cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Inovasi Pengolahan Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi Kompos untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Tuti, Harlina Kusuma; Ratna, Ratna; Utami, Aditya Dyah; Sari, Yulia Padma; Diena, Nurin Nisa Farah; Nindhiani, Faridawati Junjung; Muchlis, Zuliyan Agus Nur; Tuniah, Tuniah; Shodiq, Muhammad Syaiful; Ridayanti, Ridayanti; Noormalasari, Soraya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2629

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Namun, keberhasilan ini juga menghasilkan tantangan berupa limbah biomassa, salah satunya adalah tandan kosong kelapa sawit. Desa Bangkal merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi akses terhadap limbah tandan kosong kelapa sawit dari perkebunan kelapa sawit di sekitarnya. Namun, penggunaan limbah ini di tingkat masyarakat masih sangat minim dan belum optimal sehingga potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan limbah ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Akan tetapi Pupuk organik berbasis tandan kosong kelapa sawit mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan produksi tandan buah segar hingga 34% dibandingkan pemupukan standar. Pengabdian kepada masyarat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis, serta mendorong pengelolaan limbah kelapa sawit secara berkelanjutan melalui penyuluhan, pelatihan dan praktik, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan petani di Kelurahan Bangkal mengenai pembuatan pupuk organik dari limbah seperti tandan kosong kelapa sawit meningkat setelah pelatihan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kedepannya para petani di Kelurahan Bangkal dapat secara mandiri mengolah limbah organik seperti limbah pertanian atau perkebunan menjadi pupuk organik. The Innovation of Processing Palm Oil Empty Fruit Bunches into Compost to Support Environmentally Friendly Agriculture in Bangkal Village, Cempaka District Abstract Indonesia is one of the largest palm oil producing countries in the world. However, this success also creates challenges in the form of biomass waste, one of which is empty oil palm bunches. Bangkal Village is one of the areas that has potential access to empty oil palm bunch waste from surrounding oil palm plantations. However, the use of this waste at the community level is still very minimal and not optimal so that the potential to improve community welfare through the management of this waste has not been utilized optimally. However, organic fertilizer based on empty oil palm bunches can improve soil structure and increase fresh fruit bunch production by up to 34% compared to standard fertilization. This community service aims to provide understanding and training to the community regarding the use of empty oil palm bunches as raw materials for organic fertilizers that are environmentally friendly and have economic value, as well as to encourage sustainable management of oil palm waste through counseling, training and practice, and evaluation of participant knowledge and skills is carried out through questionnaires filled out before and after the activity. The results of community service activities show that the knowledge and skills of farmers in Bangkal Village regarding the manufacture of organic fertilizers from waste such as empty oil palm bunches increased after training. With this training, it is hoped that in the future farmers in Bangkal Village will be able to independently process organic waste such as agricultural or plantation waste into organic fertilizer.
Pendampingan Inplementasi Model Project-based Learning untuk Peningkatan Kompetensi Siswa SMP Muhammadiyah 02 Batu Zaenab, Siti; Chamisijatin, Lise; Sukarsono, S.
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2670

Abstract

SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu pada tahun ajaran 2022-2023 mulai menerapkan Kurikulum Merdeka dengan opsi mandiri belajar, yang dimulai pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Pada tahap awal, hanya guru IPA dan Matematika yang mengembangkan modul ajar, sementara mata pelajaran lainnya tetap menggunakan Kurikulum 2013. Pada tahun ajaran 2023-2024, penyusunan modul ajar telah berhasil dilakukan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, dan Seni Budaya (Seni Rupa) di kelas 7. Dokumen modul ajar menunjukkan penerapan Project-based Learning (PjBL), namun hanya satu modul yang secara jelas mendeskripsikan tahapan PjBL. Analisis terhadap modul ajar menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum konsisten dalam menyusun modul ajar sesuai dengan tahapan PjBL, yang disebabkan oleh pemahaman yang kurang mendalam terhadap model pembelajaran ini serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, pendampingan dalam implementasi PjBL sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Metode pengabdian ini meliputi pelatihan dan pendampingan, dengan 16 guru dan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu sebagai peserta. Hasil pelatihan menunjukkan pemahaman yang baik dengan rata-rata nilai posttest adalah 9, serta pelaksanaan PjBL yang benar pada enam mata pelajaran yang dipilih. Mentoring the Implementation of the Project-based Learning Model to Improve the Competence of Students at SMP Muhammadiyah 02 Batu Abstract SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu in the 2022-2023 academic year began implementing the Merdeka Curriculum with independent learning options, starting in Science and Mathematics subjects. In the initial stage, only Science and Mathematics teachers developed teaching modules, while other subjects continued to use the 2013 Curriculum. In the 2023-2024 academic year, the preparation of teaching modules has been successfully carried out for the subjects of Indonesian, Social Studies, and Arts and Culture (Fine Arts) in grade 7. The teaching module documents show the implementation of Project-based Learning (PjBL), but only one module clearly describes the stages of PjBL. Analysis of the teaching modules shows that most teachers are not consistent in compiling teaching modules according to the stages of PjBL, which is caused by a lack of deep understanding of this learning model and limited resources. Therefore, assistance in implementing PjBL is needed to improve student competence in the cognitive, affective, and psychomotor domains. This service method includes training and mentoring, with 16 teachers and the Principal of SMP Muhammadiyah 02 Batu City as participants. The training results showed a good understanding with an average score of 9, as well as the correct implementation of PjBL in six selected subjects.
Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan UKM Mahkota Jamur Sentana melalui Optimalisasi Jamur Tiram sebagai Bahan Baku Kaldu Jamur Haidiputri, Trivosa Aprilia Novadiani; Lidyana, Novita; Hartanti, Aprilia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zk4xcv47

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Panca Marga dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan UKM Mahkota Jamur Sentana di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Permasalahan utama mitra meliputi penurunan hasil panen jamur tiram akibat penyiraman kumbung secara manual, belum adanya diversifikasi produk olahan, pemasaran yang masih terbatas pada lingkup lokal, serta pencatatan keuangan usaha yang belum tertata. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program ini menerapkan pendekatan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta transfer teknologi tepat guna berupa sistem IoT penyiraman otomatis, oven pengering, mesin grinder, dan mesin spinner. Selain itu, disusun pula standar operasional prosedur (SOP) budidaya dan pascapanen, SOP produksi kaldu jamur bubuk, panduan pencatatan keuangan digital, serta strategi pemasaran berbasis media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas jamur tiram dari 4–5 kg/hari menjadi 6–7 kg/hari, lahirnya produk inovatif berupa kaldu jamur bubuk dengan merek “Kaldu Jamur Mahkota”, serta terbentuknya sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi digital yang lebih transparan. Produk olahan jamur juga mulai dipasarkan secara daring melalui Shopee, Tokopedia, dan Instagram sehingga jangkauan konsumen semakin luas. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi, UKM, dan masyarakat desa mampu meningkatkan daya saing, mendorong diversifikasi produk, serta memperkuat keberlanjutan usaha kecil berbasis pertanian. Enhancing Productivity and Income of UKM Mahkota Jamur Sentana through the Optimization of Oyster Mushroom as Raw Material for Mushroom Broth Abstract The Community Partnership Program (PKM) of Universitas Panca Marga was implemented to improve the productivity and income of Mahkota Jamur Sentana SME located in Kregenan Village, Kraksaan District, Probolinggo Regency. The main problems faced by the partner included the decline in oyster mushroom yields due to manual watering of the mushroom house, the absence of product diversification, limited marketing which only reached the local market, and poorly structured financial records. To address these challenges, the program adopted a technology-based empowerment approach. The methods applied consisted of socialization, training, mentoring, and the transfer of appropriate technologies such as an IoT-based automatic watering system, drying oven, grinder, and spinner machine. In addition, standard operating procedures (SOP) for mushroom cultivation and postharvest handling, SOP for mushroom broth powder production, digital financial recording guidelines, and digital marketing strategies through social media and marketplaces were developed. The results showed that oyster mushroom productivity increased from 4–5 kg/day to 6–7 kg/day, while a new innovative product, branded “Kaldu Jamur Mahkota” (mushroom broth powder), was successfully produced and marketed. Financial management also became more transparent and organized through the use of mobile-based accounting applications. Moreover, the products started to penetrate a wider market through Shopee, Tokopedia, and Instagram, expanding beyond the local scope. This program demonstrates that the collaboration between universities, SMEs, and rural communities can enhance competitiveness, foster product diversification, and strengthen the sustainability of small-scale agribusinesses.
Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah melalui Perbaikan Teknik Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Digital Kopi di Desa Sumberduren Oktaviani, Dewi anggun; Lidyana, Novita; Pratama, Triyan Bayu; Sulistiyowati, Retno
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/h3b9kr05

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Panca Marga dilaksanakan di Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo dengan tujuan meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing petani kopi melalui perbaikan teknik budidaya, pengolahan pascapanen, serta pemasaran digital. Permasalahan mitra meliputi rendahnya produktivitas lahan, teknik budidaya yang belum optimal, pengolahan pascapanen yang masih tradisional, serta keterbatasan akses pasar modern. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini menerapkan pendekatan partisipatif berbasis teknologi. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta serah terima alat berupa mesin pulper, mesin huller, dan oven pengering. Selain itu, disusun standar operasional prosedur (SOP) budidaya kopi ramah lingkungan, SOP pengolahan pascapanen, serta strategi pemasaran digital berbasis marketplace dan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap teknik budidaya kopi, perbaikan kualitas biji kopi melalui proses washed coffee dan honey process, serta lahirnya produk olahan kopi kemasan dengan merek lokal. Pemasaran produk mulai merambah platform daring seperti Shopee, Tokopedia, dan Instagram, sehingga jangkauan konsumen meluas. Pendampingan keuangan sederhana juga dilakukan untuk meningkatkan kemandirian mitra dalam mengelola usaha. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi, petani, dan masyarakat desa mampu menghasilkan peningkatan produktivitas, diversifikasi produk, serta perluasan pasar yang berkelanjutan. Enhancing Productivity and Value Addition through Improved Cultivation Techniques, Postharvest Processing, and Digital Marketing of Coffee in Sumberduren Village  Abstract The Community Partnership Program (PKM) of Universitas Panca Marga was implemented in Sumberduren Village, Krucil District, Probolinggo Regency, with the aim of improving coffee farmers’ productivity, value addition, and competitiveness through enhanced cultivation techniques, postharvest processing, and digital marketing. The partners’ main challenges included low productivity, suboptimal cultivation methods, traditional postharvest practices, and limited access to modern markets. To address these issues, a participatory and technology-based approach was employed. The methods consisted of socialization, training, mentoring, and the transfer of equipment such as pulping machines, hulling machines, and drying ovens. Standard operating procedures (SOP) for environmentally friendly coffee cultivation, postharvest processing, and digital marketing strategies using online marketplaces and social media were also developed. The results indicated an increased understanding of improved cultivation practices, better quality coffee beans through washed coffee and honey process techniques, and the introduction of packaged coffee products under a local brand. Product marketing has expanded to online platforms such as Shopee, Tokopedia, and Instagram, enabling wider consumer reach. Basic financial management training was also provided to strengthen the partners’ business independence. This program demonstrates that collaboration between universities, farmers, and rural communities can effectively enhance productivity, diversify products, and achieve sustainable market expansion.
Program Kemitraan Masyarakat pada BUMDes Puspa Harum Sejahtera Aryasa, I Putu Gde Chandra Artha; Styawati, Ni Komang Arini
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/k5d3t364

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan BUMDes Puspa Harum Sejahtera melalui intervensi terstruktur di bidang perpajakan, akuntansi, hukum usaha, dan pengelolaan pasar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya literasi perpajakan, belum tertatanya sistem pembukuan, lemahnya pemahaman kontraktual, serta kurangnya fasilitas pendukung untuk menciptakan lingkungan pasar yang tertib dan bersih. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan pemberian produk teknologi tepat guna. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana, pelaporan pajak mandiri menggunakan sistem Coretax, penyusunan kontrak kerja sama yang sah, serta tata kelola pasar yang lebih profesional. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, tingkat pengetahuan mitra meningkat antara 15–25% pada berbagai indikator utama. Dampak sosial yang diidentifikasi mencakup peningkatan literasi digital, kolaborasi internal, dan kesadaran hukum; sedangkan dampak ekonomi terlihat pada efisiensi operasional, transparansi keuangan, dan peningkatan daya saing. Program ini selaras dengan SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) melalui penguatan tata kelola dan keberlanjutan usaha desa, sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis teknologi dan partisipasi komunitas dapat menjadi pendekatan efektif dalam memperkuat tata kelola BUMDes secara berkelanjutan. Community Partnership Program at BUMDes Puspa Harum Sejahtera Abstract This Community Partnership Program (PKM) aims to strengthen the institutional capacity of BUMDes Puspa Harum Sejahtera through structured interventions in taxation, accounting, business law, and market management. The main problems faced by the partner include low tax literacy, the absence of a proper bookkeeping system, limited understanding of contractual agreements, and inadequate supporting facilities to create an orderly and clean market environment. The implementation method employed a participatory approach through training, technical assistance, and the provision of appropriate technology products. The results of the program indicate an improvement in the partner’s ability to conduct basic financial recording, independently submit tax reports using the Coretax system, prepare legally valid cooperation contracts, and implement more professional market governance. Based on pre-test and post-test results, partner knowledge increased by 15–25% across various key indicators. Identified social impacts include improved digital literacy, stronger internal collaboration, and greater legal awareness; while economic impacts are reflected in enhanced operational efficiency, financial transparency, and increased competitiveness. This program aligns with SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) by strengthening governance and business sustainability at the village level, demonstrating that technology-based empowerment combined with community participation can be an effective approach to reinforcing BUMDes governance in a sustainable manner.
Pendampingan Penyusunan Jadwal Proyek dengan Presedence Diagram Method (PDM) sebagai Upaya Optimalisasi Sumber Daya Konstruksi Nurmeyliandari, Revianty; Bastam, Mukhlis Nahriri; Ferdiansyah, Ferdiansyah; Hamim, Sumi Amariena; Furqon, Luthfi Abid
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ryqkb302

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga teknik dalam menyusun jadwal kerja yang terencana dengan baik. Sayangnya, masih banyak tenaga teknik yang menghadapi keterbatasan dalam memahami metode penjadwalan modern, khususnya Presedence Diagram Method (PDM), sehingga efisiensi penggunaan sumber daya serta pencapaian target biaya, mutu, dan waktu belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan tenaga teknik di CV. PANCA BERSAUDARA melalui pendampingan penyusunan jadwal proyek berbasis PDM guna mengantisipasi keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Program ini diikuti oleh 15 tenaga teknik CV. PANCA BERSAUDARA dengan menggunakan studi kasus proyek Pembangunan gedung kantor dinas di Palembang. Ruang lingkup teknis terbatas pada penyusunan WBS, identifikasi jalur kritis, dan alokasi sumber daya menggunakan PDM. Proses pendampingan dilaksanakan secara sistematis, mencakup pengenalan teori, praktik langsung, penyelesaian studi kasus, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana nilai rata-rata pretest sebesar 50% meningkat menjadi 80% pada posttest. Peserta berhasil menguasai teknik penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), penentuan jalur kritis, serta pengalokasian sumber daya secara lebih efisien. Implikasi strategis dari kegiatan ini tidak hanya memperkuat kesiapan perusahaan dalam mendukung proyek-proyek pemerintah berskala regional maupun nasional yang menuntut akurasi penjadwalan, tetapi juga mendorong terciptanya sistem kontrol waktu dan biaya yang lebih terukur dalam operasi perusahaan ke depan. Kontribusi kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat efektivitas manajemen proyek perusahaan secara umum, terutama dalam pengambilan keputusan dan mitigasi risiko keterlambatan.   Mentoring in Project Scheduling Using the Precedence Diagram Method (PDM) as an Effort to Optimize Construction Resources Abstract The success of a construction project is strongly determined by the technical personnel’s ability to develop a well-structured and accurate project schedule. However, many field engineers still face limitations in understanding modern scheduling methods, particularly the Precedence Diagram Method (PDM), which results in suboptimal resource utilization and challenges in achieving cost, quality, and time targets. This community engagement program was aimed at enhancing the scheduling competency of technical personnel at CV. PANCA BERSAUDARA through guided implementation of PDM-based project scheduling to mitigate potential delays in construction execution. The program involved 15 technical staff members and utilized a real case study of a government office building construction project in Palembang. The technical scope was deliberately limited to Work Breakdown Structure (WBS) formulation, critical path identification, and resource allocation using PDM.The intervention was conducted through a structured process comprising theoretical exposure, hands-on simulation, case-based problem solving, and performance evaluation using pretest and posttest assessment. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, with the average score increasing from 50% to 80% after the training. Participants were able to successfully apply WBS development, critical path determination, and more efficient resource allocation strategies. Strategically, this program strengthens the company’s readiness to support regional and national-scale government projects that demand high scheduling accuracy, while also promoting a more measurable system of time and cost control within its future operational practices. Beyond individual capacity building, the program contributed to enhancing the company’s overall project management effectiveness, particularly in decision-making and delay risk mitigation.
Peningkatan Kapasitas Guru Sekolah Luar Biasa tentang Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder Kurniawan, Agung; Fukata, Editya; Ariesaka, Kiky Martha; Wijaya, Andreas Budi; Putri, Angelica Igsanti; Prasetya, Ahmada Viosepta; Devi, Athaayaa Nastiti Ulayya; Putra, Alvino Ramadhany; Khodijah, Khodijah; Auliarahma, Zhafirah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dfr7v968

Abstract

Salah satu intervensi non-farmakologis pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah diet Gluten Free Casein Free (GFCF), namun pengetahuan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) tentang diet ini masih sangat terbatas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dan implementasi diet GFCF di sekolah. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang melibatkan 29 guru SDLB melalui pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired T-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan guru setelah pelatihan (p=0,021), dengan rata-rata peningkatan 4,83 poin. Analisis kualitatif juga memperlihatkan partisipasi aktif, sikap positif terhadap penerapan diet GFCF, serta kepuasan tinggi terhadap proses pelatihan. Kegiatan ini merupakan pelatihan pertama di Indonesia yang menggunakan pendekatan model ADDIE untuk meningkatkan kapasitas guru SLB dalam menerapkan diet GFCF secara terstruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur efektif meningkatkan kapasitas guru dalam mendukung tatalaksana holistik anak dengan ASD, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan terapan di bidang pendidikan khusus dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan pendidikan berkualitas. Enhancing Special School Teachers’ Capacity on Gluten Free Casein Free (GFCF) Diet for Children with Autism Spectrum Disorder Abstract One of the non-pharmacological interventions for children with Autism Spectrum Disorder (ASD) is the Gluten Free Casein Free (GFCF) diet; however, teachers in special schools (SLB) still have very limited knowledge about this dietary approach. This community service program aimed to improve teachers’ understanding of the concept and implementation of the GFCF diet in schools. The method used was training based on the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), involving 29 special elementary school teachers. Evaluation was carried out using pre- and post-tests analyzed with a paired t-test. The results showed a significant increase in teachers’ knowledge scores after the training (p=0.021), with an average improvement of 4.83 points. Qualitative analysis also revealed active participation, positive attitudes toward the application of the GFCF diet, and high satisfaction with the training process. These findings demonstrate that structured training is effective in enhancing teachers’ capacity to support the holistic management of children with ASD, while also contributing to the advancement of applied science in special education and the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the areas of health and quality education.
Pijat Laktasi dan Manajemen Stres: Strategi Pencegahan Mastitis pada Ibu Menyusui Nurnaningsih Herya Ulfah; Ulfah, Nurnaningsih Herya; Suprobo, Nina Rini; Badriyah, Lulu'ul; Binandya, Hulwah Aishwara; Azellia, Ranum Dyah Titah; Dini, Puspasari Meisya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/k4e4aq92

Abstract

Mastitis sering muncul akibat bendungan ASI yang tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga mengganggu pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Program Laras ASI (Pelatihan Rumat ASI) dilaksanakan untuk menurunkan risiko mastitis pada ibu menyusui melalui edukasi pijat laktasi, manajemen stres, dan pemenuhan nutrisi bagi ibu menyusui. Program ini berbeda dari studi sebelumnya karena menerapkan pendekatan baru yang mengintegrasikan pijat laktasi, manajemen stres, dan edukasi pemenuhan nutrisi dalam satu rangkaian intervensi terpadu. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah Mojokerto dengan melibatkan 13 ibu menyusui sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, simulasi, dan konsultasi, yang dilengkapi dengan media e-modul untuk memudahkan pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya kenaikan rata-rata skor dari 79,08 pada pre-test menjadi 82,77 pada post-test yang menggambarkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pijat laktasi, manajemen stres, dan pemenuhan nutrisi. Selain itu, program ini memperkuat kesadaran akan pentingnya perawatan payudara guna mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan  pencegahan mastitis. Breast Massage and Stress Management: Strategies for Preventing Mastitis in Breastfeeding Mothers Abstract Mastitis often occurs due to milk stasis, which not only affects maternal health but also interferes with exclusive breastfeeding for infants. The Laras ASI (Pelatihan Rumat ASI) program was implemented to reduce the risk of mastitis among breastfeeding mothers through education on lactation massage, stress management, and nutritional fulfillment. Unlike previous studies, this program adopts a novel approach by integrating lactation massage, stress management, and nutritional education into a single, comprehensive community-based intervention. Conducted in Mojokerto with 13 breastfeeding mothers as participants, the program employed lectures, demonstrations, simulations, and consultations, supported by e-modules to facilitate understanding. Evaluation using pre-test and post-test assessments revealed an increase in the average score from 79.08 to 82.77, indicating improved knowledge on lactation massage, stress management, and nutrition. Additionally, the program enhanced awareness of breast care, thereby supporting the success of exclusive breastfeeding and the prevention of mastitis.
Analisis Spasial Daerah Rawan Banjir Di Desa Sumber Rejeki Kamur, Sudarwin; Deprian, Ivmal; Tomsio, Ismail; Agustayana, Ketut Mahadi; Sugiasih, Intan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/es3yj387

Abstract

Desa Sumber Rejeki merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, yang sering mengalami banjir akibat curah hujan tinggi dan kondisi topografi yang bervariasi. Permasalahan utama desa ini adalah belum tersedianya data spasial seperti peta administrasi dan peta daerah rawan banjir yang dapat digunakan untuk mitigasi dan perencanaan pembangunan. Berbeda dari pendekatan responsif sebelumnya, kegiatan ini menerapkan metode pemetaan partisipatif berbasis GIS untuk menghasilkan peta rawan banjir dan peta administrasi terbaru sebagai dasar mitigasi preventif di wilayah yang minim data spasial. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu: (1) persiapan dengan pengumpulan data sekunder; (2) survei lapangan berbasis partisipatif untuk memperoleh data primer dan informasi lokal; (3) analisis dan pemetaan menggunakan metode skoring dan overlay dalam perangkat lunak ArcGIS; serta (4) validasi hasil peta bersama pemerintah dan masyarakat desa. Pengetahuan lokal warga berdasarkan pengalaman historis terhadap banjir memberikan informasi penting mengenai lokasi rawan, kedalaman, durasi, dan penyebab banjir yang sering kali tidak terdeteksi oleh teknologi konvensional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa wilayah Desa Sumber Rejeki terdiri atas tiga tingkat kerawanan banjir, yaitu tidak rawan (±70%), cukup rawan (±19%), dan rawan (±11%). Peta yang dihasilkan tidak hanya berguna untuk mitigasi bencana, tetapi juga untuk perencanaan pembangunan desa yang lebih aman, partisipatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan pemetaan partisipatif berbasis SIG mampu memperkuat ketahanan masyarakat melalui pengelolaan risiko berbasis lokal, dan dapat dijadikan model bagi desa lain yang memiliki risiko banjir serupa. Spatial Analysis Of Flood-Prone Areas In Sumber Rejeki Village  Abstrak Sumber Rejeki Village is one of the areas in Watubangga Subdistrict, Kolaka Regency, which often experiences flooding due to high rainfall and varied topography. The main problem facing this village is the lack of spatial data, such as administrative maps and flood-prone area maps, which can be used for mitigation and development planning. Unlike previous responsive approaches, this activity applies a GIS-based participatory mapping method to produce the latest flood-prone maps and administrative maps as a basis for preventive mitigation in areas with minimal spatial data. The implementation method consists of four stages, namely: (1) preparation by collecting secondary data; (2) participatory field surveys to obtain primary data and local information; (3) analysis and mapping using scoring and overlay methods in ArcGIS software; and (4) validation of map results with the government and village community. Local residents' knowledge based on historical experiences of flooding provides important information about vulnerable locations, depth, duration, and causes of flooding that are often undetectable by conventional technology. The results of the activity show that the Sumber Rejeki Village area consists of three levels of flood vulnerability, namely not vulnerable (±70%), moderately vulnerable (±19%), and vulnerable (±11%). The resulting map is not only useful for disaster mitigation, but also for planning safer, more participatory, and sustainable village development. This activity confirms that a participatory GIS-based mapping approach can strengthen community resilience through local risk management, and can serve as a model for other villages facing similar flood risks.
Peningkatan Literasi Lingkungan Masyarakat Melalui Sosialisasi Pengolahan Limbah Kopi Menjadi Pupuk Organik Cair dan Teh Cascara Pratama, Rizqi Aji; Arisandi, Duddy; Prawiranegara, Boy Macklin Pareira; Sunarya, Adhitya Sumardi; Sumirat, Avicenna Ari; Fadhilah, Dzikri Ibnu; Rosidin, Aurilia Lysandra; Ibrahim, Muhammad Ghassan Ihyauddin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/786x0h33

Abstract

Kulit kopi ceri memiliki potensi tinggi sebagai bahan bernilai guna tetapi pemanfaatan sebagai pertanian berkelanjutan masih terbatas, termasuk di Kampung Batuloceng, Desa Suntenjaya, Lembang. Padahal, limbah kopi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari ekonomi sirkular melalui pendekatan waste to product untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kesenjangan tersebut menunjukkan penerapan model pelatihan partisipatif yang mampu meningkatkan literasi lingkungan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan yang dioperasionalkan melalui tiga aspek: pengetahuan, pemahaman manfaat, dan kesiapan praktik pengelolaan limbah kopi. Enam peserta (masyarakat) mengikuti kegiatan sosialisasi literasi lingkungan dengan pemaparan materi dan diskusi berkaitan dengan pengolahan limbah kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan teh cascara. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan skoring 1–4 sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (12%), pemahaman manfaat (44%), dan kesiapan praktik (24%). Kegiatan ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk olahan limbah bernilai jual. Program ini pun diharapkan berkontribusi pula pada capaian SDGs 12 mengenai konsumsi dan produksi yang berkelanjutan di samping memperkuat literasi lingkungan berbasis praktik di tingkat masyarakat. Enhancing Community Environmental Literacy Through the Socialization of Coffee Waste Processing into Liquid Organic Fertilizer and Cascara Tea Abstract Cherry coffee husks have high potential as a valuable ingredient but its use as sustainable agriculture is still limited, including in Batuloceng Village, Suntenjaya Village, Lembang. In fact, coffee waste can be used as part of the circular economy through a waste-to-product approach to reduce pollution and increase economic added value. This gap shows the application of a participatory training model that is able to improve community environmental literacy. This community service aims to increase environmental literacy which is operationalized through three aspects: knowledge, understanding of benefits, and readiness for coffee waste management practices. Six participants (the community) participated in environmental literacy socialization activities with presentations and discussions related to the processing of coffee waste into Liquid Organic Fertilizer (POC) and cascara tea. Evaluation was carried out through structured interviews with scoring of 1–4 before and after the activity. Results showed significant improvements in knowledge (12%), understanding of benefits (44%), and readiness for practice (24%). This activity not only reduces the potential for pollution, but also opens up new economic opportunities through processed waste products with selling value. This program is also expected to contribute to the achievement of SDGs 12 regarding sustainable consumption and production in addition to strengthening practice-based environmental literacy at the community level.