cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 337 Documents
Konsep Taubat, Dzikir, dan Doa Sebagai Manifestasi Akhlak Kepada Allah Saim Kurniawan; Nurdin Sahid Wijaksana; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.996

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep taubat, dzikir, dan doa sebagai tiga pilar utama dalam mewujudkan akhlak kepada Allah di tengah kompleksitas kehidupan modern. Derasnya arus modernisasi, sekularisasi, dan materialisme yang melanda masyarakat kontemporer kerap memicu krisis spiritual, meningkatnya prevalensi gangguan kecemasan, serta erosi moral yang sistematis. Melalui pendekatan kajian literatur konseptual (conceptual review) yang diintegrasikan dengan temuan-temuan riset empiris psikologi Islam terkini, tulisan ini membedah definisi, landasan teologis, serta implikasi psikospiritual dari ketiga konsep tersebut secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taubat berfungsi sebagai instrumen terapi psikologis yang mengkanalisasi rasa bersalah (guilt) menjadi energi transformasi diri; dzikir dan shalat berperan sebagai intervensi psikologis yang secara neurofisiologis mampu mereduksi sekresi hormon stres; serta doa berfungsi sebagai strategi koping berbasis emosi yang membangun resiliensi dan kerangka makna bagi individu yang mengalami penderitaan. Integrasi sistemik dari ketiga pilar tersebut terbukti mampu menghadirkan ketenangan jiwa yang menyeluruh (holistic wellbeing) sekaligus membangun moralitas yang luhur. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan kurikulum psikospiritual berbasis taubat, dzikir, dan doa dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai strategi komprehensif pembentukan karakter yang unggul.
Relasi Manusia dan Alam dalam Islam: Solusi Spiritual atas Krisis Ekologis Kontemporer Harun Sutara; Ghofar Ismail; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.997

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup pada era modern menunjukkan adanya krisis ekologis yang tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga krisis moral dan spiritual manusia dalam memandang alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi manusia dan alam dalam perspektif akidah dan akhlak Islam serta mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pengumpulan data dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, dan berbagai literatur ilmiah, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam dalam Islam bersifat teosentris, etis, dan berorientasi pada keberlanjutan, dengan landasan utama konsep tauhid, khalifah, amanah, dan mizan. Kebaharuan penelitian ini terletak pada sintesis paradigma ekologis islam yang mengintegrasikan keempat konsep tersebut sebagai dasar penguatan kesadaran lingkungan. Namun, masih terdapat kesenjangan antara konsep ideal dan praktik kehidupan modern yang cenderung didominasi oleh paradigma eksploitasi. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai akidah dan akhlak dalam pendidikan dan kehidupan sosial menjadi kunci dalam mengatasi krisis lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam menawarkan paradigma ekologis yang holistik dan relevan sebagai solusi terhadap permasalahan lingkungan global.
Batas Kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Pembatalan Sertifikat Hak Pakai Yang Mengandung Sengketa Pra Yudisial Keperdataan Isyana Salsabila; Mizar Adhyaksa; Muhammad Nabil; Muhammad Naufal Hakim; Sela Arinda Putri
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.998

Abstract

Sertifikat Hak Pakai merupakan produk administrasi pertanahan yang diterbitkan oleh instansi berwenang dan termasuk dalam kategori Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN). Dalam praktiknya, sengketa mengenai pembatalan Sertifikat Hak Pakai sering kali tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga melibatkan sengketa kepemilikan atau penguasaan tanah yang bersifat keperdataan. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan mengenai batas kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam memeriksa dan memutus perkara yang mengandung sengketa pra-yudisial keperdataan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batas kewenangan PTUN dalam pembatalan Sertifikat Hak Pakai serta implikasi adanya sengketa keperdataan terhadap kompetensi absolut PTUN. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTUN berwenang menguji aspek legalitas administrasi penerbitan Sertifikat Hak Pakai, seperti kewenangan pejabat, prosedur penerbitan, dan substansi keputusan administrasi. Namun, apabila pokok sengketa menyangkut penentuan hak kepemilikan atau hubungan hukum keperdataan yang belum memperoleh kepastian hukum, maka penyelesaiannya terlebih dahulu menjadi kewenangan peradilan umum. Dengan demikian, PTUN tidak dapat memutus substansi hak keperdataan, melainkan hanya menilai sah atau tidaknya KTUN yang disengketakan. Keberadaan sengketa pra-yudisial keperdataan menjadi faktor pembatas yang menentukan ruang lingkup kewenangan PTUN dalam sengketa pembatalan Sertifikat Hak Pakai guna menjamin kepastian hukum dan menghindari tumpang tindih kewenangan antarlingkungan peradilan.
Pendampingan Penerapan Sistem Indeks Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Arsip Dokumen Tiara Sekar Rahayu; Ferdila Ferdila; Salmayani Salmayani
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1002

Abstract

Pengelolaan arsip dokumen keuangan merupakan bagian penting dalam menunjang kelancaran administrasi perusahaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi PT Citra Buana Prakarsa, khususnya Departemen Tax & Accounting, dalam menerapkan sistem indeks digital berbasis spreadsheet guna meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip dokumen. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah semakin bertambahnya volume arsip fisik yang disimpan dalam map ordner sehingga proses pencarian dokumen masih dilakukan secara manual, memakan waktu, dan rawan kesalahan. Metode pelaksanaan pengabdian terdiri atas empat tahap, yaitu observasi dan identifikasi kebutuhan, perancangan sistem indeks digital, pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem, serta evaluasi keberhasilan program. Sistem indeks yang dirancang memuat kode klasifikasi, jenis dokumen, periode transaksi, nama mitra, serta kode lokasi rak dan ordner yang diseragamkan pada seluruh unit penyimpanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem indeks digital mampu mempercepat proses temu kembali dokumen dari rata-rata delapan menit menjadi sekitar dua menit per dokumen, menekan tingkat kesalahan penyimpanan, serta meningkatkan kerapian arsip. Staf Departemen Tax & Accounting juga menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemandirian dalam mengoperasikan sistem setelah mengikuti pendampingan, yang dibuktikan dengan peningkatan skor pemahaman pada evaluasi akhir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan digitalisasi arsip sederhana yang dapat direplikasi oleh perusahaan lain dengan skala usaha dan permasalahan kearsipan yang serupa.
Hak Laki-Laki dalam Sistem Waris Matrilineal: Dialektika Antara Hukum Adat dan Hukum Islam Sugih Ayu Pratitis; M. Iqbal Irham; Faisar Ananda Arfa; Nurasiah Nurasiah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1003

Abstract

Penelitian ini menganalisis kedudukan dan hak kewarisan laki-laki dalam sistem waris matrilineal pada konteks regional secara umum serta menjelaskan dialektika antara hukum adat dan hukum Islam dalam menentukan status, penguasaan, pengelolaan, dan pembagian harta. Penelitian menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Aspek yuridis dikaji melalui Al-Qur’an, Kompilasi Hukum Islam, konsep ‘urf, hukum adat, serta literatur pluralisme hukum. Aspek empiris dianalisis melalui sintesis sekunder terhadap penelitian lapangan yang dipublikasikan pada 2021-2026 mengenai komunitas matrilineal dan praktik kewarisan di beberapa wilayah Indonesia serta masyarakat Muslim matrilineal sebagai pembanding. Data dikumpulkan secara purposif dan dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan antarkasus, serta interpretasi sosio-legal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak laki-laki tidak dapat diukur hanya dari kepemilikan formal atas harta komunal. Laki-laki dapat berkedudukan sebagai anggota garis ibu, paman maternal, ayah, suami, pengelola aset, pemegang otoritas adat, dan ahli waris individual. Setiap kedudukan melahirkan hak yang berbeda, yaitu hak milik, hak pakai, hak kelola, hak representasi, hak atas harta bersama, dan hak waris. Dialektika adat dan Islam terutama diselesaikan melalui kualifikasi asal-usul serta fungsi harta, musyawarah keluarga, mediasi tokoh adat dan agama, pelepasan hak secara sukarela setelah bagian hukum diketahui, dan penyelesaian peradilan. Harta komunal-genealogis dapat dipertahankan untuk keberlanjutan kelompok maternal, sedangkan harta individual, harta pencaharian, dan bagian pewaris dalam harta bersama lebih terbuka untuk dibagikan menurut hukum kewarisan Islam. Minangkabau digunakan secara terbatas sebagai salah satu contoh lokal, bukan sebagai representasi tunggal seluruh sistem matrilineal. Penelitian menyimpulkan bahwa harmonisasi yang adil memerlukan klasifikasi harta yang dapat dibuktikan, perlindungan persetujuan para pihak, serta pemisahan yang tegas antara kewenangan mengelola dan hak memiliki.
Psikoedukasi Mengelola Emosi untuk Ibu dan Keluarga di Kelurahan Karang Tempel Kota Semarang Ainun Khusnita Salsabilla Zain; Fhirlynesia Martha; Mohammad Fadilah Noor Agustian; Ashari Mahfud; Awalya Awalya; Sigit Hariyadi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1007

Abstract

Peran ibu dalam suatu keluarga sangatlah penting karna dalam keluarga peran seorang ibu ini dituntut memiliki kemampuan untuk mengelola berbagai tekanan berupa tanggung jawab pengasuhan, pekerjaan rumah, dan tuntutan sosial lainnya. Sehingga saat ini kesejahteraan psikologis ibu merupakan faktor penting untuk menciptakan keharmonisan keluarga, maka diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatankan kesejahteranhan psikologisnya. Kegiatan pengabdiannmasyarakat melalui seminar ini bertujuan untuk membagikan  pengetahuan atau pemahaman baru kepada ibu – ibu mengenai detoks emosi sehari – hari sebagai langkah sederhana untuk menjaga kestabilan kesehatan mental dalam menjalani perannya serta mampu membangun lingkungan keluarga yang positif. Kegiatan seminar ini dilakukan di Kelurahan Karangtempel, Kota Semarang dengan sasaran utamanya adalah ibu – ibu. Metode dalam pelaksanaan seminar ini berupa penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi pengalaman dalam mengelola emosi sehari – hari. Kegiatan seminar ini memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, selain itu selama kegiatan berlangsung peserta menunjukan antusiasme yang tergolong tinggi dalam memproleh strategi yang praktiks untuk mereduksi stress dan meningkatkan kualitas hubungan di keluarga. Kegiatan seminar edukasi detoks emosi ini tergolong ke dalam bentuk intervesi promotif dan prefentif dalam meningkatkan kesehatan mental ibu untuk menciptakan keluarga yang harmonis.
Implementasi Pendidikan Karakter Islami Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MIN 1 Sibuhuan Lina Maya Sari Siregar; Abdul Manab Nasution; Bulan Bunga HSB; Febrianti Siregar; M Fadlan; Marissa Marissa; MHD Riski Romadhona Hasibuan; Marlina Hasibuan; Sarmila Dahlena Hasibuan; Siti Hasanah HSB
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1013

Abstract

Pendidikan karakter Islami merupakan salah satu tujuan utama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun, perkembangan teknologi digital, perubahan lingkungan sosial, dan beragam latar belakang peserta didik menjadi tantangan dalam implementasi pendidikan karakter di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter Islami melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaannya di MIN 1 Sibuhuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah dan empat orang guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter Islami telah dilaksanakan melalui integrasi nilai-nilai religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, santun, dan peduli dalam proses pembelajaran serta berbagai kegiatan pembiasaan keagamaan, seperti doa bersama, tadarus Al-Qur'an, salat berjamaah, dan keteladanan guru. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen kepala madrasah dan guru, budaya sekolah yang religius, program pembiasaan, serta kerja sama dengan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh media digital, perbedaan latar belakang keluarga peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurang optimalnya pendampingan karakter di lingkungan keluarga. Dengan demikian, implementasi pendidikan karakter Islami memerlukan sinergi yang berkelanjutan antara madrasah, keluarga, dan masyarakat agar pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara optimal.
Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VI MIN Sibuhuan Lina Maya Sari Siregar; Robina Pulungan; Rona Rizky Nasution; Efriana Lubis; Nur Habibah Hasibuan; Wahyudi Anto; Ahmadi Hasibuan; Ali Juman Lubis; Rajo Sakti Hasibuan; Adanan Soleh Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1014

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi pembelajaran pada berbagai jenjang pendidikan, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar. Pemanfaatan AI sebagai media pembelajaran diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VI MIN Sibuhuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 37 siswa, yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi linear sederhana, uji hipotesis (uji t), dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 25,714 + 0,706X, dengan nilai t hitung sebesar 6,789 yang lebih besar daripada t tabel sebesar 2,030 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,568 menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence memberikan kontribusi sebesar 56,8% terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pemanfaatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah dasar.
Epistemologi Sumber Ajaran Akhlak dalam Perspektif Akhlak Tasawuf dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Islam Sutan Botung Hasibuan; Alpin Habibi Hasibuan; Julianti Hasibuan; Masitoh Hasibuan; Elmi Khodijah Daulay
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1015

Abstract

Epistemologi sumber ajaran akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena menjadi landasan dalam memahami asal-usul, validitas, dan implementasi nilai-nilai akhlak. Di tengah berbagai tantangan moral akibat perkembangan globalisasi dan digitalisasi, pendekatan akhlak tasawuf dipandang memiliki relevansi dalam memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui integrasi dimensi spiritual, intelektual, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi sumber ajaran akhlak dalam perspektif akhlak tasawuf serta implikasinya terhadap pembentukan karakter dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi akhlak tasawuf berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dipadukan dengan akal, penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), latihan spiritual (riyadhah), perjuangan melawan hawa nafsu (mujahadah), serta pengalaman spiritual sebagai proses internalisasi nilai. Integrasi tersebut melahirkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter religius, kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, epistemologi akhlak tasawuf memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan kamil melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.
Penguatan Pendidikan Karakter Islami Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Era Society 5.0 di MIN 1 Sibuhuan Lumpia Hannum HSB; Denni Khodijah Daulay; Salma Yana Hasibuan; Dina Sari HSB; Patimah Daulay; Wardiatul Hamdiah Batubara; Shopiah Annawari Hasibuan; Zabbar Al-Zauhari; Ahmad Saukani Siregar; Lina Maya Sari Siregar
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan pendidikan karakter Islami melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada era Society 5.0 di MIN 1 Sibuhuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, dua guru Pendidikan Agama Islam, dua wali kelas, dan dua peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan pendidikan karakter Islami telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter Islami ke dalam perangkat pembelajaran dan program pembiasaan religius. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah, budaya religius madrasah, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana. Evaluasi karakter dilakukan melalui observasi sikap, pembinaan, dan kerja sama dengan orang tua. Implementasi strategi tersebut didukung oleh komitmen seluruh warga madrasah, budaya religius, dan kolaborasi dengan orang tua, meskipun masih menghadapi kendala berupa pengaruh media sosial, penggunaan gawai, serta perbedaan latar belakang peserta didik. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan memberikan implikasi positif terhadap pembentukan karakter religius, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial peserta didik sehingga relevan sebagai model penguatan pendidikan karakter Islami pada era Society 5.0.