cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Pengembangan Penilaian Keterampilan Produk dan Portofolio Mata Pelajaran Bahasa Arab di Kelas XI SMA Al Wafi IBS Bogor Mujadilah, Saufa; Rahmawati, Sugma; Makruf, Imam
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 1 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.904

Abstract

Laporan ini membahas tentang pengembangan penilaian keterampilan produk dan portofolio mata pelajaran bahasa Arab di Al Wafi IBS Bogor, sebuah lembaga pendidikan yang mencakup tiga kurikulum: Diniyah, kurikulum k13 & kurikulum merdeka, dan Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengobservasi dan mewawancarai siswa kelas 11 SMA Al-Wafi Islamic Boarding School tentang penilaian produk dan portofolio yang mereka lakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian produk dan portofolio dapat menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa secara menyeluruh. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti kaligrafi, peta konsep, rekaman pidato, dan naskah drama berbahasa Arab. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu, seperti karangan, puisi, hasil diskusi, hasil penelitian, dan hasil wawancara3. Penilaian portofolio juga melibatkan siswa untuk menilai karyanya sendiri dan melakukan perbaikan. Penilaian produk dan portofolio memerlukan pendekatan yang sesuai, salah satunya adalah dengan investigasi sederhana. Laporan ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas penilaian produk dan portofolio di Al Wafi IBS Bogor. Kata kunci: Penilaian Produk, Portofolio, Al-Wafi IBS
Fenomena Childfree dalam Perspektif Islam Zakiyyah, Euis; Mursalin, Hisan
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 4 No 2 (2023): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v4i2.921

Abstract

Childfree adalah individu atau pasangan yang menjalani pernikahan dan memutuskan untuk tidak memiliki anak, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor yang menjadi alasan kuat untuk tidak memiliki anak, fenomena childfree sendiri sudah muncul dan dipraktikan jauh sebelum memasuki abad ke-20, namun istilah childfree mulai trend di indonesia Pada tahun 2020 setelah beberapa publik figur memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian ini berupaya untuk menganalisis childfree dalam pandangan Islam, upaya menemukan hukum childfree melalui dalil-dalil Al-Quran, hadits, dan ilmu fiqh. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitian literature (Library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan childfree sudah menjadi hak bagi setiap pasangan, dengan beberapa alasan yang kuat untuk tidak memiliki anak, namun dalil-dalil dalam al-quran dan hadits nabi menentang keputusan childfree. Maka dari itu salah satu tujuan dari pernikahan adalah untuk memiliki keturunan dan meneruskan generasi ummat selanjutnya, jika keputusan childfree ini tidak berkaitan dengan alasan yang syar’i maka hukumnya tidak boleh. Childfree is an individual or couple who is married and decides not to have children. This is influenced by several factors which are strong reasons for not having children. The childfree phenomenon itself appeared and was practiced long before entering the 20th century, but the term childfree began. trend in Indonesia In 2020 after several public figures decided not to have children. This research seeks to analyze childfree from an Islamic point of view, efforts to find childfree laws through the arguments of the Koran, hadith, and fiqh. This study used a descriptive qualitative research approach and a type of literature research (Library research). The results of the study show that the decision to be childfree has become the right of every couple, with several strong reasons not to have children, but the arguments in the Koran and the hadith of the Prophet oppose the decision to be childfree. Therefore, one of the goals of marriage is to have children and continue the next generation of ummah, if this childfree decision is not related to Islamic reasons, then the law is not permissible.
Perspektif Islam tentang Perubahan Iklim Mursalin, Hisan; Mu’ti, Abdul; Amirrachman, Alpha
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 1 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.1069

Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang berdampak luas terhadap ekosistem bumi dan kehidupan manusia. Dalam perspektif islam, perubahan iklim merupakan fenomena alam yang memerlukan perhatian serius karena dampaknya terhadap kesejahteraan umat manusia dan kelestarian alam. Studi awal ini bertujuan untuk mengemukakan pandangan Islam mengenai perubahan iklim, dengan fokus pada pemahaman etika lingkungan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah (pengelola) bumi. Oleh karena itu, tantangan perubahan iklim harus diatasi melalui upaya bersama yang meliputi pengurangan emisi karbon, pelestarian sumber daya alam, dan advokasi untuk keadilan sosial dalam konteks lingkungan. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif, data yang didapat dari website, perpustakaan online, buku, dan jurnal. Hasil utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mendorong umatnya untuk berperan sebagai pelindung bumi. Prinsip-prinsip etika lingkungan dalam Islam menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT. Dan semoga tulisan ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran agama dalam konteks perubahan iklim global. Climate change is one of the global challenges that has a wide impact on the earth's ecosystem and human life. From an Islamic perspective, climate change is a natural phenomenon that requires serious attention because of its impact on the welfare of mankind and the preservation of nature. This initial study aims to put forward the Islamic view on climate change, focusing on the understanding of environmental ethics and human responsibility as khalifah (manager) of the earth. Therefore, the challenges of climate change must be addressed through joint efforts that include reducing carbon emissions, conserving natural resources, and advocating for social justice in the environmental context. the method used is a qualitative approach, data obtained from websites, online libraries, books and journals. The main results of this study show that Islam teaches the importance of maintaining the balance of nature and encourages its people to play a role as protectors of the earth. The principles of environmental ethics in Islam emphasize that humans have a moral responsibility to protect nature as a mandate from Allah SWT. And hopefully this paper can contribute to the understanding of the role of religion in the context of global climate change.
Pengembangan Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Kecerdasan Buatan: Perspektif Pendidikan Agama Islam Hafiz, Abdul; Mu’ti, Abdul; Amirrachman, Alpha
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 1 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.1070

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang inovatif menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pendidikan agama Islam. Penggunaan AI dalam pendidikan agama Islam menawarkan berbagai keunggulan, termasuk personalisasi pembelajaran, peningkatan interaksi siswa-guru, dan aksesibilitas materi pembelajaran yang lebih luas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan ahli pendidikan Islam, praktisi teknologi pendidikan, serta pengamatan langsung terhadap implementasi media pembelajaran berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AI dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ajar, memfasilitasi pengajaran yang lebih interaktif, dan memberikan umpan balik yang lebih efektif kepada siswa. Selain itu, integrasi AI dalam pembelajaran agama Islam juga menghadirkan tantangan seperti kebutuhan akan infrastruktur teknologi yang memadai dan pelatihan guru dalam penggunaan teknologi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis AI merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, dengan syarat adanya dukungan yang komprehensif dari berbagai pihak terkait. The development of innovative learning media is important in improving the quality of Islamic religious education in the digital era. This research aims to examine and develop artificial intelligence (AI)-based learning media in the context of Islamic religious education. The use of AI in Islamic religious education offers various advantages, including personalization of learning, increased student-teacher interaction, and wider accessibility of learning materials. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data were collected through interviews with Islamic education experts, educational technology practitioners, and direct observation of the implementation of AI-based learning media. The results showed that AI-based learning media can improve students' understanding of teaching materials, facilitate more interactive teaching, and provide more effective feedback to students. In addition, the integration of AI in Islamic learning also presents challenges such as the need for adequate technological infrastructure and teacher training in the use of the technology. This study concludes that the development of AI-based learning media is a strategic step in improving the quality of Islamic religious education, provided there is comprehensive support from various related parties.
Revitalisasi Pendidikan Karakter dalam PAI sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme pada Remaja Kurnia, Asraf; Kustati, Martin; Sepriyanti, Nana; Aisyah, Siti; Oviensy, Vegia
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1172

Abstract

Radikalisasi di kalangan remaja semakin menjadi perhatian di Indonesia, terutama dengan dampak besar dari perkembangan teknologi digital yang memfasilitasi penyebaran ideologi radikal. Dalam hal ini, pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah radikalisasi. Artikel ini mengulas pentingnya revitalisasi pendidikan karakter dalam PAI sebagai upaya untuk mencegah pengaruh radikal pada remaja. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, dan moderasi beragama, pendidikan karakter dalam PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan karakter yang berbasis pada nilai dan kontekstual diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang penuh toleransi, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air. Selain itu, pentingnya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat juga perlu ditekankan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter positif pada remaja. Dengan pendekatan ini, revitalisasi pendidikan karakter dalam PAI dapat memperkuat ketahanan remaja terhadap radikalisasi dan membentuk individu yang memiliki akhlak mulia serta tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Radicalism among teenagers has become an increasingly pressing issue in Indonesia, especially with the significant influence of digital technology that facilitates the rapid spread of radical ideologies. In this context, character education within Islamic Religious Education (PAI) can be an effective solution to prevent radicalization. This article discusses the importance of revitalizing character education in PAI as an effort to prevent radical influences on teenagers. By integrating values such as tolerance, justice, and religious moderation, character education in PAI not only focuses on cognitive aspects but also on the formation of attitudes and behaviors that align with national values. Value-based and contextual character education is expected to shape a generation of young people who are tolerant, have integrity, and love their country. Furthermore, the collaboration between schools, families, and communities is essential to create an environment that supports the development of positive character in teenagers. With this approach, revitalizing character education in PAI can strengthen teenagers' resilience against radicalization and help shape individuals with noble character and responsibility toward the nation and the state.
Chūn Zǐ Ér Nǚ (春子儿女) : Islamic and Indonesian Legal Perspective Laksita Putri, Adellia; Miftachul Ulum, Kefi; Khairunnisa, Maulida; Suganda, Rangga
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1173

Abstract

Kesuksesan pemerintah China dalam menyediakan akses pendidikan bagi seluruh warganya dengan puncak lulusan pada tahun 2023 berjumlah 10 juta lulusan menjadi sebuah dilema, karena pemerintah China juga gagal menyediakan ketersediaan lapangan pekerja untuk menyerap lulusan tersebut. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan tersebut meningkatkan presentase pengangguran pada tahun 2023 sebesar 21% dari tahun 2022, permasalahan tersebut menciptakan fenomena chūn zǐ ér nǚ atau full-time children sebagai profesi baru bagi generasi muda China, sebanyak 4000 orang dalam sosial media Douban yang telah mendeklarasikan berprofesi sebagai full-time children. Fenomena tersebut akan diteliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data penelitian yang bersumber dari kepustakaan, berita dan informasi negara. Data-data tersebut dikaji menggunakan pendekatan deskriptif analisis, deskriptif komparatif dan beberapa pendekatan untuk memberikan hasil penelitian yang integrative seperti pendekatan behavioristic, kultural, hukum dan islam. Pada penelitian ini ditemukan berbagai macam faktor yang menyebabkan fonemana chūn zǐ ér nǚ dan faktor-faktor tersebut juga terjadi di Indonesia, sehingga fenomena tersebut memiliki probabilitas menyebar ke generasi muda perkotaan khususnya. Dalam kajian tradisional dan kultural, fenomena tersebut bukan suatu profesi, melainkan pendidikan tradisional yang ada di sosial kemasyarakatan Indonesia. Namun, dalam pendekatan hukum, fenomena tersebut merupakan suatu hubungan hukum antara pekerja dengan pemberi kerja dengan prestasi, hak dan kewajiban dari timbulnya hubungan hukum melalui perikatan atau perjanjian kerja, hal tersebut berdasarkan kecakapan hukum dari generasi muda China yang telah mencapai usia cakap hukum. Pemerintah perlu untuk menyelesaikan permasalahan dalam negeri seperti faktor ekonomi, faktor pendidikan dan faktor generasi sebagai faktor yang terjadi di China, faktor-faktor tersebut dapat menghambat program Indonesia emas 2045. The Chinese government's success in providing access to education for all its citizens, with a peak of 10 million graduates in 2023, is a dilemma because the Chinese government has also failed to provide employment opportunities to absorb these graduates. The unavailability of jobs increases the percentage of unemployment in 2023 by 21% from 2022. This problem creates the phenomenon of chūn zǐ ér nǚ, or full-time children, as a new profession for China's young generation. As many as 4000 people on Douban social media have declared their profession as a full-time child. This phenomenon will be researched using qualitative research methods with research data sourced from literature, news, and state information. These data were studied using descriptive analysis, comparative descriptive approaches, and several approaches to provide integrative research results, such as behavioristic, cultural, legal, and Islamic approaches. In this research, various factors were found that cause phonemana chūn zǐ ér nǚ, and these factors also occur in Indonesia, so this phenomenon has the possibility of spreading to the urban younger generation in particular. In traditional and cultural studies, this phenomenon is not a profession but traditional education that exists in Indonesian society. However, in a legal sense, this phenomenon is a legal relationship between workers and employers with achievements, rights, and obligations resulting from the emergence of a legal relationship through employment agreements or agreements. This is based on the legal skills of China's young generation, who have reached legal age. The government needs to resolve domestic problems such as economic factors, educational factors, and generational factors that occur in China. These factors can hinder the Indonesia Gold 2045 programme.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Membangun Toleransi di Asia Tenggara Sipangidoan Siregar, Renal; Sulistri; Nurlaili; Karni, Asniti
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1174

Abstract

Pendidikan multikultural memiliki peran yang signifikan dalam mempromosikan toleransi di kawasan Asia Tenggara yang dikenal memiliki keberagaman budaya, etnis, dan agama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis literatur untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan multikultural dapat menjadi sarana efektif dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan damai. Artikel ini mengulas konsep pendidikan multikultural, tantangan penerapannya, serta dampaknya terhadap peningkatan toleransi antar kelompok masyarakat di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan sebagainya. Multicultural education has a significant role in promoting tolerance in the Southeast Asian region, which is known for its cultural, ethnic, and religious diversity. This study uses a qualitative approach with a literature analysis method to explore how multicultural education can effectively create an inclusive and peaceful society. This article reviews the concept of multicultural education, the challenges of its implementation, and its impact on increasing tolerance between community groups in Southeast Asian countries such as Indonesia, Malaysia, Thailand, the Philippines and so on.
Pengaruh Public Speaking terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Islam STAIN Majene Kipli; Fiqrillah, Siti Khumairah; Murtadha, Ahmad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1177

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran public speaking dan gabaran motivasi belajar mahasiswa pendidikan agama islam STAIN Majene serta pengaruh public speaking terhadap motivasi belajar mahasiswa Pendidikan Agama Islam STAIN Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan jenis penelitian ex post facto atau kausal komparatif dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa Pendidikan Agama Islam STAIN Majene yang difokuskan pada jenjang semester III. Penelitian ini dilakukan di STAIN Majene. Jumlah populasi sebanyak 171 dan subjek penelitian sebanyak 121 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) public speaking mahasiswa pendidikan agama islam STAIN Majene berada pada kategori sedang dengan persentase 36,66%, 2) motivasi belajar mahasiswa pendidikan agama islam STAIN majene berada pada kategori sedang dengan persentase 42,5%, dan 3) terdapat pengaruh public speaking terhadap motivasi belajar mahasiswa Pendidikan Agama Islam STAIN Majene dengan nilai t-hitung sebesar 6,779 > 1,657 dan hasil signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. The purpose of this study was to determine the description of public speaking and learning motivation of Islamic education students of STAIN Majene and the effect of public speaking on learning motivation of Islamic Education students of STAIN Majene. This research is a correlational quantitative research with ex post facto or causal comparative type of research by distributing questionnaires to Islamic Education students of STAIN Majene which is focused on the third semester level. This research was conducted at STAIN Majene. The population was 171 and the research subjects were 121 students with sampling techniques using sample random sampling. Data analysis in this study was simple regression analysis. The results of this study indicate; 1) public speaking of Islamic education students of STAIN Majene is in the moderate category with a percentage of 36.66%, 2) learning motivation of Islamic education students of STAIN Majene is in the moderate category with a percentage of 42.5%, and 3) there is an effect of public speaking on learning motivation of Islamic Education students of STAIN Majene with a t-count value of 6.779> 1.657 and a significant result of 0.000 <0.05. This shows that H1 is accepted and H1 is significant. This shows that H1 is accepted and H0 is rejected.
Nilai-Nilai Toleransi Beragama Dalam Al-Qur’an: Sebuah Pendekatan Terhadap Dinamika Perilaku Sosial Rofiana; Laila Fitri, Zulfa; Rosa Bustam, Betty Mauli
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1179

Abstract

Toleransi dan kebebasan beragama adalah sebuah keharusan untuk menjalankan kestabilan sosial dari permasalahan ideologis atau masalah yang melibatkan fisik pada masyarakat. Adanya perbedaan beragama semestinya menjadikan kita untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam kebaikan. Bukan kebalikannya adanya perbedaan agama menjadi salah satu faktor untuk saling menjatuhkan, merendahkan, atau mengadu domba antara agama yang satu dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan hakikat toleransi kebebasan beragama menurut Al-Qur’an terhadap perilaku sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan literatur. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa dalam toleransi kita harus menghargai setiap kebebasan beragama yang ada di dalam kehidupan. Kebebasan beragama dalam QS. Al-Baqarah ayat 256 mengatakan bahwa tidak ada paksaan dalam memilih agama atau keyakinan. Maka dengan hakikat dari toleransi kebebasan beragama di mana setiap umat dapat menyesuaikan dan mengendalikan perilakunya untuk saling menghormati tanpa merasa dirinya terancam dalam berkeyakinan maupun menerima hak-hak sosialnya. Tolerance and freedom of religion are a necessity to maintain social stability from ideological issues or problems involving physical conflicts in society. The existence of religious differences should make us respect each other and work together for the greater good. On the contrary, the existence of religious differences has become one of the factors for undermining, belittling, or sowing discord between one religion and another. This research aims to elucidate the nature of religious freedom tolerance according to the Qur'an in relation to social behavior. This study employs a descriptive-analytical method with literature collection techniques. The results of this research reveal that in tolerance, we must respect every religious freedom that exists in life. Freedom of religion in QS. Al-Baqarah verse 256 states that there is no compulsion in choosing a religion or belief. Thus, with the essence of religious freedom tolerance where every follower can adjust and control their behavior to respect each other without feeling threatened in their beliefs or receiving their social rights.
Peran Teknologi Artificial Inttelligence (AI) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurdin Malayu, Owi Ali; Ritonga, Aisahrani
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1181

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran strategis AI dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui metode studi literatur dan analisis komparatif, penelitian meninjau potensi AI dalam mengoptimalkan proses belajar-mengajar, personalisasi materi pendidikan, dan pengembangan metode pengajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat memberikan kontribusi fundamental dalam PAI melalui beberapa aspek kunci. Pertama, sistem AI mampu menghasilkan konten pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik, memungkinkan pendekatan yang lebih personal dan efektif. Kedua, teknologi AI dapat membantu guru dalam menganalisis kemajuan belajar siswa secara komprehensif, memberikan umpan balik real-time, dan mengidentifikasi area pengembangan yang spesifik. Implementasi AI dalam PAI mencakup penggunaan chatbot pintar untuk bimbingan keagamaan, platform pembelajaran adaptif, serta sistem penilaian yang lebih objektif dan komprehensif. Meskipun demikian, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara teknologi dan pendekatan humanis dalam pendidikan keagamaan. The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant transformations in various fields, including education. This study aims to explore the strategic role of AI in improving the quality and effectiveness of Islamic Religious Education (PAI) learning. Through literature study methods and comparative analysis, the study reviews the potential of AI in optimizing the teaching and learning process, personalizing educational materials, and developing innovative teaching methods. The results of the study indicate that AI can provide fundamental contributions to PAI through several key aspects. First, AI systems are able to produce learning content that is tailored to the individual needs of students, enabling a more personalized and effective approach. Second, AI technology can help teachers analyze student learning progress comprehensively, provide real-time feedback, and identify specific areas of development. The implementation of AI in PAI includes the use of smart chatbots for religious guidance, adaptive learning platforms, and more objective and comprehensive assessment systems. However, this study also underlines the importance of maintaining a balance between technology and a humanistic approach in religious education.

Page 9 of 22 | Total Record : 220