cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
Evaluasi pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) di era New Normal SMP se-Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang Sani, Early Rahma; Ngatman, Ngatman; Marhaendro, Agus Susworo Dwi; Bakar, Zainudin Abu
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v20i2.76211

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan (PJOK) di era new normal SMP se-Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian adalah semua kepala sekolah, guru PJOK, dan peserta didik SMP se-Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan tujuan dan sasaran penelitian. Adapun secara rinci, terdiri atas: 11 kepala sekolah, 11 guru PJOK, dan 11 peserta didik dari SMP se-Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik persentase, sedangkan data kualitatif dilakukan melalui penyajian data, reduksi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) evaluasi context: latar belakang, perumusan tujuan pembelajaran, penggunaan dan pengelolaan materi, media dan bahan, rancangan KBM pelaksanaan pembelajaran PJOK di era new normal berkategori cukup dengan nilai = 3,48. (2) evaluasi input: tujuan pembelajaran, ketersediaan sarana dan prasarana, materi pembelajaran, karakteristik peserta didik dan guru berkategori cukup dengan nilai = 3,50. (3) evaluasi process: pelaksanaan pembelajaran, kegiatan peserta didik dan guru berkategori cukup dengan nilai = 3,41. (4) evaluasi product: hasil atau output pembelajaran berkategori cukup dengan nilai = 3,36. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa evaluasi pelaksanaan pembelajaran PJOK di era new normal SMP se-Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang berkategori cukup.Abstract: The aim of this research was to evaluate the implementation of physical education, sports and health (PJOK) learning in the new normal era of junior high schools in Mungkid District, Magelang Regency using the CIPP (Context, Input, Process and Product) model. This research was descriptive research using quantitative and qualitative approaches (mixed method). Data collection techniques were carried out using questionnaires, interviews and documentation. The population in the study were all school principals, PJOK teachers, and junior high school students in Mungkid District, Magelang Regency. The sampling technique used purposive sampling, namely sampling based on research goals and objectives. In detail, it consists of: 11 school principals, 11 PJOK teachers, and 11 students from junior high schools throughout Mungkid District, Magelang Regency. Quantitative data was analyzed using percentage techniques, while qualitative data was carried out through data presentation, reduction and drawing conclusions. The research results showed that: (1) context evaluation: background, formulation of learning objectives, use and management of materials, media and materials, teaching and learning design for implementing PJOK learning in the new normal era is in the sufficient category with a score = 3.48. (2) input evaluation: learning objectives, availability of facilities and infrastructure, learning materials, characteristics of students and teachers in the sufficient category with a score = 3.50. (3) process evaluation: implementation of learning, student and teacher activities in the sufficient category with a score = 3.41. (4) product evaluation: learning results or outputs are categorized as sufficient with a value = 3.36. Thus, it can be concluded that the evaluation of the implementation of PJOK learning in the new normal era of junior high schools in Mungkid District, Magelang Regency is in the sufficient category.
Survey of Student Learning Interest PJOK Learning at Junior High School Rahayu, Windia; Yusfi, Herri; Victorian, Ahmad Richard; Destriani, Destriani; Nanda, Fitri Agung; Azhar, Samsul; Garcí­a-Jiménez, José Vicente
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i2.67464

Abstract

Education is a process of seeking information that can be obtained by all students in the process of advancing national development. This research uses descriptive research with a quantitative approach, and the method used is a survey with a questionnaire as data collection. The research population was all students, with the sample used being class VII totaling 374 students at SMP Negeri 29 Palembang studying Physical Education, Sports and Health (PJOK) for the 2023/2024 academic year. The results of the research show that students interest in learning at SMP Negeri 29 Palembang towards Physical Education Sports and Health (PJOK) learning carried out at school is in the very high category. Judging from the interest of the students themselves who feel happy when learning takes place, the variety of teachers who are not monotonous when providing learning material and the infrastructure factors that support the continuity of learning process at school.
Bentuk-bentuk aktivitas fisik untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar serta pencegahan obesitas pada anak: Literature review Hadi, Arfan Julistya; Komarudin, Komarudin; Suhartini, Bernadeta; Budayati, Eka Swasta; Sumaryanti, Sumaryanti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i2.67913

Abstract

Kasus obesitas atau overweight pada anak berdasarkan data dari World Helath Organization (WHO) dapat dikatakan cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan gaya hidup minim gerak/sedentary lifestyle yang semakin parah sebagai dampak dari perkembangan teknologi yang semakin memudahkan berbagai aktivitas manusia. Gaya hidup yang minim gerak ini dapat menimbulkan dampak negatif pada anak, diantaranya adalah kondisi obesitas dan keterampilan motorik yang kurang berkembang optimal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dari aktivitas fisik yang dapat diberikan pada anak sebagai upaya meningkatkan keterampilan motorik kasar anak serta mencegah kemungkinan resiko obesitas. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui database Google Scholar. Dari total 60 artikel yang telah diidentifikasi, peneliti menemukan sebanyak 14 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi untuk disertakan dalam studi ini. Hasil dari studi ini didapatkan bentuk-bentuk aktivitas fisik yang dapat diberikan pada anak dalam rangka meningkatkan keterampilan motorik kasar dan mencegah obesitas yang mencakup aktivitas permainan tradisional, permainan olahraga, pendidikan jasmani dan kegaitan ekstrakurikuler, serta kesenian tari. Dengan mengetahui bentuk-bentuk aktivitas fisik yang dapat diberikan pada anak, diharapkan keterampilan motorik kasar anak dapat ditingkatkan serta resiko overweight dan obesitas dapat diminimalkan melalui aktivitas fisik tersebut.According to data from the World Health Organization (WHO), the number of children who are obese or overweight is rather significant and is rising annually. This is caused by an increasingly sedentary lifestyle brought on by technological advancements that facilitate a variety of human activities. Children who have sedentary lifestyles may suffer from obesity and develop delayed motor abilities, among other health problems. The purpose of this study is to determine the kinds of physical activities that can be given to kids in an effort to enhance their gross motor abilities and guard against obesity. A review of the literature is conducted using the Google Scholar database to find relevant papers. The researchers found 14 publications that satisfied the inclusion and exclusion criteria to be included in this study out of a total of 60 identified articles. The study's findings highlighted a variety of physical activities, including as sports, games, physical education, extracurricular activities, and dance arts, that can be given to kids to improve their gross motor abilities and avoid obesity. By knowing the forms of physical activities that can be provided to children, it is hoped that the gross motor skills of children can be improved and the risk of overweight and obesity minimized through these physical activities.
Statistik efektivitas smash tim Bandung Tectona pada Kapolri Cup 2023 Majid, Nur Cholis; Dwihandaka, Riky; Antoni, Muhammad Sigit
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i1.73706

Abstract

Smash adalah suatu bentuk pukulan yang dilakukan oleh seorang pemain dengan satu tangan di atas permukaan net yang tajam dan keras untuk mematikan pertahanan lawan dan dalam suatu pertandingan bolavoli mutlak dibutuhkan teknik smash yang baik untuk memenangkan pertandingan, karena dalam pertandingan bolavoli smash merupakan penghasil poin utama. Suatu tim bolavoli pasti mempunyai tingkat efektivitas berbeda dari pertandingan ke pertandingan, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas smash sebuah tim pada KAPOLRI CUP 2023 yaitu Bandung Tectona. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dari data-data hasil observasi pada semua pertandingan yang dijalani oleh tim Bandung Tectona pada KAPOLRI CUP 2023. Teknik pengumpulan data melalui video rekaman pertandingan tim Bandung Tectona yang bertanding pada KAPOLRI CUP 2023. Teknik analisis data menggunakan rumus efektivitas dengan cara menghitung tingkat keberhasilan dan jumlah total aktivitas smash pada semua pertandingan KAPOLRI CUP 2023 tim Bandung Tectona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1.) Tingkat efektivitas semua jenis smash tim Bandung Tectona pada putaran pertama KAPOLRI CUP 2023 adalah: open smash (58,42%), semi smash (55,38%), quick smash (46,03%), back attack smash (57,69%), dan smash langsung (42,85%), 2.) Tingkat efektivitas semua jenis smash tim Bandung Tectona pada putaran kedua KAPOLRI CUP 2023 adalah: open smash (63,15%), semi smash (68,42%), quick smash (66,17%), back attack smash (55,84%), dan smash langsung (88,88%). Abstract: Smash is a sharp and hard hit that performed by player with one hand above net surface to attack opponent's defend and in a volleyball its absolutely required good smash technique to win a game, since in a volleyball game smash is a main point scorer. A volleyball team has different effectiveness extent from game to game. Therefore, the objective of this game was to investigate the team smash effectiveness extent on KAPOLRI CUP 2023 namely Bandung Tectona. This study used a descriptive quantitative approach from observation result data on all game that performed by Bandung Tectona team on KAPOLRI CUP 2023. Data were collected through video recording of Bandung Tectona games that playon KAPOLRI CUP 2023. Data analysis technique used effectiveness by computing success extent and total smash activities on all game of KAPOLRI CUP 2023 of Bandung Tectona team. Results showed that: 1) The effectiveness extent of Bandung Tectona team's all smash type on first round KAPOLRI CUP 2023: open smash ( 58,42% ), semi smash ( 55,38% ), quick smash ( 46,03% ), back attack smash ( 57,69% ), anddirect smash ( 42,85% ); 2) the effectiveness extent of Bandung Tectona team's all smash type on second round KAPOLRI CUP 2023: open smash ( 63,15% ), semi smash ( 68,42% ), quick smash ( 66,17% ), back attack smash ( 55,84% ), and direct smash ( 88,88% ); 3) the effectiveness extent of Bandung Tectona team's all smash type on final four KAPOLRI CUP 2023: open smash ( 54,02% ), semi smash ( 67,69% ), quick smash ( 63,01% ), back attack smash ( 56,03% ), and direct smash ( 30,00% ); 4) The effectiveness extent of Bandung Tectona team's all smash type on first round KAPOLRI CUP 2023 were: open smash ( 58,52% ), semi smash ( 62,41% ), quick smash ( 58,82% ), back attack smash ( 56,65% ), and direct smash ( 53,84% ); 5) the most dominant smash type that performed by Bandung Tectona team on KAPOLRI CUP 2023 was open smash with 610 times; 6) the most dominant scoring smash type that performed by Bandung Tectona team on KAPOLRI CUP 2023 was open smash with 357 times
Pengaruh IQ dan Percaya Diri terhadap Keterampilan Renang Gaya Dada pada Siswa Hambatan Pendengaran Winarti, Tri; Umar, Fadilah; Wibowo, Yuyun Ari; Nugroho, Djoko; Rozi, Fatkhur; Nugrahaningtyas, Anisa Nur; Difa', Khalil Junan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v20i2.77874

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Intelligence Quotient (IQ) dan Kepercayaan Diri terhadap Keterampilan Renang Gaya Dada pada Peserta Didik dengan Hambatan Pendengaran di SLB Negeri Surakarta Tahun 2023. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif non eksperimental. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggambarkan hubungan antar variabel. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Surakarta yang berjumlah 9 orang. Pengambilan data pada penelitian ini digunakan instrumen berupa dokomen, test dan angket. Data IQ diambil dari dokumen dari CFIT (Culture Fair Intelligence Test data keterampilan berenang gaya dada diambil dengan test keterampilan renang gaya dada dan data rasa percaya diri diambil dengan menggunakan angket kepercayaan diri. Analisis data pada penelitian ini digunakan analisis statistik non parametrik, berupa analisis korelasi rank Spearman (Spearman's rho). Korelasi Spearman tidak memerlukan data tingkat kontinyu (interval dan rasio), karena menggunakan peringkat. Korelasi Spearman tidak mengasumsikan bahwa variabel berdistribusi secara normal. Dari hasil analisis statistik deskriptif diketahui bahwa Intelligence Quotient (IQ) pada peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Surakarta 100% berada pada kategori low average atau rata-rata rendah. Rasa percaya diri peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Surakarta berada pada kategori cukup; dan keterampilan renang gaya dada peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Surakarta berada pada kategori baik. Semakin tinggi rasa percaya diri peserta didik, semakin baik pula keterampilan renang gaya dada peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Surakarta dan sebaliknya semakin rendah rasa percaya diri peserta didik, semakin kurang baik pula keterampilan renang gaya dada peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Surakarta.
Menganalisis dan membandingkan keterampilan gerak dasar anak di taman kanak-kanak (tradisional dan berbasis alam) Widyawan, Dena; Sujarwo, Sujarwo; Andrianto, Sigit Dwi
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v20i2.75925

Abstract

Gerak dasar adalah pondasi bagi anak dikemudian hari untuk aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan keterampilan gerak dasar. Penelitian keterampilan gerak dasar anak dalam hal pengetahuan lingkungan bermain sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan cross-sectional untuk membandingkan keterampilan gerakan dasar anak-anak yang bersekolah di TK Melati yang terletak di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Kelompok satu memiliki akses ke taman bermain tradisional, kelompok dua memiliki akses ke taman bermain berbasis alam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency, second edition (BOT-2). Total yang mengikuti penelitian ini berjumlah 29 anak, 14 anak mengikuti kelompok ke taman bermain tradisional, dan 15 anak mengikuti kelompok ke taman bermain berbasis alam. Anak-anak memiliki akses ke taman bermain tradisional (total tes 13,92), sedangkan anak-anak yang memiliki akses ke taman bermain berbasis alam  (total tes 16,04). Hasil statistik antara total tes kelompok dan tes individu tidak ada perbedaan yang signifikan.Abstract: Fundamental movements are the foundation for children's future physical activity. The aim of this study was to analyze and compare fundamental movement skills. Research on the fundamental movement skills of kindergarten children in terms of knowledge of the play environment is very limited. This study used cross-sectional research to compare the fundamental movement skills of children attending Melati Kindergarten located in Cimarga District, Lebak Regency. Group one has access to a traditional playground, group two has access to a nature-based playground. Instruments used in this research Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency, second edition (BOT-2). A total of 29 children took part in this study, 14 children took part in a group to a traditional playground, and 15 children took a group to a nature-based playground. Children had access to traditional playgrounds (total test 13.92), while children had access to nature-based playgrounds (total test 16.04). The statistical results between the total group tests and individual tests were no significant differences.
Pengembangan media pembelajaran PJOK berbasis Web di Kelas IV SD Watikasari, Shella Udiana; Iyakrus, Iyakrus; Destriani, Destriani
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i2.67377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berbasis web, yang sesuai dengan tingkat kelayakan dan keefektifan media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berbasis web. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan metode pengembangan. Prosedur pengembangan, meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produksi massal. Produk berupa media pembelajaran berbasis web pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Adapun proses pengembangan media pembelajaran PKOK yang telah dilakukan oleh penulis ini diperoleh dari data penilaian ahli materi, ahli media, uji coba lapangan skala kecil serta uji coba lapangan skala besar, berdasarkan hasil validasi dari masing-masing yaitu ahli materi dengan nilai rata-rata 3,75 dengan kategori "sangat valid", ahli media dengan rata-rata 3,47 dengan kategori "valid", uji coba lapangan skala kecil diperoleh rata-rata 4,37 dengan kategori "sangat baik, uji coba lapangan skala besar diperoleh rata-rata 4,89 dengan kategori "sangat baik". Untuk uji coba lapangan skala kecil diperoleh nilai NGain untuk kelas IVA sebesar 0,39, kelas IVB 0,40, kelas IVC 0,65. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berbasis web efektif, dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa berdasarkan data hasil evaluasi pre-test dan post-test.   Simpulan dari hasil penelitian diatas adalah media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berbasis web kelas IV sesuai dengan kurikulum merdeka dan silabus, dinyatakan valid setelah dilihat dari kedua aspek tersebut.This research aims to produce a product in the form of web-based Physical Education, Sports and Health (PJOK) learning media, which is in accordance with the level of feasibility and effectiveness of web based Physical Education Sports and Health (PJOK) learning media. This type of research is research and development (R&D) which uses development methods. Development procedures, including potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trials, product revisions, usage trials, product revisions, mass production. The product is in the form of web based learning media in Physical Education Sports and Health (PJOK) subjects. Web based learning media products in Physical Education Sports and Health (PJOK) subjects, which have been declared suitable as learning media based on validation results from material experts with an average score of 3.75 in the "very valid" category, media experts with an average-average 3.47 with the "valid" category, small scale field trials obtained an average of 4.37 with the "very good" category, large scale field trials obtained an average of 4.89 with the "very good" category. For small scale field trials, the NGain value for class IVA was 0.39, class IVB 0.40, class IVC 0.65. The effectiveness of web-based Physical Education Sports and Health (PJOK) learning media is proven by the increase in student learning outcomes based on pre-test and post-test evaluation data. The conclusion of the results of the study above is that the class IV web-based Sports and Health Physical Education (PJOK) learning media in accordance with the independent curriculum and syllabus, is declared valid after being viewed from these two aspects.
Implementasi pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam peningkatan motivasi belajar Wijaya, Ridho Gata; Pamungkas, Okky Indera; Ubaedi, Ubaedi
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i2.73702

Abstract

Penelitian ini membahas tentang model dan pendekatan suatu pembelajaran olahraga yang digunakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Pada dasarnya, model pembelajaran yang digunakan oleh guru penjas merupakan komponen yang penting dalam memberikan pemahaman bagi siswa. Oleh karena itu proses pembelajaran penjas di sekolah harus menggunakan model dan pendekatan pembelajaran yang tepat, sehingga mampu menumbuhkan rasa tertarik, serta semangat untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Akan tetapi, permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran penjas saat ini adalah kurang aktifnya aktivitas kelas yang dibangun oleh guru akibat pelaksanaan pengajaran hanya dilakukan secara satu arah sehingga tidak mendorong siswa untuk memberikan feedback. Permasalahan yang lain yang muncul adalah rendahnya antusian siswa dalam mengikuti mata pelajaran penjas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi implementasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam pengembangan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam peneltian ini diperoleh melalui observasi dan kuesioner yang didasarkan pada instrumen, proses pengumpulan data, dan analis data yang bersifat kuantitatif, atau berupa angka dan diakhiri dengan proses generalisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai baik yakni mencapai 50,9% dengan rentan skor 3,26 – 4,00. Disamping itu, implementasi model discovery learning terhadap motivasi belajar siswa menunjukkan nilai cukup baik dengan rentan skor 2,51 – 3,25, yakni mencapai 52,8%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning lebih efektif dalam mendorong motivasi belajar siswa pada mata Pelajaran penjas dibandingkan dengan model pembelajaran discovery learning. Abstract: This research discussed about approaches to sports learning used in schools in general. Basically, the learning model used by physical education teachers is an important component in providing understanding for students. Therefore, the physical education learning process in schools must use the right learning model and approach, so that it can foster a sense of interest and enthusiasm to follow the learning process well. However, the problem currently faced in the physical education learning process is the lack of active class activities developed by the teacher due to the implementation of teaching only being carried out in one direction so that it does not encourage students to provide feedback. Another problem that arises is the low enthusiasm of students in taking physical education subjects. The aim of this research is to identify the implementation of Problem Based Learning and Discovery Learning models in developing student learning motivation. This research uses quantitative methods. The data used in this research was obtained through observation and questionnaires which were based on instruments, data collection processes and data analysis which were quantitative in nature, or in the form of numbers and ended with a generalization process. The results of this research showed that the implementation of the problem based learning model on student learning motivation with a good score reached 50.9% with a score of 3.26 – 4.00. Besides that, the implementation of the discovery learning model on student learning motivation showed quite good scores with an average score of 2,51 – 3,25 or same as 52,8%. Based on the results of this research, it can be concluded that the implementation of the problem based learning model is more effective in encouraging student learning motivation in physical education subjects compared to the discovery learning model.
Pengaruh kecerdasan kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar PJOK peserta didik Kombong, Yuli; Purnomo, Eddy
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i2.76708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar PJOK peserta didik (2) pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar PJOK peserta didik, (3) pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap hasil belajar PJOK peserta didik, (4) pengaruh kepercayaan diri terhadap hasil belajar PJOK peserta didik, (5) pengaruh kecerdasan kinestetik, interpersonaml, intrapersonal, dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar PJOK peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis metode korelasional. Subjek penelitian adalah Peserta Didik SMP Negeri 2 Nabire dengan sampel berjumlah 160 peserta didik. Lokasi penelitian di Nabire, Papua Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan dokumentasi. Validasi instrumen menggunakan pengujuan ahli dengan korelasi pearson product moment hasilnya 89 item dinyatakan valid. Uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach (α > 0,700) menunjukkan bahwa semua variabel dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar PJOK Peserta didik kelas VIII SMPN 2 Nabire, (t = 4,643, sig. = .000); (2) Terdapat pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar PJOK Peserta didik kelas VIII SMPN 2 Nabire, (t = 5,063, sig.  = .000); (3) Terdapat pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII SMPN 2 Nabire, (t = 4,012, sig. = .000; (4) Terdapat pengaruh kepercayaan diri terhadap hasil belajar PJOK peserta didik Kelas VIII SMPN 2 Nabire, (t = 3,413, sig. = .001); (5) pengaruh kecerdasan kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII SMPN 2 Nabire, (F = 22,273, sig = .000) Abstract: This study aims to: (1) the influence of kinesthetic intelligence on the learning outcomes of students' PJOK, (2) the influence of interpersonal intelligence on the learning outcomes of students' PJOK, (3) the influence of intrapersonal intelligence on the learning outcomes of students' PJOK, (4) the influence of self-confidence on the learning outcomes of students' PJOK, (5) the influence of kinesthetic, interpersonal, intrapersonal and self-confidence intelligence on the learning outcomes of students' PJOK. This type of research is a quantitative research with a type of correlational method. The subjects of the study were the students of SMP Negeri 2 Nabire with a sample of 160 students. The research site is in Nabire, Central Papua. Data collection is done by distributing questionnaires and documents. The validation of the instrument using expert submission with Pearson Product Moment Correlation resulted in 81 items being declared valid. The reliability test of the instrument using Alpha Cronbach (α > 0.700) showed that all variables were declared reliable. The results of the study indicated that: (1) there is an influence of kinesthetic intelligence on the learning outcomes of PJOK students in Grade VIII of SMPN 2 Nabire, (t = 4.643, sig. = .000); (2) there is an influence of interpersonal intelligence on the learning outcomes of PJOK students in Grade VIII of SMPN 2 Nabire, (t = 5. 063, sig. = .000); (3) There is an influence of intrapersonal intelligence on the learning outcomes of PJOK students in Grade VIII of SMPN 2 Nabire, (t = 4. 012, sig. = .000); (4) There is an effect of self-confidence on the learning outcomes of PJOK students in Grade VIII of SMPN 2 Nabire, (t = 3.413, sig. = .001); (5) The effect of kinesthetic, interpersonal, intrapersonal and self-confidence intelligence on the learning outcomes of PJOK students in Grade VIII of SMPN 2 Nabire, (F = 22.273, sig = .000).
Effects of Detraining on Elderly Women's Health Post-Exercise Hadi, Santika Rentika; Abdul Rahim, Mohamad Rahizam; Irmawati, Anis; Hayati, Hayati; Rohman, Ujang
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i1.81117

Abstract

Physical inactivity is a significant risk factor for numerous chronic diseases, including cardiovascular conditions and type 2 diabetes, particularly in aging populations. Resistance training has been shown to reduce systemic inflammation and preserve muscle mass, which can mitigate the impacts of aging. However, the regressive effects of detraining on older adults' health outcomes remain underexplored. This study aimed to investigate the effect of a three-month detraining period following a nine-month multicomponent training program on cardiorespiratory fitness, lipid profiles, glycemic control, and hemodynamic status in older women. Fifty-six Asian women aged 58–70 were divided into an experimental group (EG) and a control group (CG). The EG participated in a nine-month exercise program, which included cardiorespiratory, strength, balance, and flexibility training. After this, both groups underwent three months of detraining. The results showed that the EG experienced significant declines in body weight, BMI, and cardiorespiratory fitness following detraining, with adverse effects on lipid and glycemic profiles. The findings suggest that even a short period of detraining can lead to the loss of metabolic and functional benefits from long-term exercise, emphasizing the importance of maintaining regular physical activity to sustain health in aging populations.