cover
Contact Name
Nurita Apridiana Lestari
Contact Email
nuritalestari@unesa.ac.id
Phone
+62895429851500
Journal Mail Official
jipp.mep@gmail.com
Editorial Address
PT Mitra Edukasi dan Publikasi Griya Taman Asri AB/26 Tawangsari, Taman, Sidoarjo 61257, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 29623464     EISSN : 29626579     DOI : https://doi.org/10.58706/jipp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP) menerima artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan dan Pembelajaran. Adapun ruang lingkup dari jurnal ini meliputi: 1. Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran 2. Asesmen dan Evaluasi 3. Media Pembelajaran 4. Konsep dan Miskonsepsi 5. Filosofi Pendidikan 6. Kurikulum 7. Psikologi Pendidikan 8. Penelitian Tindakan Kelas 9. Teknologi Pendidikan 10. Manajemen Pendidikan 11. Pengembangan Kurikulum 12. Pengembangan Pendidikan 13. Penelitian Pengembangan
Articles 41 Documents
Validitas Perangkat Pembelajaran Project-Based Inquiry Science Terintegrasi Pendidikan Lingkungan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Septyaningrum, Kartika; Lestari, Nurita Apridiana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p1-16

Abstract

Pendidikan menjadi upaya yang paling penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pendidikan formal di sekolah yang diterapkan pada peserta didik semua jenjang pendidikan, salah satunya melalui pembelajaran fisika. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hasil dari validitas perangkat pembelajaran project-based inquiry science terintegrasi pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan jenis metode ADDIE. Terdapat tiga tahapan penelitian yang dilakukan yaitu tahap analisis (analyze), tahap desain (design) dan tahap pengembangan (development). Penelitian dan pengembangan ini dibatasi sampai tahap development, yang difokuskan pada proses uji validitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan memakai metode validasi melalui pemberian lembar validasi kepada validator ahli untuk mengetahui validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menghitung dan menganalisis hasil rata-rata nilai validasi perangkat pembelajaran dari validator ahli dan menggunakan skala likert dalam penilaiannya. Perangkat pembelajaran ini memiliki kelebihan yaitu menggunakan model pembelajaran project-based inquiry science, terintegrasi pendidikan lingkungan, mengasah kemampuan berpikir kritis. Kekurangannya adalah perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran membutuhkan alokasi waktu yang cukup banyak dalam penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima produk perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, Renacana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), handout atau bahan ajar dan instrumen penilaian menunjukkan kriteria sangat valid dengan persentase rata-rata keseluruhan sebesar 86,48%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran project-based inquiry science terintegrasi pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis layak diterapkan dalam proses pembelajaran.
Validitas Modul Ajar Berbasis Inquiry Learning Terintegrasi Pendidikan Lingkungan Terkait Perubahan Iklim untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Fitriyah, Hana; Lestari, Nurita Apridiana; Budiarto, Eko
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p17-28

Abstract

Pendidikan lingkungan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan peserta didik, khususnya berpikir kreatif. Integrasi pendidikan lingkungan dalam pembelajaran fisika dapat menumbuhkan sikap dan karakter peserta didik untuk melestarikan dan peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil validitas modul ajar berbasis inquiry learning terintegrasi pendidikan lingkungan terkait perubahan iklim untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan jenis metode ADDIE. Terdapat tiga tahapan penelitian yang dilakukan yaitu tahap analisis (analyze), tahap desain (design) dan tahap pengembangan (development). Penelitian dan pengembangan ini dibatasi sampai tahap development yang difokuskan pada proses uji validitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan memakai metode validasi melalui pemberian lembar validasi kepada validator ahli untuk mengetahui validitas modul ajar yang dikembangkan. Teknik analisis dilakukan dengan menghitung hasil validitas modul ajar dari 3 validator dosen ahli pada bidang pembelajaran inovatif dan  perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai validitas dari ketiga validator pada modul ajar berbasis inquiry learning terintegrasi pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada materi perubahan iklim yang dikembangkan memiliki hasil validitas sangat valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Karakteristik dari modul ajar yang dikembangkan telah terintegrasi pendidikan lingkungan sehingga dapat memberikan dampak yang positif kepada peserta didik terkait penggunaan pendidikan lingkungan (lingkungan sebagai sumber belajar) dalam pembelajaran fisika sehingga dapat dijadikan salah satu solusi untuk meningkatkan motivasi dan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI Diaz, Nandaru; Suliyanah, Suliyanah; Kholifah, Kholifah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p65-71

Abstract

Observasi peserta didik memperlihatkan bahwa motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran fisika masih tergolong rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penerapan model pembelajaran problem-based learning.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran problem-based learning  terhadap motivasi belajar fisika peserta didik kelas XI-1 SMAN 13 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas pada materi vektor yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket motivasi belajar yang memuat 4 indikator motivasi yaitu perhatian, relevansi, percaya diri, dan kepuasan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat 54,1% peserta didik yang berada pada kategori motivasi Tinggi dan pada siklus II 100% peserta didik telah mencapai motivasi Tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem-based learning dapat meningkatkan motivasi belajar fisika. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor motivasi pada setiap siklusnya.
Student Responses to Video Media Tutorial Basic Physics Practicum on Series and Parallel Circuits Material Anggraeni, Desak Made; Theedens, Margaretha Noni
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p29-35

Abstract

This research aims to determine student responses to the development of basic physics practical video tutorial media on series and parallel circuits. This research is quantitative descriptive research. The samples used in this research were twenty-five students from the physics education study program in the odd semester of the academic year: 2022/2023 at one of the universities in Sumba who took Basic Physics courses. Data collection in this research used a questionnaire containing statements using a Likert scale. The data obtained is analyzed for each indicator in the questionnaire, then the percentage score obtained will be calculated. Based on the results of data analysis, it was found that the student response to the basic physics practical video tutorial media on series and parallel circuit material was very positive (91.3%) meaning that the use of practical video tutorial media in basic physics practicum activities on series and parallel circuit material received a response good thing from students. The percentage of each aspect measured obtained the following values: (1) the attractiveness of the practical tutorial video media was 92% (very positive category); (2) ease of use of practical video tutorial media by 94% (very positive category); and (3) the role of practical video tutorial media in series and parallel series practicum was 88% (very positive category). The results obtained show that the practical video tutorial media is highly accepted by students as a medium that can assist in basic physics practical activities, especially in series and parallel circuit material. The implication of the results of this research is that it is easier for students to understand the steps when carrying out practicum activities because there are practicum video tutorials that help students learn material related to the practicum that will be carried out, especially for practicum material regarding series and parallel circuits.
Analisis Implementasi Kurikulum Cambridge pada Salah Satu Sekolah Internasional di Jakarta Adilah, Nisa; Galvez, Jay; Suliyanah, Suliyanah; Deta, Utama Alan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p48-64

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan dan kualitas pendidikan yang diwujudkan dalam perubahan kurikulum. Kurikulum di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda misalnya kurikulum nasional dna kurikulum internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kurikulum nasional seringkali lebih terkait dengan budaya lokal dan nilai-nilai nasional, menciptakan fondasi yang mencerminkan identitas dan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kurikulum internasional, seperti kurikulum Cambridge dan International Baccalaureate (IB) mencerminkan aspirasi global dan standar yang relevan dalam skala internasional (Cambridge Assessment International Education, 2021). Pada salah satu sekolah internasional di Jakarta terdapat beberapa jenis kurikulum, meliputi: Singapore Curriculum, IGCSE, dan IB Diploma. Terdapat tingkat prasekolah yang menggunakan Kurikulum Singapura, di tingkat dasar dan menengah menggunakan IGCSE dan Kurikulum Singapura, sedangkan di tingkat perguruan tinggi junior menggunakan kurikulum IB Diploma. Pembelajaran pada kurikulum nasional dan internasional memiliki perbedaan pada penggunaan bahasa, misalnya pada kurikulum nasional menggunakan bahasa utama Bahasa Indonesia sedangkan pada kurikulum internasional menggunakan bahasa utama Bahasa Inggris.  
Implementasi Kurikulum Merdeka pada SMA sebagai Sekolah Penggerak Wulandari, Devita; Sa’diyah, Lisa Lailatus; Ummah, Nur Siyaadatul; Dewi, Sri; Hariyanto, Edi; Deta, Utama Alan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p72-78

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum Merdeka Belajar yang telah diterapkan di SMA Negeri 1 Balongpanggang sebagai Sekolah Penggerak dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi oleh SMA Negeri 1 Balongpanggang dalam implementasi kurikulum merdeka. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari temuan penelitian dikembangkan secara analisis deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum menggunakan metode snowballing. Hasil dari penelitian menunjukkan  bahwa : (1) Guru memiliki keleluasaan dalam memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, (2) Implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Balongpanggang, (3) Asesmen penilaian di SMA Negeri 1 Balongpanggang, (4) Kebijakan merdeka belajar yang diterapkan di SMA Negeri 1 Balongpanggang, (5) Hambatan dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Balongpanggang meliputi : (a) Guru membutuhkan waktu lebih untuk belajar lagi supaya dapat adaptif dengan tuntutan perubahan yang diharapkan, (b) Kurangnya kualitas atau kompetensi yang dimiliki oleh guru dan (c) Guru diminta untuk lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan berbagai media dan model pembelajaran yang mendorong siswa, (5) Solusi yang diberikan untuk menyelesaikan hambatan dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Balongpanggang yaitu adanya pengadaan berbagai workshop atau seminar dan membentuk komunitas belajar bagi guru.
Implementasi Kurikulum Semesta pada Salah Satu SMA di Jombang Musaadah, Sibahah Niah; Devi, Fitri Diana; Arrahmat, Mohamad Wahdiansyah; Indasa, Nita; Suliyanah, Suliyanah; Deta, Utama Alan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p36-47

Abstract

Saat ini sebagian besar sekolah di Indonesia tengah menerapkan kurikulum 2013 (K-13) untuk kelas XII dan kurikulum merdeka untuk kelas X dan XI. Berbeda dengan salah satu SMA di Jombang,  dimana tidak hanya menerapkan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, akan tetapi juga menerapkan kurikulum semesta sebagai kurikulum kearifan pesantren. Berdasarkan kondisi tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan  untuk menganalisis implementasi kurikulum yang telah diterapkan pada salah satu SMA di Jombang, baik kurikulum 2013, kurikulum merdeka, maupun kurikulum semesta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  saat ini kurikulum yang diterapkan pada SMA di Jombang adalah kurikulum nasional, akan tetapi secara aplikatif di lapangan menerapkan kurikulum semesta yang merupakan adopsi dari kurikulum nasional. Berdasarkan pelaksanaan empat Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diterapkan, dapat disimpulkan bahwa implementasi pengembangan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka sudah terlaksana dengan baik. Implementasi pengembangan Kurikulum Semesta secara keseluruhan berdasarkan komponen pengembangan kurikulum Ralph Tyler yaitu Objectives, Selecting Learning Experiences, Organizing Learning Experiences, and Evaluation dapat disimpulkan secara keseluruhan sudah sesuai dan terlaksana dengan baik.  
Integrasi Strategi Writing to Learn pada Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Ketrampilan Komunikasi Siswa SMK pada Mata Pelajaran IPAS Rahmawati, Galuh; Sinaga, Parlindungan; Aminudin, Ahmad; Hidayat, Arif
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p79-83

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif pendidikan yang menekankan pada pembelajaran kontekstual dan berbasis pengembangan ketrampilan peserta didik. Pada proses pembelajaran diharapkan mampu memberikan gambaran terkait pengembangan ketrampilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi integrasi strategi Writing to Learn dalam meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan komunikasi siswa SMK. Penelitian menggunakan desain sampel berjumlah 33 siswa kelas X SMK yang dibagi menjadi 4 Kelompok untuk mengetahui peningkatan ketrampilan komunikasi siswa. Instrumen yang digunakan adalah 10 soal pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan konsep siswa, sedangkan instrument untuk ketrampilan menulis menggunakan LKPD dengan model Problem Based Learning. Siswa dituntun untuk mengembangkan ide berdasarkan masalah yang didesain pada LKPD. Teknik analisa data yang dilakukan menggunakan perhitungan N-gain. Hasil perhitungan diperoleh perhitungan sebesar <g> peningkatan pengetahuan konsep 0,54 dengan kategori sedang, perhitungan <g> pertemuan pertama ke pertemuan kedua sebesar 0,33 dengan kategori rendah, <g> pertemuan kedua dan ketiga sebesar 0,57 dengan kategori sedang dan <g> pertemuan ketiga dan keempat sebesar 0,8 dengan kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dengan strategi Writing to learn untuk meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan komunikasi siswa efektif digunakan pada pembelajaran IPAS.
Kajian Etnofisika Kearifan Lokal Api Tak Kunjung Padam di Kabupaten Pamekasan Alfiah, Lina Christi; Qiroah, Innita Fashihatul; Maysaputri, Yunita; Saputra, Oka
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p84-89

Abstract

Kearifan lokal adalah sikap dari manusia serta hubungannya dengan lingkungan yang terbentuk secara alamiah dan berasal dari adat istiadat atau ajaran leluhur. Api Tak Kunjung Padam merupakan kearifan lokal yang berpotensi untuk menjadi konteks dalam pembelajaran Fisika. Pendekatan ini menggali pengetahuan masyarakat dalam konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep fisika yang terlibat dalam fenomena tersebut dan mengembangkan strategi pemeliharaan untuk menjamin kelestarian objek wisata ini. Dengan mengidentifikasi konsep-konsep Fisika, diharapkan kearifan lokal ini dapat dikaji dalam pembelajaran Fisika di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan pengelola wisata, pengurus desa, dan masyarakat setempat sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan cerita legenda, Api Tak Kunjung Padam berasal dari tongkat kyai Moko yang ditancapkan ke tanah. Secara Sains, Api Tak Kunjung Padam berkaitan erat dengan konsep pembakaran, transfer kalor, dan interaksi antara bahan bakar dengan oksigen, yang dijelaskan melalui model "Segitiga Api". Lebih lanjut, ditemukan bahwa faktor-faktor seperti kondisi lingkungan dan intervensi manusia memiliki pengaruh signifikan terhadap kelangsungan fenomena ini. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemahaman tentang konsep fisika dalam konteks kearifan lokal ini tidak hanya memberikan wawasan edukatif tetapi juga memfasilitasi pelestarian budaya. Hal ini memperkuat pentingnya pendidikan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah untuk pelestarian dan promosi wisata Api Tak Kunjung Padam sebagai bagian dari warisan budaya.
Identifikasi Konsep Fisika pada Kearifan Lokal Pembuatan Tuak dan Budaya Nitik Tuak di Kabupaten Tuban Sa’diyah, Halimatus; Mustafaroh, Vinka Amalia; Rizaldi, Dimas Fahmi; Ashfy, Aulia Camila; Suliyanah, Suliyanah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p90-98

Abstract

Kabupaten Tuban di Jawa Timur, Indonesia, terkenal dengan tradisi lokalnya yang kaya, di antaranya budaya Nitik Tuak. Budaya ini melibatkan pembuatan dan konsumsi Tuak, sebuah minuman tradisional beralkohol rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta menganalisis budaya Nitik Tuak dengan sudut pandang Kearifan Lokal Fisika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks ini, tradisi Nitik Tuak tidak hanya memegang peranan penting dalam mempertahankan kekayaan budaya dan sosial lokal, tetapi juga menyajikan relevansi signifikan dengan konsep-konsep fisika seperti momentum, gaya gesek, energi potensial, dan gaya gravitasi yang terlibat dalam proses produksi dan penikmatan Tuak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nitik Tuak bukan hanya sebagai elemen penting dalam warisan budaya, tetapi juga menawarkan potensi sebagai sumber pembelajaran fisika yang inovatif untuk siswa SMA, memberikan aplikasi praktis konsep-konsep fisika. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pada pentingnya pelestarian Nitik Tuak tidak hanya sebagai warisan budaya tetapi juga sebagai alat edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual fisika di kalangan pelajar.