cover
Contact Name
Mimi Sutrawati
Contact Email
dharmaraflesia@gmail.com
Phone
+6281373315732
Journal Mail Official
dharmaraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR. Supratman, Kandang Limun, Kec. Muara Bangka Hulu, Sumatera, Bengkulu 38371
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 16938046     EISSN : 26154544     DOI : 10.33369
Journal of Community Service is an important part of the community service process, which has the function of disseminating the results of community service. Aside from being a medium for scientific communication, this service journal is also a benchmark for various community service activities and results. Dharma Raflesia is published regularly, articles of service to communities with the theme of Appropriate Technology, Aquaculture, Agro-Industry, Animal Husbandry, Counseling and Training, Learning Methods, Socialization and other topics. Articles that enter the editor are selected first.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 326 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Suku Bajo Berbasis Rekayasa K3 Nelayan di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara Ibrahim, Akhmad Fadli; Bakhrani A Rauf; Darmawang, Darmawang; Rahmansah, Rahmansah; Harni Sartika Kamaruddin; Fitrah Adelina; Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin; Hasbiadi, Hasbiadi; Nirwana, Nirwana; Muhammad Fiqih; A Musdalifah
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 2 (2023): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i2.31303

Abstract

Komunitas suku bajo merupakan etnik yang bermukim dikawasan pesisir dengan mayoritas berprofesi sebagai Nelayan. Paradigma kemiskinan pada wilayah pesisir masih cukup tinggi dan Pengetahuan mengenai standar keselamatan masih kurang sehingga sebagian besar masyarakat Nelayan masih menggunakan peralatan dan kelengkapan seadanya. Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Nelayan dan memberdayakan Nelayan untuk hidup sehat, aman dan produktif dengan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui rekayasa K3 bagi Nelayan sebagai upaya meningkatkan implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Nelayan di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam beberapa tahap kegiatan yang diawali dengan sosialisasi Manfaat dan penerapan K3 Nelayan, pelatihan K3 Bagi Nelayan, Pelatihan penggunaan peralatan first Aid Kit bagi Nelayan serta Pengetahuan dasar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi Nelayan. pelatihan K3 bagi Nelayan. Hasilnya pengetahuan Nelayan tentang K3 meningkat dan 80% Nelayan bersedia menggunakan peralatan K3 Nelayan saat melaut.
Pelatihan Pembuatan Briket dengan Bahan Limbah Tempurung Kelapa pada Kelompok Masyarakat Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah Mubarak, Azhar Aras; Samaluddin, Samaluddin; Yuvita Satriani Djuli; Rahmawati Djunuda; Alfiah Alif; Alfonds Andrew Maramis; Anatje Lihiang; Moh Fikri Pomalingo
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 2 (2023): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i2.31372

Abstract

Salah satu program unggulan kegiatan Kosabangsa (Kegiatan Sosial Membangun Masyarakat) Tim Kolaborasi USN Kolaka dengan UNIMA Manado untuk pelaksanaan tahun 2023 adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah tentang pengolahan tempurung kelapa menjadi briket yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam memanggang makanan yang bisa menjadi nilai jual jika dibuat dengan baik. Potensi kelapa yang besar di lingkungan desa menjadi faktor utama dalam mengolah tempurung kelapa yang selama ini sebagian besar hanya dibuang atau dibakar langsung. Dengan ditunjang dengan pengadaan mesin TTG pengolah tempurung kelapa menjadi briket maka diharapkan produksi briket di desa memanfaatkan potensi perkebunan dapat berjalan maksimal.  Metode yang diterapkan pada kegiatan ini adalah penyampaian materi pembuatan briket, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan tempurung kelapa menjadi briket dengan melalui proses persiapan, penghancuran tempurung, pencampuran, pencetakan pada mesin dan pengeringan. Kegiatan ini menarik antusias yang besar dari masyarakat sekitar sehingga kedepan masyarakat mampu mengolah sendiri limbah tempurung kelapa yang tidak terpakai. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah meningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat sekitar dalam pengolahan tempurung kelapa menjadi briket siap pakai.
Uji Efektivitas Modifikasi Kitosan dari Cangkang Bekicot dan Pektin Kulit Jeruk Kalamansi sebagai Edible Coating Penghambat Pembusukan Buah Tomat Wulan Aprilia Syafitri; Warda Zahara; Della Faronica; Ica Sulistri; Maryanti, Evi
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.31579

Abstract

Tomat termasuk buah klimaterik yang cepat masak ketika sudah matang. Buah tomat banyak ditemukan di pasar-pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern dan harganya yang relatif murah. Buah dan sayuran memiliki sifat yang tidak dapat bertahan lama jika disimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edible coating berbahan aktif kitosan dari cangkang bekicot dan pektin dari kulit jeruk kalamansi terhadap lama penyimpanan buah tomat.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan sebanyak empat taraf dan tiga pengulangan. Variabel terikat adalah lama penyimpanan. Percobaan dilakukan dengan ulangan tiga kali, sehingga akan diperoleh unit percobaan sebanyak 12 unit. Takaran dalam membuat edible coating dari cangkang bekicot dan ekstrak kulit jeruk kalamansi dibuat dengan perbandingan masing-masing 1:0; 0:1; 1:1; 2:1; dan 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan edible coating berpengaruh nyata terhadap tekstur, warna, bentuk, dan aroma pada tomat. Kandungan edible coating yang paling berpengaruh yaitu pada perlakuan 2:1 (P2K1) dimana pada  perlakuan ini tomat dapat tahan sampai pada 29 hari.
Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Kulit Bawang Putih sebagai Pestisida Nabati pada Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang Maryanti, Evi; Putri, Mutiara Wulandareka Joliet Putri; Simanjuntak, Gresanty Oktavia; Cahayani, Aswinda; Hevio, Muhammad Maqbul Farhansyah
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.31597

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, bawang merah dan bawang putih merupakan bahan yang wajib dalam masakan. Desa Tapak Gedung yang merupakan salah satu desa di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu memiliki tradisi “ngerewang” yaitu kerja sama warga desa dalam memasak  menghasilkan banyak limbah kulit bawang. Limbah kulit bawang merupakan salah satu limbah organik yang jika diolah dengan cara yang tepat dapat menghasilkan pestisida yang berguna untuk tanaman budidaya. Dengan adanya kegiatan pendampingan mahasiswa membangun desa , diharapkan masyarakat Desa Tapak Gedung mendapatkan wawasan serta keterampilan dalam mengolah limbah kulit bawang menjadi pestisida nabati serta membangun kesadaran masyarakat akan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan kegiatan membangun desa   dilakukan dengan mengadakan sosialisasi, pembuatan, serta pengaplikasian pestisida nabati dari kulit bawang. Pestisida nabati berbahan dasar kulit bawang yang dihasilkan efektif bekerja, dimana hama  semut dan kutu putih pada tanaman pohon jambu biji jauh berkurang setelah penggunaan pestisida.  Kulit bawang merah dan kulit bawang putih dapat dimanfaatkan dan efektif menjadi pestisida untuk memberantas hama, serta dapat menjadi alternatif dari penggunaan pestisida kimiawi. 
Optimalisasi Pengelolaan Sampah melalui Pendekatan RuSaJU di Desa Popalia Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara Sarmadan, Sarmadan; Sakti, La Ode Awal; Sutoyo, Muhammad Nurtanzis; Zaid, Sudirman; Ruslin, Ruslin; Dedu, La Ode Arfan
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 2 (2023): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i2.31952

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kosabangsa ini adalah kenyataan yang diidentifikasi dari Desa Popalia menjadi paradoks dimana meskipun desa ini masuk kategori desa kecil dan kondisi ekonomi masyarakat dalam kategori miskin, namun potensi permasalahan sampah berada di pelupuk mata. Hal itu disebabkan oleh produksi sampah yang semakin meningkat secara signifikan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di Desa Popalia. Tujuan pengabdian adalah memberikan solusi komprehensif terhadap permasalahan mitra terkait pengelolaan sampah berbasis IPTEK kepada Bumdes Mepokoaso dan Karang Taruna Meohai Desa Popalia. Memecahkan persoalan tersebut, tim mengusulkan pendekatan baru yang disebut RuSaJU, yakni akronim dari “Rubah Sampah Jadi Uang”. Tahapan metode yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai stakeholder, sosialisasi regulasi pengelolaan sampah, dan pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pembuatan dan penerapan aplikasi pengelolaan sampah dan manajemen keuangan Bumdes Mepokoaso dan Karang Taruna Meohai. Adapun hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat terkait pengelolaan sampah melalui pendekatan RuSaJU.
Edukasi Risiko Pemberian Susu Formula Pada Bayi Sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Ibu Hamil Memberikan Asi Eksklusif Hadina, Hadina; Zakiah Radujaeni; Lili Suryani
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.33348

Abstract

Peningkatan pemberian susu formula berdampak pemberian ASI eksklusif pada bayi menurun. Di Kota Palu tahun 2022 yang mendapat ASI eksklusif hanya sebesar 46,7%  yang berarti ada 53,3% yang memberikan susu Formula pada bayi. Meningkatnya pemberian susu formula oleh sebagian masyarakat karena menganggap susu formula lebih baik daripada ASI. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif dan risiko pemberian susu formula. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan melakukan pretest untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman awal tentang risiko pemberian susu formula pada bayi. Kegiatan dilanjutkan dengan mengedukasi ibu hamil tentang ASI eksklusif dan risiko pemberian susu formula pada bayi. Selanjutnya dilakukan diskusi Tanya jawab dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilakukan di tiga kelas ibu hamil yang masing-masing didampingi bidan desa sebagai penanggung jawab lokasi. Hasil pretest diperoleh 1 (3,3%) berpengetahuan baik, berpengetahuan sedang 23 (66%) dan berpengetahuan kurang 11 (31%). Pada post test diperoleh hasil 18(51%) berpengetahuan baik, 14 (40%) berpengetahuan sedang dan 3 (9%) berpengetahuan kurang. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang resiko pemberian susu formula pada bayi. Disarankan bidan, tenaga kesehatan lainnya termasuk kader posyandu untuk selalu memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang resiko pemberian susu formula.
Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah Kepada Ibu-Ibu Majelis Taklim Kelurahan Pematang Gubernur Kota Bengkulu Oktiarni, Dwita; Yudha S, Sal Prima; Lusiana, Lusiana
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.33442

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berasal dari minyak goreng yang biasa digunakan dalam proses pengolahan makanan. Minyak jelantah yang sudah tidak dapat digunakan ini akan menjadi limbah rumah tangga yang dimana jika dibuang akan menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Karena itu, diperlukan sebuah pengolahan yang baik terhadap minyak jelantah ini agar dapat diubah sehingga dapat digunakan kembali. Penggunaan limbah minyak jelantah menjadi sabun merupakan sebuah solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Pada kegiatan ini dilakukan pengenalan teknologi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan pembuatan sabun sebagai bagian dari kegiatan zero waste kepada ibu-ibu majelis taklim di Kelurahan Pematang Gubernur. Kegiatan ini akan menghasilkan kelompok masyarakat yang produktif. Selain menghasilkan lingkungan yang sehat, ibu-ibu majelis taklim diharapkan menjadi lebih aktif, mandiri, dan mampu berwirausaha. Disamping itu, ibu-ibu majelis taklim di Kelurahan Pematang Gubernur dapat memberikan kontribusi lebih bagi keluarga dan lingkungannya melalui serangkaian program pemberdayaan perempuan, dan menjadi agen pembawa informasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun.
Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan bagi Balita dalam Mencegah Stunting di Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak hani, Hani Sutianingsih; Ninik Wahyuni
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.33850

Abstract

Penyebab stunting diantaranya adalah asupan zat gizi yang tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang cepat pada masa bayi dan anak anak serta pemberian makanan tambahan yang tidak sesuai menurut usia disertai dengan konsistensi makanannya. Orang tua, sebagai orang terdekat anak perlu memahami kebutuhan gizi anak, karena pemberian makanan tambahan yang tidak tepat sasaran, tidak tepat cara pengolahan dan tidak sesuai aturan konsumsi, akan menjadi tidak efektif dalam upaya pemulihan status gizi sasaran serta dapat menimbulkan permasalahan gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pemberian makanan tambahan (PMT) dan cara pengolahan makanan yang benar. Kegiatan Pengabmas ini bertempat di desa Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak. Metode yang dipakai pada kegiatan Pengabmas ini adalah penyuluhan kesehatan dan simulasi dengan khalayak sejumlah 15 orang ibu yang memiliki balita. Kegiatan Pengabmas menghasilkan peningkatan pengetahuan ibu mengenai PMT dan cara pengolahan makanan serta meningkatkan rata-rata BB balita sebesar 0.5 kg dalam 1 bulan. Luaran yang dihasilkan adalah Artikel yang telah submkit pada jurnal terakreditasi nasional dan leaflet PMT dan cara pengolahan makanan. Saran dari kegiatan ini adalah perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat membantu kenaikan berat badan anak lebih baik lagi seperti pemberian makanan utama yang bergizi seimbang serta pola asuh ibu balita yang tepat.
Meningkatkan Partisipasi Aktif Berolahraga Masyarakat DKI Jakarta Melalui Program Penggerak Olahraga Tedi Cahyono
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.34260

Abstract

Pengabdian ini difokuskan pada rendahnya tingkat partisipasi aktif dalam berolahraga di masyarakat di wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga dan mendorong adopsi gaya hidup sehat. Tiga tujuan pengabdian yang ditetapkan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat, meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas fasilitas olahraga di wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program penggerak olahraga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan survei dan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam olahraga, hambatan yang dihadapi, serta kebutuhan dan preferensi mereka terkait fasilitas olahraga. Selain itu, dilakukan pendekatan pendidikan dan kampanye melalui penyuluhan dan kegiatan penggerak olahraga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat olahraga dan gaya hidup sehat. Program komunitas diorganisir dengan berbagai kegiatan olahraga seperti senam, jogging, pengenalan cabang olahraga, tes kesehatan, dan pelatihan fundamental movement skill, untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Hasil pengabdian ini mencakup peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga di wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas fasilitas olahraga yang lebih baik dan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Terbentuknya komunitas olahraga yang aktif dan berkelanjutan juga menjadi hasil dari pengabdian ini. Dampaknya adalah masyarakat yang lebih sehat, energik, dan memiliki gaya hidup yang lebih aktif. Kesimpulannya, melalui pendekatan survei, pendidikan, dan program komunitas, pengabdian ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat, serta meningkatkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang berkualitas.
Pekarangan dengan Prinsip Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Pantai Indah Pulau Baai Kota Bengkulu Novanda, Ridha Rizki; Andra Rizky Muflihani; Basuki Sigit Priyono; Musriyadi Nabiu; Irnad, Irnad; Rendy Aprian; Riri Oktari Ulma; Defliyanto, Defliyanto
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.34333

Abstract

Ketersediaan pangan yang memadai adalah kebutuhan dasar penting dan prioritas dalam pembangunan pertanian nasional. Program Rumah Pangan Lestari (RPL) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Dalam program pengabdian ini, konsep RPL diimplementasikan di Desa Pantai Indah, Kecamatan Pulai Baai, Kota Bengkulu. Metode sosialisasi dilakukan secara door-to-door menggunakan brosur dan stiker karena kondisi COVID-19. Hasil pretest menunjukkan bahwa 76% masyarakat tidak pernah memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat atau pangan, dan 100% tidak pernah mendapatkan penyuluhan terkait. Setelah sosialisasi, 100% masyarakat memahami pentingnya pemanfaatan pekarangan, dengan 87% berniat menanam tanaman obat dan 96% tanaman pangan. Proses sosialisasi melalui video tutorial dan kunjungan langsung berhasil membuat 92% masyarakat setuju untuk membuat pekarangan pangan lestari. Program ini didukung penuh oleh pemerintah desa dan membantu masyarakat memanfaatkan waktu luang selama pandemi untuk merawat pekarangan mereka. Beberapa warga berhasil memanfaatkan tanaman obat seperti jahe dan hasil panen sayuran untuk kebutuhan sehari-hari selama masa COVID-19. Pengetahuan dan kemampuan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah meningkat, meskipun masih ada kendala terbatasnya lahan dan hambatan lainnya. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan komunitas serta edukasi lebih lanjut sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan obat yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga, menjaga kelestarian sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.