cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 29872987     EISSN : 29874793     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
Farmasi Klinis; Farmasi Sosial;Farmasi Klinikal;Farmasi Industri;Farmasi Kesehatan Masyarakat;Farmasi Klinik;Farmasi Komunitas;Farmasi Klinikal dan Sosial;Ilmu Biomedis;Epidemiologi;Kesehatan Masyarakat;Kedokteran;Gizi;Psikologi Kesehatan;K3;Manajemen Farmasi;
Articles 348 Documents
Aktivitas Antibakteri Caspian sea yoghurt dengan Penambahan Matcha (Camellia sinensis L.) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus Ing Mayfa Situmorang; Joy Chantika Dewi Gultom; Fatimah Syalwa; Dharma Yanti; Feronika Evma Rahayu; Feri Setiadi
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3858

Abstract

Matcha (Camellia sinensis L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri dan dapat dikembangkan dalam bentuk pangan fungsional seperti Caspian Sea yoghurt. Bakteri penyebab kulit inflamasi disebabkan oleh Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan matcha terhadap aktivitas antibakteri, karakteristik fisikokimia, dan kadar proksimat Caspian Sea yoghurt. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor berupa penambahan matcha 1,5%, 3%, dan 6%. Parameter yang diamati meliputi kadar proksimat, pH, total asam tertitrasi, sineresis, dan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dan S. aureus menggunakan metode difusi cakram. Data penelitian dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Penambahan matcha meningkatkan kadar protein, lemak, dan abu, tetapi menurunkan kadar air. Penambahan matcha mempengaruhi karakteristik fisikokimia Caspian sea yoghurt yang ditunjukkan oleh nilai pH 4,33-4,64, total asam tertitrasi 0,57-0,64%, dan sineresis 7,82-42,56%. Diameter zona hambat terhadap P. acnes dan S. aureus cenderung menurun seiring meningkatnya konsentrasi matcha. Konsentrasi matcha tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antibakteri S. aureus (p<0,05), tetapi berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antibakteri P. acnes (p<0,05).  
Evaluasi Rasionalitas Nifedipin, Deksametason dan Domperidone sebagai Obat Off-label di Departemen Obstetri dan Ginekologi Wulida Nuril Fajriyah; Ekanita Desiani; Nur Aini
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3861

Abstract

Dalam praktik klinis, penggunaan obat di luar indikasi sering kali dianggap sebagai salah satu pilihan; namun, penggunaan tersebut harus dilakukan secara rasional untuk menjamin keamanan, efektivitas, dan manfaat klinis sekaligus meminimalkan efek samping serta biaya yang tidak perlu. Penelitian mengenai rasionalitas penggunaan obat di luar indikasi di bidang ini masih terbatas, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah Kraton, di mana penelitian sebelumnya hanya terbatas pada tahap skrining saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat off-label berdasarkan kriteria indikasi yang tepat, obat yang tepat, dosis yang tepat, interval pemberian yang tepat, dan pasien yang tepat. Penelitian ini merupakan studi deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif, yang dilakukan untuk menilai rasionalitas penggunaan obat di luar indikasi pada pasien kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Umum Daerah Kraton pada tahun 2024. Populasi penelitian terdiri dari 901 pasien rawat inap, dengan sampel purposif sebanyak 96 pasien yang menerima nifedipin, deksametason, atau domperidon. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 24 dan disajikan dalam tabel deskriptif berdasarkan usia, diagnosis, obat, dosis, alergi obat, rute dan frekuensi pemberian, serta penilaian rasionalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara pasien obstetri dan ginekologi, 46 pasien (44,7%) menerima domperidon, 23 pasien (22,3%) menerima nifedipin, dan 34 pasien (33%) menerima deksametason. Penggunaan rasional obat-obatan off-label ini pada pasien obstetri dan ginekologi di RSUD Kraton memenuhi semua kriteria sebesar 100% tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat interval dan tepat pasien.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Haurpanggung Garut Tahun 2025: Analysis of Factors Associated with Compliance in Prenatal Classes Sri Haryati; Sri Dinengsih; Rini Kunandaryanti
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3862

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan sarana pembelajaran bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi. Puskesmas Haurpanggung Garut telah melaksanakan program kelas ibu hamil, namun cakupan keikutsertaan masih belum mencapai target. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil meliputi pengetahuan, motivasi, jarak ke tempat pelayanan, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung Garut Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 140 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94 responden (67,1%) patuh mengikuti kelas ibu hamil. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p<0,001; OR=4,068), motivasi (p<0,001; OR=4,975), jarak ke tempat pelayanan (p<0,001; OR=5,583), dukungan suami (p<0,001; OR=6,351), dan dukungan tenaga kesehatan (p<0,001; OR=10,500) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil. Berdasarkan hasil analisis bivariat, dukungan tenaga kesehatan menunjukkan kekuatan asosiasi terbesar dibandingkan variabel lainnya. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi, komunikasi, dan pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil
Polypharmacy and Potentially Inappropriate Medications (PIMs) Among Geriatric Patients Based on Beers Criteria at Puskesmas X, Cimahi City Dera Raihani; Hasna Latipah Sakinah
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3868

Abstract

Pertumbuhan populasi lansia di Indonesia meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan. Kelompok geriatri rentan terhadap penyakit sehingga kerap menerima terapi beberapa obat sekaligus (polifarmasi). Polifarmasi berpotensi menimbulkan Potentially Inappropriate Medications (PIMs), yakni pemberian obat dengan risiko melebihi manfaatnya pada lansia. Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara polifarmasi dengan angka kejadian PIMs pada pasien geriatri di Puskesmas X Kota Cimahi. Sebanyak 52 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Penggunaan obat dikelompokkan menjadi non-polifarmasi dan polifarmasi, sementara PIMs diidentifikasi menggunakan Kriteria Beers. Data dievaluasi melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara polifarmasi dan kejadian PIMs pada pasien geriatri di lokasi penelitian, dengan nilai p-value < 0,000 (p<0,05), yang berarti hipotesis penelitian diterima. Dapat disimpulkan bahwa praktik polifarmasi berhubungan signifikan dengan kejadian PIMs pada pasien geriatri, sehingga menegaskan pentingnya tinjauan pengobatan (medication review) secara rutin guna meningkatkan keamanan farmakoterapi pada kelompok ini.
Healthy Aging pada Lanjut Usia: Peran Koneksi Sosial, Regulasi Emosi, dan Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Lansia syahnur rahman
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3870

Abstract

Peningkatan jumlah populasi lanjut usia menjadi fenomena global yang mendorong perubahan paradigma dalam kajian psikologi perkembangan. Lansia tidak lagi dipandang hanya sebagai kelompok yang mengalami penurunan fungsi biologis, tetapi sebagai individu yang tetap memiliki kapasitas adaptasi, pengembangan diri, dan pencapaian kesejahteraan psikologis. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian psikologi lanjut usia dengan fokus pada konsep healthy aging, kesepian (loneliness), koneksi sosial, regulasi emosi, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah internasional mengenai psikologi perkembangan dewasa akhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan psikologis lansia sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan sosial, kemampuan mengelola perubahan kehidupan, persepsi positif terhadap proses penuaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan psikologi positif dalam memahami lansia sebagai individu yang memiliki potensi berkembang sepanjang hayat.
Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Lee kwan yew (Vernonia elaeagnifolia DC.) Terhadap Larva Artemia salina Leach Menggunakan Metode BSLT Desi Sri Rejeki; Lu’lu Nur Syifa; Ery Nourika Alfiraza
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3876

Abstract

Penggunaan tanaman herbal berkhasiat sebagai bahan potensial dalam pengembangan senyawa bioaktif. Meskipun demikian, pemanfaatannya sebagai bahan herbal harus didahului dengan evaluasi keamanan melalui pengujian toksisitas. Daun lee kwan yew (Vernonia elaeagnifolia DC.) mengandung sejumlah metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, serta senyawa fenolik yang diketahui berpotensi memberikan efek farmakologis. Oleh sebab itu, pengujian toksisitas awal diperlukan untuk mengetahui tingkat toksik dari ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak metanol daun lee kwan yew terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) melalui penentuan nilai LC₅₀. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki nilai LC₅₀ rata-rata sebesar 50,941 ± 3,33 ppm dengan nilai Relative Standard Deviation (RSD) sebesar 6,53%. Nilai RSD tersebut menunjukkan tingkat keterulangan hasil yang baik. Berdasarkan nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm, ekstrak metanol daun lee kwan yew dikategorikan memiliki sifat toksik. Hasil tersebut menunjukkan adanya toksisitas awal pada ekstrak metanol daun lee kwan yew sehingga diperlukan penelitian lanjutan menggunakan uji sitotoksisitas yang lebih spesifik serta identifikasi senyawa aktif untuk mengevaluasi potensi farmakologinya.
Pengaruh Baby massage Terhadap Penurunan Gejala ISPA pada Balita Usia 12-59 Bulan di Praktek Dr. Kusuma Dewi Riwayati Rismaya; Atun Wigati; Diah Andriani K; Indah Puspitasari
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3895

Abstract

ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita. Baby massage dapat menjadi salah satu pendekatan komplementer untuk membantu mengurangi gejala ISPA. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan gejala ISPA sebelum dan sesudah pemberian baby massage pada balita usia 12–59 bulan. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest dengan 31 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan distribusi gejala ISPA setelah intervensi, ditandai dengan penurunan kategori sangat sering dari 15 responden (48,4%) menjadi 3 responden (9,7%) dan peningkatan kategori jarang dari 0 menjadi 11 responden (35,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z=-4,710 dan p<0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara skor gejala ISPA sebelum dan sesudah pemberian baby massage. Baby massage berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam membantu mengurangi frekuensi gejala ISPA pada balita.
Hubungan Medication Beliefs dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Fransiska Luciana Putri; Niken Luthfiyanti; Annie Rahmatillah
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3905

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga keyakinan pasien terhadap pengobatan (medication beliefs) dapat berperan dalam keberhasilan pengelolaan penyakit dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara medication beliefs dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 96 pasien Diabetes Melitus Tipe II rawat jalan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data medication beliefs diperoleh menggunakan Beliefs about Medicines Questionnaire (BMQ), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan Diabetes Quality of Life (DQOL). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki medication beliefs positif, yaitu sebanyak 89 responden (92,7%). Sebanyak 50 responden berada pada kategori kualitas hidup baik dan 46 responden berada pada kategori kualitas hidup sedang. Pada responden dengan medication beliefs positif, 49 responden memiliki kualitas hidup baik dan 40 responden memiliki kualitas hidup sedang, sedangkan seluruh responden dengan medication beliefs negatif berada pada kategori kualitas hidup sedang. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara medication beliefs dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe II (p=0,021). Dapat disimpulkan bahwa pasien dengan keyakinan yang lebih positif terhadap pengobatan cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, edukasi dan komunikasi mengenai kebutuhan, manfaat, serta kekhawatiran terhadap penggunaan obat perlu diperkuat sebagai bagian dari pelayanan pasien Diabetes Melitus Tipe II.
Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Puskesmas X Anisa Wulandari; Vivin Marwiyati Rohmana; Septian Maulid Wicahyo
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3908

Abstract

Manajemen logistik obat di puskesmas bertujuan menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian dan kepatuhan prosedural manajemen logistik obat pada seluruh tahapan siklus pengelolaan obat di Puskesmas X berdasarkan standar pelayanan kefarmasian yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari dokumen logistik obat tahun 2025 yang meliputi Rencana Kebutuhan Obat (RKO), Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO), kartu stok, dokumen stock opname, dan pencatatan elektronik, yang dilengkapi dengan observasi terstruktur dan wawancara terhadap lima informan yang terlibat dalam pengelolaan obat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase kepatuhan dan tingkat ketersediaan obat dalam satuan bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian item obat dengan Formularium Nasional sebesar 74,92% dan dengan Formularium Dinas Kesehatan sebesar 69,32%. Rata-rata ketepatan permintaan pada 20 item obat dengan pemakaian tertinggi sebesar 77,98%. Tahap penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi mencapai kepatuhan prosedural 100%. Rata-rata tingkat ketersediaan obat sebesar 16,70 bulan. Meskipun sebagian besar tahapan operasional telah memenuhi prosedur yang dinilai, aspek perencanaan dan permintaan masih belum optimal dan berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan persediaan. Secara keseluruhan, manajemen logistik obat di Puskesmas X telah terlaksana pada sebagian besar tahapan operasional, tetapi masih memerlukan optimalisasi pada aspek sumber daya manusia, perencanaan, dan permintaan obat. Penguatan perencanaan berbasis data, sinkronisasi RKO dan LPLPO, serta peningkatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan obat.
Pengaruh Edukasi Tumbuh Kembang Terhadap Kepatuhan Kunjungan Ibu Balita Datang ke Posyandu Siti Nisrina; Diah Adriani K; Noor Azizah; Ika Tristanti
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3917

Abstract

Posyandu berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kepatuhan kunjungan ibu masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi tumbuh kembang balita terhadap tingkat kunjungan ibu di Posyandu Melati 2 Desa Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group. Penelitian melibatkan 35 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak 17 responden. Kelompok intervensi diberikan edukasi tumbuh kembang balita menggunakan media leaflet selama ±30 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan Posyandu rutin tanpa edukasi khusus. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05 untuk membandingkan proporsi kepatuhan kunjungan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan kunjungan patuh pada kelompok yang memperoleh edukasi sebesar 88,9%, sedangkan pada kelompok tanpa edukasi sebesar 52,9%. Uji Pearson Chi-Square menunjukkan χ²=5,536 dan p=0,019 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan proporsi kepatuhan kunjungan yang bermakna antara kedua kelompok. Edukasi tumbuh kembang berpotensi meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi promotif dalam meningkatkan pemanfaatan pelayanan Posyandu.