cover
Contact Name
Tika Hairani
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
+6287770346919
Journal Mail Official
beritabiologi@brin.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.18, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Berita Biologi
ISSN : 23378751     EISSN : 23378751     DOI : https://doi.org/10.55981/berita_biologi
Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration elsewhere. Covered topics are expected to introduce novel aspects or information.
Articles 126 Documents
HUBUNGAN KARAKTER PANJANG, POLA PERTUMBUHAN DAN KONDISI IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus Bleeker, 1849) DI DANAU BATUR, BALI Parawangsa, I Nyoman Y.; Tampubolon, Prawira Atmaja
Berita Biologi Vol 22 No 2 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1974

Abstract

Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan spesies asli Indonesia yang diintroduksi ke perairan Danau Batur. Informasi terkait ikan tawes di perairan Danau Batur belum ada sebelumnya, meski penelitian terhadap spesies ikan ini di ekosistem perairan lainnya sudah banyak dipublikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan hubungan karakter panjang, pola pertumbuhan dan kondisi ikan tawes di Danau Batur. Pengambilan contoh ikan dilakukan selama tiga kali selama periode bulan Oktober 2017–Juni 2018 dengan interval tiga bulan. Pengambilan contoh ikan dilakukan dengan jaring insang eksperimental. Total sampel ikan tawes yang berhasil tertangkap adalah 577 ekor. Kisaran ukuran panjang total, panjang cagak dan panjang baku ikan tawes di Danau Batur masing-masing adalah 50–178 mm, 45–158 mm dan 37–142 mm. Hubungan antar karakter panjang memiliki korelasi yang kuat dan ketiganya dapat digunakan untuk menduga bobot ikan tawes dengan presisi yang tinggi. Pola pertumbuhan ikan tawes di Danau Batur adalah allometrik positif. Ikan tawes di Danau Batur berada dalam kondisi yang baik dengan kisaran nilai faktor kondisi antara 0,78–1,80.
KEANEKARAGAMAN DAN STATUS KONSERVASI BURUNG YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA PANGKALPINANG, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Irwanto, Riko; Afriyansyah, Budi; Qomariah, Ismi Shanti; Junita, Junita; Fadhilah, Yulisty Soraya
Berita Biologi Vol 22 No 2 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1976

Abstract

Maraknya perdagangan satwa liar utamanya disebabkan oleh tingginya minat konsumen untuk mengoleksi dan memelihara satwa, khususnya jenis burung. Perdagangan burung diketahui tidak hanya memperjualbelikan jenis burung yang tidak dilindungi saja, melainkan terkadang juga jenis burung yang dilindungi. Banyaknya kasus perdagangan burung ilegal dapat berdampak pada kepunahan satwa jenis burung yang dilindungi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman jenis burung dan mengetahui status konservasi jenis burung yang diperjualbelikan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian dilakukan menggunakan metode pengamatan langsung dan wawancara dengan pemilik atau pekerja toko burung dan pasar burung untuk mendapatkan data jenis burung. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif, dan penentuan status konservasinya mengacu pada CITES, IUCN dan Peraturan Pemerintah Nomor 106 tahun 2018, serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1.357 ekor burung yang diamati, terdapat 65 jenis burung (22 famili, 6 ordo) yang diperdagangkan di Kota Pangkalpinang. Keenam ordo tersebut adalah Psittaciformes (4 spesies), Passeriformes (39 spesies), Strigiformes (1 spesies), Columbiformes (9 spesies), Anseriformes (3 spesies), dan Galliformes (9 spesies). Empat jenis burung yang termasuk dalam kategori ‘terancam’ (Endangered) adalah Chloropsis sonnerati (cica-daun besar), C. cochinchinensis (cica-daun sayap-biru), Lonchura oryzivora (gelatik jawa) dan Alophoixus bres (empuloh janggut). Sedangkan tiga spesies yang termasuk dalam Apendiks II yaitu Tyto alba (serak jawa), Agapornis fischer (love bird/burung cinta) dan L. oryzivora (gelatik jawa). Data jenis dan jumlah burung yang diperjualbelikan di Kota Pangkalpinang diharapkan dapat menjadi informasi awal dalam upaya mengatur perdagangan burung dan menjaga keberlangsungan hidup satwa tersebut pada habitat aslinya.
EFEK PROTEKTIF EKSTRAK SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) TERHADAP HISTOPATOLOGI ORGAN PERNAPASAN TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Nurrohiim, Annisaa’; Setiawan, Haris; Wardani, Diah Kartika; Nurazizah, Intan Faya; Azali, Aulia Syafadilla
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.2063

Abstract

Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas yang menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Songgolangit (Tridax procumbens L.) merupakan salah satu tanaman potensial yang kaya antioksidan dan dapat menangkal radikal bebas seperti paparan asap rokok. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi songgolangit untuk melindungi saluran pernapasan Tikus Wistar yang terpapar asap rokok. Penelitian menggunakan 25 ekor Tikus Wistar jantan, dengan 5 perlakuan yang terdiri dari K (pemberian akuades), KN (pemaparan asap rokok), P1 (pemaparan asap asap rokok dan pemberian ekstrak 100 mg/kg BB), P2 (pemaparan asap asap rokok dan pemberian ekstrak 200 mg/kg BB), dan P3 (pemaparan asap asap rokok dan pemberian ekstrak 300 mg/kg BB). Pemberian ekstrak dilakukan pada hari ke 1-21, sedangkan pemaparan asap rokok diberikan pada hari ke 8-21. Pada hari ke 22, tikus dieutanasi dan dibedah untuk diambil paru-paru dan trakeanya. Organ dipreparasi menggunakan metode parafin dan pewarnaan hematoksilin-eosin. Parameter pengamatan terdiri dari rasio organ paru-paru, luar inflamasi, jumlah sel edema, diameter paru-paru, tebal epitel trakea dan diameter trakea. Seluruh parameter data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Duncan (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbaikan paling signifikan pada rasio paru-paru, diameter alveolus, jumlah sel edema dan tebal epitel trakea terdapat pada dosis 300 mg/Kg BB (p<0,05), namun tidak ada perbedaan secara signifikan pada luas inflamasi dan diameter lumen trakea (p>0,05). Kesimpulan menunjukan bahwa pemberian dosis 300 mg/kg BB ekstrak songgolangit dapat melindungi struktur saluran pernapasan Tikus Wistar yang dipapar asap rokok.  
PSIKOBIOTIK KOMBUCHA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M Perry) SEBAGAI ALTERNATIF HERBAL ANTIDEPRESAN Sanggor, Jeanette; Kolompoy, Erika; Taroreh, Julio; Saranga, Rafael; Tangapo, Agustina Monalisa
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan depresi terjadi akibat keseimbangan neurotransmiter (norepinefrin, dopamin dan serotonin) terganggu seperti kurangnya kadar serotonin yang menjadi salah satu faktor penting terjadinya gangguan depresi. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh dan gula dengan simbiosis bakteri dan yeast. Daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry) memiliki kandungan minyak atsiri mencapai 2-3%, dengan kadar eugenol antara 80-85%. Eugenol pada cengkeh sendiri dapat memperbaiki kadar neurotransmiter pada otak dengan menghambat monoamin-oksidase. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik psikobiotik kombucha cengkeh dan potensinya sebagai herbal antidepresan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis karakteristik kimia dan mikrobiologi kombucha, uji organoleptik, analisis metabolomik dan uji aktivitas antidepresan. Berdasarkan hasil penelitian, minuman herbal kombucha cengkeh memiliki potensi psikobiotik sebagai inovasi pengembangan alternatif herbal antidepresan. Berdasarkan analisis karakteristik kimia dan mikrobiologi serta organoleptik, variasi kombucha cengkeh yang direkomendasikan ialah pada varian gula 20% dan lama fermentasi 14 hari. Hasil uji aktivitas antidepresan menunjukkan kombucha cengkeh memiliki potensi antidepresan karena adanya penurunan waktu imobilitas pada tikus.  
ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN POTENSI ENZIMATIS BAKTERI ASAL TANAH SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SEBAGAI KANDIDAT AGEN BIODEKOMPOSER Swandi, Monica Kharisma; Ropalia; Anggraeni
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.2285

Abstract

Bakteri sebagai organisme dekomposer memiliki kemampuan mendegradasi bahan-bahan organik untuk kerberlangsungan siklus biogeokimia di alam. Berbagai bakteri pendegradasi telah dilaporkan berhasil diisolasi dari berbagai sampel, namun masih terbatas pada potensi enzimatis tertentu sehingga proses dekomposisi tidak optimal. Oleh karena itu, pentingnya penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengisolasi, mengkarakterisasi dan mengidentifikasi isolat bakteri penghasil enzim ekstraseluler (selulase, amilase, protease, lipase), dan menganalisis potensi isolat bakteri enzimatis sebagai agen biodekomposer. Tahapan penelitian dimulai dari pengambilan sampel dan isolasi bakteri. Isolat yang diperoleh diuji potensinya sebagai biodekomposer melalui uji aktivitas enzim secara kualitatif, meliputi selulase, amilase, protease, dan lipase. Selanjutnya dilakukan penapisan isolat berdasarkan uji hemolisis. Isolat terpilih kemudian dilakukan penentuan kurva tumbuh, dikarakterisasi dan diidentifikasi. Sebanyak 22 isolat bakteri berhasil diisolasi dari TPA Parit Enam Kota Pangkalpinang. Hasil penapisan menunjukkan sebanyak 8 isolat memiliki kemampuan keempat aktivitas enzim sekaligus, dan dari 8 isolat hanya 4 isolat yang tergolong tidak patogen yaitu isolat BS 2.1, BS 2.2, BS 3.3, dan BS 3.7. Keempat isolat tersebut dapat diproduksi pada fase perbanyakan dalam rentang jam ke-4 hingga ke-18. Berdasarkan karakterisasi morfologi koloni, morfologi sel dan biokimia, isolat BS 2.1, BS 2.2, BS 3.3, dan BS 3.7 dapat diduga sebagai Pseudomonas, Streptococcus, Lactobacillus, dan Bacillus.
INDUKSI POLIPLOIDI TANAMAN TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN KOLKISIN Fransiska; Husni, Ali; Indrayanti, Reni
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.2513

Abstract

Tanaman telang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak karena kandungan nutrisinya. Produktivitas tanaman telang dapat ditingkatkan dengan menginduksi tanaman poliploidi dengan kolkisin. Tanaman poliploidi mempunyai ukuran fenotipik yang besar daripada diploidnya yang berpengaruh terhadap produktivitas tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis telang dan lama perendaman kolkisin terhadap kecambah, karakter fenotipik dan tingkat ploidi tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BSIP Biogen). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan  duafaktor yaitu jenis telang (putih dan biru) dan lama perendaman kolkisin (0, 24, dan 48 jam. Data dianalisis secara statistik dengan ANAVA pada taraf nyata 5%. Telang biru dengan perendaman kolkisin selama 24 jam menghasilkan panjang daun, panjang stomata dan jumlah kloroplas tertinggi. Telang putih yang diberikan perlakuan perendaman kolkisin selama 24 jam menghasilkan tinggi kecambah dan lebar kotiledon yang paling tinggi dan perendaman kolkisin selama 48 jam menghasilkan karakter lebar daun, panjang dan lebar mahkota bunga terbesar. Telang biru dan putih dengan perlakuan perendaman kolkisin selama 24 dan 48 jam menghasilkan tanaman miksoploid (diploid dan tetraploid).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SECANG ( Caesalpinia sappan L.) TERHADAP BAKTERI Edwardsiella tarda DAN Edwardsiella ictaluri PATOGEN BUDIDAYA PERIKANAN Sazali, Ahmad; Adriadi, Ade; Yusuf, Ashif Irvan; Maritsa, Hasna Ul; Siringo-ringo, Annisa Juliana; Kise, Hanny Faatihah
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.2606

Abstract

The disease caused by pathogenic bacteria is one of the main problems in aquaculture in the Jambi Province. One of the diseases that occurs in cultivated catfish is due to infection by bacteria Edwardsiella tarda and Edwardsiella ictaluri, which cause Edwardsiellosis with a mortality rate above 50%. The antibacterial properties of the sappanwood extract (Caesalpinia sappan, L.) can be used to overcome problems in aquaculture, while reducing the use of antibiotics that can have negative impacts. This research aims to explore the antibacterial potential of sappanwood extract (Caesalpinia sappan, L.), a local plant believed to possess strong antimicrobial activity. The study began with isolating bacteria from catfish that showing symptoms of the disease, identifying the test bacteria, followed by extracting sappanwood using 96% ethanol solvent. Subsequently, the antibacterial activity was tested using the disc diffusion method with extract concentrations of 1%, 5%, and 10%. The research results indicate that sappanwood extract at a concentration of 5% has a very strong ability to inhibit the growth of E. tarda and E. ictaluri bacteria. The inhibition zones produced show significant antibacterial activity equivalent to the antibiotic ciprofloxacin used as a positive control.
POSISI FILOGENETIK IKAN KOTES (Channa gachua (Hamilton, 1822)) DAN IKAN KUTUK (Channa striata (Bloch, 1793)) DARI JAWA TIMUR BERDASARKAN URUTAN DNA MITOKONDRIA CYTOCHROME C OXIDASE SUBUNIT I Kusuma, Wahyu Endra; Widyawati, Yuni; Dailami, Muhammad; Kholil, Kiki Nur Azzam; Paricahya, Akhsan Fikrillah; Sufaichusan, Ifa; Wiadnya, Dewa Gede Raka
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.2733

Abstract

Ikan kotes (Channa gachua) dan ikan kutuk (Channa striata) adalah spesies dari famili Channidae yang tersebar secara alami di perairan Indonesia. Kedua spesies tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena beberapa alasan, yaitu sebagai sumber protein bagi masyarakat setempat, memiliki kandungan albumin yang penting bagi kesehatan manusia, serta belakangan ini menjadi populer sebagai ikan hias. Penelitian ilmiah dasar seperti studi filogenetik penting untuk dilakukan guna mendukung upaya domestikasi maupun konservasi. Di penelitian ini, kami melakukan koleksi spesimen C. gachua dan C. striata dari beberapa lokasi berbeda di Jawa Timur untuk menjelaskan posisi filogenetiknya di antara spesies lain dari genus Channa. DNA mitokondria gen sitokrom c oksidase subunit I (COI) dari satu perwakilan individu untuk setiap lokasi telah diurutkan dengan metode sequencing. Dalam melakukan analisis filogenetik, sekuens DNA untuk banyak spesies dari genus Channa diperoleh dari penelitian sebelumnya. Pohon filogenetik maximum likelihood menunjukkan bahwa individu C. striata dari Jawa Timur mengelompok bersama dan membentuk clade dengan nilai bootstrap yang sangat tinggi (100%). Sebaliknya, C. gachua dari Jawa Timur berkerabat jauh dengan C. gachua dari Jawa Barat dan Kanchanaburi, Thailand, dengan divergensi genetik yang tinggi dengan jarak genetik > 2%. Hasil ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa C. gachua merupakan spesies kriptik yang terdiri dari dua spesies atau lebih. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, misalnya mengenai keragaman genetik, struktur populasi, dimana data dapat digunakan untuk merancang manajemen konservasi atau program pemuliaan yang efektif untuk kedua spesies tersebut.
TRADISI PERAWATAN KECANTIKAN MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN: ETNOBOTANI KOSMETIK HERBAL Yudiyanto, Yudiyanto; Narsan, Vifty Octanarlia; Hendriyani, Mila Ermila
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.2740

Abstract

Tradisi masyarakat lokal Lampung Pepadun dalam perawatan kecantikan menggunakan bahan alami memberikan informasi penting akan berbagai tumbuhan berkhasiat kosmetika. Tulisan ini mengangkat kebiasaan masyarakat lokal Lampung Pepadun dalam memanfaatkan berbagai tumbuhan untuk perawatan tubuh dan kecantikan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui wawancara dan observasi lapangan. Lokasi penelitian di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat berbagai tradisi masyarakat lokal Lampung Pepadun dalam perawatan kecantikan menggunakan berbagai jenis tumbuhan. Ditemukan sebanyak 32 spesies tumbuhan dari 18 familia yang digunakan.  Bagian tumbuhan yang banyak digunakan yaitu daun (40%), buah dan biji (28%), umbi/akar (15%), batang (9%) dan bunga (5%). Pemanfaatan tumbuhan dan bahan alam dalam praktik perawatan tubuh dan kecantikan diramu secara sederhana menggunakan perlengkapan yang ada dan mengikuti tuntunan yang diwariskan dari tetua adat dan leluhur.  Saat ini praktik tersebut tidak berhubungan langsung dengan tradisi adat Lampung Pepadun. Tradisi kecantikan ini dijalankan oleh sebagian masyarakat lokal karena alasan nilai manfaat yang dirasakan, bahan alami yang mudah didapat, praktis membuatnya, murah serta untuk merawat pengetahuan yang diperoleh secara turun temurun. Konservasi tumbuhan kosmetik herbal ini ditandai dengan masih tersedianya berbagai spesies tumbuhan untuk tradisi kecantikan ini baik di pekarangan rumah, kebun, dan pasar tradisional setempat.
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (PAPILIONOIDEA) DI GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN [The Diversity of Butterflies (Papilionoidea) at Nglanggeran Ancient Volcano] Aprilianti, Atilla Nur Melania; Aptari, Zahra; Zabily, Rio; Rahmawati, Yunita Fera
Berita Biologi Vol 22 No 3 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.2974

Abstract

The presence of butterflies can be found in several types of habitats and can be used as an indicator of environmental conditions. Geologically, the Nglanggeran Ancient Volcano is unique and has high scientific value. It is necessary to update the butterfly diversity data to determine the diversity of butterflies at Nglanggeran Ancient Volcano. The purpose of this study was to determine the diversity, richness, evenness, and dominance of butterfly species at Nglanggeran Ancient Volcano. The exploration method was carried out to obtain data for three repetitions. There were 51 butterfly species with a total of 584 individuals, consisting of Nymphalidae (54.55%), Papilionidae (21.82%), Pieridae (20.00%) and Lycaenidae (3.64%). The index value of butterfly species diversity at Nglanggeran Ancient Volcano (2.97) was medium. The species evenness index (0.83) indicated that the species was relatively stable and evenly distributed. The richness of butterfly species was high, i.e. 6.70, suggesting that the current habitat was suitable for the life of the butterflies. The dominance index value was low, i.e. 0.12, indicating that there was no domination of certain species. The abundant species were Eurema sp. (23.12%), Ideopsis juventa (7.02%), and Catopsilia pomona (6.85%).

Page 5 of 13 | Total Record : 126