cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 165 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN BERDASARKAN KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK DI MA GAZA AL-ISLAMI BOGOR Salsabila, Aisyah; Makarim, Chodidjah; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i1.15958

Abstract

Baca Tulis Qur'an (BTQ) is a Qur'anic reading and writing lesson that must be given to every Muslim. This learning is usually carried out in every Islamic-based school in Indonesia. This study aims to determine the objectives, methods, strategies, and learning style tendencies of students in the learning process of reading and writing the Qur'an at MA Gaza Al-Islami Bogor. The method used in this research is qualitative with a field study approach (field research), data sources obtained from observation, interviews, documentation conducted at the school. This study found that the purpose of implementing learning to read and write the Qur'an is to explore the potential of students in reading and being able to write the Qur'an by exploring its content. There are two methods used in the learning process of introducing hijaiyah letters (makhorijul huruf) and the binnadzhor method. The strategy used by teachers in improving reading and writing skills is by paying attention to the ability of students, observing and choosing the right method. The learning styles of the learners include visual, auditive, and kinestic (VAK) learning styles, emphasizing that learning should take advantage of the sensory tools that students have. Abstrak Baca Tulis Qur’an (BTQ) adalah merupakan pembelajaran baca tulis Alquran yang wajib diberikan kepada setiap muslim. Pembelajaran ini biasa dilaksanakan di setiap sekolah yang berbasis kepada keislaman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan, metode, strategi, dan kecenderungan gaya belajar siswa dalam proses pembelajaran baca tulis Alquran di MA Gaza Al-Islami Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research), sumber data didapatkan dari observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan di sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa tujuan pelaksanaan pembelajaran Baca Tulis Qur’an adalah menggali potensi peserta didik dalam membaca dan mampu menulis Alquran dengan mendalami isi kandungannya. Ada dua metode yang digunakan pada proses pembelajaran pengenalan huruf-huruf hijaiyah (makhorijul huruf) dan metode binnadzhor. Strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis yakni dengan cara memperhatikan kemampuan peserta didik, mengamati dan memilih metode yang tepat. Gaya belajar para peserta didik meliputi gaya belajar visual, auditif, dan kinestetik (VAK), dengan menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan alat indra yang dimiliki siswa.
Eksplorasi hubungan layanan dan kontribusi Pendidikan Agama Islam pada kepribadian siswa SMPN 1 Bojong Gede Muhardi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i1.16131

Abstract

This study aims to identify the relationship between Educational Services and the Role of Islamic Religious Education with Student Personality at SMP Negeri 1 Bojong Gede. The survey method was used with 225 students as respondents. Data was collected through questionnaires to measure students' perceptions of Educational Services and the Role of Islamic Religious Education. Assessment of Student Personality using instruments that have been registered and calibrated for validity and reliability. The results of the analyses showed that: (1) There is a positive relationship between Educational Services (X1) and Student Personality (Y) with coefficient ry1 = 0.360 and regression equation y = 5.077 + 0.144 X1; (2) Positive relationship between Role of Islamic Education (X2) and Student Personality (Y) with coefficient ry2 = 0.299 and regression equation y = 6.660 + 0.079 X2; (3) A joint positive relationship between Educational Services (X1) and the Role of Islamic Religious Education (X2) with Student Personality (Y), with coefficient ry12 = 0.377 and multiple regression equation y = 3.493 + 0.113 X1 + 0.037 X2. These findings indicate the need for increased educational services at home and increased role of Islamic Education to improve student achievement and personality. The implementation of the Role of Islamic Education can be improved through mobilising direction, providing motivation, and more effective supervision of staff and teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara Layanan Pendidikan dan Peran Pendidikan Agama Islam dengan Kepribadian Siswa di SMP Negeri 1 Bojong Gede. Metode survei digunakan dengan 225 siswa sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur persepsi siswa terhadap Layanan Pendidikan dan Peran Pendidikan Agama Islam. Penilaian Kepribadian Siswa menggunakan instrumen yang telah terdaftar dan dikalibrasi untuk validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif antara Layanan Pendidikan (X1) dengan Kepribadian Siswa (Y) dengan koefisien ry1 = 0,360 dan persamaan regresi y = 5,077 + 0,144 X1; (2) Hubungan positif antara Peran Pendidikan Agama Islam (X2) dan Kepribadian Siswa (Y) dengan koefisien ry2 = 0,299 dan persamaan regresi y = 6,660 + 0,079 X2; (3) Hubungan positif bersama antara Layanan Pendidikan (X1) dan Peran Pendidikan Agama Islam (X2) dengan Kepribadian Siswa (Y), dengan koefisien ry12 = 0,377 dan persamaan regresi ganda y = 3,493 + 0,113 X1 + 0,037 X2. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan Layanan Pendidikan di rumah dan peningkatan Peran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan prestasi dan Kepribadian Siswa. Implementasi Peran Pendidikan Islam dapat ditingkatkan melalui mobilisasi arah, pemberian motivasi, dan pengawasan yang lebih efektif terhadap staf dan guru.
PERENCANAAN SARANA PRASARANA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NURHASANAT BOARDING SCHOOL KARAWANG Masrukhan, Luthfiyah; Sa'diyah, Maemunah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16141

Abstract

This research was conducted because we wanted to know the form of planning for infrastructure and facilities to improve the quality of education at SMP Nurhasanat Boarding School Karawang. Where the importance of student satisfaction with the quality of services provided is important and requires private educational institutions to clearly define competition in educational services. This research aims to attract students, it is necessary to improve the quality of training, especially regularly improving and updating the quality of facility services to create lasting interactions with students and effectiveness in providing services commensurate with the costs incurred by students. Student satisfaction and academic achievement have become a primary focus of teachers and policy makers in competing learning environments. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. So in this research, the researcher tries to describe the object under study based on excavations obtained in the field. The research results show that infrastructure management has prepared a good education and coaching system that meets planning principles, and the completeness of infrastructure components still requires appropriate improvements in terms of sharia standardization and facility layout. Abstrak Penelitian ini dilakukan karena ingin mengetahui bentuk perencanaan sarana prasarana dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Nurhasanat Boarding School Karawang. Di mana pentingnya kepuasan siswa dengan kualitas layanan yang diberikan penting dan dibutuhkan lembaga pendidikan swasta untuk secara jelas mendefinisikan persaingan dalam layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menarik siswa, perlu meningkatkan kualitas pelatihan, terutama secara teratur meningkatkan dan memperbarui kualitas layanan fasilitas untuk menciptakan interaksi yang langgeng dengan siswa dan efektivitas dalam penyediaan layanan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan siswa. Kepuasan murid dan prestasi akademik telah menjadi fokus utama para guru dan pembuat kebijakan dalam persaingan lingkungan belajar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk menggambarkan objek yang diteliti berdasarkan penggalian yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sarana prasarana sudah menyiapkan sistem pendidikan serta pembinaan yang baik dengan memenuhi prinsip- prinsip perencanaan, serta pada komponen kelengkapan sarana prasarana masih membutuhkan penyempurnaan yang sesuai dari standarisasi syariat dan tataan fasilitas.
Penggunaan teknologi digital ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan untuk pengajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Kota Depok Alwahid, Muhamad Azhar; Saepudin, Didin; Subagiya, Bahrum; Andriansyah, Andri; Andestend
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i1.16296

Abstract

This article aims to explain that brain-friendly, child-friendly and environment-friendly digital technology through interaction between teachers and students with comprehensive guidance can improve learning outcomes. With brain-friendly, child-friendly and environmentally-friendly technologies more channels of interaction between teachers and students are created so as to improve teaching and shape students' thinking patterns. In classroom learning teachers use WhatsApp, YouTube, Instagram, power points, google classroom, quizzes, Edmundo, google meet and zoom meeting. The learning approach used is the scientific approach (observing, questioning, gathering information, associating and communicating), so that learning becomes more interesting and students become more active. However, although digital technology can improve learning outcomes, it has not been able to achieve the main objectives of Islamic religious education, namely religiosity, faith, piety and noble character. In addition, brain-friendly, child-friendly and environmentally friendly technology has advantages but also has several weaknesses. The advantages of using brain-friendly, child-friendly and environmentally friendly technology are (1) making it easier for teachers and students to access knowledge; (2) there is no need to buy and stack books but teachers can access e-books (electronic books) from the internet which can be opened via a hand phone or laptop; (3) finding teaching materials and other needs becomes very easy; (4) communicating with others is so easy and fast; (5) making it easier for teachers to provide subject matter to students. Meanwhile, the disadvantages of using brain-friendly, child-friendly and environmentally friendly technology are as follows: (1) some students' thoughts have a tendency towards radical thinking; (2) the rise of plagiarism among students; (3) many students become lazy and tend to behave unruly and resist; (4) lazy to carry out worship, especially the five daily prayers; (5) making the main task as a side and spending time using the internet to find other information outside the tasks given by the teacher; (6) the emergence of arrogant behavior, namely the emergence of feelings from students feeling smarter than their teachers because students have more time to access various kinds of information that enter through the internet. Abstrak Artikel ini bertujuan menjelaskan bahwa teknologi digital ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan melalui interaksi antara guru dan siswa dengan bimbingan yang komprehensif dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Dengan teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan semakin banyak saluran interaksi antara guru dan siswa diciptakan sehingga dapat meningkatkan pengajaran dan membentuk pola berpikir siswa. Dalam pembelajaran di kelas guru menggunakan WhatsApp, Youtube, Instagram, Power poin, Google Classroom, Quizzes, Edmundo, Google Meet dan Zoom Meeting. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan), sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa menjadi lebih aktif. Namun demikian walaupun teknologi digital dapat meningkatkan hasil pembelajaran akan tetapi belum bisa mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang utama yaitu religiusitas, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Selain itu teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan memiliki kelebihan tetapi juga memiliki beberapa kelemahan. Kelebihan penggunaan teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan adalah (1) memudahkan guru dan siswa dalam mengakses ilmu pengetahuan; (2) tidak perlu banyak membeli dan menumpuk buku tetapi guru dapat mengakses e-book (buku elektronik) dari internet yang dapat dibuka melalui handphone atau laptop; (3) mencari bahan ajar dan kebutuhan lain menjadi sangat mudah; (4) berkomunikasi dengan orang lain begitu mudah dan cepat; (5) memudahkan guru dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa. Sedangkan kelemahan penggunaan teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan adalah sebagai berikut: (1) beberapa pemikiran siswa memiliki kecenderungan pada pemikiran radikal; (2) maraknya plagiarisme di kalangan para siswa; (3) banyak siswa menjadi malas dan cenderung berperilaku sulit diatur dan melawan; (4) malas melaksanakan ibadah terutama shalat lima waktu; (5) menjadikan tugas pokok sebagai sampingan dan menghabiskan waktu menggunakan internet untuk mencari informasi lain di luar tugas yang diberikan guru; (6) timbulnya tabiat sombong yaitu timbulnya perasaan dari siswa merasa lebih pintar dari gurunya karena siswa lebih banyak waktu untuk mengakses berbagai macam informasi yang masuk lewat internet.
Inovasi Kurikulum Pendidikan islam Era 4.0 di MTsN 1 Pariaman Aulia Gusli, Ramadhoni; Iswantir M; Muaddyl Akhyar; Kurnia Mira Lestari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16401

Abstract

One of the goals of Islamic education is to improve human intelligence and enhance the spirituality of each individual. Thus, education can improve the quality of life of each individual. One of the problems faced in the world of education is related to the curriculum which is the heart of educational institutions. The curriculum regulates the course of the education system and as a manager of educational programmers. So, if the curriculum does not have innovations that are in accordance with the challenges of the industrial revolution 4.0, the resulting learning cannot improve the ability of students to compete in the industrial revolution 4.0. So, the author conducted research using the literature review research method. The location of this research is MTsN 1 Pariaman. This study found that the Islamic education curriculum, especially at MTsN 1 Pariaman, has sought curriculum innovation to keep up with the times that have developed. Adaptive and responsive Islamic education curriculum by producing various programmers that can support the ability of students to think critically and innovatively, collaborate and have a global outlook. With the development of science and technology, educators, learners and even parents must gain a better understanding of technology, information and communication. Educators should also endeavor to make changes, innovate learning, and adapt their learning to meet the needs of society. The curriculum, more specifically, must always be innovated. This is because curriculum programmers implemented in education can help learners learn and face challenges in the globalized industry 4.0. Abstrak Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah untuk meningkatkan kecerdasan manusia dan meningkatkan spiritualitas setiap individu. Dengan demikian pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup setiap individu. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan kurikulum yang merupakan jantung dari lembaga pendidikan. Kurikulum yang mengatur jalannya sistem pendidikan dan sebagai pengelola program pendidikan. Sehingga jika kurikulum tidak memiliki inovasi yang sesuai dengan tantangan revolusi industri 4.0, maka pembelajaran yang dihasilkan tidak dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0. Maka, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kajian literatur. Lokasi penelitian ini di MTsN 1 Pariaman. Pada penelitian ini menghasilkan bahwa kurikulum pendidikan Islam khususnya di MTsN 1 Pariaman telah mengupayakan inovasi kurikulum agar mengikuti perkembangan zaman yang telah berkembang. kurikulum pendidikan Islam yang adaptif dan responsif dengan menghasilkan berbagai program yang dapat mendukung kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis dan inovatif, berkolaborasi dan berwawasan global. Dengan perkembangan IPTEK, pendidik, peserta didik, dan bahkan orang tua harus memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang teknologi, informasi, dan komunikasi. Para pendidik juga harus berusaha untuk melakukan perubahan, melakukan inovasi pembelajaran, dan menyesuaikan pembelajaran mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kurikulum lebih spesifik, harus selalu diinovasikan. Ini karena program kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan dapat membantu peserta didik belajar dan menghadapi tantangan dalam industri 4.0 yang global.
Teori Pembelajaran dan Dampaknya pada Pengembangan Kurikulum di SMAN 3 Bukittinggi Lestari, Kurnia Mira; M, Iswantir; Gusli, Ramadhoni Aulia
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16405

Abstract

Transformation, which is a change in behaviour, is an indication that a person is learning. Students experience three domains of education: cognitive, affective, and psychomotor. Ini adalah domain pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Therefore, the situation and conditions of supporting teaching and learning activities, the availability of facilities, and other factors must be adjusted to the educational goals to be achieved. The objective of this research is to discover a significant learning theory for teachers and students, so that learning goals may be achieved effectively and efficiently. This study is a "Library Research" that employs a research approach on text literacy and field phenomena. The method and types of data collected via journal collection support the research subject. The purpose of the data stage is to discover and gather pertinent information on the theme of learning theories and their connection to curriculum development. Afterwards, the results are analysed. Untuk menilai aspek sosial, akademik, dan ilmiah, fenomena dianalisis melalui proses review, verifikasi, reduksi, pengelompokan, sistematisasi, dan interpretasi. In addition, the methods of descriptive-critical-comparative analysis and content analysis were used during and after data collection in this research. The results indicate that teachers inherently strive to continuously enhance their own abilities, improve the quality of learning, and provide instructional materials to students in a way that fosters their understanding. In addition, in order to make the teaching process effective, teachers must know how to study theory to understand what their students need and assist them in their development. Abstrak Transformasi, didefinisikan sebagai perubahan perilaku, berfungsi sebagai indikasi bahwa individu memperoleh pengetahuan. Siswa menjalani tiga bidang pendidikan: kognitif, emosional, dan psikomotor. Ini mencakup bidang pengetahuan, sikap, dan kompetensi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyesuaikan lingkungan, keadaan, dan fasilitas untuk mendukung kegiatan mengajar dan belajar dengan tujuan pendidikan yang dimaksudkan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi teori pembelajaran penting yang penting bagi instruktur dan siswa untuk mencapai tujuan belajar dengan efektifitas dan efisiensi. Studi ini menggunakan metodologi "Penelitian Perpustakaan" untuk menyelidiki literasi teks dan fenomena lapangan. Proses pengumpulan data melibatkan mengumpulkan informasi dari jurnal untuk membantu topik penelitian. Berbagai metode dan jenis data dikumpulkan dalam proses ini. Fase data bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi yang relevan terkait dengan topik teori pembelajaran dan hubungannya dengan pengembangan kurikulum. Selanjutnya, temuan tersebut diperiksa. Untuk memberikan makna sosial, akademis, dan ilmiah, fenomena mengalami serangkaian langkah termasuk penyelidikan, verifikasi, reduksi, grup, sistematisasi, dan interpretasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif-kritik-komparatif dan analisis konten baik selama dan setelah pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa instruktur termotivasi untuk terus meningkatkan pengembangan profesional mereka, meningkatkan standar pendidikan, dan menyediakan siswa dengan materi instruksional yang dapat dimengerti. Selain itu, untuk memastikan efektivitas proses pengajaran, instruktur harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang teori-teori ini untuk membedakan kebutuhan spesifik siswa mereka dan memfasilitasi pengembangan optimal mereka.
PENGARUH PERFORMANCE FEEDBACK DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP SELF ESTEEM SISWA DI SMA RAUDHATUL JANNAH KOTA PAYAKUMBUH Kanaya Yose Putri; M. Arif; Yeni Afrida; Sri Hartati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16428

Abstract

This research is motivated by the very crucial issue of self-esteem which can have an impact on several important aspects of adolescent development. In the world of education, self-esteem is a very valuable basic asset. Respecting yourself appropriately is very important in order to make your education successful at school. Therefore, it is important for students to have high self-esteem. The purpose of this research is to find out how much influence performance feedback and social interactions have on students' self-esteem at Raudhatul Jannah High School, Payakumbuh City. This research is quantitative research with an associative type. The population in this study were students in class X and XI. Data processing techniques use data quality tests, classical assumption tests, simple linear regression methods, multiple linear regression and hypothesis testing with the help of SPSS26 software. The classical assumption test resulted that the data was normally distributed, there was no multicollinearity, and there were no symptoms of heteroscedasticity. The results of the t test on the performance feedback variable (X1) on self-esteem (Y) with a calculated t value of 2.425 > t table 1.979 has a positive direction and a significance value of 0.001 proves that there is a significant influence between performance feedback on self-esteem so that Ha1 is accepted. The results of the t test on the social interaction variable (X2) on self-esteem (Y) with a calculated t value of 3.130 > t table 1.979 has a positive direction and a significance value of 0.002 proves that there is a significant influence between social interaction on self-esteem so that Ha2 is accepted. The F test shows that the variables performance feedback (X1) and social interaction (X2) have a significant effect on self-esteem (Y) with a calculated f value of 10.428 > f table 3.07 and the correlation significance value obtained is 0.000 ˂ 0.005 so that Ha3 is accepted. The R2 value shows that the contribution of performance feedback and social interaction together to self-esteem is 0.146 (14.6%). Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan self esteem yang sangat krusial yang dapat berdampak pada beberapa aspek penting dalam perkembangan remaja. Dalam dunia pendidikan, self esteem secara wajar merupakan modal dasar yang sangat berharga. Menghargai diri sendiri secara tepat sangat penting dalam rangka menyukseskan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki harga diri yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui seberapa besar pengaruh performance feedback dan interaksi sosial terhadap self esteem siswa di SMA Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X dan XI SMA Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh yang berjumlah 180 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu stratified proportionate random sampling. Teknik pengolahan data menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, metode regresi linier sederhana, regresi linier berganda dan uji hipotesis dengan bantuan software SPSS26. Uji asumsi klasik menghasilkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak memiliki gejala heteroskedastisitas. Hasil uji t pada variabel performance feedback (X1) terhadap self esteem (Y) dengan nilai t hitung 2,425  > t tabel 1,979 berarah positif dan nilai signifikansi 0,001 membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara performance feedback terhadap self esteem sehingga Ha1 diterima. Hasil uji t pada variabel interaksi sosial (X2) terhadap self esteem (Y) dengan nilai t hitung 3,130  > t tabel 1,979 berarah positif dan nilai signifikansi 0,002 membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara interaksi sosial terhadap self esteem sehingga Ha2 diterima. Uji F menunjukkan bahwa variabel performance feedback (X1) dan interaksi sosial (X2) berpengaruh signifikan terhadap self esteem (Y) dengan nilai f hitung 10,428 > f tabel 3,07 dan perbandingan nilai signifikan yang didapat 0,000 ˂ 0,005 sehingga Ha3 diterima. Nilai R2 menunjukkan bahwa kemampuan kontribusi performance feedback dan interaksi sosial secara bersama-sama terhadap self esteem adalah sebesar 0,146 (14,6%).
Implementasi Bimbingan Teknis Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Bidang Studi Agama di MIN Bukittinggi Susanda Febriani; Sesmiarni, Zulfani; Akhyar, Muaddyl
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16436

Abstract

Supporting the vision of Indonesian education, and as part of efforts to restore learning, the independent curriculum was developed as a curriculum framework that is more flexible, while focusing on essential material and developing the character and competence of students. Efforts to implement the independent curriculum at this time, is one of the efforts to be able to implement in the implementation of the curriculum, and teachers become very important in playing and implementing this independent curriculum to the fullest and can run well. The implementation of technical guidance in the form of training on the implementation of an independent curriculum for teachers was delivered to religious teachers at MIN Bukittinggi. This training is delivered systematically and simply so that it can be understood easily and can have a significant impact in realizing learner-centered education. This research is a qualitative research. The implementation of the activity is divided into 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the reporting stage. The result was an increase in teachers' understanding in three aspects; (1) theoretically, (2) how to implement it, and (3) how to develop the curriculum. The approach of this activity uses a training model (Technical Guidance) so that the improvement of psychomotor aspects is the main aspect to be achieved. In addition to the presentation of material, participants were provided with assignments in the form of worksheets so that in addition to the cognitive aspects, the psychomotor aspects of the participants increased. Abstrak Mendukung visi pendidikan Indonesia, dan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Upaya menjalankan kurikulum merdeka pada saat ini, merupakan salah satu usaha untuk dapat mengimplemetasi dalam pelaksanaan kurikulum, dan guru menjadi sangat penting dalam memerankan dan melaksanakan kurikulum merdeka ini secara maksimal dan dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan bimbingan teknis yang dilaksanakan berupa pelatihan tentang implementasi kurikulum merdeka pada guru di sampaikan untuk guru agama yang bernaung di MIN Bukittinggi. Pelatihan ini di sampaikan secara sistematis dan sederhana sehingga mampu difahami dengan mudah serta dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap pelaporan. Hasilnya terjadi peningkatan pemahaman guru dalam tiga aspek; (1), secara teoretis, (2), bagaimana mengimplementasikannya, dan (3), bagaimana mengembangkan kurikulum. Pendekatan kegiatan ini menggunakan model pelatihan (Bimbingan Teknis) sehingga peningkatan aspek psikomotorik menjadi aspek utama yang ingin dicapai. Selain penyajian materi, peserta dibekali dengan penugasan dalam bentuk lembar kerja sehingga selain aspek kognitif, aspek psikomotorik peserta mengalami peningkatan.
The Problematics of Qur'an Teaching in Singapore's Half-Time Madrasah Tokyan, Muhaimin Bin; Zamsiswaya
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16502

Abstract

The half-time madrasah is an outgrowth of the earliest institutions of Islamic learning in Singapore. Half-term madrasah offers religious education for students attending mainstream schools. The half-term madrasa curriculum uses an Islamic religious education model called "Program aLIVE," or Learning Islamic Values Every Day. However, it is observed that students who have the potential to read the Qur'an well and correctly are low. This article tries to explain some of the problems that become obstacles to learning the Qur'an in Madrasah Separuh Masa. The research method used is a type of qualitative research with a literature study approach. The data used is sourced from observation, interviews, and documentation. The results show that there are several challenges that become problematic in the process of teaching the Qur'an at Madrasah Separuh Masa Singapore. First, the lack of learning time, limited human resources, the difficulty of building student motivation, and Qur'an teaching methods. Abstrak Madrasah separuh masa merupakan hasil perkembangan dari institusi pembelajaran agama Islam paling awal di Singapura. Madrasah separuh masa menawarkan pendidikan agama bagi siswa yang mengikuti sekolah umum. Kurikulum madrasah separuh masa menggunakan model Pendidikan Agama Islam yang disebut dengan “Programme aLIVE” atau Learning Islamic Values Every Day. Namun demikian, dari hasil pengamatan didapat hasil bahwa siswa yang berpotensi bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar rendah. Artikel ini mencoba memaparkan beberapa problem yang menjadi kendala dalam pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Separuh Masa. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatifdengan pendekatan studi pustaka. Data yang digunakan bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada beberapa tantangan yang menjadi problematika dalam proses pengajaran al-Qur’an di Madrasah Separuh Masa Singapura. Pertama, kurangnya waktu pembelajaran, keterbatasan sumber daya manusia, sulitnya membangun motivasi siswa, dan metode pengajaran Al-Qur’an.
Value Education in Qur'anic Learning Based on Sab’atu Al-Ahrāf Sinwan, Husaini Bin; Zamsiswaya
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16503

Abstract

Sab'atu Al-Ahrāf is a concept of teaching the Qur'an with differences in seven Arabic variations in pronunciation. This concept has been known since the time of the Prophet Muhammad. This difference in qiraat makes the Qur'an so rich in wisdom values, both in a cultural perspective and in a religious perspective. This study aims to integrate value education with Sab'atu Al-Ahrāf-based Qur'an learning. The research method used is a qualitative method, and the type of research is library research that uses a descriptive analysis approach. The results showed that there are three value educations that can be integrated with Sab'atu Al-Ahrāf-based Qur'anic learning, namely moral education, religious education, and socio-cultural education. Moral education includes moral education, character education, ethics education, and value education; religious education includes education about sharia, tawhid, tasawwuf, and tawhid; and socio-cultural education includes education about human relations in the socio-culture of a society. Integralization of the three educations can create a comprehensive understanding and knowledge of the Qur'an and the values associated with it. Abstrak Sab’atu Al-Ahrāf merupakan konsep pengajaran al-Qur’an dengan perbedaan tujuh variasi bahasa Arab dalam pengucapannya. Konsep ini sudah dikenal sejak masa Rasulullah SAW. Perbedaan qiraat ini menjadikan al-Qur’an begitu kaya dengan nilai-nilai kearifan, baik dalam perspektif budaya maupun dalam perspektif agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan nilai dengan pembelajaran al-Qur’an berbasis Sab’atu Al-Ahrāf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian pustakayang menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga pendidikan nilai yang bisa diintegrasikan dengan pembelajaran al-Qur’an berbasis Sab’atu Al-Ahrāf, yaitu pendidikan moral, pendidikan keagamaan, dan pendidikan sosial budaya. Pendidikan moral meliputi meliputi pendidikan akhlak, pendidikan karakter, pendidikan etika, dan pendidikan nilai; Pendidikan keagamaan meliputi pendidikan tentang syariat, tauhid, tasawwuf, dan tawhid; dan Pendidikan sosial budaya meliputi pendidikan tentang hubungan antar manusia dalam sosial budaya sebuah masyarakat. Integralisasi ketiga pendidikan tersebut dapat menciptakan pemahaman dan pengetahuan yang komprehensif tentang Al-Qur’an dan nilai-nilai yang terkait dengannya.

Page 7 of 17 | Total Record : 165