cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Standarisasi Mutu Stik Keju Produk UMKM melalui Pendekatan Uji Sensori Astuti, Rizki Maryam; Asiah, Nurul; Aisya, Diana; Jamalhaqi, Muhammad Qahhar; Pratiwi, Risya Widya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.1038

Abstract

Salah satu dari 10 program pokok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yaitu program pangan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, tim Pokja (Program Kerja) 2 kelompok PKK RW 02 Kelurahan Pancoran mengembangkan produk stik keju yang dapat dikomersialisasikan dalam rangka pengembangan potensi serta peningkatan ekonomi keluarga. Pengembangan stik keju tim Pokja 2 didampingi oleh tim Dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie melalui program desa binaan. Pendampingan dilakukan dengan cara standarisasi mutu produk melalui pendekatan proses pengolahan. Konsistensi produk yang dihasilkan diuji sensori. Selain itu pengujian kadar proksimat, serat kasar, mineral Ca, K, Mg, dan Na juga dilakukan. Hasil pendampingan ini, tim Pokja 2 kelompok PKK kelurahan Pancoran sebagai penerima manfaat dapat menstandarisasi produk stik keju yang sedang dikembangkan melalui uji sensori, serta dapat melengkapi label kemasan dengan informasi nilai gizi dari hasil pengujian proksimat, serat, dan mineral. Tim pokja 2 memberikan respon yang sangat positif terhadap program pengabdian ini, yang ditandai dengan semangat tim untuk memulai bisnis stik keju ini sebagai produk unggulan dari kelompok PKK Kelurahan Pancoran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian anggota kelompok PKK tersebut. One of the ten main programs of Family Welfare Empowerment (PKK) is food security, which aims to increase family food security by utilizing their potential and resources. Therefore, the team of Pokja 2 (Program Kerja) of the PKK group RW 02 Kelurahan Pancoran developed a cheese stick product to improve their economy. The product development of the Pokja 2 team was accompanied by lecturers from Dept. of Food Science and Technology, Bakrie University, through the fostered village programme. This programme was conducted by standardizing product quality through a processing approach. The consistency of the resulting product was determined by sensory evaluation. In addition, proximate analysis, crude fibre, Ca, K, Mg and Na minerals were also carried out. As a result, the Pokja 2 team, as the beneficiary, could standardize the cheese stick product through sensory evaluation and complete the packaging label with nutrition facts from the results of proximate, fibre, and mineral analysis. The Pokja 2 team gave a very positive response to this programme, which was marked by the team’s enthusiasm to start this cheese stick business as a product from the PKK team, so it was hoped that it could improve the economy of the PKK group members.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital di Desa Panamping, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten Kurnianingsih, Asih; Haerani, Anggi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.645

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan pendidikan anak di era digital dimana ini menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi terkait peran orang tua dalam mendidik anak di era digital yang dihadiri oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak dan masyarakat desa Panamping. Adapun pelaksanaannya berlangsung di di Aula desa Panamping, kecamatan Bandung – Kabupaten Serang pada hari Rabu, 23 Agustus 2023. Strategi penyampaian materi bimbingan ini dilakukan dalam bentuk presentasi dengan 2 (dua) orang pembicara dan 1 (satu) orang moderator. Pemateri menyampaikan materi mengenai dampak penggunaan gawai pada anak, faktor-faktor yang mempengaruhi kecanduan anak terhadap gawai, jenis pola asuh dan model pengasuhan yang efektif di era digital. Kegiatan yang diperuntukkan bagi orang tua ini dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2023 di Aula Desa Panamping. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil dari kegiatan melalui kegiatan sosialisasi ini yaitu mampu menyadarkan masyarakat terutama para orang tua yang berada di Desa Panamping. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan dari beberapa masyarakat bahwa sebelum dilakukannya kegiatan sosialisasi terkait pola asuh anak ini mereka belum memahami sepenuhnya cara mengasuh anak yang baik dan benar, namun setelah dilaksanakannya kegiatan sosialisasi masyarakat dengan menghadirkan ahli dibidangnya yaitu dari KOMNAS Perlindungan Anak Provinsi Banten, masyarakat menjadi lebih sadar. The purpose of this community service is to socialize children's education in the digital era which is becoming increasingly important along with the continuous development of technology. The method of implementing this community service was carried out through socialization activities related to the role of parents in educating children in the digital era which was attended by the National Commission for Child Protection and the Panamping village community. The implementation took place at the Panamping Village Hall, Bandung sub-district - Serang Regency on Wednesday, August 23, 2023. The strategy of delivering this guidance material was carried out in the form of presentations with 2 (two) speakers and 1 (one) moderator. The speakers delivered material on the impact of device use on children, factors that influence children's addiction to devices, types of parenting and effective parenting models in the digital era. The activity for parents was held on August 23, 2023 at Panamping Village Hall. The data collection techniques used in this research are interviews and observations. The results of this socialization activity are able to make the community aware, especially parents in Panamping Village. This is evidenced by the recognition of some people that before the socialization activities related to parenting, they did not fully understand how to raise children properly, but after the implementation of community socialization activities by presenting experts in their fields, namely from the Banten Province Child Protection Commission, the community became more aware.
Pelatihan Masyarakat Desa Setiris, Kecamatan Muaro Sebo dalam Mengolah Tumbuhan Sungkai Menjadi Minuman Herbal Bermanfaat Teh Sungkai Natasya, Dian; Oktavioni, Marsella; Warni, Tri; Bulan, Catherine Putri; Sinurat, Julius Alvin Novensius; Sari, Tika; Latief, Madyawati; Tarigan, Indra Lasmana
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.862

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat sebagai obat luka, diare, obat kumur dan malaria. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman khasiat daun sungkai secara saintifik melalui pelatihan pemanfaatan daun sungkai sebagai minuman herbal. Kegiatan pendampingan dimulai dari sosialisasi dan edukasi untuk peningkatan pemahaman serta pelatihan pengolahan daun sungkai menjadi teh berstandar dengan penambahan herbal lainnya guna meningkatkan keterampilan masyarakat dan diakhiri dengan survei untuk evaluasi kegiatan. Teh daun sungkai dibuat dalam empat variasi: variasi 1 (daun sungkai + gula aren + kayu manis), variasi 2 (daun sungkai + gula aren + lemon), variasi 3 (daun sungkai + kayu manis + madu) dan variasi 4 (daun sungkai + lemon + madu). Hasil observasi dan survei terhadap masyarakat terkait variasi teh sungkai, ditemukan bahwa masyarakat menyukai variasi teh sungkai mencapai 87 – 94% dengan tingkat preferensi 25% pada masing-masing varisi 1, 2, 3, dan 4. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mencapai 95%. Sungkai (Peronema canescens Jack) is a medicinal plant traditionally used by the community as a medicine for caterpillars, diarrhea, mouthwash, and malaria. This activity aims to provide an understanding of the scientific efficacy of sungkai leaves through training in the use of sungkai leaves as herbal drinks. The mentoring activity begins with socialization and education to increase understanding and training in processing sungkai leaves into standardized tea with the addition of other herbs to improve community skills. It ends with a survey to evaluate the activity. Sungkai leaf tea is made in four variations: variation 1 (sungkai leaves + palm sugar + cinnamon), variation 2 (sungkai leaves + palm sugar + lemon), variation 3 (sungkai leaves + cinnamon + honey), and variation 4 (sungkai leaves + lemon + honey). The results of observations and surveys of the community regarding variations of sungkai tea found that the community liked the variation of sungkai tea, reaching 87 - 94% with a preference level of 25% for each variation 1, 2, 3, and 4. This activity increased community knowledge and skills by 95%.
Pertanian Hidroponik sebagai Solusi Ketahanan Pangan pada Skala Rumah Tangga Najihah, Naila; Mutoharoh, Mutoharoh; Permatasari, Devi; Ifada, Luluk Muhimatul
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.866

Abstract

Program Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai solusi masalah ketahanan pangan skala rumah tangga melalui pemanfaatan lahan yang ada di sekitar rumah. Program ini ditujukan untuk menanggapi permasalahan mitra, yaitu warga di kelurahan bangunharjo, dimana tidak sedikit diantara mereka yang tidak dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga karena keterbatasan pendapatan. Terutama kecukupan pangan dari sisi jumlah dan mutunya. Oleh karena itu, perlu adanya solusi alternatif yang dapat memperbaiki atau meningkatkan konsumsi warga. Solusi yang diberikan dalam pengabdian ini adalah dengan menyediakan bahan pangan secara mandiri melalui pertanian hidroponik. Solusi ini sesuai dengan lokasi pengabdian yang terdapat di perkotaan dengan wilayah padat penduduk. Selain itu, pengelolaan hidroponik juga mudah dan tidak membutuhkan banyak waktu maupun tenaga. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yang meliputi persiapan program, sosialisai, pelatihan, sampai dengan pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa 100% peserta (30 orang peserta) merasa bahwa melalui pertanian hidroponik ini dapat sebagai sumber bahan pangan dan dapat menghemat pengeluaran belanja rumah tangga. Dari keseluruhan peserta pengabdian ini, sebanyak 80% (24 orang) memiliki minat yang tinggi untuk melanjutkan bertani menggunakan sistem hidroponik di lingkungan rumahnya, dan ingin mengembangkan variasi pertanian pada jenis sayur dan buah yang lain. This community service program is implemented as a solution to home-scale food security problems using land around the house. This program is aimed at responding to the problems of residents in the Bangunharjo, in which quite a few of them are unable to meet their household needs, due to limited income. Especially food sufficiency in terms of quantity and quality. Therefore, there is a need for alternative solutions that can improve or increase consumption. The solution provided in this community service is to provide food independently through hydroponic farming. This solution is suitable for community service locations in urban areas with densely populated areas. Apart from that, hydroponic management is also easy and does not require a lot of time or energy. This program is implemented in several stages, which include preparation, socialization, training, to mentoring and evaluation. The results of this program showed that 100% of participants (30 participants) felt that hydroponic farming could be a source of food and save household expenses. Of the total participants in this program, as many as 80% (24 people) had a high interest in continuing to farm using a hydroponic sistem in their home environment and wanted to develop agricultural variations in other types of vegetables and fruit.
Pendampingan Pengayaan Buku Ajar dengan E-Book dan Multi Media Berbasis AI Wijirahayu, Suciana; Roza, Emilia; Fathin, Asyam Ahmad
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.896

Abstract

Pengembangan literasi digital dan kreativitas guru di era digital semakin diperlukan. Pengabdian kepada masyarakan (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar digital berkualitas melalui pelatihan dan pendampingan intensif dengan fokus pada pemanfaatan aplikasi book creator dan chatbot. Program ini berupaya mengatasi kendala teknis yang sering dihadapi melalui sinergi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dengan sejumlah sekolah mitra di wilayah Kota Tangerang khususnya di SDI Darul Mukminin. Kami mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis projek yang mengintegrasikan elemen gamifikasi dan kolaborasi. Model ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan abad 21. Harapannya melalui program PkM ini, minimal 80% peserta termotivasi dan mampu menghasilkan buku ajar digital berkualitas dan menerapkannya dalam pembelajaran sehari-hari sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. The development of literacy and creativity needs teachers and lecturers to continuously improved. There are technical obstacles, namely the ability of teachers is not yet optimal, especially in making digital learning media (e-books) with certain applications, including the book creator. The interest of teachers and lecturers in using digital teaching materials builds the students' character in the schools. This challenge relates to the training and help in writing digital textbooks for teachers and introducing chatbot to increase literacy and develop their creativity in enriching teaching materials. The synergy between educational institutions in various countries also needs to be continued, so mentoring for the development of literacy and creativity of teachers Classroom action research carried out as a follow-up to empowering students so that they can produce models of character development with media that can be applied in blended classes by teachers when teaching online while preparing their students to keep learning. The digital textbooks also equip an introduction to the skills of using Chatbot according to the multimodal e-books produced to increase students' enthusiasm for learning.
Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Modul Multimodal Berbasis Digital Bagi Guru SMP Muhammadiyah 1 Jakarta Hartati, Neti; Tjiptorini , Sitawaty
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.901

Abstract

Revolusi industri 4.0 menuntut adaptasi dan inovasi pengajar untuk dapat menerapkan teknologi untuk menciptakan materi ajar yang menarik dan menyenangkan. Teknologi terkini memungkinkan penyusunan materi ajar berbasis digital multimodal yang tidak hanya berisi tulisan dan gambar tapi juga berisi materi audio dan video. Banyak aplikasi digital yang dapat digunakan untuk menyusun modul dengan berbagai fitur yang menarik namun informasi mengenai ketersediaan dan cara penggunaan aplikasi tersebut belum banyak diketahui dan dikuasai oleh pengajar. Pelatihan ini bertujuan untuk mensosialisasikan modul multimodal berbasis digital dan cara menggunakan aplikasi e-book creator untuk menyusun e-module multimodal yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Pelatihan dilaksanakan melalui in-house training. Hasil angket pra-pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta belum mengetahui adanya modul berbasis digital dan belum pernah membuat dan menggunakannya dalam proses pembelajaran di kelas. Pada angket pasca-pelatihan peserta menyatakan bahwa pelatihan yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat (64%), 73% menyatakan terinspirasi membuat e-module, dan 100% peserta menyatakan bahwa setelah pelatihan, mereka memiliki pengetahuan cara penggunaan e-book creator untuk membuat e-module. Pada sesi akhir pelatihan, seluruh peserta sudah dapat menghasilkan desain modul berbasil digital multimodal dengan menggunakan semua fitur pada aplikasi e-book creator. Pendampingan akan dilakukan bagi pengajuan ISBN dan melihat respon siswa terhadap penggunaan e-module dalam kegiatan pembelajaran. The Industrial Revolution 4.0 demands teachers adaptation and innovation to implement technology in creating interesting and engaging teaching materials. Recent advancement in technology enables teachers to create multimodals materials consisting not only texts and pictures but also audio and video materials. There are many digital-based applications to develop modules with interesting features. However, the information on the availability and how to use the applications is not well known and mastered by teachers. This training aims to socialize multimodal modules and how to use e-book creator application to create multimodal e-modules and was held in an in-house program. The pre-training questionnaire indicates that all participants had not gained any knowledge on the existence of multi-modals e-modules nor had any experience on creating nor using it in the classroom. In the post-training questionnaire, all of the participants stated that the training very helpful and useful (64%), 73% are inspired to create e-modules, 100% stated gaining knowledge on how to use e-book creator to create e-modules, 100% were able to produce e-modules using all of the features in the e-book creator. Continuous assistance will be given on ISBN registration and to see students’ responses to the use of e-modules in the teaching-learning process.
Pendampingan Penyusunan Rencana Aksi Program Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Lampung Tengah Hutagalung, Simon Sumanjoyo; Hermawan, Dedy; Faedlulloh, Dody
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.918

Abstract

Program Kabupaten Layak Anak bertujuan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak, seperti hak untuk hidup, tumbuh kembang, bermain, belajar, dan berpartisipasi. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mencapai kondisi optimal dalam pencapaian program tersebut namun ada beberapa permasalahan, 1) Kegiatan yang tidak terkoordinasi untuk penyusunan rencana aksi program kabupaten layak anak, 2) Belum optimalnya penyusunan rencana aksi program kabupaten layak anak, dan 3) Kurangnya perencanaan aksi program kabupaten layak anak. Kondisi ini perlu diintervensi melalui kegiatan pendampingan dalam rangkaian proses penyusunan rencana aksi program sehingga dapat dihasilkan rumusan rencana aksi yang lebih komprehensif dan terukur. Metode kegiatan ini diterapkan dalam dua bentuk, yaitu pelatihan pengetahuan dan pelatihan manajemen dan bimbingan untuk memberikan dukungan dan arahan kepada mitra dalam menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang telah diperoleh. Kegiatan melibatkan 15 orang perwakilan dari beberapa OPD dilibatkan dalam penilaian program, sementara itu evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan kegiatan ini mampu mengoptimalkan kapasitas peserta kegiatan dalam penyusunan rencana aksi program kabupaten layak anak dan mampu mendorong koordinasi antar aktor dalam penyusunan rencana aksi program kabupaten layak anak di Kabupaten Lampung Tengah. Kedua hal ini menunjukkan kondisi perubahan yang lebih baik dibandingkan sebelum dilaksanakannya kegiatan ini. The Child-Friendly Regency (KLA) Program aims to ensure the fulfillment of children's rights, such as the right to life, growth and development, play, learn, and participate. The Lampung Tengah Regency Government has achieved an optimal condition in achieving this program, but there are several problems, 1) Uncoordinated activities for the formulation of the action plan for the Child-Friendly Regency program, 2). Suboptimal formulation of the action plan for the Child-Friendly Regency program, and 3) Lack of planning for the Child-Friendly Regency program. This condition needs to be intervened through mentoring activities in the series of the action plan formulation process so that a more comprehensive and measurable action plan formulation can be produced. The method of this activity is applied in two forms is training is provided in the form of knowledge training and management training and guidance to provide support and direction to partners in applying the skills and knowledge they have acquired. The activity involved 15 representatives from several OPDs involved in the program evaluation, while the evaluation was conducted qualitatively using interview, observation and documentation techniques. The results of the activity evaluation show that this activity has been able to optimize the capacity of the participants in the formulation of the Child-Friendly Regency program action plan and tis activity has also been able to encourage coordination between actors in the formulation of the Child-Friendly Regency program action plan in Lampung Tengah Regency. Both of these things show a better change condition compared to before this activity was carried out.
Pelatihan Datascience pada Pra-Pemrosesan Data untuk Siswa SMK Media Informatika - Jakarta Hasanudin, Muhaimin; Dwiasnati, Saruni; Gunawan, Wawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.921

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan upaya untuk melengkapi siswa dengan keterampilan yang relevan dalam teknologi informasi. Meskipun kurikulum perguruan tinggi telah menekankan pada teknologi dan ilmu komputer, kurangnya pemahaman tentang data science dan pra-pemrosesan data masih menjadi masalah. PKM ini tidak hanya mengajarkan penggunaan alat seperti Python tetapi juga mendorong pemikiran analitis dan kritis saat menganalisis data. Proses pra-pemrosesan data, termasuk normalisasi dan penanganan outlier, berdampak langsung pada input data model machine learning. PKM berfokus pada pelatihan siswa SMK Media Informatika dalam machine learning dan eksplorasi perubahan pada data masukan untuk mempengaruhi akurasi model, melalui serangkaian eksperimen menggunakan berbagai jenis dataset, program ini menganalisis bagaimana modifikasi pada data dapat mempengaruhi performa model pembelajaran mesin. Tujuan PKM adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pra-pemrosesan data dalam mencapai model machine learning yang akurat. Evaluasi keberhasilan PKM melibatkan peningkatan pemahaman siswa, pengembangan keterampilan praktis, dan umpan balik positif. Pelatihan PKM berhasil meningkatkan pemahaman peserta dengan jumlah yang tidak mengerti berkurang dari 3,3% menjadi 0% setelah post-test. Persentase peserta yang mengerti materi meningkat dari 46,7% menjadi 60%. Community service is an effort to equip students with relevant skills in information technology. Although the college curriculum has emphasized technology and computer science, the lack of understanding of data science and data Pre-Processing is still an issue. Community service not only teaches the use of tools such as Python but also encourages analytical and critical thinking when analyzing data. Data Pre-Processing, including normalization and outlier handling, has a direct impact on the input data of machine learning models. The Community Service focuses on training SMK Media Informatika students in machine learning and exploring changes to the input data to affect model accuracy. Through a series of experiments with varied datasets, the Community Service analyzes the effect of changes to the data on model performance. The aim of the project was to improve students understanding of the importance of data Pre-Processing in achieving accurate machine learning models. The project's success was evaluated based on increased student understanding, practical skill development, and positive feedback. PKM training succeeded in improving participants' understanding with the number of those who did not understand decreasing from 3.3% to 0% after the post-test. The percentage of participants who understood the material increased from 46.7% to 60%.
Edukasi Penggunaan Obat Antidiabetes saat Berpuasa Ramadhan di Panti Asuhan Hasanudin Pandeglang Stiani, Sofi Nurmay; Yusransyah, Yusransyah; Chairani, Farahdina; Adini, Syilvi; Noviyanto, Fajrin; Ernawati, Eneng Elda; US, Sumarlin; Udin, Baha; Pratiwi, Linda Rani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.934

Abstract

Umat muslim diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, temasuk penderita Diabetes Melitus sehingga terdapat perubahan waktu makan dan menyebabkan terjadinya perubahan pola waktu penggunaan obat yang tidak tepat pada saat berpuasa dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan sehingga tidak tercapainya target terapi obat. Kesalahan penggunaan obat diabetes dapat dicegah dengan memberikan edukasi terkait penggunaan obat pada saat berpuasa. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan utama dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat diabetes pada saat berpuasa sehingga dapat meningkatan ketepatan dalam mencapai target terapi. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Tolak ukur keberhasilan edukasi ini adalah jawaban kuesioner sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Total peserta pada kegiatan ini sebanyak 50 orang dengan mayoritas laki-laki berusia 28-33 tahun. Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan pengetahuan penggunaan obat di bulan Ramadhan tanpa harus membatalkan puasa. Hal tersebut ditunjukkan pada peningkatan persentase peserta dengan kategori baik (10%) dan cukup (2%). Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara jawaban benar saat sebelum dan setelah edukas. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan edukasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama terkait penggunaan obat di bulan Ramadhan. Muslims are required to fast in the month of Ramadan, including people with Diabetes Mellitus so that there are changes in meal times and cause changes in the pattern of inappropriate drug use during fasting and can cause unwanted effects so as not to achieve the target of drug therapy. Errors in the use of diabetes drugs can be prevented by providing education related to the use of drugs during fasting. Therefore, providing education in this community service is one of the main series of activities with the aim of increasing public knowledge related to the use of diabetes drugs during fasting so as to increase accuracy in achieving therapeutic targets. This activity uses a lecture method followed by a question and answer discussion. The benchmark for the success of this education is the answer to the questionnaire before and after the implementation of education. The total number of participants in this activity was 50 people with the majority of men aged 28-33 years. The results of this activity showed an increase in knowledge of the use of drugs in the month of Ramadan without having to break the fast. This is shown in the increase in the percentage of participants in the good (10%) and fair (2%) categories. In addition, the statistical test results showed a significant difference between the correct answers before and after education. This proves that the implementation of education is very important to improve public knowledge, especially regarding the use of drugs in the month of Ramadan.
Pelatihan Bahasa Inggris Perhotelan bagi Siswa-Siswi SMK Suarna Wisata Perbatasan Timor Leste Semiun, Thresia Trivict; Luruk, Fransiska Densiana; Seran, Yanuarius; Oki, Hildalia; Seran, Yohanes
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.937

Abstract

Pelatihan bahasa Inggris perhotelan bagi siswa-siswi SMK Suarna Wisata dilaksanakan karena adanya kebutuhan siswa-siswi untuk menguasai bahasa Inggris perhotelan yang dapat berguna di dunia kerja. Manfaat yang diperoleh peserta pelatihan adalah kemampuan untuk: 1) melakukan percakapan berbahasa Inggris dengan tamu; 2) menerima pengarahan lisan dan tertulis dari tamu; dan 3) berkomunikasi dengan tamu melalui telepon. Pelaksanaan pelatihan diikuti dengan evaluasi pada peserta, pengajar, dan implementasi kegiatan. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan lima topik yang diajarkan Hasil pre-test menunjukkan lebih dari 80% siswa belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahasa Inggris perhotelan. Hal ini tercermin dari nilai pre-test para siswa yang kurang dari 70. Berdasarkan hasil observasi, tes, dan angket, siswa-siswi SMK Suarna Wisata sangat bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan ini. Para siswa merasa kegiatan pelatihan ini berdampak positif bagi mereka seperti menambah pengetahuan terkait kosa kata bidang perhotelan dan menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris. Capaian kegiatan pelatihan bahasa Inggris perhotelan ini terlihat dari hasil post-test yang meningkat. Hampir semua siswa memperoleh nilai 70 ke atas (baik). Selain itu, pengajar dinilai efektif dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan sehingga kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut. English for hospitality training for Suarna Wisata Vocational School students was carried out because there was a need for students to master it which can be useful in the world of work. The benefits obtained by participants were the ability to: 1) carry out English conversations with guests, 2) receive verbal and written directions from guests and 3) communicate with guests via telephone. Implementation of the training was followed by evaluation of participants, instructors, and implementation of activities. The training was carried out for three days with five topics taught. The pre-test results showed that more than 80% of students did not have sufficient knowledge of English for hospitality. This was reflected in the students' pre-test scores which were less than 70. Based on the results of observations, tests, and questionnaires, the Suarna Wisata Vocational School students were very enthusiastic about participating in this training activity. The students felt that this training activity had a positive impact on them, such as increasing their knowledge of hospitality vocabulary and increasing their confidence in speaking English. The achievements of this English for hospitality training activity can be seen from the increasing post-test results. Almost all students scored 70 and above (good). Apart from that, teachers were considered effective in facilitating training activities so that similar activities are expected to continue.