dan diharapkan dapat direplikasi di komunitas lain.
FASHION PRODUCT DESIGN INNOVATION AND DIGITAL MARKETING ON IKAT WEAVING ARTISANS IN GROBOGAN M. Rudianto; Sarwono Sarwono; Noor Ismawati Binti Jaafar; Sujadi Rahmat Hidayat; Nisaul Hasanah A Rosyad; Rochmat Aldy Purnomo; Ratna Endah Santoso; Siti Arifah
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The production of traditional ikat weaving in Lajer Village, Grobogan Regency, has produced woven fabrics as local creative products. There are issues related to limited design variety, production capacity, and marketing reach, which have resulted in market demand not being optimally met. This international community service program involves partners from the Syahadah Grobogan Cooperative Group (KUB), comprising young people and women from economically disadvantaged backgrounds. The program aims to improve product quality, expand the market, and increase revenue through training in innovative motif design, fashion product development, and digital marketing via e-commerce platforms. The implementation method includes presentations, hands-on practice, and ongoing mentoring. The results of the activities show an increase in technical skills and design creativity, understanding of modern production technology, and the use of digital media for promotion and sales. This program supports the achievement of the SDGs, particularly Goal 5 (Gender Equality), Goal 8 (Decent Work and Economic Growth), and Goal 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), and aligns with the President of the Republic of Indonesia's Nawa Cita vision for building economic self-reliance based on local potential.
KULIAH KERJA MAHASISWA (KKM) SEBAGAI SARANA PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT: STUDI IMPLEMENTASI DI TBM INSAN MANDIRI Sugeng Setyadi; Rizal Syaifudin
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik yang dilaksanakan di Desa Pasarkeong bertujuan untuk mengatasi masalah literasi, keterampilan digital, dan akses pendidikan melalui kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan fokus pada penyelesaian masalah nyata yang ada di desa, dengan tujuan utama meningkatkan budaya membaca dan memperkenalkan literasi digital. Kegiatan utama dalam program ini meliputi pendataan perpustakaan, sesi membaca bersama, diskusi buku, kunjungan literasi ke sekolah, dan sosialisasi literasi digital. Metode evaluasi pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur dampak kegiatan terhadap keterlibatan masyarakat dan keterampilan literasi mereka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 35% peningkatan terjadi dalam keterlibatan anak-anak dalam kegiatan literasi, dan 85% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap literasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa program KKM Tematik berhasil menciptakan budaya membaca yang lebih kuat, meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan dan ekonomi, serta memberdayakan masyarakat setempat. Program ini juga memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dengan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi era digital. Ke depan, disarankan agar lebih banyak investasi dalam pengembangan infrastruktur dan sumber daya dilakukan, serta melanjutkan kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan dampak positif program ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KKM Tematik adalah model yang efektif untuk meningkatkan literasi dan pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan.