cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Cover, Content, and Editorial Note from Borneo J Med Lab Tech Vol. 7 No. 1 Oktober 2024 Borneo J Med Lab Tech, Chief Editor of
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.8607

Abstract

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. After a long wait of almost 12 years from the first stand, the scientific journal of the Department of Analyst Health (Medical Laboratory Technology) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya can be published. BJMLT is published every 6 months (2 issues/year) every October and April. This journal aims to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field but not limited to Blood transfusion, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and Beverage Analysis, Molecular Biology, Medical Biology, and related fields that are of interest to medical laboratory technologies, such as epidemiology, health promotion, professional ethics, and laboratory management, It was first published online in October 2018 using Open Journal System (OJS) 3.1 platform with e-ISSN 2622-6111 by URL http://journal.umpr.ac.id/index.php/bjmlt. This edition contains 14 articles on Hematology, Microbiology, Clinical Chemistry, and Epidemiology. Editorial boards are fully aware that there is still room for improvement in this edition; hence with all humility, they are willing to accept constructive suggestions and feedback for improvements to the publication for the next editions. The publication of BJMLT certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers from UM Palangkaraya and other universities. The editorial board would like to thank the University, all editors and reviewers, and contributors of the scientific articles who have provided the repertoire in this issue. We hope that all parties, especially the contributors of the articles, could re-participate the publication's success in the next edition in October 2024.
Kadar Hemoglobin dan Status Besi Serum Pada Anak-Anak yang Terpapar Merkuri di Kawasan Pertambangan Emas Tradisional: Systematic Literature Review: Hemoglobin Levels And Serum Iron Status In Children Exposed To Mercury In Traditional Gold Mining Areas: A Systematic Literature Review Purbayanti, Dwi; Rahmah, Windya Nazmatur; Fadillah, Noor; Ardina, Rinny; Presiliana, Septi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.9011

Abstract

Praktik penambangan emas skala kecil (ASGM) seringkali membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi anak-anak karena penggunaan merkuri dalam proses ekstraksi emas telah terbukti berhubungan dengan masalah kesehatan, termasuk anemia terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang mengkaji hubungan antara paparan merkuri, kadar hemoglobin, dan status besi serum pada anak-anak di kawasan penambangan emas tradisional dengan menggunakan metode PRISMA. Hasil studi menunjukkan bahwa paparan merkuri berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin, yang meningkatkan risiko anemia pada anak-anak. Penurunan kadar hemoglobin terkait dengan paparan merkuri yang lebih tinggi, dengan setiap peningkatan 1 μg/g merkuri dalam rambut anak-anak mengarah pada penurunan kadar hemoglobin sebesar 0.12 g/dL, yang lebih signifikan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia dan status gizi. Selain itu, paparan merkuri juga mempengaruhi sistem imun anak-anak, terutama di wilayah dengan masalah malnutrisi, yang mengurangi respons imun terhadap vaksinasi dan meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi.
Improvement of Quality and Quantity of Technology-Based Learning in Pharmacy and Medical Laboratory Technology Chusna, Nurul; Novaryatiin, Susi; Purbayanti, Dwi; Mulyani, Evi; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Pratama, Mohammad Rizki Fadhil
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.7166

Abstract

The enhancement of technology-based learning in the fields of pharmacy and medical laboratory technology is imperative to keep pace with advancements in healthcare and educational methodologies. This study investigates the strategies and impacts of integrating cutting-edge technologies into the curricula of these disciplines. Key areas of focus include the implementation of virtual simulations, online learning platforms, and interactive multimedia resources. The research highlights how these technologies improve the quality of education by providing students with realistic, hands-on experiences that enhance their practical skills and theoretical knowledge. Additionally, the study explores the scalability and accessibility of technology-based learning, which contributes to increased student engagement and enrollment. By leveraging data analytics and feedback mechanisms, educators can tailor learning experiences to meet individual student needs, thereby improving learning outcomes. The findings suggest that the thoughtful integration of technology not only enriches the educational experience but also prepares students more effectively for the evolving demands of the healthcare industry. This research underscores the necessity of continuous investment in educational technologies to sustain the quality and quantity of learning in pharmacy and medical laboratory technology programs.
Perbedaan Penggunaan Alas Kaki Terhadap Prevalensi Jamur Penyebab Onikomikosis Pada Petani Di Kelurahan Handil Bakti Palaran Nita, Khairun; Azahra, Sresta; Makkadafi, Suparno Putera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.8238

Abstract

Onikomikosis atau dikenal sebagai infeksi jamur kuku ditemukan di seluruh dunia dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia. Infeksi jamur pada kuku dapat disebabkan oleh jamur dermatofita, non dermatofita dan yeast. Petani merupakan pekerjaan yang berisiko terjadinya onikomikosis karena lingkungan kerja yang berair mendukung terjadinya infeksi jamur pada kuku. Penggunaan alas kaki yang tertutup dalam waktu lama juga akan merangsang tumbuhnya jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penggunaan alas kaki terhadap prevalensi tumbuhnya jamur penyebab onikomikosis pada petani. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 60 kuku kaki petani dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan pengambilan kuku kaki pada petani di Kelurahan Handil Bakti Palaran. Metode pemeriksaan dilakukan pengamatan makroskopis dengan kultur jamur pada media SDA (Sabouraud Dextrose Agar) dan pengamatan mikroskopis dengan pembuatan slide kultur. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan jamur yang paling banyak menyebabkan onikomikosis dari golongan non dermatofita yaitu Aspergillus sp (60,0%) dan golongan dermatofita yaitu Trichophyton sp (10,0%). Jamur penyebab onikomikosis pada petani yang menggunakan alas kaki sebesar 36,7% dan yang tidak menggunakan alas kaki sebesar 48,3% dengan analisis statistik p-value sebesar 0,026 (<0,05), maka disimpulkan terdapat perbedaan signifikan terhadap alas kaki dengan kejadian onikomikosis. Petani diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan alas kaki dan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat saat bekerja.
Gambaran Kadar Fenol dalam Urine Operator SPBU di Kabupaten Tulungagung Lathifah, Qurrotu A'yunin; Turista, Dora Dayu Rahma; Hafidhoh, Wadyanur; Ayuningtyas, Tri Riska Ragil
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.8872

Abstract

Fenol dalam urine merupakan biotransformasi dari benzena yang masuk ke dalam tubuh. Benzena adalah bahan kimia berbahaya dan beracun (B3) yang terdapat di dalam bahan bakar minyak yang berpotensi masuk ke dalam tubuh operator SPBU, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol dalam urine Operator SPBU untuk menggambarkan tingkat paparan benzene di dalam tubuh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 30 subyek yang diambil secara purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan pengambilan sampel urine. Pengukuran kadar fenol dilakukan dengan menggunakan metode High Pressure Liquid Crhomatography (HPLC). Hasil dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan rata-rata kadar fenol 12,30 ppm yang menunjukan hasil normal. Nilai fenol dalam urine normal jika <25 ppm. Hasil analisa kadar fenol menunjukan mayoritas reponden memiliki nilai normal. Hal ini dipengaruhi oleh usia responden, masa kerja, kebiasaan penggunaan APD pada saat bekerja dan kebiasaan merokok. Penggunaan APD harus disesuaikan dengan SOP di tempat kerja untuk melindungi operator SPBU dari kecelakaan kerja terutama melindungi dari paparan benzena.
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Konsumsi Obat Cacing pada Siswa Sekolah Dasar Inpres Mallengkeri 2 Hamid, Muhamad Ridho Fahrezi; Santriani Hadi; Nurhikmawati; Fattah, Nurfachanti; Aisyah , Windy Nurul
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9050

Abstract

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminthiasis/STH), dengan prevalensi tinggi di wilayah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Berdasarkan data, prevalensi kecacingan di Indonesia berkisar antara 40-60%, dengan angka lebih tinggi pada anak usia sekolah. Kota Makassar, khususnya Kelurahan Mangasa, mencatat 1.385 kasus kecacingan pada anak usia sekolah pada tahun 2018. Obat cacing efektif dalam pengobatan, namun infeksi ulang yang cepat membutuhkan pemberian obat secara berkala. Pengendalian kecacingan menjadi prioritas nasional melalui promosi kesehatan dan pemberian obat massal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai konsumsi obat cacing, serta untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan konsumsi obat cacing pada siswa sekolah dasar. Studi ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode eksperimental dengan penelitian eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pada siswa sebelum pemberian promosi kesehatan tentang konsumsi obat cacing yaitu kurang 3%, cukup 35,8%, dan baik 61,2%. Sesudah pemberian promosi kesehatan menjadi kurang 0%, cukup 7,1%, dan baik 92,9%. Pemberian promosi kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan konsumsi obat cacing pada siswa sekolah dasar dilihat dari nilai perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan setelah promosi kesehatan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 9.99 menjadi 12.48 dengan nilai p value sebesar 0.000.
Fluktuasi Gula Darah Pasien Pasca Bedah dengan Adjuvan Anestesi Ketamin di Rumah Sakit Ibnu Sina Ichsan, Muh. Nur; Sommeng, Faisal; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Dwimartyono, Fendy; Harahap, Muh. Wirawan
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9116

Abstract

Anestesi merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan memastikan kenyamanan pasien. Tindakan bedah mampu menghasilakn mediator radang dan merangsang sistem saraf simpatik sehingga pada pasien dapat terjadi peningkatan kadar gula darah akibat terjadinya peningkatan hormon kontraregulator. Diduga, ketamin pada dosis rendah dapat menstabilkan fluktuasi gula darah pada pasien sedangkan pada dosis tinggi dapat meniimbulkan kondisi hiperglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adjuvan anestesi ketamin terhadap fluktuasi gula darah pada pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan metode cross sectional pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan menggunakan adjuvan anestesi ketamin. Pada penelitian ini memiliki 44 sampel dengan 22 sampel yang menggunakan adjuvan ketamin dan 22 sampel tanpa adjuvan sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar gula darah pada kelompok perlakuan lebih stabil dibandingkan dengan kelompok kontrol dapat dilihat dari waktu pengampilan gula darah sewajtu pada saat Durante-Pre Operasi (98.86 ± 19.68 : 95.09 ± 20.90vs124.95 ± 50.28 : 113.13 ± 49.27dengan nilai P=0.205 vs P<0.001) dan Post-Durante Operasi (107.36 ± 22.95 : 98.86 ± 19.68vs136.90 ± 37.88 : 124.95 ± 50.28 dengan nilai P=0.022 vs P=0.001). Penggunaan adjuvan ketamin dapat mencegah kenaikan gula darah durante operatif
Tingkat Pengetahuan Dasar Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Dusun Balang Kajeng Desa Pariangan Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2024 Febriyanti, Andi Gina; Syahril, Erlin; Jafar, Muh. Alfian; Hidayati, Prema Hapsari; Ardiansar , Abdul Mubdi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9135

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetik dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat, jika telah berkembang penuh secara klinis maka diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia puasa dan postprandial, aterosklerosis dan penyakit vaskular mikroangiopati. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang diabetes melitus tipe 2 di Dusun Balang Kajeng Desa Pariangan Kec. Bontosikuyu Kab. Kep Selayar tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional deskriptif. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden berdasarkan kelompok usia paling tinggi yaitu 17-25 tahun dan 26-45 tahun. Jenis kelamin paling tinggi perempuan. Tingkat Pendidikan paling tinggi yaitu perguruan tinggi. Pekerjaan paling tinggi yaitu Pegawai Negeri Sipil. Tingkat pengetahuan masyarakat dusun Balang Kajeng masuk dalam kategori cukup dan baik. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Balang Kajeng tentang diabetes mellitus tipe 2 tergolong cukup. Kelompok dengan tingkat pengetahuan tertinggi berdasarkan usia adalah 17-25 tahun dan 26-45 tahun, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan perguruan tinggi, dan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil.
Analisis Jalur Pengaruh Faktor Prediktor Terhadap Length Of Stay (LOS) Pasien Diabetes Melitus Tipe II pada Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng Lungan, George E.; Syamruth , Yendris K.; Mado, Fransiskus G.
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9236

Abstract

Latar Belakang: Dari survei awal diketahui rata-rata LOS pasien DM tipe 2 di RSUD Ruteng pada tahun 2023 adalah ≤ 5 hari. Jika dibandingkan dengan standar, rata-rata LOS pasien DM tipe II di RSUD Ruteng masih masuk dalam kategori lama perawatan. Faktor yang mempengaruhi Length Of Stay (LOS) pasien adalah status gizi (diukur dengan IMT), Kadar Gula Darah Sewaktu (KGDS), dan Usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Usia dan IMT terhadap KGDS serta dampaknya terhadap LOS pasien DM tipe II di RSUD Ruteng tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional untuk menganalisis hubungan langsung dan tidak langsung antara faktor prediktor dengan LOS menggunakan analisis jalur. Data diperoleh dari rekam medis pasien dengan jumlah populasi sebanyak 260 dokumen. Teknik pengambilan sampelnya adalah simple random sampling, dan dari perhitungan diperoleh 111 sampel. Hasil: Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan IMT terhadap LOS melalui KGDS (z Sobel = 2.64, p=0.008), KGDS berpengaruh signifikan terhadap LOS (t=9.82, p=0.000), IMT berpengaruh signifikan terhadap KGDS (t=4.46, p= 0.001), dan tidak terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan usia terhadap LOS melalui KGDS (z Sobel = 0.82, p=0.40). Simpulan: KGDS berhasil memediasi pengaruh IMT terhadap LOS sehingga menghasilkan IMT berpengaruh signifikan terhadap LOS melalui RBS. Sebaliknya RBS tidak berhasil memediasi pengaruh Age terhadap LOS sehingga mengakibatkan Age tidak berpengaruh signifikan terhadap LOS melalui RBS.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pengobatan Penderita Kusta Pada Puskesmas Di Makassar Abrar, Muhammad Edwin Raihan; Wahyu, Sri; Aulia, Nur; Vitayani, Sri; Hadi, Santriani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9274

Abstract

Kusta (Morbus Hansen) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lainnya. Meskipun dapat diobati secara efektif, ketidakpatuhan dalam pengobatan menjadi hambatan utama dalam upaya eradikasi kusta. Ketidakpatuhan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti efek samping obat, pengetahuan yang kurang, kurangnya dukungan keluarga, dan kesulitan akses layanan kesehatan. Di Sulawesi Selatan, prevalensi kusta masih tinggi, dan tingkat kepatuhan pengobatan di puskesmas belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor Penyebab ketidakpatuhan pengobatan pasien kusta di puskesmas kassi-kassi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan pengobatan pasien kusta di Puskesmas Kassi-Kassi dan Puskesmas Tamalate meliputi tingkat pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan ketersediaan obat. Sebaliknya, faktor tipe kusta, efek samping obat, dan kondisi ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ketidakpatuhan pengobatan. Dari total 31 pasien yang diteliti, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (16 orang), berusia 26-50 tahun (13 orang), dan dengan tipe kusta Multi Basiler (MB) sebanyak 18 orang. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi yang memadai, penguatan dukungan keluarga, dan peningkatan ketersediaan obat untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan kusta.