cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 162 Documents
REBRANDING HALAL – TOURISM PADA MASYARAKAT SEKITAR DESTINASI WISATA TIMUR INODONESIA DENGAN PLATFORM MEDIA SOSIAL DIGITAL SYAIFUDDIN, M. IRFAN; HAKIM, PRATIWI RAHMAH
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.3818

Abstract

The purpose of this research is to find out the understanding, skills and marketing methods of the community around halal tourism tourist destinations. Providing skills in using digital social media in rebranding and marketing halal tourism for communities around Eastern Indonesia destinations. The service activities are carried out using the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which prioritises the utilisation of assets and potential around the target community. The location of the service is in the Labuan Bajo tourism community. The implementation of training with Focus Group Discussion (FGD) which involved representatives of 20 tourism businesses in Labuan Bajo. The achievement obtained from this training is the opening of insights into the importance of halal labels in tourism businesses. The community can create digital content through Instagram as a means of promotion. ABSTRAKTujuan dari pengabdian ini adalah mengetahui pemahaman, keterampilan dan cara pemasaran masyarakat sekitar destinasi wisata pariwisata halal. Memberikan bekal keterampilan menggunakan media sosial digital dalam rebranding dan marketing pariwisata halal untuk masyarakat sekitar destinasi Indonesia Timur. Kegiatan pengabadian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang mengutamakan pemanfaatan asset dan potensi yang ada di sekitar masyarakat sasaran. Lokasi pengabdian adalah pada masyarakat wisata Labuan Bajo. Pelaksanaan pelatihan dengan Focus Group Discussion (FGD) dimana melibatkan perwakilan 20 pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo. Capaian yang didapat dari pelatihan ini adalah terbukanya wawasan pentingnya label halal dalam usaha pariwisata. Masyarakat dapat membuat konten digital melalui instagram sebagai sarana promosi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS KELURAHAN LEMPAKE KOTA SAMARINDA AZZAHRA, SHAFA; BILQIS, REGINA; ISLAMIYAH, AUDITA; SARMILA, SARMILA; H.P, MUHAMMAD RIZKY SEFIYAN; MARCHELLO, WAFIQ REFALDI; RUSDI, RUSDI; KURNIAWAN, DENY
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4105

Abstract

Waste is a serious environmental problem because its production is increasing in line with population growth and people's consumption patterns. Research shows that 60-70% of household waste is organic and can be processed into compost. Waste management through composting can reduce pollution, improve land quality and help the economy. This activity aims to increase public awareness and ability to manage household waste effectively and sustainably. So it is necessary to educate the people of Kelurahan Lempake , Kota Samarinda, especially the chairman of Rt 9, 10, 44, 48, 49, 50, 51, 52, 53, and the local dasawisma mother. The methods used are interviews, counseling, training, demonstrations of direct practice in making fertilizers and distributing leaflets. The results showed a significant increase in increasing public awareness about household waste management. Of the 502 respondents, 10.56% burned waste which poses a health risk. This activity has a positive impact on the environment and health and builds awareness in environmental management. ABSTRAKSampah merupakan masalah lingkungan yang serius karena produksinya yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa 60-70% sampah rumah tangga adalah organik dan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Pengelolaan sampah melalui pengomposan dapat mengurangi pencemaran, meningkatkan kualitas lahan dan membantu perekonomian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara efektif dan berkelanjutan. Maka perlu untuk mengedukasi masyarakat Kelurahan Lempake Kota Samarinda terkhusus pada ketua Rt 9, 10, 44, 48, 49, 50, 51, 52, 53, dan ibu dasawisma setempat. Metode yang digunakan adalah wawancara, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi praktek langsung pembuatan pupuk dan pembagian leaflet. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Dari 502 responden, 10,56% membakar sampah yang menimbulkan resiko kesehatan. Kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan dan kesehatan dan membangun kesadaran dalam pengelolaan lingkungan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KAWASAN KORIDOR EKOLOGI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK SITUMORANG, MARNINGOT TUA NATALIS; NOVIANA, LINDA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4182

Abstract

Natural ecosystems are increasingly affected by climate change and habitat fragmentation, which has a strong impact on biodiversity thus affecting the habitat and diversity of flora and fauna species at all levels. Fragmentation and habitat loss result in organisms being in isolated populations. The form of countermeasures against the impacts of fragmentation is to create corridor patterns both artificial, natural, and ecological and biological approaches, especially in the conservation of animals that are categorized as endemic, rare, and threatened. Ecological corridors should be designed and made public with sustainable land management in mind for biodiversity conservation with a combination of economic development, population growth, and nature conservation. Involving local communities as people who live around the ecological corridor every day is a must because as local people they must have a way to save the surrounding environment, it's just that to encourage them more, efforts need to be made in the form of focus group discussions to explain what is currently happening with the TNGHS ecological corridor, why it happened, what impact will occur if the current incident drags on. Wildlife has become isolated because they no longer pass by as usual and some have even become deep into the forest. Wild animals that are early inhabitants and continue to lose money because their play area is reduced or even lost. Meanwhile, humans, who use ecological corridors as alternative roads, have many advantages. Initial study in the field and found several principles of mitigation planning and implementation that can be implemented for local communities and motorists who pass through the ecological corridor which is an animal trajectory. ABSTRAKEkosistem alam semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim dan fragmentasi habitat, yang memiliki dampak yang kuat terhadap keanekaragaman hayati sehingga mempengaruhi habitat dan keanekaragaman spesies flora dan fauna di semua tingkatan. Fragmentasi dan hilangnya habitat mengakibatkan organisme berada pada populasi yang terisolasi. Bentuk penanggulangan terhadap dampak-dampak fragmentasi tersebut adalah membuat pola koridor baik secara artificial, natural, maupun pendekatan ekologi dan biologi, khususnya dalam konservasi satwa yang dikategorikan endemik, langka, dan terancam. Koridor ekologi harus dirancang dan dipublikasikan kepada khalayak dengan mempertimbangkan pengelolaan lahan yang berkelanjutan untuk konservasi keanekaragaman hayati dengan kombinasi pembangunan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan pelestarian alam. Melibatkan masyarakat local sebagai orang yang sehari-hari tinggal di sekitar koridor ekologi adalah keharusan karena sebagai orang local mereka pasti punya bakal cara menyelamatkan lingkungan sekitarnya, hanya saja untuk semakin menyemangati mereka perlu dilakukan upaya berupa focus group discussion untuk menerangkan apa yang sedang terjadi saat ini dengan koridor ekologi TNGHS, kenapa hal itu terjadi, dampak apa yang akan terjadi kalau kejadian yang sekarang berlarut-larut. satwa liar menjadi terisolasi karena mereka tidak lagi melintas seperti biasanya dan bahkan ada yang menjadi masuk jauh ke hutan. Hewan liar yang merupakan penghuni awal dan tetap merugi karena area permainan mereka menjadi berkurang atau bahkan hilang. Sedangkan manusia, yang menggunakan koridor ekologi sebagai jalan alternatif mempunyai banyak sekali keuntungan. studi awal di lapangan dan menemukan beberapa prinsip perencanaan dan pelaksanaan mitigasi yang dapat diimplementasikan untuk masyarakat local maupun pengendara kendaraan bermotor yang melintas dari koridor ekologi yang merupakan lintasan satwa.
PERINGATAN SUMPAH PEMUDA SEBAGAI SALAH SATU WUJUD PENANAMAN NILAI CINTA TANAH AIR DAN BANGSA DI LINGKUNGAN SDN TUNGGULWULUNG 2 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG BARIYAH, KHOIROTUL; SARI, DYTA AGNES LAYUNG; SURYANTI, ENY WAHYU; DAMAYANTI, NIA WAHYU
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4183

Abstract

This community service activity aims to instill the values ??of love for the homeland and nation in students, in order to become a generation that is able to guard and protect the country, preserve culture and is willing to sacrifice for the country and nation. This service activity was carried out on October 28 and 29, 2024, at SDN Tunggulwulung 2 Lowokwaru Malang. This activity was attended by the teachers, school committee, associations and students of SDN Tunggulwulung 2. This activity lasted for 2 days, namely Monday and Tuesday. Monday is the flag ceremony commemorating the youth oath, competitions related to instilling the nation's noble values, on Tuesday there is LMI storytelling which tells the history of the struggle of the Indonesian youth and the importance of protecting the environment and bullying actions that are not in accordance with applicable values ??and norms. This activity provides an understanding of the importance of the history of the struggle to achieve the goal of independence, as well as instilling the nation's noble values ??(values ????of love for the homeland, mutual cooperation and unity) through flag ceremony activities and competitions that can foster attitudes in accordance with these values. The implementation of this activity students can implement and integrate in everyday life, so that these values ??can be preserved in the Unitary State of the Republic of Indonesia. The method used to instill the value of love for the homeland through youth oath activities is through efforts of unity, both in the family, community, and school environment. The participation of various lines can maximize efforts to instill the value of nationalism or love for the country. ABSTRAKKegiatan pengabdian dalam masyarakat ini bertujuan menanamkan nilai cinta tanah air dan bangsa pada siswa, guna menjadi generasi yang mampu menjaga dan melindungi negara, melestarikan budaya dan bersedia berkorban demi negara dan bangsanya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2024, bertempat di SDN Tunggulwulung 2 Lowokwaru Malang, Kegiatan ini dihadiri oleh dewan guru, komite sekolah, paguyuban dan siswa SDN Tunggulwulung 2. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, yaitu hari Senin dan Selasa. Hari Senin yaitu upacara bendera memperingati sumpah pemuda, lomba-lomba yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai luhur bangsa, hari Selasa ada LMI bercerita yang menceritakan tentang sejarah perjuangan pemuda bangsa Indonesia serta pentingnya menjaga lingkungan dan tindakan bulliying yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang arti pentingnya sejarah perjuangan sampai meraih tujuan yaitu kemerdekaan, juga penanaman nilai-nilai luhur bangsa (nilai cinta tanah air, gotong royong maupun nilai persatuan) melalui kegiatan upacara bendera dan lomba-lomba yang dapat menumbuhkan sikap sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini siswa dapat mengimplementasikan dan mengintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai tersebut dapat dilestarikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cara yang digunakan untuk menanamkan nilai cinta tanah air melalui kegiatan sumpah pemuda ialah dengan upaya persatuan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah. Keikutsertaan berbagai lini dapat memaksimalkan upaya penanaman nilai nasionalisme atau cinta terhadap tanah air.
PELATIHAN MANAJEMEN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH IRAWAN, M. ARY; SUHARDI, MUHAMAD; IKAWATI, HASTUTI DIAH; ANWAR, ZUL; JAYADI, AGUS
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4184

Abstract

Young children are growing up amid a digital revolution that has changed the way we interact with the world around us. While the benefits are great, the use of technology at an early age also brings risks and challenges. Exposure to inappropriate content, screen addiction and lack of supervision can be serious issues affecting children's development. Early education plays an important role in shaping early childhood digital literacy. Digital literacy is critical knowledge, wise attitudes and creative skills in utilizing digital media. The objectives of the training on implementing a digital literacy management model in schools are: (1) increasing awareness and understanding of the importance of digital literacy among teachers and school management; (2) equipping teachers and school management with practical skills in managing digital literacy in the school environment. The expected impact of this service activity is the application of an effective management model to manage digital literacy in schools. The results of the digital literacy management training activities successfully achieved their objectives by improving participants' understanding and skills. Feedback from participants showed positive results: 95% of participants felt the training was very useful, 85% felt more confident in using technology in learning, and 90% stated that they would apply the skills acquired in the teaching process. With the knowledge gained, teachers, principals and staff are expected to apply digital literacy in the learning process, so that students can also become wise users of technology. ABSTRAKAnak-anak usia dini tumbuh di tengah-tengah revolusi digital yang telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Meskipun manfaatnya besar, penggunaan teknologi pada usia dini juga membawa risiko dan tantangan. Paparan terhadap konten yang tidak sesuai, kecanduan layar, dan kurangnya pengawasan dapat menjadi masalah serius yang mempengaruhi perkembangan anak-anak. Pendidikan awal memainkan peran penting dalam membentuk literasi digital anak usia dini. Literasi digital adalah pengetahuan kritis, sikap bijak, dan keterampilan kreatif dalam memanfaatkan media digital. Adapun tujuan pelatihan penerapan model manajemen literasi digital di sekolah adalah: (1) meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya literasi digital di kalangan guru dan manajemen sekolah; (2) membekali guru dan manajemen sekolah dengan keterampilan praktis dalam mengelola literasi digital di lingkungan sekolah. Adapun dampak yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah penerapan model manajemen yang efektif untuk mengelola literasi digital di sekolah. Hasil kegiatan Pelatihan manajemen literasi digital berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Umpan balik dari peserta menunjukkan hasil positif: 95% peserta merasa pelatihan sangat bermanfaat, 85% merasa lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, dan 90% menyatakan bahwa mereka akan menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam proses pengajaran. Dengan pengetahuan yang diperoleh, guru, kepala sekolah, dan staf diharapkan dapat menerapkan literasi digital dalam proses pembelajaran, sehingga siswa juga dapat menjadi pengguna teknologi yang bijak.
MANAJEMEN BRAND IMAGE MENUJU SEKOLAH EFEKTIF HARIAWAN, RUDI; SUHARDI, MUHAMMAD; HAROMAIN, HAROMAIN; HAKIM, LUKMANUL; ROHIYATUN , BAIQ
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4185

Abstract

A school without a good reputation and achievement will not gain the trust of the wider community. Therefore, as an institution that has a strong interdependent relationship with society, schools also need to create a positive School Brand Image. A positive brand image attached to an educational institution will determine whether its graduates can easily continue their studies to a higher level, or will gain high trust in the community to be accepted in the workforce. There are three stages carried out in the community service activities by the lecturers of Universitas Pendidikan Mandalika, namely: (1) conducting a workshop to provide understanding of the concept of branding image management, (2) identifying the potential brand image of the school/madrasah, and (3) providing branding school mentoring through school’s media. ABSTRAKSekolah/Madrasah yang tidak memiliki prestasi dan reputasi baik tidak akan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kerana itu sekolah sebagai suatu lembaga yang memiliki ikatan yang kuat dengan masyarakat secara langsung, maka sekolah/Madrasah juga perlu membangun Brand Image bagi lembaganya. Brand Image yang melekat pada lembaga pendidikan (yang positif) akan menentukan lulusannya dapat dengan mudah melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi maupun akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi di tengah masyarakat, dan dunia kerja. Ada tiga tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian oleh tim dosen Universitas Pendidikan Mandalika, yaitu: (1) menyelenggarakan workshop manajemen branding image, (2) mengidentifikasi potensi brand image yang dimiliki sekolah/madrasah, dan (3) pendampingan branding sekolah/madrasah melalui media sekolah.
PERANCANGAN RENOVASI MASJID PONPES HIDAYATUL QUR’AN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS FASILITAS PENDIDIKAN TAUFIKKURRAHMAN, TAUFIKKURRAHMAN; WARDANI, LILA KURNIA; RAHAYU, YEKTI SRI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4190

Abstract

This article was written based on a community service program implemented in an effort to improve the quality of educational facilities at the Hidayatul Qur'an Islamic Boarding School Mosque. This Islamic boarding school stands on an area of ??1,342 m2 with a built-up area of ??541 m2. The facilities available for learning are still very minimal and the condition of the mosque building is also old with the condition of the building worrying about its safety. As the number of students continues to increase, foundation management really needs to improve adequate educational infrastructure. However, foundation managers have limited expertise in drawing and designing mosque building renovation designs to improve the quality of educational facilities. This community service aims to provide working drawing documents and budget plans for renovation and construction costs as a basis for implementing the construction of educational facilities. The method used is the science and technology diffusion method. The results of the program implementation produced a product document planning the renovation of the mosque at the Hidayatul Qur'an Blitar Islamic Boarding School. This document in the form of an image design complies with applicable standards and is useful in implementing the construction of educational facilities at the Hidayatul Qur'an Islamic Boarding School mosque. ABSTRAKNaskah ini ditulis berdasarkan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Masjid Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an. Ponpes ini berdiri pada lahan seluas 1.342 m2 dengan luas terbangun seluas 541 m2. Sarana yang tersedia untuk pembelajaran masih sangat minim dan kondisi bangunan masjid juga sudah tua dengan kondisi bangunan yang mengkhawatirkan keamanannya. Seiring dengan pertambahan jumlah santri yang terus meningkat, pengelola yayasan sangat memerlukan perbaikan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Namun demikian pengelola yayasan memiliki keterbatasan keahlian dalam menggambar dan merancang desain renovasi bangunan masjid untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyediakan dokumen gambar kerja dan rencana anggaran biaya renovasi serta pembangunan sebagai dasar untuk pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode difusi iptek. Hasil pelaksanaan program menghasilkan sebuah produk dokumen perencanaan renovasi masjid di Ponpes Hidayatul Qur’an Blitar. Dokumen berupa desain gambar ini sesuai standar yang berlaku dan bernanfaat dalam pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan di masjid Ponpes Hidayatul Qur’an.
PENINGKATAN KAPASITAS PERENCANAAN STRATEGIS DI SMK: PENGABDIAN MASYARAKAT DI SMKN 1 PANGANDARAN A F, IKKA KARTIKA; ANDIKA, ARDI; SUPRIADI, DEDE; NURDIANA, NURDIANA; ANWAR, ALZANI SAEFUL
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4298

Abstract

This community service program aims to enhance the strategic planning capacity at SMKN 1 Pangandaran to support the improvement of educational quality. The background of this activity lies in the challenges faced by the school, such as limited understanding of strategic planning concepts, resource constraints, and insufficient access to managerial training. This program involved school principals, teachers, and education staff through a series of activities, including presentations, discussions, SWOT analysis workshops, and case studies. Participants were trained to formulate vision, mission, SMART-based strategic objectives, and develop specific and measurable action plans for the next three years. The results demonstrated a significant improvement in participants' understanding and skills, particularly in conducting SWOT analysis, formulating strategic objectives, and developing realistic implementation steps. Although challenges in implementation due to budget and time constraints were noted, this training has had a positive impact on school management. This program also fostered synergy between the academic world and educational practices, thereby encouraging the sustainability of strategic development programs in vocational schools. ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perencanaan strategis di SMKN 1 Pangandaran guna mendukung peningkatan mutu pendidikan. Latar belakang kegiatan ini adalah adanya tantangan yang dihadapi sekolah, seperti kurangnya pemahaman terhadap konsep perencanaan strategis, keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, serta minimnya akses terhadap pelatihan manajerial. Kegiatan ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan melalui serangkaian pelatihan, termasuk presentasi, diskusi, workshop analisis SWOT, dan studi kasus. Peserta dilatih untuk merumuskan visi, misi, tujuan strategis berbasis SMART, serta menyusun rencana aksi yang spesifik dan terukur untuk periode tiga tahun ke depan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, khususnya dalam melakukan analisis SWOT, merumuskan tujuan strategis, serta mengembangkan langkah implementasi yang realistis. Meskipun terdapat kendala dalam implementasi akibat keterbatasan anggaran dan waktu, pelatihan ini memberikan dampak positif bagi manajemen sekolah. Kegiatan ini juga menciptakan sinergi antara dunia akademik dan praktik pendidikan, sehingga diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program pengembangan strategis di SMK.
PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA SEBAGAI PENGGERAK PERUBAHAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN DAN KEBUDAYAAN Rohmiyati, Atiek; Suwarni, Wahyu; Yanke, M.H. Randito Vidoardo Pranaka
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4374

Abstract

Public awareness toward culture (arts, traditional houses, traditions, regional languages, regional food, regional clothing, ethics) at the local and national levels is currently lacking. This is because local cultural products in the form of art as a national culture are degraded by foreign art that is more often aired through various media. The purpose of this Community Service is an effort to empower the younger generation as a driver of change to be more familiar with culture and participate in maintaining their cultural arts. The method used is quantitative using a Likert scale, the Likert scale is used to measure students' knowledge of their own culture.  This is done by providing briefings to Polimedia students about the importance of their role as drivers of change to participate in maintaining artistic and cultural values as the nation's identity and fostering a sense of nationalism. The briefing provided included counseling on the importance of involving arts and cultural activities in every event at school and being used in the form of digital media content. The expected results are the empowerment of the younger generation to promote Indonesian arts and culture through participating in carnivals, cultural arts festivals and creating content with Indonesian culture. ABSTRAKKepedulian masyarakat terhadap budaya (kesenian, rumah adat, tradisi, bahasa daerah, makanan daerah, pakaian daerah, etika) di tingkat lokal maupun nasional saat ini dirasa kurang. Hal ini karena produk-produk budaya lokal berupa kesenian sebagai budaya bangsa terdegradasi oleh kesenian luar negeri yang lebih sering ditayangkan melalui berbagai media. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan satu upaya untuk memberdayakan generasi muda sebagai penggerak perubahan untuk lebih mengenal budaya dan ikut serta memelihara seni budayanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan skala Likert, skala Likert digunakan untuk mengukur pengetahuan Mahasiswa terhadap suku budayanya sendiri.  Hal ini dilakukan dengan memberikan pembekalan kepada mahasiswa Polimedia tentang pentingnya peran mereka sebagai penggerak perubahan untuk ikut mempertahankan nilai-nilai kesenian dan kebudayaan sebagai jati diri bangsa serta memupuk rasa nasionalisme. Pembekalan yang diberikan diantaranya dengan penyuluhan pentingnya melibatkan kegiatan kesenian dan kebudayaan setiap acara-acara di sekolah serta dijadikan dalam bentuk konten media digital. Hasil yang diharapkan adanya pemberdayaan generasi muda untuk mempromosikan seni budaya Indonesia melalui ikut dalam karnaval, festival seni budaya dan membuat konten-konten yang bermuatan budaya Indonesia.
KINERJA PROFESIONALISME GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS DI SMA ISLAM DARUL ABROR BEKASI Haratua, Chandra Sagul; Simorangkir, Sahat T.; Kasyadi , Soeparlan
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4659

Abstract

This study aims to analyze the performance of teacher professionalism in creating a quality learning environment at SMA Islam Darul Abror Bekasi. Teacher professionalism is a key factor in the success of the learning process and directly impacts student learning outcomes. The research method used is a qualitative approach with observation, interviews, and documentation techniques. The results show that teacher professionalism at SMA Islam Darul Abror Bekasi is demonstrated through the implementation of innovative teaching methods, the use of technology in learning, and effective classroom management. However, some challenges exist, such as the lack of continuous professional training and limited supporting facilities. Therefore, enhancing teacher professionalism through training and competency development is an essential factor in improving the quality of learning at this school. ABSTRAKKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini brtujuan untuk menganalisis kinerja profesionalisme guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas di SMA Islam Darul Abror Bekasi. Profesionalisme guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan berdampak langsung pada hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru di SMA Islam Darul Abror Bekasi ditunjukkan melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta pengelolaan kelas yang efektif. Namun, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya pelatihan profesional berkelanjutan dan keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah ini.

Page 9 of 17 | Total Record : 162