cover
Contact Name
Yogi Bagus Adhimas
Contact Email
yogiadhimas@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yogiadhimas@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ABISATYA: Journal of Community Engagement
ISSN : 30478596     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/abisatya.v3i1
ABISATYA: Journal of Community Engagement focuses on the dissemination of outcomes from community service activities that embody the application of academic knowledge, technology, arts, and innovation to empower society. The journal welcomes manuscripts that highlight sustainable practices, empowerment models, and the implementation of solutions addressing real-life challenges faced by communities. The journal covers a wide range of disciplines related to community development and social empowerment, including but not limited to: Education and Literacy Development Science and Technology Application for Society Appropriate Innovation and Entrepreneurship Social and Humanities Empowerment Language, Arts, and Cultural Preservation Communication and Media for Social Change Socioeconomic and Cooperative Development Sports, Health, and Well-being Empowerment of Persons with Disabilities ABISATYA encourages the submission of manuscripts that demonstrate collaboration between universities, local governments, industries, and communities. The journal particularly values articles that emphasize participatory approaches, capacity building, knowledge transfer, and sustainable community impact aligned with national development goals and the spirit of Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
Pelatihan Kepenulisan Geguritan sebagai Tindakan Preventif Pelestarian Alam Siswa Kelas IX SMPN 40 Surabaya Ratnasari, Nadila; Wicaksono, Muh. Teguh; Andriyanto, Octo Dendy
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.32605

Abstract

Pelatihan pembuatan geguritan di SMPN 40 Surabaya merupakan upaya untuk mengembangkan kreatifitas siswa dalam bidang karya sastra dan wujud tindak preventif pelestarian alam. SMPN 40 Surabaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah Adiwiyata berwawasan Lingkungan Hidup di Surabaya. Hal tersebut juga sejalan dengan visi & misi Universitas Negeri Surabaya mengenai lingkungan hidup yang berkelanjutan, hal tersebut tentunya membuka peluang lebar bagi mahasiswa PPG Prajabatan yang nantinya akan menjadi guru profesional, dengan kepelatihan penulisan ini, guru, siswa dan para pembaca dapat desiminasi atau mengimbaskan hal yang dapat melestarikan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatif, mengajak siswa aktif dalam proses kegiatan. Pertemuan dengan siswa dilakukan sebanyak 2 kali. Pertemuan pertama adalah pemberian materi mengenai teori dan tata cara penulisan geguritan serta pengarahan terkait tenggat waktu linimasa proses kegiatan berlangsung. Pada pertemuan pertama guru mata pelajaran Bahasa Jawa serta wali kelas kelas IX berperan aktif dalam mengkodisikan ruang kelas. Pertemuan kedua dilakukan bimbingan intensif kepada penulis dengan karya terpilih agar dapat dilakukan penyuntingan karya dengan harapan karya dapat menjadi lebih baik. Diberikannya umpan balik kepada siswa membantu siswa untuk dapat menyadari kekurangan sekaligus potensi yang siswa miliki sehingga mengembangkan kemampuan menulis geguritan dengan lebih baik lagi. Pentingnya pelatihan penulisan ini sangatlah besar karena menargetkan generasi muda yang sedang dalam masa pembentukan karakter. Harapannya, melalui pelatihan ini, siswa-siswi SMPN 40 Surabaya dapat menjadi agen pelestarian budaya Jawa. SMPN 40 Surabaya turut aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung, dengan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan seperti ruang kelas, dan perpustakaan. Dukungan ini menjadi pijakan penting untuk kesuksesan pelatihan penulisan geguritan, yang merupakan bagian dari upaya pelestarian karya sastra Bahasa Jawa, dan bentuk tindak preventif pelestarian alam.
PENINGKATAN KOMPETENSI AKTIVITAS FISIK PENYANDANG DISABILITAS RUNGU KABUPATEN TUBAN MELALUI PELATIHAN INCALCY-DETY Ashadi, Kunjung; Setijono, Hari; Ainin, Ima Kurrotun; Sifaq, Aghus; Wiriawan, Oce; Wibowo, Sapto; Wijono, Wijono; Utami, Tri Setyo; Jatmiko, Tutur
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.32672

Abstract

Terbatasnya kegiatan edukasi tentang pentingnya aktivitas fisik membuat para penyandang disabilitas rungu di Kabupaten Tuban belum memiliki pemahaman yang cukup untuk meningkatkan kompetensi fisik melalui kegiatan olahraga dalam rangka mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Masalah tersebut dikarenakan terbatasnya pihak yang memberikan perhatian tentang pola hidup sehat bagi para penyandang disabilitas, baik pemerintah, organisasi, masyarakat, atau pihak keluarga mereka. Hal tersebut menimbulkan dampak yang cukup besar pada kualitas hidup, motivasi, kesehatan, dan kesadaran terhadap pentingnya aktivitas fisik bagi penyandang disabilitas. Kegiatan pelatihan INCALCY-DETY ini diikuti oleh 36 orang yang terdiri dari guru sekolah luar biasa, guru olahraga sekolah inklusif, dan perwakilan NPCI (National Paralympic Comittee of Indonesia) Kabupaten Tuban. Metode yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu berupa penyampaian materi INCALCY-DETY secara lisan serta kegiatan praktek rangkaian gerakan latihan secara langsung. Bahan yang digunakan pada kegiatan ini merupakan materi berbentuk powerpoint untuk sesi penyampaian materi serta video tutorial yang dapat membantu para penyandang disabilitas untuk melakukan olahraga secara mandiri. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan, para peserta menyatakan jika mereka merasa senang serta mendapatkan ilmu dari materi tersebut sehingga memotivasi mereka untuk melakukan kegiatan olahraga dengan lebih baik lagi.
Food Safety Education for food handlers in School Canteen of SMP 1 Magetan Ruhana, Amalia
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.33710

Abstract

Kantin sekolah merupakan tempat di sekolah di mana segenap warga sekolah dapat membeli pangan jajanan, baik berupa pangan siap saji maupun pangan olahan. SMP Negeri 1 Magetan, merupakan salah satu sekolah unggulan yang ada di Kabupaten Magetan, namun selama ini belum pernah ada edukasi mengenai Keamanan Pangan untuk pengelola kantin SMP Negeri 1 Magetan. Metode pengabdian dengan memberikan edukasi keamanan pangan pada pengelola kantin. Hasil dari kegiatan ini menunjukan berdasarkan hasil pretest dan post tes yang diberikan kepada pengelola kantin sebelum dan setelah kegiatan, menunjukkan seluruh peserta kegiatan (100%) pengabdian kepada masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan mengenai keamanan pangan dengan peningkatan skor rata-rata dari 57 menjadi 87. Kemudian dari hasil survey kegiatan dapat diketahui sebanyak 90% peserta menyatakan sangat setuju untuk menjalin kerjasama kembali dengan Unesa, sebanyak 90% menyatakan sangat setuju bahwa peserta mendapatkan manfaat dari kerjasama dengan unesa, sebanyak 60% menyatakan sangat setuju bahwa kerjasama yang dilakukan antara SMP 1 Magetan dengan Unesa telah sesuai dengan harapan peserta, sebanyak 70% peserta menyatakan sangat setuju bahwa pendampingan yang dilakukan telah memenuhi kebutuhan peserta
A Digitalisasi Marketing Guna Meningkatkan Pemahaman Marketing Masyarakat Desa Mundu, Kabupaten Klaten Sari, Rosa Ambar; Setiawan, Novaldi Alfarizy; Juliati, Selina Nova; Perwithosuci, Winny
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.33916

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang terletak di garis katulistiwa, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Kekayaan ini tidak hanya meliputi kekayaan biotik tetapi juga abiotik. Kekayaan alam itu dapat menjadi sumber ekonomi yang sangat menguntungkan. Desa Mundu merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki sumberdaya alam yang melimpah seperti, durian dan susu perah menjadi daya tarik tersendiri untuk berkunjung di desa tersebut. Oleh karena itu, sekarang ini banyak olahan produk dari kedua komoditas tersebut yang memiliki nilai jual. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan olahan produk durian dan susu perah. Di samping hal itu, kelompok UMKM Desa Mundu belum memahami bagaimana cara untuk mempromosikan dan menjual produk secara online atau sering disebut digital marketing. Padahal digital marketing saat ini adalah sarana yang lebih efektif dan efisien untuk promosi, penjualan, dan meningkatkan omset dari olahan produk itu sendiri. Tim Pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Prodi Ekonomi Pembangunan dan Pemerintah Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten melakukan kegiatan sosialisasi dan praktik digital marketing untuk meningkatkan pemahaman kelompok UMKM Desa Mundu akan media sosial apa saja yang bisa digunakan untuk promosi dan penjualan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dalam bentuk ceramah dan praktik. Hasil dari pengabdian ini adalah kelompok UMKM bisa memahami cara untuk promosi dan melakukan penjualan di media sosial hal ini dibuktikan dengan kelompok UMKM Desa Mundu yang mampu membuat Instagram Bisnis yang akan menjadi wadah untuk promosi dan penjualan produknya.
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Bahasa Mandarin Arista, Cicik; Subandi, Subandi; Mintowati, Mintowati; Qorie, Tiffany; Birri, Iffa Mar'atus Shohibbul
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.35211

Abstract

Perangkat permbelajaran merupakan perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu penting bagi guru untuk menyusun perangkat pembelajaran sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Baru-baru ini perangkat pembelajaran terdapat perubahan karena adanya kurikulum merdeka, jadi perlu diadakan kegiatan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran berorientasi kurikulum merdeka belajar bagi guru bahasa Mandarin tingkat SLTA di Surabaya dan sekitarnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini penting dilaksanakan agar proses pembelajaran bahasa Mandarin dapat berlangsung lebih baik. PKM ini menggunakan 3 metode yaitu workshop, pendampingan, dan projek. dimulai dengan sosialisasi dan pemberian materi kepada guru tentang bagaimana langkah-langkah menyusun perangkat pembelajaran berorientasi kurikulum merdeka, lalu dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan instrumen dan terakhir pemberian tugas kepada guru untuk membuat modul ajar dan asesmen. Hasil kegiatan ini menunjukkan peserta memberikan umpan balik bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi mereka, dapat memberikan motivasi mereka untuk terus berinovasi dan perbaikan dalam membuat perangkat pembelajaran khususnya modul ajar dan asesmen untuk mata pelajaran bahasa Mandarin. Selain itu, peserta juga telah mengumpulkan modul ajar dan asesmen yang telah mereka kerjakan saat workshop, jadi, kegiatan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran ini perlu dilakukan untuk membantu para guru menyusun perangkat pembelajaran berorientasi kurikulum merdeka, karena masih banyak guru yang masih awam terhadap kurikulum merdeka.
Training MGMP German Teachers in Surabaya on AI-Assisted Cultural Poster Design Titaley, Audrey Gabriella; Ruci, Wening; Catya, Kanya; Adelia, Silvy
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.35217

Abstract

This community service program aims to address the need for integrating local cultural elements into German language education for high school teachers in Surabaya and its surrounding areas. The focus of this initiative is to help German teachers incorporate East Javanese culture into their lessons using modern technology, particularly through AI-assisted poster design. The importance of this topic stems from the need to preserve local cultural heritage while enhancing language learning, fostering a deeper connection between students’ cultural identity and their foreign language education. The program was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation phase involved compiling accessible learning materials and ensuring all necessary resources were ready for the training sessions. The implementation phase provided hands-on workshops that introduced teachers to AI design tools such as Canva, Fotor, Piktochart, and ChatGPT, alongside instruction on poster design principles, including layout, typography, and bilingual content creation. In the evaluation phase, participants received feedback on their projects and refined their posters, integrating both German language elements and East Javanese cultural themes. The results demonstrated high participant engagement and successful skill development in using AI tools to create culturally relevant educational materials. Teachers produced bilingual cultural posters that effectively combined language instruction with local heritage promotion. This initiative not only enhanced teachers’ technological competencies but also strengthened their ability to integrate cultural content into their lessons, ensuring the preservation and appreciation of East Javanese culture in the context of German language education.
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah sebagai Upaya Meningkatkan SDM Guru SMK Negeri 1 Bojonegoro Rusimamto, Puput Wanarti; Rijanto, Tri; Wrahatnolo, Tri
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.35368

Abstract

Kegiatan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di SMK Negeri 1 Bojonegoro, khususnya para guru. Latar belakang mencakup kondisi pendidikan, perkembangan kurikulum, dan tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi. Guru-guru di SMK Negeri 1 Bojonegoro mungkin memiliki keterbatasan dalam penulisan karya ilmiah, sehingga kurang mampu menyumbangkan pemikiran dan inovasi dalam ranah akademis. Kurangnya karya ilmiah dari guru-guru dapat menjadi kendala dalam meningkatkan profil sekolah, serta kurangnya dukungan dalam meraih prestasi dan pengakuan di tingkat lokal atau nasional. Tujuan dilakukan pelatihan ini adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan karya ilmiah. Tujuan utama adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah agar dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri 1 Bojonegoro. 2) Mendorong Keterlibatan Guru dalam Kegiatan Penelitian: Memberikan dorongan agar guru-guru aktif terlibat dalam kegiatan penelitian yang dapat mendukung pengembangan kurikulum dan pembelajaran di sekolah. Manfaat dari pelatihan ini adalah: 1) Peningkatan kualitas pembelajaran. Guru yang terampil dalam penulisan karya ilmiah dapat membawa ide-ide inovatif ke dalam kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran. 2) Peningkatan profil sekolah. Karya ilmiah yang dihasilkan dapat menjadi bukti kontribusi positif sekolah pada pengembangan pendidikan, meningkatkan citra dan profil sekolah. 3) Peningkatan kredibilitas guru. Guru yang mampu menulis karya ilmiah akan mendapatkan pengakuan dan kredibilitas yang lebih tinggi dari masyarakat pendidikan dan industri.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN DESKRIPSI ETNOGRAFIKA DI MUSEUM SRI BADUGA JAWA BARAT Aras, Taufik Setyadi; Sukmani, Khoirun Nisa Aulia; Sya'ban, Feni Khairunnisa
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.35595

Abstract

Museum saat ini menjadi lembaga yang keberadaanya penting bagi pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Indonesia. Museum Sri Baduga merupakan museum negeri provinsi Jawa Barat yang berlokasi Kota Bandung. Sri Baduga memamerkan lebih dari 5000 koleksi, yang diklasifikasikan menjadi beberapa jenis koleksi, yaitu geologika, biologika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filologika, dan etnografika. Sayangnya, sebagian besar koleksi khususnya etnografika masih disimpan di ruang penyimpanan dan belum dapat dipamerkan. Hal ini menjadi kekhawatiran akan kelestarian koleksi tersebut di masa depan apabila tidak segera dideskripsikan. Pengelolaan koleksi tentu tidak hanya sebatas memberi deskripsi koleksi saja, namun merupakan serangkaian kegiatan mulai dari pengadaan koleksi, registrasi dan inventarisasi, perawatan, penelitian, penulisan deskripsi, hingga koleksi tersebut disajikan di ruang pamer. Oleh karena itu, tim PKM Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung melaksanakan pengabdian dengan tema pelatihan dan pendampingan penulisan deskripsi koleksi etnografika di Museum Sri Baduga Kota Bandung dengan tujuan adanya peningkatan pengetahuan pada staf museum khususnya bagian koleksi dalam mendeskripsikan koleksi etnografika. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini sebanyak 9 koleksi etnografika berhasil dideskripsikan, yaitu Tanggungan Oncom, Kembu, Dondang/Jodang, Kukuyaan, Kujang, Keris, Tetenong, Kain Panjang Garutan, dan Sééng Tembaga (Dandang Tembaga). Selain menuliskan deskripsi, peserta pelatihan juga melakukan inventarisasi dan dokumentasi ulang sesuai kondisi koleksinya saat ini. Hasil dari inventarisasi, dokumentasi, dan penulisan deskripsi dari sisi bahasa (pemakaian EYD) sudah baik, namun kedalamannya masih kurang karena memang diperlukan riset/penelitian lebih lanjut pada koleksi-koleksi yang akan dideskripsikan tersebut.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LUMIO BAGI GURU SEJARAH JAWA TIMUR Mastuti, Sri; Suprijono, Agus; Liana, Corry; Riyadi, Riyadi; Alrianingrum, Septina; Listyaputri, Dinar Rizky; Fajriyah, Izzatul
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.35786

Abstract

Keberadaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru.Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, seorang guru harus memahami dan memiliki kemampuan Pengetahuan Pedagogi Konten Teknologi (TPCK) di dalam dirinya. Berkaitan dengan Pengetahuan Konten Pedagogis (PCK), yang terdiri dari pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogis yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru, pemerintah Republik Indonesia sebenarnya telah mengatur hal tersebut melalui Peraturan Pemerintah Nomor.74 tahun 2008. Pada rumusan Peraturan Pemerintah tersebut, salah satunya adalah bahwa seorang guru harus menguasai dan menggunakan teknologi dalam pembelajarannya. Kompetensi tersebut ditingkatkan melalui Kurikulum Merdeka yang telah mewajibkan penggunaan sumber-sumber belajar digital dalam pembelajaran yang disusun oleh para guru. Berdasarkan hal tersebut, sudahkah para guru menggunakan aplikasi digital dalam pembelajarannya? Oleh karena sangat pentingnyaa, penguatan literasi digital dalam hal pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran sejarah, maka pelatihan penggunaan ekosistem Lumio untuk mengembangkan inovasi pembelajaran sejarah bermanfaat secara signifikan meningkatkan ketrampilan guru dalam penggunaan tehnologi digital.Habituasi guru dalam penggunaan tehnologi cukup tinggi yaitu 85,4, tetapi dalam hal  penggunaan aplikasi pembelajaran terintegrasi hampir tidak ada. Karena itu untuk lebih menguatkan literasi digital guru sejarah maka dilakukan pelatihan pemanfaatan aplikasi Lumio untuk pembelajaran sejarah. Pelatihan dirancang dengan menggunakan model hybrid (in-house/off-site training dan online/virtual training), yang terdiri dari dua sesi pertemuan dan satu sesi penugasan. Sesi pertama dilakukan tes diagnostic ekosistem digital untuk mengetahui seberapa jauh literasi digital guru. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi pemahaman konsep dan materi ekosistem digital. Pertemuan kedua diisi dengan perancangan penyusunan inovasi perangkat pembelajaran digital. Dan sesi ketiga berupa kegiatan penugasan yang dilaksanakandibawah bimbingan, dengan hasil akhir berupa inovasi perangkat pembelajaran digital yang terintegrasi dengan platform Lumio. Hasil pelatihan menunjukkan, para guru sejarah berhasil menyusun perangkat pembelajaran digital yang inovatif secara mandiri. Para guru mencapai keberhasilan dalam membuat desain kelas dan pembelajaran sejarah di aplikasi Lumio dengan cara mengisi perpustakaan Lumio dengan bahan ajar, materi ajar, dan asesmen. Dengan demikian para guru sejarah berhasil memanfaatkan aplikasi Lumio untuk pembelajaran sejarah.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS HASIL PANEN MELALUI PEMBUATAN BIBIT BAWANG POLIPLOID DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA PETANI BAWANG MERAH NGANJUK JATIM Isnawati, Isnawati; Muhaimin, Fitriari Izzatunnisa; Fudhaili, Ahmad
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.36040

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Nganjuk dengan rata-rata panen yaitu 5,6 ton/ha. Hasil ini belum mencapai hasil panen ideal yang dapat mencapai 22 ton/ha. Selain itu, analisis situasi menunjukkan adanya penurunan kualitas umbi bawang merah setelah dipanen hingga sebelum sampai kepada konsumen. Kegiatan PKM ini memberikan solusi atas kondisi yang dialami petani bawang merah di Nganjuk Jawa Timur dan mempunyai tujuan (1) meningkatkan keterampilan kelompok petani untuk membuat bawang merah polyploid yang dapat meningkatkan produktivitas panen, (2) meningkatkan pengelolaan penanganan panen dengan penggunaan Mesin PBMSO, dan (3) meningkatkan kualitas umbi bawang kering dengan mengimplementasikan penggunaan Rak Pengering. Metode yang ditempuh meliputi (1) menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan (2) pelaksanaan kegiatan PKM di lokasi (3) evaluasi dan umpan balik untuk memastikan khalayak sasaran berhasil menerapkan apa yang dilatihkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh penanaman bibit bawang merah poliploidi memberikan produktivitas yang lebih tinggi, penerapan PBMSO mempercepat pemanenan 1,5 kali lebih cepat dibandingkan cara pemanenan konvensional dan penggunaan rak pengering dapat mempercepat proses pengeringan umbi bawang dan meningkatkan kualitasnya.