cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
INTERVENSI LEAN-MED BERBASIS DATA EPIDEMIOLOGIS LOKAL DALAM MENURUNKAN WAKTU TUNGGU PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT RUJUKAN SAMARINDA Ardan, M.; Rahman, Ferry Fadzlul
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3133

Abstract

Outpatient waiting time remains a persistent challenge in hospital management, especially amid rising service demands and patient expectations. This study applied a Lean Management for Healthcare Delivery (Lean-Med) intervention based on epidemiological findings, including peak visit times, patient distribution per clinic, and staff workload imbalances. A quasi-experimental pre–post design was used involving 120 respondents (60 pre- and 60 post-intervention) selected via purposive sampling across three priority clinics: internal medicine, neurology, and pulmonology. The intervention included digital queue systems, physician schedule adjustments, and pharmacy service optimization.Paired t-test analysis showed a significant reduction in total waiting time from 129 to 69 minutes (46% decrease, p < 0.001). All service components, from registration to medication retrieval, saw statistically significant reductions. Patient satisfaction improved from 3.3 to 4.2 (p < 0.001), especially regarding information clarity, waiting time, and service accuracy. Healthcare staff workload was more evenly distributed (p = 0.012), notably in pulmonology after the addition of personnel, reducing clinical load from 37.8 to 28.3 patients per provider. These findings affirm that Lean-Med, when aligned with epidemiological insights, offers a transformational strategy for improving hospital service delivery and responsiveness under high patient volume conditions.
PENGGUNAAN APLIKASI LE-DIABET DALAM PENGELOLAAN DIABETES MELITUS: STUDI KESIAPAN DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Erlina, Lina; Putri, Dhea Sena Kurnia; Waluya, Nandang A; Hamzah, Ali
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.3135

Abstract

Le-Diabet is an innovative Android-based application designed by researchers to support comprehensive management of diabetes mellitus (DM) through five main pillars: education, diet, physical activity, self-monitoring of glucose, and diabetes therapy. The study aimed to evaluate the readiness of the Le-Diabet application in managing blood glucose levels in DM patients. The study involved 82 respondents with DM who used the Le-Diabet application selected using the purposive sampling method. Data were collected using the Technology Acceptance Models (TAM) questionnaire and analyzed using five main indicators of technology readiness, namely perceived ease of use, perceived usefulness, intention to use, attitude toward behavior, and actual use. The results of the study showed that the Le-Diabet application is ready to be used by the community with the majority of respondents having good and very good perceptions of ease (72%), usefulness (99%), and interest in use (89%). Although there were 12% of respondents who felt uncomfortable with the ease of use, factors such as health education and family support contributed positively to the positive attitudes of respondents in accepting this application (99%). The actual level of use was recorded in the good and very good categories (95%), indicating great potential in helping independent diabetes management. The study concluded that Le-Diabet has good readiness and can be implemented more widely, but further development is needed to maximize respondent comfort in using the Le-Diabet application.
LOCAL HERBAL INTERACTIVE MEDIA AS A BEHAVIORAL INTERVENTION FOR ANEMIA PREVENTION IN PREGNANCY Mayangsari, Rr. Nindya; Tiyas, Ajeng Hayuning; Astuti, Etni Dwi; Pratiwi, Erinda Nur; Noviani, Aris
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3150

Abstract

Anemia pada wanita hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan dapat memengaruhi hasil kehamilan ibu dan janin. Salah satu pendekatan efektif untuk mencegah anemia adalah melalui intervensi edukasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh media interaktif berbasis herbal lokal terhadap perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Desain penelitian kuasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol pretest-posttest dilakukan di Puskesmas Sempaja pada 1 Januari hingga 30 Maret 2025. Sebanyak 60 ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi menggunakan media interaktif tentang herbal lokal, termasuk modul digital, infografis, dan video edukasi mengenai daun kelor, bayam, dan kereklama. Pendidikan menggunakan media interaktif berbasis herbal lokal selama tiga sesi dalam satu minggu, dengan durasi 30-45 menit per sesi  yang disampaikan secara tatap muka oleh peneliti. Kelompok kontrol menerima konseling tentang anemia pada ibu hamil sesuai dengan standar pelayanan dari puskesmas sejumlah satu sesi dengan durasi 30 menit secara tatap muka tanpa media interaktif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang divalidasi untuk mengukur perilaku pencegahan anemia, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan praktik. Analisis data dilakukan dengan uji-t berpasangan dan uji-t independen (p < 0,05). Hasil menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan perilaku pencegahan anemia yang signifikan (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang signifikan (p = 0,083). Kesimpulannya, media interaktif berbasis herbal lokal efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil dan dapat menjadi alternatif pendidikan kesehatan yang inovatif serta relevan secara budaya.
FROM GUT TO GLOW: KOMBUCHA AND TEENAGE SKIN HEALTH Ariestantia, Dwi Riyan; Wardani, Desy Ayu
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3153

Abstract

Masalah jerawat merupakan gangguan kulit yang umum dialami remaja dan dipengaruhi oleh faktor hormonal, stres, pola makan, serta kondisi mikrobiota usus. Kombucha, minuman hasil fermentasi teh yang mengandung probiotik, antioksidan, dan asam organik, diyakini berpotensi meningkatkan kesehatan usus dan memberikan dampak positif terhadap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kombucha terhadap keparahan jerawat pada remaja. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 200 remaja usia 15–18 tahun dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n = 100) yang mengonsumsi 150 ml kombucha setiap hari selama enam minggu, dan kelompok kontrol (n = 100) yang hanya menerima perawatan kulit standar. Keparahan jerawat diukur menggunakan Global Acne Grading System (GAGS) sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas (Shapiro-Wilk) menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga digunakan uji non-parametrik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan penurunan signifikan skor GAGS pada kelompok intervensi dari median 18 menjadi 10 (p < 0,001). Kelompok kontrol mengalami penurunan tidak signifikan dari median 18 menjadi 17 (p = 0,081). Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001). Selain itu, 76% peserta kelompok intervensi melaporkan perbaikan subjektif kondisi kulit. Kombucha terbukti efektif mengurangi keparahan jerawat ringan hingga sedang pada remaja dan berpotensi sebagai terapi komplementer alami dalam perawatan kulit berjerawat.
SIKAP KELUARGA DAN JARAK TEMPAT TINGGAL BERPERAN DALAM KETERLAMBATAN WAKTU KEDATANGAN PASIEN STROKE KE INSTALASI GAWAT DARURAT Hamzah, Ali; Ristiani, Tina; Sasmita, Anah; Muttaqin, Zaenal; Dwidasmara, Sansri; Rohyadi, Yosep
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.3179

Abstract

Stroke remains a leading cause of disability and mortality, with a notably high prevalence in West Java Province in 2018, reaching 11.4 per 1,000 individuals surpassing the national average of 10.9 per 1,000. Prompt medical intervention within the first three hours after stroke onset commonly referred to as the golden period is critical for optimal outcomes. However, many patients continue to experience delayed hospital arrival. Two primary contributing factors are the lack of prompt response from family members and the considerable distance between the patient's residence and the hospital. This study aimed to examine the relationship between family responsiveness and residential distance with delayed hospital arrival among stroke patients. A correlational analytic approach was used with a cross-sectional study design. The sample included 50 participants, selected using purposive sampling. Data processed and analyzed by chi-square test. Findings revealed that 68% of respondents demonstrated low levels of family responsiveness and resided ≥10 kilometers from the hospital. These individuals were typically brought to the hospital more than three hours post-attack. Statistical analysis confirmed a significant relationship between both variables and the delay in hospital arrival (P=0.012). The results underscore the importance of enhancing family awareness and responsiveness through targeted education about the critical timing of stroke care. Additionally, hospitals should consider implementing hotline or early warning systems to facilitate faster response times and improve access to emergency services.
POTENSI AROMATERAPI DAN AKUPRESUR SEBAGAI INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN PADA IBU HAMIL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS TERHADAP STUDI KLINIS TERKINI Yulizawati, Yulizawati; Aprila, Prety Zinta; Ridwan, Laila Hijradesy; Amira, Suci
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3195

Abstract

Anxiety during pregnancy is a prevalent global health concern affecting 15–23% of pregnant women and is associated with adverse outcomes such as preterm birth and impaired fetal development. Non-pharmacological therapies, including aromatherapy and acupressure, have gained popularity due to their low risk of side effects and cost-effectiveness compared to pharmacological interventions. This study aimed to systematically review recent clinical evidence on the efficacy and safety of these therapies in reducing anxiety among pregnant women. This systematic literature review adhered to PRISMA guidelines, with searches conducted across Wiley Online Library, Google Scholar, PubMed, Science Direct, and Taylor & Francis databases from 2014 to 2024. Keywords included “aromatherapy,” “acupressure,” “anxiety,” and “pregnancy.” Out of 1,614 identified articles, 12 studies met inclusion criteria based on PICOS framework. Study quality was assessed using AMSTAR and the Cochrane Risk of Bias Tool. Aromatherapy significantly reduced anxiety levels through modulation of the limbic system and increased serotonin release. Acupressure applied at specific points was also effective by stimulating endorphin release. Both therapies demonstrated a favorable safety profile without serious adverse effects. Clinical studies conducted in Indonesia further support the feasibility of implementing these interventions within local midwifery care settings. However, protocol heterogeneity and small sample sizes warrant further standardized, large-scale research. Aromatherapy and acupressure are effective, safe, and affordable non-pharmacological interventions for reducing anxiety in pregnant women. Their integration into maternal and child health services requires development of standardized operational procedures, healthcare provider training, and further research to validate long-term efficacy.
THE EFFECT OF TRADITIONAL KALIMANTAN DANCE EXERCISES ON MENSTRUAL PAIN (DYSMENORRHEA) INTENSITY AMONG FEMALE ADOLESCENTS Gifari, Muhammad Aulia; Tjahyadi, Dian; Fathia, Alia Salma Nour
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3272

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan ginekologi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, khususnya progesteron, yang memicu rasa nyeri dengan tingkat keparahan bervariasi. Kondisi ini umum terjadi pada remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta kemampuan belajar mereka. Produksi prostaglandin yang berlebihan menjadi penyebab utama kontraksi uterus, berkurangnya aliran darah, dan meningkatkan sensitivitas terhadap nyeri. Salah satu alternatif non-farmakologis untuk mengurangi nyeri haid adalah aktivitas fisik seperti menari. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh latihan tari terhadap tingkat nyeri haid pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan ialah komparatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), Total 50 partisipan dibagi ke dalam dua kelompok yakni remaja putri yang mengikuti latihan tari dan tidak mengikuti latihan tari, masing-masing 25 orang, diperoleh melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok mengikuti latihan tari memiliki rata-rata nyeri sebesar 2,24 (SD = 1,480), sementara kelompok yang tidak mengikuti latihan tari sebesar 4,48 (SD = 2,267). Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p 0,000 (p <0,001). Hasil ini mengindikasikan bahwa latihan tari berkontribusi signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri haid. Aktivitas fisik ritmis seperti latihan menari yang dilakukan rutin dua kali seminggu dengan durasi 60 menit, dapat menjadi solusi yang efektif, ekonomis dan menyenangkan dalam manajemen nyeri haid bagi remaja putri.
THE EFFECT OF ANEMIA EDUCATION USING THE "REMINDME" APPLICATION ON KNOWLEDGE AND COMPLIANCE WITH IRON TABLET CONSUMPTION AMONG ADOLESCENT Mahrorani, Siti Rizkina; Priyatama, Aditya Nanda; Hikmayani, Nur Hafidha
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2611

Abstract

Remaja putri memiliki risiko anemia yang relatif tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Intervensi edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD merupakan salah satu pencegahan anemia pada remaja putri. Aplikasi Kesehatan “RemindMe” dapat digunakan oleh siswa untuk mencari informasi dan memberikan pengingat dalam minum tablet tambah darah.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan edukasi anemia menggunakan aplikasi “remindme” terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimental dengan pre-posttest with control group design. Sampel dipilih secara Multistage Random Sampling dan terpilih 40 remaja yang terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kelompok kontrol diberi edukasi menggunakan ceramah, sedangkan kelompok intervensi diberikan edukasi menggunakan aplikasi “RemindMe”. Analisis data dilakukan menggunakan wilcoxon singed ranks test. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi dengan dengan nilai p <0,001 dan terdapat perbedaan kepatuhan konsumsi TTD yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p=0,037. Edukasi anemia melalui aplikasi RemindMe tidak berpengaruh signifikan meningkatkan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri.
TELENURSING INNOVATION IN EDUCATION TO PREVENT THE INCIDENCE AND COMPLICATIONS OF DIABETES MELLITUS CHANGING THE HEALTH BEHAVIOR OF DIABETES PATIENTS Kurniadi, Kurniadi; Muhtar, Muhtar; Supriadin, Supriadin; Jannah, Nurul; Vitasari, Dian
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2673

Abstract

Edukasi mencegah kejadian dan komplikasi penyakit DM menggunakan media telenursing dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan perilaku kesehatan penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak edukasi yang diberikan melalui telenursing terhadap perilaku kesehatan pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode quasi-eksperimen menggunakan rencana pre-test dan post-test dengan desain kelompok kontrol. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, dengan total 172 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok.  Kelompok intervensi diberikan kegiatan edukasi kesehatan menggunakan aplikasi EGP (edukasi Gadis pendiam) dengan mengirimkan video edukasi tentang DM. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengikuti arahan normatif yang diberikan oleh pegawai puskesmas tanpa adanya pendekatan edukasi yang lebih mendalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji yang digunakan adalah Wilcoxon, Fisher Exact, dan McNemar. Perbedaan antara pre dan post test signifikan secara statistik (p = 0,001) yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perilaku kesehatan pada kelompok intervensi. Perbandingan antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum diberikan edukasi menunjukkan nilai p=0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Perbandingan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah diberikan edukasi menunjukkan nilai p=0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku kesehatan sebelum dan sesudah diberikan edukasi antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulannya, pendidikan memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku kesehatan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Oleh karena itu, disarankan untuk terus melakukan program edukasi yang dapat meningkatkan perilaku kesehatan masyarakat.  
EFFECTIVENESS OF DIGITAL POP-UP BOOKS IN IMPROVING ELEMENTARY STUDENTS’ KNOWLEDGE OF EYE HEALTH Husna, Hanna Nurul; Kurniasih, Eli; Aramdi, Zeina Nur
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2675

Abstract

Anak usia sekolah di Indonesia banyak mengalami kelainan penglihatan dan membutuhkan kacamata, salah satunya akibat rendahnya kesadaran kesehatan mata. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas buku pop-up digital sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang kesehatan mata. Desain penelitian kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest melibatkan 56 siswa kelas lima di sebuah SD Islam di Tasikmalaya, Indonesia, yang dipilih dengan purposive sampling. Siswa diberikan buku pop-up digital kesehatan mata yang telah divalidasi dan disajikan secara interaktif di kelas. Intervensi dilakukan dalam satu sesi pada hari yang sama. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan 10 item sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan (rata-rata pretest 34,6 ± 14,1; posttest 86,6 ± 11,4; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa buku pop-up digital interaktif dan menarik secara visual efektif meningkatkan pemahaman serta retensi siswa mengenai kesehatan mata. Umpan balik siswa dan guru juga menunjukkan media ini mampu menumbuhkan motivasi dan minat belajar, serta berpotensi diadopsi lebih luas dalam edukasi kesehatan. Sebagai kesimpulan, buku pop-up digital merupakan inovasi yang berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan mata anak. Integrasinya ke dalam program pendidikan seperti UKS atau pembelajaran reguler dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan praktik pencegahan kesehatan mata, sekaligus mendukung kesejahteraan generasi muda.