cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Pendampingan Diversifikasi Produk Inovatif Kulit Kopi menjadi Kombucha pada Kelompok Tani Mugi Lestari Desa Kare, Madiun Kholis, Muhammad Nur; Nurfadila, Agustin Rani; Cahyo, Agung Dwi; Abidin, Mohammad Zaenal; Wahyudi, Ilham
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.947

Abstract

Kopi merupakan komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian, namun pengolahan kopi di beberapa daerah, termasuk Desa Kare, Kabupaten Madiun, masih terbatas pada produk kopi tradisional. Salah satu masalah utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah kopi menjadi produk bernilai tambah, serta pemanfaatan limbah kopi seperti kulit kopi (cascara) yang belum optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi di Desa Kare melalui pelatihan pengolahan kopi inovatif, termasuk pembuatan kombucha berbasis cascara. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan, yaitu persiapan, pelatihan produksi, dan pelatihan manajemen serta pemasaran. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani setelah pelatihan, dengan nilai pre-test meningkat dari 56,9% menjadi 79,3%. Pelatihan ini juga berdampak positif pada pemahaman petani tentang pengelolaan usaha dan pemasaran produk kopi inovatif. Kesimpulannya, program pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah kopi dan mengoptimalkan pemanfaatan limbah kopi, serta berpotensi meningkatkan pendapatan petani melalui produk inovatif yang lebih bernilai ekonomi tinggi. Coffee is Indonesia's leading commodity that contributes significantly to the economy, but coffee processing in some areas, including Kare Village, Madiun Regency, is still limited to traditional coffee products. One of the main problems is the lack of knowledge and skills of farmers in processing coffee into value-added products, as well as the unoptimal utilization of coffee waste, such as coffee skin (cascara). This community service program aims to improve the knowledge and skills of coffee farmers in Kare Village through training on innovative coffee processing, including cascara-based kombucha making. The implementation method consists of three stages: preparation, production training, and management and marketing training. The results showed a significant increase in farmers' knowledge after the training, with the pre-test score increasing from 56.9% to 79.3%. The training also had a positive impact on farmers' understanding of business management and marketing of innovative coffee products. In conclusion, this service program succeeded in increasing the capacity of farmers in processing coffee and optimizing the utilization of coffee waste, and has the potential to increase farmers' income through innovative products that are more economically valuable.
Matrikulasi Kemampuan Membaca Al-Qur’an Menggunakan Metode Sur’aty Pada Mahasiswa Program Studi PAI UIN Salatiga Purnomo, Purnomo; Achmad, Syaefudin
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.951

Abstract

Kemampuan membaca disertai dengan pemahaman tajwid yang baik bagi calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI), tidak hanya menjadi kewajiban pribadi sebagai seorang muslim, namun sudah menjadi bagian dari tuntutan profesionalitas calon guru PAI. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa baru Program Studi PAI UIN Salatiga yang belum lulus tes diagnostik melalui metode Sur’aty. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan langkah-langkah yang digunakan dikenal dengan istilah KUPAR (to Know, to Understand, to Plan, to Action dan to Reflection. Objek dalam kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa baru Program Studi PAI UIN Salatiga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tujuh pertemuan dalam paruh pertama semester gasal 2023/2024. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah semua peserta matrikulasi mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dalam aspek pengenalan huruf dan penguasaan hukum dasar tajwid berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh mentor. The ability to read accompanied by a good understanding of tajweed for prospective Islamic Religious Education (PAI) teachers is not only a personal obligation as a Muslim, but has become part of the professional demands of prospective PAI teachers.The purpose of this service activity is to improve the ability to read the Qur'an of new students of the Islamic Education Study Program of UIN Salatiga who have not passed the diagnostic test through the Sur'aty method. The method used in this service activity is Participatory Action Research (PAR) with the steps used known as KUPAR (to Know, to Understand, to Plan, to Action and to Reflection). The object of this service activity is new students of UIN Salatiga's PAI Study Program. This service activity was carried out in seven meetings in the first half of the odd semester 2023/2024. The results obtained from this service activity are that all matriculation participants have improved their ability to read the Qur'an in the aspect of letter recognition and mastery of the basic laws of tajweed based on the evaluation results conducted by the mentor.
Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang dalam Mendukung Pertumbuhan Tanaman Buncis di Kelompok Tani Cunca Murung, Kabupaten Manggarai Jelatu, Silfanus; Putri, Yohana Enda; Koleta, Vridolina; Adun, Godensius; Putra, Yanuarius A.; Nabut, Sandrianus S.
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.955

Abstract

Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu agenda pembangunan nasional yang terus didorong. Fokus utamanya adalah memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui guna meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu implementasinya adalah pengoptimalan penggunaan pupuk organik, baik dalam bentuk cair maupun padat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair (POC) bonggol pisang. Sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Tani Cunca Murung di Kabupaten Manggarai, NTT. Proses pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan POC dari bonggol pisang, teknik budidaya tanaman buncis, serta cara penerapan POC tersebut. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan yang meliputi pemahaman masyarakat, kualitas hasil pembuatan POC, dan efektivitasnya pada tanaman buncis. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pemahaman kelompok tani mengenai penggunaan bonggol pisang sebagai bahan pupuk. Petani memahami proses pembuatan dan penerapannya dalam budidaya tanaman buncis. Keberhasilan POC dari bonggol pisang ditandai ciri khas POC. Tanaman buncis yang menggunakan POC ini menunjukkan pertumbuhan dan hasil panen yang memuaskan. Sustainable agriculture is a key component of national development, emphasizing the efficient use of renewable and non-renewable resources to minimize environmental harm. One method to achieve this is by optimizing the use of organic fertilizers, both liquid and solid. This Community Service Program focused on educating the Cunca Murung Farmer Group in Manggarai, East Nusa Tenggara (NTT), on producing and using liquid organic fertilizer (POC) from banana stems. The program consisted of preparation, implementation, and evaluation phases. Implementation included training on POC production, bean cultivation techniques, and fertilizer application. Evaluation revealed improved farmer understanding of using banana stems as fertilizer and enhanced skills in POC production and application for bean farming. The success of the banana stem-based POC was reflected in its unique characteristics and the positive growth and yield outcomes observed in the bean plants.
Accounting Digitalization Innovation for MSME Success: Financial Statement Preparation Training Hidayat, Vinny Stephanie; Agustina, Lidya; Tjun, Lauw Tjun; Lingga, Ita Salsalina; Carolina, Yenni; SeTin, SeTin; Marpaung, Elyzabet Indrawati; Susilawati, Christine Dwi Karya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.960

Abstract

The reason for this community activity is that some MSMEs have yet to report their firm using proper financial statements. On May 20, 2024, at the Cireundeu Traditional Village, a community service event that includes training on creating financial statements for MSMEs takes place. The goal of this training is to improve participants comprehension of the Basic Equation of Accounting and Financial Statements as well as the Digitization of Financial Statements, an innovation that MSMEs will need to embrace in order to grow their businesses and thrive in the increasingly competitive business environment of the digital age. The method used in this community service includes discussion and counseling strategies in addition to case studies (exercises in preparing direct financial statements). Excel templates for digital financial statements as well as comprehensive and methodical information on the fundamental accounting and financial statement equations were provided to the participants. Following the speaker's presentation and Q&A period, the participants had the opportunity to practice creating financial statements in real time with the help of facilitators. After completing this training, participants should be able to create digital financial reports for MSMEs based on their own business needs. After carrying out this community service, it can be concluded that participants have gained an adequate understanding of the basic equations of accounting and the preparation of financial statements, and will use the knowledge from this training for the preparation of MSME financial reports that they carry out.
Penerapan Salinity Meter untuk Deteksi Garam Pada Air di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Pangandaran Septianissa, Selly; Martoni, Martoni; Chandrasari, Ayu Zahra
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.973

Abstract

Penggunaan air dengan kadar garam tinggi sering menjadi masalah di daerah pedesaan, seperti Desa Cibenda. Kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan korosi pada peralatan logam, mengurangi umur pakai, dan menimbulkan kerugian. Proyek pengabdian ini memperkenalkan detektor konsentrasi garam pada air yang digunakan masyarakat sebagai langkah preventif mengatasi masalah ini. Metode yang digunakan meliputi survei kualitas air, pengembangan dan penerapan detektor konsentrasi garam sederhana, serta penyuluhan tentang pentingnya penggunaan air berkualitas dengan alat salinity meter yang dimodifikasi. Pemahaman masyarakat diukur melalui partisipasi aktif dalam penyuluhan. Meskipun edukasi hanya dilakukan sekali, diharapkan pemahaman masyarakat tetap terjaga melalui pemantauan berkelanjutan. Hasil penerapan detektor menunjukkan bahwa alat ini efektif membantu masyarakat mengidentifikasi dan mengontrol kadar garam dalam air serta mengurangi risiko korosi pada peralatan logam. Pengabdian ini diharapkan memberikan manfaat praktis bagi masyarakat Desa Cibenda dan menjadi contoh bagi daerah lain dengan masalah serupa, serta meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur pakai peralatan logam di lingkungan pedesaan. The use of water with high salt content is often a problem in rural areas, such as Cibenda Village. High salt levels can cause corrosion on metal equipment, reducing its lifespan and leading to financial losses. To address this issue, this community service project introduces a salt concentration detector for water used by local residents as a preventive measure. The methods used include conducting a water quality survey, developing and implementing a simple salt concentration detector, and providing education on the importance of using quality water with a modified salinity meter. Community understanding is measured through active participation during the outreach session. Although the education was conducted only once, it is expected that the community’s awareness will remain sustained through ongoing monitoring. The implementation of the detector showed that this tool effectively helps the community identify and control salt levels in their water, thereby reducing the risk of corrosion on metal equipment. This project is expected to provide practical benefits for the residents of Cibenda Village and serve as a model for other areas with similar issues, ultimately improving quality of life and extending the lifespan of metal equipment in rural communities.
Perluasan Pemasaran melalui Literasi Aplikasi Shopee bagi UMKM Paguyuban Lentera Mranggen Demak Supriyanto, Edy; Lestariningsih, Endang; Murti, Hari; Redjeki, Rara Sriartati; Handoko, Widiyanto Tri; Ardhianto, Eka; Soelistijadi, R.; Wismarini, Theresia Dwiati; Wahyudi, Eko Nur; Lusiana, Veronica
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.989

Abstract

Pelaku usaha UMKM adalah kelompok penting yang menggerakkan perekonomian mikro dimasyarakat. Paguyuban UMKM Lentera yang terletak di Mranggen Demak, sebelah timur pinggir kota Semarang, juga perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pendapatan. Hal ini dilihat dari maraknya pembukaan minimarket yang tumbuh dibanyak area penduduk. Permasalahan yang dihadapai saat ini dalah area pemasaran yang terbatas dan jumlah pendapatan yang saat ini stagnan dan cenderung menurun. Solusi yang ditawarkan atas permasalahan adalah adanya ekspansi pasar melalui pembukaan toko online. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan teknik Participatoty Action Research (PAR) dengan bentuk seminar, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pemahaman anggota UMKM Lentera terhadap manfaat, resiko penggunaan toko online, serta keberhasilan para anggota UMKM Lentera untuk membuka toko online sebesar 64,28% dari jumlah peserta keseluruhuan. Toko online yang dimiliki perserta lengkap dengan foto produk dan harga yang siap bersaing. Sebagai bentuk refleksi perlua danya pendampingan dan kegiatan secara berlanjut untuk meningkatkan pemasaran dari berbagai aspek. MSME entrepreneurs are an important group that drives the micro-economy into society. The Lentera MSME Association, which is located on Mranggen Demak, eastern of the edge of Semarang city, also needs attention to improve management capabilities and income. This can be seen from the widespread opening of minimarkets which are growing in many populated areas. The problems currently faced are the limited marketing area and the amount of income which is currently stagnant and tends to decrease. The solution offered to the problem is market expansion through opening an online shop. The implementation of this activity uses Participatory Action Research (PAR) techniques in the form of seminars, training and mentoring. The results obtained were an increase in the understanding of MSME Lentera members regarding the benefits, risks of using online shops, as well as the success of MSME Lentera members in opening online shops amounting to 64.28% of the total number of participants. The online shop owned by participants is complete with product photos and prices that are ready to compete. As a form of reflection on the need for ongoing assistance and activities to improve marketing in various aspects.
Encouraging SMEs Towards Financial Literacy and Credit Facilities for a Sustainable Business Antara, Made Ermawan Yoga; Martini, Ida Ayu Oka
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.997

Abstract

Community service activities carried out in Paksebali Village, Klungkung Regency, Bali Province, were held with the aim of helping SMEs overcome obstacles, especially regarding financial literacy. This community service activity aims to increase the knowledge and insight of Paksebali village residents regarding financial literacy, guide them in preparing good financial reports, and utilize banking credit facilities to create sustainable SMEs. The problem that occurs in Paksebali Village is that many village residents who are involved in SMEs do not understand how to prepare good financial reports. They have also been unable to utilize credit facilities from banks wisely, as evidenced by the fact that there are still many bad loans or a lack of understanding about the mechanism for applying for bank credit. The first achievement of this activity was contributing in the form of knowledge transfer regarding financial literacy for Paksebali village residents, especially SMEs. Second, provide clear and clear guidance on how to prepare simple financial reports for SMEs and apply for credit as capital to build and develop their businesses. Third, the practice of preparing SME financial reports succeeded in increasing the insight of the Paksebali village SME actors, becoming more motivated by being directly involved in the practice of preparing financial reports.
Pengolahan MBAH KOPI (liMBAH PAdat KOtoran saPI) sebagai Pupuk Kandang pada Kelompok Petani-Peternak Sejahtera di Desa Cangkring, Prajekan-Bondowoso Usman, Mohammad Rofik; Setyaningrum, Lindawati; Ivana, Nanda Letitia; Diana, Ilvid; Yanti, Eka Fitri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.999

Abstract

Limbah kotoran sapi adalah sumberdaya peternak yang belum termanfaatkan. Peternak umumnya mengatasi limbah kotoran sapi dengan cara membuang ke sungai atau membakar limbah kotoran sapi. Dua hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan lingkungan yang kompleks, dengan demikian diperlukan solusi untuk menangani hal tersebut yaitu dengan cara mengolah limbah kotoran sapi menjadi barang yang memiliki manfaat. Salah satu solusinya yaitu mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk kandang menggunakan bahan Ni35 dimana bahan ini dapat mempercepat dekomposisi limbah padat kotoran sapi menjadi pupuk kandang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dimulai dari penyuluhan, pelatihan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan produksi pupuk dan hasil uji pada tanaman kangkung dan cabai. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti serangkaian kegiatan, serta dapat memproduksi pupuk kandang dengan kemampuan yang dapat bersaing dengan pupuk kandang konveksional/komersil. Cow manure is an underutilized resource among farmers. Generally, farmers address cow manure waste by discarding it into rivers or burning it. Both practices can lead to complex environmental problems. Thus, solutions are needed to manage this issue by transforming cow manure into valuable products. One solution involves processing cow manure into organic fertilizer using a substance called Ni35, which accelerates the decomposition of solid cow manure into usable compost. The method used in this community engagement project includes outreach, training, and monitoring, along with evaluating the production process and testing the fertilizer's effects on plants such as water spinach and chili. The results of this initiative show that participants were highly enthusiastic about the activities and successfully produced compost with competitive quality comparable to conventional commercial fertilizers.
Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa sebagai Upaya dalam Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Cigondang Labuan Purlilaiceu, Purlilaiceu; Trisnawati, Trisnawati; Meliyawati, Meliyawati; Saraswati, Sarawawati; Gadri, Henry Henrian Al; Maulana, Nanang; Sauri, Sopyan; Arafat, Yaser; Firdaus, M. Ikhsan; Hudori, Akhmad; Darmana, Maman Dana
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1001

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini dilatarbelakangi rasa kepedulian terhadap limbah lingkungan disekitar tempat tinggal warga masyarakat yang tidak jauh dari pesisir pantai. Limbah lingkungan tersebut yaitu tempurung kelapa yang dibiarkan tanpa kebermanfaatan. Melimpahnya pohon kelapa disekitar pesisir pantai membawa dampak terhadap pengelolaan limbah tempurung kelapa. Pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah tempurung kelapa masih sangat kurang sehingga pentingnya memberikan pemahaman dan solusi terhadap permasalahan lingkungan tersebut. Adapun metode yang ditetapkan pada PKM kali ini dalam bentuk kegiatan sosialisasi dan cara pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi bahan bakar alternatif briket yang ramah lingkungan. Briket memiliki keunggulan diantaranya mampu menghasilkan panas yang tinggi, tidak beracun, tidak berasap, waktu pembakaran atau nyala bara api yang lebih lama, dan berpotensi sebagai pengganti batu bara. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pemahaman dan solusi tentang pengelolaan tempurung kelapa menjadi bahan bakar briket sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan sebagai upaya dalam menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat di desa Cigondang kecamatan Labuan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat setelah dilakukan sosialisasi dan pembuatan bahan bakar briket serta melakukan tindak lanjut dalam pemasaran atau penjualan briket. Abstract: This community service activity was motivated by a sense of concern for environmental waste around where residents live which is not far from the coast. The environmental waste is coconut shells which are left without any use. The abundance of coconut trees around the coast has an impact on the management of coconut shell waste. Public understanding and awareness of the use of coconut shell waste is still very lacking, so it is important to provide understanding and solutions to these environmental problems. The methods set out in this PKM are in the form of outreach activities and methods for processing coconut shell waste into environmentally friendly alternative fuel briquettes. Briquettes have advantages including being able to produce high heat, non-toxic, smokeless, longer burning time or ember flame, and have the potential to be a substitute for coal. The aim of this activity is to provide understanding and solutions regarding the management of coconut shells into briquette fuel so that it is hoped that it can foster community awareness of the environment and as an effort to grow the creative economy of the community in Cigondang village, Labuan subdistrict. The results of this activity show that there has been an increase in public knowledge or understanding after conducting socialization and making fuel briquettes as well as carrying out follow-up in marketing or selling briquettes.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui Program CINTA (Curahan Ibu pada Tanaman Obat Keluarga) Saftarina, Fitria; Carolia, Novita; Waluyo, Sri; Mayasari, Diana; Rahayu, Ihsanti Dwi; Utama, Winda Trijayanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1014

Abstract

Keberadaan UKBM TOGA sangat bermanfaat sebagai upaya pengobatan sendiri atau swamedikasi. Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi untuk budi daya tanaman TOGA dengan memanfaatkan pekarangan warga namun animo masyarakat masih rendah dan masyarakat masih sedikit yang memahami cara budi daya, manfaat TOGA sebagai swamedikasi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan TOGA sebagai swamedikasi melalui Program CINTA (Curahan Ibu pada Tanaman Obat Keluarga). Manfaat kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK tentang budi daya, asuhan mandiri (asman) TOGA, dan status kesehatan masyarakat di Desa Karanganyar. Sasarannya adalah 30 orang ibu-ibu PKK, solusi yang ditawarkan adalah Program CINTA dengan metode Participatory Impact Monitoring (PIM) dengan kegiatan edukasi kesehatan dan pembentukan kader CINTA. Hasil yang didapatkan, sebelum dilakukan edukasi, pengetahuan ibu-ibu PKK yang rendah sebanyak 22 orang (73%), tinggi sebanyak 8 orang (27%) dan setelah dilakukan edukasi pengetahuan ibu –ibu PKK yang rendah hanya 1 orang (7%) dan tinggi sebanyak 29 orang (97%). Dari hasil analisis McNemar didapatkan perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan (p=0,001). Kegiatan ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan komitmen bersama dari pihak mitra dalam program CINTA dan Desa Karanganyar sebagai desa sehat dan mandiri. The existence of UKBM TOGA is very useful as a self-medication or self-medication effort. Karanganyar Village, Jati Agung District, South Lampung Regency has the potential to cultivate TOGA plants by utilizing residents' yards. However, public interest is still low and few people understand how to cultivate and the benefits of TOGA as self-medication. This service aims to increase community participation in using TOGA as self-medication through the CINTA Program (Mother's Outpouring of Family Medicinal Plants). The benefit of this activity is to increase the knowledge and skills of PKK women regarding cultivation, TOGA self-care (asman) and community health status in Karanganyar Village. The target audience is 30 PKK mothers, the solution offered is the CINTA Program using the Participatory Impact Monitoring (PIM) method with health education activities and the formation of CINTA cadres. The results obtained, before the education was carried out, the knowledge of PKK mothers was low as many as 22 people (73%), high as many as 8 people (27%) and after the education was carried out the knowledge of PKK mothers was low only 1 person (7%) and high as many as 29 people (97%). From the results of McNemar's analysis, a significant difference was found between knowledge before and after health education (p=0.001). This activity needs to continue to be carried out in a sustainable manner and with a joint commitment from partners in the CINTA program and Karanganyar Village as a healthy and independent village.