cover
Contact Name
Nanda Novziransyah
Contact Email
jurnal.ibnunafis@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281397312555
Journal Mail Official
jurnal.ibnunafis@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. STM no.77 Kelurahaan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Medan 20146 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
ISSN : 22526870     EISSN : 26139359     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnunafis
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan Juni dan Desember yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan. Jurnal ini terbit pertama sekali pada bulan Juni 2012. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan metode double blind peer review. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan di bidang kedokteran, terutama kedokteran klinis.
Articles 133 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI PUSKESMAS AMPLAS: INFLUENCING FACTOR OF THE SELECTION OF CONTRACEPTION METHOD ON MOTHERS AT AMPLAS PUBLIC HEALTH CENTER Sya'adah; Ayu, Mayang Sari
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.832

Abstract

Pemilihan jenis kontrasepsi kontrasepsi oleh ibu-ibu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, tingkat pengetahuan, dan pendidikan. Pentingnya pemilihan metode kontrasepsi yang tepat dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan keberhasilan program keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam memilih metode kontrasepsi di Puskesmas Amplas. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel 100 orang dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (P=0,664), tingkat pendidikan (P=0,231), pekerjaan (P=0,084), dan pengetahuan (P=0,652) dengan pemilihan metode kontrasepsi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pemilihan metode kontrasepsi dengan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Penelitian ini dapat menjadi masukan pada ibu PUS untuk dapat aktif mencari informasi dan mengikuti edukasi tentang berbagai jenis metode kontrasepsi.
PERBEDAAN HASIL HITUNGAN DARAH LENGKAP SEBELUM DAN SESUDAH FASE INDUKSI PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT: DIFFERENCES IN COMPLETE BLOOD COUNT RESULTS BEFORE AND AFTER THE INDUCTION PHASE IN CHILDREN WITH ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA Siregar, Yoga Rhamada; Aman, Adi Koesoema; Nasution, Malayana Rahmita; Arto, Nindia Sugih; Permatasari, Ranti
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.858

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan kanker darah tersering pada anak-anak dengan manifestasi klinis utama berupa anemia, leukositosis, dan trombositopenia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan hasil hitung darah lengkap (hemoglobin, leukosit, trombosit) sebelum diagnosis dan setelah fase induksi terapi pada pasien anak dengan LLA. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik retrospektif terhadap 40 pasien anak LLA di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bermakna kadar hemoglobin (5,86±2,46 g/dL vs 11,70±1,30 g/dL), penurunan jumlah leukosit (15.640 vs 6.655 sel/µL), dan peningkatan jumlah trombosit (35.375±41.097 vs 303.000±119.108 sel/µL) setelah fase induksi terapi (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan parameter darah lengkap sebelum diagnosis dibandingkan setelah fase induksi, yang menunjukkan respons baik terhadap terapi induksi pada pasien LLA anak.
PENGARUH DIET NUSANTARA TERHADAP PROFIL METABOLIK PASIEN: THE EFFECT OF THE INDONESIAN DIET ON PATIENTS' METABOLIC PROFILE Ramdika, Sari Bema; Nasir, Andi; Agustiawan; Novita, Dewi; Nareswara, Anastu Regita
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.861

Abstract

Sindrom metabolik mencakup indikator metabolik, vaskular, dan inflamasi yang menyebabkan seseorang mengalami peningkatan risiko penyakit kardio-metabolik. Ada beberapa definisi yang digunakan untuk menggambarkan dan mengkarakterisasi sindrom metabolik. NCEP ATPIII menyarankan perubahan gaya hidup terapeutik untuk mengurangi prevalensi sindrom metabolik diantaranya adalah pengaturan pola makan atau diet. Asupan diet Indonesia seringkali disalahartikan sebagai makanan yang tidak sehat karena dominan menggunakan santan dan olahannya. Padahal, makanan khas Indonesia pada umumnya kaya akan lemak jenuh dengan rantai pendek serta sedang yang baik untuk kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang diberikan santan tidak menimbulkan efek merugikan pada profil lipid untuk populasi umum dan justru bermanfaat karena mereka mengalami penurunan LDL serta peningkatan HDL. Penelitian secara konsisten menunjukkan perbaikan dalam parameter metabolik, meskipun perbaikan tersebut tidak signifikan.
HUBUNGAN USIA, ANTENATAL CARE, STATAUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS PUSKESMAS PETALING, KABUPATEN BANGKA: THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE, ANTENATAL CARE, AND THE NUTRITIONAL STATUS OF PREGNANT WOMEN WITH THE INCIDENCE OF STUNTING IN CHILDREN UNDER FIVE YEARS OF AGE IN THE PUSKESMAS AREA PETALING, BANGKA DISTRICT Fadlil, Muhammad Raihan; Pangestuti, Dewi; Pane, Abdul Harris; Diba, Farah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.873

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita (bayi kurang lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya. Individu stunting lebih rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, dan kurang produktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia ibu saat hami, status gizi ibu hamil, dan pemeriksaan ANC (Antenatal Care) dengan stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, tekhnik total sampling sebanyak 52 orang balita, juga menggunakan kuisioner. Jenis data bersifat kategorik, diuji menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil menunjukan 26,9% usia ibu hamil berisiko, 55,8% status gizi ibu hamil baik dan 50%. Riwayat pemeriksaan ANC, 50% anak yang mengalami stunting. Hasil uji statistik antara usia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita yaitu p value 0,013, uji statistik antara status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita yaitu p value=0,000, dan uji statistik antara pemeriksaan ANC dengan kejadian stunting pada balita yaitu p value=0,000. Terdapat hubungan antara usia ibu hamil, status gizi ibu hamil, dan pemeriksaan ANC dengan kejadian stunting. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan antara usia ibu, ANC dan gizi dengan kejadian stunting pada balita.
IDENTIFIKASI BIOAEROSOL AIR CONDITIONER (AC) PADA SUHU DAN KELEMBABAN OPERASIONAL DI RUANG AMPHITHEATER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO: IDENTIFICATION OF THE BIOAEROSOLS OF THE AIR CONDITIONING SYSTEM AT THE OPERATING TEMPERATURE AND HUMIDITY IN THE AMPHITHEATER ROOM OF THE FK UMP Melinda Maharani; Febriyanti, Ratna Wulan; Maulana, Andi Muh; Susiyadi
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.909

Abstract

Bioaerosol merupakan partikel yang tersebar di udara dan timbul sebagai hasil dari proses alamiah, baik hewan, tumbuhan, dan manusia. Bioaerosol termasuk mikroorganisme seperti bakteri dan jamur berpengaruh terhadap kualitas udara suatu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan jenis bioaerosol yang ada di AC, serta distribusi frekuensi koloninya. Pengambilan sampel dilakukan di ruang amphitheater Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang sebelumnya sudah diukur suhu dan kelembabannya dengan alat thermohygrometer. Sampel berupa apusan debu pada 6 Air Conditioner (AC) diambil menggunakan lidi steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi atau rendahnya suhu berpengaruh terhadap jenis dan jumlah bakteri dan jamur yang tumbuh. Bioaerosol yang banyak ditemukan termasuk dalam mesofilik, yaitu bacillus sp. (33,33%) escherichia coli (33,33%), staphylococcus sp. (16,67%), streptococcus sp. (16,67%), aspergillus sp. (33,33%), dan penicillium sp. (16,57%).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DALAM PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL DI PUSKESMAS PASAR MERAH: FACTORS ASSOCIATED WITH ELEVATED CHOLESTEROL LEVELS AT PASAR MERAH COMMUNITY HEALTH CENTER. Rahayu, Lydia Ernawati; Liana; Novasyra, Aulia
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.946

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner (PJK), yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Beberapa faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan jenis kelamin diduga berperan dalam peningkatan kadar kolesterol. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol di Puskesmas Pasar Merah Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan dengan teknik consecutive sampling. Variabel bebas meliputi jenis kelamin, konsumsi makanan berlemak, dan aktivitas fisik, sedangkan variabel terikat adalah kadar kolesterol total. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Mayoritas responden berusia 45-59 tahun (34%) dan berjenis kelamin perempuan (62%). Sebanyak 68% responden mengalami peningkatan kadar kolesterol (>200 mg/dL). Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kadar kolesterol (p=0,556). Terdapat hubungan bermakna antara konsumsi makanan berlemak (p=0,007) dan aktivitas fisik (p=0,006) dengan peningkatan kadar kolesterol. Konsumsi makanan berlemak tinggi dan aktivitas fisik yang kurang berhubungan signifikan dengan peningkatan kadar kolesterol. Modifikasi gaya hidup diperlukan untuk menurunkan risiko hiperkolesterolemia dan penyakit jantung koroner.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS SINGKIL: THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND THE INCIDENCE OF STUNTING IN TODDLERS AGED 24-59 MONTHS AT SINGKIL COMMUNITY HEALTH CENTER Wahyuni, Rina
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.952

Abstract

Stunting menurut World Health Organization (WHO) ialah suatu kondisi di mana anak mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat pola makan yang buruk atau infeksi berulang. Air Susu Ibu eksklusif merupakan faktor protektor penting yang dapat menurunkan risiko terjadinya stunting. Metode: observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-59 bulan yang datang ke posyandu pada wilayah kerja Puskesmas Singkil. Besar sampel 89 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah adalah simpel random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah rekam medik yang dianalisa secara univariat & bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian di dapatkan mayoritas balita stunting berumur 24-35 bulan, berjenis kelamin laki-laki (55,8%), status gizi kurang (51,2%). Sebanyak (47,3%) balita tidak mendapatkan ASI eksklusif . Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan OR=85.086 yang berarti balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 85.086 mengalami stunting dibandingkan balita yang mendapat ASI eksklusif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ASI eksklusif memberikan nutrisi yang optimal dan dapat membantu pertumbuhan serta perkembangan anak, sehingga mengurangi risiko stunting.
MANAJEMEN NUTRISI PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY DI UNIT PERAWATAN INTENSIF: NUTRITIONAL MANAGEMENT OF PATIENTS WITH ACUTE KIDNEY INJURY IN THE CRITICAL CARE Hazrini, Zayadha; Tiffany, Egidia; Maslianda, Yeti; Novita, Dewi; Agustiawan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.993

Abstract

Acute kidney injury (AKI) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang cepat dalam waktu 48 jam. Sekitar 15% dari semua pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba, yang mengakibatkan AKI. Sebanyak 18-75% pasien dengan gagal ginjal mengalami PEW. International Society of Renal Nutrition and Metabolism (ISRNM) menjelaskan bahwa KDW mengacu pada terjadinya pemborosan energi protein pada pasien dengan CKD atau AKI terlepas dari penyebabnya. Kehilangan nafsu makan sering kali menyebabkan penurunan asupan protein dan energi, yang berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk. Penurunan asupan makanan secara spontan terjadi selama penurunan fungsi ginjal secara progresif dan berkorelasi dengan akumulasi racun uremik yang berasal dari nitrogen. Penurunan asupan energi menyebabkan penurunan sekresi insulin yang merangsang glukoneogenesis dari glikogen dan meningkatkan mobilisasi asam lemak yang menyebabkan penurunan laju metabolisme basal. Komplikasi PEW meliputi hipertensi, anemia, malnutrisi, gangguan tulang dan mineral, infeksi, dan penurunan kualitas hidup serta penyakit kardiovaskular. Pasien harus meningkatkan asupan protein/asam amino dari 1 menjadi 1,2 hingga 1,5 g/kg/hari. Asupan glukosa harian tidak boleh melebihi 5 g/kg. Konsumsi lipid harian harus 0,5–1,0 g/kg. Vitamin yang larut dalam air harus disediakan, terutama untuk pasien terapi penggantian. Kami mendukung nutrisi enteral. Namun, enteral saja tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, oleh karena itu digunakan parenteral. Tidak ada penelitian yang secara khusus menilai atau membandingkan dampak dukungan EN dan PN pada pasien rawat inap dengan gagal ginjal. Rute nutrisi yang disukai adalah enteral. Namun, tidak selalu mungkin untuk mencapai tujuan nutrisi hanya dengan rute enteral, dan rute parenteral menjadi perlu.
PERCUTANEOUS TRANSLUMINAL ANGIOPLASTY PADA PENYAKIT ARTERI PERIFER YANG TIDAK BERESPON TERAPI MEDIKAMENTOSA: LAPORAN KASUS: PERCUTANEOUS TRANSLUMINAL ANGIOPLASTY IN PERIPHERAL ARTERY DISEASE UNRESPONSIVE TO MEDICAL THERAPY: A CASE REPORT Agustiawan; Juwanto
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.992

Abstract

Pendahuluan: Penyakit arteri perifer (PAP) merupakan manifestasi penyakit kardiovaskular yang sering ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Prevalensi PAP dilaporkan mencapai 8–28% dan berkontribusi besar terhadap kecacatan. Laporan kasus ini menggambarkan keberhasilan percutaneous transluminal angioplasty (PTA) pada pasien PAP yang tidak membaik dengan terapi farmakologis. Laporan Kasus: Seorang wanita 66 tahun datang dengan PAP grade Rutherford 3–4 pada tungkai bawah kanan. Pasien memiliki riwayat PAP pada tungkai kiri dan pernah menjalani PTA. Ia mengeluhkan klaudikasio berat dengan jarak tempuh <30 meter dan nyeri yang kadang tidak hilang saat istirahat. Terapi cilostazol tidak memberikan perbaikan bermakna. Pemeriksaan fisik menunjukkan pulsasi arteri dorsalis pedis kanan melemah, ekstremitas kanan lebih dingin, dan saturasi oksigen jari kaki 92–94%, tanpa lesi kulit. CTA mengungkap oklusi arteri tibialis anterior dan posterior hingga arteri plantaris dan dorsalis pedis kanan. PTA dilakukan dengan hasil baik dan perbaikan gejala pada kontrol berikutnya. Kesimpulan: Percutaneous transluminal angioplasty dapat menjadi pilihan terapi efektif bagi pasien PAP Rutherford 3–4 yang tidak menunjukkan respons adekuat terhadap terapi medikamentosa.
GAMBARAN PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 TAMBUSAI: DESCRIPTION OF THE BEHAVIOR OF FEMALE TEENS IN CONSUMING BLOOD-ENHANCING TABLETS AT TAMBUSAI 2 STATE JUNIOR HIGH SCHOOL Santoso, Teguh; Zahtamal
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.898

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai perilaku konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri yang bersekolah di SMP Negeri 2 Tambusai. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif, dan melibatkan sebanyak 70 orang responden yang dipilih melalui teknik non-probability sampling jenis purposive sampling yaitu teknik penemuan sampel dengan pertimbangan. Berdasarkan temuan yang diperoleh melalui pengisian kuisioner, ditemukan dari hasil persentasi dari gambaran perilaku remaja putri dalam mengkonsusi tablet tambah darah padaa tingkat pengetahuan responden tentang TTD berada pada kategori cukup baik, di mana 47,1% peserta memiliki pemahaman yang memadai. Di samping itu, sebanyak 80% responden memperlihatkan sikap yang mendukung terhadap konsumsi TTD, dan 82,9% di antaranya telah menjalankan praktik konsumsi TTD dengan baik. Pengambilan data dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 2 Tambusai dalam kurung waktu pelaksanaan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2023. Meskipun secara umum pengetahuan awal yang dimiliki remaja putri terbilang belum begitu baik, namun sikap dan praktiknya dalam mengkonsumsi tamblet tambah darah sudah tergolong positif.