cover
Contact Name
Abdimas Langkanae
Contact Email
junallangkanae11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
junallangkanae11@gmail.com
Editorial Address
Komp. Perumahan Griya Lumandi Permai
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Langkanae
ISSN : -     EISSN : 28087682     DOI : https://doi.org/9.jpm/006
Abdimas Langkanae adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 2 (2026)" : 27 Documents clear
Sosialisasi Batas Etis Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Pengerjaan Tugas Sekolah bagi Siswa SMA Negeri 5 Luwu Abdullah Syukur; Nirsal Nirsal; Sastrio Manurun Siatu; Safna Safna; Epa Palentin; Alya Nurafni; Indah Ramadhani; Elsa Elsa
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.609

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan kemudahan bagi siswa dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan tugas sekolah. Namun, penggunaan AI yang tidak disertai pemahaman etika berpotensi menimbulkan pelanggaran integritas akademik, plagiarisme, serta ketergantungan terhadap teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai batas etis penggunaan AI dalam pengerjaan tugas sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2026 di SMA Negeri 5 Luwu dengan melibatkan 29 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan AI, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran, pentingnya verifikasi informasi, serta penerapan prinsip kejujuran akademik dalam penggunaan AI. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya budaya penggunaan teknologi yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pangan: Inovasi Pengabdian Masyarakat di Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Lingkungan Sri Hastuty; Syamsuddin Syamsuddin; Erni Firdamayanti; Marlia Muklim
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.677

Abstract

Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra perkebunan kakao di Sulawesi Selatan yang menghasilkan potensi limbah kulit kakao sangat besar. Sekitar 70–80% bagian buah kakao berupa kulit terbuang dan sering dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, kulit kakao mengandung serat pangan, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang dapat diolah menjadi bahan baku pangan bernilai tambah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada siswa dan guru UPT SMA Negeri 4 Kabupaten Luwu dalam memanfaatkan limbah kulit kakao sebagai bahan pangan inovatif guna meningkatkan nilai ekonomi dan kesadaran lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2026 melalui pendekatan penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pengolahan kulit kakao menjadi produk pangan sederhana. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi gizi dan nilai ekonomis kulit kakao, peningkatan keterampilan praktis dalam tahap pengolahan (pembersihan, pengeringan, penghalusan, hingga pembentukan produk), serta tumbuhnya kesadaran lingkungan dan minat kewirausahaan berbasis potensi lokal. Respons positif dari pihak sekolah dan antusiasme siswa menandakan keberhasilan program ini sebagai model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan durasi praktik, penyediaan peralatan yang memadai, serta integrasi ke dalam program ekstrakurikuler atau pembelajaran kewirausahaan di sekolah.
Literasi Visual Melalui Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Pelestarian Cerita, Budaya, dan Nilai-Nilai Inspiratif Lokal Mudatsir Mudatsir; Damayanti Damayanti; Sri Hanipah; Ratu Bulkis Ramli; Ismail Ismail; Parman Parman; Mutiya Oktariani
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.819

Abstract

Pelestarian cerita rakyat, budaya, dan nilai-nilai inspiratif lokal memerlukan strategi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, salah satunya melalui penguatan literasi visual masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendokumentasikan warisan budaya melalui workshop fotografi dan videografi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain Sequential Explanatory, yang mengombinasikan penyampaian materi, praktik, observasi, wawancara, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Workshop dilaksanakan pada 4 Juni 2026 di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Merauke, dilanjutkan dengan praktik lapangan pada 5 Juni 2026 di Kampung Buti, Kabupaten Merauke. Peserta berjumlah 20 orang yang terdiri atas 7 dosen dan 13 mahasiswa Universitas Musamus dari Program Studi PG PAUD, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Ekonomi Pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik fotografi, videografi, dan visual storytelling untuk mendokumentasikan cerita rakyat dan budaya lokal. Luaran kegiatan berupa foto dokumenter, video dokumenter, dan photo story yang berfungsi sebagai arsip digital sekaligus media edukasi dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa workshop fotografi dan videografi merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat literasi visual serta mendukung pelestarian warisan budaya berbasis partisipasi masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Sagu Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati; Muhammad Nurahmad; Supriadi Supriadi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.832

Abstract

Sagu merupakan pangan lokal strategis yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih didominasi produk tradisional dan penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Artikel ini memaparkan rancangan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengintegrasikan inovasi produk, pelatihan partisipatif, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha melalui pengolahan pati sagu menjadi Sago Flakes. Program dirancang selama empat bulan dengan sasaran 10–15 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil di wilayah sentra sagu. Tahapan kegiatan mencakup survei dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan sagu, praktik pembuatan Sago Flakes, pengembangan minuman berbasis sagu, pengemasan, pemasaran, dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Sago Flakes dapat ditempatkan sebagai produk pangan instan siap seduh yang dikembangkan dalam bentuk serpihan kering dan minuman dengan tiga varian rasa, yaitu gula aren, cokelat, dan vanila atau pandan. Keberhasilan program ditargetkan melalui terciptanya produk siap pasar, kemampuan produksi mandiri oleh sekurang-kurangnya 80% peserta, tersusunnya identitas merek, serta terbentuknya satu kelompok usaha berbasis sagu. Rancangan ini menegaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu dipadukan dengan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran agar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas program tetap memerlukan verifikasi melalui data pelaksanaan, uji mutu produk, dan pemantauan usaha pascaprogram.
Pendampingan dan Pengembangan Bakat Anak di Sumpang Saloe Kecamatan Lilirilau Kab. Soppeng melalui Program Lomba Kreasi Islami Murniati Murniati; Dian Pramana Putra; Akramunnisa Akramunnisa
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.571

Abstract

Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat memberikan kesempatan yang bermakna bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keterampilan keagamaan, dan kepercayaan diri. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dan mendukung pengembangan bakat anak-anak di Sumpang Saloe, Kecamatan Lilirilau Kab. Soppeng , melalui Program Lomba Kreasi Islami. Program ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan “Lomba Semarak Ramadhan 1447 H” pada 14–16 Maret 2026. Pelaksanaan program memadukan pendampingan partisipatif, bimbingan teknis, kompetisi, evaluasi, dan pemberian apresiasi. Kegiatan utama meliputi hafalan surah-surah pendek, lomba adzan, serta kegiatan kreativitas dan mewarnai bernuansa Islami. Hasil pengamatan kualitatif selama pelaksanaan program menunjukkan tingginya antusiasme peserta, meningkatnya keberanian untuk tampil di depan umum, semakin baiknya perhatian terhadap teknik membaca Al-Qur’an dan mengumandangkan adzan, serta aktifnya ekspresi kreativitas melalui karya visual. Program ini juga mendorong terciptanya kompetisi yang sehat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membangun kolaborasi antara anak-anak, keluarga, masyarakat, dan tim pengabdian kepada masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis kompetisi tidak hanya dapat berfungsi sebagai kegiatan rekreatif selama bulan Ramadhan, tetapi juga sebagai strategi kontekstual untuk mengembangkan bakat anak dan membentuk karakter Islami.
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris melalui Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Suhardi Suhardi; Alim Surya Saruman; Aryo S.
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.691

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut guru memiliki kompetensi dan kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran yang inovatif serta mampu memanfaatkan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI). Namun, hasil observasi di SD Negeri 56 Bulantua menunjukkan bahwa guru masih mengalami keterbatasan dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pengembangan perangkat pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran berbasis AI dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi AI, praktik pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran, pendampingan, presentasi produk, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil menghasilkan produk pembelajaran berupa modul ajar, lembar soal, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media presentasi interaktif, dan media pembelajaran digital berbantuan AI. Kualitas produk memperoleh rata-rata skor 3,60 dengan kategori Sangat layak, sedangkan hasil evaluasi kompetensi guru memperoleh skor rata-rata 3,80 dengan kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AI yang mengintegrasikan penyampaian materi, praktik, dan pendampingan efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan kompetensi guru dalam mendukung transformasi pembelajaran dan implementasi Kurikulum Merdeka.
Menghidupkan Warisan Dayak: Peran Museum Balanga Dalam Menumbuhkan Kesadaran Budaya Nur Mawaddah; Muhammad Husni
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.778

Abstract

PkM ini mengeksplorasi peran strategis Museum Balanga sebagai institusi pelestarian dalam menumbuhkan kesadaran budaya masyarakat terhadap warisan Dayak di Kalimantan Tengah. Di tengah arus modernisasi yang mengancam keberlangsungan tradisi lokal, museum dituntut untuk bertransformasi dari sekadar penyimpanan artefak menjadi pusat edukasi yang dinamis. Melalui pendekatan kualitatif, PkM ini menganalisis bagaimana koleksi dan program publik di Museum Balanga mampu mengkomunikasikan nilai-nilai filosofis adat Dayak kepada generasi muda. Hasil PkM menunjukan bahwa internalisasi nilai budaya melalui pendekatan kuratorial yang interaktif dan pelibatan komunitas lokal secara signifikan meningkatkan apresiasi masyarakat. Kesimpulannya, Museum Balanga memegang peran krusial sebagai jembatan transgenerasi yang memperkuat identitas budaya Dayak dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Manajemen Produksi dan Usaha Bawang Merah Goreng di Desa Galung Lombok, Kabupaten Polewali Mandar Ihsan arham; Dian Utami Zainuddin; Niken Nur Kasim; Fitri Fitri; Andi Werawe Angka; Ikawati Ikawati; Dahniar Dahniar
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.789

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama mitra yaitu 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Metode pelaksanaan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis dan praktis kepada masyarakat mengenai membuat bawang goring yang renyah dan tahan lama. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif, dengan mengedepankan keterlibatan langsung peserta dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi hasil. Implementasi pelaksanaan program dalam rangka keberlanjutan adalah senantiasa melakukan monitoring dan pendampingan di kelompok mitra sehingga diharapkan teknologi pembuatan bawang goreng dapat diadopsi juga oleh kelompok yang lain. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan kapasitas pengetahuan petani akan lebih efektif dengan menggunakan pendekatan partisipatif, dan penyajian materi yang dilengkapi dengan pelatihan teknis. Respon tersebut berupa motivasi, pengetahuan, dan keinginan untuk menerapkan pengetahuan dalam pembuatan bawang goreng dan manajemen usahanya.
Pelatihan Uji Fitokimia Tanaman Lokal yang Berpotensi sebagai Obat-obatan untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa di SMK Analis Mandala Bhakti Kota Palopo Ilmiati Illing; Sukarti Sukarti; Ulfah Zakiyah Hamdani; Nurmalasari Ismail; Nurasia Nurasia
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.803

Abstract

Peningkatan literasi sains dan keterampilan laboratorium merupakan aspek penting dalam mendukung kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada bidang analisis kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan literasi sains siswa melalui pelatihan uji fitokimia tanaman lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan obat. Kegiatan dilaksanakan di SMK Analis Mandala Bhakti Kota Palopo dengan melibatkan dosen Program Studi Kimia Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo, ketua program studi, kepala sekolah, guru bidang Kimia dan Biologi, serta siswa kelas XII. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan praktikum penggunaan alat laboratorium serta pengenalan teknik skrining fitokimia pada tanaman lokal yang berpotensi sebagai sumber obat tradisional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan sumber daya alam hayati, pengenalan senyawa metabolit sekunder, serta peningkatan keterampilan dalam penggunaan peralatan laboratorium kimia. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains siswa melalui pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan konsep kimia dengan potensi sumber daya hayati lokal dan memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis laboratorium.
Penerapan dan Sosialisasi Teknologi Pengering Efek Rumah Kaca dan Fermentasi Bertingkat Biji Kakao Sunarti Cambaba; Jumarniati Jumarniati; Muhammad Akram Hamzah; Andi Jumardi; Dianradika Prasti; Akaramunisa Akaramunisa; Muhammad Naim; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.820

Abstract

Kelompok Tani Mitra Tani Bassiang di Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, menghadapi persoalan rendahnya nilai jual biji kakao akibat praktik pascapanen yang masih konvensional. Sebanyak 95% anggota menjual biji kakao dalam bentuk asalan (non-fermentasi) dan proses pengeringan masih dilakukan dengan menjemur di pinggir jalan atau beralaskan terpal tipis selama 5-7 hari sehingga rentan terkontaminasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan dan mensosialisasikan teknologi pengering berbasis Efek Rumah Kaca (ERK) dan teknologi kotak fermentasi bertingkat kepada mitra. Metode pelaksanaan meliputi survei dan koordinasi awal, sosialisasi dan penyuluhan, serta pengenalan langsung (demonstrasi) kedua teknologi kepada anggota kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap standar mutu biji kakao fermentasi sesuai SNI 2323:2008 serta manfaat teknologi pengeringan higienis yang mempersingkat waktu pengeringan dan menekan risiko kontaminasi. Peserta menyambut positif kedua teknologi ini sebagai solusi atas rendahnya harga jual biji kakao asalan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi penerapan teknologi secara penuh pada tahap pengabdian berikutnya, guna meningkatkan nilai tambah kakao dan kesejahteraan petani di Desa Bassiang.

Page 1 of 3 | Total Record : 27