cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
jemb@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Metuk No.8 Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB)
ISSN : 30267153     EISSN : 30309026     DOI : https://doi.org/10.62017/jemb.v1i6
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) adalah Jurnal manajemen dan bisnis menyediakan forum bagi Mahasiswa dan Dosen untuk mengeksplorasi masalah dan merefleksikan penelitian kuantitatif. Memuat artikel dibidang ekonomi khususnya ilmu manajemen, yang meliputi manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasional, manajemen sumber daya manusia dan kewirausahaan. Diterbitkan 6 kali setahun : September, November, Januari, Maret, Mei, dan Juli. Oleh Publikasi Inspirasi Indoensia. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah anda. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 729 Documents
Crowdfunding Syariah dalam Ekosistem Islamic Social Finance: Implementasi Akad dan Manajemen Risiko pada Pendanaan UMKM Rivana; Falha Himatul Aliyah; Eva Dwi Suciati; Wafa Syakila Herdani; Dyah Ayu Setyaningsih; Silvi Sa’adah; Trisna Wijaya
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7164

Abstract

Perkembangan crowdfunding syariah dan instrumen ZISWAF digital di Indonesia menghadapi tantangan empiris berupa ketimpangan antara pesatnya inovasi teknologi dengan kesiapan regulasi serta rendahnya literasi keuangan syariah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, mekanisme, serta kerangka regulasi crowdfunding syariah sebagai solusi pendanaan inklusif bagi UMKM dan sektor sosial. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan analisis regulasi (POJK serta fatwa DSN-MUI), studi ini mengevaluasi penerapan akad mudharabah, musyarakah, ijarah, dan struktur hibrida dalam operasional platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi fintech dengan nilai maqāṣid al-sharī‘ah mampu menciptakan ekosistem pendanaan yang transparan dan bebas dari riba, gharar, serta maysir. Namun, keefektifan model ini sangat bergantung pada pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan harmonisasi antara regulasi OJK dengan fatwa DSN-MUI. Simpulan studi menegaskan bahwa digitalisasi ZISWAF dan crowdfunding merupakan instrumen strategis pemberdayaan ekonomi umat, namun memerlukan penguatan literasi digital dan sinkronisasi regulasi agar dampak sosialnya terukur dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menekankan urgensi peran otoritas dalam menjaga integritas syariah di tengah dinamika ekonomi modern.
Kualitas Aktiva Produktif dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif bagi Bank Syariah Ilone Virginia Oktavian; Depi Amalia; Sevani Desiana Putri; Justin Azmi Luthfi; Joni Ahmad Mughni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7165

Abstract

Kualitas aktiva produktif merupakan salah satu indikator utama dalam menilai tingkat kesehatan dan stabilitas bank, termasuk bank syariah. Aktiva produktif yang dikelola secara optimal dapat memberikan kontribusi terhadap profitabilitas bank, namun di sisi lain juga mengandung risiko yang berpotensi menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, bank diwajibkan membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) sebagai bentuk penerapan prinsip kehati-hatian untuk mengantisipasi risiko penurunan kualitas aset. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kualitas aktiva produktif, prinsip-prinsip pengelolaannya, serta mekanisme pembentukan PPAP pada bank syariah berdasarkan ketentuan regulasi dan perspektif akuntansi serta keuangan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan doktrin yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kualitas aktiva produktif, termasuk surat berharga, penyertaan modal, dan penyertaan modal sementara, dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan risiko, kinerja keuangan, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Pembentukan PPAP menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas keuangan bank syariah serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan syariah.
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MENILAI KESEHATAN BANK SYARIAH: STUDI KASUS PERBANKAN INDEKS LQ45 Salsabila Putri Virgiawan; Jia Ayu Maulida; Annisa Nuraini; Rahma Ayuningtyas Anjani; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rasio keuangan dalam menilai tingkat kesehatan bank syariah serta memahami efisiensi produk yang dimiliki oleh perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait perbankan syariah. Analisis dilakukan terhadap berbagai rasio keuangan yang umum digunakan dalam menilai kinerja perbankan, seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Financing to Deposit Ratio (FDR), Cash Ratio (CR), dan Non Performing Financing (NPF). Hasil kajian menunjukkan bahwa rasio keuangan memiliki peran penting dalam memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan, tingkat efisiensi operasional, serta kemampuan bank syariah dalam mengelola risiko dan menghasilkan keuntungan. Selain itu, penilaian kesehatan bank juga dapat dilakukan melalui pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) yang mencakup aspek Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital. Efisiensi produk bank syariah dipengaruhi oleh kemampuan manajemen dalam mengelola aset, mengendalikan biaya operasional, serta menjaga kualitas pembiayaan. Oleh karena itu, pengelolaan rasio keuangan yang baik serta peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan daya saing perbankan syariah di industri keuangan.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI WAREHOUSE CV. UNITECH INDONESIA JAKARTA BARAT Putri Islamiyah; Johan Maulana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7174

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Kerja terhadap Efektivitas Kerja pada Warehouse CV. Unitech Indonesia yang beralamat di JL.Peternakan III No.28 Kapuk Kamal Cengkareng Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, yaitu seluruh karyawan warehouse CV. Unitech Indonesia dijadikan responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi Interpersonal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja dengan nilai koefisien determinasi sebesar 35,1%, dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (4,221 > 1,694). Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja dengan nilai koefisien determinasi sebesar 74,9%, dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (9,918 > 1,694). Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Kerja dengan persamaan regresi Y = 1,918 + 0,163 X1 + 0,885 X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 78,4%, sedangkan sisanya sebesar 21,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel atau (57,988 > 3,925).
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJAKARYAWAN PADA RUMAH SAKIT HELSA CIPUTAT Demazisokhi Gea; Drs. Gatot Kusjono
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Rumah Sakit Helsa Ciputat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Rumah Sakit Helsa Ciputat yang berjumlah 93 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,408 > t-tabel 1,987 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Program pelatihan memperoleh penilaian sangat baik dengan skor rata-rata 4,30; (2) Pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,229 > t-tabel 1,987 dan signifikansi 0,002 < 0,05. Program pengembangan memperoleh penilaian baik dengan skor rata-rata 4,19; (3) Pelatihan dan pengembangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai F-hitung sebesar 42,795 > F-tabel 3,10 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y = 5,688 + 0,446X₁ + 0,519X₂ dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,487 atau 48,7%, yang berarti pelatihan dan pengembangan mampu menjelaskan 48,7% variasi produktivitas kerja karyawan, sedangkan sisanya 51,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Produktivitas kerja karyawan memperoleh penilaian sangat baik dengan skor rata-rata 4,21.
Manajemen Dana Bank Syariah Studi Kasus : Penerapan Manajemen Dana Pengelolaan Likuiditas di BCA Syariah Risma Hermawati Apriliani; Rivana; Azmia Siti Munasifah; Seli Saelurrohmah Syam; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7176

Abstract

Manajemen dana pada bank syariah merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional lembaga keuangan berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen dana bank syariah, mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta regulasi terkait perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menghimpun dana masyarakat melalui akad wadiah dan mudharabah, kemudian menyalurkannya kembali melalui berbagai akad pembiayaan seperti murabahah, musyarakah, mudharabah, dan ijarah. Kinerja intermediasi bank syariah dapat diukur melalui rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyalurkan dana secara produktif sekaligus menjaga likuiditas. Namun demikian, pengelolaan dana bank syariah masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan instrumen keuangan syariah, keterbatasan sumber daya manusia, serta regulasi yang ketat. Oleh karena itu, manajemen dana yang efektif, profesional, dan sesuai prinsip syariah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja serta kontribusi bank syariah terhadap perekonomian masyarakat.
Manajemen Likuiditas dalam Menghadapi Risiko Likuiditas pada Bank Syariah Lia Wardatul Umah; Dina Ainul Latifah; Adinda Farhania Ma’rufa; Pricilia Siska Sintia Muhtari; Joni Ahmad Mughni
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7179

Abstract

Manajemen likuiditas merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas operasional dan kesehatan keuangan bank syariah. Likuiditas berkaitan dengan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, terutama ketika nasabah melakukan penarikan dana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen likuiditas pada bank syariah, indikator pengukuran likuiditas, instrumen yang digunakan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis pada basis data elektronik seperti Google Scholar, DOAJ, dan Scopus dengan kriteria inklusi meliputi artikel jurnal terakreditasi, relevansi dengan topik, dan publikasi sepuluh tahun terakhir. Analisis data menggunakan metode content analysis dengan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa likuiditas bank syariah dapat diukur melalui beberapa indikator utama seperti Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Selain itu, pengelolaan likuiditas bank syariah didukung oleh berbagai instrumen seperti Giro Wajib Minimum (GWM) Syariah, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Faktor yang mempengaruhi likuiditas terdiri dari faktor internal seperti pembiayaan, efisiensi operasional, dan dana pihak ketiga, serta faktor eksternal seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Hasil studi menunjukkan bahwa keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan sangat menentukan stabilitas likuiditas bank syariah. Oleh karena itu, pengelolaan likuiditas yang efektif diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung stabilitas sistem keuangan syariah.
Analisis Kelayakan Produk Penghimpunan Dana Bank Syariah dalam Perspektif Prinsip Syariah Naila Alya; Falha Himatul Aliyah; Mutiara Ramadhani; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7180

Abstract

Aktivitas penghimpunan dana bank syariah tidak selalu sesuai dengan prinsip syariah, diperlukan analasis apakah aktivitas penghimpunan dana yang dilakukan layak dan sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan penghimpunan dana bank syariah dalam perspektif prinsip syariah serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas penghimpunan dana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan melalui studi kepustakaan (libarary research) yang bersumber dari jurnal ilmiah dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas openghimpunan dana bank syariah dapat dikatakan layak dan memenuhi prinsip prinsip syariah. Akan tetapi, keberhasilan dan kelayakan penghimpunan dana juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, perbankan syariah perlu melakukan peningkatan pada inovasi produk dan tingkat literasi keuangan syariah pada masyarakat agar penghimpunan dana dapat dilakukan dengan optimal, dan dapat dikatakan layak dalam perspektif prinsip syariah
PERAN PEER TO PEER LENDING SYARIAH DALAM MENDUKUNG PEMBIAYAAN UMKM Dimas Muhamad Rizki; Keukeu Nurul Latifah; Hilma Kamila; Sri Mardiyani Suryana; Dimas Adi Sudibyo
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7181

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai inovasi dalam sektor keuangan, salah satunya financial technology (fintech) berbasis peer to peer lending (P2P lending). Di Indonesia, P2P lending syariah berkembang sebagai alternatif pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah serta mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sering menghadapi keterbatasan akses modal dari lembaga keuangan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan serta peran peer to peer lending syariah dalam mendukung pembiayaan UMKM di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2P lending syariah memiliki peran penting dalam meningkatkan akses pembiayaan UMKM melalui proses yang lebih cepat, mudah, dan transparan berbasis teknologi digital. Selain itu, penerapan akad-akad syariah seperti mudharabah, musyarakah, dan wakalah menjadikan sistem pembiayaan lebih adil melalui mekanisme bagi hasil. Namun demikian, perkembangan P2P lending syariah juga menghadapi berbagai tantangan seperti risiko gagal bayar, rendahnya literasi keuangan masyarakat, serta perlunya penguatan regulasi dan pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara regulator, penyelenggara platform, dan masyarakat untuk meningkatkan literasi serta memperkuat sistem pengawasan agar P2P lending syariah dapat berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar terhadap pembiayaan UMKM di Indonesia.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam Perilaku Konsumsi Muslim: Analisis Perspektif Pemikiran Al-Ghazali Salwa Salsabila; Nazmi Muzamil; Ryan Cahya Nugraha; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7182

Abstract

Era digital memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong perilaku konsumsi impulsif dan tidak rasional di kalangan Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif pemikiran etika dan ekonomi Al-Ghazali. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelaah konsep-konsep kunci dalam karya Al-Ghazali seperti Ihya’ Ulumuddin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO merupakan manifestasi kegagalan pengendalian hawa nafsu yang bertentangan dengan prinsip maslahah (kemaslahatan) dan al-iqtishad (moderasi). Al-Ghazali menawarkan solusi melalui mujahadah al-nafs (pengendalian diri), qana’ah, dan zuhud untuk mengarahkan konsumsi pada pemenuhan kebutuhan dharuriyyat (primer) daripada sekadar mengikuti tren. Kesimpulannya, pemikiran Al-Ghazali memberikan kerangka spiritual yang relevan untuk mengatasi kecemasan sosial digital dengan menyeimbangkan kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai tazkiyatun nafs dalam perilaku ekonomi Muslim modern demi mencapai kesejahteraan sejati (falah).