cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,419 Documents
Epistemologi Bayani Dalam Dialektika Keilmuan Islam Modern Mujlisal Mujlisal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1811

Abstract

Artikel ini membahas epistemologi Bayani sebagai pendekatan utama dalam tradisi keilmuan Islam, yang berfokus pada otoritas teks (Al-Qur’an dan Hadis) serta metodologi linguistik dan analogi (qiyas) dalam menghasilkan pengetahuan. Meskipun historisnya menjadi fondasi dalam pengembangan fiqh, tafsir, dan ushul fiqh, pendekatan Bayani kini menghadapi tantangan relevansi di era modern, terutama terkait dengan kritik terhadap sifatnya yang tekstual dan kurang adaptif terhadap perubahan sosial dan ilmiah. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis konseptual terhadap struktur filosofis dan metodologis Bayani serta menilai potensinya dalam merespons kompleksitas zaman kontemporer. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis kritis, artikel ini menemukan bahwa epistemologi Bayani memiliki potensi besar untuk direvitalisasi dengan cara diintegrasikan secara kreatif bersama pendekatan Burhani (rasional) dan Irfani (spiritual). Hasil kajian menunjukkan bahwa sintesis epistemologis ini dapat memperkaya paradigma keilmuan Islam yang lebih kontekstual, reflektif, dan inklusif terhadap dinamika zaman. Temuan ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan metodologi ilmu keislaman yang lebih adaptif dan relevan bagi masyarakat Muslim kontemporer.
PERENDAMAN MEDIA COCOPEAT DAN PEMBERIAN KALSIUM KARBONAT (CACO₃) TERHADAP KUALITAS MEDIA TANAM DAN PRODUKSI BENIH MELON HIDROPONIK Prio sujarwo; Agus Wartapa; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1812

Abstract

Cocopeat merupakan media tanam yang berasal dari sabut kelapa, dapat menyerap dan menyimpan air dengan baik serta memiliki pH bekisar antara 5.0-6.8, namun cocopeat memiliki kekurangan yakni mengandung zat tanin yang tinggi sehingga bersifat toksik bagi tanaman dan dapat menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kandungan zat tanin dalam cocopeat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu lama perendaman cocopeat (0, 2, 4, dan 6 hari) dan dosis CaCO₃ (0, 0,5, 1, dan 1,5 gram/kg cocopeat). Percobaan terdiri dari 16 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 ulangan, sehingga total terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat tanin perlakuan kombinasi perendaman 6 hari dan CaCO₃ 1,5 g/kg (D3P3) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kandungan tanin (hingga 639,33 ppm), dan Perlakuan meningkatkan pH media tanam (menjadi 5,53). Sementara itu, umur berbunga dan produksi benih per tanaman tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan.
Preferensi Konsumen Pada Pengembangan Kemasan Brownies Labu Kuning fransiska vara dila citra; Endah Puspitojati; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut kemasan yang paling disukai konsumen terhadap produk olahan labu kuning berupa brownies dengan merek Brownies Ndeso Kris Kris serta merancang kombinasi kemasan yang optimal. Penelitian dilakukan di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggunakan metode conjoint analysis dengan empat atribut kemasan: bentuk (slop tarik atas, slop tarik samping, buka normal atas), warna (putih-hitam-kuning cerah, putih-hitam-oranye cerah, putih-hitam-oranye pastel), bahan (duplex, kraft 365 gsm, ivory), dan label (1, 2, 3). Sebanyak 45 responden yang pernah membeli produk olahan labu kuning diminta menilai 9 kombinasi stimulus kemasan yang disusun secara orthogonal melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label merupakan atribut yang paling berpengaruh terhadap preferensi konsumen (51,60%), diikuti warna (27,42%), bentuk (11,43%), dan bahan (9,54%). Konsumen paling menyukai kombinasi kemasan dengan bentuk slop tarik atas, warna putih-hitam-oranye pastel, bahan ivory, dan merk dagang, komposisi, tanggal kadaluarsa, identitas produsen, saran penyimpanan, legalitas produk (Label 3) yang memuat informasi lengkap. Rancangan ini dinilai menarik secara visual, praktis, aman, serta memenuhi standar informasi pangan. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh produsen Brownies Ndeso Kris Kris sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merancang kemasan yang paling diminati konsumen, sehingga secara langsung dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk di pasar. dalam merancang kemasan yang sesuai preferensi konsumen guna meningkatkan daya saing produk. Keywords: kemasan, brownies labu kuning, preferensi konsumen, conjoint analysis
Lobi Dan Negosiasi Dalam Komunikasi Bisnis (Studi Kasus Talent Agency Rens Management) Rindana Intan Emeilia; Novalia Novalia; Arina Muntazah; Rosiana Andhikasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1814

Abstract

Industri penyedia jasa tenaga kerja event seperti talent agency menghadapi tantangan kompleks dalam membangun dan mempertahankan kerja sama bisnis. Menyikapi hal tersebut, komunikasi bisnis melalui lobi dan negosiasi memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan praktik lobi dan negosiasi dalam komunikasi bisnis talent agency Rens Management. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rens Management menerapkan strategi lobi secara langsung (direct lobbying) dengan pendekatan networking, cognitive problem, dan cost and benefit. Lobi dilakukan sebagai upaya awal membangun kepercayaan dan menyampaikan nilai layanan kepada klien. Sementara itu, proses negosiasi dilakukan melalui enam tahap yaitu perencanaan, persiapan, pengumpulan informasi, bidding, penutupan bidding, dan penerapan kesepakatan. Strategi negosiasi yang digunakan adalah pendekatan win-win, dengan fleksibilitas penawaran sesuai kebutuhan klien tanpa mengorbankan kualitas layanan. Praktik lobi dan negosiasi yang dilakukan Rens Management menunjukkan penerapan komunikasi bisnis berbasis hubungan sosial, profesionalisme, dan keberlanjutan relasi.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Teknik Reframing untuk Mengurangi Inferiority Feeling Siswa Korban Bullying Shavira Safa Oktaviona; Non Syafriafdi; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1815

Abstract

Inferiority feeling yang merupakan kondisi seseorang merasa bahwa dirinya tidak berharga, tidak mampu, dan rendah dibandingkan orang lain. Hal ini dapat muncul akibat pengalaman negatif yang dialaminya seperti tindakan bullying. Inferiority feeling yang dialami siswa korban bullying dapat berdampak buruk untuk perkembangan sosial, emosional, dan akademis. Untuk itu diperlukannya upaya membantu siswa dalam mengurangi inferiority feeling yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Inferiority Feeling siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling kelompok teknik reframing, mengetahui perbedaan inferiority feeling siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling kelompok teknik reframing, dan pengaruh layanan konseling kelompok teknik reframing untuk mengurangi inferiority feeling siswa korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki inferiority feeling dan merupakan korban bullying. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: (1) Kondisi inferiority feeling siswa korban bullying sebelum diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing sebagian besar berada pada kategori tinggi dan setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing sebagian besar berada pada kategori rendah. (2) Terdapat penurunan inferiority feeling siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing. (3) Layanan konseling kelompok teknik reframing berpengaruh untuk mengurangi inferiority feeling siswa korban bullying.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Gaya Kognitif Dan Budaya (PMGB) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Fase E SMA N 1 Banuhampu Ohtovia Shanita; Isnaniah Isnaniah; Junaidi Junaidi; Imamuddin Imamuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1816

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang ditemukan di Fase E SMA N 1 Banuhampu bahwa rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan penilaian dari sumatif tengah semester (STS). Berdasarkan persentase nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan penilaian sumatif tengah semester, siswa dengan kategori rendah memiliki persentase sebesar 72%. Ini menunjukkan bahwa masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Gaya kognitif dan Budaya (PMGB). Rumusan masalah dalam penelitianini adalah apakah terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Gaya kognitif dan Budaya (PMGB) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Fase E SMA N 1 Banuhampu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa menggunakan Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Gaya kognitif dan Budaya (PMGB) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional siswa Fase E SMA N 1 Banuhampu. Jenis penelitian ini adalah dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Fase E SMA N 1 Banuhampu. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa E.6 sebagai kelas eksperimen dan siswa E.4 sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dari tes akhir (post-test). Berdasarkan analisis data kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan uji-t dan Sofware Minitab taraf nyata α = 0,05, diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 3,12 > 1,66 dan P-value = 0,001.Sehingga ditolak dan diterima. Sehingga diterima yaitu kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Gaya kognitif dan Budaya (PMGB lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Fase E SMA N 1 Banuhampu. Dikarenakan ditolak dan diterima dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Gaya kognitif dan Budaya (PMGB) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Fase E SMA N 1 Banuhampu
Implikasi Syariah atas Pendanaan Beasiswa Melalui Bank Konvensional di Lembaga Pendidikan Islam Niswahtul Hasanah; Aslati Aslati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keabsahan penggunaan bank konvensional dalam penyaluran dana beasiswa dari perspektif fiqh muamalah. Masalah utama yang diangkat adalah potensi keterlibatan unsur riba dalam proses distribusi dana beasiswa melalui sistem perbankan konvensional, yang secara prinsip bertentangan dengan syariat Islam. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), data diperoleh dari literatur klasik seperti Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dan Al-Majmu’ karya An-Nawawi, serta literatur kontemporer seperti Fatawa al-Mu‘ashirah karya Yusuf al-Qaradawi dan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Analisis dilakukan dengan pendekatan analisis isi dan triangulasi sumber melalui perbandingan pandangan ulama lintas mazhab dan pendekatan maqashid al-shariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bank konvensional dapat ditoleransi dalam kondisi darurat dengan syarat ketat, seperti tidak adanya unsur riba dan penggunaan akad wakalah yang sah secara syariah. Namun, solusi ini bersifat temporer dan bukan ideal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi transisi menuju sistem penyaluran beasiswa berbasis keuangan syariah, baik melalui kemitraan dengan bank syariah maupun pemanfaatan teknologi keuangan digital syariah (sharia fintech). Literasi fiqh muamalah, tata kelola dana yang amanah, serta penguatan regulasi syariah menjadi kunci dalam mewujudkan sistem penyaluran beasiswa yang tidak hanya efisien, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip Islam
Konflik Lingkungan Akibat Pembuangan Limbah Tempe Dan Tahu Perspektif Politik Lingkungan ( Studi Kasus Kecamatan Kalidoni Kelurahan Bukit Sangkal Kota Palembang ) Dimas Fajar Ali; Ryllian Chandra Eka Viana; Najmi Muhammad Fadli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik lingkungan yang timbul akibat pembuangan limbah cair dari industri rumahan tempe dan tahu di Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, ditinjau dari perspektif politik lingkungan. Permasalahan ini muncul karena limbah cair hasil produksi tempe dan tahu dibuang langsung ke saluran air tanpa melalui proses pengolahan, sehingga menimbulkan pencemaran air, bau menyengat, penyumbatan saluran air, serta potensi pencemaran air tanah yang digunakan warga. Kondisi ini memicu ketegangan sosial antara pelaku usaha dan masyarakat terdampak, yang mengeluhkan gangguan kesehatan dan penurunan kualitas hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat dan pelaku usaha, serta dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan teori anthroposentrisme yang dikemukakan oleh Helen Kopnina (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya penegakan hukum lingkungan, minimnya sosialisasi dan edukasi dari pemerintah, serta belum adanya kebijakan pengelolaan limbah yang memadai menjadi faktor utama berlanjutnya pencemaran. Dari perspektif politik lingkungan, masalah ini merefleksikan lemahnya komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan, di mana pelaku usaha kecil lebih mengutamakan efisiensi produksi dibanding tanggung jawab ekologis. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya penegakan hukum yang lebih tegas, penyediaan fasilitas pengolahan limbah skala kecil, peningkatan edukasi lingkungan bagi pelaku usaha, dan komitmen politik pemerintah untuk menjadikan perlindungan lingkungan sebagai prioritas kebijakan agar konflik lingkungan ini tidak terus berlanjut dan merugikan masyarakat.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Anting-Anting (Acalypha Indica L.) Pada Sediaan Hair Tonic Adisti Maulina Firdaus; Eko Retnowati; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1820

Abstract

Ketombe adalah pengelupasan kulit kepala yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan dan rasa tidak nyaman. Penyebab timbulnya ketombe yaitu kulit kepala yang lembab dan produksi kelenjar keringat yang berlebihan, disamping hal tersebut munculnya ketombe juga disebabkan adanya peran mikrooganisme. Mikroorganisme penyebab timbulnya ketombe adalah jamur Pityrosporum ovale, jamur tersebut diklasifikasikan kedalam genus Malassezia. Menurut beberapa penelitian sekitar 50% populasiorang dewasa di seluruh dunia mengalami permasalahan kulitkepala yaitu ketombe, sedangkan prevalensi penderita ketombe di Indonesia mencapai 45%. Ketombe dapat dikurangi dengan menggunakan senyawa zat aktif pada tumbuhan. Senyawa fitokimia yang digunakan sebagai antijamur adalah alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada salah satu tanaman, yaitu tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Teknologi sediaan farmasjyang digunakan pada penelitian ini dalah sediaan hair tonic. Pembuatan sediaan hair tonic menggunakan bahan aktif ekstrakdaun anting-anting dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Terdapatbeberapa pengujian pada penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji iritasi kulit dan pengujianterhadap jamur. Pengujian antijamur pada penelitian inimengggunakan metode difusi cakram. Hasil dari beberapapengujian pada penelitian ini menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, pH, viskositas sediaan yang baik. Pengujian iritasi kulityang melibatkan manusia sebagai responden menunjukkan tidak adareaksi mengiritasi yang terjadi terhadap responden. Pengujianaktivitas antijamur sediaan hair tonic didapatkan nilai zona hambatF1 0 mm; F2 1,56 mm; F3 3,07 mm; control negative 0 dan control positif 2,8 mm.
Hipotesis dan Uji Hipotesis dalam Bidang Pendidikan Siti Halimah; M. Duskri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1821

Abstract

This research discusses the concept and application of hypotheses and hypothesis testing in the field of education. Hypotheses have an important role in directing the research process, especially in quantitative approaches. However, many novice researchers still do not thoroughly understand how to formulate hypotheses and choose appropriate testing methods, so there are often errors in data interpretation. This research uses a qualitative approach with a literature study method of relevant literature on statistical hypotheses, types of hypotheses, common errors in testing, and their application in educational research. This article emphasizes the importance of understanding how to formulate and test hypotheses appropriately to increase the validity of research results. Examples of application in education are presented to demonstrate the role of hypothesis testing in assessing learning methods and student behavior. It concludes that mastery of hypothesis formulation and application is essential for researchers and educators in supporting data-driven decision-making and is beneficial in improving the quality of learning.