cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Ergonomic Education to Reduce the Risk of Musculoskeletal Disorders Indriyani Indriyani; Rury Tiara Oktariza; Noviyanti Noviyanti; Mochammad Nanda Ardani Alfath; Adinda Fatimah Azahra
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1755

Abstract

Workers are mainly human resources with a significant influence on the production process, in particular manual work. Activities in manual material handling include carrying, lifting, lowering, pushing, and pulling loads. Transport labor is one type of work that requires energy and great muscle strength and a strong physique to carry the load at work. Workers who are in the wrong position during prolonged work will increase the risk of musculoskeletal complaints. The purpose of this community service activity is to provide ergonomic education to reduce the risk of Musculoskeletal Disorders. Methods: This service activity uses counseling methods, leaflet giving, demonstrations, simulations, and discussions. The participants were given questionnaires before and after educational activities, namely ergonomics knowledge questionnaires to determine the level of ergonomics knowledge and also musculoskeletal complaint questionnaires. Results: This activity was attended by 21 participants who were all male. In the knowledge variable, the mean pre-test value was 56.67 and the post-test was 68.57. In the Musculoskeletal complaint variable, the mean pre-test value was 30.05 and the post-test was 28.76. Conclusion:  Based on the results of the pre-test and post-test, shows that ergonomics education can help improve ergonomic knowledge and reduce the risk of musculoskeletal disorders in workers.
Peran UMKM Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sibalaya Utara Herni Wati; Moh Ali Murad; Harnida Wahyuni Adda
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.1759

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami kondisi lapangan, serta pelaksanaan program berupa workshop yang mencakup teori dan praktik dalam pengelolaan UMKM, pemasaran, dan manajemen keuangan. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM lokal, termasuk UMKM Tora Tora Sigi yang memproduksi keripik kelapa dengan berbagai varian rasa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, terutama dalam pemasaran digital dan diversifikasi produk. Pendapatan rata-rata UMKM meningkat dari 58,73% menjadi 73,25% setelah pelaksanaan program. Faktor pendukung pengembangan UMKM mencakup bantuan pemerintah, sumber daya alam yang melimpah, dan partisipasi masyarakat, sementara hambatan utamanya adalah keterbatasan modal, akses pemasaran, dan sarana produksi. Kesimpulannya, UMKM berperan signifikan dalam peningkatan ekonomi masyarakat, namun memerlukan dukungan berkelanjutan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi digital, akses modal, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing UMKM di wilayah tersebut. Enhancing the Role of MSMEs to Support Economic Growth in the Community of Sibalaya Utara Village  This activity aims to analyze the role of MSMEs in improving the welfare of the community in Sibalaya Utara Village, Tanambulava District. The methods employed include observation, interviews, and documentation to understand field conditions, as well as the implementation of workshops that cover theoretical and practical aspects of MSME management, marketing, and financial management. The primary partners in this initiative were local MSME actors, including Tora Tora Sigi MSME, which produces coconut chips in various flavors. The results show that mentoring activities significantly enhanced the skills of MSME actors, particularly in digital marketing and product diversification. The average income of MSMEs increased from 58.73% to 73.25% after the program was implemented. Supporting factors for MSME development included government assistance, abundant natural resources, and community participation, while the main obstacles were limited capital, market access, and production facilities. In conclusion, MSMEs play a vital role in improving the community's economy but require ongoing support. Recommendations from this activity include enhancing digital literacy, improving access to capital, and fostering collaboration with stakeholders to strengthen the competitiveness of MSMEs in the region
Peningkatan Produksi Karang Hias Sistem Inventory untuk Pengembangan Desa Wisata Bahari di Pulau Karanrang, Pangkep, Sulawesi Selatan Paharuddin Paharuddin; Mauli Kasmi; Sulkifli Sulkifli; Irawan Alham; Andi Ridwan Makkulawu; Ardiansyah Ardiansyah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1762

Abstract

Program Penerapan Iptek Pengembangan Kewilayahan (PIPK) ini bertujuan untuk meningkatkan produksi karang hias melalui penerapan sistem inventori dalam rangka pengembangan Desa Wisata Bahari di Pulau Karanrang, Pangkep, Sulawesi Selatan. Potensi terumbu karang yang strategis menjadi fokus utama untuk dikembangkan melalui budidaya karang hias. Program PIPK ini dilaksanakan dengan melibatkan dua kelompok usaha kecil, UKM DEWIKAR dan UKM Rezky Bahari. Program ini juga mencakup pendampingan dalam pengadaan sumber bibit karang, teknik produksi, dan pemeliharaan berkelanjutan. Hasil Pre Test yang diberikan kepada mitra menunjukkan bahwa sebelumnya, hanya 9 dari 15 orang (60%) yang memiliki pemahaman yang umum tentang pemeliharaan karang hias pasca panen. Kemudian setelah proses pendampingan meningkat sebanyak 14 dari 15 orang (93%), terutama dalam hal legalitas saat memperoleh indukan berasal dari alam (F0) dan proses seleksi indukan berkualitas sesuai standar ekspor yang selanjutnya menjadi anakan generasi pertama (F1). Program PIPK ini mendukung konservasi lingkungan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta industri pariwisata bahari. Improving Ornamental Coral's Production by Inventory System for Development of Maritime Tourism Village in Karanrang Island, Pangkep, South Sulawesi This regional development science and technology program (PIPK) aims to increase the production of ornamental corals through the application of an inventory system in the context of developing a Maritime Tourism Village on Karanrang Island, Pangkep, South Sulawesi. The strategic potential of coral reefs is the main focus to be developed through ornamental coral cultivation. This PIPK program was implemented by involving two small business groups, namely DEWIKAR UKM and Rezky Bahari UKM. The program also includes assistance in procuring coral seed sources, production techniques, and sustainable maintenance. The results of the Pre Test given to partners showed that previously only 9 out of 15 people (60%) had a general understanding of post-harvest maintenance of ornamental corals. Then after the mentoring process, it increased to 14 out of 15 people (93%), especially in terms of legality when obtaining broodstock from nature (F0) and the process of selecting quality broodstock according to export standards which subsequently became first generation (F1) pups. This PIPK program supports environmental conservation, sustainable economic growth, and the marine tourism industry.
Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas Di Daerah Wisata Sekotong Sabariah Sabariah; Suci Nirmala; Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1763

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada "Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas di Daerah Wisata Sekotong". Tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat di Kecamatan Sekotong, khususnya di Desa Taman Baru, untuk mencegah dan mengurangi penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang yang aktif dalam penggelondongan sebagai mitra langsung. Metode pelaksanaan program ini termasuk tahapan persiapan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, dan monitoring serta evaluasi, dengan menggunakan logbook sebagai alat bantu. Kader dilatih untuk melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan monitoring aktivitas penggelondongan. Focus Group Discussions (FGD) diadakan untuk mengumpulkan informasi dari pemangku kepentingan dan masyarakat tentang praktik pengelolaan merkuri dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perilaku masyarakat. Sebanyak 92,3% penggelondong secara konsisten mencuci tangan setelah aktivitas penambangan, dan 69,2% telah memasang pembatas di kolam penampungan limbah. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam penggunaan APD dan penanganan limbah yang aman. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan praktik penambangan yang lebih aman dan berkelanjutan di kalangan masyarakat. Rekomendasi untuk masa depan meliputi penguatan kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan untuk memperluas cakupan edukasi dan memastikan kepatuhan terhadap praktik yang lebih aman serta regulasi yang mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.  Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area This Community Service Activity focuses on "Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area." The primary goal is to enhance awareness and capabilities among the community in Sekotong Subdistrict, specifically in Taman Baru Village, to prevent and reduce the use of mercury in gold mining processes. The initiative involves approximately 30 active gold miners as direct partners. The implementation method includes preparatory stages, the execution of community service activities, and monitoring and evaluation, utilizing a logbook as a supportive tool. Community facilitators were trained to conduct socialization, education, and monitoring of mining activities. Focus Group Discussions (FGD) were held to gather information from stakeholders and the community about mercury management practices and the use of Personal Protective Equipment (PPE). Results from this activity indicate a significant improvement in community awareness and behavior. Approximately 92.3% of miners consistently washed their hands after mining activities, and 69.2% had installed barriers at waste containment ponds. However, there remains a need for improvement in PPE usage and safe waste handling. The conclusion from this activity is that educational and training interventions can enhance safer and more sustainable mining practices among the community. Future recommendations include strengthening cooperation between the government, community, and educational institutions to expand education coverage and ensure compliance with safer practices and regulations supporting sustainable environmental management.  
Strengthening Collaboration Instruments in Stunting Prevention as Implementing the Sustainable Development Goals in Malang Regency East Java Haryo Prasodjo; Najamuddin Khairur Rijal; Mohd. Agoes Aufiya; Hutri Agustino
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1764

Abstract

Sustainable Development Goals prepared by the United Nations in order to improve the welfare of people throughout the world. Of the seventeen priority programs, one of them is related to anti-poverty, anti-hunger targets and the availability of healthy and adequate sanitation. These three programs are often identified with the problem of stunting. In 2022, there will be at least 16 regencies/cities in East Java Province that will be priority areas for working on stunting and one of them is Malang Regency. Therefore, this community service aims to contribute to efforts to deal with stunting through strengthening collaboration between actors. This service partner is the Population Control and Family Planning Service the leading sector for handling stunting in Malang Regency. This community service method consists of four stages, starting from observation and documentation, followed by FGD and workshop activities, monitoring and evaluation and termination. The result of this community service is to contribute to strengthening collaboration instruments for stunting prevention in Malang Regency through the formation of cross-sectoral teams to empowering local communities  
Pelatihan Konseling Awal HIV/Aids Pada Kader Posyandu di Wilayah Lokus Stunting Renny Sinaga; Kandace Sianipar; Juliani Purba
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1773

Abstract

Infeksi HIV merupakan faktor yang  meningkatkan angka kematian pada ibu dan anak. Kemenkes RI (2021) menyebutkan dari 2.485.430 ibu hamil yang diperiksa HIV di Indonesia terdapat 4.466 (0,18 %) ibu hamil yang positip HIV. Propinsi Sumatera Utara berada di urutan kesembilan sebagai provinsi terbanyak ibu hamil yang positip HIV. Kader posyandu sebagai lini terdepan untuk mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi serta upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Ibu hamil dengan HIV sangat berisiko melahirkan bayi dengan stunting dan sering tidak menyadari akan hal tersebut, sehingga dibutuhkan konseling agar saat pemeriksaan ibu hamil memahami kebutuhan akan tes HIV untuk mencegah penularan HIV. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kader posyandu dalam melakukan konseling awal pada ibu hamil terkait HIV/Aids. Metode pengabdian adalah dengan penyuluhan dan pelatihan pada 25 orang Kader Posyandu di daerah lokus stunting kota Pematang Siantar yaitu Kelurahan Sitalasari kota Pematangsiantar, diawali dengan pre test untuk mengukur pengetahuan dan Keterampilan kader sebelum melakukan pelatihan. Penyuluhan untuk meningkatkan Pengetahuan tentang HIV dan AIDS. Melaksanakan pelatihan keterampilan konseling pada ibu hamil tentang HIV aids dan tes atas inisiasi petugas kesehatan. Post test setelah penyuluhan dan pelatihan. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman kader terhadap pelaksanaan HIV/Aids pada ibu hamil, sehingga kader dapat melakukan konseling awal HIV/AIDS kepada ibu hamil.  Initial HIV/AIDS Counseling Training at Posyandu Cadres in Stunting Locus Areas HIV infection is a factor that increases mortality rates in mothers and children. The Indonesian Ministry of Health (2021) stated that of the 2,485,430 pregnant women who were tested for HIV in Indonesia, there were 4,466 (0.18%) pregnant women who were HIV positive. North Sumatra province is in ninth place as the province with the most HIV-positive pregnant women. Posyandu cadres are the front line in bringing promotive and preventive efforts closer to the community, especially related to efforts to improve nutritional status and efforts to improve maternal and child health. Pregnant women with HIV are very at risk of giving birth to babies with stunting and are often unaware of this, so counseling is needed so that during examinations pregnant women understand the need for an HIV test to prevent HIV transmission. This service aims to increase posyandu cadres in providing initial counseling to pregnant women regarding HIV/AIDS. The service method is through counseling and training for 25 posyandu cadres in the stunting locus area of Pematang Siantar city, starting with a pre-test to measure th cadres' knowledge and skills before carrying out the training. outreach to increase knowledge about HIV and AIDS. carry out counseling skills training for pregnant women about HIV Aids and testing at the initiation of health workers. post-test after counseling and training. The result of this service is an increase in cadres' understanding of the implementation of HIV/AIDS in pregnant women so that cadres can carry out initial HIV/Aids counseling for pregnant women
Pemberdayaan Kelompok Remaja Melalui Edukasi dan Praktek Pengurusan Jenazah Di Desa Tolawawo Kec. Lalonggasumeeto Lilin Rosyanti; Indriono Hadi; Akhmad Akhmad; Dwiyanti Dwiyanti; Maman Indrayana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1778

Abstract

  Masa remaja didefinisikan sebagai masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, perlunya pemberdayaan remaja sebagai pendekatan untuk mendidik, menginspirasi, dan mengembangkan kapasitas diri,  untuk memaksimalkan perubahan dan dampak yang  bermanfaat bagi masyarakat.  Tujuannya ;  adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  peserta remaja mesjid dan masyarakat dewasa muda melalui pemberian  edukasi dan pelatihan pengurusan jenazah susuai protokol kesehatan. Metode yang digunakan:  Persuasif edukatif, dan praktek  dengan menggabungkan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Pelaksanaan dari tanggal 5 September-14 November, Jumlah peserta pelatihan 65 orang. Hasil : Pengetahuan, pre test, nilai kurang,  67,69%, nilai cukup, 18,46%, dan nilai baik, 13,85%.  Sedangkan post testnya  nilai kurang 1,54%, cukup 56.67 % dan nilai baik 56,92 %. Adapun nilai praktek/ketrampilan pre test nilai kurang, 67,69 %,  nilai cukup, 27,69 %,  dan nilai baik, 4,62 %, Sedangkan post testnya nilai kurang  10,77 %, cukup 36,92% dan nilai baik 52,31. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pada kegiatan pemberdayaan remaja dengan edukasi dan pelatihan jenazah Empowerment Of Adolescent Groups Through Education And Managing Corpses In Tolawwo Village, Kec. Lalonggasumeeto Adolescence is defined as a transitional period between childhood and adulthood, the need for youth empowerment as an approach to educate, inspire, and develop self-capacity, to maximize change and beneficial impact on society. objective; there is an increase in the knowledge and skills of youth participants in mosques and young adults through the provision of education and training in care corpses with health protocols. Method : Persuasive educative, and practice by combining lecture, question and answer and practice methods. Implementation from September 5 to November 14, The number of training participants is 65 people. results: Knowledge, pre test, less value, 67.69%, enough value, 18.46%, and good value, 13.85%. While the post test score is less than 1.54%, enough is 56.67% and good value is 56.92%. As for the practice/skills pre-test score, the value is less, 67.69%, the value is sufficient, 27.69%, and the value is good, 4.62%, while the post-test value is less, 10.77%, 36.92% is enough and the value is good 52,31. Conclusion: There was an increase in the participants' knowledge and skills in Adolescence empowerment activities with corpse education and training
Pembuatan Sarana Penunjuk Arah dan Papan Informasi Digital Berbasis Web pada Situs Sejarah Sumber Jeding Desa Junrejo-Kota Batu Yuliati Yuliati; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim; Adzam Rizqi Ramadhanii; Iqbal Maulana Razaq
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1782

Abstract

Situs Jeding merupakan salah satu situs sejarah yang berupa petirtaan. Situs ini terdapat di Kota Batu  Jawa Timur. Kondisinya tidak ideal, dimana tidak ada sama sekali papan penunjuk arah maupun papan informasi. Hal ini mengakibatkan penduduk sekitar abai dan tidak mengenal konteks kesejarahan di Situs Jeding serta kurang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini adalah Pemerintah Desa Junrejo sebagai stakeholder yang memiliki wewenang atas Sumber Jeding. Jumlah mitra yang terlibat terdapat lebih kurang 10 orang yang kesemuanya adalah perangkat Desa Junrejo. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan potensi pariwisata kesejarahan Situs Jeding dengan cara membuat papan penunjuk arah dan papan informasi situs. Terdapat dua metode yang digunakan dalam pengabdian ini, yakni metode partisipasi aktif dan metode sejarah. Hasil dari pengabdian ini adalah terdapatnya papan penunjuk arah di beberapa titik strategis dan adanya papan informasi sebagai wahana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung situs. Creation of Direction Signs and Information Boards Web-Based Digital at the Sumber Jeding Historical Site, Junrejo Village, Batu City Situs Jeding is one of the historical sites in the form of a bathing site. This site is located in Batu City - East Java. The condition is not ideal, as there are no direction signs or information boards at all. This has resulted in the local residents being negligent and unfamiliar with the historical context of the Jeding site, and it has also failed to attract tourists to visit. The partners involved in this service are the Junrejo Village Government as stakeholders who have authority over the Jeding Source. The number of partners involved is approximately 10 persons, all of whom are officials of Junrejo Village.The purpose of this dedication is to develop the potential of historical tourism at the Jeding site by creating direction signs and information boards for the site. There are two methods used in this dedication, namely the active participation method and the historical method. The result of this dedication is the presence of direction signs at several strategic points and the existence of information boards as educational facilities for the community and visitors.
Psikoedukasi Berbasis Kelompok dengan Berbantuan Teknologi Untuk Meningkatkan Pemahaman Gizi Seimbang Pada Orang Tua Sebagai Upaya Menurunkan Tingkat Stunting Di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Rahmatika Sari Amalia; Selly Candra Ayu; Ahmad Fahmi Karami; Shinta Huriyatul; M. Rizky Baskara; Rhafi Idhan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1786

Abstract

Stunting merupakan permasalahan hambatan tumbuh kembang anak yang saat ini menjadi fokus pemerintah Indonesia. Hal ini dikareunakan stunting dapat mengancam kualitas perkembangan individu. Salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian mengenai kejadian stunting di Kabupaten Malang, adalah di Desa Madiredo Kecamatan Pujon. Oleh karenanya perlu untuk melakukan pencegahan terjadinya prevalensi stunting dengan cara memberikan psikoedukasi kepada orangtua mengenai pentingnya pemberian gizi seimbang untuk anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi berbasis kelompok dengan menggunakan bantuan teknologi terhadap tingkat pemahaman gizi seimbang pada orangtua dengan anak terindikasi stunting. Manfaat dari Pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi tingkat stunting yang ada di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode Penganbdian menggunakan Participatory Action Research dengan jumlah 38 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur pemahaman gizi seimbang dengan reliabilitas 0.78. Sebelum diberikan perlakukan, partisipan diukur tingkat pemahamannya melalui pre-test. Kemudian partisipan diberikan perlakuan berupa psikoedukasi mengenai pentingnya pemahaman gizi seimbang pada anak secara berkelompok dengan beberapa metode yakni seminar, diskusi kelompok, pamphlet, dan vidio. Setelah perlakuan, partisipan diukur kembali tingkat pemahamannya. Hasil pengabdian dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi kelompok dengan menggunakan bantuan teknologi mampu meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada orangtua. Rata-rata pemahaman partisipan sebelum diberikan psikoedukasi adalah sebesar 5.868 dan setelah diberikan psikoedukasi rata-rata pemahaman meningkat sebesar 7.026. Berdasarkan hasil tersebut maka Kader Kesehatan setempat, diharapkan dapat memberikan penyuluhan mengenai gizi seimbang dengan bantuan tehnologi untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah anak tumbuh dengan stunting. Group-based Psychoeducation with the Help of Technology to Increase Understanding of Balanced Nutrition Among Parents as an Effort to Reduce Stunting Rates Stunting is a problem that hinders children's growth and development which is currently the focus of the Indonesian government. This is because stunting can threaten the quality of individual development. One of the areas that has become the center of attention regarding stunting incidents in Malang Regency is Madiredo Village, Pujon District. Therefore, it is necessary to prevent the prevalence of stunting by providing psychoeducation to parents regarding the importance of providing balanced nutrition for children. This community service aims to determine the effect of group-based psychoeducation using technological assistance on the level of understanding of balanced nutrition in parents whose children are diagnosed with stunting. The benefits of this community service are expected to reduce the prevalence of stunting levels in Madiredo Village, Pujon District, Malang Regency. The method of this community service used participatory action research with 38 participants. The measuring instrument used is a measuring instrument for understanding balanced nutrition with a reliability of 0.78. Before being given treatment, participants' level of understanding was measured through a pre-test. Then participants were given treatment in the form of psychoeducation regarding the importance of understanding balanced nutrition in children in groups using several methods, namely seminars, group discussions, pamphlets and videos. After treatment, participants' level of understanding was again measured. The  results of community service were analyzed using the paired sample t-test. The results of this community service show that group psychoeducation using technological assistance is able to increase parents' understanding of balanced nutrition. The average understanding of participants before being given psychoeducation was 5,868 and after being given psychoeducation the average understanding increased by 7,026. Based on these results then It is hoped that local health cadres can provide education about balanced nutrition with the help of technology to increase understanding of the importance of balanced nutrition in preventing children from growing up with stunting.
Peningkatan Kompetensi Guru Penyelenggara Pendidikan Inklusif Melalui Bimbingan Teknis Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus Istiarsyah Istiarsyah; Dadang Garnida; Kamarullah Kamarullah; Robiansyah Setiawan; Sabaruddin Sabaruddin; Yoga Budhi Santoso
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1794

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan jawaban atas kekhawatiran masyarakat global berkaitan lambatnya perkembangan pendidikan di negara-negara berkembang. Pada tahun 1990 UNESCO melalui sebuah konferensi yang diikuti negara-negara yang peduli terhadap pendidikan dan organisasi-organisasi pendidikan internasional mendeklarasikan semboyan Education for All. Gerakan ini berupaya untuk memberi kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan dan layanan pendidikan yang sama. Seiring berkembangnya pendidikan inklusif, guru-guru di sekolah reguler menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah guru tidak cukup memiliki kompetensi untuk membelajarkan peserta didik berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Pemerintah menghadirkan program pelatihan guru secara moda daring terbimbing melalui Learning Management System (LMS) dalam bentuk kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus yang merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang bertujuan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan guru pembimbing khusus sekaligus meningkatkan kompetensi guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan guru sekolah reguler yang melayani pendidikan bagi peserta didik yang beragam.