cover
Contact Name
Alpiani
Contact Email
fishianajournal@gmail.com
Phone
+6285399432765
Journal Mail Official
fishianajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 11, Tamalanrea, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries
ISSN : -     EISSN : 29640555     DOI : -
Fishiana Journal of Marine and Fisheries menyediakan forum untuk semua pemangku kepentingan di sektor perikanan dan kelautan, yang menampilkan artikel ulasan, penelitian asli, komentar, berita, sorotan penelitian dan pengembangan, wawancara dengan para pemimpin opini kunci, dan banyak lagi, dengan tujuan untuk membangun komunitas komunikasi perikanan dan kelautan. Artikel yang diterbitkan dalam Fishiana Journal mencakup bidang-bidang utama dalam pengembangan dan penerapan perikanan dan kelautan.
Articles 55 Documents
Strategi Livelihood dan Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Pulau Pala di Kawasan Konservasi Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Pase, Asdar Marsuki; Yahya, Muhammad Lutfi; Mushaddiq, Mushaddiq; Awaluddin, Awaluddin; Massiseng, Andi Nur Apung
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.344

Abstract

Studi ini mengeksplorasi pola penghidupan dan kondisi sosial-ekonomi komunitas nelayan rajungan dan udang kipas di Pulau Pala, yang berada dalam kawasan konservasi Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Pendekatan mixed-method mengombinasikan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta diskusi kelompok yang fokus pada 20 informan kunci (nelayan, pengepul, ibu rumah tangga, dan pejabat desa). Temuan utama meliputi keterbatasan peralatan tangkap, fluktuasi harga pasar, dan benturan aktivitas dengan nelayan luar. Rata- rata penghasilan harian nelayan berada di kisaran Rp90.000–135.000, sedangkan pengepul meraup Rp268.000 setiap tiga hari distribusi. Mekanisme patron-klien memfasilitasi akses modal namun berimplikasi pada ketergantungan utang dan ketimpangan pembagian hasil. Diversifikasi produk olahan serta inovasi pemanfaatan limbah cangkang menjadi kitosan teridentifikasi sebagai strategi adaptif untuk memperkuat ketahanan ekonomi komunitas nelayan. Rekomendasi difokuskan pada pembentukan koperasi, kemudahan akses kredit, peningkatan teknologi tangkap ramah lingkungan, serta penegakan zonasi dan patroli terintegrasi guna mendukung keberlanjutan sosial-ekonomi dan ekosistem.
Analisis Sensoris Nugget Ikan Kembung Fortifikasi Tepung Daun Kelor Zainuddin, Nurul Muchlisah; M, Ayla Ainayyah; Kamal, Winda; Kurniawan, Abdi Wahid; Saputra, Ian
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.348

Abstract

Nugget ikan merupakan salah satu produk olahan pangan yang digemari masyarakat karena praktis, bergizi, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Upaya peningkatan nilai gizi pada produk olahan ikan dapat dilakukan melalui fortifikasi bahan pangan fungsional, salah satunya dengan tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikenal kaya akan protein, zat besi, vitamin, dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fortifikasi tepung daun kelor terhadap karakteristik sensoris nugget ikan kembung (Rastrelliger sp.) serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan perlakuan empat formulasi, yaitu P1 (100% ikan kembung tanpa tepung daun kelor), P2 (85% ikan kembung, 15% tepung daun kelor), P3 (80% ikan kembung, 20% tepung daun kelor), dan P4 (75% ikan kembung , 25% tepung daun kelor). Uji organoleptik dilakukan terhadap 25 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1–5, dengan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada semua atribut organoleptik. Rata-rata nilai kesukaan terhadap warna berturut-turut adalah 3.44; 3.56; 4.04; dan 3.04. Untuk aroma, diperoleh nilai 3.6; 4.04; 3.32; dan 2.48. Parameter tekstur menunjukkan nilai 3.4; 3.84; 4.04; dan 3.00, sedangkan rasa memperoleh nilai 3.4; 4.08; 3.6; dan 2.96. Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan P3 (20% tepung daun kelor) menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi pada sebagian besar parameter, yang menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor dalam jumlah moderat mampu meningkatkan mutu sensoris tanpa menurunkan daya terima produk. Fortifikasi tepung daun kelor sebanyak 20% merupakan formulasi paling optimal dalam pembuatan nugget ikan kembung yang memiliki keseimbangan terbaik antara nilai gizi dan karakteristik sensoris.
Pengaruh Pemberian Pakan Buatan pada Berbagai Stadia terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Post Larva Udang Windu (Penaeus Monodon) Fabricus Kasim, Muhammad Rijal; Hanif, Hasan; Asni, Asni
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan pada berbagai stadia yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penelitian dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar, Sulawesi Selatan selama satu bulan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu kombinasi pakan alami dan pakan buatan pada stadia yang berbeda. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, sintasan, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (pemberian pakan buatan dimulai pada stadia zoea II) memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan mutlak 0,002054 gram dan sintasan tertinggi 41,4%. Pemberian pakan buatan yang tepat pada stadia awal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu.
Daerah Penangkapan dan Dinamika Hasil Tangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) dengan Jaring Insang di Perairan Kepulauan Raja Ampat Bachri, Samsul; Suruwaky, Amir M.; Mustasim, Mustasim; Bakula, Elisa; Sumbung, Sepri; Prasetyo, Djoko; Haruna, Haruna
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.350

Abstract

Salah satu komoditas unggulan yang menjadi andalan dalam aktivitas ekonomi masyarakat Raja Ampat adalah ikan tenggiri (Scomberomorus sp.), yang termasuk dalam kelompok ikan pelagis besar dengan karakteristik nilai ekonomi tinggi, mutu daging yang baik, serta permintaan pasar yang stabil di tingkat lokal maupun antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daerah penangkapan dan dinamika hasil tangkapan ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) yang tertangkap menggunakan jaring insang di perairan Kepulauan Raja Ampat selama tahun 2024. Data yang digunakan berasal dari rekapitulasi hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di pelabuhan pendaratan ikan setempat, mencakup informasi hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan tiap bulan. Hasil analisis menunjukkan total hasil tangkapan tahunan mencapai 570.180 kg dengan 1.241 trip penangkapan. Nilai CPUE rata-rata sebesar 458,35 kg/trip dengan puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan Desember dan nilai terendah pada bulan Juli. Daerah penangkapan yang dominan meliputi Misool (Misol), Batanta, Salawati, dan Kepulauan Sembilan. Variasi hasil tangkapan diduga dipengaruhi oleh fluktuasi musiman, pergerakan stok ikan pelagis, serta intensitas penangkapan. Hasil penelitian ini menjadi dasar dalam perumusan strategi pemanfaatan sumber daya tenggiri yang lebih berkelanjutan di kawasan Raja Ampat.
Komposisi Jenis, Bobot dan Tutupan Sampah Laut di Pulau Nusmapi Kabupaten Manokwari Boli, Paulus; Wardhani, Aryo; Pattiasina, Thomas Frans; Parenden, Dedi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.354

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat hasil aktivitas manusia yang dibuang ke laut, termasuk di pantai, terapung atau tenggelam. Identifikasi komposisi jenis sampah laut serta perhitungan bobot dan tutupan sampah laut perlu dilakukan untuk mendeskripsikan dampak sampah laut dan pengelolaannya. Penelitian ini dilakukan pada Mei 2024 di Pulau Nusmapi Kabupaten Manokwari, pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun pengamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, bobot, tutupan, dampak, serta mendeskripsikan pengelolaan sampah laut. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan adaptasi metode Line Intercept Transek (LIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis sampah laut yang ada di Pulau Nusmapi didominasi oleh plastik yang terdiri dari botol air minum, karung, waring, kayu, kelapa, popok bayi, kain, kaca dalam bentuk botol minuman kaca dan pecahan botol, logam atau metal seperti kaleng minuman atau seng, karet seperti karet ban dalam motor dan sandal. Bobot sampah laut ditemukan tertinggi pada Stasiun 3 sebesar 0.238 kg/m2 dan terendah pada Stasiun 2 yakni 0.066 kg/m2. Tutupan sampah laut pada Stasiun 1 tertinggi adalah berasal dari bahan lainnya sebesar 10.16%, Stasiun 2 adalah plastik 8.13% dan Stasiun 3 adalah lainnya 5.79%. Arus dan curah hujan mempengaruhi penyebaran sampah, yang mayoritasnya berasal dari kota, mencemari perairan, merusak ekosistem, dan mengurangi daya tarik wisata. Pengelolaan sampah yang terpadu dari darat hingga ke laut serta penerapan teknologi modern perlu dilakukan dalam mengurangi dampak ini serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Pertumbuhan dan Hemosit Litopenaeus vannamei yang Terinfeksi Vibriosis dengan Induksi Extracellular Product (ECP)-Vibrio harveyi Putra, Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya; Setiawan, Faris; Romadhona, Muhammad Rizki; Sabrina, Nur Aini; Ardana, Aditya Okta; Leilani, Shafa Almas; Wicaksono, Sony; Putra, Arendra Nicky Anugerah
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.355

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi, namun rawan mengalami kematian massal akibat vibriosis yang disebabkan bakteri Vibrio, khususnya Vibrio harveyi. Patogen ini menimbulkan lesi kulit, ulserasi, perdarahan, dan penurunan kesehatan yang berujung pada mortalitas tinggi. Penggunaan antibiotik sebagai penanganan masih menimbulkan risiko lingkungan dan resistensi antimikroba, sehingga diperlukan pendekatan alternatif yang lebih aman. Extracellular Product (ECP) dari V. harveyi dikombinasikan dengan probiotik berpotensi menjadi suplemen pakan imunostimulan untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas suplementasi ECP dalam meningkatkan pertumbuhan dan respons imun udang vaname terhadap vibriosis. Penelitian dilakukan di Laboratorium PSDKU UB Kediri dengan tahapan pembuatan ECP, induksi, uji tantang V. harveyi, serta pengukuran pertumbuhan dan parameter hemosit. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan ECP dosis 2 mL + 20 mL/kg pakan dan perlakuan ECP dosis 2 mL + 20 mL/kg pakan. Parameter utama yang diamati adalah survival rate, pertumbuhan panjang dan bobot udang, FCR, dan total hemosit, kemudian data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan dilanjutkan dengan uji BNT guna melihat perbedaan antarperlakuan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ECP dosis 2 mL + 20 mL/kg pakan meningkatkan kelulusan hidupsecara signifikan hingga 60,00±10,00% dibanding kelompok terinfeksi tanpa perlakuan (30,00±6,67%). Peningkatan panjang total (9,33±0,33 cm), berat total (6,67±0,67 g), total hemocyte count (11,33±0,88 ×10⁵ sel/mL), proporsi granular cell (40,00±1,67%), serta penurunan signifikansi hyaline cell (18,67±2,36%) menunjukkan aktivasi imun yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan bahwa ECP efektif meningkatkan performa pertumbuhan dan imunitas udang.
Direct and Indirect Effects of Climate Change Perceptions on Fishermen's Catches: A Path Analysis Approach Ni’mah, Zumrotun; Priyanto, Moh. Wahyudi; Setiani, Setiani
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.360

Abstract

The fisheries sector contributes to food security, poverty alleviation, and the improvement of welfare. However, fishermen face serious challenges due to climate change, which disrupts fishing activities. This issue is also experienced by fishermen on Madura Island who depend on the sea for their livelihoods. Understanding fishermen’s perceptions of climate change is crucial, as these perceptions influence their adaptation decisions. This study aims to determine the direct and indirect effects of climate change perceptions on the fish catches of Madurese fishermen. The research employed a simple random sampling method with a total of 100 respondents. The results of the path analysis show that fishermen’s perceptions of climate change phenomena have a direct influence on adaptation as well as on fish catches. Perceptions of climate change risks have a direct effect on adaptation but an indirect effect on fish catches through adaptation. Furthermore, adaptation to climate change has a direct impact on fish catches, while climate information and fishermen's experience do not affect either adaptation or fish catches. Therefore, it is necessary to conduct extension activities regarding climate change risks and adaptation strategies. For further research, it is recommended to analyze the factors influencing perceptions of climate change and adaptation.
Analisis Tren Produksi Rumput Laut di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Kasri, Kasri; Baso, Aris; Faizal, Ahmad; Ilyas, M. Irham
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.361

Abstract

Produksi rumput laut Kabupaten Takalar merupakan salah satu kontributor utama dalam rantai pasok industri rumput laut nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi rumput laut Takalar periode 2020–2024 serta memproyeksikan perkembangan produksi hingga tahun 2029 untuk tiga komoditas utama, yaitu Kappaphycus alvarezii (Cottonii), Eucheuma spinosum, dan Gracilaria. Metode yang digunakan meliputi analisis deret waktu, regresi linear untuk memodelkan tren produksi, serta perhitungan proyeksi lima tahun berbasis persamaan regresi tiap komoditas. Selain itu, analisis dilakukan terhadap struktur produksi, kontribusi antar komoditas, dan dinamika perubahan produksi tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi total rumput laut Takalar mengalami peningkatan signifikan dari 409.117 ton pada 2020 menjadi 619.864 ton pada 2024, dengan dominasi Cottonii sebesar 60–65 persen. Cottonii dan Gracilaria menunjukkan pertumbuhan positif masing-masing 73,9 persen dan 59,8 persen selama lima tahun, sedangkan Spinosum mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Proyeksi 2025–2029 memperlihatkan peningkatan total produksi dari 552.987 ton menjadi 623.476 ton, meskipun laju pertumbuhannya melambat, mengindikasikan mendekatinya kapasitas jenuh budidaya. Cottonii tetap menjadi komoditas paling potensial dengan proyeksi mencapai 575.080 ton pada 2029, sementara Spinosum diprediksi terus menurun. Temuan ini menegaskan bahwa, di tengah kecenderungan perlambatan pertumbuhan produksi dan penurunan Spinosum, kebijakan pengembangan rumput laut di Takalar perlu difokuskan pada intensifikasi budidaya Cottonii, diversifikasi komoditas melalui Gracilaria, serta penataan ulang sistem produksi untuk menghindari tekanan terhadap kapasitas lingkungan.
Fermentasi Konsorsium Mikroba dalam Pakan Ikan: Tinjauan Literatur terhadap Peningkatan Kualitas Nutrisi dan Ketahanan Pangan Akuakultur Anwar, Asni; Murni, Murni; Agusanty, Harnita
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.380

Abstract

Fermentasi pakan menggunakan mixed mikroba merupakan pendekatan inovatif untuk meningkatkan kualitas nutrisipakan ikan berbasis bahan lokal dan limbah agroindustri guna mendukung ketahanan pangan akuakultur. Artikel review ini bertujuan mengulas perkembangan terkini terkait peran fermentasi pakan berbasis mixed mikroba dalammeningkatkan komposisi nutrisi, kecernaan, efisiensi pakan, kesehatan usus, dan respons imun ikan budidaya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui penelusuran artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional terindeks, dengan kriteria inklusi mencakup penelitian in vitro dan in vivo yang mengevaluasi penggunaan mikroba tunggal maupun campuran dalam fermentasi bahan pakanikan. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi trenpenelitian, mekanisme kerja, dan implikasi aplikatifnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakankonsorsium bakteri asam laktat, Bacillus spp., ragi, dan mikroba pendegradasi serat secara konsisten mampumeningkatkan protein terlarut dan asam amino, menurunkan serat kasar serta senyawa antinutrisi, dan memperbaikikecernaan serta efisiensi pakan. Selain itu, pakan terfermentasi mixed mikroba berkontribusi pada modulasimikrobiota usus, peningkatan imunitas non-spesifik, dan toleransi ikan terhadap stres lingkungan. Pemanfaatanteknologi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada tepung ikan dan menekan biaya pakan. Dengandemikian, fermentasi pakan berbasis mixed mikroba merupakan strategi bioteknologi pakan yang prospektif untukmeningkatkan keberlanjutan dan ketahanan pangan sektor akuakultur.
Dinamika Produksi dan Musim Penangkapan pada Ikan Lencam (Lethrinus spp) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Pratama, Gilar Budi; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Aisyah, Aisyah
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi, upaya penangkapan, dan musim tangkap ikan lencam (Lethrinus spp.) berbasis di PPN Ternate selama periode 2021–2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa statistik produksi perikanan yang diperoleh dari logbook PPN Ternate, yang mencakup volume tangkapan dan jumlah trip penangkapan. Data dianalisis dalam bentuk deret waktu bulanan. Analisis dilakukan melalui perhitungan Catch Per Unit Effort (CPUE) untuk menggambarkan kelimpahan relatif ikan, serta penentuan musim penangkapan menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP) dengan metode moving average. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi musiman produksi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan dan intensitas upaya penangkapan, dengan puncak produksi umumnya terjadi pada bulan Maret. Meskipun total upaya penangkapan meningkat setiap tahun, nilai CPUE menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan adanya tekanan tangkap yang tinggi dan potensi awal penurunan stok ikan. Nilai IMP menunjukkan bahwa bulan Januari, Februari, April, Juli, Oktober, dan November termasuk dalam kategori musim ikan, sedangkan bulan lainnya tergolong bukan musim ikan. Implikasi pengelolaan menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan sebaiknya dioptimalkan pada periode musim ikan dan dibatasi pada bulan tertentu, seperti Desember, untuk mendukung keberlanjutan sumber daya dan keselamatan nelayan. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pengelolaan perikanan berbasis musim dan dinamika sumber daya.