cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
cendekiamengabdi@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Majalah Cendekia Mengabdi
ISSN : -     EISSN : 2987419X     DOI : -
Majalah Cendekia Mengabdi menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 162 Documents
Program KENARI HARAPAN: Optimalisasi Kelengkapan Kunjungan ANC Menuju Kehamilan Sehat Dan Persalinan Aman Jannah, Raudhatul; Hidayati; Sari, Lyta Novia; Hafifah, Noor; Hasanah, Tiara; Zuleha
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.816

Abstract

Pendahuluan: Keberhasilan optimalisasi kunjungan ANC lengkap bergantung pada beberapa faktor utama, seperti ketersediaan tenaga medis yang kompeten, fasilitas kesehatan yang memadai, sistem pemantauan yang terintegrasi, serta dukungan keluarga dan masyarakat dalam membangun kesadaran ibu hamil akan pentingnya ANC K6. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC K6. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan optimalisasi kunjungan Antenatal Care (ANC) hingga K6 melalui program "KENARI HARAPAN" menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis pendampingan. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu para ibu hamil menjadi lebih mengerti tentang pentingnya kunjungan ANC K6. Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu para ibu hamil jadi lebih memahami tentang kunjungan ANC K6.
Pemanfaatan Tanaman Cegah Anemia Ibu Hamil “PETAGANI” Dalam Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Nursanti, Lili; Yuliantie, Putri; Hasanah, Siti Noor
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.817

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada kehamilan adalah kondisi jika kadar hemoglobin pada ibu hamil kurang dari 11 gr%. Anemia maternal meningkatkan risiko melahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR), kelahiran preterm serta kematian janin. Anemia pada kehamilan akan menyebabkan terganggunya oksigenasi maupun suplai nutrisi dari ibu terhadap janin. Anemia dalam kehamilan dapat menyebabkan beragam komplikasi yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal. Anemia dapat dicegah dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi, yaitu makan makanan yang banyak mengandung zat besi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang manfaat tanaman untuk ibu hamil. Metode: Metode yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi pemanfaatan tanaman cegah anemia ibu hamil (PETAGANI) dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan penyuluhan pemanfaatan tanaman serta penanaman Sayuran hijau dan bauh-buahan yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah anemia kepada ibu hamil, keluarga, bidan desa, kader dan masyarakat. Hasil: Hasil evaluasi pada proses pelaksanaan didapatkan semua ibu memiliki respon positif, semua ibu aktif dalam mengikuti kegiatan ini, semua ibu antusias mendengarkan, mengamati serta bertanya terkait tema yang diberikan. Simpulan: Ibu hami menjadi mengerti manfaat tanaman untuk ibu hamil.
Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Lavender (Lavandula officinalis) Dan Serai (Cymbopogon citratus) Pada Pkk Kebayanan Watuburik, Kelurahan Wonorejo Maulid Wicahyo, Septian; Nur Hikmah, Siti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.818

Abstract

Lilin aromaterapi memiliki manfaat yang luas, baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan holistik, penggunaan lilin aromaterapi sebagai alat untuk relaksasi dan terapi semakin populer. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pembuatan produk lilin aromaterapi bunga lavender terhadap PKK Kebayanan Watuburik, kelurahan Wonorejo dalam memanfaatkan hasil bahan alam dan keterampilan baru untuk membuat produk kesehatan berbahan dasar produk alam yang memiliki nilai ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu anggota PKK Kebayanan Watuburik dalam membuat lilin aromaterapi yang berkualitas. Kegiatan ini akan melibatkan pelatihan tentang bahan-bahan alami, seperti minyak atsiri, dan teknik pembuatan lilin yang aman dan efektif. Program ini akan memperkenalkan cara penggunaan bahan baku seperti parafin dan minyak atsiri agar memberikan pengetahuan tambahan dalam pembuatan produk dengan nilai tambah ekonomis bagi Peserta. Ibu-ibu PKK diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan, seperti produksi dan penjualan lilin aromaterapi melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Program ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga akan mendukung kesejahteraan emosional.
Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Perilaku Pencegahan HIV Pada Remaja Santri Melalui Edukasi di Pondok Pesantren DDI Azzikra Agustina, Ani; Hastika, Febby
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.822

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia rentan terhadap penularan HIV, namun pembahasan tentang HIV masih sering dianggap tabu di pesantren. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman keliru, sehingga menimnulkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Tujuan: Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku pencegahan HIV pada remaja santri. Metode: Edukasi dilaksanakan di Pondok Pesantren DDI Azzikra, Kalbupaten Tanah Bumbu, dengan melibatkan 452 santri. Edukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Pengetahuan dan sikap santri diukur menggunakan instrumen kuesioner, diberikan pada saat pretest dan posttest. Hasil:  Setelah dilakuakn edukasi, terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan dan perubahan sikap santri terkait pencegahan HIV (p<0,05). Edukasi juga berdampak pada berkurangnya stigma, dimana santri bersedia menerima keberadaan ODHA di lingkungannya. Simpulan: Edukasi memiliki efektivitas dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku penceghaan HIV di kalangan remaja santri.
Penyuluhan Dan Pendampingan Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru Farhat, Yasir; Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.827

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu hamil adalah kekurangan energi kronik (KEK). KEK dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terhambat dan risiko tinggi komplikasi persalinan. Prevalensi KEK cukup tinggi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman dan perawatan ibu hamil dengan kondisi tersebut. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK serta memberikan pendampingan dalam mengelola kondisi KEK mereka. Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari penyuluhan dengan metode presentasi/ceramah dan tanya jawab serta pendampingan dengan konseling menggunakan media leaflet. Jumlah peserta sebanyak 15 orang ibu hamil yang KEK. Setelah itu dilakukan evaluasi pengetahuan dengan pre test dan post test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dan pendampingan yaitu rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dan pendampingan adalah 79 dan sesudah penyuluhan dan pendampingan adalah 90. Simpulan: Penyuluhan dan pendampingan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang Kekurangan Energi Kronik sehingga kegiatan ini sangat berguna untuk mengatasi masalah program gizi khususnya KEK pada ibu hamil.
Ayo SADARI: Kegiatan Sosialisasi Bagi Generasi Z Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Ariani, Malisa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Hj. Latifah; Nito, Paul Joae Brett; Wulandari, Desi; Sari, Dewi Puspita; Nastasya, Difa; Safitri, Dwi Yani; Renata, Elin; Salsabhilla, Ericca Dwi; Rusali, Fahria; Jannah, Fathul; Fatmawati; Latifah, Hayatun; Humairoh; Yusfanita, Intan Audi; Aisyah, Intan Nur; Sarinda; Azizah, Sofhia Aulia Putri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.821

Abstract

Pendahuluan:Permasalahan kanker payudara merupakan masalah yang sering dialami wanita, ditandai dengan benjolan abnorman di area payudara yang dapat berkembang menjadi tumor. Salah satu cara mengatasi kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan dengan mudah dan bertujuan untuk mengetahui apakah ada benjolan yang mencurigakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan payudara, serta membekali pengetahuan siswi tentang cara melakukan SADARI dengan benar agar mampu mendeteksi perubahan atau tanda awal kanker payudara. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan siswa/i di SMAN 4 Banjarmasin. Edukasi mencakup pengertian kanker payudara dan pentingnya deteksi dini, kemudian dilakukan demonstrasi langsung cara melakukan SADARI dengan menggunakan peraga anatomi. Pre-test dan post-test diberikaan untuk mengetahui pengetahuan siswa. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dalam menangani bahaya kanker payudara dan cara menanganinya. Simpulan: Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMAN 4 Banjarmasin mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri guna deteksi dini kanker payu dara. Kegiatan ini juga menumbuhkan sikap tangguang jawab dan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara bagi remaja.
Cerdas (Cegah, Edukasi, Sayangi Diri): Program Remaja Sehat Bebas Penyakit Menular Seksual Rahmayani, Dini; Fazraningtyas, Winda Ayu; Fetriyah, Umi Hanik; Yamani, Namira Talitha; Maulida, Neli; Grencia, Neni; Andini, Ni Nyoman Jero; Sari, Niluh Putu Asti Purnama; Normala; Anisa, Nur; Nazmi, Nurlina; Salsabila, Putri; Mukti, Ranisa; Fadlianoor, Renaldy; Rinita; Shabilla, Risqina Meilin; Ritni
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.825

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap remaja. Minimnya edukasi dan adanya stigma sosial menyebabkan rendahnya pemahaman tentang pencegahan PMS. Pentingnya edukasi sejak dini mengenai PMS adalah karena tanpa intervensi yang memadai, remaja berisiko tinggi terjangkit PMS akibat perilaku seksual berisiko, minimnya akses terhadap informasi dan layanan reproduksi, serta kesulitan mengambil keputusan sehat. Jika edukasi tidak dilakukan, konsekuensinya bisa meliputi penularan penyakit, komplikasi kesehatan jangka panjang seperti infertilitas dan komplikasi kehamilan, serta beban psikososial dan finansial bagi individu maupun sistem kesehatan. Data terbaru menunjukkan bahwa di Indonesia, remaja termasuk kelompok paling rentan terhadap IMS prevalensi IMS pada perempuan usia 15–24 tahun mencapai sekitar 17,1 %. Selain itu, tinjauan literatur periode 2015–2023 mencatat prevalensi HIV/AIDS sebesar 0,3 %, sifilis 1,2 %, serta gonore pada kelompok remaja cukup tinggi. Angka-angka ini semakin mempertegas urgensi edukasi reproduksi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk remaja sebagai strategi preventif yang sangat dibutuhkan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada siswa SMA 1 Sungai Tabuk terkait PMS, termasuk pengertian, jenis, penularan, dan pencegahannya. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif, yang melibatkan siswa SMA 1 Sungai Tabuk sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan pada sebagian besar siswa. Beberapa siswa mengalami peningkatan signifikan (hingga +38 poin). Edukasi berhasil meningkatkan kesadaran mengenai risiko PMS dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Simpulan: Program edukasi berbasis sekolah efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang PMS serta dapat dijadikan strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko.
Apoteker Cilik: Mengenal Dunia Farmasi Sejak Dini Melalui Pembuatan Puyer Dan Kapsul Patimah, Raudatul; Fitria, Mariatul; Kiftiah, Mariatul; Meldayana; Fazri, Muhammad; Amelia, Melda
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.831

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat pada anak-anak dan lanjut usia memerlukan perhatian khusus, karena tidak semua pasien pada kelompok usia tersebut mudah menerima atau menelan obat saat sakit. Selain itu, masa anak-anak merupakan periode penting untuk memperoleh berbagai informasi mengenai profesi, guna menambah wawasan sekaligus memotivasi semangat belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan penyuluhan Apoteker Cilik dilaksanakan di Panti Asuhan Sentosa Banjarmasin dengan tema “Mengenal Dunia Farmasi Sejak Dini” melalui praktik pembuatan puyer dan kapsul. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Tujuan: Mengetahui peningkatan pengetahuan peserta mengenai dunia farmasi setelah diberikan penyuluhan dan praktik pembuatan puyer serta kapsul. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Peserta diberikan pretest untuk mengukur pengetahuan awal, kemudian dilakukan penyuluhan dan praktik, dilanjutkan dengan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil: Hasil yang didapatkan anak-anak di Panti Asuhan Sentosa Banjarmasin setelah dilakukan kegiatan ini adalah mampu membungkus puyer dan kapsul sendiri. Terdapat peningkatan skor pengetahuan peserta setelah kegiatan penyuluhan dibandingkan sebelum kegiatan. Simpulan: Penyuluhan Apoteker Cilik melalui praktik pembuatan puyer dan kapsul efektif meningkatkan pengetahuan peserta mengenai dunia farmasi sejak dini.
Edukasi Dan Skrining Anemia Pada Siswa-Siswa Sekolah Dasar Kota Samarinda Azahra, Sresta; Dini Harlita, Tiara; Nur Rica, Fitri; Anggrieni, Nurul; Nur Azizah, Niswatun; Evendi, Agus; Setiyo Prihandono, Dwi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.835

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan kondisi tubuh yang mengalami penurunan kadar hemoglobin, ditandai dengan penurunan jumlah eritrosit. Anemia dapat menginfeksi pada anak-anak sekolah dasar karena faktor masalah gizi (defisiensi zat besi) dan non gizi (infeksi kecacingan) sehingga menyebabkan stunting. Pemberian susu kedelai kurma dapat menjadi alternatif minuman tambahan yang bernilai gizi tinggi, mengandung zat besi sehingga kadar hemoglobin dapat meningkat. Tujuan: Memberikan edukasi tentang anemia dan deteksi dini anemia pada siswa sekolah dasar. Metode: Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Jumlah peserta sebanyak 52 siswa sekolah dasar Kota Samarinda. Evaluasi menggunakan penilaian hasil pre-test dan post-test. Hasil:  Hasil kegiatan ini didapatkan 75% siswa memahami pengetahuan tentang anemia dan 100% peserta memiliki perilaku baik dengan menjaga perilaku sehat sebagai pencegahan anemia. Hasil kadar hemoglobin normal ≥12 gr/dl sebanyak 45 siswa (86,5%) dan kadar hemoglobin anemia < 12 gr/dl sebanyak 7 siswa (13,5%) dari 52 siswa. Simpulan: Siswa sekolah dasar dapat memahami pengetahuan tentang anemia,  memiliki perilaku sehat, dan lebih dari 85 % siswa memiliki kadar hemoglobin normal.
Peningkatan Konsentrasi Belajar Efek Gadget Pada Siswa Di Sekolah MI Nurul Hikmah Kota Banjarbaru Irianty, Hilda
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.760

Abstract

Pendahuluan: Di era globalisasi sekarang ini alat komunikasi yang semakin canggih memudahkan dalam proses pembelajaran di tambah dengan adanya sistem baru yang digunakan pada masa pandemi yaitu daring (dalam jaringan) mengakibatkan penggunaan gadget pada kehidupan sehari-hari semakin bertambah. Studi pendahuluan di Sekolah Dasar Tambak Anyar dalam penelitian di dapatkan hasil tingkat konsentrasi belajar siswa sangat buruk (61,4%) akibat pengaruh dari gadget. Tujuan: Untuk mengetahui Peningkatan Konsentrasi Belajar Efek Gadget Pada Siswa Di Sekolah Mi Nurul Hikmah Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah (Penyampaian materi), tanya jawab dan game test konsentrasi. Dan adapun alat dan bahan yang digunakan dalam memaparkan materi yaitu materi power point dan LCD. Untuk game diberikan dalam bentuk 1 lembar kertas yang berisi test konsentarsi GIRD. Adapun jumlah khalayak sasaran pada kegiatan ini sebanyak 36 siswa kelas V. Hasil: Berdasarkan survei tes konsentrasi, ditemukan bahwa kurang dari 70% siswa menunjukkan kemampuan konsentrasi yang memadai; 20% siswa perlu peningkatan dalam hal konsentrasi, sementara hanya 10% yang memiliki konsentrasi baik. Namun, menurut kriteria penilaian yang berlaku, seorang siswa dikategorikan memiliki konsentrasi baik jika memperoleh skor di atas 15. Hasil survei ini menunjukkan bahwa belum ada siswa yang mencapai skor tersebut, sehingga secara keseluruhan tingkat konsentrasi siswa masih berada di bawah standar yang diharapkan.   Simpulan: Terdapat 70% siswa yang mampu berkonsentrsai dengan baik, 20% perlu ditingkatkan dan 10% kemampuan konsentrasi masih lemah. Survei  ini  masih  belum  dapat  dikatakan  siswa  dan  siswi  memiliki konsentrasi yang baik karena tidak ditemukan siswa ataupun sisiwi yang mendapatkan hasil tes kosentrasi grid di atas 15.