cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
ANALYSIS OF FACTORS CAUSING EPIOSTOMY IN THE BIRTH PROCESS: SCOPING REVIEW Sartika, Dea Ayu; Kartini, Farida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2803

Abstract

Episiotomi merupakan tindakan insisi perineum yang umum dilakukan dalam proses persalinan, namun praktik ini masih menuai kontroversi. Sejak tahun 1996, sebagian besar literatur menyimpulkan bahwa episiotomi rutin tidak diperlukan dan bahkan berisiko meningkatkan kejadian laserasi perineum derajat tiga atau empat. Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pembatasan praktik episiotomi rutin sejak 1990-an, kenyataannya tindakan ini masih sering dilakukan, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Scoping review ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mendasari tindakan episiotomi pada ibu bersalin. Scoping review menggunakan PRISMA-ScR Ceklist. Pencarian database dari Pubmed, Scopus, Wiley Online Library, dan Science Direct. dengan kata kunci pencarian “Factor” AND “indication” OR “episiotomy” OR “laceration” OR “rupture perineum”.  Kriteria inklusi yang digunakan meliputi artikel orisinal yang membahas topik relevan serta artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, yaitu antara tahun 2018 hingga 2023. Sebanyak 18 artikel terpilih dianalisis menggunakan checklist dari Joanna Briggs Institute (JBI) melalui proses Critical Appraisal. Tinjauan ini menghasilkan sub tema tehadap faktor yang berhubungan dengan tindakan episiotomy yaitu jarak kelahiran, BMI ibu, gawat janin, berat lahir, paritas, kehamilan ganda, Perineum pendek, perineum kaku, kala II lama, TFU >32 cm, penggunaan oksitosin, dan persalinan instrumen. Dapat disimpulkan bahwa paritas dan berat janin yang paling banyak ditemukan dalam kasus episiotomy. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi praktik klinis dan kebijakan pelayanan kebidanan, khususnya dalam mengembangkan panduan pengambilan keputusan berbasis bukti yang lebih selektif dan rasional terkait tindakan episiotomi, guna meminimalkan risiko komplikasi serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
A TIME-CRITICAL DECISIONS: HEART SCORE'S IMPACT ON CARDIAC EMERGENCY OUTCOMES: INTEGRATED LITERATURE REVIEW Permaida, Permaida; Noviantari, Komang; Yuhana, Ina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2825

Abstract

Ketidakpastian dan keterlambatan penanganan kegawatdaruratan jantung menjadi penyebab tingginya angka kematian pasien di Indonesia  hingga saat ini sebesar 13 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti kredibilitas skor HEART untuk mendeteksi kegawatdaruratan jantung guna mencegah ketidakpastian dan keterlambatan penanganan. Tinjauan sistematis dilakukan dengan menelusuri basis data Taylor & Francis, Springer Link, dan Science Direct yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024. Data dianalisis menggunakan analisis isi deduktif mengenai kredibilitas skor HEART dalam mendeteksi kegawatdaruratan jantung. Hasil analisis menunjukan hanya sepuluh artikel yang mengekstraksi data dari skor HEART, yang memberikan kepastian serta mendukung penanganan yang cepat. Alat yang digunakan untuk komponen skor HEART harus dikalibrasi. Para peneliti menemukan bahwa skor HEART akurat mendeteksi kegawatdaruratan jantung (80%), cukup efektif dalam mendeteksi kejadian darurat jantung (60%), dan dapat digunakan untuk mengevaluasi pasien selama dan setelah kegawatdaruratan (50%). Kesimpulannya, skor HEART merupakan alat deteksi kegawatdaruratan yang efisien. Keberhasilan skor HEART dalam mengatasi ketidakpastian dan keterlambatan kegawatdaruratan jantung membutuhkan hubungan interpersonal dengan kolaborasi.
PREVALENCE AND RISK FACTORS OF PREDIABETES IN COASTAL COMMUNITIES: A CROSS-SECTIONAL STUDY IN CHC SABRANG Simanjuntak, Tri Damayanti; Ningtyias, Farida Wahyu; Noveyani, Adistha Eka; Kinanthi, Citra Anggun; Manurung, Pebrina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2826

Abstract

Prediabetes merupakan kondisi metabolik kronis yang serius dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal dan memiliki risiko tinggi terkena diabetes dalam lima tahun. Berdasarkan IDF, pada tahun 2024, penderita prediabetes pada orang dewasa, jumlah IGT mencapai 16,3%, dan IFG mencapai 16,3%. Dari SKI 2023, prevalensi prediabetes di Indonesia, IGT mencapai 18,5% dan IGF mencapai 13,4%, dimana angka tersebut lebih tinggi dari prevalensi global. Prediabetes di pesisir juga cukup besar, untuk penelitian sebelumnya prevalensinya lebih dari 40%. Berdasarkan data profil kesehatan Jember tahun 2020-2023, PKM Sabrang mengalami peningkatan kasus pada tahun 2020 (593), 2021 (623), 2022 (627), dan (629). Terdapat perbedaan temuan antara faktor risiko sehingga perlu diketahui kondisi di wilayah Sabrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko prediabetes di wilayah kerja Puskesmas Sabrang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dan menggunakan data primer. Sampel minimal dengan rumus Kelsey didapatkan sebanyak 104, namun pada penelitian ini didapatkan sebanyak 105 yang memenuhi kriteria penelitian dan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menemukan prevalensi prediabetes pada masyarakat pesisir mencapai 16,19%. Hasil uji Chi-square didapatkan hubungan yang signifikan antara pendidikan dan tempat tinggal dengan kejadian prediabetes (p-value < 0,05). Analisis multivariat didapatkan hubungan antara variabel obesitas sentral dan tempat tinggal dengan prediabetes setelah variabel IMT dikontrol. Responden yang lingkar pinggangnya masuk kategori obesitas sebesar 3,57 dan tinggal diperkotaan memiliki risiko 3,91 kali lebih tinggi untuk mengalami prediabetes setelah variabel IMT dikontrol. Masyarakat dan pemerintah berperan aktif dalam program Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS). Perlu skrining kesehatan rutin dan sosialisasi terkait prediabetes.
EFFECTIVENESS BUTTERFLY PEA FLOWER (CLITORIA TERNATEA) NANOPARTICLES SYRUP ON BLOOD PRESSURE GRADE I IN HYPERTENSION PATIENTS Devita, Dian; Mardiyono, Mardiyono; Sudirman, Sudirman
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2988

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu. Pencegahan hipertensi dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis yaitu dengan menggunakan kearifan lokal salah satunya menggunakan bunga telang untuk mengupayakan stabilitas tekanan darah sistolik dan diastolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sirup nanopartikel bunga telang terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi grade I. Desain penelitian ini quasy experiment dengan menggunakan rancangan pre-post test design with control group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pidie pada bulan September sampai dengan Oktober 2024. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden dengan Teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan sirup nanopartikel bunga telang dosis 0,9 gr dengan kandungan antosianin 0,115 mg perhari selama 14 hari dan obat anti hipertensi dan kelompok kontrol diberikan obat anti hipertensi. Analisis data menggunakan Paired Sampel T test dan Independent Sampel T test. Hasil tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata 28,300 mmHg (p=0,000) dan tekanan darah diastolik pada kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata 11,667 mmHg (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sistolik 0,867 mmHg (p=0,219) dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik 0,367 mmHg (p=0,469). Pemberian sirup nanopartikel bunga telang efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik (81%) dan tekanan darah diastolik (87%) (p=0,000). Pemberian sirup nanopartikel bunga telang selama 14 hari efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi grade I.
RED BEAN COOKIES (IPOMOEA BATATAS L) CAN REDUCE FASTING BLOOD GLUCOSE LEVELS IN TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS Pujiastuti, Rr Sri Endang; Ulfa, Maqhfiratul; Mardiyono, Mardiyono; Runjati , Runjati; Indriawati, Nina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3007

Abstract

Tingginya prevalensi diabetes melitus berkaitan dengan perubahan gaya hidup yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan urbanisasi. Kebiasaan seperti konsumsi makanan cepat saji dan manajemen diet yang buruk, merupakan beberapa faktor penyebabnya. Ketidakmampuan menjaga kadar glukosa darah tetap dalam batas normal disebabkan oleh kurangnya disiplin dalam menjalani diet atau ketidakmampuan mengurangi asupan kalori dari makanan. Cookies kacang merah dengan takaran 50 gram diberikan selama 21 hari digunakan sebagai alternatif snack bagi penderita diabetes mellitus karena kacang merah memiliki indeks glikemik yang rendah serta kandungan antosianin dan serat yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang merah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, melibatkan 30 responden. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Penelitian ini dilaksanakan selama 21 hari, dari tanggal 23 September hingga 14 Oktober 2024, di wilayah Puskesmas Sukamakmur, Aceh Besar. Hasil rata-rata kadar glukosa darah puasa pretest adalah 226.40 mg/dL dan posttest menjadi 186.60 mg/dL (p 0.001). Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan sebelum dan sesudah pemberian cookies kacang merah 50 gram sehari selama 21 hari. Hasil statistik menunjukkan bahwa cookies kacang merah dapat menurunkan kadar glukosa darah namun belum mencapai angka kadar glukosa darah puasa dalam batas normal.
EFFECTIVENESS OF PAPAYA LEAF EXTRACT SPRAY ON THE HEALING OF PERINEAL WOUNDS WHITE RATS Setyaningsih, Erna; Wijayanti, Krisdiana; Susanto, Edy; Runjati, Runjati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3020

Abstract

Kejadian robekan perineum pada ibu pasca bersalin mendekati angka 90%. Kondisi luka robekan perineum yang kurang baik dapat menjadi tempat awal terjadinya infeksi. Kejadian infeksi terjadi kisaran antara 0,1%-23,6% pada ibu pascapersalinan. Perawatan luka perineum dapat mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Daun pepaya mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin yang dapat mempercepat kesembuhan luka. Tujuan dalam penelitian ini untuk membuktikan efektivitas dari spray ekstrak daun pepaya terhadap kesembuhan luka perineum menurut skor skala REEDA. Penelitian dilaksanakan di laboratorium hewan coba Universitas Muhammadiyah Semarang pada tanggal 6-19 November 2024. Jenis penelitian ini merupakan true experiment dengan metode posttest-only control group design menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel 36 tikus betina yang diberi luka insisi  ±1 cm. Kemudian, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang memperoleh spray ekstrak daun pepaya 10% dan perawatan bersih kering 2x/hari selama tujuh hari. Pada kelompok kontrol diberikan perawatan bersih kering 2x/hari selama tujuh hari. Analisis data menggunakan Friedman Test dan Mann Whitney Test. Alat ukur penelitian ini menggunakan skor skala REEDA. Spray ekstrak daun pepaya efektif dalam mempercepat kesembuhan luka perineum pada hari ketujuh (0,00±0,000) dibandingkan kelompok kontrol (0,50±0,514) dengan nilai p-value 0,001. Pemberian spray ekstrak daun pepaya efektif sebagai alternatif pengobatan tradisional berbasis herbal dalam praktik kebidanan untuk mempercepat kesembuhan luka perineum.
THE EFFECTIVENESS OF ZIZIPHUS MAURITIANA LEAF EXTRACT LOTION COMBINED WITH CENTELLA ASIATICA ON HEALING BURN WOUNDS IN RATS Mulyati, Lia; Firmansyah, Deni; Pamungkas, Muhamad Bagja; Rukmana, Ika Ruliyanti; Fitriani, Fipit; Nurjannah, Nida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3023

Abstract

Luka bakar merupakan cedera umum yang memerlukan penanganan cepat dan efektif guna mencegah komplikasi serta mempercepat penyembuhan. Ekstrak daun Ziziphus mauritiana dan Centella asiatica dipercaya dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas losion berbasis ekstrak daun Ziziphus mauritiana dan Centella asiatica terhadap penyembuhan luka bakar. Desain penelitian menggunakan eksperimen post-test dengan kelompok kontrol positif pada model tikus, masing-masing terdiri dari 10 ekor. Luka bakar derajat dua dibuat di area punggung tikus, dengan menempelkan pelat logam panas (2 cm, dipanaskan 5 menit) selama 5 detik hingga muncul kemerahan dan bula, dilanjutkan dengan pemberian losion ekstrak kombinasi pada kelompok intervensi dan losion komersial pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan independent t-test. Hasil menunjukkan proses penyembuhan lebih cepat secara signifikan pada kelompok intervensi (mean=74,5; SD=15,11) dibanding kontrol (mean=44,46; SD=28,98) dengan p=0,009. Pengamatan morfologis menunjukkan granulasi jaringan lebih tebal dan penutupan luka lebih cepat pada kelompok intervensi. Losion kombinasi Ziziphus mauritiana dan Centella asiatica terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka bakar pada tikus. Hasil ini mendukung pengembangan intervensi keperawatan holistik berbasis terapi alami dalam kerangka model Orem untuk meningkatkan perawatan diri pasien. Penelitian lanjutan pada manusia disarankan untuk mengonfirmasi efektivitas klinisnya.
DIFFERENCES IN THE INCREASE IN BREAST MILK PRODUCTION AND PROLACTIN HORMONE IN POST-PART MOTHERS DURING LOCAL AND SEGMENTAL POINT ACUPRESSURE Valentina, Alina; Arwani, Arwani; Irmawati, Irmawati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3030

Abstract

Pengeluaran ASI yang kurang dan lambat menjadi alasan utama ibu berhenti menyusui karena merasa tidak mempunyai produksi ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Untuk itu peneliti berinovasi dalam meningkatkan produksi ASI ibu nifas dengan membandingkan terapi akupresur pada titik lokal (ST15, ST16, CV17, ST18, SP18) dan titik segmental (SI1, ST36, LI4, SP6). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan produksi ASI dan hormon prolaktin ibu nifas pada akupresur titik lokal dan segmental. Penelitian quasy experimental dengan non-equivalent group design, terdiri dari 2 kelompok. Jumlah populasi yaitu seluruh ibu nifas di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal dengan jumlah sampel 20 responden setiap kelompok. Kelompok 1 diberikan perlakuan akupresur pada titik lokal dan kelompok 2 akupresur pada titik segmental selama 3 hari. Analisis Bivariate mengunakan Repeated Measure Anova, Friedman dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI berdasarkan kategori berat badan bayi (p = 0,242), frekuensi buang air kecil bayi (p = 0,209), buang air besar bayi (p = 0,355), dan kadar hormon prolaktin ibu nifas (p = 0,698) pada kelompok titik lokal maupun titik segmental. Simpulannya adalah akupresur pada titik lokal dan titik segmental signifikan meningkatkan produksi ASI dan hormon prolaktin ibu nifas, namun keduanya tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan produksi ASI berdasarkan kategori BB bayi, BAK bayi, BAB bayi, dan hormon prolaktin ibu nifas.
PERCEPTION OF ONLINE MOTORCYCLE TAXI DRIVERS USING THE THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPROACH WITH THE INTENTION OF DENTAL TREATMENT Ulliana, Ulliana; Sulistiani, Silvia; Soimah, Soimah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3046

Abstract

Kesehatan pengemudi ojek online terutama terkait kesehatan gigi dipengaruhi oleh pola kerja yang akan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, salah satunya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pengemudi ojek online kurang melakukan pemeriksaan gigi karena beberapa alasan. Salah satunya yaitu biaya, kurangnya waktu untuk pemeriksaan dan elemen sosial ekonomi. Persepsi pengemudi ojek online tentang pengobatan sakit gigi diamati menggunakan theory of planned behavior (TPB). Tujuan penelitian untuk menganalisis sikap, norma subjectif, kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pengobatan gigi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengemudi ojek online untuk mendapatkan pengobatan gigi. Metode penelitian yaitu observasional design cross-sectional. Sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian diperoleh niat berperilaku berkorelasi signifikan dan berpola positif dengan sikap (r = 0,337), norma subjektif (r= 0,610), kontrol perilaku (r= 0,253). Analisis regresi linier pada model 6 membuktikan bahwa norma subjectif sebesar 46% mempengaruhi perilaku niat pengobatan gigi dan sisanya 54% dipengaruhi oleh variabel lain. Implikasi praktis dari hasil ini adalah pentingnya mengembangkan program pendidikan kesehatan gigi yang menargetkan tidak hanya individu, tetapi juga lingkaran sosial mereka. Kesimpulan TPB efektif digunakan untuk memprediksi niat pengobatan gigi dan acuan dasar untuk merancang intervensi yang tepat, sehingga masyarakat lebih cenderung mencari pengobatan gigi sebelum rasa sakit muncul. Intervensi promosi kesehatan gigi yang melibatkan peran orang-orang terdekat mereka dapat lebih efektif dalam membentuk niat perawatan gigi.
EFFECTIVENESS OF DIABETES CARE CENTER ON BLOOD GLUCOSE, DSCA, AND QUALITY OF LIFE IN TYPE 2 DIABETES PATIENTS Damhudi, Dedi; Nurbani, Nurbani
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3048

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat jumlahnya di Indonesia dan menjadi masalah kesehatan yang serius. Jika tidak ditangani dengan baik, DM dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2 untuk mencegah komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi efektivitas Pondok DM terhadap  gula darah, DSCA, kualitas hidup pasein DM tipe 2 di kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan metode pretest dan posttest control group, yang dilakukan di sepuluh UPT Puskesmas di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Teknik sampel yaitu Purposive Sampling. Jumlah sampel terdiri dari 60 pasien DM tipe 2, yang dibagi menjadi kelompok intervensi (30 pasien) dan kelompok kontrol (30 pasien). Data dianalisis menggunakan uji t-paired untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah tiga bulan, kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata Gula Darah Puasa (GDP) sebesar 39,3 dan Gula Darah 2 Jam Post Prandial (GDPP) sebesar 67,6, sementara pada kelompok kontrol penurunan GDP sebesar 17,7 dan GDPP sebesar 2,7. Selain itu, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan nilai DSCA sebesar 11,7 dan kualitas hidup (SF36) sebesar 116,6, yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya, program Pondok DM efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2 melalui penurunan kadar gula darah dan peningkatan aktivitas harian serta kualitas hidup.