cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Revitalisasi Konservasi Penyu Melalui Wisata Pendidikan di Desa Hadiwarno Pacitan Purwanti, Elly; Muizzudin, M.; Prihanta, Wahyu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2580

Abstract

Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, merupakan kawasan pesisir dengan potensi besar untuk konservasi penyu, terutama di Pantai Taman yang menjadi satu-satunya lokasi bertelur penyu di Pacitan. Upaya konservasi yang dilakukan sejak 2012, namun, keberhasilan ini tidak diikuti oleh keberlanjutan partisipasi masyarakat, penguatan ekonomi pelaku konservasi, dan pengelolaan organisasi yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan revitalisasi konservasi melalui pembentukan wisata pendidikan berbasis konservasi penyu. Langkah strategis dimulai dengan pembentukan tim khusus yang bertugas mengelola wisata pendidikan, penyusunan program kerja yang terstruktur, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggota tim dan masyarakat, serta pembangunan wahana edukasi seperti pusat informasi dan museum mini. Wisata pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya pelestarian penyu, tetapi juga menjadi sumber pendanaan yang berkelanjutan bagi kegiatan konservasi. Program ini berhasil meningkatkan partisipasi anggota hingga 85%, keaktifan kegiatan sebesar 82.5%, dan tingkat kepuasan pengunjung mencapai 77.5%. Meskipun menunjukkan hasil positif, evaluasi program mengidentifikasi perlunya perbaikan dalam keterampilan tim untuk memandu pengunjung secara lebih interaktif, pengadaan alat peraga edukasi, dan peningkatan fasilitas pendukung. Dengan pelatihan lanjutan dan evaluasi berkala, program ini diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan konservasi yang mengintegrasikan pelestarian keanekaragaman hayati dengan pengembangan pariwisata berbasis edukasi. Melalui pendekatan ini, Desa Hadiwarno diharapkan tidak hanya menjadi pusat konservasi penyu, tetapi juga destinasi wisata pendidikan yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal dan memperkuat posisi Indonesia dalam pelestarian lingkungan secara global. Revitalization of Turtle Conservation Through Educational Tourism in Hadiwarno Village, Pacitan Abstract Hadiwarno Village, Ngadirojo District, Pacitan Regency, is a coastal area with great potential for turtle conservation, especially in Taman Beach which is the only turtle egg-laying location in Pacitan. Conservation efforts have been carried out since 2012, however, this success has not been followed by sustainable community participation, strengthening the economy of conservation actors, and adequate organizational management. This community service activity was carried out with the aim of revitalizing conservation through the formation of educational tourism based on turtle conservation. The strategic steps began with the formation of a special team tasked with managing educational tourism, preparing a structured work program, training to increase the capacity of team members and the community, and building educational facilities such as information centers and mini museums. This educational tourism not only aims to provide education to the wider community about the importance of turtle conservation, but also becomes a source of sustainable funding for conservation activities. This program succeeded in increasing member participation by 85%, activity activity by 82.5%, and visitor satisfaction levels reaching 77.5%. Although showing positive results, the program evaluation identified the need for improvements in team skills to guide visitors more interactively, procurement of educational props, and improvement of supporting facilities. With continued training and periodic evaluation, this program is expected to become a model for sustainable conservation that integrates biodiversity conservation with educational tourism development. Through this approach, Hadiwarno Village is expected to not only become a center for turtle conservation, but also an educational tourism destination that supports the welfare of local communities and strengthens Indonesia's position in global environmental conservation.
Pendampingan Guru SDU Permata Mulia Malang dalam Mengembangkan Modul Ajar Berbasis Project-Based Learning Rahardjanto, Abdulkadir; Husamah, H.; Hadi, Samsun; Lestari, Nurdiyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2582

Abstract

Sebagai sekolah baru, SDU Permata Mulia menghadapi permasalahan mendesak berupa belum tersusunnya modul ajar berbasis Project-Based Learning (PjBL). PjBL merupakan salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh sekolah kepada orang tua sebagai bagian dari upaya branding dan keunggulan, namun demikian sekolah perlu pendampingan dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis PjBL yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka untuk jenjang sekolah dasar. Pengabdian dilaksanakan di SDU Permata Mulia melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan intensif. Pelatihan difokuskan pada penguatan konsep dasar PjBL, penyusunan modul ajar, dan implementasinya dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan telah terlaksana dengan baik, menghasilkan sejumlah capaian penting, termasuk meningkatnya pemahaman guru terhadap konsep PjBL dan kemampuan mereka dalam menyusun serta mengimplementasikan modul ajar berbasis PjBL secara efektif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan mampu membantu guru menyusun modul ajar yang komprehensif dan relevan, sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran di SDU Permata Mulia, meskipun belum dapat dikatakan efektif karena hal ini membutuhkan riset/quasi-experiment. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan berbasis PjBL, mendukung pengembangan keterampilan siswa yang esensial di abad ke-21. Assistance of SDU Permata Mulia Malang Teachers in Developing Project-Based Learning-Based Teaching Modules Abstract As a new school, SDU Permata Mulia faces an urgent problem in the form of not having compiled a Project-Based Learning (PjBL)-based teaching module. PjBL is one of the advantages offered by the school to parents as part of branding and excellence efforts, however, the school needs assistance in its implementation. This community service activity aims to provide training and assistance in compiling PjBL-based teaching modules that are in accordance with the Merdeka Curriculum for elementary school level. Community service is carried out at SDU Permata Mulia through an intensive training and mentoring approach. The training focuses on strengthening the basic concepts of PjBL, compiling teaching modules, and implementing them in the learning process. The results of the activity show that the training and mentoring have been carried out well, resulting in a number of important achievements, including increasing teachers' understanding of the PjBL concept and their ability to compile and implement PjBL-based teaching modules effectively. The conclusion of this activity is that the training and mentoring provided can help teachers compile comprehensive and relevant teaching modules, while improving the quality of the learning process at SDU Permata Mulia, although it cannot be said to be effective because this requires research/quasi-experiment. This program is expected to be the first step in creating an innovative and PjBL-based learning ecosystem, supporting the development of essential student skills in the 21st century.
Inovasi Media 3D Holo-learning DNA pada Pembelajaran Genetika untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa di Era Society 5.0 Zahrah, Natasya Adiba; Kharomah, Sindi; Ramadhan, Muhamad Justitia; Kharomah, Sinta; Choirunisa, Nindiana; Hayuana, Wachidah; Firdaus, Zahra; Fahmi, M Iqbal Najib; Mahanal, Susriyati; Setiawan, Deny; Zubaidah, Siti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2608

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam memahami materi khususnya genetika dan pengembangan keterampilan literasi digital siswa di era 5.0 sangat penting untuk dilakukan. Kami telah mengembangkan inovasi media pembelajaran yang berbasis hologram yaitu 3D Holo-learning DNA, dan kami desiminasikan. Tujuan dari kegiatan diseminasi ini adalah untuk memperkenalkan media pembelajaran 3D Holo-learning DNA kepada guru yang terlibat dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan diseminasi ini terdiri dari empat tahapan. Pertama, tahap perencanaan  dengan melakukan Focus Disscussion Group (FGD). Kedua, tahap persiapan hal-hal yang diperlukan saat tahap pelaksanaan. Ketiga, tahap pelaksanaan yang dengan penyampaian materi dan simulasi media pembelajaran yang dikembangkan kepada peserta kegiatan. Keempat, tahap evaluasi y dengan menganalisis respon peserta kegiatan terkait dengan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan diseminasi yang diperoleh dari angket respon peserta kegiatan menunjukkan bahwa produk media pembelajaran memiliki kebermanfaatan yang baik, yaitu sebesar 4,66 dari 5,00 untuk diterapkan dalam pembelajaran. Inovasi media 3D Holo-learning DNA ini adalah membantu memvisualisasikan struktur DNA dan kromosom secara lebih realistik, apabila dibandingkan dengan visualisasi yang berasal dari buku cetak. Pengembangan media ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru biologi dan diharapkan menginspirasi untuk pengembangan media pembelajaran untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari materi genetika dan mampu mengembangkan keterampilan literasi digital di era society 5.0. 3D Holo-learning DNA Media Innovation in Genetics Learning to Improve Students' Digital Literacy in the Era of Society 5.0 Abstract The use of learning media that can facilitate students in understanding materials, especially genetics and the development of students' digital literacy skills in the 5.0 era is very important to do. We have developed a hologram-based learning media innovation, 3D Holo-learning DNA, and we disseminated it. The purpose of this dissemination activity is to introduce 3D Holo-learning DNA learning media to teachers involved in the Biology Subject Teacher Conference (MGMP) Madrasah Aliyah (MA) Malang Regency. The method used in this dissemination activity consists of four stages. First, the planning stage by conducting a Focus Discussion Group (FGD). Second, the preparation stage of the things needed during the implementation stage. Third, the implementation stage by delivering materials and simulating the learning media developed to the participants. Fourth, the evaluation stage by analyzing the responses of activity participants related to learning media products. The results of the dissemination activities obtained from the activity participants' response questionnaires show that learning media products have good usefulness, which is 4.66 out of 5.00 to be applied in learning. The innovation of this 3D Holo-learning DNA media is to help visualize the structure of DNA and chromosomes more realistically, when compared to visualizations derived from printed books. This media development is expected to provide benefits for biology teachers.
Pelatihan Etika, Estetika, Dan Pengembangan Kepribadian Bagi Anggota PPIF Dan Darma Wanita Persatuan KBRI Filipina Di Manila Maspiyah, Maspiyah; Pritasari, Octaverina Kecvara; Windayani, Novia Restu; Wilujeng, Biyan Yesi; Kusstianti , Nia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2612

Abstract

Tujuan PKM ini adalah melatih para anggota PPIF untuk menerapkan etika dan estetika berbusana, berhias, dan berpenampilan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan mereka. Target PKM kepada PPIF tersebut ditujukan kepada aspek kemampuan soft skill meliputi etika dan estetika berbusana dan berhias. Adapun target PKM adalah (1) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang etika berbusana dan berhias. (2) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan estetika berbusana dan berhias dan (3) Memberikan pengetahuan dan keterampilan cara berpenampilan.Hasil kegiatan PKM antara lain: Pelatihan etika dan estetika telah berjalan dengan baik. Pelatihan ini menggunakan metode yang interaktif dan aplikatif, meliputi ceramah interaktif, studi kasus, simulasi, role-playing, workshop, serta sesi motivasi dan evaluasi.Hasil keterampilan etika menunjukkan nilai rata-rata 80 dan dinyatakn sangat baik, keterampilan estetika berbusana dan berhias memperoleh nilai rata-rata 85 sangat baik. Respon peserta rata-rata 90 sangat baik. Ethics, Aesthetics, and Personality Development Training for PPIF and Darma Women Members of The Indonesian Embassy in The Philippines in Manila Abstract The purpose of this PKM is to train PPIF members to apply ethics and aesthetics in dress, decoration, and appearance. This Community Service Program (PKM) was carried out as a solution to overcome their problems. The PKM target for PPIF is aimed at aspects of soft skills including ethics and aesthetics of dressing and decorating. The targets of PKM are (1) Providing knowledge and skills about dress and decoration ethics. (2) Providing knowledge and skills in dressing and decorating aesthetics and (3) Providing knowledge and skills on how to perform. The results of PKM activities include: Ethics and aesthetics training has been going well. The results of ethical skills showed an average score of 80 and were declared very good, and the aesthetic skills of dressing and decorating obtained an average score of 85 very good. The average participant response of 90 is very good.
Penguatan Keterampilan Ecoliteracy Siswa SMA Melalui Pembelajaran Geografi Berbasis Praktikum dan Observasi Lapangan pada Materi Pedosfer Mujib, Muhammad Asyroful; Apriyanto, Bejo; Astutik, Sri; Indartin, Tri Rafika Diyah; Diartika, Firda; Rizka, Hablana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2627

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi observasi dan praktikum lapangan siswa SMA dalam mengenali karakteristik pedosfer, dengan tujuan akhir memperkuat keterampilan ecoliteracy siswa. Pendekatan ini dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional berbasis teori, memungkinkan siswa untuk menghubungkan konsep akademik dengan fenomena nyata, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran. Praktikum geografi dan observasi lapangan memiliki potensi besar untuk memperkaya pemahaman siswa mengenai keterkaitan teori geografi dan fenomena nyata di lapangan. Namun, implementasi metode ini di SMA Indonesia masih tergolong rendah akibat kendala finansial, kesiapan guru, dan kurangnya fasilitas praktikum yang memadai. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemberdayaan siswa dalam memahami dan menerapkan pengetahuan pedosfer melalui metode praktikum langsung di lapangan. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pembelajaran di dalam kelas untuk memberikan dasar teori dan pengetahuan teknis, serta observasi lapangan di lokasi terdekat untuk mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman siswa dari 58,4 menjadi 85,2, dengan 80% siswa mencapai nilai di atas 80 setelah kegiatan. Analisis uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan (? < 0,05), menegaskan efektivitas metode ini dalam meningkatkan ecoliteracy siswa. Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis lapangan bagi guru, sehingga diharapkan dapat diimplementasikan lebih luas pada kurikulum geografi di masa mendatang. Selain itu, keterbatasan alat praktikum dan kesiapan guru menjadi kendala utama dalam implementasi, namun dapat diatasi dengan memanfaatkan laboratorium sekolah dan memberikan pelatihan kepada guru. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memperkuat keterampilan ecoliteracy siswa dan memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara manusia dan lingkungan. Strengthening High School Students' Ecoliteracy Skills Through Geography Learning Based on Practical Activities and Field Observations on Pedosphere Topics Abstract The aim of this community service activity is to enhance high school students' competencies in field observation and practical activities related to recognizing pedosphere characteristics, with the ultimate goal of strengthening their ecoliteracy skills. Compared to conventional theory-based learning methods, this approach allows students to connect academic concepts with real-world phenomena, thereby improving learning effectiveness. Geography practicum and field observations hold great potential in enriching students' understanding of the relationship between geographical theories and real-world phenomena. However, the implementation of this method in Indonesian high schools remains limited due to financial constraints, teacher readiness, and insufficient practical facilities. This community service program focuses on empowering students to understand and apply pedosphere knowledge through direct field practice. The methodology employed includes classroom learning to provide theoretical foundations and technical knowledge, followed by field observations at nearby locations to apply the acquired skills. The results of pre-test and post-test assessments indicate a significant improvement in students' understanding, with an average score increase from 58.4 to 85.2, and 80% of students achieving scores above 80 after the activity. A paired t-test analysis shows a statistically significant difference (? < 0.05), confirming the effectiveness of this method in enhancing students' ecoliteracy. Furthermore, this activity contributes to the development of field-based learning methods for teachers, with the expectation of broader implementation within the geography curriculum in the future. Additionally, the primary challenges in implementation, such as limited practical equipment and teacher readiness, can be addressed by utilizing school laboratories and providing training for teachers. Thus, this activity successfully achieves its main objective of strengthening students' ecoliteracy skills and facilitating a deeper understanding of human-environment interactions.
Pelatihan Pembuatan Kue Berbahan Baku Lokal Sebagai Penguatan Perekonomian Bagi Masyarakat Di Desa Talio, Kabupaten Pulang Pisau Elvince, Rosana; Nopembereni, Eti Dewi; Christiana, Ivone; Jaya, Adi; Evnaweri, Evnaweri; Adventa, Alma; Page, Susan E.; Upton, Caroline
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2636

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2024 di Desa Talio, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga di Desa Talio untuk memanfaatkan hasil perkebunan holtikultura yang cukup melimpah di desa tersebut. Hasil hortikultura tersebut adalah pisang dan singkong yang tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Umumnya hasil tersebut dijual dalam bentuk bahan mentah dan belum ada diversifikasi pengolahan dari hasil perkebunan tersebut. Dalam sebuah kegiatan Focus Group Disscussion yang dilakukan pada kegiatan penelitian sebelumnya, masyarakat Desa Talio menginginkan penambahan ketetrampilan dalam bidang tata boga. Mengingat banyaknya hasil panen pisang dan singkong di Desa Talio, maka pelatihan pembuatan kue berbahan baku lokal tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat terutama ibu-ibu sehingga dapat menambahkan penghasilan/pendapatan dalam rumah tangga. Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga menjadi solusi bagi masyarakat untuk membantu menanggulangi kerusakan ekosistem lahan gambut. Hasil pelatihan ini memberikan pengetahuan yang baru kepada masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga terkait dengan diversifikasi pengolahan hasil perkebunan hortikultura dan dapat memberikan manfaat secara finansial dalam rumah tangga. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan sebelum pelaksanaan pelatihan terlihat bahwa hanya 14% ibu-ibu rumah tangga yang mengetahui bahwa pisang dan singkong dapat diolah menjadi berbagai jenis bentuk olahan makanan terutama untuk bahan baku kue, sedangkan 86% yang lainnya mengatakan bahwa mereka belum mengetahui diversifikasi olahan makanan dari kedua bahan tersebut. Namun, setelah pelaksanaan pelatihan terlihat ada peningkatan dari segi pengetahuan dari ibu-ibu rumah tangga yaitu sebesar 100% peserta mengatakan bahwa mereka semua mengetahui tentang diversifikasi olahan pisang dan singkong dari pelatihan yang dilakukan. Local Raw Materials Cake Making Training as Economic Strengthening for the Community in Talio Village, Pulang Pisau Regency Abstract This community service activity was conducted on 19 May 2024 in Talio Village, Pandih Batu Sub-district, Pulang Pisau Regency. This activity is one of the efforts to improve the skills of the Talio Village community to utilize the horticultural plantation products that are quite abundant in the village. The horticultural products are banana and cassava, which are not optimally utilized by the community. Generally, these products are sold in the form of raw materials and there is no diversified processing of these plantation products. In a Focus Group Discussion activity conducted during the previous research, the community of Talio Village willing to have some additional skills especially in culinary arts. Considering the abundance of banana and cassava harvests in Talio Village, the local raw material cake-making training was conducted to improve the skills of the community, especially housewives, so that they can increase their household income. In addition, this training activity is also a solution for the community to help mitigate damage to the peatland ecosystem. The results of this training provide new knowledge to the community related to the diversification of processing horticultural plantation products and can provide financial benefits in the household.
Pendampingan Implementasi Pembelajaran EMKONTAN Untuk Penguatan Literasi Perubahan Iklim di SMP Muhammadiyah Kota Batu Hindun, Iin; Wahyuni, Sri; Nurwidodo, Nurwidodo
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2650

Abstract

Sustainable Development Goal bidang 13 (SDG 13) mengenai perubahan iklim menekankan pentingnya peningkatan literasi perubahan iklim secara komprehensif. Seluruh lapisan masyarakat, termasuk sekolah dan siswa, memiliki tanggung jawab terhadap perubahan iklim yang terjadi secara global. Untuk memperkuat tanggung jawab tersebut, diperlukan pembelajaran yang sistematis dan komprehensif melalui model EMKONTAN. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 dan SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, dengan serangkaian tahapan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan melalui ceramah mengenai peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengimplementasikan model EMKONTAN. Selanjutnya, workshop diselenggarakan untuk merancang implementasi model ini, diikuti dengan pendampingan dalam proses penerapan di kelas. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas implementasi, yang kemudian diakhiri dengan refleksi mengenai hasil pembelajaran EMKONTAN serta peningkatan literasi perubahan iklim pada siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru partisipan telah menguasai model EMKONTAN dan mampu menerapkannya dalam pembelajaran secara efektif. Model EMKONTAN melalui implementasi sintaksnya secara konsisten mampu berkontribusi pada peningkatan literasi perubahan iklim, karena meningkatnya aktivitas belajar siswa. Selain itu, terdapat peningkatan literasi perubahan iklim pada siswa yang berpartisipasi dalam program ini, menunjukkan bahwa model pembelajaran EMKONTAN dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai perubahan iklim. Mentoring the Implementation of EMKONTAN Learning to Strengthen Climate Change Literacy at Muhammadiyah Middle School, Batu City Abstract Sustainable Development Goal 13 (SDG 13) on climate change emphasizes the importance of comprehensively improving climate change literacy. All levels of society, including schools and students, have a responsibility towards climate change that is occurring globally. To strengthen this responsibility, systematic and comprehensive learning is needed through the EMKONTAN model. This community service activity was carried out at SMP Muhammadiyah 2 and SMP Muhammadiyah 8 Batu City, with a series of stages including socialization, training, workshops, mentoring, monitoring, and evaluation. Socialization was carried out through lectures on improving the quality of learning by implementing the EMKONTAN model. Furthermore, a workshop was held to design the implementation of this model, followed by mentoring in the implementation process in the classroom. Monitoring and evaluation were carried out to assess the effectiveness of the implementation, which then ended with a reflection on the results of EMKONTAN learning and improving climate change literacy in students. The results of the community service showed that participating teachers had mastered the EMKONTAN model and were able to apply it in learning effectively. The EMKONTAN model through its consistent syntax implementation is able to contribute to increasing climate change literacy, due to increased student learning activities. In addition, there was an increase in climate change literacy among students participating in this program, indicating that the EMKONTAN learning model can be an effective strategy in increasing students' awareness and understanding of climate change.
Peningkatan Nilai Tambah Produksi Nira Aren di Kabupeten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan melalui Transfer Teknologi Pengolahan Gula Semut Maharani, Dessy Maulidya; Legowo, Agung Cahyo; Nugroho, Agung
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.1688

Abstract

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) merupakan salah satu sentra penghasil nira aren di Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini usaha gula aren di Kabupaten HSS belum dilakukan secara serius oleh masyarakat setempat. Semakin meningkatnya gaya hidup masyarakat modern yang cenderung lebih memilih pemanis alami yang lebih sehat dengan mengganti konsumsi gula tebu telah mendorong meningkatnya potensi ekonomi gula aren. Peningkatan permintaan pasar terhadap gula aren dalam bentuk gula semut belum mampu dibarengi dengan pasokan yang mencukupi dikarenakan keterbatasan sarana produksi dan implementasi teknologi yang lebih efisien. Program ini ditujukan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan mitra kelompok masyarakat petani dan perajin gula aren di Kabupaten HSS. Metode yang digunakan berupa diseminasi dan transfer teknologi proses, mesin produksi, dan kecakapan manajerial. Terdapat sepuluh tahapan yang dilakukan dimulai dari focus group discussion dengan mitra, perencanaan pola diseminasi, pemahaman konsep produk, transfer pengetahuan dan ketrampilan produksi, transfer pengetahuan dan ketrampilan pengemasan, pelatihan berbasis manajemen, pendampingan, evaluasi, perencanaan pengembangan, dan standarisasi produk dan proses. Penggunaan mesin produksi memberikan dampak terhadap percepatan waktu proses hingga 50% sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Dampak lainnya adalah dihasilkannya produk gula semut aren dengan mutu yang lebih baik, yaitu warna dan aroma yang lebih netral/alami, kadar air lebih rendah, serta tekstur yang lebih seragam. Mutu dan penampilan produk mampu memenuhi standar kelayakan untuk dipasarkan sebagai gula semut dengan kelas premium. Melalui transfer teknologi ini pihak mitra merasakan manfaat yang besar. Enhancing the Added Value of Arenga pinnata Sap Production in Hulu Sungai Selatan Regency by Utilizing Granulated Palm Sugar Processing Technology Abstract Hulu Sungai Selatan Regency (HSS) is one of the largest palm sap production centers in South Kalimantan Province. Currently, the palm sugar business in HSS has not been carried out seriously by the local community, so it has not had a significant economic impact. The natural sugar business from palm oil has enormous economic potential, especially with the increasing lifestyle of modern society, which wants a healthy natural sweetener with a low glycemic index to replace cane sugar. Market demand for original ant sugar products shows an increasing trend but has not been fully met due to production facilities. This program was designed to address the problems that occur in the community groups of palm sugar farmers and craftsmen in the HSS Regency palm center, which includes aspects of process technology, managerial, and production equipment. The method offered was to transfer process technology, small industry management, and palm sugar production machines to palm sap-producing centers.  There were ten stages carried out starting from focus group discussions with partners, planning dissemination patterns, understanding product concepts, transfer of knowledge and production skills, transfer of knowledge and packaging skills, management-based training, mentoring, evaluation, development planning, and standardization of products and processes. The use of processing machines was able to speed up processing time by up to 50%, which can increase labor efficiency. The resulting product also showed good quality with a more neutral or natural color and aroma, lower water content, and a uniform texture. The quality and appearance of the product really fulfilled its suitability for being marketed as premium-quality ant sugar. Through this technology transfer, partners experienced a great benefit.
Pelatihan Copywriting untuk Mendukung Pemberdayaan Anggota PKK Kampung Dukuh RW 3 Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang di Bidang Kewirausahaan Normawati, Afi; Nugrahaeni, Dwitiya Ari; Nugraeni, Oktavia Rizky
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2419

Abstract

Kewirausahaan merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anggota PKK Kampung Dukuh RW 3 Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang memiliki potensi besar dalam berwira usaha dengan membuat produk sabun cuci piring menggunakan limbah jelantah. Namun demikian, kurangnya kemampuan dalam menulis konten pemasaran (copywriting) melalui media digital, terutama sosial media, menjadi tantangan utama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pemasaran digital melalui copywriting untuk mendukung pemberdayaan anggota PKK melalui pelatihan. Pelatihan ini mencakup dasar-dasar, teknik, dan praktik penulisan konten pemasaran melalui media sosial seperti Instragram, Whatsapp, dan TikTok. Evaluasi program diukur melalui observasi untuk melihat keterampilan copywriting peserta, serta melalui kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 89.8% peserta dapat menunjukkan penguasaan keterampilan menulis konten pemasaran yang menarik di media sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan keterampilan copywriting dan memberikan dampak positif terhadap kemampuan pemasaran melalui media sosial.
Pendampingan dalam Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Tema Kearifan Lokal: Inovasi Pengolahan Amparan Tatak Berbahan Ubi Ungu di SMA Negeri 1 Loa Janan Maulida, Nafla; Rahmawati, Rahmawati; Khotimah , Khusnul; Kadir, Marniati
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2491

Abstract

Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada siswa agar dapat memfasilitasi dalam proses belajar, termasuk dalam hal pengembangan keterampilan praktis dan kerja sama. Adanya pendampingan ini, siswa dapat lebih mudah berkolaborasi dalam kelompok serta dapat berbagi ide dan belajar dari satu sama lain dalam kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang dirancang dengan tema kearifan lokal melalui pelatihan pembuatan Amparan Tatak Ubi Ungu kepada siswa SMA 1 Loa Janan. Kegiatan ini mengadopsi pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Jenis dari penelitian ini adalah kegiatan pengabdian Masyarakat, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ABCD (Asset-Based Community Development). Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XII dengan total peserta 36 orang yang dibagi menjadi empat kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari, kegiatan ini dirancang dalam beberapa tahap yang terdiri atas tahap Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang sangat bagus dalam pemahaman siswa mengenai kearifan lokal dan keterampilan membuat Amparan Tatak Ubi Ungu. Secara kuantitatif, tingkat partisipasi siswa sangat memuaskan dan siswa menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berinovasi. Inovasi utama dalam pengabdian ini adalah penggabungan metode ABCD dengan pelatihan kewirausahaan, memberikan siswa keterampilan praktis yang tidak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga membuka peluang ekonomi. Kedepannya, produk yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi produk unggulan yang dapat dikenal lebih luas dan menjadi insipirasi bagi pengembangan potensi lokal di masa depan. Assistance in Implementing the Strengthening Pancasila Student Profile Project (P5) With the Theme of Local Wisdom: Innovation in Processing Amparan Tatak Made from Purple Sweet Potato at SMA Negeri 1 Loa Janan Abstract The purpose of this Community Service is to provide assistance to students in order to facilitate the learning process, including in terms of developing practical skills and cooperation. With this assistance, students can more easily collaborate in groups and can share ideas and learn from each other in P5 activities (Pancasila Student Profile Strengthening Project) which is designed with the theme of local wisdom through training in making Purple Sweet Potato Tatak Amparan to students of SMA 1 Loa Janan. This activity adopts the Asset-Based Community Development (ABCD) approach which focuses on the sustainable utilization of local potential. The type of this research is community service activities, the method used in this study is the ABCD (Asset-Based Community Development) method. This activity involved grade XII students with a total of 36 participants divided into four groups. This activity was carried out for 1 day, this activity was designed in several stages consisting of the Discovery, Dream, Design, and Destiny stages. The results of the activity showed a very good improvement in students' understanding of local wisdom and skills in making Amparan Tatak Yam Purple. Quantitatively, the level of student participation was very satisfactory and students stated that this activity was very useful in increasing creativity and innovation skills. A key innovation in this service is the incorporation of the ABCD method with entrepreneurship training, providing students with practical skills that not only preserve the local culture but also open up economic opportunities. In the future, the products produced are expected to be able to become superior products that can be known more widely and become an inspiration for the development of local potential in the future.