cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora
ISSN : 30255163     EISSN : 2987713X     DOI : https://doi.org/10.61104/jq.v1i2
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dengan e-ISSN 2987-713X (online) p-ISSN 3025-5163 (cetak) dan Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal multidisiplin dan akses terbuka peer-reviewed dengan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan kajian terkini dalam ruang lingkup Ilmu Sosial & Humaniora, yakni; Pendidikan, Ekonomi, Manajemen, Kebudayaan, Studi Agama, dan penelitian yang relevan. Artikel ilmiah Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dapat ditulis perorangan maupun ditulis secara tim dengan maksimal 5 (lima) orang penulis pada satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, baik berafiliasi pada lembaga di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa lembaga. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis (dan pendaftaran gratis). Penulis dapat mendaftar secara online di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah Ilmu Sosial & Humaniora. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada bulan Mei dan bulan November oleh Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor jurnal dan reviewer yang berkompeten di bidang masing-masing. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora akan menerbitkan artikel terpilih di bawah Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 767 Documents
Penegakan Hukum Penyelundupan Manusia oleh Warga Negara Pakistan di Indonesia: Perspektif Hukum Pidana Internasional Primerta Putri Hapsari; Anis Widyawati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7451

Abstract

Penyelundupan manusia merupakan kejahatan transnasional terorganisir yang terus berkembang dan menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional maupun keamanan manusia, khususnya di Indonesia yang secara geografis berperan sebagai negara transit strategis menuju Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum tindak pidana penyelundupan manusia dalam kerangka hukum internasional dan nasional, serta menganalisis penegakan hukumnya dalam kasus konkret. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, instrumen hukum internasional, dan dokumen perkara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki landasan normatif yang memadai melalui ratifikasi UNTOC berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2009 dan Protokol Pemberantasan Penyelundupan Migran melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2009, yang ditindaklanjuti pada tingkat nasional melalui Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo. Pasal 457 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru. Dalam kasus SA, MS, dan MWK, proses penegakan hukum berlangsung dalam tiga gelombang penangkapan yang melibatkan Polres Kepulauan Aru dan Kantor Imigrasi Tual secara koordinatif, dan berjalan sistematis hingga dinyatakannya berkas perkara lengkap oleh Kejaksaan Agung pada 10 April 2026, yang mencerminkan bekerjanya tiga tahap kebijakan hukum pidana menurut Muladi dan Barda Nawawi Arief, yakni tahap formulasi, aplikasi, dan eksekusi. Meskipun demikian, masih terdapat celah legislatif yang perlu dibenahi, khususnya terkait belum terakomodasinya modus rekrutmen berbasis digital serta tidak adanya rumusan pertanggungjawaban organisasi kriminal terorganisir sebagai subjek hukum tersendiri. Kasus ini sekaligus menjadi preseden yurisprudensial pertama penerapan KUHP baru dalam perkara penyelundupan manusia yang melibatkan warga negara asing di Indonesia.
Pembelajaran Tari Tor-Tor dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP PGRI 11 Palembang Revsi Vhissca Damayanti; Rully Rochayati; Muhsin Ilhaq
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Tari Tor-Tor dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP PGRI 11 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru/pelatih ekstrakurikuler dan 41 peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Tari Tor-Tor. Penelitian dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, yaitu pada tanggal 18 Oktober 2025 serta 11, 18, dan 25 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tari Tor-Tor dalam kegiatan ekstrakurikuler mencakup tiga tahapan utama. Pertama, perencanaan: guru mempersiapkan materi gerak Tari Tor-Tor, musik pengiring, speaker, ruang latihan yang kondusif, serta jadwal pertemuan secara berkala. Kedua, pelaksanaan: pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan awal (apersepsi, olah tubuh, motivasi), kegiatan inti (demonstrasi gerak dan latihan berulang dalam kelompok kecil), dan kegiatan akhir (evaluasi dan pemberian tugas). Guru menggunakan metode demonstrasi dan latihan berulang sebagai strategi utama. Ketiga, evaluasi: penilaian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap proses latihan dan pengambilan nilai pada pertemuan keempat berdasarkan aspek wiraga (penguasaan gerak), wirama (kesesuaian dengan irama musik), dan wirasa (ekspresi dan penghayatan). Hasil penilaian menunjukkan seluruh peserta didik (41 siswa) berhasil mencapai predikat A dengan rentang nilai 80–100. Pembelajaran Tari Tor-Tor juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, meliputi kedisiplinan, rasa percaya diri, kemampuan kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya tradisional
Pengaruh Keputusan Pengadilan Pajak Terhadap Kasus Sengketa PPN : (Studi Kasus : PT Vista Agung Kencana (007694.16/2024/PP 007694.16/2024/PP) Nadhira Choirunnisa; Putri Shilamaya; Salsabila Zalfa Azhar; Indra Pahala
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7463

Abstract

Kompleksitas penerapan regulasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Indonesia kerap memicu sengketa akibat perbedaan interpretasi antara Wajib Pajak dan otoritas pajak (fiskus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa PPN terkait klasifikasi transaksi insidental, perlakuan aset biologis, dan penerapan prinsip pengkreditan pajak masukan berdasarkan Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-007694.16/2024/PP/M.IIIA Tahun 2025 (Studi Kasus PT Vista Agung Kencana). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif (doctrinal legal research) dan studi kasus, di mana data dianalisis menggunakan teknik kualitatif deskriptif melalui silogisme deduktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sengketa berakar pada perbedaan pendekatan antara fiskus yang bersifat formalistik dan Wajib Pajak yang mengedepankan substansi ekonomi (substance over form). Majelis Hakim dalam putusannya memperluas makna "kegiatan usaha" sehingga penjualan sisa produksi (insidental) tetap terutang PPN. Namun, terkait penjualan ayam afkir (parent stock), hakim membatalkan koreksi fiskus dengan mengonfirmasi keselarasan antara standar akuntansi (PSAK 69) dan prinsip simetri PPN (Pasal 16D jo. Pasal 9 ayat (8) huruf b UU PPN). Hakim menegaskan bahwa aset biologis bukanlah persediaan komersial; karena pajak masukannya tidak dapat dikreditkan, maka penjualannya tidak terutang pajak keluaran. Kesimpulannya, penyelesaian sengketa PPN menuntut keseimbangan antara kepastian hukum administratif dan pemahaman mendalam atas substansi transaksi ekonomi serta prinsip dasar netralitas PPN.
Analisis Manajemen Konten Akun Instagram @mwxindonesia dalam Mempromosikan Produk AI Kepada UMKM di PT Mediawave Interaktif Naila Nuravazia; David Rizar Nugroho
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7464

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa pengaruh yang signifikan bagi masyarakat. Artificial Intelligence (AI) menjadi inovasi dari adanya perkembangan teknologi digital tersebut. PT MediaWave Interaktif memanfaatkan akun Instagram @mwxindonesia sebagai media untuk memperkenalkan dan mempromosikan layanan berbasis AI. Namun, diperlukan pengelolaan komunikasi digital yang terstruktur agar pesan yang disampaikan dapat dipahami secara efektif oleh audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konten akun Instagram @mwxindonesia dalam mempromosikan produk AI kepada pelaku UMKM. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan menggunakan konsep manajemen konten 4C (context, communication, collaboration, dan connection). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT MediaWave Interaktif mengimplementasikan konsep 4C secara terencana mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Melalui keselarasan konteks pesan, komunikasi visual yang informatif, kolaborasi, dan pembangunan koneksi yang konsisten, strategi ini mampu meningkatkan keterlibatan audiens serta mempermudah UMKM dalam memahami manfaat layanan AI yang ditawarkan.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Quiz Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN 1 Kemenuh Gianyar Ni Putu Anggita Purnama Cahyani; Anak Agung Ngurah Budiadnyana; I Made Sukariawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Team Quiz terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SDN 1 Kemenuh Gianyar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya partisipasi, keaktifan, dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Peneltian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental design melalui rancangan One Group Pre-test – Post-test Design. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas V SDN 1 Kemenuh yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dengan skala likert. Data di analisis menggukana uji normalitas Shapiro – Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test berbantuan software SPPS versi. 26.0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean motivasi belajar siswa sebelu diberikan perlakuan sebesar 49,37 dan meningkat menjadi 69,87 setelah diterapkannya model pembelajaran Team Quiz. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Team Quiz berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SDN 1 Kemenuh Gianyar. Model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran.
Transformasi Peran Korban Menjadi Pelaku melalui Proses Viktimisasi Berulang dalam Kasus Penjambretan Sleman Rizky Nanda Febri Safira; Hajar Salamah Salsabila Hariz
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7474

Abstract

Fenomena penjambretan di Kabupaten Sleman tidak hanya mencerminkan kejahatan jalanan konvensional, tetapi sekaligus mengungkap dinamika transformasi peran korban menjadi pelaku melalui proses viktimisasi berulang yang belum banyak disentuh dalam kajian kriminologi arus utama di Indonesia. Dalam perspektif viktimologi modern, pengalaman sebagai korban kekerasan, marginalisasi sosial, kemiskinan struktural, dan penelantaran dapat berkontribusi membentuk perilaku kriminal melalui mekanisme victim-offender overlap, sehingga relasi korban–pelaku tidak lagi dapat dipahami secara dikotomis. Namun, sebagian besar penelitian mengenai penjambretan masih menitikberatkan pada penjelasan individual dan motif ekonomi, sehingga dimensi viktimisasi berulang sebagai faktor kriminogen belum diuraikan secara mendalam. Artikel ini bertujuan menganalisis proses viktimisasi berulang yang mendorong transformasi korban menjadi pelaku dalam kasus penjambretan di Sleman serta mengkaji implikasinya bagi perumusan kebijakan penanggulangan kejahatan dalam sistem hukum pidana Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan kasus, dengan sumber data berupa peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, jurnal, dan dokumen kasus yang dianalisis secara kualitatif melalui teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viktimisasi berulang memengaruhi pembentukan perilaku kriminal melalui akumulasi trauma, disfungsi sosial, dan internalisasi kekerasan dalam lingkungan yang kriminogen, sementara orientasi hukum pidana yang dominan represif belum menyentuh akar sosial kriminalitas. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi kebijakan hukum pidana yang lebih preventif, rehabilitatif, dan restoratif guna memutus siklus viktimisasi serta mengurangi reproduksi kejahatan di masyarakat.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Tentang Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional di SMP Islam Manhadlul Ubbad Adisti Dwi Fauziah; Lila Maharani; Ahmad Robith Firdausi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7475

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah masih rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA yang cenderung berpusat pada guru, serta belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai sumber belajar kontekstual di sekolah. Padahal, tanaman obat tradisional memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang dapat menghubungkan konsep IPA dengan kehidupan nyata sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pemanfaatan sumber daya hayati lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SMP Islam Manhadlul Ubbad. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar pada setiap akhir siklus. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pada Siklus I dan Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa secara signifikan. Aktivitas siswa pada pertemuan pertama meningkat dari 58,3% pada Siklus I menjadi 70,8% pada Siklus II, sedangkan pada pertemuan kedua meningkat dari 83,3% menjadi 95%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 75 pada Siklus I menjadi 83 pada Siklus II. Ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 60,8% menjadi 91,3%, sehingga telah melampaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan proyek juga mendorong siswa lebih aktif, kreatif, kolaboratif, serta mampu mengenali dan memanfaatkan tanaman obat tradisional di lingkungan sekitar. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Proyek tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP Islam Manhadlul Ubbad.
Dampak Kesejahteraan Terhadap Motivasi dan Kinerja Mengajar Guru di MTs Al-Wutsqo Kota Depok Fifi Julfiati; Ichwan Nugroho
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7479

Abstract

Kesejahteraan guru masih menjadi permasalahan penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian guru, khususnya guru honorer, masih menerima penghasilan yang belum mampu memenuhi kebutuhan hidup secara memadai. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi motivasi kerja dan kualitas kinerja mengajar yang pada akhirnya berdampak pada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman guru terkait kesejahteraan serta dampaknya terhadap motivasi dan kinerja mengajar di MTs Al-Wutsqo Kota Depok. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dengan berbagai status kepegawaian, meliputi guru yayasan dan guru honorer. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan guru masih berada pada kategori belum memadai, terutama bagi guru honorer yang memperoleh pendapatan di bawah kebutuhan hidup layak dan belum sepenuhnya mendapatkan jaminan sosial yang memadai. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tiga aspek kesejahteraan yang paling memengaruhi motivasi dan kinerja guru, yaitu kecukupan penghasilan, lingkungan kerja yang mendukung, dan kepastian jaminan sosial. Bagi guru honorer, penghasilan menjadi faktor dominan yang memengaruhi semangat kerja, fokus mengajar, dan kesiapan pembelajaran. Sementara itu, bagi guru yayasan, dukungan lingkungan kerja, hubungan antar rekan, serta penghargaan dari pimpinan menjadi faktor penting dalam mempertahankan motivasi kerja. Rendahnya kesejahteraan berdampak pada terbatasnya persiapan pembelajaran, berkurangnya variasi metode mengajar, serta meningkatnya kebutuhan mencari pekerjaan tambahan di luar sekolah. Meskipun demikian, sebagian guru tetap menunjukkan kinerja yang baik melalui komitmen profesional, kedisiplinan, tanggung jawab moral sebagai pendidik, dan motivasi intrinsik yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja mengajar, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru guna mendukung kualitas pendidikan yang berkelanjutan
Ice Breaking Sebagai Relaksasi Belajar Pespektif Teori Behavioristk B.F Skinner Aji Abdullah; Mohamad Ali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7487

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ice breaking sebagai relaksasi belajar dalam perspektif teori behavioristik B.F. Skinner, dengan fokus pada strategi pembelajaran yang mampu mengurangi kejenuhan, meningkatkan motivasi, dan mempertahankan keterlibatan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap artikel jurnal terakreditasi SINTA, jurnal internasional, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan secara sistematis menggunakan teknik content analysis, meliputi identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber yang dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki tiga fungsi utama: sebagai stimulus yang memulihkan perhatian dan kesiapan belajar siswa, sebagai bentuk positive reinforcement yang memperkuat perilaku belajar positif, serta sebagai strategi yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme stimulus, respons, dan penguatan dalam teori behavioristik Skinner masih relevan untuk menjelaskan efektivitas ice breaking dalam pembelajaran modern. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai ice breaking sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya berfungsi sebagai penyegar suasana, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk perilaku belajar aktif dan berkelanjutan. Implikasi dari kajian ini menunjukkan pentingnya integrasi ice breaking secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran guna meningkatkan kualitas interaksi, motivasi, dan keterlibatan siswa. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas ice breaking secara langsung di berbagai jenjang pendidikan dan konteks pembelajaran yang berbeda.
Metode Hakim Pengadilan Agama Jombang dalam Menetapkan Status Anak Sah dan Anak Biologis Perspektif Maqashid Syariah dan Relevansinya M. Khoiruddin Romadhoni; Binti Ainul Yaqin; Rauchul Maghfiro; M. Ahmad Izzul Haq; Avwan Izul Muttakin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7497

Abstract

Status anak yang lahir di luar perkawinan merupakan salah satu persoalan penting dalam hukum keluarga Islam karena berkaitan dengan aspek nasab, hak waris, perwalian, dan perlindungan hukum bagi anak. Anak di luar perkawinan dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu anak yang lahir dari perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat menurut agama tetapi belum dicatatkan secara resmi oleh negara (perkawinan siri), serta anak yang lahir tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah menurut agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode yang digunakan hakim Pengadilan Agama Jombang dalam menetapkan status anak sah dan anak biologis, serta mengkaji relevansinya dalam perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum normatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim Pengadilan Agama Jombang sebagai sumber data primer, serta berbagai literatur, peraturan perundang-undangan, dan dokumen hukum yang relevan sebagai data sekunder. Seluruh data dianalisis secara deskriptif-analitis guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan status anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama Jombang menetapkan status anak sah terhadap anak yang lahir dari perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan menurut hukum Islam meskipun perkawinan tersebut belum tercatat secara resmi. Pertimbangan tersebut didasarkan pada Pasal 42 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan juncto Pasal 99 huruf a Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa anak sah adalah anak yang lahir dari perkawinan yang sah menurut agama. Sementara itu, anak yang lahir tanpa didahului oleh perkawinan yang sah menurut agama hanya memiliki hubungan nasab dan hubungan perdata dengan ibu serta keluarga ibunya sebagaimana diatur dalam Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juncto Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam. Penetapan tersebut juga mempertimbangkan kemaslahatan anak di masa depan dan selaras dengan tujuan maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifz al-nasl), jiwa (hifz al-nafs), harta (hifz al-mal), akal (hifz al-'aql), dan agama (hifz al-din). Dengan demikian, penetapan status anak tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjamin perlindungan hak-hak anak, termasuk pengakuan identitas, hak pengasuhan, hak waris, dan legalitas hubungan keluarga yang dibuktikan melalui akta kelahiran.