cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2025): September" : 76 Documents clear
TEHNIK SMM (SOCIAL MEDIA MARKETING) DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PADA UMKM Farhat, Laila; Sitanggang, Friska Artaria; Windu, Fitri Novi; Meyndi, Vanesya Zahwa; Juliasari, Putri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34260

Abstract

ABSTRAKPemasaran online merupakan suatu hal yang penting bagi konsumen dalam mengenal produk kita. Berdasarkan riset baru dari Google dan termasuk dalam laporan e-Conomy SEA 2021 menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia tahun ini mencapai US 227 Miliar  atau sekitar 391 triliun di mana salah satu penyumbang kontribusi tersebut adalah dari pelaku UMKM. Menyadari perannya yang besar dalam perekonomian sepantasnya jika perhatian pemerintah lebih banyak di curahkan  untuk mendorong kemandirian dan keberhasilan pelaku usaha UMKM salah satunya UMKM Stick Binahong  Sarfin di bawah binaan UP2K PKK Kel. Selamat Kota Jambi. Permasalahan di UMKM Stick Binahong Sarfin adanya persaingan pasar dalam menjual produk mereka hal ini di karenakan keterbatasan pengetahuan tentang penggunaan media sosial pemasaran. Sehingga perlu dilakukan pelatihan terkait penerapan Social Media Marketing agar UMKM Stick Binahong Sarfin dapat  memiliki Akun Media Social khusus Penjualan Produk dan dapat bersaing dengan produk serupa lainnya. Pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan ceramah, diskusi, praktik dan demo. Hasil yang di capai pada kegiatan pengbadian ini menunjukkan hasil yang signifikan dari pengetahuan peserta bertambah 85 % dan telah memiliki Akun media social pemasaran seperti Instagram, WhatsApp dan Tiktok. Program PMP ini juga memberikan solusi bagi Binaan UP2K PKK Stick Binahong  Sarfin dalam usaha meningkatkan penjualan mereka. Kata kunci: Social Media Marketing (SMM), Penjualan, UMKM Stick Binahong, PKK ABSTRACTOnline marketing is crucial for consumers to learn about our products. New research from Google, included in the 2021 e-Conomy SEA report, shows that Indonesia's digital economy reached US$227 billion this year, or approximately IDR 391 trillion. MSMEs contribute significantly to this. Recognizing their significant role in the economy, the government should devote more attention to encouraging the independence and success of MSMEs, one of which is the Stick Binahong  Sarfin MSME, located in Selamat Village, Jambi City, under the guidance of the Family Welfare Movement (UP2K PKK). The Stick Binahong  Sarfin MSME faces challenges in the market due to limited knowledge of social media marketing. Therefore, training is needed to implement social media marketing so that the Stick Binahong  Sarfin MSME can have a dedicated social media account for product sales and compete with similar products. This community service program utilizes lectures, discussions, practical exercises, and demonstrations. The results of this community service activity showed a significant increase in participants' knowledge by 85% and the creation of social media marketing accounts on Instagram, WhatsApp, and TikTok. The PMP program also provided solutions for the UP2K PKK Stick Binahong Sarfin  members to increase their sales. Keywords: Social Media Marketing (SMM), Sales, UMKM Stick Binahong, PKK
EDUKASI HIDROPONIK WARGA TAMAN CUMI SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PADA WILAYAH URBAN Fajriah, Nur; Waluyo, Mohammad Rachman; Nurcandra, Fajaria; Manurung, Primelshaddai Tongguran; Elfitri, Suci; Putri, Bunga Hardiyana; Santoso, Daniel Steven; Nabita, Isyah Radhiyya; Brata, Muhammad Adi; Permana, Naufal Ilyas; Rizq, Mohammad Varidzdudin; Kamilah, Najwa; Mahardika, Chiko Hamzah Putra
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34144

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengetahuan warga dalam hidroponik sejak pemilihan benih hingga panen sangat menentukan keberhasilannya. Kegagalan dalam budidaya sayuran hidroponik ditentukan oleh pengetahuan tersebut. Dilatarbelakangi kegagalan budidaya sayuran hidroponik warga RT 04 RW 07 Perumnas Pabean Kencana di sekitar Taman Cumi, Kuwu Pabean Udik, Indramayu, maka diperlukan edukasi untuk memberikan informasi mengenai sistem hidroponik tanaman sayuran untuk ketahanan pangan keluarga di wilayah urban yang terbatas lahannya. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, program ini dilaksanakan oleh tim Fakultas Teknik Universitan Pembangunan Nasional Veteran Jakarta sebagai mitra pelaksana, dan berkolaborasi dengan masyarakat Desa Cumi sebagai mitra sasaran. Sebanyak 14 orang tergabung dalam kelompok tani hidroponik berpartisipas dalam kegiatan yang berlangsung selama 7 bulan pada tahun 2025.  Edukasi yang dilakukan mencangkup informasi mengenai proses persiapan dan penyemaian benih, pemilihan sistem hidroponik, perawatan, hingga panen sayuran. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola hidroponik. Metode pengabdian yang digunakan yaitu metode ceramah menggunakan media poster dan buku saku. Tahapan kegiatan ini yaitu edukasi tentang hidroponik, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Peserta merupakan bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengelola fasilitas di Taman Cumi tersebut. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai hidroponik sebesar 5% dilihat perbandingan antara pre-test dan post-test, meskipun tidak signifikan. Dengan adanya edukasi ini, peserta memahami penyebab kegagalan dalam penyemaian dan penanaman.  Selain itu, peserta juga memahami jenis-jenis hidroponik baik berupa sistem skala besar maupun hidroponik yang cocok untuk skala rumah tangga. Kata kunci: budidaya sayuran; hidroponik; ketahanan pangan; urban ABSTRACTCommunity knowledge in hydroponics, from seed selection to harvest, plays a decisive role in determining the success of cultivation. Failures in hydroponic vegetable farming are largely influenced by such knowledge. Against the backdrop of repeated failures in hydroponic vegetable cultivation among residents of RT 04 RW 07 Perumnas Pabean Kencana, located near Taman Cumi, Kuwu Pabean Udik, Indramayu, an educational program was deemed necessary to provide information on hydroponic systems for vegetable cultivation as a means of strengthening household food security in urban areas with limited land availability. To achieve this objective, the program was implemented by the Faculty of Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, as the executing partner, in collaboration with the local community of Desa Cumi as the target partner. Fourteen members of the local hydroponic farmer group participated in the program, which was carried out over a seven-month period in 2025. The educational activities covered key aspects of hydroponic cultivation, including seed preparation and germination, system selection, maintenance, and harvesting. The program aimed to improve the knowledge and practical skills of residents in managing hydroponic systems. The method employed consisted of lectures supported by posters and pocket books. The program stages included hydroponic education, implementation, and evaluation. Participants were both men and women who managed the community facilities in Taman Cumi. The results of this community service program demonstrated a 5% increase in participants’ knowledge of hydroponics, as evidenced by a comparison between pre-test and post-test scores, although the improvement was not statistically significant. Nevertheless, the education enabled participants to understand the causes of failure in germination and planting. In addition, participants gained knowledge of various hydroponic systems, both large-scale applications and those suitable for household-level implementation. Keywords: vegetable cultivation; hydroponics; food security; urban
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN BAKU BUNGA MAWAR Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra; Aulia, Anisa Nurina; Oktarina, Oktarina; Nasya, Imelita; Priyandana, Dhiaz Ari; Muchta, Anggi Mediana
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34423

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) “NAWASENA” di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan baku bunga mawar. Kegiatan dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil panen bunga mawar yang selama ini hanya dijual segar dengan harga relatif rendah dan minimnya keterampilan pengolahan produk bernilai tambah. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan survei, persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa demonstrasi dan praktik langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai teknik pembuatan, pengemasan, dan strategi pemasaran produk. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan anggota KWT, terbukti dari hasil post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa aroma khas mawar, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas KWT dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, pemberdayaan perempuan, bunga mawar, sabun cuci piring, pelatihan. ABSTRACTThis community service program aims to enhance the capacity of the “NAWASENA” Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Sukorambi District, Jember Regency through training in producing dishwashing soap made from rose flowers. The program was initiated due to the abundant harvest of roses, which are commonly sold fresh at low prices, and the limited skills in processing them into value-added products. The implementation stages included survey, preparation, training, mentoring, and evaluation. The training was carried out through demonstration and hands-on practice, enabling participants to gain comprehensive knowledge of soap-making techniques, packaging, and marketing strategies. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, as evidenced by higher post-test scores compared to pre-test. The dishwashing soap produced has distinctive advantages, including a natural rose fragrance, eco-friendly properties, and potential to be developed into a community-based business. Therefore, this program successfully strengthened the group’s capacity to utilize local potential, increased the added value of agricultural products, and supported sustainable women’s economic empowerment. Keywords: Women Farmers Group, women empowerment, rose flower, dishwashing soap, training.
IMPLEMENTASI PROGRAM QUR’ANIC VILLAGE DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI SISWA DI MADRASAH AL-HASANAH DESA SINDANGLAYA Sari, Yulia Wulan; Zahra, Nayvha Az; Nurafifah, Haifa Hasya Fatimah; Thuvail, Muhammad; Rais, Ar; Muhammad, Alif; Shuhaibur, Hilmi; Akbar, Husnan; Azmi, Muthia; Halisah, Nur; Aulia, Nazwa; Mardiana, Rana; Yusrina, Alya; Najib, Alfin; Tajib, Maulana Zidane Al; Maulana, D Irfan; Ananda, Rizky; Hernawati, Hernawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34609

Abstract

ABSTRAKMadrasah Al-Hasanah menghadapi tantangan dalam pembinaan karakter Islami siswa, khususnya dalam literasi Qur’ani dan integrasi nilai agama dalam kegiatan belajar sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Program Qur’anic Village untuk meningkatkan literasi Qur’ani, menumbuhkan karakter Islami, dan mengoptimalkan peran madrasah sebagai pusat pembinaan nilai Qur’ani. Program dilaksanakan selama satu bulan melalui tahapan koordinasi, perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan mitra kegiatan yaitu Belmawa (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan), PKM Ormawa, Madrasah Al-Hasanah, tokoh masyarakat, serta Universitas Muhammadiyah Bandung. Subjek program adalah siswa madrasah berusia 7–10 tahun sebanyak 24 orang, didampingi 6 guru dan tokoh masyarakat setempat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, lembar penilaian keterampilan Qur’ani, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam karakter Islami siswa. Sebagian besar siswa menunjukkan konsistensi dalam membaca Al-Qur’an, perilaku sopan santun, serta kepedulian sosial. Respons guru, siswa, dan masyarakat terhadap program sangat positif, sementara elemen Qur’anic Village mulai diintegrasikan dalam kegiatan rutin madrasah. Program ini terbukti memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter Islami, serta meningkatkan kapasitas guru dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan. Kata kunci: Qur’anic Village; karakter Islami; literasi Qur’ani; pembinaan siswa; pendidikan keagamaan. ABSTRACTMadrasah Al-Hasanah faces challenges in fostering Islamic character among students, particularly in Qur’anic literacy and integrating religious values into daily learning activities. This community service program aims to implement the Qur’anic Village to enhance Qur’anic literacy, develop Islamic character, and optimize the role of the madrasah as a center for Qur’anic education. The program was carried out for one month through stages of coordination, planning, implementation, and monitoring-evaluation, involving key partners such as Belmawa (Directorate of Learning and Student Affairs), PKM Ormawa, Madrasah Al-Hasanah, community leaders, and Universitas Muhammadiyah Bandung. The participants included 24 students aged 7–10 years, accompanied by six teachers and local facilitators. Evaluation was conducted using observation, Qur’anic skill assessment sheets, and activity documentation. The results showed significant improvement in students’ Islamic character. Most students consistently read the Qur’an, demonstrated polite behavior, and social responsibility. Teachers, students, and the community responded positively, and elements of the Qur’anic Village have been integrated into routine madrasah activities. The program has proven to provide long-term sustainable impacts on character building while enhancing teacher capacity and community involvement in education. Keywords: Qur’anic Village; Islamic character; Qur’anic literacy; student development; religious education.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PROGRAM KKN-T DI DESA MUARA DAMAI, SEMBAWA, BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Agiska, Bella Putri; Intan, Amelia Nur; Agustina, Eka; Marnisah, Luis; Kurniawan, Mohammad; Veronica, Meilin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34509

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Banyuasin, masih menghadapi kesulitan dalam memulai usaha kecil. Karena kurangnya pengetahuan tentang kewirausahaan, keahlian manajemen, dan sumber daya pemasaran yang tersedia, Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dirancang untuk meningkatkan semangat wirausaha, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, dan memanfaatkan potensi lokal desa. Metode deskriptif partisipatif digunakan untuk melaksanakan kegiatan melalui penyuluhan, diskusi, simulasi, dan pendampingan usaha. Lebih dari empat puluh orang tergabung dalam masyarakat desa yang terdiri dari pelaku UMKM, kelompok tani, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami konsep kewirausahaan, lebih memahami cara membuat rencana bisnis sederhana, lebih memahami pengelolaan keuangan, lebih memahami strategi pemasaran, dan lebih tertarik untuk memulai bisnis sendiri. Selain itu, sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan, terbentuk jaringan kolaborasi antara masyarakat, usaha kecil dan menengah (UMKM) dan pemerintah desa.Kata kunci: Kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, KKN-T, Desa Muara Damai ABSTRACTThe community of Muara Damai Village, Sembawa District, Banyuasin, still faces difficulties in starting small businesses. Due to a lack of entrepreneurial knowledge, management skills, and available marketing resources, the Thematic Community Service Program (KKN-T) was designed to foster entrepreneurial spirit, improve business management skills, and utilize the village's local potential. Participatory descriptive methods were used to implement the activities through outreach, discussions, simulations, and business mentoring. More than forty people joined the village community, consisting of MSMEs, farmer groups, youth organizations, and village officials. The results of the activity showed that participants gained a better understanding of the concept of entrepreneurship, a better understanding of how to create a simple business plan, a better understanding of financial management, a better understanding of marketing strategies, and a greater interest in starting their own businesses. Furthermore, as a first step toward sustainable village economic independence, a collaborative network was formed between the community, small and medium enterprises (MSMEs), and the village government. Keywords: Entrepreneurship, community empowerment, KKN-T, Muara Damai Village
EDUKASI, PRAKTIK PENANGANAN KEBAS DAN SENAM KAKI DIABETES DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI 2 KECAMATAN KEDUNGWUNI PEKALONGAN Fajriyah, Nuniek Nizmah; Suryani, Farida; Maarifuddin, Muhamad Rendi; Syuhada, Yudi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34321

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menimbulkan komplikasi sarap, salah satunya adalah kebas atau neuropati perifer yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Di Kabupaten Pekalongan, terutama di Puskesmas Kedungwuni 2 Kecamatan Kedungwuni Pekalongan, terdapat pasien diabetes yang belum memahami penanganan kebas sehingga berisiko mengalami komplikasi akibat neuropati tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien DM peserta Prolanis dalam melakukan senam kaki dan penanganan kebas secara mandiri.Pengabdian Masyarakat ini diikuti 30 pasien Diabetes anggota prolanis puskesmas Kedungwuni 2 kecamatan Kedungwuni Pekalongan. Metode pengabdian masyarakat adalah ceramah interaktif, praktik perawatan mandiri penanganan kebas, diskusi tanya jawab dan praktik senam kaki Diabetes. Hasil pengabdian masyarakat dievaluasi menggunakan kuesioner sebelum  dan setelah edukasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan, terdapat peningkatan pemahaman tentang penyebab, gejala, cara penanganan kebas pasien DM, serta observasi kemampuan praktik senam kaki. Hasil test sebelum edukasi, skor pengetahua rata-rata   50%, hasil test setelah  kegiatan meningkat 85%. Peserta menunjukkan semangat tinggi dalam praktik perawatan mandiri penanganan kebas dan senm kaki Diabetes yang diajarkan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini  efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mengelola kebas atau neuropati. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menurunkan risiko komplikasi neuropati atau kebas sehingga dapat  meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci: Diabetes melitus; edukasi kebas; penanganan kebas; senam kaki diabetes ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that causes nerve complications, one of which is numbness or peripheral neuropathy, significantly reducing patients' quality of life. In Pekalongan Regency, especially at Kedungwuni 2 Health Center in Kedungwuni District, there are diabetic patients who lack understanding of how to manage numbness, putting them at risk for serious complications due to neuropathy. This community service aims to improve knowledge and skills among diabetic patients participating in the Prolanis program in performing foot exercises and managing numbness independently. The community service involved 30 diabetic patients registered in the Prolanis program at Kedungwuni 2 Health Center. The methods used included interactive lectures, practice of self-care for numbness management, question-and-answer sessions, and diabetic foot exercise practice. The outcomes were evaluated by questionnaires conducted before and after the educational sessions to assess participants’ knowledge improvement. Results showed increased understanding of the causes, symptoms, and management of numbness in diabetic patients, along with improved ability to practice foot exercises. The average pre-education knowledge score was 50%, which increased to 85% post-activity. Participants demonstrated high enthusiasm in practicing self-care techniques and foot exercises provided. In conclusion, this community service effectively enhanced patients’ knowledge and skills in managing numbness or neuropathy. It is expected that such efforts will reduce the risk of neuropathy complications, thereby improving patients’ quality of  life. Keywords: Diabetes mellitus; diabetic foot exercise; numbness education; numbness management.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK SISWA DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI ALOR Abdullah, Munandar Maskur; Noho, Mahmud Abdullah; Kadir, Abdul Hamid; H. Masa, Tamrin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33991

Abstract

ABSTRAK                                                                            Keterbatasan media pembelajaran yang sesuai menjadi tantangan utama dalam proses belajar-mengajar bagi siswa dengan gangguan pendengaran di SLB Negeri Alor. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inklusif yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu observasi, sosialisasi, workshop pembuatan media, serta uji coba dan pendampingan penggunaan media. Mitra dalam kegiatan ini adalah 6 orang guru dan kepala sekolah SLB Negeri Alor. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi langsung selama proses implementasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan hard skill guru dalam merancang dan mengaplikasikan media pembelajaran visual sebesar 75%, serta peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar sebesar 68%. Media yang dikembangkan berupa modul cetak visual dan video pembelajaran dengan subtitle dan bahasa isyarat. Program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di SLB lain di wilayah NTT. Kata kunci: media pembelajaran inklusif; gangguan pendengaran; SLB; hard skill; partisipasi belajar ABSTRACTThe limited availability of appropriate learning media is a major challenge in the teaching and learning process for students with hearing impairments at SLB Negeri Alor. This community service aims to develop inclusive learning media that can increase active participation and student understanding. The activity was carried out through several methods, namely observation, socialization, media creation workshops, and trials and assistance in the use of media. The partners in this activity were 6 teachers and the principal of SLB Negeri Alor. Evaluation was carried out through questionnaires and direct observation during the implementation process. The results of the community service showed an increase in teachers' hard skills in designing and applying visual learning media by 75%, as well as an increase in student participation in learning activities by 68%. The media developed were in the form of visual print modules and learning videos with subtitles and sign language. This program has a positive impact on the quality of learning and is a model of good practice that can be replicated in other SLBs in the NTT region. Keywords: inclusive learning media; hearing impairment; SLB; hard skills; learning participation
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN LMS BERBASIS MOODLE PADA YAYASAN SEKOLAH ADVENT DI SAUSAPOR Sundari, Sundari; Kahar, Muhammad Syahrul; Sangadji, Zulkarnain; Setyawan, Muhammad Rizki; Ilham, Ahmad; Febriadi, Ihsan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34137

Abstract

ABSTRAK                                                                 Transformasi digital menuntut peningkatan literasi digital guru, khususnya dalam pemanfaatan Learning Management System (LMS). Di Distrik Sausapor, Papua Barat Daya, meskipun infrastruktur jaringan memadai, keterampilan guru dalam menggunakan LMS berbasis Moodle masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Yayasan Pendidikan Advent Sausapor sebagai mitra, melibatkan 25 guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahap: (1) perencanaan, meliputi koordinasi dengan mitra untuk menentukan kebutuhan, peserta, dan jadwal; (2) persiapan, penyusunan modul pelatihan serta instrumen pre-test dan post-test dengan dukungan fasilitas komputer dan internet sekolah; (3) pelaksanaan, berupa dua hari kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan kelas virtual, unggah materi ajar, penyusunan kuis, forum diskusi, dan sistem penilaian otomatis; (4) evaluasi, menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 74,1% pada seluruh aspek pengetahuan dan keterampilan. Temuan ini menegaskan bahwa peserta tidak hanya memahami konsep dasar Moodle, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kompetensi guru serta menjadi langkah awal membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan adaptif. Kata kunci: LMS Moodle; literasi digital; pembelajaran digital; pelatihan guru; PAR ABSTRACTThe digital transformation demands an increase in teachers’ digital literacy, particularly in utilizing Learning Management Systems (LMS). In Sausapor District, Southwest Papua, although network infrastructure is adequate, teachers’ skills in using Moodle-based LMS remain limited. This community service program was carried out in collaboration with the Sausapor Advent Education Foundation as a partner, involving 25 teachers from elementary, junior high, and senior high schools in July 2025. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through four stages: (1) planning, including coordination with partners to determine needs, participants, and schedule; (2) preparation, which involved developing training modules and pre-test and post-test instruments supported by the school’s computer and internet facilities; (3) implementation, consisting of two days of activities such as socialization, virtual class creation, digital material uploads, quiz development, discussion forums, and automatic grading systems; (4) evaluation, using pre-tests and post-tests. The results indicated an average improvement of 74.1% across all aspects of knowledge and skills. These findings confirm that participants not only understood the basic concepts of Moodle but were also able to apply them effectively in the learning process. This activity provides a tangible contribution to strengthening teachers’ competencies and serves as an initial step in building an inclusive and adaptive digital learning ecosystem.. Keywords: LMS Moodle; digital literacy; digital learning; teacher training; PAR
INTEGRASI PEMBELAJARAN MENDALAM, PENDEKATAN BERBASIS TEKS DAN TEKNOLOGI DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS Dewi, Finita; Hamied, Fuad Abdul; Lengkanawati, Nenden Sri; Emilia, Emi; Ihrom, Sudarsono Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34238

Abstract

ABSTRAKPerubahan pendidikan di era digital menuntut dosen untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengintegrasikan strategi pembelajaran berbasis teks dan teknologi guna menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Sayangnya, masih banyak dosen yang memiliki keterbatasan dalam pemahaman konseptual maupun keterampilan praktis dalam penerapan Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen tentang konsep Pembelajaran Mendalam dalam Pendidikan Bahasa Inggris, mengembangkan keterampilan dosen dalam menerapkan pembelajaran berbasis teks (PBT) untuk mendukung Pembelajaran Mendalam dalam pembelajaran Bahasa Inggris, dan membantu dosen untuk dapat mengintegrasikan teknologi termasuk AI dalam penerapan Pembelajaran Mendalam. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan empat tahapan yakni, pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak dan eksperimentasi aktif. Pelatihan ini melibatkan 15 orang dosen Bahasa Inggris dari universitas di Yogyakarta, Indonesia. Hasil survei pra-pelatihan menunjukkan keterbatasan pemahaman peserta terhadap konsep Pembelajaran Mendalam, strategi pengajaran, dan instrumen asesmen. Namun, survei pasca-pelatihan memperlihatkan peningkatan signifikan dalam pemahaman filosofi Pembelajaran Mendalam, kemampuan merancang ide pembelajaran berbasis teks, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran membaca mendalam (deep reading) dan menulis mendalam (deep writing). Peserta menilai pelatihan relevan, bermanfaat, dan merekomendasikan keberlanjutan dengan topik lebih luas seperti pengembangan instrumen dan text creation. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas dosen dalam mengeksplorasi Pembelajaran Mendalam berbasis PBT serta integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih bermakna.Kata kunci: Pembelajaran Mendalam; pembelajaran berbasis teks; teknologi ABSTRACTThe transformation of education in the digital era requires lecturers not only to master theoretical knowledge but also to integrate text-based strategies and technology to create more meaningful learning experiences. Yet, limited conceptual understanding and practical skills remain challenges in implementing deep learning within English education. This community service program aimed to enhance lecturers’ understanding of deep learning concepts, strengthen their skills in applying text-based learning (TBL), and support the integration of technology, including artificial intelligence (AI), in English teaching. The training was implemented through four stages: concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, and active experimentation. Fifteen English lecturers from universities in Yogyakarta, Indonesia, participated in the program. Pre-training surveys indicated participants’ lack of familiarity with deep learning philosophy, teaching strategies, and assessment instruments. In contrast, post-training surveys revealed significant improvement in their understanding, ability to design TBL based learning ideas, and integration of technology into deep reading and deep writing practices. Participants perceived the training as relevant and beneficial, recommending its continuation with broader topics such as assessment development and text creation. Overall, this program effectively improved lecturers’ capacity to explore TBL-based deep learning and utilize technology to foster more meaningful English language learning.Keywords: deep learning; GBA; technology
WORKSHOP PEMBUATAN MODUL AJAR DENGAN CANVA DAN CHATGPT BAGI GURU MTS INSAN CITA MORU Amsidi, Mukmin; Plaikari, Rizal Pasoma; Peka, Musrifa; Akbar, Rachadad Najmal; Mauring, Dewi Yanti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.32502

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan teknologi digital menuntut adanya metode pembelajaran yang inovatif, visual, dan interaktif. Tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru, khususnya di MTs Insan Cita Moru, masih mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar berbasis teknologi. Analisis situasi tersebut menjadi dasar pentingnya kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari workshop adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat modul ajar digital dengan memanfaatkan dua platform, Canva dan ChatGPT. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka selama satu hari penuh dengan metode ceramah, praktik langsung, dan evaluasi produk. Mitra sasaran adalah delapan guru MTs Insan Cita Moru dengan latar belakang mata pelajaran yang beragam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, di mana 88% mampu menggunakan Canva untuk menyusun modul ajar visual, dan 75% mampu menggunakan ChatGPT untuk membuat konten pembelajaran. Setiap guru berhasil menghasilkan satu modul ajar digital sebagai produk akhir. Hasil wawancara juga mengonfirmasi bahwa seluruh peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat, relevan dengan kebutuhan mereka, serta membantu implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mendukung peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kata kunci: Canva; ChatGPT; Modul Ajar Digital ABSTRACTThe development of digital technology requires the adoption of innovative, visual, and interactive learning methods. However, the reality shows that many teachers, particularly at MTs Insan Cita Moru, still face difficulties in creating technology-based teaching modules. This situation analysis underlines the urgency of community service activities. The main purpose of this workshop was to improve teachers’ skills in developing digital teaching modules using two platforms, Canva and ChatGPT. The program was conducted face-to-face for one full day through lectures, hands-on practice, and product evaluation. The target partners were eight teachers from MTs Insan Cita Moru with diverse teaching backgrounds. The results indicated a significant improvement in participants’ competencies, where 88% successfully used Canva to design visual teaching modules, and 75% were able to use ChatGPT to generate learning content. Each participant produced one digital teaching module as the final outcome. Interview results also confirmed that all participants found the workshop highly beneficial, relevant to their needs, and supportive of implementing the Merdeka Curriculum. Therefore, this activity effectively enhanced teachers’ capacity to face educational challenges in the digital era. Keywords: Canva; ChatGPT; Digital Teaching Module