cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 531 Documents
PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR DI DESA LEMBAR SELATAN, KECAMATAN LEMBAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Affandi, Rangga Idris; Scabra, Andre Rachmat; Abidin, Zaenal; Dwiyanti, Septiana; Setyono, Bagus Dwi Hari; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5873

Abstract

Desa Lembar Selatan, yang terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, memiliki potensi mangrove yang signifikan. Diskusi dengan warga pesisir mengungkapkan bahwa lahan mangrove semakin berkurang akibat aktivitas manusia. Dalam pengabdian sebelumnya, telah dilakukan transfer ilmu tentang pentingnya mangrove untuk lingkungan melalui penyuluhan. Untuk melanjutkan upaya tersebut, kegiatan pengabdian berikutnya melibatkan penanaman bibit mangrove di pesisir Desa Lembar Selatan sebagai aksi nyata pelestarian dan contoh langsung bagi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menambah luasan wilayah mangrove di wilayah Lombok Barat, khususnya Desa Lembar Selatan serta mendukung aksi nyata pelestarian mangrove dan memberikan contoh kepada masyarakat secara langsung. Pada kegiatan pengabdian ini, serangkaian kegiatan yang direncanakan secara terstruktur digunakan sebagai metode. Perencanaan kegiatan ini didasarkan pada hasil diskusi dan koordinasi antara seluruh tim pelaksana. Metode yang disepakati adalah sebagai berikut: survei lokasi, penyuluhan, penanaman mangrove, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian di Dusun Cemare fokus pada penanaman mangrove untuk melindungi hutan yang terancam akibat aktivitas lokal. Penyuluhan di Pesisir Pantai Dusun Cemare mencakup materi tentang penanaman mangrove dan diikuti sesi tanya jawab untuk memperdalam pengetahuan peserta. Penanaman mangrove dimulai setelah penyuluhan, dengan persiapan alat dan bahan serta pengarahan teknis tentang cara menanam. Peserta kemudian melaksanakan penanaman sesuai petunjuk yang diberikan. Setelah penanaman mangrove, tim melakukan evaluasi untuk menilai kegiatan dan merencanakan program lanjutan, termasuk penanaman di wilayah lain dan sistem pendampingan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah ilmu cara menanam mangrove telah tersampaikan kepada masyarakat di Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan.
SOSIALISALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN DODOL BERBAHAN DASAR KAWISTA SEBAGAI INOVASI BARU BAGI MASYARAKAT DESA TUA NANGA Mawarni, Heni; Yuliana, Fitria; Hannas, M. Khairil Anwar; Aratha, Deane Cika; Nurhaliza, Nurhaliza; Partika, Riza; Adita, Wildhan Pratama; Rahayu, Putri; Dawati, Erni; Wiro'i, Susman; Bahri, Syamsul; Depi, Sita
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5875

Abstract

Keragaman budaya Indonesia tidak hanya suku bangsa, bahasa, kesenian, agama, pakaian adat, rumah adat dan juga alat musik. Di Indonesia juga dapat ditemui berbagai macam jenis makanan dan kue tradisional yang mempunyai nama, ciri dan rasa yang berbeda-beda di setiap daerah. Salah satunya yaitu dodol berbahan dasar kawista. Buah kawista banyak dijumpai di desa Tua Nanga Kec. Poto Tano yang menjadi lokasi dalam pengabdian ini, namun masyarakat banyak yang tidak tahu cara mengolahnya, sehingga tim dalam pengabdian ini tertarik untuk memberikan inovasi baru terhadap masyarakat setempat. Adapun tujuan pengabdian ini yaitu untuk melakukan program sosialisasi dan pelatihan pengolahan dodol berbahan dasar buah kawista untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di desa Tua Nanga. Metode pelaksanaan pengabdian yakni yakni observasi, koordinasi, sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan buah kawista sebagai bahan dasar pembuatan dodol di desa Tua Nanga. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan dodol kawista sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga di Desa Tua Nanga. Pemanfaatan buah kawista yang diolah menjadi dodol diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di Desa Tua Nanga. Kegiatan pelatihan pengolahan makan tradisional berupa dodol kawista bertujuan untuk memaksimalkan potensi ibu rumah tangga dalam memperoleh penghasilan tambahan juga mendukung keuangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
PELATIHAN TEKNIK EKSTRAKSI MINYAK SEDERHANA KEPADA UMKM DI PURA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Hamdiani, Saprini; Hermanto, Dhony; Sudirman, Sudirman; Sumarlan, Iwan; Kamali, Siti Raudhatul; Ismillayli, Nurul; Sari, Ayu Purnama; Iriando, Mahadi Muhammad Gunadharma
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5879

Abstract

Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat terdapat UMKM yang bergerak di bidang produksi Minyak Nagasari. Minyak ini diperoleh dari Tanaman Nagasari yang banyak tumbuh dikawasan Pura Lingsar. Minyak ini memiliki khasiat untuk mengobati penyakit gatal-gatal, sehingga dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata tersebut. Namun kualitas minyak masih rendah dan pengemasan masih sangat tradisional. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para anggota UMKM tentang teknik sederhana ekstraksi minyak dan pengemasan produk. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2024 melalui sosialisasi dan pelatihan dengan metode focus group discussion (FGD). Terdapat 5 kelompok yang masing-masing beranggotakan 3 orang. Tiap kelompok diberi pemahaman dan praktek teknik ekstraksi yang baik. Setelah pelaksanaan pengabdian, pemahaman anggota UMKM meningkat sebanyak 81.25%. Selain pelatihan, para anggota UMKM diberikan pemahaman tentang penggunaan kemasan yang baik akan berpengaruh terhadap keinginan konsumen untuk membeli. Pengemasan yang baik terhadap minyak Nagasari selama periode 3 bulan, Mei-Juni 2024, meningkatkan omzet penjualan Minyak Nagasari sebanyak 37.67%. Kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman dan perekonomian para anggota UMKM Minyak Nagasari di Pura Lingsar.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Gula Aren di Desa Setiling, Kabupaten Lombok Tengah Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Sudjatmiko, Dwi Praptomo; Hayati, Hayati; Siddik, Muhammad; Sari, Ni Made Wirastika
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5880

Abstract

Masyarakat Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, selama ini telah memproduksi gula aren yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan jamu oleh UMKM Senamian, yang juga berlokasi di Desa Setiling. Berdasarkan hasil observasi di desa tersebut, diketahui bahwa gula aren yang diproduksi masih berbentuk batok yang dicetak menggunakan cetakan dari tempurung kelapa. Serta kegiatan pemasaran gula aren yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Setiling hanya dijual di pasar tradisional dengan harga jual yang tidak stabil. Sehingga diperlukan peningkatan nilai produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Menurut Knerr, et al. (2018), kolaborasi dan dukungan bersama dalam suatu usaha dapat meningkatkan kemampuan produk dalam mengakses pasar. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Setiling dengan tema pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi produk gula aren. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan gula aren untuk UMKM Senamian serta meningkatkan pendapatan mereka dengan memproduksi variasi produk gula aren. Tim pengabdian kemudian memberikan pelatihan pembuatan berbagai variasi gula aren, seperti pembuatan gula semut dan gula briket dengan tambahan kopi, susu, dan jahe. Sehingga menghasilkan beragam produk gula aren. Selain itu, tim juga membantu dalam pembuatan desain logo dan kemasan yang menarik untuk produk-produk yang dihasilkan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan penjualan gula aren dan menjual produk mereka dengan nilai jual yang lebih tinggi dan harga pasar yang stabil.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PROGRAM KAMPUNG IKLIM BERBASIS ZERO WASTE FAMILY DI DESA KUALA LAPANG Laga, Asbar; Bija, Stephanie
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5881

Abstract

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan salah satu program pemerintah yang berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan iklim. Kegiatan ProKlim dapat dilakukan melalui pengelolaan sampah rumah tangga (zero waste family). Jenis sampah yang diolah dapat berupa sampah organik, bersumber dari ikan yang merupakan makanan yang sangat digemari masyarakat, tetapi menghasilkan limbah yang cukup tinggi dan menjadi sumber pencemaran lingkungan karena tidak diolah dengan tepat. Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan kesadaran dan kerjasama masyarakat dalam terwujudnya lingkungan yang sehat dan bersih, serta menumbuhkan motivasi bagi masyarakat untuk selalu menjaga keasrian alam. Metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan, sosialisasi dan penyuluhan, serta pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini berjalan dengan baik, terlihat dari antusias peserta untuk menggali lebih banyak informasi mengenai pengolahan limbah rumah tangga melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Peserta juga aktif terlibat didalam proses pembuatan pupuk organik cair dan padat. Peserta yang hadir merupakan ibu-ibu PKK di Desa Kuala Lapang. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair dan padat secara mandiri.
SIMULASI IMPLEMENTASI KESIAPSIAGAAN MODEL EMERGING-REEMERGING INFECTIOUS DISEASES (EREIDS) DI PELABUHAN LEMBAR Wardoyo, Eustachius Hagni; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Yudhanto, Didit; Susani, Yoga Pamungkas; Affarah, Wahyu Sulistya; Dirja, Bayu Tirta; Sari, Putu Suwita; Nuriastuti, Novera; GD, Ni Made Saithanya; Putri, Dyah Ayu; P, Novanda Dila
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5882

Abstract

Antisipasi dalam menghadapi ancaman EREIDs perlu dilakukan sebagai upaya pengurangan dampak buruk bagi penduduk. Sebagai tempat berkumpulnya orang banyak dalam jangka waktu lama, kapal penumpang merupakan salah satu tempat berisiko menjadi hotspot penularan EREIDs yang efektif. Simulasi kesiapsiagaan EREIDs bertujuan untuk penyajian model EREIDs dipelabuhan dan diskusi perbaikan model EREIDs. Pelaksanaan simulasi dilakukan secara hybrid mengundang Pelindo, KSOP, BKK dan operator kapal dengan materi: kesan data kesiapsiagaan EREIDs di Lembar, diskusi tupoksi masing-masing stakeholder dan menggali saran perbaikan kedepannya. Penyajian model EREIDs meliputi: 1) pengendalian teknis (1.1. fasilitas sarpras, 1.2. modifikasi sarpras dan 1.3 penyediaan instrument keselamatan), 2) pengendalian administratif (2.1. penyediaan SOP keselamatan, 2.2 Pelaksana SOP Keselamatan dan 2.3 Pengawasan pelaksanaan SOP keselamatan) dan 3) penggunaan alat pelindung diri (3.1. penyedia APD dan 3.2. Edukasi penggunaan APD). Secara kualitatif didapatkan bahwa peran utama stakeholder masing-masing: 1.1. Pelindo; 1.2. BKK; 1.3. Pelindo; 2.1. BKK; 2.2. Pelindo, Operator Kapal, KSOP; 2.3. BKK, KSOP; 3.1. Pelindo, BKK; 3.2. BKK. Adapun tantangan kesiapsiagaan EREIDs di Pelabuhan dan Kapal adalah koordinasi antar stakeholder, permintaan catatan kejadian, dan rekapitulasi insiden yang masih harus diselaraskan kembali. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesiapsiagaan EREIDs dipelabuhan dan kapal merupakan penyiapan lintas sector dan lintas bidang intra dan inter stakeholder. Semua stakeholder memiliki peran krusial dalam mencegah masuknya wabah dari luar pulau dan mengirim wabah keluar pulau.
STRATEGI RESILIENSI ARSITEKTUR TRADISIONAL YANG BERKELANJUTAN PADA PERMUKIMAN TRADISIONAL SADE KABUPATEN LOMBOK TENGAH Saptaningtyas, Rini Srikus; Handayani, Teti; Wardi, Liza Hani Saroya; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Putra, Pascaghana Jayatri; Pamungkas, Rizky Akbar Satrio; Rahmani, Azra Haedah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5888

Abstract

Dusun Sade sebagai desa wisata adalah bagian dari Desa Rembitan, dimana permukiman tradisional wajib untuk dilestarikan. Dusun Sade sebagai tempat tinggal masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang lekat dengan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Dimana lingkungan hidup yang bernuansa kearifan lokal memberi peran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seiring waktu, bagaimana budaya luar yang sudah mempengaruhi lingkungan Sade, baik budaya perkotaan, maupun budaya luar/ mancanegara karena arus globalisasi, yang berdampak pada degradasi nilai-nilai budaya daerah. Tetapi dari hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kearifan lokal pada hunian masih terjaga. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program strategi demi peningkatan resiliensi hunian yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian dengan cara memberi penyuluhan sekaligus FGD (Focus Group Discussion). Adapun hasil yang diharapkan adalah para pemangku adat, pokdarwis, dan masyarakat Dusun Sade bisa menerima materi dengan baik serta dapat memahami pentingnya resiliensi. Dimana strategi resiliensi pengembangan Dusun Sade di masa yang akan datang adalah dengan menggunakan SWOT analisis yang mengacu pada strategi SO (strength – opportunity). Harapan kedepan bisa dijalankan program – program tersebut agar Dusun Sade sebagai desa wisata semakin resiliens dan berkelanjutan
PENGENALAN TEKS GENRE DRAMA TRADISIONAL BERBAHASA SASAK: PENYIAPAN BAHAN BAKU PENYUSUNAN MATERI MUATAN LOKAL BAHASA SASAK PADA KELOMPOK KERJA GURU (KKG) SE-KECAMATAN SELONG Paridi, Khairul; Mari'i, Mari'i; Nazir, Yuniar Nuri; Ashriany, Ratna Yulida
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5890

Abstract

Pembelajaran tentang drama tradisional berbahasa Sasak di sekolah belum mendapat perhatian yang memadai, akibatnya pembelajaran khususnya tentang pembelajaran drama tradisional Sasak menjadi kurang menarik minat siswa. Untuk menjawab masalah tersebut dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah teks genre sastra drama tradisional berbahasa Sasak. Materi yang disampaikan berkenaan dengan struktur teks, alat kebahasaan (baik leksikal maupun gramatikal) yang digunakan dalam teks. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 25 orang yang terdiri atas guru dan kepala sekolah dibantu mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan andragogi yakni pendekatan pembelajaran yang diterapkan bagi orang dewasa. Pendekatan tersebut dilaksanakan dengan metode diskusi, metode inkuiri, dan metode latihan. Kegiatan ini berhasil baik, hal ini dapat diketahui dari antusiasnya peserta mengikuti kegiatan ini. Para guru mengembangan materi pembelajaran tentang drama tradisional berbahasa Sasak; membuat sebuah naskah teater drama tradisional yang yang berjudul Ratu Mandalika dengan Bahasa Sasak; dan rencana berikut mereka ingin membuat nasakah drama Amaq Abir untuk pentas berikutnya.
Sosialisasi Smart-ICows Aplikasi Sistem Pengenalan Individu Sapi Ternak pada Kelompok Koperasi Ternak Sapi di Lombok Timur Wiriasto, Giri Wahyu; Misbahuddin, Misbahuddin; Iqbal, Muhamad Syamsu; Rachman, A Sjamsjiar; Akbar, L A Syamsul Irfan; Zamroni, Sulthon
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5891

Abstract

Secara umum kebutuhan pangan hewani sebagian besar masih ditopang dari produksi daging sapi. Data sensus masih belum menggambarkan situasi nyata jumlah yang sebenarnya sehingga selisih proyeksi data sensus masih belum menggambarkan tingkat ketersediaan secara pasti. Pada tingkat peternak telah diupayakan oleh stakeholder penggunaan penanda qrcode yang dipasangkan pada telinga sapi sebagai metode identifikasi individu. Sekilas hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan metode ini memiliki keterbatasan, terutama terkait dengan kelemahan dalam redundansi data dan validasi registrasi individu sapi baru. Terdapat potensi kesalahan saat nomor identitas sapi tertukar antara peternakan dan tempat penjualan ternak. Kesalahan lainnya tidak terpantaunya jumlah sapi yang telah masuk pada rumah potong sehingga secara sensus masih tetap terhitung. Selain itu pada domain penggemukan, diperlukan pencatatan riwayat perawatan. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang dapat mendukung peternakan sapi berbasis teknologi. Pada tahap awal, solusi sistem yang kami tawarkan adalah sistem identifikasi biometrik cerdas atau smart ICows yang terintegrasi pada peternakan sapi khususnya pemilik ternak. Sistem ini berupa aplikasi berbasis android terpasang pada perangkat smartphone yang dimiliki setiap pemilik ternak. Sistem ini berperan sebagai alat identifikasi yang nantinya dapat terhubung pada sistem basisdata rekam-jejak pemuliaan sapi ternak. Proses identifikasi ini menggunakan image moncong atau muzzle sapi. Dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, kami ingin menguji hasil pengembangan sistem identifikasi sapi ternak dengan tingkat akurasi 83%.
PARTISIPASI MAHASISWA MEMPERKUAT BANK SAMPAH MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KOTA KENDARI Suaib, Eka; Yusuf, Bakri; Yusuf, Muhammad; Syahadat, Muh. Ishak; Efrianto, La Ode; Mutmaina, Salsiana; Febrianto, Muhamad Fiki Candra
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5894

Abstract

Berdasar atas hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memperkuat bank sampah. Melalui keterlibatan masyarakat di bank sampah memungkinkan untuk selain dapat memilah sampah tetapi juga sampah menjadi lebih produktif dan inovatif. Khalayak sasaran kegiatan ini yakni masyarakat sekitar bank sampah dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo.Metode pengabdian dilakukan yakni melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai aktor seperti pengurus bank sampah, masyarakat, dan mahasiswa. Solusi pemecahan masalah yakni implementasi program kerja yang dilaksanakan berupa penggambaran profil bank sampah, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), edukasi, dan keberlanjutan program. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini yakni menjadi pendamping, edukator dan inovator. Manfaat yang dirasakan dari kegiatan yakni adanya penataan ulang sampah yang selama ini dianggap merugikan tetapi ternyata sampah mampu memberi nilai tambah kepada alam sekitar. Agar kegiatan dapat berlanjut maka perlu adanya komitmen dari mahasiswa agar fokus pada transfer pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat sehingga dapat mendirikan bank sampah setelah Kuliah Kerja Nyata Tematik.