cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 824 Documents
Escherichia coli O157:H7 Bacteria Antibiotic Resistant Isolated from Flies at Food Courts in IPB Dramaga Campus Aminudin, Muhammad Rizki; Lukman, Denny Widaya; Sudarwanto, Mirnawati Bachrum; Pisestyani, Herwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.99843

Abstract

Several human and animal pathogens transmit into the food chain through houseflies as mechanical vectors, one of which is E. coli O157:H7. E. coli O157:H7 can express Shiga toxin (Stx) which can cause diarrhea, hemorrhagic colitis, and potentially fatal hemolytic-uremic syndrome (HUS) in humans. Some pathogen strains show resistance against various antibiotics, causing complex health problems. This study aims to analyze the presence of antibiotic-resistant E. coli O157:H7 bacteria carried by houseflies (M. domestica) in the food court IPB Dramaga campus area. Detection of E. coli O157:H7 on fly legs using qPCR method based on MU 7.2.3.32-8. E. coli O157:H7 isolates were tested for sensitivity to the antibiotic’s ciprofloxacin, ampicillin, tetracycline, trimethoprim-sulfamethoxazole, cefepime, chloramphenicol, ceftazidime, cefotaxime, and ceftriaxone using the Kirby Bauer disc diffusion method. This study isolated 5 E. coli isolates (5/40; 12.5%), and 2 of them were confirmed as E. coli O157:H7. One isolate of E. coli O157:H7 was resistant against ampicillin and tetracycline, and one isolate was resistant against ampicillin, tetracycline, trimethoprim-sulfamethoxazole, and ceftazidime. The multi-drug resistance was identified only in 1 isolate of E. coli O157:H7.Houseflies collected from the food court have the potential to transmit antibiotic-resistant E. coli O157:H7 around the IPB campus.
Case report Diagnosis dan Penanganan Feline Panleukopenia Nareswari, Anggitya; Indarjulianto, Soedarmanto; Yanuartono, Yanuartono; Purnamaningsih, Hary; Widiyono, Irkham
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100434

Abstract

Feline panleukopenia (FPL) adalah penyakitinfeksi Feline panleukopenia virus yang menyebabkan mortalitas tinggi pada kucing. Penelitianini bertujuan melaporkan diagnosis dan penanganan kasus FPL. Studi kasus ini menggunakan seekor kucing persia mix, betina, berumur empat bulan yang diperiksa secara klinis, uji FPV-Ag dan hematologi. Hasil anamnesis dan pemeriksaan klinis didapatkan bahwa kucing lesu, tidak mau makan, muntah, dan mengalami diare berwarna coklat, suhu tubuh 40,3⁰C, dehidrasi, dan selaput lendir anemis. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan kucing mengalami leukopenia, anemia dan FPV-Ag test positif, sehingga kucing didiagnosis menderita FPL. Kucing diberi terapi infus Ringer Lactate 30ml/kgBB/ hari IV, enrofloxacin 5 mg/ kgBB/hari SID SC dan Amoxicilin 10 mg/kgBB dua hari sekali IM, hematopoietin  0,1 ml/kgBB BID IV, vitamin-Asam amino 0.1 ml/ kgBB BID IM. Kucing dirawat secara intensif dan mati pada hari ketiga. Disimpulkan bahwa kucing pada kasus ini didiagnosis FPL berdasar gejala klinis, leukopenia dan reaksi positip tes FPV-Ag. Kucing penderita FPL tersebut telah diberi terapi cairan, antibiotik, dan vitamin, tetapi tidak berhasil disembuhkan.
Karakteristik Pemeliharaan Kuda Andong di Pantai Parangtritis dan Malioboro Pranaja, Mohammad Rakha Surya; Amperawati, Yashinta; Faiza, Aliyya Nur; Aliyyah, Nabila Shafa Nur; Wenni, Asyam Hafidz; Savitri, Azalea Perwita; Najwa, Nabila Febriyana; Agatha, Nur Lailya; Annisa, Syifa; Budiariati, Vista
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100737

Abstract

Kuda andong merupakan salah satu ikon khas Yogyakarta dan memiliki peran besar dalam menarik perhatian wisatawan. Beberapa tempat wisata di Yogyakarta yang menyediakan kuda andong adalah Pantai Parangtritis dan Malioboro. Performa kuda, khususnya pada kuda pekerja dipengaruhi oleh beberapa manajemen pemeliharaan yang saling berkaitan. Manajemen pemeliharaan yang buruk dapat mengakibatkan kuda mudah terinfeksi suatu penyakit, malnutrisi, dan produktivitas rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pemeliharaan kuda andong di Pantai Parangtritis dan Malioboro guna mengidentifikasi masalah pemeliharaan kuda andong yang ada pada wilayah tersebut beserta solusinya. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh 51 kusir andong di Pantai Parangtritis dan Malioboro. Kuesioner terdiri dari 27 pertanyaan terkait manajemen pemeliharaan kuda andong. Selain itu, juga dilakukan pengambilan sampel feses kuda andong untuk pemeriksaan dengan metode sentrifus dan McMaster. 
Variasi Karakter Resistensi Antibiotik Bakteri Penyebab Mastitis Subklinis pada Kambing Peranakan Ettawa di Yogyakarta Lestari, Fajar Budi; Artdita, Clara Ajeng; Wasissa, Madarina; Hidayah, Nurulia
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.52529

Abstract

Salah satu penyakit yang sering dijumpai dalam budidaya kambing Peranakan Etawa (PE) adalah mastitis. Beberapa bakteri patogen dapat menyebabkan mastitis diantaranya adalah Staphylococcus sp., E. coli, Klebsiella spp., dan Streptococcus spp. Meningkatnya kejadian penyakit menyebabkan meningkatnya penggunaan antibiotik yang berakibat pada peningkatan potensi resistensi dan residu antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter fenotipik resistensi bakteri penyebab mastitis yang diisolasi dari susu kambing PE yang mengalami mastitis subklinis terhadap berbagai golongan antibiotik yang umum dipakai petugas medis veteriner di wilayah Yogyakarta. Sebanyak 8 isolat diperoleh dari peternakan rakyat di wilayah kecamatan Kokap, Kulon Progo,, sedangkan 4 isolat diperoleh dari wilayah Pakem, Sleman, Yogyakarta. Dua belas isolat tersebut terdiri dari 3 jenis bakteri yang berbeda yaitu Staphylococcus sp., Escherichia coli, dan Klebsiella sp. Berdasarkan hasil uji antibiogram diketahui bahwa terdapat perbedaan pola resistensi antibiotik antara isolat bakteri penyebab mastitis dari Kulon Progo dan Sleman. Ampicillin, penicillin G, tetracyclin, dan cefoxitin efektif digunakan untuk pengobatan mastitis di daerah Sleman, sedangkan di Kulon Progo gentamicyn, tetracyclin dan erythromycin adalah pilihan antibiotik yang efektif digunakan
Penggunaan Ventilator dalam Menunjang Keberhasilan Operasi Hernia Diafragmatika karena Trauma Pada Kucing Lokal Adji, Dhirgo
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.69547

Abstract

Ventilator merupakan perangkat vital pada mesin anestesi inhalasi yang sangat diperlukan untuk penanganan hernia diafragmatika, yang banyak ditemukan kasusnya pada kucing, di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mayoritas kasus hernia diafragmatika disebabkan akibat trauma, baik karena jatuh dari ketinggian, rudapaksa maupun tertabrak kendaraan bermotor. Operasi penanganan hernia diafragma tergolong sulit dikarenakan hilangnya kemampuan ventilasi akibat sobeknya diafragma akan berakibat kolapsnya paru paru yang rawan menyebabkan kematian. Penggunaan mesin ventilator akan sangat membantu dalam proses operasi, karena ventilasi mekanik akan mempertahankan suplai oksigen secara stabil sampai dengan operasi selesai dilaksanakan. Monitoring stabilitas kondisi pasien sebelum, selama dan sesudah operasi merupakan prosedur yang tidak kalah pentingnya dalam penanganan hernia diafragmatika. Hewan biasanya akan bernafas normal dan menunjukkan perbaikan kondisi dalam beberapa hari setelah operasi selesai.
Karakterisasi Gejala Klinis pada Kucing dengan Gangguan Gastrointestinal yang Disertai Leukopenia Ramadhani, Mungky Ema; Yanuartono, Yanuartono -; Indarjulianto, Soedarmanto; Purnamaningsih, Hary; Widyarini, Sitarina; Airin, Claude Mona
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70783

Abstract

Abstract               Gastrointestinal is one of the digestive system disorders in cats that can be characterized by leucopenia. This study aimed to evaluate the clinical symptoms of cats with digestive disorders with leucopenia. This study used 30 cats of various breeds, ages, and genders that had symptoms of digestive disorders with leucopenia. All cats were physically and laboratory examined for hematology. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed 18/30 (60%) cats aged 1-6 months, 9/30 (30%) aged 7-12 months, and 3/30 cats (10%) aged >12 months, had gastrointestinal disorders with leucopenia. Leucopenia conditions were more common in male cats (53.3%) than female cats (46.7%). Cats with leucopenia, 10 (33.3%) with a leukocyte count <1,000 cells/mm3, 14 (46.7%) with a leukocyte count of 1,001-2,500 cells/mm3 and 6 (20%) with a leukocyte count of 2,501-<5,500 cells/mm3. Clinical symptoms found in this study included lethargy, anorexia, fever, dehydration, diarrhea, vomiting, halitosis, hypersalivation, anemia, lacrimation, epistaxis and jaundice. Concluded that gastrointestinal disorders with leucopenia were more common in young cats and male cats. Clinical symptoms of lethargy, anorexia, fever, dehydration, diarrhea and vomiting, can be used as a reference to determine the diagnosis of gastrointestinal disorders with leucopenia in cats. Key words:  cats; clinical sign; gastrointestinal; leucocytes
GAMBARAN VAKSINASI FELINE PANLEUKOPENIA PADA KUCING DI KLINIK DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM FKH -UGM DESCRIPTION OF FELINE PANLEUKOPENIA VACCINATION IN CAT AT THE CLINIC OF THE DEPARTMENT OF INTERNAL MEDICINE FKH UGM Purnamaningsih, Hary; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Hartati, Sri; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Nururrozi, Alfarisa
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70828

Abstract

Abstract              Feline Panleukopenia is a disease caused by a DNA type virus, family Parvoviridae with high morbidity and mortality in the Felidae family group (Kruse et al., 2010; Hartmann, 2017). The study also shows that the prevalence rate of the disease has increased for 3 years since 2015. The report of Kusumawardani et al (2015) shows that 97 cases of cats were diagnosed with FPV. The vaccination program has not been implemented optimally by the cat-keeping community. The incidence of the disease is still common and cases can increase in certain seasons. Several cases handled at the Clinic of the Department of Internal Medicine, FKH-UGM ended in death. There has been no report on the implementation of vaccination in animal health care places. It is necessary to study the vaccination program for cats carried out by the cat-keeping community as an effort to prevent Feline Panleukopenia disease so that it can provide information about FPV vaccination as a basis for optimizing the implementation of FPV vaccination in cats. The study used ambulatory card data from cat examinations as clinical patients of the Department of Internal Medicine, FKH UGM in 2019.  Recap data collected in the form of ambulances for cat patients who requested vaccination. Patient data provided with vaccination services are grouped based on cat identity, age, sex, cat breed/race and maintenance system. The data obtained were tabulated and analyzed descriptively. Based on the results of the recap of ambulatory data for cat patients in 2019 who were vaccinated against feline panleukopenia, 236 individuals were obtained. The age of vaccinated cats at the age of <6 months were 128 animals (54%) and 108 cats (46%). there were 108 cats (46%) male cats and 128 (54%) female cats vaccinated against Feline panleukopenia. Types/breeds of cats, which were vaccinated against feline panleukopenia in purebred cats (Persi, Angora and others) as many as 128 (54%), 35 domestic cats (15%) and 73 mixed-breed cats (31%) ). Based on the study of this research data, it can be concluded that the feline panleukopenia virus vaccination program in male domestic cats is still low compared to purebred cats Keywords : Feline Panleukopenia Virus, cat, vaccination
Perbandingan Protein Serum Sapi Potong Fertile dan Delayed Puberty Priyo, Topas Wicaksono; Setyawan, Erif Maha Nugraha; Nururrozi, Alfarisa; Indarjulianto, Soedarmanto
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70842

Abstract

Gangguan reproduksi delayed puberty sering ditemukan pada sapi potong, yang kemungkinan berkaitan dengan protein di dalam darah. Penelitian ini bertujuan membandingkan protein serum  pada sapi fertile dan delayed puberty. Materi penelitian ini berupa 10 ekor sapi betina, jenis Peranakan Ongole cross terdiri dari 5 ekor fertile dan 5 ekor mengalami delayed puberty. Semua sapi diperiksa secara fisik untuk ditentukan status kesehatan dan reproduksinya, diambil serum darah untuk pemeriksaan kadar total protein, albumin dan globulin. Data protein serum antar kelompok dianalisis menggunakan T-test. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar albumin sapi fertile 3, 26 ± 0,13 gr/dL dan sapi delayed puberty 3,38 ± 0,18 gr/dL. Kadar globulin sapi fertile 4,48 ± 0,06 gr/dL dan sapi delayed puberty 3,62 ± 0,94 gr/dL. Total protein serum sapi fertile 7,84 ± 0,21 gr/dL dan sapi delayed puberty 7,56 ± 0,70. Rasio kadar albumin/globulin sapi fertile 0,73 ± 0,02 dan sapi delayed puberty 1,05 ± 0,29.  Semua parameter protein yang diuji dari sapi fertile dan delayed puberty secara statistik tidak ada perbedaan nyata. Disimpulkan bahwa kadar total protein serum, albumin, globulin dan rasio A/G sapi fertile tidak berbeda nyata dengan sapi delayed puberty.
The Relation Between Levels of Parasitemia and the Anemia Condition in Domestic Cat (Felis catus) Infected with Trypanosoma evansi Yusrivanda, Fesly Diva; Firdausy, Lintang Winantya; Priyowidodo, Dwi
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91019

Abstract

Trypanosoma evansi is a cause of the disease trypanosomiasis also known as surra. The trypomastigote stage can be found in the bloodstream and one of the clinical signs that appear during the course of the disease is anemia. The transmission of Trypanosoma evansi occurs non-cyclically through mechanical vector flies or oral transmission. This research aims to determine the relation between parasitemia levels and anemic conditions in domestic cats infected with Trypanosoma evansi. The objects used in this research are four domestic cats and divided into two groups based on the route of infection. The first group were infected with 108 Trypanosoma/µl (1 ml blood of an infected mice and PBS) through the subcutaneous route, and the second group was infected through the oral route by mixing carcass of infected mice and wet food. The examination of parasitemia levels in the blood samples of cats was observed daily using wet blood smear method and the hematological examination was collected within 10 days intervals during the experiment. The data of parasitemia levels and anemic condition in both groups were performed with descriptively and statistically analysis by using Independent T-test method. This research revealed that there was no significant effect (P>0.05) in anemia conditions between infection through subcutaneous and oral routes, and the level of parasitemia in the blood of domestic cats infected with Trypanosoma evansi affects the anemia condition, characterized by a decrease in the total value of erythrocyte, haemoglobin, and hematocrit.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Salmonella sp. pada Usus Ayam yang Telah Diolah dengan Proses Marinasi dan Penumisan Asmali, Adik Sandia Santosa; Cahyadi, Adi Imam; Hartady, Tyagita
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91798

Abstract

Bakteri Salmonella sp. merupakan salah satu bakteri flora normal pada ayam yang dapat menyebabkan penyakit enteritis di manusia apabila terkonsumsi melalui bahan pangan, salah satunya usus ayam yang terkontaminasi. Adanya kontaminasi dapat dicegah melalui proses marinasi dan penumisan usus ayam. Namun demikian, bahan pangan yang telah diproses dan disimpan dalam waktu terlalu lama memiliki risiko kontaminasi kembali dari lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh proses marinasi dan penumisan serta lama penyimpanan terhadap bakteri Salmonella sp. yang berada di usus ayam. Sebanyak empat kelompok sampel usus ayam (mentah, marinasi, penumisan dengan lama penyimpanan 1 jam dan 6 jam) disiapkan dari tiga lokasi pasar yang berbeda. Setiap kelompok sampel kemudian dilakukan penanaman pada media MacConkey Agar (MCA) untuk dihitung jumlah koloninya serta dilakukan isolasi dan identifikasi melalui pewarnaan gram, penanaman pada media Salmonella-Shigella Agar (SSA) dan Xylose-Lysine Deoxycholate Agar (XLDA), serta melalui uji biokimia. Hasil perhitungan bakteri menunjukkan bahwa proses marinasi dapat menurunkan jumlah bakteri pada usus ayam rata-rata sebesar 81,42%, sedangkan lama penyimpanan menyebabkan usus ayam terkontaminasi kembali. Hasil isolasi dan identifikasi menunjukkan bahwa bakteri yang mengontaminasi usus ayam bukanlah Salmonella sp., melainkan bakteri Proteus sp. yang kemungkinan berasal dari usus ayam yang dicuci menggunakan air yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue