cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
QUALITY OF LIFE IN HEART FAILURE PATIENTS RECEIVING SODIUM GLUCOSE -2 (SGLT2) INHIBITORS: A LITERATURE REVIEW Alfathia, Kinanti; Zakiyah, Neily; Dewi, Triwedya Indra; Puspitasari, Irma Melyani
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3059

Abstract

Gagal jantung merupakan kondisi klinis progresif yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penghambat Natrium Glukosa Co-transporter-2 (SGLT2), yang awalnya dikembangkan untuk terapi diabetes melitus tipe 2, telah menunjukkan manfaat kardiovaskular. Studi ini bertujuan mengevaluasi dampak penggunaan penghambat SGLT2, terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung melalui tinjauan sistematis literatur. Penelusuran dilakukan di database PubMed dan EBSCOhost untuk menemukan uji klinis terkontrol secara acak yang melaporkan perubahan kualitas hidup menggunakan instrumen valid seperti Kansas City Cardiomyopathy Questionnaire (KCCQ) dan EuroQol 5-Dimension (EQ-5D). Dari 398 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 20 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa terapi penghambat SGLT2 secara konsisten meningkatkan skor KCCQ dan EQ-5D secara bermakna dibandingkan plasebo, mencerminkan perbaikan pada aspek fisik, gejala klinis, dan kesejahteraan emosional. Efektivitas ini tercatat konsisten pada berbagai subpopulasi, terlepas dari status diabetes dan tipe fraksi ejeksi dan mendukung peran SGLT2 inhibitor sebagai terapi komprehensif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung.
CHALLENGES IN THE IMPLEMENTATION OF PATIENT SAFETY CULTURE IN THE MATERNITY WARD OF HOSPITAL X – A QUALITATIVE STUDY Masrochanah, Siti; Hariyanti, Tita; Wati, Linda Ratna
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3098

Abstract

Keselamatan pasien merupakan komponen kunci dalam menjamin mutu layanan kesehatan, namun penerapannya belum optimal, terutama di ruang kebidanan yang berisiko tinggi terhadap kejadian tidak diinginkan seperti kesalahan prosedur atau keterlambatan penanganan. Di RSUD X, survei budaya keselamatan pasien menunjukkan bahwa dimensi pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan  memiliki skor yang lemah dengan hanya 21,9% respons positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dalam implementasi budaya keselamatan pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode constructivist grounded theory, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada sembilan orang responden dengan komposisi lima staf tenaga pelayanan kesehatan, dua staf manejemen bidang umum dan pelayanan medik, satu ketua komite mutu, dan satu pasien kebidanan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan mampu berkomunikasi dengan baik, individu yang kaya informasi dan bersedia diwawancara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 di RSUD X. Analisis data dilakukan dengan tahapan open coding, axial coding dan selective coding, serta triangulasi data dengan observasi dilapangan. Hasil penelitian mengungkap sejumlah tantangan meliputi dilema antara profesionalisme dan konflik kepentingan manajerial, normalisasi kesalahan, kurangnya komitmen manajemen memperburuk kondisi ini, ditambah dengan diskriminasi terhadap pasien, serta kerja tim yang tidak efektif. Selain itu, minimnya pengawasan, serta keterbatasan sumber daya dan kompetensi tenaga kesehatan menjadi hambatan signifikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi seperti pelatihan berkelanjutan, reformasi manajemen, serta penguatan kerja tim lintas profesi untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien. Implikasi dari penelitian ini dapat memperkuat praktik keselamatan pasien dalam layanan kebidanan dan mendorong perbaikan sistematik pada mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak.
SEVERE DIABETIC NEUROPATHY RESULTS IN POOR SLEEP QUALITY IN TYPE-2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Atika, Siti; Mutiawati, Endang; Farida, Farida; Suhanda, Rachmad
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3102

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme kronis yang dapat menyebabkan komplikasi seperti neuropati diabetik. Neuropati diabetik dapat berimbas pada penurunan kualitas hidup secara substansial akibat gangguan tidur yang disebabkannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan keparahan neuropati diabetik dengan kualitas tidur pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian analitik obervasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian diambil berdasarkan teknik consecutive sampling pada pasien neuropati diabetik yang dirawat jalan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada September–November 2024. 69 responden terpilih sebagai sampel penelitian. Penilaian derajat keparahan neuropati diabetik dilakukan menggunakan Total Neuropathy Score (TNS) dan Neuropathy Symptom Score (NSS). Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil menunjukkan adanya korelasi antara keparahan neuropati diabetik berdasarkan TNS (r=0,492; p-value=0,000) dan NSS (r=0,721; p-value=0,000) dengan kualitas tidur pasien. Skor TNS menunjukkan hubungan yang kuat, dan skor NSS menunjukkan hubungan yang sangat kuat, dengan arah positif terhadap kualitas tidur pasien dengan neuropati diabetik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan keparahan neuropati menyebabkan peningkatan skor kualitas tidur, yang bermakna sebagai penurunan kualitas tidur pasien dengan neuropati diabetik.
ATTITUDE-TO-ANXIETY CORRELATION OF EPILEPSY PATIENT CAREGIVERS Ismy, Dewi Purnama Sari; Lestari, Nova Dian; Hastuti, Sri; Suhanda, Rachmad
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3103

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang tak terduga, yang tidak hanya memengaruhi kualitas hidup pasien tetapi juga keluarga atau pendampingnya akibat dampak fisik, kognitif, dan psikososial yang ditimbulkan. Pendamping pasien sering mengalami masalah psikologis yang mungkin berkorelasi dengan sikap mereka terhadap epilepsi. Penelitian terdahulu menunjukkan sikap yang positif terkait epilepsi akan memberikan respon kecemasan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap dan kecemasan pada pendamping pasien epilepsi di Poliklinik Saraf RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh selama periode Juni hingga Juli 2024. Merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah pendamping pasien epilepsi di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang dipilih dengan pendekatan probability sampling menggunakan metode simple random sampling. Sebanyak 43 subjek memenuhi kriteria penelitian. Sikap pendamping dinilai menggunakan Public Attitude Toward Epilepsy (PATE), sementara tingkat kecemasan dinilai menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Uji korelasi Spearman digunakan untuk menguji sikap pendamping pasien epilepsi dengan kecemasan pendamping pasien epilepsi (p value >0,05). Hasil penelitian mendapatkan mayoritas sikap pendamping pasien epilepsi adalah positif, sedangkan mayoritas tingkat kecemasan yang dialami adalah kecemasan sedang. Pendamping dengan sikap positif lebih cenderung memiliki kecemasan sedang (42,9%). Namun, hubungan antara sikap dan kecemasan tidak signifikan secara statistik (p=0,87, r=-0,026). Penting halnya untuk setiap pendamping pasien epilepsi mendapatkan edukasi yang komprehensif mengenai penyakit, penanganan, dan prognosis yang dapat membantu sikap yang lebih positif dan mengurangi stigma yang dapat memengaruhi sikap pendamping pasien epilepsi.
EFFECTIVENESS OF MINDFULNESS COGNITIVE BASED THERAPY INTERVENTION ON POSTPARTUM DEPRESSION: A SYSTEMATIC REVIEW Putri, Rachma Octarinaprawastya; Nisa, Ananda Fadila; Sartika, Dea Ayu; Yasmin, Yasmin; Hafidz, Firdaus; Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3106

Abstract

Depresi pasca persalinan (DPP) merupakan isu kesehatan penting yang berdampak pada kesejahteraan ibu, perkembangan anak, dan dinamika keluarga. Berbagai intervensi psikologis non-farmakologis, termasuk Terapi Perilaku Kognitif (CBT), Terapi Kognitif Berbasis Mindfulness (MBCT), serta intervensi berbasis mindfulness, telah diteliti sebagai pendekatan alternatif. Meskipun menunjukkan potensi manfaat, masih terdapat perbedaan dalam desain penelitian, karakteristik responden, serta metode intervensi yang memengaruhi hasil efektivitas. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan dan efektivitas CBT, MBCT, dan mindfulness pada ibu dengan DPP melalui tinjauan sistematis menggunakan daftar PRISMA-SR dan kerangka PICOs. Literatur ditelusuri dari PubMed, ScienceDirect, EBSCO, dan Research Rabbit dengan rentang tahun 2014 2024. Dari 576 artikel, 12 studi kuasi-eksperimental dan uji coba terkontrol acak memenuhi kriteria inklusi, meliputi penelitian di negara maju maupun berkembang. Hasil menunjukkan intervensi CBT, MBCT, dan mindfulness efektif menurunkan gejala DPP, dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sebagai instrumen utama. CBT lebih efektif pada tahap awal, sedangkan MBCT berfungsi sebagai terapi lanjutan dan pemeliharaan. Secara keseluruhan, intervensi psikologis individu lebih hemat biaya dibanding perawatan standar. CBT dan MBCT terbukti sama-sama layak sebagai pilihan terapi, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas jangka panjang serta integrasinya dalam layanan kesehatan ibu.
EXPLORING SAFE AND HARMFUL SKINCARE INGREDIENTS IN PREGNANCY: AN UMBRELLA REVIEW Novitasari, Anis; Wejak, Gordianus Lelang; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi; Adepoju, Victor Abiola
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3108

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan hormonal dan fisiologis yang memengaruhi kondisi kulit, sehingga banyak ibu hamil mencari solusi perawatan kulit yang aman. Beberapa senyawa aktif, seperti retinoid dan hidrokuinon, diketahui memiliki risiko teratogenik, sedangkan senyawa lain, seperti benzoil peroksida dan asam azelat, masih memerlukan evaluasi lebih lanjut terkait keamanannya.Penelitian ini merupakan tinjauan payung (umbrella review) yang menganalisis 11 artikel berbasis tinjauan literatur yang dipublikasikan dalam bahasa Inggris atau Indonesia dan tersedia dalam teks lengkap. Sumber data diperoleh dari tiga basis data: PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate (periode 2011–2024). Penilaian kualitas artikel dilakukan menggunakan instrumen SANRA (Scale for the Assessment of Narrative Review Articles).Hasil menunjukkan bahwa asam azelat, klindamisin topikal, eritromisin topikal, benzoil peroksida, dan niasinamida umumnya aman digunakan selama kehamilan. Sebaliknya, retinoid, hidrokuinon, dan minosiklin oral harus dihindari karena potensi teratogeniknya. Beberapa bahan lain, seperti asam salisilat dan asam glikolat, perlu digunakan secara hati-hati. Tabir surya fisik yang mengandung titanium dioksida dan seng oksida dianggap aman, sementara ftalat sebaiknya dihindari. Pemilihan produk perawatan kulit selama kehamilan harus didasarkan pada profil keamanan berbasis bukti untuk melindungi kesehatan ibu dan janin. Konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sangat dianjurkan sebelum penggunaan produk kosmetik tertentu.
EFFECT OF MEAL TIME BEFORE BLOOD DONATION ON PLASMA LIPEMIC LEVELS AND IN LIQUID PLASMA (LP) Anzhari, Della Hashfi; Ritchie, Ni Ken
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3121

Abstract

Kondisi meningkatnya kadar lemak dalam darah akibat asupan makanan dapat mengindikasikan hiperlipidemia. Peningkatan kadar lemak dalam darah pasca makan merupakan respons fisiologis normal terhadap asupan lemak dari makanan. Lemak di dalam tubuh akan mengalami metabolisme dan membutuhkan waktu kembali ke keadaan basal. Hal ini dapat menyebabkan lipemik yang disebabkan oleh tingginya lipoprotein yang terdapat pada darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu makan sebelum donasi terhadap kadar trigliserida dan kejadian lipemik pada komponen LP. Metode studi eksperimen dilakukan pada 28 responden yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan waktu makan terakhir (2 dan 3 jam sebelum donor). Darah donor yang terkumpul dibuat menjadi komponen darah Liquid Plasma (LP) dan Packed Red Cell (PRC) leukodepleted dilakukan pemeriksaan lipemik, kadar kolesterol,dan kadar trigliserida. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan pengaruh waktu makan 2 jam dan 3 jam terhadap kenaikan kadar kolesterol sebelum donor dengan darah donor maupun komponen LP (p=0,946, P=0,431). Ditemukan pengaruh waktu makan 2 jam dan 3 jam terhadap kenaikan kadar trigliserida sebelum donor dengan darah donor maupun komponen LP (p=0,002, p=0,003) dimana berdasarkan nilai mean selisih kenaikan cenderung lebih tinggi pada waktu makan 3 jam sebelum donor. Terdapat hubungan antara kadar trigliserida dan lipemik (p=0,000). Namun, tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol dengan lipemik yang terjadi pada komponen LP (p=0,229).
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE LOCAL-BASED SUPPLEMENTARY FEEDING PROGRAM AND SPECIAL DIETARY PROCESSED FOODS FOR TODDLERS WITH WASTING WITH WASTING Ernawati, Erni; Wiboworini, Budiyanti; Andayani, Tri Rejeki
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3124

Abstract

Wasting pada balita masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Kabupaten Bojonegoro menerapkan kebijakan pemberian PMT jenis pangan olahan diet khusus (PDK) dan PMT lokal dalam penanganan wasting. Penelitian ini mengkaji lebih dalam pelaksanaan kombinasi dua jenis PMT di tingkat daerah. Tujuan penelitian untuk mengetahui tenaga pelaksana, daya terima, kepatuhan konsumsi, mekanisme distribusi dan monitoring, peningkatan berat badan dan status gizi, dan kendala pelaksanaan. Penelitian ini merupakan penelitian mix methode, melibatkan 17 informan. Data kualitatif didapatkan melalui wawancara dengan 1 pengelola gizi dinas kesehatan menggunakan 6 butir pertanyaan terbuka, pengisian kuesioner melalui google form untuk 4 petugas gizi dan 12 kader menggunakan 5 pertanyaan terbuka, yang selanjutnya dilakukan analisis tematik. Data kuantitatif daya terima, berat badan, status gizi didapatkan dengan studi dokumentasi pada laporan dinas kesehatan. Analisa data perbedaan berat badan setelah intervensi menggunakan paired t-test, perbedaan status gizi menggunakan McNemar. Secara umum pelaksanaan program PMT berjalan baik. Dilakukan pendampingan program oleh tenaga kesehatan dan kader. Kurangnya kesadaran ibu balita akan manfaat program PMT bagi balita menjadi kendala utama. Sebanyak 95% balita mempunyai daya terima baik terhadap konsumsi PMT jenis PDK. Sebanyak 69% balita mengalami kenaikan berat badan yang signifikan dengan rata-rata peningkatan berat badan 700 gram. Sebanyak 40% balita mengalami kenaikan status gizi walaupun tidak semua balita yang naik berat mengalami kenaikan status gizi namun secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan setelah intervensi. Dukungan kebijakan daerah, pelibatan kader, serta strategi kombinatif dalam pelaksanaan PMT menjadi kunci keberhasilan program.
FACTORS INFLUENCING ANXIETY DISORDERS IN WOMEN OF PRODUCTIVE AGE WITH CHRONIC HEPATITIS B INFECTION Fathiyyah, Nurul; Ganisia, Ainun; Imeldawati, Rakhmalia; Kwarta, Cityta Putri; Sundjaya, Tonny; Rahmadani, Putri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3141

Abstract

Infeksi Hepatitis B Kronik (IHBK) masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi tinggi di kalangan wanita usia produktif. Dampak psikologis infeksi hepatitis B kronik, khususnya gangguan kecemasan, sering diabaikan, yang mana berdampak negatif pada kualitas hidup pada populasi ini. Kecemasan yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih parah dan penurunan kesejahteraan. Meskipun penting, faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pada populasi ini tidak dipahami dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pada wanita usia subur dengan IHBK untuk memfasilitasi intervensi dini. Sebuah penelitian deskriptif-analitik, cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 51 wanita berusia di atas 18 tahun yang didiagnosis dengan IHBK di Palang Merah Indonesia (PMI) di Surabaya. Diagnosis IHBK dikonfirmasi oleh adanya HBsAg selama lebih dari enam bulan. Pemilihan sampel dilakukan secara total sampling. Gangguan kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Data tentang usia, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, dan dukungan sosial dikumpulkan melalui wawancara dan catatan medis. Analisis chi-square digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dan regresi linier untuk mengukur nilai risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,005), status perkawinan (0,007), pendidikan (0,016), dan dukungan sosial (0,001) berhubungan secara signifikan dengan gangguan kecemasan. Sebagai kesimpulan, wanita usia subur dengan IHBK memiliki prevalensi gangguan kecemasan yang tinggi. Deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
DRUG MANAGEMENT STRATEGIES IN DISASTER SITUATIONS Handayani, Nuri; Rochimat, Imat; Sri, Tovani; Endarini, Lully Hanni; Suliati, Suliati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3152

Abstract

Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana dapat memberi dampak pada sector kesehatan, infrastruktur dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan obat pada situasi kebencanaan di Indonesia, mengidentifikasi hambatan serta memberikan rekomendasi strategis. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu tenaga farmasi yang terlibat langsung melakukan pekerjaan kefarmasian selama bencana. Data dikumpulkan dari 10 informan yang terdiri atas tenaga farmasi Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan anggota Apoteker Tanggap Bencana (ATB) di daerah terdampak bencana. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat dalam situasi bencana di Indonesia belum berjalan optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan koordinasi lintas sektor dan sistem pencatatan terintegrasi untuk memastikan ketersediaan obat yang efektif dan tepat sasaran. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi penerapan SOP khusus, sistem pengadaan obat satu pintu dan program edukasi untuk pengungsi mengenai cara cerdas menggunakan obat terutama saat situasi bencana. Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan untuk perbaikan manajemen pengelolaan obat di situasi darurat dan mendukung pengembangan kebijakan pengelolaan perbekalan farmasi dalam penanganan bencana.