cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Studi Kasus Perbaikan Traumatic Diaphragmatic Hernia pada Kucing di Pet First Veterinary Centre, Kuala Lumpur, Malaysia Bintang Nurul Iman
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.160-167

Abstract

Hernia diafragma traumatis adalah cedera pada toraks akibat adanya gaya pada diafragma yang melebihi kekuatan diafragma untuk menahan tekanan. Penelitian bertujuan mengetahui cara pengobatan dan teknik pembedahan kasus hernia diafragma traumatis pada kucing. Pasien adalah kucing domestic short hair (DSH) betina berumur 1 tahun berbulu hitam putih dengan berat badan 2,8 kg di Pet First Veterinary Center. Studi kasus dimulai dengan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala klinik dan melihat data diagnostik sebelum operasi. Hilangnya batas ventral diafragma dan bergesernya organ abdomen ke rongga toraks menjadi gambaran radiologis yang terlihat pada pasien penderita hernia diafragmatika. Pembedahan dilakukan di Pet First Veterinary Center untuk memulihkan tekanan negatif di rongga toraks dengan thoracocentesis. Diaphragmatic hernia repair merupakan teknik pembedahan untuk mengembalikan fungsi diafragma. Intermittent positive pressure ventilation (IPPV) merupakan teknik ventilasi yang membantu pasien agar dapat bernapas optimal selama proses bedah berlangsung. Perawatan post-operasi berlangsung dicatat dalam sistem rekam medik digital dan pemulihan pasien terjadi dalam waktu satu bulan. Penelitian menunjukkan bahwa diaphragmatic hernia repair adalah metode pengobatan yang efektif untuk kasus hernia diafragma traumatis sehingga dapat mempertahankan fungsi paru-paru.
Prevalensi Newcastle Disease dan Perkiraan Kerugian Ekonomi pada Unggas yang Dinekropsi di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Maulina, Siti Raudha; Etriwati, Etriwati; Teuku Reza Ferasyi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.154-159

Abstract

Newcastle disease (ND) salah satu penyakit dengan laporan kerugian ekonomi yang tinggi karena penyebarannya sangat cepat, tingkat morbiditas dan mortalitasnya mencapai 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data ilmiah tentang prevalensi dan analisis kerugian ekonomi akibat kematian unggas disebabkan oleh penyakit ND. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study dengan purposive sampling yaitu dilakukan dengan mengumpulkan sampel berupa kadaver ayam broiler, layer dan buras yang masuk ke Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang berasal dari empat pasar tradisional Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yaitu Lambaro, Almahira, Setui dan Ulee Kareng selama 6 bulan penelitian. Sampel cadaver unggas dengan suspek ND yang dipilih adalah sampel yang diamati secara patologi anatomi ditandai dengan petechiae/hemorrhage pada trakea, duodenum, proventrikulus, seka tonsil dan otak dengan konfirmasi positif ND menggunakan organ otak, paru dan proventrikulus. Organ-organ tersebut dibuat sediaan imunohistokimia. Perkiraan kerugian ekonomi akibat penyakit ND dengan menjumlahkan kerugian langsung dan tidak langsung ditambah dengan biaya pengendalian. Hasil konfirmasi dengan pewarnaan imunohistokimia menunjukkan virus ND terekspresi positif sebanyak 120 ekor dari total 326 ekor kadaver. Hasil perhitungan prevalensi ND sebesar 36,80% signifikan dibandingkan hipotesis sebesar 15%. Hasil analisis kerugian ekonomi kejadian positif ND di pasar didapatkan Rp. 9.600.000,00 dan Rp.474.500.000,00 dalam suatu farm periode Juli 2022 sampai dengan Desember 2022
Multidrug-Resistant (MDR) E. coli dalam Daging Babi yang Berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) Oeba, Kota Kupang Mila Meha, Margie Pristiantine; Sudarwanto, Mirnawati Bachrum; Pisestyani, Herwin
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.168-175

Abstract

Untuk dapat menghasilkan daging babi yang siap dikonsumsi tentunya perlu melewati berbagai tahapan mulai dari peternakan hingga pengemasan. Pada berbagai tahapan ini, peluang terjadinya kontaminasi dengan mikrob patogen sangat besar. Mikrob patogen yang sering ditemui pada daging babi salah satunya E. coli yang seringkali menjadi pemicu kejadian foodborne disease pada manusia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa isolat E. coli yang diisolasi dari peternakan babi di Kota Kupang diketahui telah mengalami multidrug-resistan (MDR) yang mana apabila kejadian ini menyebar dapat berdampak buruk bagi masyarakat. RPH merupakan tempat penyembelihan hewan yang diawasi oleh dokter hewan dengan tujuan untuk dapat menghasilkan daging dengan kualitas baik bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur cemaran E. coli, mengidentifikasi serta isolasi MDR E. coli dari daging babi segar yang berasal dari RPH Oeba, Kota Kupang. Penghitungan jumlah E. coli dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 16649–2:2001 tentang Metode Horizontal Enumerasi E. coli positif-b-glukuronidase - Bagian 2: Teknik penghitungan koloni pada suhu 44 °C menggunakan 5-bromo-4-chloro-3-indolyl-b-D-glucuronide. Uji resistansi E. coliterhadap antibiotik dilakukan berdasarkan metode Kirby-Bauer. Data terkait jumlah cemaran E. coli dan pengujian resistansi E. coli terhadap antibiotik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan cemaran E. coli dalam daging babi yang digunakan memiliki rata-rata 626.440±947.937 CFU/g. Semua isolat E. coli telah resistan terhadap penisilin (100%), sebagian besar isolat E. coli resistan terhadap streptomisin (80%) dan tetrasiklin (60%), serta hampir sebagian isolat E. coli resistan terhadap oksitetrasiklin (47%), amoksisilin (40%). Isolat lapang E. coli yang diperoleh dari daging babi telah MDR terhadap 2 (7/15;46,67%) sampai dengan 3 (7/15;46,67%) golongan antibiotik. Simpulan dari penelitian ini yaitu, cemaran E. coli dalam daging babi yang berasal dari RPH Oeba melebihi ambang batas maksimum cemaran mikrob yang telah ditetapkan (>1x101 CFU/g). Isolat E. coli telah resistan terhadap penisilin, streptomisin, tetrasiklin, oksitetrasiklin, dan amoksisilin dan telah MDR terhadap 2 sampai dengan 3 golongan antibiotik.
Pencitraan Ultrasonografi Ginjal dan Profil Symmetric Dimethylarginine (SDMA) Anjing Ras Belgian Malinois di Badan Narkotika Nasional Widanti, Berlian; Fitriya Nur Annisa Dewi; Fitria Senja Murtiningrum; Deni Noviana
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.181-186

Abstract

Pencitraan Ultrasonografi (USG) ginjal dapat memberikan informasi struktur internal organ yang bermanfaat, terlebih apabila dikombinasikan dengan parameter kimia darah seperti profil Symmetric Dimethylarginine (SDMA). Penelitian ini bertujuan untuk deteksi dini perubahan morfometri dan fisiologis pada ginjal serta mengevaluasi apakah terdapat kaitan mengenai kesehatan ginjal dengan latihan fisik. Sampel yang digunakan adalah 6 ekor anjing ras Belgian malinois dengan umur 3 - 4 tahun. Tiga ekor anjing merupakan anjing yang aktif dilatih dan 3 ekor lainnya adalah anjing yang tidak aktif dilatih. Pemeriksaan USG dilakukan pada posisi hewan right and left lateral dengan microconvex probe frekuensi 5 – 8 MHz. Sampel darah diambil sebanyak 0.5 ml melalui v. cephalica dan dilakukan pemeriksaan SDMA. Hasil pengukuran menunjukan rasio panjang ginjal:aorta pada anjing aktif adalah 6.02, 6.85, dan 6.87, sedangkan pada anjing tidak aktif adalah 5.76, 6.36, dan 5.5. Nilai SDMA pada anjing aktif adalah 10, 11, dan 8 µg/dL, sedangkan pada anjing tidak aktif adalah 12, 11, dan 15 µg/dL. Hasil ini menunjukan bahwa anjing yang aktif berlatih memiliki ukuran ginjal yang lebih besar dibandingkan dengan anjing yang tidak aktif dilatih. Hasil SDMA pada ketiga anjing yang aktif berada pada rentang normal. Terdapat 1 ekor anjing yang memiliki nilai SDMA diatas rentang normal pada anjing yang tidak aktif dilatih, yang mengindikasikan mengalami chronic kidney disease (CKD) stage 1 menurut International Renal Interest Society (IRIS). Berdasarkan penelitian ini, aktifitas fisik mempengaruhi morfometri ginjal tanpa mengganggu fungsi ginjal anjing Belgian Malinois di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Nilai Ejection Fraction dan Fractional Shortening Ekokardiografi pada Anjing Ras Belgian Malinois di Badan Narkotika Nasional ayuning permata, ni putu wirananda
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.176-180

Abstract

Anjing yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki program pelatihan rutin yang memerlukan aktifitas fisik tingg sehingga dapat memengaruhi morfologi jantung anjing. Pengukuran nilai ejection fraction (EF) dan fractional shortening (FS) digunakan untuk menentukan ketebalan dan kekuatan kontraksi otot jantung serta menilai fungsi sistolik jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai parameter ekokardiografi EF dan FS pada anjing ras Belgian Malinois di BNN. Parameter EF dan FS diperlukan dalam mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik terhadap perubahan morfologi jantung. Sampel yang digunakan adalah 21 ekor anjing ras Belgian Malinois berumur 3 sampai 4 tahun, 13 ekor anjing merupakan anjing yang aktif dilatih, dan 8 ekor merupakan anjing yang tidak aktif dilatih. Pemeriksaan ekokardiografi dilakukan pada posisi right parasternal short axis view, menggunakan USG Acclarix AX3 dengan microconvex probe frekuensi 2,5-6 MHz. Tipe pencitraan ekokardiografi yang digunakan untuk mendapatkan EF dan FS adalah Motion (M-) mode dengan metode interpretasi Cube method. Hasil interpretasi menunjukkan rataan nilai EF dan FS pada kedua kelompok anjing, berada pada rentang normal (55-85% untuk EF, dan 25-45% untuk FS). Berdasarkan penelitian ini anjing ras Belgian Malinois tidak memiliki kecenderungan mengalami kardiomiopati.
Nilai Normal Ekokardiografi Transthorakalis pada Hewan Model Babi (Sus scrofa domestica) Bintang Nurul Iman; Deni Noviana; Fitria Senja Murtiningrum; Dwi Utari Rahmiati; Nindya Dwi Utami; Arni Diana Fitri; Gunanti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.249-256

Abstract

Penelitian gangguan sistem kardiovaskular semakin berkembang dilakukan pada hewan model. Babi merupakan hewan model yang umum digunakan dalam penelitian biomedis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai normal ekokardiografi jantung babi (Sus scrofa domestica) jantan dan betina. Babi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 ekor babi yang digunakan dalam penelitian ini dengan usia 3 sampai 4 bulan dengan rata-rata berat badan 55 Kg (52 sampai 69 Kg). Pemeriksaan ekokardiografi transtorakalis dengan posisi right parasternal (RPS) long-axis (LAx) dan short-axis (SAx) menggunakan transduser phase-array probe dengan frekuensi 2.5-6.0 MHz yang dilakukan pada babi dalam kondisi teranestesi. Posisi RPS-SAx bertujuan menilai bentuk dan struktur dari ventrikel kiri jantung babi, sedangkan RPS-LAx bertujuan membandingkan dimensi antara ventrikel serta melihat pergerakan katup mitral jantung. Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan bahwa struktur dari ventrikel kiri babi yang dapat terlihat adalah interventricular septum (IVS), left ventricle (LV), left ventricle wall (LVW), pericardium (P), papillary muscle (PM), dan right ventricle (RV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pada parameter frekuensi jantung (HR), left ventricular internal dimension at end-diastole (LVIDd), dan stroke volume (SV) menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan, sedangkan parameter lainnya memiliki hasil yang tidak signifikan antara jantan dan betina. Nilai ekokardiografi normal pada babi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penelitian kardiovaskular lanjut yang menggunakan babi sebagai hewan model.
DETEKSI PATOGEN ZOONOSIS Q FEVER PADA TERNAK RUMINANSIA DI ACEH Adi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.240-248

Abstract

Coxiella burnetii merupakan agen infeksius yang dapat menyebabkan penyakit Query fever (Q fever). Q fever merupakan penyakit yang bersifat zoonosis yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya. Reservoir utama kasus Q fever yang terjadi pada manusia adalah hewan ruminansia. Secara geografis Provinsi Aceh berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan C. burnetii sebagai penyebab Q fever serta karakterisasi perubahan jaringan akibat infeksi C. burnetii melalui analisa molekuler dan histopatologi pada ternak ruminansia di Provinsi Aceh. Sampel yang dikoleksi adalah organ hati, paru-paru, limpa dan ginjal sapi dan kambing dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sejumlah 100 sampel sapi dan 15 sampel kambing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah nested-PCR dan pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan Haematoxylin Eosin (HE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terdeteksi C. burnetii pada 2 individu sampel sapi (2%) dari organ paru, hati, limpa dan ginjal yang berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh, Provinsi Aceh. C. burnetii tidak terdeteksi pada sampel organ kambing.
Perkembangan Sel Punca Mesenkimal Melalui Kultur Primer Eksplan Wharton’s Jelly Tali Pusat Sapi Puspitasari, Riris; Boediono, Arief; Prasetyaningtyas, Wahono; Subangkit, Mawar; Lindiawati, Riris
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.231-239

Abstract

Saat ini penggunaan sel punca mesenkimal Wharton’s jelly (SPMWJ) sapi dapat menjadi alternatif bagi terapi pet animals. Manfaat SPM antara lain meregulasi jalur persinyalan sel, rendahnya penolakan sistim imun pada pemberian alogenik, tidak adanya resiko keganasan, stabil penyimpanannya, dan mudah transportasinya. Kultur tali pusat sapi belum dilaporkan perkembangan eksplan WJ terutama proses pertumbuhan eksplan WJ mulai dari attach hingga sel konfluen. Tujuan penelitian adalah menentukan perkembangan eksplan WJ tali pusat sapi. Faktor yang dilihat diantaranya attachment eksplan, munculnya outgrowth, morfologi sel, dan konfluensi sel. Eksplan mampu attach sebanyak 42% pada hari ke-8 kultur dan 88% (hari ke-12). Outgrowth sel teramati pada 45% eksplan (hari ke-8) dan 100% (hari ke-12). Morfologi sel yang terlihat adalah fibroblastik. Konfluensi sel didapat pada hari ke-12, hari ke-16, dan hari ke-20 yaitu 3%, 83%, dan 100%.
Pengujian Toksisitas Akut Lethal Dose 50 (LD50) Infusa Ikan Nomei (Harpodon nehereus) dengan Menggunakan Mencit (Mus musculus) sebagai Hewan Uji Adnyane, I Ketut Mudite; yuri, Nurasmi yuri; I Ketut Mudite; Andriyanto; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.187-193

Abstract

Ikan Nomei (Harpodon nehereus) merupakan jenis ikan yang lembek dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk dapat dimanfaatkan secara luas. Penelitian bertujuan menguji toksisitas akut ekstrak infusa daging ikan nomei Harpodon nehereus pada mencit betina dengan menentukan nilai lethal dose 50 (LD50), mengamati pengaruhnya pada organ tubuh mencit, dan menghitung konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Hewan uji yang digunakan adalah mencit galur DDY sebanyak 25 ekor dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (pemberian akuades) dan kelompok perlakuan pemberian infusa nomei masing-masing dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 g/kg BB secara per oral. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, respons fisiologis, gejala klinis, bobot badan, bobot absolut organ, dan bobot relatif organ. Nilai LD50 menunjukkan pemberian infusa ikan nomei pada mencit betina bersifat tidak toksik. Pemberian infusa nomei sampai dengan dosis 20 g/kg BB tidak menimbulkan gejala klinis yang bersifat patologis, perubahan makroanatomi organ, atau kematian. Pemberian infusa tidak menunjukkan efek yang signifikan pada peningkatan atau penurunan bobot badan. Berdasarkan penelitian, pemberian infusa ikan nomei sampai dengan dosis 20 g/kg BB bersifat tidak menimbulkan kelainan baik secara klinis atau kelainan pada organ mencit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa ikan nomei termasuk dalam golongan bahan yang diklasifikasikan dalam sediaan praktis tidak toksik (aman).
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN PREVALENSI PARASIT SALURAN PENCERNAAN PADA ANJING IMPOR MELALUI BANDARA INTERNASIOAL SOEKARNO HATTA Cahyaningsih, Umi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.194-202

Abstract

Isosporiasis dan Toxascariasis adalah parasit saluran pencernaan yang umum pada anjing. Kejadian infeksi parasit saluran pencernaan di luar negeri bervariasi mulai dari 24 – 63.5%. 100 sampel feses dikoleksi dari anjing impor yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta pada periode waktu Februari – Agustus 2023. Sampel diperiksa menggunakan metode Mc Master untuk menghitung Ookista tiap gram tinja (OTGT) dan Telur tiap gram tinja (TTGT) serta metode flotasi untuk mengetahui ada atau tidaknya ookista atau telur cacing dalam sampel feses. Hasil pemeriksaan flotasi yang positif ookista selanjutnya dilakukan sporulasi menggunakan Kalium dikromat (K2Cr2O7), sedangkan sampel yang positif telur cacing dilakukan pemupukan menggunkan larutan formalin 2%. Hasil pemeriksaan flotasi diperoleh 5 sampel positif ookista dan 1 sampel positif telur cacing dengan prevalensi 6%. Hasil Mc Master menunjukkan jumlah OTGT 50 – 2000 ookista per gram tinja, sedangkan jumlah TTGT sebesar 200 telur cacing per gram tinja. Hasil sporulasi ookista dan pemupukan telur cacing dilakukan identifikasi morfologi dan diperoleh 1 sampel terinfeksi Isospora canis, 4 sampel terinfeksi Isospora ohioensis dan 1 sampel terinfeksi Toxascaris leonina.