cover
Contact Name
Prima Ratna Sari
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6281323179779
Journal Mail Official
abdimasgaluh@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274 Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27160211     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/ag.v7i1.18089
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang memuat artikel pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat memuat artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen maupun pengabdi lainnya dari berbagai institusi yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 1,094 Documents
Nilai Tambah, Digitalisasi Pemasaran Produk Tanaman Siwalan dan Legalitas Usaha bagi Usaha Mikro Desa Gunungsari, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Sylviana, Widya; Sari, Dyah Wulan; Handriana, Tanti; Purmiyati, Atik
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21183

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Gunungsari, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dengan tujuan meningkatkan kapasitas usaha mikro berbasis potensi lokal, khususnya tanaman siwalan. Program difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu peningkatan nilai tambah melalui pelatihan pengolahan siwalan menjadi manisan, digitalisasi pemasaran produk, serta pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Peserta tidak hanya mampu mengolah siwalan menjadi produk bernilai tambah dengan kemasan lebih higienis, tetapi juga memahami strategi pemasaran digital untuk memperluas pasar serta memperoleh legalitas usaha berupa NIB. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi bisnis, keterampilan, dan legalitas usaha masyarakat, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan melalui Budidaya dan Pasca Panen pada Kopi Endemik Srandil di Desa Tlekung, Kota Batu Fahmi, Ilmam Zul; Husna, Afifa; Praharjo, Ardik
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23518

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pedesaan, namun pengelolaan perkebunan kopi rakyat masih menghadapi kendala pada aspek pembibitan, budidaya, dan pasca panen sehingga menurunkan produktivitas dan kualitas kopi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga pengelola hutan desa (LPHD) Sumber Makmur Sembada dalam pengembangan kopi endemik Srandil melalui penerapan teknologi perbanyakan vegetatif, pemangkasan tanaman, serta penggunaan solar dryer. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tlekung, Kota Batu, dengan melibatkan 14 anggota kelompok sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik, pendampingan lapangan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman khususnya aspek pascapanen (39%), diikuti perawatan dan pemangkasan (30%) serta perbanyakan tanaman kopi melalui grafting dan stek batang (22%). Penerapan teknologi grafting, stek, dan solar dryer mampu meningkatkan keterampilan teknis peserta serta memberikan pengalaman baru dalam pengelolaan kopi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesiapan kelompok dalam mengadopsi teknologi budidaya dan pengolahan kopi secara mandiri. Kegiatan pengabdian berbasis pelatihan praktik dan pendampingan teknis efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kelompok tani hutan dalam pengembangan kopi endemik Srandil. Kegiatan lanjutan disarankan untuk memperkuat aspek pengendalian hama terpadu, pengolahan produk, serta penguatan kelembagaan dan pemasaran guna mendukung keberlanjutan program.
Edukasi TRIAD KRR sebagai Strategi Peningkatan Kapasitas Santri dalam Mencegah Perilaku Berisiko Angelia, Ninuk; Angelia, Nunik; Linggardini, Kris; Bella, Cindy Rozza
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23093

Abstract

Remaja Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan sosial masyarakat modern yang begitu pesat, dimana terjadi perubahan norma, nilai, dan gaya hidup. Keadaan ini beresiko meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai macam permasalahan, salah satunya adalah TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR). Pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia cenderung rendah. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja. Pondok pesantren berperan penting dalam pembinaan akhlak remaja, namun masih menghadapi tantangan dalam kesehatan reproduksi santri. Keterbatasan akses informasi yang komprehensif dan sesuai nilai keagamaan menyebabkan rendahnya pengetahuan dan sikap santri terhadap perilaku sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh dalam memahami dan mencegah permasalahan TRIAD. Sasaran kegiatan ini adalah santri remaja usia 15–19 sebanyak 54 santri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam satu kali pertemuan yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR), diskusi interaktif, dan post-test. Rerata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 82,62 meningkat menjadi 95,75 setelah edukasi. Meskipun peningkatan tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan, hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman santri setelah mengikuti kegiatan edukasi partisipatif. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif TRIAD KRR dapat diterapkan dengan baik di lingkungan pondok pesantren dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan santri. Namun demikian, diperlukan pengembangan program edukasi yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, serta penguatan layanan pendampingan atau konseling kesehatan reproduksi yang ramah santri untuk menghasilkan perubahan pengetahuan dan sikap yang lebih optimal.
Penerapan Mesin Traktor dan Teknologi Penanaman Benih Jagung Tipe Row Seeder Pada Kelompok Tani Baji Pa’mae Wirmando, Wirmando; Kalangi, Hendry Tanoto; Ahmad, Muhammad Fandi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21462

Abstract

Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan tenaga kerja serta meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya jagung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  menerapkan teknologi mesin traktor tangan dan mesin penanam benih jagung tipe row seeder pada kelompok tani Baji Pa’mae, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan mitra, perancangan teknologi, sosialisasi, pelatihan, penerapan, serta pendampingan penggunaan alsintan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil produksi dan durasi panen sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan traktor mempercepat proses penggemburan lahan, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi waktu. Sementara itu, mesin penanam jagung tipe row seeder mampu menjaga jarak tanam lebih seragam, meminimalisasi kelelahan petani, dan mempercepat proses penanaman. Produksi jagung meningkat dari rata-rata 2 kuintal (metode manual) menjadi 3 kuintal (dengan mesin), sedangkan durasi panen berkurang dari 4 bulan menjadi 3 bulan. Kesimpulannya, penerapan alsintan dalam PKM ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya jagung, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani. Saran ke depan, perlu dilakukan pengembangan dan penyempurnaan desain alat, pelatihan berkelanjutan, serta perluasan penerapan teknologi ini pada kelompok tani lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Oleh karena itu, Mitra disarankan untuk merawat alsintan secara rutin serta mengoptimalkan penggunaannya melalui kerja sama kelompok agar manfaatnya berkelanjutan.
Penguatan Literasi Perpajakan UMKM melalui Pendampingan Terpadu di Kota Kendari Hasnita, Nita; Limbong, Diamond; Sari, Wa Ode Irma; Halim, Ade Imam Muttaqien; Bunduwula, Intan Aprilianiswah; Isnaeni, Sindy Ade Diandra; Watulingas, Glorincia Jacqueline; Ramadhani, Aqiqah Nurizqiqah
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23445

Abstract

Rendahnya literasi perpajakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kepatuhan dan keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi perpajakan UMKM di Kota Kendari melalui pendekatan pendampingan terpadu. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, serta pendampingan praktik secara intensif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test menggunakan skala Likert 1–5 serta instrumen evaluasi kegiatan. Subjek kegiatan terdiri atas 31 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata literasi perpajakan dari ±1,8 pada pre-test menjadi ±4,5 pada post-test, yang mengindikasikan perubahan tingkat pemahaman dari kategori rendah menjadi baik hingga sangat baik. Selain itu, evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 4,7, khususnya pada aspek kejelasan materi, kompetensi narasumber, dan efektivitas pendampingan praktik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pendampingan terpadu efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku UMKM dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Oleh karena itu, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan penekanan pada pendampingan pelaporan SPT dan pemanfaatan aplikasi perpajakan digital guna mendukung peningkatan kepatuhan pajak UMKM secara mandiri.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pelatihan Pendidik Masyarakat di RW 05 Kedung Krisik, Desa Argasunya Widiyastuti, Dyah; Nurcahyani, Lia; Fitrianingsih, Yeni; Lisnawati, Lisnawati
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22705

Abstract

Remaja adalah periode dimana mereka mengalami pertumbuhan fisik yang cepat, pertumbuhan seksual, dan perubahan psikologis yang mendalam. Remaja sangat berisiko terhadap masalah kesehatan reproduksi yaitu perilaku seksual pranikah, yang akan menyebabkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), pernikahan dini serta Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV AIDS yang merupakan permasalahan dalam bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Faktor penyebab munculnya perilaku seksual remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Berbagai penelitian telah merekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini, tetapi belum sepenuhnya dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kader kesehatan remaja melalui program “Pelatihan Kader Komunitas” sebagai pendidik teman sebaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia 10-12 tahun  agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Pelaksanaan kegiatan pelatihan kader komunitas sebagai pendidik teman sebaya dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja menggunakan video edukasi, selanjutnya dari sepuluh kader kesehatan yang ada dipilih empat orang kader kesehatan remaja untuk diberikan pelatihan “Pendidik Komunitas” selama satu hari menggunakan modul yang sudah dibuat oleh penulis. Nilai rata-rata pre test pengetahuan kader kesehatan remaja sebesar sebesar 84,1 dan post test sebesar 93,8 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 9,7. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sasaran (kader kesehatan remaja) dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan kespro remaja. Saran agar pihak puskesmas dapat memanfaatkan kader kesehatan remaja yang terpilih sebagai pendidik teman sebaya agar dapat diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada teman sebaya yang lainnya.
Pelatihan Komunikasi Pedagogis untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMP di Kabupaten Majalengka Sastromiharjo, Andoyo; Damaianti, Vismaia Sabariah; Mulyati, Yeti; Hamidah, Siti; Stofiana, Tofan; Gasanti, Rosi; Nafisah, Yumna
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21916

Abstract

Perubahan paradigma pembelajaran pada Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki kompetensi komunikasi pedagogis yang efektif, empatik, dan adaptif untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi komunikasi pedagogis guru Bahasa Indonesia tingkat SMP di Kabupaten Majalengka melalui pelatihan berbasis praktik, refleksi, dan model hybrid learning. Kegiatan melibatkan 45 guru dan dilaksanakan selama empat hari melalui kombinasi sesi tatap muka dan daring. Pendekatan andragogi digunakan untuk mendorong partisipasi aktif guru melalui simulasi pembelajaran, studi kasus, diskusi reflektif, dan praktik langsung. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan desain mixed-methods, menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji t-berpasangan menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 17,8 menjadi 23,4 dengan signifikansi p < 0,001 dan Cohen’s d = 1,03, yang menandakan efek besar. Analisis kualitatif melalui kuesioner refleksi dan observasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi empatik, serta apresiasi positif terhadap efektivitas model hybrid learning. Hasil PkM ini memberikan bukti empiris bahwa pelatihan berbasis praktik dan refleksi efektif meningkatkan kompetensi komunikasi pedagogis guru dan menghasilkan modul pelatihan yang dapat direplikasi pada konteks pendidikan lain.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Plastik melalui Program Ekobrik di Desa Naru Kua, Maria Yuliana; Ngara, Simon Dappa; Mbena, Paulina; Tawa, Karolina Laurentia Bule; Keda, Lidia; Nona, Maria Onita; Pase, Vernisia Angela; Dhera, Maria Delsiana Sulu; Wiki, Kristina Arinda; Tego, Jumita Ratnasari Umbu; Nua, Apolinaris Alexander; Wello, Dorkas; Wea, Dionisia; Moza, Mario Ama
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23361

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi tantangan lingkungan di Desa Naru seiring meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas rumah tangga dan keterbatasan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kondisi ini berdampak pada kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kualitas lingkungan permukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui penerapan program ekobrik sebagai solusi alternatif yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan. Mitra kegiatan meliputi masyarakat Desa Naru dan pemerintah desa setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang diawali dengan sosialisasi pengelolaan sampah plastik, pelatihan pembuatan ekobrik, serta pendampingan praktik secara langsung dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembuatan ekobrik, serta berkurangnya jumlah sampah plastik yang dibuang ke lingkungan sekitar. Selain itu, ekobrik yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai media pendukung penataan lingkungan dan sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa program ekobrik berbasis pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga mampu menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan secara mandiri. Dengan demikian, program ekobrik berpotensi menjadi strategi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Inovasi Edukasi Berbasis WhatsApp sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Keluarga Berencana yang Berwawasan Budaya Lokal dan Konservasi Sosial di Desa Sukamulya Rohmah, Siti Rohmah; Heryani, Sri; Fatimah, Siti; Sari, Deassy Ratna Juwita
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22386

Abstract

Program pengabdian masyarakat dengan judul “Inovasi Edukasi Berbasis WhatsApp sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Keluarga Berencana yang Berwawasan Budaya Lokal dan Konservasi Sosial di Desa Sukamulya”  di Desa Sukamulya berfokus pada peningkatan partisipasi program KB melalui edukasi digital berbasis WhatsApp. Survei awal mengungkap hambatan utama berupa pandangan konservatif, keterbatasan informasi, dan minimnya pendampingan langsung. Implementasi grup WhatsApp yang melibatkan kader, tokoh masyarakat, dan keluarga muda memungkinkan penyampaian materi interaktif yang disesuaikan dengan budaya lokal. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 48% menjadi 78% (kenaikan 30%) serta meningkatnya akses informasi dan komunikasi dengan tenaga kesehatan. Pelaksanaan program menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses teknologi bagi sebagian warga, perbedaan tingkat pemahaman yang menyebabkan penyerapan materi kurang merata, kesibukan peserta yang mengurangi konsistensi keikutsertaan, serta keterbatasan kapasitas kader dalam menangani pertanyaan kompleks. Meski demikian, program terbantu oleh dukungan pemerintah desa dan tenaga kesehatan, antusiasme masyarakat, ketersediaan teknologi bagi mayoritas warga, serta keterlibatan aktif kader dan tokoh masyarakat yang memperkuat kepercayaan dan mempermudah adopsi edukasi digital. Secara keseluruhan, inovasi berbasis WhatsApp terbukti efektif dalam memperluas jangkauan edukasi KB dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menerima informasi kesehatan reproduksi.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Peningkatan Kapasitas Pengolahan dan Nilai Tambah Olahan Hasil Laut UMKM Rangga, Kordiyana K; Murniati, Ktut; Syafani, Tyas Sekartiara; Yeni, Rokhma
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21770

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan landasan penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini bukan hanya memberikan bantuan atau sumber daya, tetapi juga memberikan akses, keterampilan, dan dukungan yang memungkinkan meningkatnya kapasitas, kemandirian, dan keterlibatan individu dalam sebuah komunitas. Peningkatan kapasitas dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi wilayah dan SDM melalui komoditas unggulan. Salah satu sumber daya alam hasil laut adalah ikan yang merupakan Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Sebagian besar masyarakat Desa Margasari belum memanfaatkan hasil tangkapannya untuk diolah lebih lanjut, padahal hasil tangkapan laut ini dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, baik dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan nilai tambah produk. Produk olahan ikan yang paling banyak diolah masyarakat Desa Margasari adalah dijadikan ikan asin atau hanya dikeringkan saja. Melihat masih banyaknya jenis olahan ikan yang belum dicoba oleh masyarakat Desa Margasari, sehingga sangat memungkinkan untuk dijadikan peluang usaha baru. Pemanfaatan teknologi informasi juga sangat dibutuhkan agar masyarakat mampu mencari informasi terkait nilai tambah produk, menciptakan branding dan peningkatan penjualan melalui mix marketing. Oleh karena itu, dengan melakukan kegiatan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan UMKM, diharapkan masyarakat Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur mampu membuat hasil laut khususnya ikan menjadi beberapa produk olahan yang memiliki nilai tambah, rasanya enak, murah, dan bergizi, serta memiliki pangsa pasar yang luas dengan memanfatkan teknologi informasi.