cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Nur Wachid Adi Pratama
Contact Email
emailku.rifqi@gmail.com
Phone
+6287819993212
Journal Mail Official
mediaakademikpublisher@gmail.com
Editorial Address
JL.Tanjung Dusun Sono Sidokerto RT.01 RW.04, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (61252).
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Akademik (JMA)
ISSN : -     EISSN : 30315220     DOI : https://doi.org/10.62281/jma
Jurnal Media Akademik (JMA) merupakan platform publikasi jurnal atau hasil karya suatu penelitian orisinil atau tinjauan pustaka yang ditulis oleh dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya: Hukum, Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Keagamaan, Bisnis, Budaya, Ilmu Sosial Humaniora, Ilmu Komunikasi, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kedokteran, Keperawatan, Peternakan, Perikanan, Politik, Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Informatika, Desain Komunikasi Visual, dan Seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,732 Documents
PERTANGGUNGJAWABAN AHLI WARIS DARI PERSONAL GUARANTEE (PEWARIS) YANG TELAH MENINGGAL DALAM KEPAILITAN Gusti Ayu Putri Anjani; Putri Triari Dwijayanthi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/s3qxn833

Abstract

Pada praktik perjanjian penjaminan (borgtocht), pada umumnya apabila penanggung (dalam hal ini pewaris) yang telah melepaskan hak istimewanya meninggal dunia, ahli waris dari personal guarantee sering ikut  dimohonkan pailit oleh kreditor anggapan bahwa untuk  menggantikan posisi hukum penanggung. Kondisi demikian tentu menimbulkan ketidakpastian hukum bagi ahli waris. Penelitian ini  merupakan penelitian hukum normatif dengan memanfaatkan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), yang fokus utamanya pada penelaahan terhadap ketentuan hukum positif yang relevan serta prinsip dan hierarki norma yang berkaitan dengan isu yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal guarantee yang telah melepaskan hak istimewanya akan menanggung konsekuensi hukum berupa hilangnya hak untuk meminta agar harta debitor disita, dijual, atau dilelang terlebih dahulu guna melunasi utang. Dengan demikian, kedudukannya dapat disamakan dengan debitor. Hal demikian selaras dengan pengaturan Pasal 1826 KUHPerdata yang mengatur bahwa “segala perikatan penanggung beralih kepada para ahli warisnya.” Selanjutnya, tanggung jawab ahli waris dari personal guarantee yang telah melepaskan hak istimewanya berkaitan erat dengan asas saisine selaras dengan pengaturan dalam Pasal 833 ayat (1) KUHPerdata. Berdasarkan asas tersebut, seorang ahli waris memperoleh secara hukum seluruh hak dan kewajiban pewaris sejak saat kematian tanpa memerlukan tindakan hukum tambahan. Namun demikian, KUHPerdata juga memberikan kebebasan bagi ahli waris untuk menentukan sikap terhadap warisan yang terbuka, yaitu dengan tiga pilihan: menerima warisan sepenuhnya, menolak warisan, atau menerimanya secara beneficiair (menerima dengan syarat tertentu).
SINERGI EPISTEMOLOGI BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM KAJIAN WACANA ILMIAH ISLAM: PENDEKATAN KOMPREHENSIF TERHADAP SUMBER PENGETAHUAN, RASIONALITAS, DAN SPIRITUALITAS Andi Kenzie Latunrung Fatkhun; Oktavia Romadani; Ilham Syahputra; Hanania Adlina Khairunnisa; Firza Yunia Rahmita; Faza Nabilah Chairil Khuluq; Taufiq Kurniawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xkb7zq31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tiga pendekatan Epistimologi Islam yakni Bayani, Burhani dan Irfani dalam menganalisis wacana Ilmiah. Ketiga konsep ini mempresentasikan cara berpikir yang berbeda namun saling melengkapi. Pendekatan Bayani menekankan bahwa kebenaran bersumber dari teks dan otoritas wahyu; Burhani berorientasi pada rasionalitas, logika dan bukti empiris dalam proses penalaran; sedangkan Irfani berfokus pada pengalaman spiritual dan kesadaran batin. Melalui analisis kualitatif terhadap beberapa jurnal, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ketiga pendekatan tersebut (Bayani, Burhani dan Irfani) dapat memperkaya interpretasi ilmiah, menghadirkan cara pandang yang komprehensif sekaligus menjaga keseimbangan antara aspek rasional, normatif, dan spiritual dalam ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani dapat menjadi model epistemologi alternatif yang relevan dalam membangun wacana ilmiah yang holistik dan kontekstual di era modern. ketiga konsep ini akan menciptakan sistem pengetahuan yang utuh yaitu, Bayani untuk mengurus legitimasi, Burhani untuk memastikan rasionalitas, dan Irfani untuk menambahkan makna yang lebih mendalam.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF MULTIKULTURAL Alisyah Ramadhani; Amelia Zahra Siregar; Lutfiah Marsya Irsan; Pani Akhiruddin Siregar
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/f3s6ha14

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) yang inklusif-multikultural serta implementasinya dalam konteks pendidikan Indonesia yang beragam. Dengan menggunakan pendekatan penelitian perpustakaan kualitatif, studi ini menganalisis buku akademik, artikel jurnal terindeks, dan dokumen kebijakan yang membahas penerapan nilai-nilai multikultural dalam PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam inklusif-multikultural memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui penguatan nilai toleransi, humanisme, kesetaraan, empati, dan keterbukaan terhadap perbedaan antar manusia. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang menekankan pentingnya perdamaian dan keadilan bagi seluruh umat manusia. Integrasi nilai multikultural ke dalam kurikulum, strategi pembelajaran, dan budaya sekolah terbukti meningkatkan kesadaran sosial siswa serta kemampuan mereka berpartisipasi secara aktif dalam lingkungan yang heterogen. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator inklusivitas sangat krusial untuk menciptakan pembelajaran yang kondusif. Secara keseluruhan, pendidikan Islam inklusif-multikultural ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan harmoni sosial dan penguatan kohesi di masyarakat multikultural.
ELECTORAL DYNAMICS AND POLITICAL LEADERSHIP: A CASE STUDY OF ANGGI ARANDO A NON-LOCAL LEGISLATIVE MEMBER WHO SUCCESSFULLY MAINTAINED ELECTABILITY IN DAPIL 2 DKI JAKARTA Dedi Purwanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jtkcdb61

Abstract

This research is motivated by the electoral dynamics in urban areas that are increasingly complex, especially in DKI Jakarta as a political and social center inhabited by heterogeneous and rational voters. In this context, the success of a non-local legislator in maintaining electability is an interesting phenomenon to study, as seen in the figure of Anggi Arando in the Jakarta Constituency (Dapil) 2. This study aims to analyze the factors that influence the electoral success, including the dynamics of urban voter behavior, the political leadership style applied, the form of functional representation that is built, and the communication strategies and social networks used in maintaining public support. The research method used is a qualitative approach with a case study design through in-depth interviews, field observations, and documentation studies to comprehensively explore the data. The results show that urban voters do not place the candidate's locality as the main determining factor. Anggi Arando's success is supported by a combination of transformational and instrumental leadership that is able to build public trust, as well as functional representation that is reflected through responsiveness, public service, and effectiveness in handling citizens' complaints. Political communication strategies that integrate digital media and face-to-face interaction increase symbolic proximity and political presence in society. In addition, social networks with community leaders, local communities, and volunteers are a significant force in strengthening the legitimacy of non-local candidates. The implications of this study confirm that in the context of modern urban politics, leadership quality, representation effectiveness, and adaptive communication are dominant factors in the success of non-local candidates, as well as providing a strategic model for political contestation in urban areas.
SRAWUNG ROSO: RUANG DIALOG PEMUDA UNTUK MENUMBUHKAN KEBERSAMAAN DAN HARMONI SOSIAL Najwa Khairaini; Wafiq Amelia Putri; Rini Laili Prihatini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/qxywqb86

Abstract

Srawung Roso merepresentasikan nilai kearifan lokal Jawa yang menekankan empati, saling memahami, dan penghormatan terhadap perbedaan. Dalam kehidupan modern yang individualistik, nilai ini penting untuk diinternalisasi, khususnya di kalangan pemuda. Karang Taruna berperan menumbuhkan kesadaran sosial dan kebersamaan, meski interaksi sosial dan partisipasi pemuda menurun akibat pola komunikasi digital. Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pemberdayaan generasi muda yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran tanggung jawab sosial serta semangat kebersamaan di Masyarakat. Melalui pendekatan dialog partisipatif dengan Focus Group Discussion (FGD), kegiatan ini mengidentifikasi dan mengatasi disharmoni sosial, memperkuat solidaritas dan harmonisasi sosial antar anggota, serta meningkatkan kesejahteraan komunitas secara keseluruhan. Tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga media edukasi budaya yang menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap interaksi. Melalui kegiatan ini, pemuda diajak untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Karang Taruna terus beradaptasi dengan dinamika zaman, memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk memperluas jangkauan komunikasi dan mempererat ikatan sosial. Dengan demikian, peran Karang Taruna semakin relevan dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara emosional dan sosial, mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar budaya.
ANALISIS PRAKTIK PENETAPAN OBJEK SENGKETA OLEH PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA Melkiardo Febrian Tagung; Mohammad Afrizal; Nurus Zaman
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ewbftw15

Abstract

Dalam praktik penetapan objek sengketa masih terdapat ambiguitas dalam menentukan batas antara keputusan tata usaha negara (KTUN) yang dapat digugat dan tindakan administratif yang tidak termasuk dalam objek sengketa. Ketidakjelasan ini berimplikasi pada munculnya putusan niet ontvankelijk verklaard yang berulang, serta menimbulkan ketimpangan akses keadilan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep dan batasan hukum mengenai objek sengketa menurut Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, serta menelaah implikasi hukum diskresi pejabat pemerintahan terhadap penetapan objek sengketa, khususnya yang berbentuk keputusan tertulis. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach), yang didukung analisis deskriptif terhadap doktrin dan praktik peradilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan objek sengketa harus memenuhi unsur-unsur KTUN, yaitu tertulis, konkret, individual, final, dan menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Namun, perkembangan hukum administrasi melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan telah memperluas ruang lingkup objek sengketa hingga mencakup tindakan faktual pejabat (bestuur handelingen) dan diskresi pemerintahan yang berdampak pada hak warga negara.
ANIMASI NUSSA & RARA EPISODE “AYO BERDZIKIR” DAN RELEVANSINYA DENGAN  HADIS: KAJIAN LIVING HADIS Abd. Latif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sgw2y111

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi metode dakwah Islam, salah satunya melalui media animasi di platform YouTube. Tujuan penelitian ini menganalisis nilai-nilai hadis yang terdapat dalam animasi Nussa dan Rara dalam channel Nussa Official, sebuah kanal yang menyajikan kisah-kisah Islami dalam bentuk animasi digital. Fokus kajian mencakup aspek naratif, visualisasi, pesan dakwah, dan nilai-nilai hadis. Jenis penelitian ini adalah library research yaitu, penelitian yang menggunakan bahan bacaan sebagai sumbernya atau disebut juga penelitian pustaka. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nussa Official berhasil memadukan narasi dakwah dengan visual animasi yang menarik dan konsisten. Kekuatan utama channel ini terletak pada alur cerita yang kuat, visual sederhana namun ekspresif, serta penggunaan bahasa yang dekat dengan kalangan muda. Nilai-nilai keislaman disampaikan secara persuasif tanpa kesan menggurui, namun tetap sarat dengan nilai-nilai inti ajaran Islam. Dapat disimpulkan bahwa animasi merupakan media dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman, khususnya bagi generasi digital. Channel Nussa Official menjadi representasi nyata dari model dakwah yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi dan budaya komunikasi modern.
PENGATURAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK MORAL BAGI PENCIPTA DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA Steaven Herlambang; Gusti Ayu Arya Prima Dewi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/h4wghv51

Abstract

Tujuan Tulisan ini untuk menganalisa pengaturan perlindungan hak moral bagi pencipta. Penulisan penelitian  ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Terdapat dua permasalahan hukum yang dibahas yakni mengenai pengaturan perlindungan hak moral bagi pencipta serta sanksi berkenaan dengan pelanggaran hak moral pencipta berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaturan perlindungan hak moral bagi pencipta dalam Undang-Undang No 28 Tahun  2014 tentang hak cipta pada pasal 5, dimana hak moral bagi pencipta berdasarkan pasal tersebut meliputi, hak untuk mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada ciptaan, hak untuk menggunakan nama samara atau tidak pada ciptaan, hak untuk melakukan perubahan judul atau anak judul pada cipraan, serta hak untuk mempertahankan haknya dalam hal terjadi distrosi ciptaan, mutilsi ciptaan, modifikasi ciptaan.  Berdasarkan pasal 99 Undang-Undang Hak Cipta No 28 Tahun 2014 dimana pencipta, pemegang hak cipta nberhak mengajukan gugata ganti rugi kepada pengadilan niaga atas pelanggaran hak cipta atau hak terkait, gugatan ini dapat berupa myenyrahkan seluruh atau Sebagian penghasilan yang diperoleh dari hasil pelanggaran hak cipta atau produk hak terkait.
ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA BERBASIS PRINSIP SYARIAH DI ERA KEUANGAN MODERN Efriza Pahlevi Wulandari; Alya Aminatul Husna; Dila Riganasa; Moch. Nuriyanto; Qurota Via Akyuni; Zulaikah Rahma Putri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jwzczg94

Abstract

Industri keuangan telah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan dinamika pasar. Dalam konteks ini, perusahaan modal ventura berbasis prinsip syariah mulai mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menarik dalam lanskap keuangan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peluang dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan modal ventura syariah di era keuangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai sumber literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan modal ventura syariah menghadapi berbagai peluang yang menjanjikan, di antaranya pertumbuhan pasar keuangan syariah yang signifikan terutama di negara-negara dengan populasi Muslim yang besar, meningkatnya kesadaran global terhadap investasi beretika dan bertanggung jawab sosial yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah, dukungan pemerintah melalui regulasi dan insentif, serta peluang inovasi teknologi keuangan (fintech) untuk meningkatkan efisiensi operasional. Namun demikian, perusahaan modal ventura syariah juga menghadapi sejumlah tantangan kompleks, termasuk kompleksitas regulasi yang berbeda antar negara dan memerlukan pemahaman khusus, kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai prinsip-prinsip dan manfaat modal ventura syariah, keterbatasan sumber daya baik modal maupun tenaga ahli yang memahami keuangan syariah, persaingan dengan modal ventura konvensional yang memiliki lebih banyak sumber daya dan pengalaman, serta volatilitas ekonomi global yang dapat mempengaruhi kinerja investasi
PENERAPAN DENDA PADA SHOPEE PAYLATER DALAM PERSPEKTIF MASLAHAAH MURSALAH Irma Juliana Zahwa; Hilda Fridatul Jannah; Muhammad Rizky Firdaus Syahputra; Amelia Pingkan Nur Fitriana; Shafira Ramadhani; Baidhowi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ta4r6q25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan denda pada layanan Shopee PayLater (SPayLater) dalam perspektif Ushul Fiqih dengan pendekatan Maslahah Mursalah. Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) seperti SPayLater memudahkan konsumen dalam transaksi digital, namun menimbulkan persoalan hukum terkait denda keterlambatan yang dianggap menyerupai riba. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-analitis melalui studi kepustakaan, dengan sumber hukum primer berupa Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, serta literatur sekunder terkait hukum Islam dan perlindungan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan denda SPayLater belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip syariah, karena denda dijadikan bagian dari keuntungan perusahaan, bukan sebagai sanksi edukatif. Berdasarkan kaidah al-darar yuzāl (segala bentuk kemudaratan harus dihilangkan) dan konsep Maslahah Mursalah, denda hanya dapat dibenarkan jika bersifat mendisiplinkan, tidak eksploitatif, serta digunakan untuk kepentingan sosial. Dari sisi hukum positif, perlindungan konsumen diatur melalui UU No. 8 Tahun 1999 dan POJK No. 77/2016, namun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi hukum dan ketidakseimbangan posisi antara konsumen dan pelaku usaha