cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
ISSN : 28305744     EISSN : 28305558     DOI : https://doi.org/10.55784/jkj
Core Subject : Health,
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, merupakan jurnal open source, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 353 Documents
Efektifitas Teknik Buteyko Breathing Exersice Terhadap Kontrol Nafas Pada Anak Penderita ASMA Sutiawati, Dewi Nur; Setiarini, Tatik; Blesinki, Monika; Safari, Uum
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2086

Abstract

Asma pada anak mengakibatkan penyempitan jalan napas dikarenakan inflamasi yang menyebabkan mengi (wheezing) dan sesak napas sehingga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Paparan terhadap berbagai alergen dan iritasi lingkungan dapat meningkatkan risiko Asma pada anak. Strategi non farmakologi yang dapat dilakukan adalah dengan Teknik Buyteko Breathing Exersice untuk mengontrol Asma pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik non farmakologi Buyteko Breathing Exersice untuk mengontrol Asma pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre eksperimental (one group pre-post design) dengan populasi adalah anak penderita Asma di Kelurahan Pondok Rangon dengan sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 12 anak. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi control asma menggunakan control pause dan extended pause dan metode analisis data yang digunakan adalah Dependent t-test. Hasil penelitian menunjukan Buyteko Breathing Exersice efektif terhadap control asma pada anak dengan hasil selisih mean 6.250 pada control pause dan hasil selisih mean 7.000 pada extended pause dengan p value = 0.000 (p<0.05). Disimpulkan bahwa Teknik Buteyko Breathing Exercise dapat membantu mengontrol napas pada anak penderita asma dan dapat diterapkan dalam implementasi asuhan keperawatan anak.
Hubungan Kelompok Usia Terhadap Kadar Glukosa Darah Sebelum dan Sesudah Senam Pada Lansia Paguyuban Triyagan Oktavia, Khaila Adinda; Adi, Omry Tri Asmara
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2088

Abstract

Elderly people experience a decline in physiological functions that affect glucose metabolism, putting them at risk of unstable blood glucose levels. Physical activity such as morning exercise is an effective non-pharmacological intervention to help lower blood glucose levels by increasing insulin sensitivity and glucose utilization by muscles. This study aims to determine the relationship between age groups and blood glucose levels before and after morning exercise in the elderly at Paguyuban Triyagan, Sukoharjo. The study used a pre-post test design with a quantitative approach. The sample consisted of elderly aged ≥60 years who participated in morning exercise activities, divided into two age groups: young elderly (60–69 years) and elderly elderly (≥70 years). Blood glucose levels were measured before and after exercise for ±30 minutes. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference between blood glucose levels before and after exercise (p = 0.028), which means that morning exercise lowers blood glucose levels. However, the results of the Independent Sample T-test (p = 0.763) showed no significant difference between the two age groups. In conclusion, morning exercise is effective in reducing blood glucose levels in the elderly without being influenced by age factors, so it can be recommended as a routine activity to maintain the metabolic health of the elderly.
Analisis Risiko Ergonomi Pada Pekerja Pembuat Ikan Asar Di Desa Waesili Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan Sinay, Herlien; Detek, Nurfina; La Basy, Lukman; Iswandi Fataruba
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2095

Abstract

Masalah ergonomi merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan kerja yang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal (MSDs) serta menurunkan produktivitas. Aktivitas pengolahan ikan asar dilakukan dengan posisi kerja yang kurang ergonomis dan berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pembuat ikan asar di Desa Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 30 pekerja yang diambil secara total sampling. Risiko ergonomi diukur menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pekerja memiliki risiko ergonomi sedang hingga tinggi, pada tahap pembersihan (86,7%), penjemuran (72,3%), dan pengasaran (70%). Keluhan muskuloskeletal dominan pada leher dan punggung, dengan tingkat keluhan sedang sebesar 80% dan tinggi 20%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal (p = 0,283). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal (p > 0,05). Disarankan adanya perbaikan desain kerja serta edukasi postur ergonomis untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Optimalisasi Penggunaan Dosis PAC Dalam Proses Pengelolaan Air Bersih IPAM Deli Tua Menggunakan Metode Jar Test Ashar, Yulia Khairina; Putri, Deviani Arianti; Prisca, Della; Santoso, Fazila Septiani; Shofa, Fathi Farahat As; Jannah, Raudhatul
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2103

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. PDAM Deli Tua menggunakan bahan koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dalam proses pengolahan air bersih. Namun, efektivitas PAC sangat bergantung pada dosis yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum PAC dalam proses pengolahanairbersih di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Deli Tua menggunakan metode Jar Test. Hasil penelitian ini memberikan manfaat praktis sebagai dasar penentuan dosis PAC yang lebih efisien dan ekonomis dalam operasional instalasi pengolahan air. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengelola PDAM dalam menjaga konsistensi kualitas air olahan serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pengujian dilakukan pada tiga waktu pengambilan sampel, yaitu pagi, sore, dan malamhari, denganparameter utama kekeruhan dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum PAC bervariasiantara 24–28 ppm tergantung pada kondisi air baku. Pada pagi hari (kekeruhan 94 NTU), dosisoptimum adalah 28 ppm dengan efektivitas 98%. Pada sore hari (kekeruhan 25 NTU), dosis optimum24 ppm dengan efektivitas 93%. Sedangkan pada malam hari, dosis optimum kembalimeningkatmenjadi28 ppm dengan efektivitas 94%. Nilai pH pada seluruh pengujian relatif stabildikisaran 6,9–7,0, sesuai baku mutu air bersih. Dengan demikian, PAC terbukti efektif sebagai koagulan dalam proses pengolahan air bersih di PDAM Deli Tua. Penentuan dosis optimum perlu dilakukan secara berkala karena kondisi air baku dapat berubah setiap hari. Hasil penelitian ini diharapkan menjadiacuan bagi PDAM untuk meningkatkan efisiensi pengolahan air serta menghematpenggunaan bahankimia.
Hubungan Strategi Coping dan Kesehatan Jiwa Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Tahun 2025 Adha, Mohammad Febian Alhamdi; Akbar, Muhammad Zul Fahmi; Fachrudin, Duddy
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2108

Abstract

Mahasiswa kedokteran rentan mengalami stres akibat beban akademik yang tinggi, sehingga diperlukan strategi coping yang efektif untuk menjaga kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara strategi coping dan kesehatan jiwa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 97 mahasiswa angkatan 2022–2024 yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Brief COPE dan Self Reporting Questionnaire (SRQ), serta analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan Fisher’s exact. Hasil menunjukkan sebagian besar responden (94,85%) menggunakan problem-focused coping dan 55,67% berada dalam kondisi sehat jiwa. Problem-focused coping tidak berhubungan signifikan dengan kesehatan jiwa (p = 0,748; r = –0,033), sedangkan emotion-focused coping berhubungan signifikan meskipun sangat lemah (p = 0,039; r = 0,210). Kesimpulannya, emotion-focused coping memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa kedokteran, sementara problem-focused coping tidak menunjukkan hubungan yang berarti.
Hubungan Gaya Hidup Sedentary Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon Salim, Mohammad Nazma; khasanah, Uswatun; Sunaryo, Aris
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2112

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang berawal dari gangguan pemanfaatan insulin dan kini tidak lagi terbatas pada kelompok usia dewasa, melainkan semakin sering dijumpai pada remaja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan gaya hidup sedentary dan tingkat risiko DM tipe 2 pada remaja, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon pada April–Mei 2025 dengan jumlah responden 288 orang yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ASAQ untuk mengukur tingkat aktivitas sedentary dan FINDRISC untuk menilai risiko DM tipe 2, kemudian dianalisis dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki gaya hidup sedentary tinggi dan umumnya berada pada kategori risiko rendah terhadap DM tipe 2. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,007 dan koefisien korelasi r = 0,160, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup sedentary dan risiko DM tipe 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi gaya hidup sedentary, semakin meningkat pula risiko remaja mengalami DM tipe 2, meskipun korelasi tersebut tergolong lemah namun signifikan dan berpola positif.
Hubungan Durasi Menonton Video Pendek Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Amrullah, Muhammad Wildan; Primanagara, Risnandya; Fachrudin, Duddy
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2117

Abstract

Meningkatnya konsumsi video pendek di kalangan mahasiswa akibat perkembangan media sosial yang sangat cepat. Konten video pendek dinilai mampu mendukung pembelajaran, namun penggunaan berlebihan berpotensi memengaruhi kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi menonton video pendek dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 266 mahasiswa tingkat 1 sampai 4 yang dipilih melalui stratified random sampling pada April sampai Juli 2025. Instrumen penelitian berasal dari Social Media Use Integration Scale dan Kuesioner Berpikir Kritis Peserta Didik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk durasi menonton video pendek dan kategori tinggi untuk keterampilan berpikir kritis. Terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel dengan korelasi sangat lemah (r=0,164; p=0,007). Kesimpulannya, durasi menonton video pendek berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, meskipun pengaruhnya kecil dan kemungkinan dipengaruhi faktor lain seperti kualitas konten, strategi pembelajaran, dan gaya belajar.
Uji Efektivitas Ekstrak Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) Terhadap Mortalitas Cimex hemipterus Fristiani, Arista Kurniasari Budi; Firnanda, Citra; Hikmah, Annisa Nurul; Ariyadi, Tulus
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2132

Abstract

Cimex hemipterus merupakan serangga penghisap darah yang mengganggu kenyamanan tidur dan gigitannya dapat menimbulkan ruam, reaksi alergi, kemerahan pada kulit, hingga lepuh. Pengendalian serangga yang umum dan efektif yaitu insektisida kimia namun berisiko bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Salah satunya menggunakan ekstrak kayu bajakah (Spatholobus littoralis) yang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak kayu bajakah terhadap mortalitas Cimex hemipterus. Metode penelitian yaitu eksperimental dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 125 ekor Cimex hemipterus dibagi dalam lima kelompok (konsentrasi 5%, 10%, 15%, kontrol positif, dan kontrol negatif) dengan lima kali pengulangan sesuai rumus federer. Cimex dinyatakan mati apabila tidak menunjukkan pergerakan dan tidak bereaksi saat disentuh menggunakan pinset. Data dianalisis secara univariat, diuji normalitas Shapiro-Wilk, uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney, serta analisis probit untuk menentukan nilai LC50 dan LC90. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 15% menyebabkan mortalitas 100% dalam 24 jam. Nilai LC50 sebesar 6,56% dan LC90 sebesar 11,39%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Mann Whitney menunjukkan konsentrasi 10% dan 15% tidak berbeda signifikan dengan Baygon (p>0,05). Kesimpulan, ekstrak kayu bajakah terbukti efektif dalam menyebabkan kematian Cimex hemipterus, dengan konsentrasi 15% menunjukkan efektivitas tertinggi yaitu 100% mortalitas dalam 24 jam).
Gambaran Program Imunisasi Pada Balita Zero Dose Di Kota Binjai Tahun 2025 Wahyudi, Wahyudi; Almarendi, Alvi Azmi; Amanda, Bella; Warina, Yunita; Aryulika, Mawar; Atifah, Nur; Utami, Dilla Fitri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2138

Abstract

Immunization is one of the most important public health programs to prevent infectious diseases and reduce child mortality. Children with zero doses reflect disparities in access to primary healthcare services. In Binjai City, despite the implementation of data collection and follow-up vaccination programs, several toddlers have still not received vaccines according to the recommended schedule. This study aims to describe the implementation of vaccination among zero-dose toddlers in Binjai City in 2025. This research used a descriptive design with a cross sectional approach based on secondary data from the Binjai City Health Office involving 57 zero dose toddlers. The variables analyzed included the mother’s age, child’s age, mother’s educations grade, mother’s occupation, child’s gender, and types of vaccines provided. Data were analyzed descriptively by frequency distribution and percentages. The results showed that the mean age of mothers was 29.35 years, and the average age of children was 11.33 months. Most mothers wre junior high school education (59.6%) and were housewives (47.4%), while the proportion of female children was slightly higher than males (52.6% vs. 47.4%). The most frequently provided vaccines were DPT1, BCG, and Polio (54%). In conclusion, the implementation of immunization among zero-dose toddlers in Binjai City remains suboptimal, particularly in follow-up and target tracking.
Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUD Raden Mattaher Avrita, Mutiara; Mawarti, Indah; Sari, Lisa Anita; Yusnilawati, Yusnilawati; Imran, Suryadi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2141

Abstract

Mutu pelayanan keperawatan merupakan aspek penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga mencakup kemampuan perawat dalam memberikan asuhan yang profesional, empatik, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 110 pasien rawat inap yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup, terdiri atas 30 pernyataan mengenai mutu pelayanan keperawatan dan 12 pernyataan mengenai kepuasan pasien. Analisis data menggunakan uji Spearman untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan keperawatan berada pada kategori cukup (62,7%), sedangkan lebih dari separuh pasien menyatakan tidak puas terhadap pelayanan yang diterima (54,5%). Uji Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,839 dengan p < 0,001, menandakan bahwa terdapat hubungan sangat kuat dan signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik mutu pelayanan yang diberikan perawat, semakin tinggi pula kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi perawat, komunikasi terapeutik, serta perbaikan fasilitas pelayanan sangat diperlukan untuk menghasilkan pelayanan keperawatan yang optimal dan berkelanjutan.