cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Metode Khusus Penafsiran Al-Qurān Ahmad Musṭafa Al-Maragi Beik Dalam Tafsir Al-Maragi Falabibah, Nur Hayyah; Ma’arif Bagaskara, Syamsul
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1182

Abstract

Seperjalanan dengan pergeseran dan pergerakan manusia yang semakin menjulang naik, maka pelayanan kitab Tafsir Al-Qurān yang efektif membentuk sebuah petisi. Dengan kelahiran Metode Khusus analitis penafsiran Al-Qurān yang semakin hari semakin berkembang bertambah maju zamannya. Tujuan investigasi dalam penulisan ini adalah memerikan Metode Tafsir Khusus untuk memperoleh sebuah penemuan baru dan mengembangkan suatu ilmu. Metode penelitian ini menggunakan kajian dekriptif dan analisis, penyusunan sebuah karya ini memakai jenis pendalaman literatur (library research, yaitu berupaya untuk menyiasati sebagai konseptual tentang beraneka ragam perihal yang berkorelasi dengan Metode Khusus Penafsiran, khususnya di Kitab Tafsir Al-Maragi. Sehingga dalam penelitian ini agar lebih analitis, investigatif, faktual, logis, dan akurat. Hasil pembahasan dalam penelitian ini mengenai bervariasinya Metode dan sintesis serta gaya siasat dalam penafsiran Al-Qurān telah tumbuh berkembang hingga kini. Tafsir Al-Maragi dicatat dan dibuat demi memenuhi petisi tersebut sehingga dalam penyusunannya gaya bahasa Tafsirnya dielementerkan dengan mengarungi Metode Khusus Tafsir untuk menjauhkan sebanyak aksi dan model penafsiran Al-Qurān yang ditaraf akan menjadi penghambat pemahaman pengkaji terhadap petunjuk yang ada dalam Al-Qurān. Perkembangan masyarakat yang memang selalu berubah-rubah seiring berkembangnya zaman, maka lahirlah Metode Khusus. Dalam Metode Khusus ini merupakan suatu cara tersendiri bagi para Mufassir guna memberikan pemahaman masyarakat setempat demi memahami ayat suci Al-Qurān. In line with the increasingly towering shifts and movements of humans, the effective ministry of the book of Tafsir Al-Qurān forms a petition. With the birth of the Special Analytical Method of interpretation of the Al-Qurān which is increasingly developing day by day. The purpose of the investigation in this paper is to describe the Special Interpretation Method to obtain a new discovery and develop a science. This research method uses descriptive and analytical studies, the preparation of this work uses a type of library research, which seeks to get around as conceptual about various things that correlate with the Special Method of Interpretation, especially in the Book of Tafsir Al-Maragi. So that in this study to be more analytical, investigative, factual, logical, and accurate. The results of the discussion in this study regarding the various methods and syntheses and tactic styles in the interpretation of the Al-Qurān have grown and developed until now. Al-Maragi's Tafsir was recorded and made to fulfill the petition so that in composing the language style of the Tafsir it was elementalized by wading through the Special Method of Tafsir to distance as many actions and models of interpretation of the Al-Qurān which would be an obstacle to the reader's understanding of the instructions contained in the Al-Qurān. The development of society which is indeed always changing with the development of the times, then the Special Method was born. In this Special Method, it is a separate way for Mufassir to provide understanding to the local community in order to understand the holy verses of the Al-Qurān.
Makna Kursi Dalam Surat Al-Baqarah (2):255 Anlisis Semiotika Roland Barthes Maulana Akbar, Firdaus
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1183

Abstract

Tulisan ini membahas tentang makna kursi yang terdapat pada QS Al-Baqarah (2) 255 Allah berfirman: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk. Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak pula oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”. Makna kursi selama ini diartikan oleh masyarakat adalah ilmu dan kekuasan. Padahal kata kursi memiliki banyak makna apabila dikaji menggunakan banyak kitab tafsir dan penafsiran ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan beragam pemaknaan kursi dengan menggunakan pendekatan Roland Barthes yaitu denotasi dan konotasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa makna kursi pada tingkat denotasi ialah ilmu dan kekuasaan Allah, dan ketika naik pada Tingkat kedua konotasi kursi mendapatkan perluasan makna menjadi Allah maha kuasa atas seluruh hambanya, dan akhirya sampai pada mitos yaitu Tidak ada yang sebanding dengan Allah Swt didunia ini. This paper discusses the meaning of the chair found in QS Al-Baqarah (2) 255 Allah says: “Allah, there is no god but He, the Ever-Living, is constantly taking care of creation. He is not stricken by drowsiness nor by sleep. To Him belongs what is in the heavens and what is in the earth. No one can intercede with Him without His permission. He knows what is before them and what is behind them. They know nothing of His knowledge, except what He wills. His Kursi encompasses the heavens and the earth, and He does not find it hard to maintain them. He is the Most High, the Most Great”. The meaning of Kursi has been interpreted by the community as knowledge and power. In fact, the word Kursi has many meanings when studied using many books of tafsir and interpretations of scholars. This research aims to find various meanings of kursi by using Roland Barthes' approach, namely denotation and connotation. To achieve this goal, this study concludes that the meaning of the chair at the denotation level is the knowledge and power of Allah, and when it rises to the second level of connotation, the chair gets an expansion of meaning to become Allah omnipotent over all his servants, and finally arrives at the myth that there is nothing comparable to Allah Swt in this world.
Analysis of Islamic Law And Gender In Husband And Wife Relations (Study of Career Women in Gambiran Village, Plupuh District, Sragen Regency) Joni
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1184

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan yang telah ditemukan Di Desa Gambiran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen adalah fenomena Wanita Karier bukan suatu hal yang asing lagi ditengah masyarakat sekarang ini karena sebenarnya sekarang banyak para wanita karier yang memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, bik dalam hal membuka warung dirumah, guru, juga usaha yang lainya. Fokus masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana relasi suami istri dalam keluarga wanita Karier di desa Gambiran, kemudian bagaimana relasi suami istri dalam keluarga wanita karier di desa Gambiran perspektif Hukum Islam dan Gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana relasi suami istri dalam keluarga wanita karier di desa Gambiran dan bagaimana relasi suami istri daalam keluarga wanita karier jika di lihat dari sudut pandang Hukum Islam, gender. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan atau (field research) yaitu penelitian yang terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data dan informasi melalui wawancara langsung dengan wanita karier, suami, dan anaknya dalam mengetahui mengenai Relasi suami istri dalam keluarga wanita karier didesa Gambiran perspektif Hukum Islam dan Gender. Dalam penelitianya penulis menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu penelitian dengan menggambarkan atau menjelaskan suatu objek penelitian yang berdasarkan dengan data yang sudah dikumpulkan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa terdapat wanita karier yang relasi antara suami dan istri baik ada juga sebaliknya, relasi suami istri dalam keluarga wanita karier dengan tidak saling melimpahkan pekerjaan dan tanggung jawab pada satu sama lain. Selain itu pembagian tugas domestik harus dilakukan secara adil dan disepakati bersama, serta tidak boleh melihat unsur kelamin. Adanya kerja sama yang dilakukan secara sepadan dan adil antara suami dan istri dalam keluarga juga dalam menjalankan fungsi keluarga dengan cara membagi peran dan pekerjaan baik yang bersifat publik, domestik maupun sosial kemasyarakatan. Dan sudah sesuai dengan nilai-nilai dalam Hukum Islam dan Gender. Namun terdapat salah satu wanita karier di Desa Gambiran mengalami peran ganda. This research is based on the problems that have been found in Gambiran Village, Plupuh District, Sragen Regency, namely the phenomenon of Career Women is no longer a strange thing in today's society because in fact now many career women have jobs to meet them household needs, both in terms of opening a shop at home, teachers, and other businesses. The focus of the problem that will be studied in this study is how the relationship between husband and wife in the families of career women in Gambiran Village, then how the relationship between husband and wife in the families of career women in Gambiran Village from the perspective of Islamic Law and Gender. The purpose of this study is to find out how the relationship between husband and wife in the families of career women in Gambiran Village and how the relationship between husband and wife in the families of career women when viewed from the perspective of Islamic Law, gender. This type of research is a type of field research, namely research that goes directly to the field to obtain data and information through direct interviews with career women, their husbands, and children in finding out about the relationship between husband and wife in the families of families career women in Gambiran village from the perspective of Islamic Law and Gender. In his research, the author uses a qualitative approach that is descriptive, namely research by describing or explaining a research object based on the data that has been collected, data collection techniques in this study were carried out by observation, interviews. From this study it was found that there are career women whose relationship between husband and wife is good, there are also vice versa, the relationship between husband and wife in the family of career women by not delegating work and responsibility to each other. In addition, the division of domestic tasks must be done fairly and agreed upon together, and should not see the element of gender. There is cooperation that is carried out equally and fairly between husband and wife in the family also in carrying out family functions by dividing roles and work both public, domestic and social. And it is in accordance with the values ​​in Islamic Law and Gender. However, there is one career woman in Gambiran Village who experiences a dual role.
Analisis Ma‘Nā Cum Maghzā Terhadap Ayat-Ayat Tentang Berita Bohong (Hoaks) Dalam Al-Qur’an Ridla, Moh. Halir
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1185

Abstract

Masifnya penggunaan sarana elektronik untuk mendapatkan informasi selain membawa dampak positif disatu sisi, pada sisi lain juga berdampak negatif tanpa adanya filterisasi yang baik. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan salah satunya adalah maraknya berita bohong (hoaks), artikel ini hendak mengulas terkait ayat tentang berita bohong (hoaks) yang merefleksikan hubugan antara manusia dengan manusia lain (muamalah) yang direpresentasikan dengan kata ′ifk dalam Al-Qur’an yang hendak dilihat dengan perspektif ma‘nā cum maghzā sehingga menghasilkan signifikansi baru agar tidak menerima mentah informasi dari siapapun. Tulisan ini hendak menjawab dua problem utama tentang apa urgensi pengaplikasian pendekatan ma‘nā cum maghzā dalam penafsiran Al-Qur’an dan bagaimana rekonstruksi signifikansi ayat tentang hoaks dalam Al-Qur’an dengan pendekatan ma‘nā cum maghzā. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa, pertama, pendekatan ma‘nā cum maghzā dibutuhkan untuk merekonstruksi ulang signifikansi yang terkandung dalam Al-Qur’an dalan konteks kekinian dan kedisinian; kedua, signifikansi ayat tentang hoaks dalam konteks kekinian setidaknya ada empat di antaranya: 1) Membangun mindset positif; 2) Pentingnya melakukan klarifikasi; 3) Keburukan merupakan konsekuensi hoaks; 4) Objek hoaks adalah individu atau kolektif yang mempunyai kedudukan; 5) Hoaks dapat bersumber dari siapapun. The massive use of electronic means to obtain information in addition to bringing positive impacts on the one hand, on the other hand also has a negative impact without good filtering. This article wants to review the verse about fake news (hoax) which reflects the relationship between humans and other humans (muamalah) represented by the word ′ifk in the Qur'an which is to be seen from the perspective of ma'nā cum maghzā so as to produce new significance so as not to accept raw information from anyone. This paper aims to answer two main problems: what is the urgency of applying the ma'nā cum maghzā approach in Qur'anic interpretation and how to reconstruct the significance of the verse about hoaxes in the Qur'an with the ma'nā cum maghzā approach. This study comes to the conclusion that, first, the ma'nā cum maghzā approach is needed to reconstruct the significance contained in the Qur'an in the current and contemporary context; second, the significance of the verse about hoaxes in the current context is at least four of them: 1) Building a positive mindset; 2) The importance of clarifying; 3) Badness is a consequence of hoaxes; 4) The object of hoax is an individual or collective that has a position; 5) Hoaxes can come from anyone.
Penggunaan Kontrasepsi Spiral dalam Keluarga oleh Wanita Karir (Analisis Hukum Islam dan Dinamika Kontemporer) Ardi, Muh Zaitun; Hikmah Shuhufi, Nadyatul; Hasballah Thaib, Zamakhsyari bin
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kontrasepsi spiral dalam keluarga oleh wanita karir, dengan tinjauan terhadap hukum Islam dan dinamika sosial kontemporer. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana penggunaan kontrasepsi spiral dapat dibenarkan dalam hukum Islam, serta bagaimana penerapannya dalam konteks sosial dan budaya yang berkembang saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan kesetaraan gender dan peran ganda wanita karir. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis normatif terhadap teks-teks hukum Islam terkait kontrasepsi dan peran wanita dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks wanita karir, penggunaan kontrasepsi spiral dipandang sebagai pilihan yang sah dalam Islam, dengan syarat tidak menahan kehamilan secara permanen dan selaras dengan prinsip maslahat (kemaslahatan). Penelitian ini juga menekankan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika sosial dan gender yang berkembang, yang berperan penting dalam menentukan kebijakan keluarga. Selain itu, hasil penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam dapat menawarkan solusi yang relevan dan adaptif terhadap tantangan kontemporer yang dihadapi oleh wanita karir dalam kehidupan mereka. This study aims to analyze the use of spiral contraception in families by career women, with a review of Islamic law and contemporary social dynamics. The focus of this study is to explore the extent to which the use of spiral contraception can be justified in Islamic law, as well as how it is applied in the current developing social and cultural context, especially in facing the challenges of gender equality and the dual roles of career women. This study adopts a qualitative approach through literature studies and normative analysis of Islamic legal texts related to contraception and the role of women in society. The results of the study indicate that in the context of career women, the use of spiral contraception is seen as a legitimate choice in Islam, provided that it does not permanently inhibit pregnancy and is in line with the principle of maslahat (benefit). This study also emphasizes the importance of a deeper understanding of the developing social and gender dynamics, which play an important role in determining family policies. In addition, the results of this study confirm that Islamic law can offer relevant and adaptive solutions to contemporary challenges faced by career women in their lives.
Optimalisasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam Kurikulum Merdeka: Strategi dan Konsep Penyusunan Soal Bahasa Arab di MTs Pembangunan Jakarta Ashfia, Ahmad; Ridlo, Ubaid; Raswan
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1189

Abstract

Penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Kurikulum Merdeka di MTs Pembangunan Jakarta bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah guru bahasa Arab dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran berbasis HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyusunan soal HOTS melibatkan pendekatan berbasis analisis teks, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif, yang efektif dalam merangsang pemikiran kritis siswa. Guru juga memanfaatkan media pembelajaran interaktif, seperti video dan studi kasus, untuk mendorong siswa mengaitkan pengetahuan bahasa Arab dengan kehidupan nyata. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan waktu dan adaptasi siswa terhadap soal HOTS, penerapan HOTS secara keseluruhan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan linguistik dan kognitif siswa. Adapun langkah strategi dan konsep penyusunan soal bahasa Arab berbasis HOTS di sekolah ini adalah Menentukan Tujuan Pembelajaran, Menentukan Jenis Soal, menentukan tingkat kesulitan soal, mengintegrasikan higher order thinking skills (HOTS), konsep desain soal, penyusunan butir soal, penggunaan media pendukung, langkah validasi dan uji coba, dan penilaian dan umpan balik. The application of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the Kurikulum Merdeka at MTs Pembangunan Jakarta aims to enhance students' critical, analytical, and creative thinking skills, particularly in Arabic language learning. This research employs a descriptive qualitative method, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and document analysis. The research subjects include Arabic language teachers and students involved in HOTS-based learning processes. The findings indicate that the strategy for designing HOTS questions involves a text-based analysis approach, group discussions, and collaborative projects, which are effective in stimulating students' critical thinking. Teachers also use interactive learning media, such as videos and case studies, to encourage students to connect Arabic language knowledge with real-life contexts. Despite challenges such as time constraints and students' adaptation to HOTS questions, the overall implementation of HOTS demonstrates positive impacts on improving students' linguistic and cognitive abilities. The steps for designing Arabic language questions based on HOTS in this school include determining learning objectives, selecting question types, defining the level of difficulty, integrating HOTS, designing the question concept, drafting the questions, utilizing supporting media, conducting validation and trials, and providing assessment and feedback.
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Optimalisasi Manajemen Evaluasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Kurnia, Asraf; Sabri, Ahmad; Remiswal; Effendi, Heri; Muspardi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1190

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya penguatan moderasi beragama melalui optimalisasi manajemen evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan manajemen evaluasi PAI dalam membentuk sikap moderasi beragama pada siswa SD. Penelitian ini merupakan upaya untuk menghadapi tantangan radikalisasi dan intoleransi yang berkembang di kalangan generasi muda, serta untuk memastikan bahwa pendidikan agama dapat menghasilkan individu yang toleran, adil, dan seimbang dalam berinteraksi di masyarakat yang majemuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur, yang bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber yang relevan terkait manajemen evaluasi dalam PAI dan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi dalam PAI tidak hanya bertujuan untuk mengukur pengetahuan agama, tetapi juga untuk menilai sikap moderasi beragama siswa. Evaluasi yang efektif dapat dilakukan melalui pendekatan autentik, seperti penggunaan rubrik penilaian sikap, observasi, diskusi kelompok, dan proyek berbasis sikap. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya perencanaan evaluasi yang mengintegrasikan indikator moderasi beragama dan tindak lanjut evaluasi melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung nilai-nilai toleransi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan moderasi beragama melalui evaluasi PAI dapat membantu membentuk siswa menjadi individu yang lebih toleran dan berkeadilan. This article discusses the importance of strengthening religious moderation through the optimization of evaluation management in Islamic Religious Education (PAI) at the elementary school level. The aim of this research is to identify and explain strategies that can be used to optimize PAI evaluation management in shaping religious moderation attitudes among elementary school students. This study is an effort to address the challenges of radicalization and intolerance that are developing among the younger generation, as well as to ensure that religious education can produce individuals who are tolerant, just, and balanced in interacting within a diverse society. The research method used in this study is a literature review, which aims to collect, analyze, and synthesize information from various sources related to evaluation management in PAI and religious moderation. The findings of this research indicate that evaluations in PAI are not only intended to measure religious knowledge but also to assess students' religious moderation attitudes. Effective evaluations can be carried out through authentic approaches, such as the use of attitude assessment rubrics, observations, group discussions, and attitude-based projects. Furthermore, the study highlights the importance of evaluation planning that integrates religious moderation indicators and follow-up evaluations through extracurricular activities that support tolerance values. The findings suggest that strengthening religious moderation through PAI evaluations can help shape students into more tolerant and just individuals
Telaah Kritik Abu Ali Al-Ghassani Terhadap Sahih Al-Bukhari Dalam Al-Tanbīh ʿala Al-Awhām Al-Wāqiʿah Fī Al-Musnadayn Al-Ṣaḥīḥayn (Studi Kritik Literatur Hadis Abu Ali Al-Ghassani Terhadap Sahih Al-Bukhari) Khumaedi, Memed; Muhammad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1191

Abstract

Kritik Abu Ali al-Ghassani terhadap Sahih al-Bukhari dalam karyanya "Al-Tanbih 'ala al-Awham al-Waqi'ah fi al-Musnadain al-Sahihain" menjadi fokus dalam penelitian ini. Al-Ghassani, seorang ahli hadis, mengkritisi Sahih al-Bukhari terutama terkait kesalahan dalam penyebutan nama-nama perawi. Metode kritik yang digunakan oleh al-Ghassani adalah analisis sanad dengan merujuk pada sumber-sumber seperti Tārīkh al-Kabīr karya al-Bukhari dan pandangan kritikus hadis lainnya. Temuan penelitian menunjukkan adanya inkonsistensi dalam penulisan nama perawi dan kemungkinan adanya 'illat (cacat tersembunyi) dalam beberapa sanad hadis Sahih al-Bukhari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan (library research) dengan mengacu pada literatur-literatur yang relevan. Literatur yang digunakan bersifat deskriptif dan menggunakan teori-teori terkait kritik literatur hadis dan analisis sanad. Artikel ini menyimpulkan bahwa kritik al-Ghassani merupakan praktik berpikir kritis terhadap karya hadis yang dilakukan oleh ulama hadis terdahulu. Namun, sumber kritik Al-Ghassani cenderung terbatas hanya pada beberapa sumber, yang menyebabkan kesan kritik yang kurang mendalam karena minimnya data yang digunakan sebagai pijakan kritiknya. The criticism of Abu Ali al-Ghassani towards Sahih al-Bukhari in his work "Al-Tanbih 'ala al-Awham al-Waqi'ah fi al-Musnadain al-Sahihain" is the focus of this research. Al-Ghassani, a hadith scholar, critiques Sahih al-Bukhari, particularly regarding errors in the attribution of narrators. The critical method used by al-Ghassani is the analysis of sanad, referring to sources such as Tārīkh al-Kabīr by al-Bukhari and the views of other hadith critics. The research findings indicate inconsistencies in the attribution of narrators and the possibility of 'illat (hidden defects) in some sanads of Sahih al-Bukhari. This study adopts a library research approach, referring to relevant literature. The literature used is descriptive and incorporates theories related to the criticism of hadith literature and sanad analysis. The article concludes that al-Ghassani's criticism represents a practice of critical thinking towards the works of earlier hadith scholars. However, it is noted that the sources of criticism by al-Ghassani are limited to a few references, resulting in a somewhat superficial critique due to the scarcity of data used as the basis for his criticism.
Komparasi Epistemologi Hadis Sunni dan Syiah: Pendekatan Validitas dan Otoritas di Tengah Tantangan Modernitas Fortuna Ihsan, Sartika; Wendry, Novizal; Suhaili, Hidayati; Kurnia, Asraf
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1192

Abstract

Artikel ini mengkaji perbedaan epistemologi hadis antara Sunni dan Syiah dengan menyoroti aspek-aspek seperti metodologi, sumber otoritas, kriteria validitas, koleksi kitab hadis, konsep imamah, klasifikasi hadis mutawatir dan ahad, serta peran akal dalam pemahaman hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi literatur yang relevan, dengan tujuan memahami perbedaan mendalam dalam cara kedua mazhab memahami dan mengaplikasikan hadis dalam praktik keagamaan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan epistemologi hadis antara Sunni dan Syiah tidak hanya berakar pada perbedaan teologis, tetapi juga membawa dampak praktis dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Sebagai contoh, pendekatan skeptis Sunni terhadap hadis ahad berbeda dengan penerimaan Syiah yang lebih fleksibel terhadap hadis-hadis yang diriwayatkan oleh para imam, yang dianggap sebagai sumber otoritas utama dalam tradisi Syiah. Penelitian ini juga menekankan pentingnya dialog antarmazhab untuk memperkuat kerukunan dan pemahaman di kalangan umat Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan modernitas yang semakin kompleks. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika keilmuan dalam tradisi Islam dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarmazhab dalam konteks pluralisme agama yang terus berkembang. This article examines the differences in the epistemology of hadith between Sunni and Shia, focusing on aspects such as methodology, sources of authority, criteria for validity, collections of hadith, the concept of imamate, the classification of mutawatir and ahad hadith, and the role of reason in understanding hadith. This study employs a qualitative approach with a literature review method to explore relevant literature, aiming to understand the deep differences in how both sects understand and apply hadith in their religious practices. The findings indicate that the differences in the epistemology of hadith between Sunni and Shia are not only rooted in theological differences but also have practical implications for the daily lives of Muslims. For instance, Sunni's more skeptical approach toward ahad hadith contrasts with the Shia's more flexible acceptance of hadith narrated by the imams, who are considered the primary source of authority in Shia tradition. The study also emphasizes the importance of inter-sect dialogue to strengthen understanding and harmony among Muslims, particularly in facing the increasingly complex challenges of modernity. Thus, this article contributes to a deeper understanding of the scholarly dynamics within Islamic tradition and underscores the importance of collaboration between sects in the context of the growing religious pluralism.
Integrasi Konsep Maqasid Syariah dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelestarian Ekosistem Pesisir di Desa Margasari Savira; Hidayat, Mansur; Fitri Aglina, Evi; Zamhariri; Hafidz Al Fajar, Adam
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1193

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menjaga kelestarian pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di Desa Margasari. Pelestarian pesisir yang berkelanjutan dan pemberdayaan nelayan menjadi isu penting dalam menjaga ekosistem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pelestarian pesisir dan pemberdayaan nelayan di Desa Margasari melalui pendekatan Maqasid Syariah, serta menganalisis konsep Maqasid Syariah dalam konteks tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dari berbagai pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip Maqasid Syariah, seperti menjaga kelestarian alam, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan menciptakan keadilan, menjadi dasar dalam pelaksanaan program pelestarian pesisir dan pemberdayaan nelayan. Program-program yang diterapkan berfokus pada keberlanjutan ekosistem pesisir serta peningkatan keterampilan dan kesejahteraan nelayan. Selain itu, konsep Maqasid Syariah juga berperan dalam pengelolaan sumber daya alam secara adil, memastikan akses yang merata bagi masyarakat pesisir, serta mengedepankan kepentingan bersama. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan Maqasid Syariah telah berhasil menciptakan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan ekonomi nelayan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. This study is motivated by the urgent need to preserve coastal ecosystems and improve the welfare of fishermen in Margasari Village. Sustainable coastal preservation and fisher empowerment have become critical issues in maintaining ecosystems and enhancing the quality of life for coastal communities. The aim of this research is to describe the process of coastal preservation and fisher empowerment in Margasari Village through the Maqasid Syariah approach, as well as to analyze the concept of Maqasid Syariah in this context. The research uses a qualitative approach with descriptive analysis, collecting data through interviews, observations, and document studies from relevant parties. The findings reveal that the application of Maqasid Syariah principles, such as protecting the environment, improving social welfare, and ensuring justice, forms the basis for the implementation of coastal preservation and fisher empowerment programs. The programs focus on the sustainability of coastal ecosystems as well as enhancing the skills and welfare of fishermen. Additionally, the Maqasid Syariah concept plays a role in the equitable management of natural resources, ensuring fair access for coastal communities, and prioritizing common interests. The conclusion of this study is that the Maqasid Syariah approach has successfully created a balance between fulfilling the economic needs of fishermen and ensuring sustainable environmental preservation.

Page 10 of 22 | Total Record : 220