cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
jurnaljimmi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23687
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 3063427X     EISSN : 30632706     DOI : -
JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin merupakan Jurnal yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin adalah publikasi akademis yang menyajikan karya-karya ilmiah dari mahasiswa Indonesia dalam berbagai disiplin ilmu untuk sebagai syarat kelulusan dari perguruan tinggi. Jurnal ini menjadi platform bagi mahasiswa untuk berbagi penelitian, pemikiran, dan temuan mereka dalam berbagai bidang, mulai dari ilmu sosial, ilmu alam, hingga ilmu humaniora. Dengan cakupan multidisiplinernya, JIMMI menampilkan artikel-artikel yang mencerminkan keberagaman dan inovasi di kalangan mahasiswa, memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. JIMMI tidak hanya menjadi wadah untuk mengungkapkan potensi akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat jaringan kerjasama antarpeneliti serta mendorong pertukaran ide dan pengetahuan di antara komunitas akademik di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Sistem Pembuktian dalam Hukum Pidana Indonesia dan Tantangan dalam Proses Peradilan Rohman, Rohman; Muliadi, Muliadi; Pratama, Farhan; Saputra, Irka; Firmansyah, Aidil; Marwan, T; Irfandi, Irfandi
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v1i3.146

Abstract

Sistem pembuktian merupakan elemen penting dalam hukum pidana yang bertujuan untuk memastikan keadilan dalam proses peradilan. Dalam hukum pidana Indonesia, sistem pembuktian diatur dalam KUHAP, yang mengacu pada prinsip pembuktian minimal (minimum bewijs) dan keabsahan alat bukti. Namun, sistem ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan teknologi yang menghadirkan bukti digital, disparitas dalam penilaian bukti oleh hakim, serta isu etika dalam pengumpulan bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembuktian di Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta solusi untuk meningkatkan efektivitas dan transparansinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan menganalisis undang-undang, jurnal ilmiah, buku, serta laporan kasus. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem pembuktian dan memberikan rekomendasi berdasarkan praktik hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya regulasi tentang bukti digital, ketidakkonsistenan dalam putusan, serta praktik pengumpulan bukti yang tidak etis menjadi hambatan utama dalam sistem pembuktian di Indonesia. Kesimpulannya, untuk meningkatkan efektivitas sistem pembuktian, diperlukan revisi KUHAP, pelatihan aparat penegak hukum, dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan transparansi serta akuntabilitas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat integritas sistem peradilan pidana dan mewujudkan keadilan substantif.
Perkembangan Teori dan Penerapan Asas Legalitas dalam Hukum Pidana Indonesia Iskandar, Dedi; W.N, Zulbaidah; Almanda, Angga; Abdinur, Iswandi; Putra, Devi Yanda; Andriani, Cut Yessi; Zulhazrul, Zulhazrul
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v1i3.147

Abstract

Asas legalitas merupakan prinsip fundamental dalam hukum pidana yang menegaskan bahwa tidak ada perbuatan yang dapat dipidana tanpa aturan hukum yang jelas sebelumnya (nullum crimen, nulla poena sine lege). Dalam hukum pidana Indonesia, asas ini menjadi landasan utama dalam menciptakan kepastian hukum dan melindungi hak asasi manusia, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP. Namun, perkembangan kejahatan modern seperti kejahatan siber, tindak pidana transnasional, dan kompleksitas hukum internasional memunculkan tantangan baru dalam penerapan asas legalitas. Ketidakjelasan perumusan undang-undang, keterbatasan regulasi, dan kebutuhan fleksibilitas hukum menjadi isu yang memengaruhi efektivitas asas ini.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teori asas legalitas, tantangan dalam penerapannya, serta langkah-langkah untuk memperkuat relevansinya di era hukum modern. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka, penelitian ini mengkaji literatur hukum, putusan pengadilan, dan norma internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas legalitas memerlukan pembaruan regulasi untuk mengakomodasi perkembangan teknologi, peningkatan kompetensi aparat hukum, dan harmonisasi dengan hukum internasional.  Kesimpulannya, meskipun asas legalitas menghadapi tantangan, upaya reformasi dan adaptasi yang tepat dapat menjadikannya tetap relevan sebagai landasan utama dalam sistem hukum pidana Indonesia yang adil, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Efektivitas Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana Anak di Indonesia Sugama, Fauzan; Rahmad, Yuli; Az, Maidy Ramadhan; Ridwan, M. Arif; Rozi, Fahrul; Azis, Abdul; Jum’ah, Jum’ah
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v1i3.148

Abstract

Restorative justice merupakan pendekatan alternatif dalam sistem peradilan pidana yang menekankan pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, dibandingkan dengan penghukuman semata. Dalam konteks tindak pidana anak di Indonesia, pendekatan ini telah diakomodasi melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), yang mengatur mekanisme diversi untuk menyelesaikan kasus tanpa melalui peradilan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana anak di Indonesia, berdasarkan kajian pustaka yang mencakup literatur hukum, undang-undang, laporan, dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice memiliki potensi besar untuk memberikan keadilan yang lebih manusiawi, namun penerapannya masih menghadapi berbagai kendala. Tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap prinsip restorative justice, keterbatasan fasilitator yang terlatih, dan infrastruktur pendukung yang belum memadai. Selain itu, persepsi masyarakat yang cenderung mendukung penghukuman juga memengaruhi keberhasilan pendekatan ini.  Kesimpulannya, penerapan restorative justice di Indonesia memerlukan penguatan regulasi, pelatihan bagi aparat hukum, dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan langkah-langkah tersebut, restorative justice dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menyelesaikan tindak pidana anak, memastikan perlindungan terbaik bagi anak, dan menciptakan keadilan yang lebih berimbang serta berorientasi pada pemulihan.
Perkembangan Teori Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia: Kajian Pustaka terhadap Literatur Hukum Pidana Fridawati, Titit; Gunawan, Khairol; Andika, Reza; Rafi, Muhammad; Ramadhan, Rafsanjani; Isan, Muhammad
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v1i3.149

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan teori pertanggungjawaban pidana di Indonesia melalui metode kajian pustaka, dengan fokus pada literatur hukum pidana klasik dan kontemporer. Dalam hukum pidana Indonesia, teori pertanggungjawaban pada awalnya banyak dipengaruhi oleh sistem hukum Eropa Kontinental, khususnya Belanda, yang menekankan pada prinsip kesalahan individu. Namun, seiring waktu, teori ini mengalami transformasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern. Perubahan ini terlihat dalam adopsi teori-teori baru seperti strict liability dan pertanggungjawaban pidana korporasi yang lebih sesuai dengan kasus-kasus kompleks, seperti tindak pidana lingkungan dan kejahatan transnasional. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapan teori-teori tersebut, seperti minimnya harmonisasi antara teori hukum yang berkembang dan praktik peradilan yang konservatif. Selain itu, regulasi yang belum memadai dan kurangnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap konsep-konsep modern menjadi hambatan signifikan. Meski demikian, prospek positif muncul melalui penguatan pendekatan keadilan restoratif dan peningkatan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan teori pertanggungjawaban pidana yang relevan dan adaptif penting untuk memastikan sistem hukum pidana Indonesia mampu menjawab tantangan hukum masa kini. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembaruan sistem hukum pidana yang lebih efektif dan berkeadilan.
Tantangan Generasi Milenial di Era Digital Zainal, Zainal
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.109

Abstract

Generasi milenial lahir dan hidup di era digital. Keseharian mereka tidak bisa jauh dengan perangkat teknologi. Kehidupan semacam ini, di samping membawa beragam manfaat untuk memudahkan kehidupan, ternyata juga mengikutsertakan tantangan-tantangannya sendiri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis beberapa tantangan generasi milenial di era digital serta mencoba memberikan beberapa alternatif tawaran terhadapnya. Tulisan ini berbasis pada penelitian kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif. Studi pustaka digunakan sebagai metode pengumpulan data. Sumber data diperoleh dari beragam referensi terkini yang relevan, dari buku, jurnal, dan hasil penelitian lainnya. Analisis isi digunakan sebagai teknik analisis data. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama bagi generasi milenial meliputi tantangan ekonomi dan finansial, tantangan keterampilan, serta tantangan gaya hidup. Beberapa alternatif tawaran yang penulis tawarkan dalam artikel ini yaitu: Pertama, literasi ekonomi dan finansial, melalui literasi ini generasi milenial dapat lebih memahami tentang peluang serta mengantisipasi beragam permasalahan yang mungkin muncul dalam kehidupannya. Kedua, fokus pada proses, yakni dalam hal keterampilan milenial harus berfokus pada proses dan pengembangan diri ketimbang pada capaian atau hasil. Ketiga,  mengutamakan kehidupan yang sederhana dengan mengutamakan kebutuhan daripada keinginan.
Deteksi Kesulitan Belajar Pada Siswa Dengan Nilai Matematika Rendah Fatwa, Ajang Nur; Arifiana, Isrida Yul
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesulitan belajar siswa. serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui tes matematika dan wawancara dengan siswa, orang tua, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi tantangan dalam mengenali bentuk geometri, menerapkan rumus, dan memahami sifat-sifat bangun. Hambatan ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman konseptual, metode pembelajaran berbasis hafalan, serta keterbatasan kemampuan visualisasi ruang. Selain itu, wawancara dengan orang tua mengungkapkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol di rumah mengurangi efektivitas belajar siswa. Guru mencatat bahwa meskipun siswa tergolong rajin dan cerdas, kurangnya ketelitian dalam menyelesaikan tugas menjadi masalah utama. Penelitian ini merekomendasikan strategi pembelajaran yang interaktif, pendampingan belajar di rumah, dan pengawasan penggunaan gadget untuk mendukung pemahaman dan keterampilan matematika siswa. Dengan pendekatan holistik, kesulitan belajar matematika dapat diatasi secara efektif, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran siswa secara menyeluruh.
Analisis Dampak Perjodohan Dini Pada Perkawinan Adat Baduy: Dalam Pasal  7 Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Berliani, Sonia; Rahmawati, Gita; Mashudi, Raysia Fitrah Rahmadani; Moulia, Viana Hanni; Anindita, Gheanida
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.198

Abstract

Pernikahan adat di Indonesia, khususnya dalam masyarakat Suku Baduy memiliki aturan dan norma tersendiri yang berbeda dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, Salah satu aspek penting dalam perkawinan adat Baduy adalah proses pemilihan pasangan hidup, yang tidak selalu mengikuti usia sebagai patokan, tetapi lebih kepada kedewasaan sosial yang diakui oleh keluarga dan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak perjodohan dini pada perkawinan adat Baduy dalam konteks hukum nasional, khususnya Pasal 7 Undang- Undang No. 16 Tahun 2019. Berdasarkan hasil observasi lapangan, diperoleh pemahaman bahwa dalam masyarakat Baduy, bahwa mereka sudah dijodohkan oleh orang tua sejak masih anak-anak, namun yang menentukan kesiapan seseorang untuk menikah adalah pengakuan masyarakat dan orang tua, bukan semata-mata usia. Penelitian ini membahas implikasi perbedaan ini terhadap ketentuan hukum mengenai batas usia minimal perkawinan yang diatur dalam Undang- Undang tersebut. 
Pengaruh Nepotisme dalam Kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah terhadap Persepsi Masyarakat Banten Tua, Wulan Roma; Roito, Bella Clara; Suryana, Tb.M.Ferdiansyah; Akbar, Kartika Nuranisa; Rahmawati, Aisyah Azzahrah; Iryana, Agus
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.199

Abstract

Nepotisme dalam pemerintahan menjadi sangat kontroversial karena berimplikasi pada kesejahteraan sosial dan persepsi masyarakat terhadap integritas pemerintah. Di Provinsi Banten, secara teori, praktik nepotisme akan memperburuk stratifikasi sosial yang ada karena jabatan atau tunjangan pemerintah diberikan atas dasar hubungan dan bukan berdasarkan prestasi. Hal ini berdampak pada ketimpangan kesempatan dan distribusi sumber daya, seperti kasus mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang diduga menggunakan hak politiknya untuk menunjuk anggota keluarga pada posisi penting di pemerintahan dan hal ini memicu persepsi negatif di kalangan pemerintah dan rakyat. Pemerintahan Banten dipimpin oleh sistem pelayanan sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari nepotisme yang dilakukan pemerintah Banten dan relevansinya terhadap kesejahteraan sosial dan kepercayaan masyarakat dengan menggunakan metode kualitatif berupa survei dan wawancara mendalam. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemahaman mengenai dampak nepotisme sistematis di tingkat lokal dan memberikan saran untuk perbaikan pemerintahan yang lebih terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada rakyat.
Transformasi Peran Ganda Perempuan Perspektif Fikih Gender Rizka, Husnul; Shuhufi, Muhammad; Iqbal, Nabiha Amaliyah
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.217

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi peran ganda perempuan, baik dalam ranah domestik sebagai istri dan ibu maupun dalam ranah publik sebagai pekerja. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan fikih gender, artikel ini mengeksplorasi bagaimana hukum Islam dapat beradaptasi dengan perubahan sosial, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan gender dalam konteks peran perempuan, dengan menekankan pentingnya keadilan dalam pembagian tanggung jawab di rumah dan peran perempuan di masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi peran ganda perempuan dapat dicapai dengan pendekatan yang lebih inklusif dan adil terhadap perempuan, memungkinkan mereka untuk berperan aktif di berbagai bidang kehidupan tanpa menghadapi beban ganda dan hambatan dari struktur patriarkal.
Pengaruh Digital Marketing dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kopi Selangit dengan Kepuasan Pelanggan sebagai Variabel Moderasi Yani, Yuni Apri; Rimbano, Dheo; Famalika, Ade
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.218

Abstract

Produk Kopi Selangit telah berkembang pesat di kalangan konsumen berkat penerapan strategi digital marketing yang efektif dan kualitas pelayanan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian produk Kopi Selangit, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari 40 responden yang merupakan konsumen Kopi Selangit, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis Smart PLS 3.0. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi digital marketing, kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, dan keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan t-statistics sebesar 4.235 dan p-value 0.000, yang mendukung temuan sebelumnya bahwa strategi digital marketing dapat mendorong konsumen untuk membeli produk. Kualitas pelayanan juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian, meskipun pengaruhnya lebih kecil dibandingkan digital marketing, dengan t-statistics sebesar 2.445 dan p-value 0.015. Namun, kepuasan pelanggan tidak berperan signifikan sebagai mediator antara digital marketing dan keputusan pembelian, dengan p-value sebesar 0.370, dan tidak berperan sebagai moderator antara kualitas pelayanan dan keputusan pembelian, dengan p-value sebesar 0.440. Sementara itu, kepuasan pelanggan sendiri memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan t-statistics sebesar 3.680 dan p-value 0.000. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi perusahaan untuk terus mengoptimalkan strategi digital marketing dan kualitas pelayanan guna meningkatkan keputusan pembelian, serta memperhatikan faktor lain selain kepuasan pelanggan yang dapat memperkuat pengaruh tersebut.