cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
ISSN : 28305744     EISSN : 28305558     DOI : https://doi.org/10.55784/jkj
Core Subject : Health,
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, merupakan jurnal open source, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 353 Documents
Hubungan Usia dan Masa Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di HAR 1 dan HAR 2 PLTGU PLN Nusantara Power UP Belawan Wasiyem, Wasiyem; Panggabean, Diani Sari; Rahayu, Pivit; Simanjuntak, Annisa Salsabila; Purba, Dwi Syahputri; Triana, Meutia Hafni Indah; Panjaitan, Wiranti Utami
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2025

Abstract

Workers in the Maintenance (HAR) department of power plants are at high risk of fatigue at work due to exposure to high temperatures, noise, and heavy physical workloads. Work-related fatigue can lead to decreased work effectiveness and increase the likelihood of accidents in the workplace. This study aims to analyze the relationship between age and length of service with the level of work fatigue among workers in HAR 1 and HAR 2 at the PLN Nusantara Power UP Belawan power plant. This study used a quantitative descriptive method with purposive sampling of 30 workers in the maintenance division. Data collection used the Subjective Self Rating Test questionnaire from the IFRC. The relationship between age and length of service and fatigue levels was analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most workers experienced moderate fatigue levels (70%), while the rest experienced low fatigue levels (30%). The most dominant physical fatigue symptoms were increased frequency of drinking (score 90), back pain (score 67), and whole body fatigue (score 65). Statistical analysis showed that there was no significant relationship between age (p = 0.898) and length of service (p = 0.338) and work fatigue levels. Work fatigue among maintenance workers was more influenced by work environment factors and physical workload than by individual factors such as age and length of service.
Kelainan Kuku dan Relevansinya Terhadap Kondisi Kesehatan: Suatu Tinjauan Literatur Syahanti, Zahraan Nisriinaa; Lusiana, Lusiana; Setiasih, Nenden Lilis
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2034

Abstract

Kuku adalah struktur keratin yang berperan melindungi ujung jari, mendukung gerakan motorik halus, dan mencerminkan kondisi kesehatan tubuh. Berbagai kelainan kuku tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya penyakit kulit, infeksi, gangguan metabolik, atau kelainan sistemik. Studi ini merupakan literature review yang disusun melalui analisis sumber ilmiah dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar mengenai anatomi, fungsi, dan berbagai gangguan pada kuku. Hasil telaah menunjukkan bahwa kelainan infeksi seperti onikomikosis dan paronikia akut umumnya disebabkan oleh mikroorganisme dan dapat menimbulkan nyeri, perubahan bentuk, serta infeksi jaringan sekitarnya, sedangkan kelainan non-infeksi seperti psoriasis kuku, liken planus, dan paronikia kronis berkaitan dengan proses inflamasi atau iritasi jangka panjang. Kesimpulannya, kelainan kuku bersifat multifaktorial sehingga memerlukan diagnosis komprehensif, dan terapi harus disesuaikan dengan penyebab dasarnya untuk mencegah perburukan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Subjektif Pada Pekerja Konstruksi Gedung Onkologi RSUP H. Adam Malik Medan Dengan Metode Subjective Self-Rating Test (SSRT) Adawiyyah, Iffah; Khalisha, Firzatul; Zulkadri, M. Fadlan; Simatupang, Ahmad Shiddiq; Fahrezi, Kevin; Manik, Jahirsyah; Matondang, M. Iqbal Firdaus; Astuty, Delfriana Ayu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kelelahan kerja subjektif pada pekerja besi di proyek pembangunan Gedung Onkologi RSUP H. Adam Malik Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pekerja besi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Self-Rating Test (SSRT). Hasil menunjukkan bahwa 86,7% pekerja mengalami kelelahan kerja tingkat rendah, sedangkan 13,3% mengalami kelelahan kerja tingkat sedang. Gejala dominan adalah rasa haus (30%) dan rasa lelah di seluruh badan (20%). Hasil ini menunjukkan adanya risiko tersembunyi akibat jam kerja panjang (14 jam/hari) yang dapat meningkatkan potensi kelelahan kronis dan kecelakaan kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan program K3 yang mencakup manajemen jam kerja dan strategi hidrasi bagi pekerja konstruksi.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Pegawai Bidang Kesehatan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kota Medan Salianto, Salianto; Adha, Karfita; Tasya, Nur Fasyila; Purba, Hairum Nafsiah; Nasution, Rini Handayani; Lubis, Khoirunnisa; Nasution, Yeni Sabariah
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2038

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika terdapat ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu dalam memenuhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stres kerja pada pegawai bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner OSI-R™ (Occupational Stress Inventory–Revised Edition) untuk mengukur tingkat stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai mengalami stres kerja, yaitu sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan 5 orang (16,7%) tidak mengalami stres. Kesimpulannya, diperlukan perhatian manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, memberikan dukungan sosial yang memadai, serta mengatur beban kerja secara proporsional untuk menekan tingkat stres kerja pegawai.
Analisis Faktor Keterlambatan Penyerahan Resume Medis Rawat Jalan Ke Unit Rekam Medis Rsi Malahayati Nasution, Maharani Zahra; Fahny, Vira Zul; Wardani, Icha Febi; Rahma, Putri Aulia; Saragih, Nazla Novrinda; Kesuma, Ade Ilham; Gurning, Fitriani P
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan penyerahan resume medis rawat jalan di Rumah Sakit Islam (RSI) Malahayati Kota Medan serta merumuskan upaya perbaikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam pada empat informan kunci dan analisis data dengan teknik Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penyerahan resume medis sebagian besar disebabkan oleh kesiapan dokter dalam memberikan tanda tangan, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya sosialisasi terkait SOP penyerahan dokumen. Selain itu, ketidaktahuan perawat mengenai SOP pengembalian berkas, kurangnya pelatihan, serta minimnya penerapan sanksi juga berkontribusi pada keterlambatan tersebut. Keterlambatan ini berdampak pada terganggunya administrasi rumah sakit termasuk proses klaim dan penggajian karyawan. Penelitian menyimpulkan perlunya pelatihan rutin, peningkatan koordinasi antar unit, serta penegakan sanksi administratif untuk memperbaiki proses penyerahan resume medis. Studi ini memiliki keterbatasan karena berjenis kualitatif yang fokus pada makna dan konteks, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi secara luas.
Analisis Peran Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Kecamatan Tabukan Utara Tahun 2025 Tooy, Gracia Christy; Hinonaung, Jelita Siska Herlina; Umboh, Melanthon Junaedi; Rambi, Christien Angreni; Kasaluhe, Meityn Disye; Tatangidatu, Maryati Agustina
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2043

Abstract

Premarital sexual behavior among adolescents is often influenced by encouraging factors, such as internal intentions, social support from parents and friends, ease of access to information related to pornography and opportunities that encourage premarital sexual behavior among adolescents. This study aims to analyze the relationship between parental roles and premarital sexual behavior among adolescents in North Tabukan District, Sangihe Islands Regency. This research employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The study population consisted of parents and adolescents, with a total sample of 120 respondents selected through consecutive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using questionnaires on parental roles and premarital sexual behavior, and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most parents had good roles (71.7%), while the majority of adolescents exhibited good premarital sexual behavior (99.2%). Although the statistical test indicated no significant relationship between parental roles and premarital sexual behavior (p = 0.110), descriptive analysis revealed a tendency for better parental roles to be associated with more positive adolescent behavior. Furthermore, attitudes showed a significant relationship with premarital sexual behavior (p = 0.000). In conclusion, parental roles, knowledge, and attitudes play a crucial role in shaping healthy premarital sexual behavior among adolescents; therefore, family-based interventions should be strengthened through open communication and comprehensive sexual education.
Pengaruh Pelatihan Pengelolaan Layanan Hepatitis B Terhadap Pengetahuan Petugas Program Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Darmayanti, Darmayanti; Fatima, Fatima; Amelia, Amelia; Wahyudi, Wahyudi; Tin Panggabean, Hikmah; Afifah, Khairizah; Hidayah, Nurul; Keza Hidayah Tanjung, Putri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2044

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat layanan deteksi serta tata laksananya. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pelatihan pengelolaan layanan Hepatitis B terhadap pengetahuan petugas program di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest dengan total 30 peserta pelatihan. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 54,00 menjadi 92,93 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,0001). Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai tata laksana Hepatitis B dan memiliki implikasi penting bagi penguatan upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat pelayanan primer.
Analisis Spasial dan Faktor Penyebab Imunisasi Zero-Dose Pada Anak Di Kota Medan Tahun 2024 Susilawati, Susilawati; Saragih, Tini Rezeki; Putri, Yuana Wangsa; Khairani, Risca Muril; Istiqomah, Istiqomah; Fauziah, Nurul; Auia, Dinda Rahma
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2046

Abstract

Zero-dose merupakan istilah yang digunakan untuk anak yang belum pernah menerima satu dosis vaksin DPT-HB-Hib (DPT1) sebagai indikator bahwa anak tersebut belum memulai seri imunisasi dasar (WHO, 2023). Kondisi ini menggambarkan adanya kesenjangan dalam pelaksanaan program imunisasi dasar, terutama di wilayah perkotaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program imunisasi dasar dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persistensi zero-dose di Kota Medan. Desain artikel ini menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan analisis spasial dan wawancara mendalam. Data kuantitatif jumlah kasus zero-dose per kecamatan tahun 2024 diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa melalui uji Moran's I. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan pengelola program imunisasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan program. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan imunisasi dasar di Kota Medan telah berjalan dengan baik, namun belum merata di seluruh wilayah. Faktor sosial, budaya, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan berkontribusi terhadap berlanjutnya kasus tanpa dosis. Perlu adanya peningkatan edukasi publik dan penguatan koordinasi antar fasilitas kesehatan agar cakupan imunisasi dasar lebih merata.
Analisis Kerangka COM-B Dalam Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR): Studi Kualitatif Susilawati, Susilawati; Pratiwi, Atikah; Sheila Megarani; Siregar, Jelita Suryani; Jasmine, Savina Talitha; Panjaitan, Muhammad Faiz; Ramadiah, Putri Suci; Shandy, Boy
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di UPTD Khusus RSU Haji Medan berdasarkan Model COM-B (Capability, Opportunity, Motivation–Behavior). Analisis difokuskan pada bagaimana kemampuan, kesempatan, dan motivasi petugas membentuk perilaku pelaporan SKDR di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam kegiatan pelaporan SKDR. Informan dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman dan keterlibatan aktif. Data dikumpulkan menggunakan panduan wawancara dan alat perekam, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi tema utama sesuai komponen COM-B. Hasil penelitian pada aspek Capability, petugas menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tujuan dan mekanisme SKDR, namun masih mengalami kendala keterampilan teknis akibat minimnya pelatihan formal. Pada aspek Opportunity, pelaksanaan didukung oleh ketersediaan sarana seperti komputer dan jaringan internet serta koordinasi antarunit, tetapi terhambat oleh ketiadaan SOP formal, pembagian tugas yang tidak terdokumentasi, dan lemahnya supervisi. Pada aspek Motivation, kesadaran profesional menjadi pendorong utama pelaporan, sementara motivasi eksternal rendah akibat minimnya apresiasi dan tidak adanya umpan balik dari manajemen maupun Dinas Kesehatan. Ketiga komponen ini saling memengaruhi dan menentukan efektivitas pelaporan SKDR. Kesimpulanya perlu penguatan kemampuan teknis, penyusunan SOP, peningkatan supervisi, dan pemberian apresiasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan SKDR di rumah sakit.
Implementasi Promosi Kesehatan Di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Aidha, Zuhrina; Amalona, Ridho Angga; Qur-ani, Oktafera Halmi; Melinda, Siska; Handoko, Fauziah; Paramitha, Lydia; Andwina, Andwina; Nurdilla, Niswa
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2055

Abstract

This study aims to describe the implementation of Hospital Health Promotion (PKRS) at the Special Pulmonary Hospital Technical Implementation Unit of North Sumatra Province in 2025. The background of the study is based on the importance of PKRS in increasing the awareness, attitude, and healthy behavior of patients and their families, as well as supporting the achievement of public health status. The study uses a qualitative approach with observation and in-depth interviews with PKRS officers, as well as a review of hospital documents. The results of the study indicate that the implementation of PKRS has been going quite well, marked by the existence of a special PKRS unit and support from hospital management through the preparation of SOPs and regular monitoring and evaluation. Health promotion activities are carried out through individual or group counseling, as well as utilizing print, electronic, and social media. Thus, the study found several obstacles, including budget limitations, infrastructure, and patients' limited time to participate in education. The program's accessibility is considered quite good because health information can be accessed through various hospital services and social media. Overall, the PKRS at UPTD RS Khusus Paru PROVSU has been implemented according to standards, although it still requires reinforcement in terms of resources and budget support to reach a wider audience and be sustainable.