cover
Contact Name
wahyudin
Contact Email
wahyuwahyudin@unsoed.ac.id
Phone
+6281343880797
Journal Mail Official
linggamas.jpmfkunsoed@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Gumberg, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122, Telp. (0281) 622022, Fax. (0281) 624990
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Jurnal linggamas adalah jurnal pengabdian masyarakat yang mempublikasi kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun instansi lainnya. scope nya dapat berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat, edukasi masyarakat berupa penyuluhan dan sejenisnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Peningkatan Pengetahuan Lansia dalam Mengenali dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner Melalui Penyuluhan di Desa Purwosari Wisesa, Sindhu; Sari, Octavia Permata; Afifah, Afifah; Setiawati, Setiawati; Silva, Ghea De
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10150

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi penyebab utama kematian dan beban kesehatan di Indonesia. Faktor risiko PJK akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, sehingga lansia merupakan populasi yang rentan terhadap PJK. Peningkatan pengetahuan dalam mengenali dan mencegah PJK diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas pada lansia. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai PJK dengan memberikan edukasi pada lansia dalam cakupan Posyandu lansia di Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Pretest dan Posttest dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan pada peserta. Kegiatan dilakukan di Balai Desa Purwosari oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dengan melibatkan kader Posyandu Lansia. Sebanyak 47 lansia mengikuti kegiatan penyuluhan. Hasil evaluasi menggunakan uji t berpasangan menunjukkan peningkatan rerata nilai posttest peserta secara signifikan dibandingkan dengan nilai pretest (p = 0,008). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PkM berupa penyuluhan kesehatan meningkatkan pengetahuan peserta dalam mengenali dan mencegah PJK pada lansia.
Upaya Peningkatan Kapasitas Guru SMP Pius Cilacap dalam Mendampingi Remaja Sebagai Generasi Digital Native untuk Memelihara Kesehatan Reproduksi Widiartini, Catharina; Pribadii, Fajar Wahyu; Setiawan, Agus Budi; Yusan, Rizak Tiara; Sutasman, Thomas
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10163

Abstract

Generasi digital native berpotensi menyerap informasi salah dari internet mengenai kesehatan reproduksi. Guru perlu mengoptimalkan kelebihan mereka sebagai tenaga professional yang dekat dengan remaja, yakni kemampuan menyampaikan informasi ilmiah kepada siswa dengan memperhatikan aspek perkembangan psikologis usia remaja awal. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Pius Cilacap bertujuan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas guru dalam menjalankan peran sebagai sumber informasi dan fasilitator diskusi dengan siswa dan orangtua siswa terkait pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja. Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi aspek medis dan psikologis kesehatan reproduksi remaja serta sesi bermain peran, dengan fokus pada penerapan teknik I message. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 19,42 poin atau sebesar 24,72% pada post-test dibandingkan pre-test. Pihak mitra menyatakan kepuasan mereka atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara serial. Fokus topik kesehatan reproduksi remaja yang dapat diprioritaskan adalah terkait topik hubungan seksual dan kehamilan serta topik pubertas pada perempuan dan menstruasi.
Pelatihan Manajemen ASI Perah dan Pembuatan MP-ASI Sebagai Pemenuhan Gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Widhi, Anriani Puspita Karunia Ning; Krisniawati, Nia; Nur Hestiyani, Rani Afifah; Agustina, Nenden Nursyamsi; Burkon, Lily Kusumasita; Sulastri, Sulastri
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10180

Abstract

Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak pada periode emas ini. ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang tepat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 1000 HPK. Namun, kurangnya pengetahuan ibu tentang manajemen ASI perah dan MP-ASI serta faktor eksternal memengaruhi keberhasilan pelaksanaan. Data RISKESDAS menunjukkan rendahnya cakupan ASI eksklusif di Indonesia. Pelatihan di Posyandu Mugi Lestari berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang manajemen ASI perah dan pembuatan MP-ASI. Hal ini dapat meningkatkan asupan gizi bayi selama 1000 HPK, mencegah stunting, dan mendukung pertumbuhan anak. Inisiatif semacam ini perlu dilakukan secara rutin untuk edukasi ibu dan pencegahan stunting di periode emas 1000 HPK anak.
Sosialisasi Peningkatan Ketahanan Kesehatan di Era Transisi Pandemi Ke Endemi Covid-19 Melalui Revitalisasi Posbindu “Mugi Waras” Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat Wibowo, Yudhi; Roestijawati, Nendyah; Mulyanto, Joko; Krisnansari, Diah; Munfiah, Siti; Saraswati, Metta
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10283

Abstract

Meskipun status telah menjadi endemik, namun covid-19 masih ada dan akan tetap menjadi risiko tinggi bagi masyarakat yang memiliki komorbid. Kelompok paling rentan adalah kelompok usia lanjut dan penderita penyakit komorbid seperti hipertensi, kanker, diabetes dan penyakit paru kronik yang merupakan penyakit tidak menular (PTM). Pandemi covid-19 telah menyebabkan 159.379 kematian dan 83% yang meninggal berusia >45 tahun dan komorbid per tanggal 21 November 2022. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan. Metode palaksanaan dengan penyuluhan dan dilakukan pre dan pos tes. Rerata usia peserta pengabdian adalah 42 tahun, 72,7% berjenis kelamin perempuan dan 63,6% merupakan kader. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,038 artinya terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara rerata skor pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dan menunjukkan nilai p = 0,004 artinya terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara rerata skor sikap sebelum dan setelah penyuluhan. Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang program posbindu dan sikap positif untuk melakukan upaya pencegahan dengan deteksi dini.
Prediktor Penyakit Jantung Koroner (PJK) Melalui Pemeriksaan Profil Lipid (HDL, LDL, Trigliserid) Menggunakan Rumus Castelli Dan Indeks Aterogenik Plasma (AIP) di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Wahyudin, Wahyudin; Wardana, Tirta; Yusan, Rizak Tiara; Arjadi, Fitranto; Kasum, Kasum; Saad, Nursan
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10363

Abstract

Kolesterol berkaitan erat dengan kejadian penyakit jantung koroner atau PJK. Kolesterol yang terlalu banyak di dalam pembuluh darah akan menyebabkan akumulasi plak kolesterol atau sering disebut aterosklerosis. Pemeriksaan kolesterol lengkap yang meliputi low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), trigliserida, dan kolesterol total dapat memberikan gambaran atau prediktor resiko PJK dengan menggunakan rumus indeks Castelli dan Indeks aterogenik plasma (IAP). Pemeriksaan kolesterol lengkap dilaksanakan bekerja sama dengan Kader Posyandu, Bidan Desa, dan Perangkat Desa dengan jumlah responden sebanyak 48 orang yang terdiri dari 40 perempuan dan laki-laki sebanyak 8 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa resiko PJK dengan menggunakan indeks Castelli sebagian besar warga memiliki resiko rendah sebanyak 69% dibanding resiko sedang 27% dan resiko tinggi sebanyak 4 %. Sedangkan dengan menggunakan IAP, menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami resiko tinggi PJK sebanyak 38%, resiko sedang 52%, dan resiko rendah hanya mencapai 10%. Kegiatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi warga agar lebih memperhatikan pola makan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya PJK, dengan mengurangi makanan-makanan yang mengandung kolesterol yang tinggi
Peran Serta Akademisi dalam Aktivasi Yayasan Thalassemia Indonesia Cabang Banyumas Rujito, Lantip; Siswandari, Wahyu; Lestari, Diyah Woro Dwi; Faiza, Dinar; Aminah, Siti; Purwoko, Ari; Suprihatin, Suprihatin
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10561

Abstract

Thalassemia telah menjadi masalah kesehatan yang mendesak di Indonesia karena tingginya prevalensi pembawa dan individu yang terkena. Keberagaman kelompok etnis di nusantara berkontribusi pada distribusi jenis thalassemia yang bervariasi, dengan beta-thalassemia menjadi yang paling umum. Data epidemiologi menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk strategi komprehensif untuk memerangi thalassemia dan meningkatkan kualitas hidup individu yang terkena. Gerakan thalassemia di Indonesia diprakarsai oleh Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI). YTI telah muncul sebagai kekuatan pendorong di balik peningkatan kesadaran, mengadvokasi kebijakan perawatan kesehatan yang lebih baik, dan mendorong jaringan dukungan untuk pasien dan keluarga mereka. Kegiatan yayasan mencakup berbagai bidang, termasuk kampanye publik, program pendidikan, dan inisiatif penelitian. Upaya kolaboratif antara yayasan dan akademisi telah mendorong pendekatan sinergis, menggabungkan keahlian ilmiah dengan advokasi akar rumput dan keterlibatan masyarakat. Partisipasi akademisi memainkan peran penting dalam membentuk kegiatan yayasan, mulai dari penelitian dan peningkatan kapasitas hingga konseling dan skrining genetik. Kekuatan kemitraan interdisipliner dalam mengatasi tantangan kesehatan yang kompleks diharapkan dapat meningkatkan kehidupan individu yang terkena thalassemia.
Penggalangan Komitmen Banyumas Dalam Mencegah Thalassemia Menuju Banyumas Goes To Zero Thalassemia 2030 Sulistyowati, Erna Husein; Grehastuti, Widyana; Faiza, Dinar; Novia, Dani Esti; Suprihatin, Suprihatin; Purwoko, Ari; Aminah, Siti
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12830

Abstract

Thalassemia merupakan penyakit genetik yang memerlukan perhatian serius di Kabupaten Banyumas. Dengan jumlah penderita yang terus meningkat, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menggalang komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan thalassemia di Banyumas. Metode yang digunakan adalah sosialisasi massal dengan mengundang 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta, tercermin dari diskusi interaktif dan pertanyaan yang diajukan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta tentang pentingnya pencegahan thalassemia, serta menghasilkan komitmen bersama untuk mendukung program "Banyumas goes to Zero Thalassemia 2030". Kesimpulannya, sosialisasi ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya pencegahan thalassemia di Banyumas, namun diperlukan tindak lanjut dan kerja sama yang berkelanjutan dari seluruh pihak untuk mencapai tujuan yang diharapkan
Pemberian Pelatihan Pengambilan Darah Vena Dan Kapiler Pada Siswa SMK Negeri 17 Samarinda Marsudi, La Ode; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Susanto, Zaenal Adi; Putri, Maharani
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12870

Abstract

Blood collection, or phlebotomy, is the process of obtaining a blood sample from circulation through a puncture or incision. The medical personnel who perform this procedure are called phlebotomists. Typically, blood is drawn from the median cubital vein in the front of the arm (inside the elbow). If this vein is not accessible, the cephalic or basilic veins can be alternatives, and if these are also unsuitable, blood can be drawn from a vein in the wrist area. It is important to consider blood volume, especially in patients with anemia, newborns, or patients with small veins, to avoid insufficient blood collection. Adequate skills are required to obtain a qualified blood sample. The aim of this community service is to provide education and training to students on the proper methods for venous and capillary blood collection in accordance with standard procedures, and to minimize phlebotomy complications. The service methods include pre-tests, post-tests, material presentation, and phlebotomy practice. Out of 44 participants, after education, 88.6% understood phlebotomy, 86.3% understood ancient phlebotomy techniques, 100% understood modern techniques, 91% understood the types of veins and the first choice, 75% understood the order of venipuncture, 100% understood modern phlebotomy equipment, and 79.5% understood the use of tourniquets. In conclusion, participants' knowledge increased after phlebotomy training and education.
Pelatihan Diagnosis Anemia Dan Thalassemia Bagi Dokter Dan Tenaga Teknis Kesehatan Di Wilayah Banyumas Rujito, Lantip; Siswandari, Wahyu; Wahyudin, Wahyudin; Lestari, Diyah Woro Dwi; Ferine, Miko; Sylviningrum, Thianti; Suprihatin, Suprihatin; Hatmoko, Sito
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12905

Abstract

Masalah kesehatan Thalassemia di Indonesia, khususnya di Banyumas, telah menjadi perhatian utama karena tingginya prevalensi dan dampak ekonomi yang signifikan. Kabupaten Banyumas, dengan angka carrier Thalassemia yang mencapai 8%, menghadapi tantangan besar dalam pencegahan penyakit ini. Artikel ini membahas pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam diagnosis dan pencegahan anemia serta Thalassemia di wilayah Banyumas. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga teknis kesehatan dari berbagai Puskesmas dan berhasil meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta secara signifikan. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi antar Puskesmas yang penting untuk keberhasilan implementasi program pencegahan di masa mendatang. Meskipun demikian, tantangan yang teridentifikasi selama pelatihan, seperti keterbatasan alat dan variasi pemahaman masyarakat, menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak. Hasil pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting menuju pencapaian target zero Thalassemia mayor di Banyumas pada tahun 2030.
Pemeriksaan Glukosa Darah Dan Kolesterol Serta Penyuluhan Kesehatan Tentang Hiperkolesteronemia dan Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Warga Dengan Overweight Dan Obesitas Di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas Wahyudin, Wahyudin; Arjadi, Fitranto; Setyanto, Muhamad Rifqi; Pauzi, Rizqi Yanuar; Riyanto, Slamet; Saad, Nursan
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12942

Abstract

Overweight dan obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung. Pemeriksaan glukosa darah dan kolesterol secara berkala merupakan langkah penting dalam deteksi dini diabetes mellitus dan hiperkolesteronemia. Diabetes mellitus, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat, seperti kerusakan ginjal, saraf, dan penglihatan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu pemeriksaan GDS dan kolesterol total kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang hiperkolesteronemia dan komplikasi diabetes mellitus. Hasil pemeriksaan diperoleh sebagian besar warga yang hadir mengalami overweight dan obesitas sebanyak 70%, dan sisanya mempunyai berat badan yang normal, yang mengalami diabetes sebanyak 12%. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga berat badan dalam rentang normal, bersama dengan pola hidup sehat, dapat membantu menurunkan prevalensi penyakit metabolik di masa depan.