cover
Contact Name
Herpindo
Contact Email
seminar.kabastra@gmail.com
Phone
+6285701313604
Journal Mail Official
seminar.kabastra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 59155
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra
Published by Universitas Tidar
ISSN : -     EISSN : 31647278     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra publishes original research articles, conceptual papers, and empirical studies in the fields of linguistics, literature, and language education. The proceedings aim to serve as a scholarly forum for researchers, educators, and practitioners to disseminate findings and exchange ideas on current issues in language and literature studies, both theoretical and applied. The scope of this proceedings includes, but is not limited to, the following areas: 1. Language Studies (Linguistics) Sociolinguistics Psycholinguistics Applied linguistics Discourse analysis Semantics and pragmatics Morphology and syntax Language documentation and preservation Corpus linguistics 2. Literary Studies Literary criticism and theory Comparative literature Oral and written literary traditions Cultural and regional literature studies Gender and identity in literature Contemporary and classical literary works 3. Language and Literature Teaching (Pedagogy) Language teaching methodology (first, second, and foreign language) Curriculum and material development Assessment and evaluation in language learning Technology-assisted language teaching Literature-based instruction Teacher professional development Language policy and planning in education
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Memaknai Motif Batik Jepara Sebagai Upaya Melestarikan Wastra Batik Jepara Berbasis Digital Aliva Rosdiana; Dina Amalia
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendukung gerakan cinta Wastra Indonesia, warga Jepara khususnya generasi muda harus memiliki rasa bangga mengenakan pakaian batik untuk melestarikan wastra batik Jepara. Generasi muda memiliki andil besar dalam pelestarian wastra batik Jepara sesuai dengan tren, kreativitas, dan inovasinya yang mengikuti dinamika kekinian mengenalkan motif batik Jepara melalui media digital. Motif batik Jepara memiliki pola ilustrasi berbeda dibandingkan dengan motif batik lain di luar Jepara dan memiliki makna tertentu yang melambangkan identitas budaya. Batik Jepara berkembang seiring dengan popularitas motif ragam ukirnya. Motif batik Jepara yang dikembangkan dari ornamen ukiran kayu dengan unsur visual disusun dan didesain presisi sehingga menghasilkan motif khas batik Jepara yang memiliki ciri. Tujuan penelitian ini adalah melestarikan wastra Indonesia yaitu batik Jepara melalui kajian Semiotik terhadap motif batik Jepara berbasis digital. Metode deskriptif kualitatif dengan analisa teori semiotika oleh Charles Sanders Pierce. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket kuesioner, dokumentasi dan studi literatur. Ada tiga elemen dasar yang disebut segitiga semiotika Peirce yakni tanda, objek, dan interpretant. Sajian ketiga elemen semiotika ini mengilustrasikan penciptaan makna yang dikomunikasikan. Motif batik Jepara yang sifatnya diulang-ulang dalam satu desain atau pola, bahkan dalam satu karya, dianalisis menggunakan teori semiotika. Fenomena yang diciptakan melalui desain batik Jepara berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Jepara sebab hal ini berperan penting saat proses menentukan warna, bentuk, corak, dan estetika desain secara keseluruhan. Secara filosofi, batik Jepara memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan motif batik daerah lain. Hasilnya adalah penelitian ini memberikan pengetahuan tentang ciri khas pola ornamen yang dimiliki masyarakat Jepara sebagai kearifan lokal yang harus dilestarikan.
Berita Harian Media Daring Kompas Pasca-Pemilu 2024: Sebuah Analisis Argumentasi Siti Fatimah Nur Azmah; Endry Boeriswati; Siti Ansoriyah
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Pemilu 2024 selalu menghadirkan hal-hal yang menarik di masyarakat. Salah satunya informasi pasca-pemilu yang dapat diakses di media. Berita harian kompas di media daring banyak memberikan informasi baru mengenai pasca-pemilu 2024. Penggunaan bahasa pada berita harian kompas ini tentunya deskriptif dengan memberikan informasi sebenarnya. Penulis memberikan argumen mengenai informasi yang sudah, sedang, atau akan terjadi pasca-pemilu 2024. Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan argumentasi pada berita-berita pasca-pemilu 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita harian media daring kompas pasca-pemilu 2024 yaitu tiga berita memiliki struktur C (Pernyataan posisi)-G (Fakta)-W (Jaminan)-B (Pendukung), sementara satu berita memiliki struktur C (Pernyataan posisi)-G (Fakta)-W (jaminan).
Analisis Konten Relief Jataka sebagai Warisan Budaya Nusantara dalam Pembelajaran Nilai-Nilai Pancasila Delfiyan Widiyanto; Annisa Istiqomah; Sulthan Syifana; Khoirunnisa Ayu
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis konten relief jataka di candi Borobudur digunakan untuk mempelajari nilai kearifan lokal yang sudah ada pada nenek moyang yang dapat menjadi bagian pembelajaran kehidupan dan nilai yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masa kini. Tujuan penelitian ini menganalisis konten relief Jataka yang berhubungan dengan penguatan nilai-nilai Pancasila. Sebagai warga negara selain mempelajari negara perlu untuk mempelajari budaya yang syarat akan nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis literatur buku, jurnal, dan media massa yang berhubungan dengan relief Jataka candi Borobudur dan nilai-nilai Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relief Jataka memiliki banyak sekali nilai-nilai luhur yang berhubungan dengan nilai-nilai Pancasila dari sila Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Konten relief Jataka dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran warga negara muda untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila.      
Pendekatan Kearifan Lokal Untuk Konservasi Local Genius melalui Pembelajaran Bahasa Riyan Prasetyo; Mimi Mulyani; Farikah; Sukron Mazid; Delfiyan Widiyanto
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran bahasa sebagai sarana konservasi local genius dengan menekankan pendekatan berbasis kearifan lokal. Local genius sebagai identitas budaya suatu masyarakat merupakan sumber nilai, norma, dan praktik kebahasaan yang mencerminkan keunikan lokal serta menjadi perekat sosial. Melalui metode kajian literatur artikel ini menelaah berbagai penelitian terdahulu mengenai integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran bahasa, baik pada tataran materi ajar, metode pengajaran, maupun strategi internalisasi nilai budaya. Hasil telaah menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa yang berorientasi pada kearifan lokal tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kompetensi linguistik peserta didik tetapi juga memperkuat kesadaran budaya, menumbuhkan sikap apresiatif terhadap warisan leluhur, serta menjadi strategi pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Konservasi local genius melalui pembelajaran bahasa merupakan upaya strategis yang relevan untuk menjaga ketahanan budaya, memperkaya identitas nasional, dan mendorong keberlanjutan nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat.
Upaya Guru di SMP Kabupaten Aceh Besar dalam Mengimplimentasikan Cerita Rakyat pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Pengembangan Semangat Demokrasi Bangsa Asriani; Hafidh Maksum; Nurul Azmi; Rini Nurul Amla
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi melalui pendidikan yang didasarkan pada budaya lokal. Sebagai warisan budaya Aceh, cerita rakyat dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang membantu siswa belajar bahasa dan menumbuhkan sikap demokratis. Namun, cerita rakyat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP di Kabupaten Aceh Besar masih menghadapi berbagai kendala. Beberapa di antaranya adalah kurangnya bahan ajar kontekstual dan strategi pedagogis yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya guru untuk menerapkan cerita rakyat dalam kurikulum Bahasa Indonesia untuk menumbuhkan semangat demokrasi bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berusaha mengintegrasikan prinsip demokrasi dalam cerita rakyat melalui aktivitas seperti bermain peran, membaca, berbicara, dan menulis dengan teliti. Sifat-sifat seperti toleransi, saling menghargai, musyawarah, dan tanggung jawab ditanamkan dalam cerita rakyat. Meskipun beberapa guru masih menghadapi masalah untuk mengatur media dan waktu pembelajaran, menjadi kreatif dalam menyesuaikan bahan ajar lokal terbukti dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dan meningkatkan pemahaman mereka tentang demokrasi. Penelitian ini menemukan bahwa menggunakan cerita rakyat ketika mengajar Bahasa Indonesia berkontribusi positif terhadap pengembangan nilai demokrasi siswa.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Minat Generasi Muda terhadap Bahasa Daerah Berlian R Turnip; Anelisman Nduru; Mhd Hariswan Purba; Bunga Lia Amanda
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era digital saat ini, media sosial memegang peranan penting sebagai sarana komunikasi, penyebaran informasi, sekaligus wadah ekspresi diri bagi generasi muda. Kondisi ini membuka peluang besar dalam upaya melestarikan bahasa daerah yang kini semakin terpinggirkan akibat dominasi bahasa nasional dan global. Penelitian ini berfokus pada analisis pemanfaatan media sosial sebagai strategi efektif untuk meningkatkan minat anak muda dalam menggunakan serta mempelajari bahasa daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan pengamatan terhadap berbagai konten di platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan X (Twitter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial mampu menjadi ruang kreatif yang menumbuhkan partisipasi aktif generasi muda melalui berbagai bentuk konten interaktif, seperti video pendek, podcast, meme, maupun tantangan berbahasa daerah. Selain itu, penggunaan fitur-fitur media sosial—seperti tagar, kolaborasi dengan influencer lokal, serta penyebaran konten edukatif berbasis budaya—terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kebanggaan terhadap bahasa daerah. Meski demikian, dibutuhkan dukungan strategis dari lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan pemerintah daerah agar proses digitalisasi bahasa daerah dapat berkelanjutan. Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian bahasa sekaligus penguat identitas dan karakter budaya bangsa di kalangan generasi muda.
Kolaborasi Guru dengan Teknologi dalam Upaya Mempertahankan Bahasa Daerah di Era Globalisasi Netti Marini; Dhavina Shiva; Rina Novitasari Sinaga
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah merupakan identitas dan karakteristik yang digunakan untuk mengambarkan suatu daerah atau komunitas yang mengandung nilai – nilai sejarah dan sosial. Saat ini di era globalisasi dan di era digital yang semakin canggih informasi global sangat mudah didapatkan, sehingga informasi global didominasi dengan bahasa-bahasa internasional seperti bahasa inggris hal itu membuat eksistensi bahasa daerah mengahadapi tentangan. Dalam hal ini profesi guru sebagai fasilitator tidak hanya fokus pada pembelajaran internasional yang diberikan kepada siswa tetapi juga sebagai penggerak dalam mengajarkan bahasa daerah dengan memanfaatkan teknologi. Artikel ini membahas tentang cara guru memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan dan mempertahankan bahasa daerah terhadap siswa dalam pengajarannya. Metode penelitian ini menggunakan meodete kualitatif dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilimiah, dan artikel kemudian data dianalisis dari berbagai sumber literatur sebelumnya. Berdasarkan penelitian ini peran guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan bahasa daerah dan melestarikan bahasa daerah kepada siswa memiliki pengaruh penting agar mampu bersaing dengan globalisasi. Dengan demikian bahasa daerah tidak akan punah dan hilang dengan adanya perkembangan zaman dan semakin dikenal oleh generasi-generasi selanjutnya.
Peneraparan Team Based Project Bahasa Indonesia untuk Identifikasi Perpaduan Struktur Bangunan dan Kebudayaan di Sam Poo Kong Kota Semarang Rio Devilito; Sri Wahyuningsih; Puji Wahyumi; Wildana Latif; Suroso Suroso
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi vokasi memiliki peran penting untuk meningkatkan kompetensi produktif dalam berbahasa. Kompetensi mahasiswa yang ditingkatkan yakni kompetensi berbicara dan menulis secara produktif. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengimplementasikan sintaks pembelajaran Team Based Project dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi eksplorasi. Mahasiswa yang menjadi subjek pembelajaran yakni mahasiswa program studi Perancangan Jalan dan Jembatan. Mereka dituntut untuk aktif dan keatif mengembangkan ide dan gagasannya dalam konteks pengembangan keterampilan berbahasa. Mahasiswa mengidentifikasi struktur bangunan dan struktur budaya yang berada di dalam Sam Poo Kong. Data yang didapatkan dari kegiatan pembelajaran tersebut yakni deskripsi temuan data tentang struktur bangunan dan budaya serta videografi paparan tentang Sam Poo Kong sebagai tempat wisata dan tempat untuk belajar kebudayaan. Mahasiswa yang mau dan mampu belajar tentang pengetahuan dan kebudayaan akan memiliki kualitas akademik soft skill yang baik.
Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah Berbasis Teknologi Resmi; Dear Rho Arihtha Sinaga; Hikmah Nur Fadila; Siti Mai Sara; Indah Pasuni Damanik
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa dan sastra local Indonesia memiliki nilai yang sangat tinggi dan harus dijaga dengan baik. Setiap wilayah Indonesia mempunyai berbagai bahasa dari banyak suku, yang menjadi identitas budaya yang bersangkutan. Namun, dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, keberlangsungan dan pelestarian bahasa daerah terancam oleh kemungkinan tergantikan. Penurunan jumlah penutur dan banyaknya pengaruh bahasa asing menjadi tanda utama menurunnya keberadaan bahasa serta sastra lokal. Salah satu langkah untuk menghidupkan kembali semangat bahasa dan sastra lokal adalah dengan menciptakan papan ketik bahasa daerah yang dapat digunakan dengan mudah oleh orang dari berbagai kalangan usia. Sasaran utama dalam pengembangan papan ketik bahasa lokal adalah untuk memeperkenalkan bahasa tersebut, khususnya kepada generasi muda yang mulai terpengaruh oleh globalisasi dan lebih lupa dengan bahasa dan sastra lokal. Papan ketik ini dirancang dengan pendekatan pemprosesan Bahasa alami dan berbasis pada perangkat pintar. Tingkat Kesiapsiagaan Teknologi (TKT) berada di level enam, yang menunjukkan adanya demontrasi model prototipe dari sistem atau subsistem dalam konteks yang relevan. Kata kunci: bahasa dan sastra lokal, globalisasi, dan teknologi informasi
Upaya Pelestarian Bahasa dan Tradisi Simalungun di Tengah Arus Globalisasi Berlian R Turnip; Ennis Noni Untari; Rida Elisabeth S Garingging; Ridho Ramadhan Siregar
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas upaya untuk mempertahankan bahasa dan kebudayaan Simalungun di tengah arus globalisasi yang menyebabkan pergeseran dalam budaya serta identitas lokal. Pengaruh globalisasi mengakibatkan penurunan penggunaan bahasa daerah dan melemahnya pelaksanaan tradisi yang telah ada secara turun-temurun di kalangan anak muda. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi berbagai cara dalam menjaga budaya lokal. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa dan kebudayaan Simalungun dapat dilakukan melalui pendidikan baik formal maupun nonformal, penyelenggaraan aktivitas budaya, serta pemanfaatan media digital sebagai alat untuk promosi dan dokumentasi. Kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda sangat penting agar warisan budaya Simalungun dapat tetap bertahan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Page 3 of 4 | Total Record : 34