cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
APPLICATION OF THE COKRIGING METHOD TO ESTIMATE IRON DEFICIENCY PREVALENCE BASED ON FERRITIN AND C-REACTIVE PROTEIN Mutiah, Siti; Aidi, Muhammad Nur; Saefuddin, Asep; Ernawati, Fitrah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3167

Abstract

Analisis data spasial memiliki peranan penting dalam bidang kesehatan, khususnya ketika distribusi masalah kesehatan tidak merata di seluruh wilayah. Salah satunya adalah metode Cokriging, yang diterapkan untuk memprediksi prevalensi di daerah yang belum teramati, sekaligus mengatasi tantangan ketidaklengkapan data spasial akibat keterbatasan biaya, sumber daya, atau akses ke lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi prevalensi kekurangan zat besi di Indonesia menggunakan metode Cokriging. Sebagai analisis lanjut dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penelitian ini menggunakan data dari 15.045 individu yang memiliki informasi kadar ferritin dan C-Reactive Protein (CRP), yang tersebar di 154 kabupaten/kota di empat pulau: Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Ferritin digunakan sebagai variabel utama, sementara CRP sebagai variabel sekunder. Evaluasi model dilakukan dengan Leave-One-Out-Cross-Validation (LOOCV), dan akurasi model diukur menggunakan Mean Error (ME) dan Root Mean Squared Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kekurangan zat besi bervariasi signifikan antar wilayah. Kabupaten Batang dan Minahasa Selatan teridentifikasi dalam kategori "tidak ada masalah kesehatan". Selain itu 274 kabupaten/kota di Indonesia berada pada kategori prevalensi ringan, seperti Kabupaten Berau, Gunung Mas, dan Bangkayang, sementara 132 kabupaten/kota tercatat dengan prevalensi sedang seperti Kabupaten Sidenreng Rappang, Tapanuli Tengah, dan Sukoharjo. Kabupaten Pare-pare terdeteksi pada prevalensi tinggi (≥40%), tingginya prevalensi di wilayah ini perlu dicermati lebih lanjut karena kemungkinan disebabkan oleh jumlah sampel yang sangat sedikit. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia tergolong dalam kategori prevalensi ringan hingga sedang. Gambaran ini dapat menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan kesehatan terkait penanggulangan kekurangan zat besi di Indonesia.
SYNERGISTIC EFFECTS OF NANOCURCUMIN AND CISPLATIN COMBINATION THERAPY ON APOPTOSIS AND PROTEIN KINASE B (AKT) IN CERVICAL CANCER Subandi, Subandi; Taqiyya, Nadia; Febriana, Romadhinniar; Endharti, Agustina Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3169

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering dijumpai pada wanita dan penyebab utama kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kemoterapi berbasis cisplatin merupakan terapi standar, namun penggunaannya dibatasi oleh toksisitas yang bergantung pada dosis, seperti nefrotoksisitas, neurotoksisitas, dan  kardiotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sinergis kombinasi nanokurkumin dan cisplatin terhadap tingkat apoptosis dan ekspresi Protein Kinase B (AKT) pada sel HeLa. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post-test only control group, dengan kelompok kontrol negative (media standar), kontrol positif monoterapi cisplatin (5 dan 2,5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin berbagai dosis (25, 50, dan 100 µg/mL). Uji flow cytometry digunakan untuk menganalisis tingkat apoptosis dan ekspresi AKT setelah 48 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL menyebabkan apoptosis (75,23%) pada sel HeLa yang sebanding (p<0.05) dengan efek cisplatin tunggal 5 µg/mL (76,15%) serta secara signifikan (p<0,05) menurunkan ekspresi AKT pada sel HeLa (76,53%) dibanding cisplatin 5 µg/mL (97,18%) serta cisplatin 2,5 µg/mL (97,24%). Peningkatan apoptosis dan penurunan ekspresi AKT menunjukkan potensi terapi kombinasi ini dalam mengurangi dosis cisplatin yang diperlukan dengan harapan dapat menurunkan toksisitas.
THE EFFECTIVENESS OF BIA (BOOKLET IBU ANEMIA) ON IRON–FOLIC ACID (IFA) TABLET CONSUMPTION IN INCREASING HEMOGLOBIN LEVELS IN ANEMIC PREGNANT WOMEN Maulidyanti, Anisah Tifani; Oktarina, Mika; Andika, Puteri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3170

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2019 masih tinggi, yaitu 48,9% yang mendekati masalah kesehatan berat (severe health problem) dengan prevalensi anemia lebih dari 40%. Kondisi ini menunjukkan perlunya media edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Booklet Ibu Anemia (BIA), yang dalam penelitian ini dikaji pengaruhnya terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh BIA pada ibu hamil anemia yang mengonsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Desain penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimen rancangan pretest-posttest group design. Lokasi penelitian di Puskesmas Nusa Indah, Puskesmas Muara Bangkahulu, Puskesmas Telaga Dewa dan Puskesmas Lempuing Kota Bengkulu pada bulan Juli-Agustus 2024. Sampel adalah ibu hamil sebanyak 60 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu yang memerlukan kriteria khusus. Kelompok intervensi berjumlah 30 responden diberikan BIA dan tablet tambah darah selama 30 hari dengan dosis pemberian sehari sebanyak 1 tablet (60 mg tablet tambah darah dan 0,25 mg asam folat). Analisis data menggunakan uji t dan Mann-Whitney. Pada kelompok intervensi, kadar hemoglobin meningkat dari 9,9 gr%/dL menjadi 10,85 gr%/dL dengan rata-rata kenaikan 0,95 gr%/dL. Pada kelompok kontrol, kadar hemoglobin meningkat dari 9,86 gr%/dL menjadi 11,75 gr%/dL dengan rata-rata kenaikan 1,95 gr%/dL. Analisis menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa BIA berkontribusi terhadap perubahan perilaku konsumsi tablet tambah darah, meskipun peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa faktor lain diluar intervensi kemungkinan turut memengaruhi hasil.
THE EFFECTIVENESS OF TRIPLE EXERCISES ON IMPROVING SWALLOWING ABILITY IN NON-HEMORRHAGIC STROKE PATIENTS WITH DISFAGIA Prabowo, Rully Hadi; Arwani, Arwani; Widiyanto, Budi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3194

Abstract

Penyakit stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas global akibat gangguan peredaran darah ke otak, dengan disfagia sebagai komplikasi utama. Disfagia menyebabkan kesulitan menelan yang meningkatkan risiko aspirasi pneumonia, malnutrisi, dan dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi latihan menelan Triple exercises EMSE (Effortful swallow, Mendelsohn manuever, Shaker exercises) dibandingkan intervensi tunggal dan kelompok kontrol terhadap kemampuan menelan pada pasien stroke non-hemoragik (SNH) dengan disfagia. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – November 2024 di RSUD dr. R. Soedjono Selong, menggunakan desain eksperimen pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel sebanyak 40 pasien yang diambil secara simple random sampling. Jenis stroke diukur dengan Sistem Scoring Stroke Dave & Djunaidi (SSSDD) yang divalidasi dengan hasil CT-scan, Derajat stroke diukur dengan kriteria NIHSS dan kemampuan menelan dinilai dengan skala GUSS. Analisa data menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil menunjukkan bahwa latihan kombinasi triple exercises EMSE secara signifikan meningkatkan kemampuan menelan dibandingkan intervensi tunggal dan kontrol (ρ < 0,05), meskipun tidak ditemukan perbedaaan rata-rata yang signifikan antara kombinasi dan intervensi tunggal (p > 0,05). Latihan kombinasi memiliki efektivitas lebih tinggi dengan effect size yang kuat sebesar 1,43. Kesimpulannya, latihan menelan kombinasi Triple exercises EMSE efektif meningkatkan kemampuan menelan pasien SNH dengan disfagia, mempercepat pemulihan dan mengurangi komplikasi seperti aspirasi dan malnutrisi. Latihan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam standar perawatan pasien stroke dengan disfagia.
EFFECTIVENESS OF STATIN AND EZETIMIBE COMBINATION ON ATHEROSCLEROTIC PLAQUE IN PATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE Sumedhi, Herdina Mayangsari; Zakiyah, Neily; Dewi, Triwedya Indra; Sinuraya, Rano Kurnia; Puspitasari, Irma Melyani
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3198

Abstract

Penyakit jantung koroner mengacu pada kondisi penyumbatan pembuluh darah arteri yang dikenal dengan istilah aterosklerosis. Statin bekerja dengan mengurangi produksi kolesterol di hati serta menjaga stabilisasi plak pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Namun demikian pemberian statin tidak dapat ditoleransi dengan baik pada pasien tertentu, sehingga dipertimbangkan penggunaan kombinasi statin dengan ezetimibe. Tinjauan artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi statin dan ezetimibe terhadap plak aterosklerosis pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Penelusuran pustaka dilakukan menggunakan basis data PubMed dan EBSCO (MEDLINE Ultimate) pada bulan Februari 2025 dengan menggunakan kata kunci “Ezetimibe”, “Hydroxymethylglutaryl-CoA Reductase Inhibitors”,“Atherosclerotic Plaque” dan “Coronary Artery Disease”. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu artikel berbahasa Inggris, diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, penelitian pada manusia, dan merupakan randomized controlled trial pada pasien jantung koroner dengan atau tanpa penyakit penyerta. Kriteria eksklusi meliputi: tinjauan/review, studi protokol, editorial, tinjauan sistematis dan meta analisis, dan topik/hasil yang tidak relevan. Penelusuran awal menghasilkan 34 artikel dengan 10 duplikasi dan 14 kriteria eksklusi, sehingga diperoleh 10 artikel penelitian yang berfokus di Jepang, Korea, dan Cina. Hasil tinjauan artikel menunjukkan bahwa kombinasi statin dengan ezetimibe lebih efektif dalam menurunkan low density lipoprotein-cholesterol (LDL-C), mengurangi respon inflamasi, serta menghasilkan regresi plak aterosklerosis yang lebih besar dibandingkan monoterapi statin. Dengan demikian, penggunaan kombinasi statin dosis rendah hingga sedang dan ezetimibe dapat menjadi terapi pilihan bagi pasien dengan penyakit jantung koroner yang berisiko tinggi.
VALIDATION ANALYSIS OF FORSA AS A SCREENING TOOL FOR ANEMIA IN ADOLESCENT GIRLS Wahyuningtyas, Mariana; Wati, Linda Ratna; Setya Wardani, Diadjeng
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3217

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 32%. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, kognitif, dan reproduksi, serta prestasi belajar dan produktivitas. Deteksi anemia saat ini masih bergantung pada metode invasif, seperti digital hemoglobinometer, yang hanya mengukur kadar hemoglobin tanpa mengidentifikasi penyebab dasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan efektivitas Formulir Skrining Anemia Remaja (FORSA) sebagai alat skrining non-invasif untuk mengidentifikasi risiko anemia pada remaja putri. Studi observasional dengan pendekatan potong lintang dilakukan terhadap 228 siswi dari dua SMA di Kota Malang yang dipilih secara purposive. Instrumen FORSA terdiri dari 34 pertanyaan mengenai gejala klinis dan faktor risiko anemia. Hasil FORSA dibandingkan dengan kadar hemoglobin yang diukur menggunakan digital hemoglobinometer sebagai standar emas. Prevalensi anemia ditemukan sebesar 29,8%. Skor FORSA memiliki hubungan yang signifikan dengan status anemia (p < 0,05), dengan sensitivitas 82%, spesifisitas 82%, nilai prediksi positif 74%, dan nilai prediksi negatif 82%. Faktor dominan yang memengaruhi skor FORSA dan status anemia meliputi kebiasaan melewatkan sarapan, pola menstruasi tidak teratur, dan rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Kesimpulannya, FORSA merupakan instrumen yang valid dan efektif untuk skrining anemia berbasis komunitas, dan direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam program rutin di sekolah maupun fasilitas pelayanan kesehatan primer guna mendukung pencegahan anemia secara dini dan tepat sasaran.
RELATIONSHIP OF DIETARY INTAKE AND PHYSICAL ACTIVITY WITH BODY COMPOSITION IN ADULTS: A CASE-CONTROL STUDY Thesman, Inggrit Bela; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3230

Abstract

Obesitas yang ditandai dengan kelebihan lemak tubuh dan gangguan komposisi tubuh menyebabkan gangguan kesehatan dan risiko tinggi terhadap kasus penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara asupan karbohidrat, lemak, protein, serta aktivitas fisik dengan persentase lemak visceral dan massa otot pada individu dewasa yang mengalami obesitas. Studi analitik observasional ini menggunakan desain kasus kontrol, dengan merekrut 25 partisipan dengan status berat badan normal dan 25 partisipan obesitas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) dan aktivitas fisik dinilai menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF). Asupan makan dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan persentase lemak sementara, regresi linear ganda menunjukkan bahwa asupan karbohidrat (B = 0,007, β = 0,171, p = 0,028), aktivitas fisik (B = -0,001, β = -0,200, p = 0,028), jenis kelamin (B = 6,041, β = 0,522, p < 0,001), dan BMI (B = -1,021, β = -0,961, p < 0,001) merupakan prediktor signifikan untuk persentase massa otot. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dan aktivitas fisik dengan persentase massa otot setelah disesuaikan dengan faktor perancu. Konsumsi karbohidrat disertai aktivitas fisik dapat meningkatkan massa otot.
ANALYSIS OF BIOACTIVE COMPOUNDS POTENTIAL IN ETHANOL EXTRACT OF WATERMELONS (Citrullus lanatus) MESOCARP Fauziah, Melinda; Susanto, Agung; Yudhani, Ratih Dewi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3252

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus) merupakan buah tropis yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Namun, konsumsi masyarakat umumnya terbatas pada bagian daging buah, sedangkan mesokarp (lapisan putih antara kulit dan daging buah) sering kali dibuang sebagai limbah. Kondisi ini turut menyumbang peningkatan limbah organik dari sektor hortikultura yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, mesokarp semangka diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan alkaloid yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetik. Meskipun potensinya telah banyak dilaporkan, namun pemanfaatannya secara optimal dalam pengembangan agen terapi alami masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan senyawa bioaktif dari ekstrak etanol mesokarp semangka dengan dua konsentrasi pelarut berbeda, yaitu etanol 70% dan etanol 96%, menggunakan metode maserasi. Desain penelitian yang digunakan berupa eksperimental laboratorik. Simplisia mesokarp semangka diekstraksi, kemudian dianalisis kadar total flavonoid, fenolik, dan alkaloid menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan rendemen pada etanol 70% sebesar 51.7%, lebih tinggi dibandingkan etanol 96% sebesar 44.65%. Kandungan flavonoid dan alkaloid lebih tinggi ditemukan pada ekstrak etanol 70% (masing-masing 4,01% dan 1438,03 µg/g), sementara kandungan fenolik lebih tinggi ditemukan pada etanol 96% (5,92%). Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemilihan konsentrasi pelarut yang tepat sangat menentukan keberhasilan ekstraksi senyawa bioaktif dari mesokarp semangka, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pengembangan agen antioksidan alami.
THE EFFECT OF COMBINATION RELAX TECHNIQUE AND BASIL AROMATHERAPHY FOR HANDLING ON ANXIETY, DYSMENORRHEA PAIN AND MENSTRUAL PATTERNS IN ADOLESCENT Pratiwi, Nanda Agnesia Jati; Hildayanti, Rezha Alivia; Hanifah, Dian; Hasanah, Harisatul
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3259

Abstract

Di usia remaja kecemasan memengaruhi beberapa sistem reproduksi seperti terjadinya disminorea dan mengganggu pola menstruasi. Teknik Relax merupakan terapi alternative berisi self-talk dan deep breathing exercise yang akan dikombinasikan dengan pemberian aromaterapi daun kemangi. Kandungan minyak atsiri dipercaya mampu menjadi perantara antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi Relax yang dikombinasikan dengan aromaterapi daun kemangi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true eksperimen dengan pre and post two groups design. Responden merupakan remaja putri berusia 15-19 tahun dengan jumlah  64, dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon, Kruskal Wallis dan Man-Whitney. Hasil analisis pemberian Teknik Relax didapatkan kecemasan (p=0.005), dysmenorrhea (p=0.038), pola menstruasi (p=0.001) yang berarti terdapat pengaruh pemberian Teknik Relax untuk menurunkan kecemasan, dysmenorrhea dan pola menstruasi. Hasil analisis kombinasi Teknik Relax dan aromaterapi daun kemangi didapatkan kecemasan (p=0.001), dysmenorrhea (p=0.000) berarti terdapat pengaruh terapi kombinasi terhadap kecemasan dan nyeri dysmenorrhea sedangkan untuk pola menstruasi (p=0.194) tidak ada pengaruh pemberian terapi kombinasi terhadap pola menstruasi. Sehingga disimpulkan bahwa teknik Relax yang dikombinasikan dengan aromaterapi kemangi efektif mengatasi kecemasan dan nyeri disminorea tetapi tidak efektif pada pola menstruasi. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua terapi dalam mengurangi kecemasan (p=0,539) dan dismenore (p=0,527), yang menunjukkan efektivitas yang sebanding. Namun terdapat perbedaan signifikan untuk pola menstruasi (p=0,003) pada terapi Relax. Dapat disimpulkan kedua terapi berpengaruh terhadap kecemasan dan dysmenorrhea tetapi hanya terapi Relax yang berpengaruh pada pola menstruasi.
TELEREHABILITATION TO IMPROVE PHYSICAL ACTIVITY IN HEARTH FAILURE PATIENTS Damayanti, Shafira Eka; Kristinawati, Beti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3300

Abstract

Gagal jantung mengakibatkan penurunan fungsi tubuh yang dikaitkan dengan gangguan kemampuan jantung dalam memompa darah. Kondisi ini mengakibatkan pasien mudah merasa lelah dan sesak napas, sehingga mengurangi kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik. Telerehabilitasi manjadi alternatif intervensi yang memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh untuk memonitor pasien secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas telerehabilitasi dalam meningkatkan kemampuan aktivitas fisik pada pasien gagal jantung. Studi eksperimental dilakukan pada 118 pasien gagal jantung yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan berupa edukasi terstruktur mengenai rehabilitasi fase 4 dan monitoring dilakukan jarak jauh selama 4 minggu dilakukan menggunakan telepon seluler. Instrumen International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk menilai tingkat kemampuan aktivitas fisik. Hasil analisis uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik pada rata-rata skor aktivitas fisik sebesar 0,66 pasca intervensi telerehabilitasi (p<0,001). Telerehabilitasi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan aktivitas fisik pasien gagal jantung. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif tindakan mandiri perawat yang efektif dan efisien.