cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+62331336728
Journal Mail Official
pengabdianipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : https://doi.org/10.32528/jpmi
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 96 Documents
Edukasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Ekstrakurikuler Pai Berbasis Risalah Islam Berkemajuan Di M.I Muhammadiyah 1 Balung Dhian Wahana Putra; Hairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3833

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi penting dalam mengembangkan minat dan bakat siswa, diantaranya: dapat menyeimbangkan potensi intelektual, spiritual, sosial, maupun emosional. Tantangannya, seringkali kegiatan ekstrakurikuler PAI belum dikelola dengan baik oleh pihak sekolah. Pada sekolah/madrasah Muhammadiyah kegiatan ekstrakurikuler PAI yang berbasis Risalah Islam Berkemajuan (RIB) menjadi core identitas persyarikatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pembinaan dalam meningkatkan tata kelola ekstrakurikuler PAI, dengan cara melakukan edukasi penyusunan rencana pembelajaran ekstrakurikuler PAI yang berbasis RIB kepada pihak madrasah. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi dalam 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu pemetaan awal/analisis permasalahan mitra, sosialisasi rencana kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mitra memiliki keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran ekstrakurikuler PAI, memiliki Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ekstrakurikuler PAI, dan memiliki perangkat pembelajaran ekstrakurikuler PAI.
Gerakan Clean And Healthy Living Behavior sebagai Upaya Menuju Santri Sehat dan Mandiri di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, Jember Cahya Tribagus Hidayat; Susi Wahyuningasih; Afan Bagus Mananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3834

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari,oleh, dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia, diharapkan para santri dan para pemimpin serta pengelola pondok pesantren, tidak saja mahir dalamaspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan bagi masyarakat. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pondok pesantren masih menghadapi banyak kendala. penelitian menemukan bahwa hanya 54,7% santri yang melaksanakan PHBS, dengan tingkat pengetahuan tentang PHBS yang masih rendah (59,4%). Berbagai permasalahan yang muncul tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan dapat menimbulkan dampak pada santri yakni munculnya berbagai macam penyakit pada kalangan santri. Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatiankhususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehatserta kesehatan lingkungan. Pemberdayaan santri di pondok pesantren sebagai kader kesehatan merupakan salah satu upaya yang bertujuan untuk memfasilitasi santri untuk mengenal masalah yang ada dalam lingkungan pondok pesantren dan melakukan upaya pencegahan serta upaya memanfaatkan potensi sesuai dengan kondisi pondok pesantren. Hasil kegiatan didapatkan terdapat Peningkatan pengetahuan dan sikap santri tentang pencapaian Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang optimal sebanyak 96,66% pengetahuan dan pemahaman santri meningkat selain itu peningkatan produktivitas kader Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pendamping santri beserta struktur dan tugas pokok bagi kader pendamping santri sebesar 100% kader santri telah memahami peran dan tugasnya
Inovasi Produk Olahan Makanan Berbahan Daun Kelor Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Dan Pencegahan Stunting Di Lingkungan Pimpinan Ranting Aisyiyah Pagah (PRA PAGAH) Jember Dewi Lusiana Pater; Aji Brahma Nugroho; Agung Nilogiri; Muhtar Muhtar; Satrio Bakti
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3835

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan, terutama dalam pencegahan stunting. Namun, pemanfaatannya dalam pola konsumsi masyarakat masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi dalam pengolahan agar lebih bervariasi dan diterima luas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan diversifikasi pangan berbasis daun kelor melalui inovasi produk olahan, seperti puding, bolu kukus, dan nugget. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup tiga tahap utama. Pertama, edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat gizi daun kelor guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi. Kedua, pelatihan pembuatan produk inovatif berbasis daun kelor dengan teknik pengolahan yang mempertahankan kandungan nutrisinya. Ketiga, pemberian pelatihan kewirausahaan yang meliputi teknik pengemasan menarik, strategi pemasaran online, serta pengelolaan usaha kecil berbasis produk daun kelor. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat daun kelor dan mampu mengolahnya menjadi produk yang lebih variatif. Selain itu, peserta juga memiliki keterampilan dalam menjual dan memasarkan produk secara lebih efektif. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pola konsumsi gizi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kreatif dalam mengolah daun kelor, meningkatkan konsumsi pangan bergizi, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi mitra yang berbasis kearifan lokal. Program ini juga mendukung pengembangan industri ekonomi kreatif desa yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kompleksitas Governansi Dan Kelembagaan Wisata Bahari Di Watu Ulo, Jember M. Hamdi HS; Iffan Gallant El Muhammady; I Gusti Made Darma
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3837

Abstract

Kawasan wisata bahari Watu Ulo di Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal melalui kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang dimilikinya. Namun, pengelolaan destinasi ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya kualitas pelayanan, minimnya promosi digital, keterbatasan koordinasi antar-pemangku kepentingan, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM), yang memungkinkan pemetaan masalah secara holistik dan partisipatif. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, penyusunan rich picture, workshop partisipatif dengan analisis CATWOE, serta implementasi solusi konseptual. Hasil kegiatan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan berbasis model SERVQUAL, pengembangan paket wisata tematik berbasis budaya dan alam, pelatihan promosi digital menggunakan media sosial, serta pengelolaan fasilitas publik. Kegiatan ini juga menghasilkan model governansi dan kelembagaan kolaboratif berbasis partisipasi masyarakat, yang bertujuan menciptakan sistem pengelolaan wisata yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat struktur kelembagaan lokal, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan destinasi secara terintegrasi dan berbasis komunitas.
Optimalisasi Program Siaga Bencana Pada Gerakan Mahasiswa Perawat Peduli Bencana (Germapena) Fikes Universitas Muhammadiyah Jember M Cipto Susilo; Alfien Yoesra; Faris Yudarmawan; Jilan Syafiqoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3838

Abstract

Berdasar letak geografisnya, Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia dan dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting terkait dengan iklim dan perekonomian, (Muhari, A. et al, 2024). Merupakan negara kepulauan dengan pertemuan empat lempeng tektonik: lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik memanjang dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi. Kondisi demikian dibutuhkan koordinasi agar semua potensi yang ada mampu secara tuntas bersama menghilangkan risiko bencana akibat fenomena alam maupun non alam. Namun kemampuan kita mengenali, mengidentifikasi bahaya dari fenomena yang berisiko yang membuat besaran risiko bencana yang ada masih memiliki pemahaman yang belum sama. Upaya dalam membangun masyarakat untuk tangguh dan beradaptasi berhadapan dengan risiko bencana menjadi sebuah potensi dan kekuatan. Mitra mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Perawat Peduli Bencana (Germapena) Fikes UM Jember dapat berperan dalam kegiatan seperti bakti social, pertolongan pertama pada korban dan evakuasi darurat, pelayanan logistik serta pelayanan rujukan korban. Luaran yang menjadi target kegiatan ini adalah tersusunnya draft artikel untuk dipublikasikan di jurnal pengabdian, draft artikel dan pengajuan HKI.
Pemahaman Dan Pencegahan Penyakit Infeksius Bagi Guru Sd Muhammadiyah Kaliwates Melalui Phast-Phbs Berbantuan Picture And Picture Kukuh Munandar; Auliya Nanda Prafitasari; Ika Priantari; Novy Eurika
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3839

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SD Muhammadiyah Kaliwates Jember dalam pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa belum ideal. PHBS merupakan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan, terutama di masa pandemi dan endemi. Untuk menanamkan pentingnya PHBS, perlu pemahaman dan pembiasaan sejak dini. Untuk itu, kegiatan ini didesain untuk memberikan keterampilan pada guru SD Muhammadiyah Kaliwates untuk membiasakan PHBS pada siswa. Dengan keterampilan tersebut, PHBS di sekolah akan berjalan dengan ideal. Kegiatan ini, PHBS dikenalkan melalui PHAST (Partisipatory Hygiene and Sanitation Transformation) berbantuan Picture and Picture. Model picture and picture merupakan model belajar sambil bermain melalui gambar. Hal ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran pada anak usia dini, bahwa gambar menjadi salah satu media utama untuk mendukung pembelajaran yang menyenangkan. Metode pelaksanaan PkM dirancang dengan tahapan: 1) Tahapan observasi ke lembaga SD Muhammadiyah Kaliwates sebagai mitra kegiatan. Permasalahan yang ada diidentifikasi dan dicarikan solusi pemecahannya, serta mendiskusikan dengan pihak lembaga SD, dan 2) Pelaksanaan, yang meliputi: a) penyusunan tools kit PHBS dengan metode PHAS, dan b) pelaksanaan kegiatan, dengan tahapan: i) Guru SD mitra kegiatan beserta mahasiswa mengikuti pelatihan dan workshop melakukan pre-tes, ii) Tim pelaksana mendemonstrasikan metode PHAST berbantuan picture and picture, iii) peserta mengunakan picture and picture dengan tools kit PHBS sesuai ide dan inovasi pikirannya, iv) mendiskusikan permasalahan dan hasilnya dengan sesama peserta dan tim dosen, v) diakhiri dengan post-tes. Hasil kegiatan, secara umum pelaksanaan sangat memuaskan dan pemahaman akan pencegahan penyakit infeksius yaitu meningkat signifikan.
Pemberdayaan Petani Milenial Melalui Pelatihan Teknologi Irigasi Sederhana dan Pengelolaan Pupuk Organik dalam Konservasi Pertanian Berkelanjutan Suherman Suherman; Edi Kurniawan; Syamsiar Zamzam; Abdul Halil Fatwa; Zulkifli Zulkifli; Indah Fitriani; Husni Asmi; Asysyuura Asysyuura
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3840

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan petani milenial melalui pelatihan teknologi irigasi sederhana dan pengelolaan pupuk organik guna mendukung praktik konservasi pertanian berkelanjutan. Mitra sebagai peserta dalam kegiatan ini adalah Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Parepare. Kegiatan dilakukan melalui metode pelatihan dan pendampingan teknik budidaya, khususnya penerapan teknologi irigasi sederhana dan pengolahan pupuk organik sebagai upaya konservasi pertanian berkelanjutan. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang konsep dasar pupuk organik, teknik konservasi air, serta efisiensi penggunaan air melalui teknologi irigasi sederhana. Berdasarkan hasil pre-test, diketahui bahwa pengetahuan awal peserta masih terbatas, antara lain hanya 66,7% peserta memahami tujuan utama konservasi air, 55,6% memahami sistem irigasi tetes, dan 88,9% mengetahui jenis-jenis pupuk organik, namun belum sepenuhnya memahami pengelolaannya secara praktis. Setelah mengikuti pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, seperti 100% peserta mampu memahami manfaat pupuk organik dalam meningkatkan kesuburan tanah, 100% peserta mampu mengidentifikasi langkah perawatan sistem irigasi sederhana, serta peningkatan pemahaman tentang teknik mulsa sebesar 62,5%. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani milenial, khususnya Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Parepare, dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan serta hemat sumber daya.
Penanaman Literasi Ekonomi Syariah Pada Siswa Mim 03 Dukuhdempok Wuluhan Melalui Permainan Sea Journey Dhofir Catur Bashori; Hasna’ Huwaida; Ismah Salsabil Bahiro
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3843

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mengusung tema “Penanaman Literasi Ekonomi Syariah Pada Siswa MIM 03 Dukuhdempok Wuluhan Melalui Permainan SEA Journey”. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman dasar ekonomi Syariah sejak usia sekolah, sebagai respon terhadap rendahnya indeks literasi dan inklusi keuangan Syariah di Indonesia tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa kelas 5 dan 6, menggunakan metode permainan edukatif bernama Shariah Economic Adventure Journey (SEA Journey) yang menyerupai permainan ular tangga. Materi yang disampaikan meliputi zakat, infaq, shadaqah, halal-haram, serta prinsip jual beli Syariah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab. Disarankan agar pihak sekolah menindaklanjuti dengan program berkelanjutan, seperti market day berbasis ekonomi Syariah, guna memperkuat pemahaman dan pembiasaan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pendampingan Kewirausahaan dengan Metode TAPE (Talent Education Learning, Project Based Learning, Evaluation Product to Innovative) pada Ponpes Tahfid Al Fanani Jember Norita Citra Yuliarti; Ni Nyoman Putu Martini; Yulinartati Yulinartati; Resti Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3844

Abstract

Pesantren kemudian dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) sebagai lembaga perantara yang diharapkan dapat berperan sebagai lembaga dinamisator dan katalisator pemberdayaan sumber daya manusia penggerak pembangunan di segala bidang, penanaman ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyongsong era global. Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pondok pesantren juga terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik dalam materi atau kurikulumnya, maupun metode pembelajarannya. Selama ini Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Fanani Universitas Muhammadiyah Jember belum melaksanakan pembelajaran wirausaha, sesuai dengan keinginan pimpinan pondok pesantren, yang menginginkan bahwa selain belajar mengenai agama juga dapat belajar wirausaha sehingga santri menjadi santri sebagai generasi yang bertalenta. Dengan adanya pemikiran tersebut diatas maka kami menawakan program kepada pondok pesantren ini berupa pembelajaran kewirausahaan yg bertujuan untuk mengembangkan skill dari santri khususnya skill kewirausahaan sehingga selain dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan metode pembelajaran tahfid juga meningkatkan skill kewirausahaannya. Santri dapat meningkatkan pembelajaran menganai kewirausahaan serta dapat mengaplikasikannhya. Program pembelajaran kewirausahaan yang di tawarkan ini mempunyai 4 kegiatan utama, diantaranya; kelas tutorial pembelajaran wirausaha (class interactive), penguatan minat dan motivasi wirausaha (coaching bussines), pembentukan awal tim wirausaha (small project), bazar (demoday).
Pendampingan Rumah Sehat Untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Desa Pulau Pandan, Jambi Hafifatul Auliya Rahmy; Ayu Nurkhayati; Adam Firmansyah; Amelia Amelia; Nur Suranti Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3845

Abstract

Manusia membutuhkan sarana tempat tinggal yang layak. Untuk itu masyarakat diharapkan dapat tinggal di rumah yang sehat agar masyarakat dapat pemertahankan derajatkesehatannya dengan optimal dapat dicapai. Rumah yang sehat harus memiliki kriteria seperti memiliki akses air minum, jamban sehat, lantai,ventilasi, dan pencahayaan. Hal ini untuk mengurangi risiko dan sumber penularan penyakit infeksi seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan tuberkulosis yang akhirnya dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Pengabdian kepada masyarakat memiliki tujuan memberikan pendampingan rumah sehat pada masyarakat di Desa Pulau Pandan, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Metode pengabdian yang diterapkan adalah PAR (Participatoty Action Research) yang rincian kegiatan analisis situasi, pemberian penyuluhan menggunakan media slide share dan leaflet, pendampingan dan evaluasi dengan mengadakan penilaian. Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah masyarakat di desa yang tersebar di tiga dusun. Hasil yang didapatkan adalah masyarakat Pulau Pandan mengetahui tentang kriteria rumah sehat, proaktif selama pendampingan. Evaluasi berupa penilaian rumah sehat dilakukan dengan bekerja sama dengan puskesmas setempat. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk selanjutya adalah dengan menerapkan kebiasaan penampungan air dengan wadah tertutup, menyediakan tempat sampah sementara di rumah. Selain itu adanya terjadi perubahan perilaku masyarakat yang terlihat dari hasil evaluasi.

Page 7 of 10 | Total Record : 96