cover
Contact Name
Masfufatun
Contact Email
masfufatun@uwks.ac.id
Phone
+6281555465802
Journal Mail Official
masfufatun@uwks.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Kupang XXV no 54 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Calvaria Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 3031092X     DOI : -
Calvaria Medical Journal (CMJ) is a peer reviewed periodically scientific publication that contains articles written in the English language . CMJ receives articles in the field of Biomedical Sciences, Medical Education, Public Health. CMJ is published by the Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya. JIKW published twice a year in Juni and Desember. CMJ only publishes manuscript that have never been published in other journals. Authors who wish to publish in JIKW need to follow the JIKW guidelines. The manuscript submission and peer review process are done online.
Articles 48 Documents
The Penyakit Dekompresi Tipe II pada Penyelam Rekreasi: Sebuah Laporan Kasus dan Penanganan dengan Terapi Oksigen Hiperbarik: - Devi, Anita; Nurdianto, Arif Rahman; Himawan, Achmad Nurdin; Rini, Anis Dwi Anita; Hisnindarsyah, Hisnindarsyah; Harnanik, Titut; Pratiknya, Djatiwidodo Edi
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.191

Abstract

Latar Belakang: Menyelam SCUBA adalah rekreasi populer namun berisiko, salah satunya adalah Penyakit Dekompresi (DCS) yang disebabkan pembentukan gelembung gas inert akibat penurunan tekanan lingkungan. DCS dapat bermanifestasi ringan hingga berat, termasuk gejala neurologis. Penanganan cepat sangat penting. Tujuan: Melaporkan kasus Penyakit Dekompresi Tipe II pada penyelam rekreasi dan penanganannya dengan Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB). Presentasi Kasus: Dilaporkan kasus laki-laki 70 tahun dengan gejala pusing berputar, vertigo, gangguan keseimbangan, mual, muntah, parestesia, dan nyeri sendi setelah dua kali penyelaman. Pemeriksaan fisik menunjukkan Romberg test positif. Manajemen awal dengan oksigen normobarik dan obat simptomatik hanya memberikan sedikit perbaikan. Hasil: Pasien menjalani dua sesi TOHB (menggunakan Tabel 6 dan Tabel 5 US Navy). Setelah terapi, gejala pasien membaik signifikan, termasuk hilangnya pusing, mual, muntah, parestesia, dan nyeri sendi. Romberg test kembali negatif. Kesimpulan: Terapi Oksigen Hiperbarik adalah terapi standar emas yang efektif dalam meredakan gejala Penyakit Dekompresi Tipe II pada penyelam rekreasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Pendidikan Ibu Hamil Terhadap Infeksi Saluran Kemih Di Puskesmas Dukuh Kupang Nur Sari Umci, Aknes; Inawati, Inawati; Agus Saputra, Harman
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.192

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan satu diantara risiko kehamilan yang memerlukan deteksi dini, sehingga tidak berkembang menjadi komplikasi yang membahayakan ibu dan janin. Untuk menurunkan risiko ISK diperlukan pengetahuan yang baik oleh ibu hamil. Sedangkan tinggi rendahnya pengetahuan diantaranya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan ISK pada ibu hamil di Puskesmas Dukuh Kupang. Metode: Penelitian dirancang dengan pendekatan deskriptif Analitik dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling sehingga diperoleh 40 subyek dalam penelitian 3 bulan (Maret-Mei 2024). Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi square dengan metode crosstab analysis. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan memperoleh nilai Chi-Square  p = 0,001 dan ρ value = 0,601, hubungan tingkat pengetahuan dengan ISK bernilai Chi-Square p = 0,000 dan p value= 0,707 dan hubungan tingkat pendidikan dengan ISK bernilai Chi-Square p = 0,160 dan p value= 0,338. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan ISK, dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan ISK
Analisis Dampak Masalah Gizi Ganda Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Benua Asia: Tinjauan Pustaka Syafitri, Anzilika Avia; Khabibi, Arsila; Venaprilla, Syarifa Gadis; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.194

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi ganda, yang mencakup kekurangan gizi (under-nutrition) dan kelebihan gizi (over-nutrition), telah menjadi tantangan global yang semakin mengkhawatirkan. Beban gizi ganda tidak hanya berdampak pada kesehatan individu tetapi juga memiliki konsekuensi ekonomi dan sosial yang luas. Asia menyumbang 70% kasus wasting dan 52% kasus stunting global pada anak, terutama di negara berpenghasilan rendah. Tujuan: Untuk memahami dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi terutama di negara-negara Asia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis untuk merangkum dan menganalisis berbagai penelitian yang relevan dengan topik tertentu. Dalam penelitian ini, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan melalui basis data Science Direct dan Google Scholar. Setelah proses seleksi, tersisa 15 artikel yang dianalisis lebih lanjut berdasarkan judul, penulis, tahun publikasi, metode, dan hasil penelitian. Hasil: Masalah gizi ganda memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Studi menunjukkan bahwa tingginya prevalensi stunting dapat menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 2-3% dari PDB setiap tahun. Kesimpulan: Dengan demikian, masalah gizi ganda tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah gizi ganda yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Asia, diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
TINJAUAN LITERATUR: FAKTOR PENYEBAB BEBAN GIZI GANDA PADA BERBAGAI KELOMPOK USIA DI WILAYAH URBANISASI Nazwa Aulia; Nufus, Putri Zakiyatun; Prameswari, Rara Ayuning; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.195

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan urbanisasi yang pesat di seluruh dunia telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan kesehatan yang muncul akibat urbanisasi adalah beban gizi ganda, yaitu kondisi di mana kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersamaan dalam satu populasi atau bahkan dalam satu individu. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban gizi ganda di daerah urbanisasi. Metode: Metode yang digunakan yaitu tinjauan literatur dengan menganalisis 6 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Pencarian artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar dengan rentang waktu 2020-2025. Hasil: Hasil literatur menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi, perubahan pola konsumsi, kurangnya aktivitas fisik, serta ketidakamanan pangan berperan dalam meningkatnya prevalensi beban gizi ganda. Selain itu, pendidikan dan pengetahuan gizi ibu memiliki dampak signifikan terhadap status gizi keluarga. Dengan memahami faktor-faktor penyebabnya, diharapkan strategi intervensi yang efektif dapat dirumuskan untuk mengatasi tantangan gizi di lingkungan urban.
Tinjauan Pustaka : Koeksistensi Stunting Dan Obesitas Di Wilayah Perkotaan Dan Pedesaan Fitriana, Destia Ika; Ningrum, Wulan Setia; yunianti, Ira; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.196

Abstract

Latar belakang: Beban gizi ganda dimana adanya koeksistensi dari malnutrisi, baik dalam populasi, rumah tangga atau individu dengan salah satu penyebab dari adanya masalah gizi ganda sendiri adalah asupan makanan yang akan berbeda berdasarkan tempat tinggal. Perbedaan tempat tinggal yang dimaksud adalah tempat tinggal di daerah perkotaan dan pedesaan. Tujuan: Untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai hubungan antara stunting dan obesitas di wilayah perkotaan dan pedesaan. Metode: Menggunakan metode tinjauan pustaka serta penelusuran artikel menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-Analyses (PRISMA) dengan kriteria inklusi dan eksklusi, menggabungkan kata kunci bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Basis data yang digunakan untuk mencari artikel adalah Google Scholar. Hasil: Koeksistensi ditemukan di berbagai negara berkembang dengan prevalensi bervariasi, 1,82% di sub-Sahara Afrika, 1,33% di Ethiopia, 9,1% di Myanmar, lebih tinggi di daerah pedesaan Nigeria. Menunjukkan koeksistensi stunting dan obesitas sering terjadi di pedesaan dengan beberapa faktor yang mengikutinya.  Kesimpulan: Beban gizi ganda, yang mencakup koeksistensi stunting dan obesitas, masih menjadi permasalahan serius di berbagai negara, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Rendam Kaki dengan Air Hangat sebagai Alternatif Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Kabupaten Ngawi Meira, Dona Anggita; Cahyani Noviana, Ayu; Herawaty, Wike
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.203

Abstract

Latar Belakang: Merendam kaki dalam air hangat menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang secara fisiologis menyeimbangkan volume dan diameter pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Terdapat perbedaan rerata tekanan darah sistolik antara responden sebelum dan sesudah merendam kaki di air hangat. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dan menggunakan desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah Lansia Hipertensi Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi dengan sampel yang diambil untuk penelitian ini sebesar 88 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Chi Square selanjutnya data diolah dengan SPSS. Hasil: Sebagian besar Lansia Hipertensi di Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi memperoleh terapi rendam air hangat yaitu sebanyak 58 orang (65,9%), sebanyak 30 orang (34,1%) pasien lainnya tidak mendapatkan terapi rendam air hangat. Dan proporsi Lansia Hipertensi di Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi mempunyai TD turun dan TD tetap/naik adalah sama yaitu masing-masing sebanyak 44 orang (50%). Kesimpulan: Terdapat Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi, terbukti dengan nilai Sig. = 0,000 (< 0,05).
Hubungan Antara Perilaku Cara Membersihkan Daerah Urogenitalia Wanita Setelah Berkemih Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Mahasiswi Angkatan 2021 di Salah Satu Universitas di Surabaya: Relationship Between Cleaning Behavior Urogenital Area After Urination With Events Urinary Tract Infections in Female Students Class of 2021 at a University in Surabaya Satriadewi, Ni Komang Aswindari Satriadewi; Ishartadiati, Kartika; Sudibya, Akhmad; Widyaningsih, Indah
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.204

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan epidemiologi, Infeksi Saluran Kemih merupakan infeksi paling sering terjadi pada wanita. Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyakit yang disebabkan karena ada mikroorganisme yang berkembang biak di saluran kemih. Tujuan: untuk mengetahui hubungan perilaku higienitas genetalia dan kejadian infeksi saluran kemih pada mahasiswa di surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik komparatif dengan menggunakan metode analisis data yaitu uji Chi-square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data penelitian menggunakan bantuan SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 69 responden yang menerapkan cara pembersihan daeraj urogenitalia dengan benar dan terinfeksi saluran kemih adalah sebanyak 36 mahasiswi (58%) sedangkan responden yang membersihkan daerah urogenitalia dengan benar tetapi tidak terinfeksi saluran kemih sebanyak 26 orang (41,93%). Kondisi responden yang penerapan cara pembersihan daerah urogenitalia yang salah dan terinfeksi saluran kemih sebanyak 3 orang (42,85%). Dan responden yang penerapan cara pembersihan daerah urogenitalia salah tetapi tidak terinfeksi saluran kemih sebesar 4 orang (57,14%). Penelitian ini menggunakan uji Chi-square dengan uji alternatif yaitu uji Fisher. Karena nilai p- value α ≥ 0,05. Kesimpulan: Dari hasil data yang didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku cara membersihkan daerah urogenitalia wanita dengan kejadian Infeksi Saluran Kemih pada mahasiswi angkatan 2021 di salah satu Universitas di Surabaya.
Imunopatomekanisme Demam Berdarah Dengue (DHF) Hartanto, Deddy; Setiawan, Heru
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.211

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan komplikasi berat infeksi virus dengue yang dipicu oleh disregulasi imun selama infeksi sekunder heterolog, dengan mortalitas mencapai 20% tanpa penanganan. Tujuan: Mengkaji mekanisme imunopatogenesis DBD, termasuk peran ADE, cytokine storm, dan gangguan hemostasis, serta implikasinya untuk tata laksana klinis.  Metode: Tinjauan naratif menggunakan database PubMed, ScienceDirect, dan repositori institusi (2007–2023) dengan kata kunci: “imunopatogenesis dengue”, “ADE dengue”, “cytokine storm DHF”.  Hasil: Antibody-Dependent Enhancement (ADE) memfasilitasi masuknya virus ke monosit/makrofag, memicu produksi TNF-α/IL-6 berlebihan. Reaktivitas silang sel T (original antigenic sin) dan cytokine storm menyebabkan kebocoran plasma yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar hematokrit >20%) dan trombositopenia (<100.000/μL). Infeksi sekunder meningkatkan risiko DBD 15–80 kali. Kesimpulan: Imunopatogenesis Demam Berdarah Dengue (DBD) bersifat multifaktorial. Deteksi dini hemokonsentrasi dan terapi imunomodulator berbasis sitokin merupakan strategi potensial.