cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalqouba@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalqouba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOUBA : Jurnal Pendidikan
ISSN : 30892449     EISSN : 30892430     DOI : https://doi.org/10.61104/qouba.v1i2
Core Subject : Education, Social,
QOUBA: Jurnal Pendidikan with e-ISSN 3089-2430 p-ISSN 3089-2449. is a peer-reviewed open access journal and follows a single-blind review policy. Scientific articles in QOUBA: Education Journal are the results of original research, conceptual ideas, and current studies within the scope of Education, Islamic Education, Sports Education, English Education, Indonesian Language Education, Arabic Education, Education Management, Early Childhood Education, Primary Education, Mathematics Education, and other educational sciences ranging from PAUD to Higher Education. Scientific articles in QOUBA Journal: Journal of Education can be written individually or written in teams, either affiliated with institutions in the same environment, or collaborations from several institutions. QOUBA: Journal of Education is an open access journal and free access, authors can register on the website and are free of charge from the registration process. Authors from universities or researches can cite references from this journal and provide benefits to related organizations. This journal provides an opportunity to share detailed insights from academics and practitioners related to educational issues. each article received will be reviewed by journal editors and reviewers who are competent in their fields. Selected articles are published under Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 118 Documents
Karakterisasi Mutasi Spontan pada DNA dan Pengaruhnya terhadap Fenotipe Addina Syifaul Marwah; Rintan Niati; Maydiana Damayanti; Najwa Farah; Zakhro Abyad Suci
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.454

Abstract

Mutasi spontan pada DNA merupakan perubahan urutan nukleotida yang terjadi secara alami tanpa paparan agen mutagen eksternal, dan menjadi salah satu pendorong utama variabilitas genetik dalam suatu populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi bentuk-bentuk mutasi spontan, seperti substitusi basa, delesi, insersi, dan kesalahan replikasi, serta mengidentifikasi faktor fisiologis dan biokimia yang memicu munculnya mutasi tersebut. Melalui pendekatan analisis molekuler dan komputasional, studi ini mengevaluasi pola, frekuensi, serta kestabilan mutasi pada berbagai lokus DNA, sekaligus mengkaji bagaimana perubahan tersebut termanifestasi pada tingkat fenotipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi spontan dapat menghasilkan spektrum pengaruh yang luas, mulai dari fenotipe netral hingga perubahan signifikan yang memengaruhi jalur metabolisme, ekspresi gen, maupun perkembangan organisme. Selain itu, temuan ini menegaskan bahwa mutasi spontan tidak hanya berperan dalam proses evolusi dan adaptasi lingkungan, tetapi juga menjadi faktor predisposisi penting dalam munculnya kelainan genetik serta penyakit herediter tertentu. Dengan demikian, karakterisasi mendalam terhadap mutasi spontan memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kestabilan genom dan implikasinya terhadap keragaman fenotipe.
Hubungan Persepsi Penggunaan Computer Based Test (CBT) pada Asesmen Sumatif dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas 4 MI Badrussalam Surabaya Vira Maulidafi Chusniyatin; M. Bahri Musthofa; Zudan Rosyidi
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.470

Abstract

Penerapan teknologi informasi dalam dunia pendidikan telah mendorong perubahan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran, salah satunya melalui penggunaan Computer Based Test (CBT). Di sisi lain, motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran, terutama di jenjang sekolah dasar yang memiliki karakteristik khusus dalam hal kesiapan teknologi. Maka dari itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi penggunaan CBT dalam asesmen sumatif dengan motivasi belajar siswa kelas IV MI Badrussalam Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel berjumlah 20 siswa yang dipilih secara purposive, yaitu siswa yang telah mengikuti asesmen sumatif berbasis CBT. Instrumen penelitian berupa angket persepsi penggunaan CBT dan angket motivasi belajar, kedua angket ini menggunakan skala Likert 5 poin untuk mengukur respon peserta. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment setelah terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang positif, sedang, dan signifikan antara persepsi penggunaan CBT dan motivasi belajar siswa (r = 0,493; sig. = 0,027). Artinya, semakin baik persepsi didwa terhadap CBT, maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi evaluasi, tetapi juga dapat mendukung keterlibatan afektif siswa dalam proses belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan asesmen yang adaptif dan relevan untuk peserta didik di jenjang sekolah dasar.
“Efektivitas Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Online Interaktif dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Pembelajar” Musthafa Rahman; Husen Firdaus; Paras Rindwianto; Sendi; Nurul Zaman
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.476

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan aplikasi pembelajaran online interaktif dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam. Seiring berkembangnya lingkungan pembelajaran digital, platform interaktif yang menyediakan konten multimedia, kuis real-time, aktivitas gamifikasi, serta ruang diskusi kolaboratif berpotensi mengubah pengalaman belajar tradisional. Penelitian ini menelusuri bagaimana fitur-fitur teknologi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman pembelajar dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam. Menggunakan pendekatan metode campuran, data diperoleh melalui kuesioner, observasi pembelajaran, dan wawancara untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai pengalaman pembelajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pembelajaran online interaktif secara signifikan meningkatkan minat belajar dengan menyediakan konten yang dinamis, umpan balik instan, serta fleksibilitas pembelajaran yang mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar. Siswa menunjukkan partisipasi yang lebih tinggi, fokus yang lebih baik, dan antusiasme yang lebih kuat ketika menggunakan alat pembelajaran interaktif dibandingkan metode konvensional. Meskipun terdapat tantangan seperti ketidakstabilan internet dan tingkat literasi digital yang beragam, dampak keseluruhan tetap positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran online interaktif merupakan strategi efektif untuk meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam, selama pendidik mengintegrasikan teknologi secara bermakna dan merancang pembelajaran yang menarik.
Konsep Pendidikan Akhlak Dan Relevansinya Terhadap Generasi Z Di Era Digital Resti yulastri; Annisa; Dhea Yuspi Anggina
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.477

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa dampak signifikan terhadap karakter dan perilaku generasi Z yang hidup dalam lingkungan serba cepat, instan, dan bebas nilai. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi pendidikan akhlak Islam yang selama ini berfungsi sebagai fondasi pembentukan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak Islam serta relevansinya bagi perkembangan moral generasi Z di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang relevan mengenai pendidikan akhlak, generasi Z, dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z mengalami pergeseran akhlak akibat paparan intensif terhadap media digital yang tidak terfilter, seperti media sosial, hiburan daring, dan konten viral. Pembelajaran PAI perlu beradaptasi dengan karakter generasi Z melalui kurikulum yang kontekstual, integrasi isu digital, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif. Keteladanan digital guru juga menjadi faktor penting dalam menanamkan nilai moral di ruang maya. Selain itu, konsep akhlak Islam klasik seperti gagasan Ibn Khaldun tentang adab dan pembiasaan terbukti relevan untuk membangun ketahanan moral generasi Z dalam menghadapi lingkungan digital yang kompleks. Kesimpulannya, pendidikan akhlak Islam harus dikembangkan secara inovatif dan responsif terhadap dinamika digital agar mampu membentuk generasi yang berkarakter kuat dan bermoral mulia.
Strategi Menghafal Perspektif Asy-Syarqowi Dalam Pembelajaran Ahmad Agil Hamdani; Achmad Muhlis
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.479

Abstract

Artikel ini membahas strategi menghafal dalam pembelajaran dengan menyoroti perspektif Dr. Anwar Muhammad As-Syarqowi serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Proses pembelajaran menuntut penerapan strategi yang tepat sesuai dengan tujuan dan karakteristik materi, karena setiap strategi memiliki keunggulan masing-masing, baik untuk memperdalam pemahaman maupun memperkuat daya ingat. Dalam hal ini, menghafal bukan sekadar aktivitas mekanis, melainkan melibatkan dimensi kognitif, emosional, dan metakognitif. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis literatur berupa buku, jurnal, dan tulisan lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menghafal efektif apabila memenuhi empat syarat utama menurut As-Syarqowi, yaitu kejelasan pengetahuan kriteria, kesesuaian konten pembelajaran dengan evaluasi, dukungan guru, serta konsistensi penggunaan strategi. Selain itu, prinsip dasar menghafal yang efektif meliputi kekhususan materi, generativitas, kendali eksekutif (metakognisi), serta kompetensi personal peserta didik. Keberhasilan menghafal juga dipengaruhi motivasi intrinsik maupun ekstrinsik, kesiapan mental, serta konsistensi latihan. Dengan demikian, pemilihan strategi pembelajaran, khususnya strategi menghafal, harus dilakukan secara adaptif dan kontekstual agar dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Artikel ini menegaskan bahwa menghafal memiliki posisi strategis dalam pendidikan modern, asalkan diterapkan dengan pendekatan yang tepat, dialogis, dan humanis.
Antara Persepsi Feodalisme dan Realitas Adab: Analisis Narasi Media Sosial tentang Pesantren Amrullah, Arfan; Melisa Fauzia Nastiti; Umi Musyarofah; Ayesha Sahda Areefa Solihin; Muhlisin
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.486

Abstract

Perdebatan mengenai relasi kiai–santri di ruang digital meningkat seiring berkembangnya media sosial sebagai arena pembentukan opini publik tentang pesantren. Narasi tentang “adab” dan tuduhan “feodalisme” sering berkelindan, menciptakan ketegangan diskursif antara nilai tradisional dan ekspektasi masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konstruksi narasi tersebut serta menganalisis bagaimana pengguna media sosial mengartikulasikan, menegosiasikan, atau mempertentangkan makna otoritas dan pendidikan moral dalam konteks pesantren. Penelitian ini menggunakan metode netnografi kualitatif dengan pengumpulan data berupa komentar, unggahan, dan percakapan publik di platform seperti X, TikTok, dan Instagram yang relevan dengan isu relasi kiai–santri. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic coding untuk mengidentifikasi pola naratif dan kategori diskursif yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi adab umumnya diasosiasikan dengan pembentukan karakter, penghormatan terhadap otoritas keilmuan, dan transmisi nilai moral. Sebaliknya, narasi feodalisme muncul terutama dalam konteks viralitas kasus kekerasan, hubungan kuasa yang tidak transparan, dan pengalaman negatif alumni. Interaksi kedua narasi memperlihatkan adanya tarik-menarik legitimasi, di mana sebagian pengguna berupaya mempertahankan otoritas tradisional sementara yang lain menuntut akuntabilitas yang lebih besar. Selain itu, penelitian menemukan bahwa dinamika diskursif sangat dipengaruhi oleh algoritme viralitas, selektivitas konten, serta konteks sosial pengguna media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi digital tentang pesantren tidak monolitik, melainkan hasil negosiasi terus-menerus antara nilai tradisional dan tuntutan modernitas.
Demokratisasi Pendidikan Di Bawah Praktik Otoritarianisme: Analisis Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Praktik Kekuasaan Dalam Dunia Pendidikan Muhammad Zakki Musyafa; Abdul Khobir; Taufiqoh Khasanah; Zamrudin Ruwais
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.488

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis demokratisasi pendidikan di Indonesia yang masih dikuasai oleh praktik otoritarian, seperti sentralisasi kebijakan yang ketat, dominasi guru dalam proses pembelajaran, serta minimnya ruang dialog bagi peserta didik. Meskipun kebijakan Merdeka Belajar sudah diperkenalkan sebagai upaya reformasi, pelaksanaannya belum menyentuh dimensi filosofis dan kultural yang menjadi inti pembebasan pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis filosofis-kritis, penelitian ini menelaah tiga nilai fundamental dalam filsafat pendidikan Islam, yaitu hurriyah al-fikr (kebebasan berpikir), syura (musyawarah), dan adl (keadilan). Ketiga nilai tersebut dijadikan landasan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih demokratis, partisipatif, dan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ini sangat relevan untuk mengkritisi relasi kuasa dalam dunia pendidikan sekaligus menawarkan model pembelajaran yang humanis, dialogis, dan transformatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dengan menggeser paradigma filsafat pendidikan Islam dari pendekatan normatif ke arah kritis-transformatif, sehingga dapat memperkuat implementasi Merdeka Belajar sebagai gerakan yang nyata dalam pembebasan dan pemberdayaan peserta didik.
Pengembangan Media Evaluasi Pembelajaran Berbasis Google Form untuk Meningkatkan Efektivitas PenilaianPada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTsN 2 Kotawaringin Timur. M. Afdhal Ridho; Jasiah
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.500

Abstract

Tujuan utama dari studi ini adalah mengembangkan alat penilaian berbasis Google Form untuk meningkatkan efesiensi evaluasi dalam mata pelajaran pendidikan agama isla (PAI) di Kotawaringin Timur. Media ini dibuat untuk mengatasi masalah evaluasi tradisional yang biasanya memakan waktu lama, kurang menarik, dan susah saat mengolah hasilnya. Jadi penelitian ini menggunakan metode Research and Development atau R&D dengan model ADDIE yang punya tahapan seperti analysis, design, development, implementation, sama evaluation. Subjeknya itu guru-guru dan siswa-siswa kelas VIII. Hasil pengembangannya menunjukkan bahwa media evaluasi berbasis Google Form ini dinilai layak dan efektif untuk digunakan. Validasi dari ahli media dan ahli materi mendapat kategori "sangat baik", sedangkan uji coba menunjukkan peningkatan akurasi dan kecepatan guru dalam menilai, serta motivasi siswa yang lebih tinggi saat mengikuti evaluasi. Dengan begitu, media ini bisa menjadi alternatif inovatif untuk mendukung penilaian pembelajaran PAI yang lebih efisien, objektif, dan menarik di era digital.
Pendidikan Fiqih Islam Untuk Meningkatkan Pemahaman Agama Prasasti, Amanda; Depriyanti; Eka Yulianti; Fatzri Fitroh; Imam Tauhid
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.501

Abstract

Pendidikan fiqih memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman agama peserta didik. Fiqih tidak hanya memberikan pengetahuan tentang hukum-hukum Islam, tetapi juga menjadi pedoman bagi peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama secara benar dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran fiqih, peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang ibadah, muamalah, akhlak, serta cara menerapkan hukum syariat dalam kehidupan nyata. Fiqih juga membantu melatih kemampuan berpikir kritis melalui analisis dalil-dalil dan perbedaan pendapat para ulama. Selain itu, pendidikan fiqih berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pendidikan fiqih menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan dan membentuk generasi muslim yang cerdas, beriman, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan modern.
Peran Literasi Kitab Kuning Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Ortografi Pegon Di Mi Badrussalam Eka Rahmani, Dianisa; Bahri Musthofa; Zudan Rosyidi; Amanah
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.522

Abstract

Literasi terhadap teks-teks klasik Islam (Kitab Kuning) dan penguasaan Ortografi Pegon merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Meskipun Pegon berfungsi sebagai jembatan penting antara aksara Arab dan bahasa lokal, banyak siswa di MI Badrussalam menghadapi kesulitan signifikan dalam membaca dan menulisnya, yang pada akhirnya menghambat pemahaman mereka terhadap materi agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran literasi Kitab Kuning dalam mengatasi tantangan penguasaan ortografi Pegon dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya di kelas Awwaliyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MI Badrussalam Surabaya, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan ortografi Pegon sangat dipengaruhi oleh intensitas interaksi santri dengan teks Kitab Kuning melalui metode tradisional seperti Sorogan dan Bandongan. Strategi pengajaran yang efektif melibatkan pengenalan Pegon secara bertahap dan penggunaan metode yang bervariasi. Kesulitan belajar juga disebabkan oleh faktor lingkungan dan penggabungan kelas. Implikasinya, integrasi pengajaran Kitab Kuning dan Pegon dengan penataan ulang sistem kelas di masa depan sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi santri secara signifikan.

Page 10 of 12 | Total Record : 118