cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
Community-based education using tempeh nugget modules to increase plant-based protein consumption in preventing stunting Susianto, Susianto; Mamlukah, Mamlukah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1129900

Abstract

Stunting remains a serious public health issue in Indonesia, including in Karangmuncang Village, Cigandamekar District, Kuningan Regency. One potential solution to this nutritional problem is increasing the consumption of plant-based foods, such as tempeh. This study aims to evaluate the effectiveness of an educational module based on tempeh nuggets in increasing plant-based protein consumption among housewives with children under five in Karangmuncang. The research used a quasi-experimental design with pre-test and post-test, involving 60 randomly selected respondents. The research instrument consisted of a questionnaire with five main sections: demographic data (age, education, employment, number of children, family income), knowledge about plant-based foods (definition, sources, benefits, and their role in preventing stunting), attitudes toward plant-based consumption (confidence, willingness to try tempeh, and perception of food variety), plant-based consumption behavior (frequency, processing method, and frequency of cooking tempeh), and acceptance of tempeh nuggets (interest, taste assessment, routine consumption plan, and perception of benefits). After four weeks of educational intervention, data were analyzed using the paired T-test for knowledge, the Wilcoxon Signed-Rank test for attitudes and acceptance, and the Chi-Square test for tempeh consumption behavior. The results showed a significant increase in knowledge, attitudes, consumption behavior, and acceptance of tempeh nuggets (p < 0.05). These findings suggest that the educational module effectively increases awareness and adoption of plant-based protein foods in the community. Future research should involve larger sample sizes, extended intervention periods, and explore other factors influencing behavior change.
Pengembangan model kolaborasi antara sekolah dan puskesmas dalam Implementasi trias uks berdasarkan pedoman nasional Rohani, Tuti; Darmawansyah; Nurjanah, Nimas Ayu Lestari; Wulandari
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1130000

Abstract

Trias UKS, mencakup Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sehat, merupakan strategi penting untuk mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Namun, implementasinya sering menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas dan rendahnya koordinasi antara sekolah dan puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kolaborasi antara sekolah dan puskesmas untuk meningkatkan implementasi Trias UKS sesuai pedoman nasional. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain studi kasus multipel di lima sekolah (3 SD, 2 SMP) dan tiga puskesmas di Kabupaten Seluma. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner, wawancara mendalam, FGD, dan observasi fasilitas sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kualitatif untuk mengidentifikasi hambatan, peluang, dan strategi implementasi Trias UKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama mencakup keterbatasan fasilitas UKS, kurangnya integrasi pendidikan kesehatan, dan koordinasi yang belum optimal. Faktor keberhasilan meliputi koordinasi yang lebih baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan sumber daya. Model kolaborasi yang dikembangkan menawarkan pendekatan praktis untuk meningkatkan efektivitas implementasi Trias UKS. Kesimpulannya, model ini mampu menjawab berbagai kendala implementasi Trias UKS dengan pendekatan terstruktur dan berkelanjutan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji model ini melalui pendekatan longitudinal dan pengukuran dampak jangka panjang terhadap kesehatan siswa.
Manajemen pendidikan anak usia dini: peluang dan tantangan masa depan Julianto, Alfin; Kurniah, Nina; Kristiawan, Muhammad; Risdianto, Eko; Siregar, Nelda Sari
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1131300

Abstract

Manajemen pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah proses penyelenggaraan PAUD untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu membantu anak berkembang secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memberikan kontribusi untuk mengeksplorasi praktik manajemen di PAUD IT Khalifah Tasyikuri, di Kabupaten Kaur, Bengkulu, Indonesia, dan tantangan masa depannya. Sumber data adalah kepala sekolah, pendidik, dan wali murid. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui penggalian data, reduksi data, penyajian hasil, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan PAUD telah sistematis, kurikulum mengakomodasi minat dan gaya belajar individu, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Penyelenggaraan PAUD menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan anak, termasuk pengaturan spasial yang menarik, merangsang, dan bervariasi untuk merangsang kreativitas anak. Pelaksanaan PAUD berfokus pada pembelajaran yang memungkinkan anak memilih kegiatan sesuai dengan minat dan kebutuhannya dan melibatkan kegiatan pengasuhan. Supervisi kolaboratif, sistem penilaian formatif dan autentik, berfokus pada proses pembelajaran dan perkembangan anak secara individu, dan pengamatan perilaku anak dalam berbagai situasi. Temuan tersebut memberikan kontribusi bahwa praktik manajemen PAUD yang dibutuhkan di masa depan harus memenuhi beberapa indikator, yaitu: perencanaan sistematis, kurikulum adaptif, organisasi yang merangsang kreativitas, implementasi kontekstual, pendekatan pengasuhan, penguatan pendidikan karakter, literasi digital, dan supervisi kolaboratif berkelanjutan.
Administrasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan: tinjauan sistematis, dan model implementasi berkelanjutan Hutami, Sari; Danim, Sudarwan; Hamzah, Syukri; Kristiawan, Muhammad
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1131500

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengembangan model implementasi kecerdasan buatan (AI) yang berkelanjutan dan adaptif dalam administrasi pendidikan, serta potensi penggunaannya di masa depan. Dengan menggunakan tinjauan sistematis terhadap 40 artikel dari database Scopus (2014–2024), penelitian ini menganalisis tren, tantangan, dan peluang penerapan AI. AI telah terbukti meningkatkan efisiensi administrasi melalui manajemen data, prediksi kinerja, dan alokasi sumber daya. Namun, keberhasilannya memerlukan sistem adaptif yang dapat beradaptasi dengan perubahan kebijakan, teknologi, dan kebutuhan pendidikan. Temuan utama dalam penelitian ini mencakup pentingnya integrasi aspek sosial, budaya, dan kebijakan untuk memastikan implementasi AI yang efektif dan etis. Tantangan signifikan meliputi perlindungan privasi data, etika algoritma, serta resistensi terhadap perubahan. Solusi yang disarankan mencakup pengembangan regulasi perlindungan data, pelatihan literasi digital bagi tenaga kependidikan, dan model implementasi berbasis umpan balik. Hasil penelitian ini juga menekankan pentingnya pengembangan model implementasi kecerdasan buatan (AI) yang berkelanjutan dan adaptif dalam administrasi pendidikan. AI memiliki potensi besar untuk mendukung tugas-tugas administratif seperti manajemen data, prediksi kinerja, dan alokasi sumber daya. Namun, keberhasilan jangka panjang penerapannya tergantung pada kemampuan sistem AI untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan pendidikan. Penelitian ini juga menyoroti perlunya integrasi aspek sosial, budaya, dan kebijakan untuk memastikan implementasi AI yang efektif dan etis, serta pentingnya regulasi yang melindungi privasi dan keamanan data. Model AI yang diterapkan harus fleksibel, berorientasi pada umpan balik, dan mampu meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam manajemen pendidikan, sehingga dapat mendukung pelaksanaan administrasi Pendidikan secara lebih optimal dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional yang berkualitas, adaptif, inovatif dan inklusif.
Development e-report character model for elementary school students to increase the effectiveness of assessment Winayu, Isnaeni Machra; Danim, Sudarwan; Hamzah, Syukri; Kristiawan, Muhammad; Diharja, Umar
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1131600

Abstract

The development of student character in integrated Islamic schools, which combine the Muslim personality-oriented Islamic Education Curriculum with the National Curriculum for behavioral assessment on report cards, is of paramount importance. This article focuses on the building of a practical and effective web-based character report card for elementary school children. This research utilized the 4 D methodology of Research & Development (R&D), including define, design, develop, and disseminate. The research findings on the development of e-report applications indicated a validity assessment by media professionals, yielding a score of 85.75%, categorizing it as highly practical. Evaluate the product's practicality with the t-test, which revealed that inputting values in the e-report application was more efficient than manual entry. The effectiveness is evidenced by the teacher's response, which garnered a positive evaluation with a score of 85.60%, categorizing it as very good. Utilizing web-based e-reports for processing assessments aids educators in effectively managing practical character behavior report scores for each assessment indicator description.
Eksplorasi tahapan perkembangan moral pada siswa sekolah menengah pertama: pendekatan kualitatif deskriptif Izzati, Umi Anugerah; Hidayah, Nur; Hidayat, Hendra; Winingsih, Evi; Nuryono, Wiryo; Fitriyah, Fifi Khoirul
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1132700

Abstract

Perkembangan moral remaja menjadi isu penting terkait dengan tantangan degradasi moral pada siswa Sekolah Menengah Pertama, seperti perilaku tidak disiplin yang meningkat. Saat disekolah, guru bimbingan dan konseling adakalanya akan melakukan identifikasi masalah, salah satunya dengan menggunakan Daftar Cek Masalah (DCM) untuk menemukan dan memahami masalah pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Ada berbagai masalah yang dapat diidentifikasi salah satunya adalah perkembangan moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tahapan perkembangan moral siswa Sekolah Menengah Pertama, dengan menggunakan dasar teori Kohlberg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Responden penelitian ini adalah 6 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX di salah satu Sekolah Menengah Pertama swasta di Surabaya. Metode yang digunakan wawancara. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan validasi menggunakan triangulasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa siswa pada tahap perkembangan moral prakonvensional, menunjukkan perilaku seperti mematuhi aturan sekolah dan memiliki persepsi tentang keuntungan pribadi yang diterima dari tindakan moral yang dilakukan. Pada level konvensional ditunjukkan oleh perilaku konformitas sosial dan sudah memiliki tanggung jawab terhadap norma sosial. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan gambaran perkembangan moral siswa Sekolah Menengah Pertama dan sebagai dasar untuk membuat program bimbingan konseling yang mendukung perkembangan moral siswa, serta pada kebijakan pendidikan yang lebih menekankan pada nilai-nilai moral di sekolah.
Penggunaan Ifdil perceptual light technique (IPLT) dengan ayat-ayat Al-quran Miftahhuddin, Miftahuddin; Suhaimi Suhaimi; Cherly Nadifa; M. Fahli Zatrahadi; Suhertina Suhertina; Rahmad Rahmad; Istiqomah Istiqomah; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1133000

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) combined with Qur'anic verses in enhancing clients' mental and spiritual balance. The research employs a case study approach with qualitative methods, involving in-depth interviews and observations of six participants, consisting of two therapy experts and four clients from Padang and Pekanbaru. Data analysis was conducted using NVivo software to identify relevant key themes. The study results revealed seven main themes, including the integration of spirituality and IPLT technology, the role of sensory elements in therapy, client responses to the therapy, success in mental and spiritual recovery, challenges in implementation, personalized therapy based on client needs, and perspectives on the future of holistic therapy. The key findings indicate that integrating IPLT with Qur'anic verses can help reduce anxiety levels, enhance spiritual connection, and create a deeper therapeutic experience. However, the study also highlights challenges in balancing technological and spiritual elements, as well as the importance of personalizing sensory elements such as light intensity and sound for each client. The implications of this study include the development of technology-based therapies tailored to clients' spiritual values, as well as recommendations for counseling services to create more holistic and inclusive approaches. These findings are particularly relevant for communities with strong cultural and religious backgrounds, such as those in Padang and Pekanbaru. 
Tinjauan literatur sistematis kepemimpinan terdistribusi di sekolah: mengeksplorasi dampak di lapangan Afrianti, Heni; Danim, Sudarwan; Somantri, Manap; Kartiwi, Asti Putri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1131800

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi penerapan kepemimpinan distributif di lingkungan sekolah dan dampaknya terhadap berbagai aspek pendidikan. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metode PRISMA dengan meninjau berbagai penelitian yang relevan dari database Scopus dan Semantic Sholar periode tahun 2019-2024, kriteria inklusif dan eksklusi juga disertakan. Kajian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan distributif sebagai model yang dapat mendorong komitmen guru, kepuasan kerja, dan efektivitas sekolah, terutama dalam konteks negara-negara berkembang. Kajian ini juga menemukan bahwa efektivitas penerapan kepemimpinan distributif bergantung pada konteks budaya dan geografis. Dalam beberapa kasus, seperti di Indonesia, kepemimpinan instruksional dianggap lebih relevan untuk meningkatkan kepuasan kerja guru. Selain itu, keterbatasan dalam ukuran sampel dan cakupan wilayah membuat hasil penelitian sulit digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tambahan dengan pendekatan kualitatif dan cakupan yang lebih luas untuk mengeksplorasi nuansa kontekstual yang lebih mendalam. Dari perspektif kebijakan, kajian ini memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan pendidikan untuk mengembangkan pelatihan kepemimpinan yang inklusif dan kebijakan yang mendukung kepala sekolah. Dukungan institusi pendidikan, seperti pelatihan berkelanjutan, pendampingan, dan alokasi sumber daya yang memadai, sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi model kepemimpinan ini. Kajian ini memperkaya literatur mengenai kepemimpinan distributif di berbagai konteks budaya dan geografis, tidak hanya memberikan kontribusi teoretis, tetapi juga panduan praktis untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kepemimpinan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjembatani kesenjangan dalam literatur dan memperkuat relevansi model ini di berbagai konteks global.
Kecemasan matematika dan pencapaian akademik siswa: tinjauan literatur sistematis Hartati, Puji; Saputra, Eka; Danim, Sudarwan; Susanta, Agus; Yensy, Nurul Astuty; Yanti, Fitri April
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1132300

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan dalam perkembangan kemampuan berpikir kritis dan logis siswa. Namun, bagi banyak siswa, matematika bukan hanya tantangan akademis, tetapi juga sumber kecemasan yang signifikan. Tujuan kajian ini untuk merangkum berbagai penelitian terkait kecemasan matematika dan hasil akademik siswa. Kajian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan tahapan PRISMA, pengumpulan data memanfaatkan basis data akademis seperti Scopus dan Google Scholar rentang tahun 2019-2024, kriteria inklusi dan eksklusi terapkan dalam tahapan ini. Temuan ini mendapatkan hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan matematika dan prestasi akademik siswa. Semakin tinggi tingkat kecemasan matematika, semakin rendah kinerja siswa dalam bidang tersebut. Faktor-faktor seperti efikasi diri rendah, tekanan sosial, metode pengajaran, dan pengalaman negatif sebelumnya memperkuat hubungan ini. Namun, penelitian saat ini masih terbatas oleh desain cross-sectional, populasi yang homogen, dan variasi instrumen pengukuran. Rekomendasi untuk penelitian masa depan mencakup penggunaan desain longitudinal, pendekatan campuran, keberagaman populasi, standarisasi instrumen, serta fokus pada pengembangan intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan mendukung keberhasilan akademik siswa.
Effectiveness of solution-focused group counseling to improve planned happenstance skills of student Rusandi, M Arli; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Sunawan, Sunawan
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/127600

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of solution-focused group counseling to improve students planned happenstance skills. The experimental research method way repeated measures with pretest design and multiple posttest design, involving 5 students as participants which from 24 upperclassman of the guidance and counseling FKIP ULM which have low planned happenstance skills. The result of the research by using one-way ANOVA for repeated measures test showed that solution-focused group counseling was effective in improving the planned happenstance skills (F (2,8) = 325,895; p<0,001).

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JKP Vol. 13 No. 4 (2025): JKP Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue