cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember" : 22 Documents clear
The improvement of teachers' knowledge and skills through mentoring in the development of thematic teaching materials integrated with science and Islam at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baharudin; Fiteriani, Ida; Anwar, Syaiful; Asiyah, Nur; Bujuri, Dian Andesta
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.8916

Abstract

[Bahasa]: Pengembangan bahan ajar tematik terintegrasi Sain-Islam di Madrashah Ibtidaiyah merupakan sebuah strategi dalam memberikan pendidikan  holistik dan praktis.  Madrasah Ibtidaiyah Sebagai lembaga pendidikan keagamaan seharusan mengadopsi pendekatan pembelajaran khas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengembangkan bahan ajar tematik terintegrasi Sains-Islam dengan tema ”indahnya kebersamaan”. Metode pendampingan yang digunakan yaitu menggunakan Service Learning (SL) terdiri dari lima tahap yaitu melakukan engagement, reflection, reciprocity dan dissemination. Hasil pendampingan menunjukan keterampilan pemahaman guru ditinjau dari aspek pemahaman integrasi sebelum pendampingan rerata 70%, setelah dilakukan pendampingan meningkat menjadi 80%. Pada aspek memahami metode integrasi 68% sebelum pendampingan, setelah dilakukan pendampingan meningkat menjadi 78%. Selanjutnya terkait dengan pencarian ayat sain dan hadits juga mengalami peningkatan yaitu awalnya 70% menjadi 84%. Begitu juga dengan keterampilan pengembangan bahan ajar secara signifikan mengalami peningkatan yaitu 80% setelah pendampingan. Temuan ini menunjukan bahwa pendampingan yang dilakukan efektif meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengembangkan bahan ajar tematik terintegrasi Sains-Islam. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan solusi efektif peningkatan mutu pendidikan dalam rangka mempersiapkan peserta didik menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Kata Kunci: bahan ajar, integrasi sains-Islam, pembelajaran IPA [English]: Developing thematic teaching materials integrated with Science-Islam in Madrasah Ibtidaiyah is essential for providing holistic and relevant education. As a faith-based educational institution, Madrasah Ibtidaiyah is expected to adopt a distinctive learning approach that integrates religious values with scientific knowledge. This study aims to enhance teachers' skills in designing and developing thematic teaching materials integrated with Science-Islam, particularly on the theme "The Beauty of Togetherness. The method used in this study is Service Learning (SL), which consists of five stages: engagement, reflection, reciprocity, and dissemination. The results of the mentoring process showed significant improvements in teacher skills. In the aspect of integration understanding, the average score increased from 70% to 80% after mentoring. Understanding the integration methods also improved, from 68% before mentoring to 78%. The ability to find relevant Quranic verses and hadiths for the learning theme increased from 70% to 84%. Lastly, the teachers' skills in developing teaching materials significantly improved, reaching 80% after the mentoring process. These findings indicate that the mentoring method based on Service Learning effectively enhances teachers' skills in developing thematic teaching materials integrated with Science-Islam. This study provides a concrete solution to improve the quality of education, preparing students to become individuals who are not only intellectually capable but also morally and spiritually strong. Keywords: teaching materials, science-Islam integration, science learning
Empowering teachers and committees of Raudhatul Atfal Al Amin Tabanan for early cancer prevention through diverse, nutritious, balanced and food safety movement (B2SA) Analysa; Primadi, Putu; Lestari, Desak Putu Oki; Artha, I Gusti Alit; Riasa, I Nym Putu; Yusuf, M.
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.9951

Abstract

[Bahasa]: Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Pemahaman tentang faktor risiko, gaya hidup sehat, dan pentingnya deteksi dini dapat memainkan peran yang signifikan dalam menurunkan angka kasus kanker. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru dan komite di Raudhatul Athfal (RA) Al Amin, Tabanan, dalam upaya pencegahan kanker sejak dini. Peningkatan kesadaran dan praktik hidup sehat dilakukan melalui pelatihan dan sosialisasi Gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta konsep Isi Piringku. Program ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajarkan pola makan sehat serta gaya hidup yang dapat mencegah faktor risiko kanker kepada anak-anak usia dini. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metoda penyuluhan aktif dan praktik yang melibatkan mitra yaitu guru, komite sekolah dan wali murid. Program dilakukan pada sekolah (RA) yang berada di tengah kota yang di banjiri oleh kuliner modern. Penyuluhan dan praktik dilakukan dengan cara menjadikan guru RA sebagai pendidik sekaligus motivator, dan komite merupakan ujung tombak gerakan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mencapai 91,3%, sedangkan peningkatan sikap mencapai 89,2%. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pada semua responden tentang pencegahan kanker melalui gerakan B2SA. Kata Kunci: pencegahan kanker, B2SA, isi piringku, raudhatul atfal [English]: Cancer is one of the leading causes of death worldwide, with increasing numbers of cases. Early understanding of cancer causes, risk factors, healthy lifestyles, and early detection can play a vital role in reducing the number of cancer cases. This community service aims to empower teachers and the committee at Raudhatul Athfal (RA) Al Amin, Tabanan, to prevent cancer from an early age. Increased awareness and practice of healthy living are achieved through training and socialization of the B2SA Movement (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) and the concept of "Isi Piringku". This program is designed to equip educators with the knowledge and skills to teach healthy eating patterns and lifestyles that can prevent cancer risk factors in young children. This community service activity was conducted using active counseling and practical methods involving partners such as teachers, school committees, and parents. The program was conducted at a kindergarten (RA) in the city center, which is flooded with modern culinary offerings. Counseling and practice are carried out by making RA teachers both educators and motivators, and the committee is the spearhead of this movement. The results show an increase in knowledge reaching 91.3%, while the increase in attitude reached 89.2%. It is concluded that there was an increase in knowledge and attitude among all respondents regarding cancer prevention through the B2SA movement. Keywords: cancer prevention, B2SA, plan my plate, preschool
Improving children’s environmental literacy through experiential learning Prasetyo, Ridwan Aji Budi; Rahmawati, Yuli; Romadhon, Muhammad Fauzi; Prasetyo, Sendy
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10030

Abstract

[Bahasa]: Pengenalan ekosistem yang ada di sekitar masyarakat sejak dini memiliki dampak ekologis dan ekonomis yang besar. Namun, pengenalan literasi lingkungan kepada peserta didik di tingkat dasar belum secara maksimal dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan peserta didik tingkat dasar mengenai literasi lingkungan, khususnya melalui pemahaman mengenai ekosistem mangrove. Sebanyak 48 siswa di Desa Petiken dan Desa Karangandong, Kabupaten Gresik diperkenalkan tentang konsep literasi lingkungan melalui mangrove, yang merupakan kekayaan natural yang dimiliki Kabupaten Gresik bagian pesisir. Metode pembelajaran yang digunakan pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah experiential learning, atau pembelajaran melalui pengalaman langsung. Metode ini juga secara langsung mengaplikasikan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), di mana terdapat keterlibatan masyarakat yang besar dalam pembangunan desanya. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik terkait pengetahuan dan perilaku peserta didik tingkat dasar terhadap lingkungan. Hasil dari program ini memiliki implikasi bahwa isu-isu krusial yang penting untuk diketahui sejak dini dapat diajarkan melalui metode experiential learning. Pembahasan mengenai rancangan program, hasil, dan kendala di lapangan juga didiskusikan pada artikel ini. Kata Kunci: literasi lingkungan, hutan mangrove, pembelajaran melalui pengalaman [English]: Introducing the surrounding ecosystems to students early can yield significant ecological and economic impacts. However, environmental literacy has not been adequately introduced to students at the primary level. This community service activity aims to improve the environmental literacy of primary-level students, particularly related to mangrove ecosystems. Forty-eight students in Petiken Village and Karangandong Village, Gresik Regency, were involved in introducing the concept of environmental literacy through the mangrove ecosystem, which is a natural resource in the Gresik Regency coastal area. The learning method used in this community service program was experiential learning, or learning through direct experience. This method also directly applied the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, where there was significant community involvement in the development of their village. The evaluation results show a statistically significant increase in the knowledge and behaviour of primary-level students towards the environment. The results of this program have implications that crucial issues that are important to know from an early age can be taught through experiential learning methods. Discussions on the program design, results, and obstacles in the field were also presented in this article. Keywords: environmental literacy, mangrove forests, experiential learning
Training based on snack videos for educational content to support the professionalism of teachers at Al Lukmanul Hakim 2 Yogyakarta Integrated Islamic Elementary School Djufri, Elyas; Inderanata, Rochmad Novian; Hidayatullah, Ahmad Syauqi; Kartika, Ika
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10064

Abstract

[Bahasa]: Integrasi teknologi dalam proses pendidikan dapat secara aktif mendorong keterlibatan siswa dalam belajar. Namun, guru masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang berbasis teknologi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru Sekolah Dasar melalui pelatihan konten pendidikan menggunakan snack video berbasis Ajaran Tamansiswa TRI N (Niteni, Niroke dan Nambahi). Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research yang dilakukan dalam tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi melalui angket yang dibagikan kepada guru SD Islam Terpadu Al Lukmanul Hakim 2 Yogyakarta, dari data yang masuk ditemukan 65% sebagian besar guru memiliki keterampilan editing konten kreator pendidikan di platform Snack Video yang tergolong cukup baik. Meskipun demikian, tingkat pemahaman guru terhadap materi sosialisasi tergolong baik. Selain itu dari 30 guru diperoleh 80% dari mereka memiliki pemahaman baik, dan 14% memiliki pemahaman sangat baik, sementara hanya 1% yang memiliki pemahaman kurang baik. Dalam hal kepuasan terhadap kegiatan pengabdian, 20% dari para guru menyatakan tidak puas, 60% menyatakan puas, dan 20% menyatakan sangat puas. Meskipun beberapa guru merasa tidak puas, mayoritas merasa puas atau sangat puas dengan kegiatan pengabdian ini. Sebagai kesimpulan, pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan editing konten pendidikan guru dan memperkuat pemahaman mereka terhadap materi sosialisasi berdasarkan ajaran tamansiswa Niteni, Niroke dan Nambahi. Kata Kunci: Snack Video, Tri N, profesionalisme guru [English]: Integrating technology into the education process can actively promote student engagement in learning. However, teachers generally struggle to develop technology-based learning tools. This community service program aims to enhance the professionalism of elementary school teachers through educational content training using snack videos based on the Tamansiswa TRI N teachings. (Niteni, Niroke dan Nambahi). This community service activity is carried out in three stages: planning, implementation, and evaluation. Based on the assessment through a questionnaire distributed to teachers at SD Islam Terpadu Al Lukmanul Hakim 2 Yogyakarta, the data collected showed that 65% of many teachers have editing skills for educational content creators on the Snack Video platform, which are classified as quite reasonable. Nevertheless, teachers' understanding of the socialisation material is classified as good. Additionally, out of 30 teachers, 80% have good knowledge, 14% have excellent experience, and only 1% have poor knowledge. Regarding satisfaction with the service activities, 20% of the teachers expressed dissatisfaction, 60% expressed satisfaction, and 20% expressed high satisfaction. Although some teachers feel dissatisfied, most are satisfied with this service activity. In conclusion, this service successfully improved teachers' content editing skills and strengthened their understanding of socialisation materials based on the teachings of Tamansiswa: Niteni, Niroke, and Nambahi. Keywords: Snack Video, TRI N, teacher professionalism
Strengthening community information management through graphic design training towards service transformation in Pedemawu Timur village Dewi, Ika Oktaviana; Iswahyudi; Wahyudi, Imam; Iswahyudi, Ary
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10249

Abstract

[Bahasa]: Desa Pademawu Timur terletak di Kecamatan Pademawu dan dihuni oleh 6.720 jiwa pada tahun 2023. Namun, layanan informasi di Desa Pademawu Timur yang masih bersifat konvensional menghambat upaya pembangunan desa. Transformasi layanan informasi desa dari metode konvensional ke digital dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perangkat desa melalui pelatihan desain grafis, yang diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif dari perangkat desa dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari observasi, pengumpulan data, hingga pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Sebanyak 7 peserta dari perangkat desa mengikuti pelatihan ini, yang mencakup materi dasar dan lanjutan dalam desain grafis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test yang terdiri dari 9 pertanyaan indikator, terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam rentang 44-100%. Rata-rata peningkatan pemahaman berada pada indeks 83%, yang menandakan peningkatan kemampuan yang cukup tinggi. Tindak lanjut dari hasil pengabdian ini adalah memaksimalkan penggunaan keterampilan desain grafis oleh perangkat desa untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Diharapkan perangkat desa dapat secara mandiri mengelola dan menyebarkan informasi penting melalui berbagai media digital, sehingga informasi dapat lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, transformasi layanan informasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan Desa Pademawu Timur secara keseluruhan. Kata Kunci: transformasi layanan, informasi desa, pelatihan desain grafis, Participatory Action Research (PAR), Desa Pademawu Timur  [English]: East Pademawu Village, located in Pademawu District, was inhabited by 6,720 people in 2023. However, conventional information services in Pademawu Timur Village become one of the obstacles to village development. Transformation of village information services from conventional to digital is required to improve the effectiveness of information delivery to the community. This service activity aims to improve the skills and knowledge of village officials through graphic design training, which is expected to speed up and simplify the delivery of information to village communities. This program employed Participatory Action Research (PAR), which involves active participation from village officials in every stage of the program (observation, data collection, to implementing training and evaluation). Seven participants from village officials were involved in this training, which focused on basic and advanced graphic design. The results show a significant increase in participants' understanding and skills. Based on the evaluation results through the pretest and post-test consisting of 9 indicator questions, there was an increase in participants' understanding and skills in the range of 44-100%. The average increase in understanding is at an index of 83%, which indicates a fairly high increase in ability. The follow-up to the results of this service is to maximise the use of graphic design by skilled village officials to increase the effectiveness of conveying information to the community. It is suggested that village officials can independently manage and disseminate important information through various digital media so that information can be faster, more accurate, and easily accessible to all levels of society. Thus, the transformation of information services is expected to impact the development of Pademawu Timur Village positively. Keywords: service transformation, village information, graphic design training, Participatory Action Research (PAR), East Pademawu Village
Community empowerment through the utilization of P2L (pekarangan pangan lestari) to support food security in Sindangkarya Village, Kutawaluya District, Karawang Mariyani, Siti; Melani, Ana; Mustikasari, Fauzia; Fikri, Muhammad Rom Ali; Sam’un, Moh.
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10322

Abstract

[Bahasa]: Upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat dalam mendukung kemandirian pangan adalah dengan memanfaatkan pekaranagan rumah menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Desa Sindangkarya merupakan desa yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Masyarakat memiliki potensi sumberdaya alam yang baik berupa lahan pekarangan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan P2L untuk mendukung kemandirian pangan petani di Desa Sindangkarya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang pada bulan Mei 2024. Partisipan dalam kegiatan ini adalah wanita tani di Desa Sindangkarya sebanyak 28 partisipan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah Participatory Action Research (PAR) yang berorientasi pada pengembangan dan mobilisasi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat agar masyarakat dapat menjadi aktor perubahan, bukan obyek pengabdian. Evaluasi program menggunakan kuesioner dan disebarkan kepada 28 partisipan melalui pretest dan posttest yang terdiri dari aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diukur dengan skala likert. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Keberhasilan implementasi P2L menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dapat secara efektif meningkatkan solusi berbasis masyarakat untuk kemandirian pangan petani di Desa Sindangkarya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini merupakan langkah positif dalam membangun ketahanan pangan dan resiliensi di Desa Sindangkarya. Kata Kunci: pemberdayaan, pekarangan pangan, ketahanan pangan [English]: Efforts to increase community food availability to support food independence utilize Pekarangan Pangan Lestari (P2L) home gardens. Sindangkarya Village is where most of the population works in the agricultural sector. The community has good natural resource potential in the form of yard land, but it has yet to be used optimally. This community service activity aims to increase farmers' knowledge and skills in optimizing the utilization of P2L to support the food independence of farmers in Sindangkarya Village. The service activity occurs in Sindangkarya Village, Kutawaluya District, Karawang Regency, in May 2024. Participants in this activity were 28 female farmers in Sindangkarya Village. The method for implementing the activity is Participatory Action Research (PAR), which is oriented towards developing and mobilizing knowledge in society so that society can become an actor in change, not an object of service. The program evaluation used a questionnaire distributed to 28 participants through a pretest and post-test consisting of aspects of knowledge, attitudes, and skills, which were measured using a Likert scale. The service results indicate that these activities have increased farmers' knowledge and skills in optimizing the utilization of Pekarangan Pangan Lestari (P2L). The successful implementation of P2L shows that a participatory approach can effectively improve community-based solutions for farmers' food independence in Sindangkarya Village. This increase in knowledge and skills is a positive step in building food security and resilience in Sindangkarya Village. Keywords: empowerment, food yard, food security  
Application-based system “SISGANIS” in improving business management of Rengganis coffee SMEs in Jember Sari, Nurshadrina Kartika; Kusuma, Dedy Wijaya; Sabililrrasyad, Iqbal; Wiranto, Ferry
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10409

Abstract

[Bahasa]: Rengganis Coffee Cup and Roastery merupakan mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlokasi di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Mitra kegiatan PKM ini memiliki model bisnis kopi dengan berbagai varian bentuk dan rasa, baik kopi bubuk maupun kopi minuman dalam kemasan. Permasalahan yang dialami oleh mitra adalah tidak adanya sistem yang terintegrasi terkait pencatatan persediaan, pencatatatan transaksi hingga pelaporan keuangan, sehingga mitra kesulitan dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Tujuan program PKM ini adalah dengan membangun dan mengimplementasikan sistem informasi manajemen berbasis aplikasi yang diberinama “SISGANIS” (Sistem Informasi dan Manajemen Rengganis), memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra terkait pengelolaan manajemen usaha meliputi pengelolaan persediaan, manajemen sumber daya manusia, pemasaran digital dan pelaporan keuangan dan mendaftarkan HKI atas aplikasi SISGANIS. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan observasi masalah dengan mitra, melalui observasi tersebut dibangunlah sistem aplikasi SISGANIS dan diimplementasikan kepada mitra melalui pelatihan. Selain itu diadakan juga pelatihan terkait sistem persediaan, pemasaran dan pelaporan keuangan. Untuk menjamin tercapainya sasaran dari setiap kegiatan pelatihan dan pendampingan diadakan monitoring dan evaluasi untuk mengukur peningkatan kemampuan mitra. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah pengimplementasian SISGANIS kepada usaha mitra, terlaksananya pelatihan dan pendampingan dan terdaftarnya HKI atas aplikasi SISGANIS. Implikasi yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas bisnis mitra melalui database informasi keuangan yang terhimpun dalam SISGANIS, sehingga mempermudah mitra dalam pengambilan keputusan terkait bisnisnya. Kata Kunci: aplikasi, kopi, sistem informasi, SISGANIS [English]: Rengganis Coffee Cup and Roastery is a Community Service (PKM) activity partner located in Tanggul District, Jember Regency. This PKM activity partner has a coffee business model with various forms and flavours, both ground coffee and packaged coffee drinks. The problem experienced by partners is the absence of an integrated system related to inventory recording, transaction recording and financial reporting, making it difficult for partners to make business decisions. The objectives of this PKM program are to build and implement an application-based management information system called “SISGANIS” (Rengganis Information and Management System), provide training and assistance to partners related to business management, including inventory management, human resource management, digital marketing and financial reporting and register IPR on the SISGANIS application. The method of implementing this activity is to observe problems with partners. Through these observations the SISGANIS application system is built and implemented to partners through training. In addition, training related to inventory systems, marketing, and financial reporting was also held. To ensure the achievement of the objectives of each training and mentoring activity, monitoring and evaluation were held to measure the improvement of partners' abilities. The results obtained in this activity are the implementation of SISGANIS to partner businesses, the implementation of training and mentoring and the registration of IPR on the SISGANIS application. The implication obtained from this activity is the increased business capacity of partners through the financial information database compiled in SISGANIS, making it easier for partners to make decisions related to their business. Keywords: application, coffee, information system, SISGANIS
Improving menstrual hygiene management for adolescents with disabilities through parental assistance Heryati, Euis; Romadona, Nur Faizah; Nitiya, Nita; Meiyani, Neni
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10447

Abstract

[Bahasa]: Pendampingan orang tua memiliki peran yang krusial bagi remaja perempuan dengan disabilitas dalam mengelola kebersihan menstruasi selama masa menstruasi. Pendampingan ini sebagai langkah untuk memastikan remaja penyandang disabilitas dapat menangani masalah menstruasi secara higienis dan sehat. Namun demikian, orang tua yang memiliki anak disabilitas seringkali menghadapi kesulitan dan tantangan dalam mengajarkan kebersihan menstruasi kepada anaknya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen kebersihan menstruasi kepada orang tua dengan anak penyandang disabilitas. Program ini melibatkan 28 orang tua atau wali dari remaja putri disabilitas sebagai partisipan. Program kegiatan ini menggunakan pendekatan persuasif-edukatif melalui penyuluhan dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari penyusunan rancangan program, pelaksaan program, dan evaluasi kegiatan. Pada tahap pelaksanaan, peserta terlibat proses learning and sharing yang mencakup penyajian informasi, diskusi dan sharing session, demonstrasi dan simulasi pendampingan orang tua. Hasil program pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait kesehatan reproduksi dan manajemen kebersihan menstruasi remaja disabilitas. Setelah program, peserta memiliki keterampilan yang baik dalam mengajarkan dan mendampingi anak mereka ketika menangani masalah menstruasi berdasarkan standar ksehatan dan kebersihan. Pelibatan orang tua secara aktif dalam mendampingi remaja disabilitas merupakan dukungan yang tepat bagi remaja disabilitas untuk mengembangkan keterampilan manajemen kebersihan menstruasi. Kata Kunci: pendampingan orang tua, remaja disabilitas, manajemen kebersihan menstruasi [English]: Parental assistance has a crucial role for female adolescents with disabilities in managing menstrual hygiene during puberty. This assistance is a way to ensure that adolescents with disabilities are able to handle their menstrual problems hygienically and healthily. However, parents of adolescents with disabilities often encounter difficulties and challenges when educating their teenagers regarding menstrual hygiene. This community service programme aims to improve the understanding and skills of menstrual hygiene management for parents of adolescent females with disabilities. It involved 28 parents and caregivers who have adolescent females with disabilities. The programme utilised a persuasive-educative approach through counselling and mentoring, which comprises several stages, including design, implementation, and evaluation. At the implementation stage, participants were engaged in a learning and sharing process that included information presentation, discussion and experience sharing, demonstration and simulation of parental mentoring. The results show an increase in participants' knowledge and understanding related to reproductive health and menstrual hygiene management of adolescents with disabilities. After the programme, participants have adequate skills to educate and assist their adolescent females when dealing with menstrual problems based on health and hygiene standards. Parental engagement is an effective way to develop knowledge and skills of menstrual hygiene management in adolescent females with disabilities. Keywords: parental assistance, adolescents with disabilities, menstrual hygiene management
Enhancing digital literacy in early childhood school teachers: Technology and analysis approaches based on social cognitive theory Purworini, Dian; Pamungkas, Endang Wahyu; Naidoo, Gedala Mulliah; Rahmadiva, Lelita Azaria; Maryam; Chasana, Rona Rizkhy Bunga; Setyawan, Sidiq; Astuti, Wili; Haryanti, Yanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10605

Abstract

[Bahasa]: Era digital yang berkembang pesat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran di semua level pendidikan. Guru yang memiliki peran krusial dalam pembelajaran harus memiliki kemampuan yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Namun, banyak guru khsusunya pada level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan pengajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pada guru anak usia dini. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan workshop yang berisi deskripsi pemahaman literasi digital dan praktik membuat materi ajar melalui software digital. Eskperimen yang melibatkan 49 partisipan dari 20 PAUD dilakukan untuk mengukur efektivitas implementasi workshop literasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket pretest dan posttest, observasi dan wawancara. Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital memberikan peningkatan literasi digital pada guru. Temuan pengabdian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan faktor sosial memberikan kontribusi terhadap keberhasilan training dalam program. Pelaksanaan training digital literasi dengan mempertimbangkan elemen-elemen teori kognitif sosial menjadi alternatif untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam praktik mengajar. Kata Kunci: guru PAUD, literasi digital, pelatihan, kompetensi [English]: The rapid development of the digital era affects teaching and learning practices at all levels of education. Teachers who play a crucial role in learning must have adaptive skills to respond to these changes. However, integrating technology into the learning and teaching process remains challenging for teachers of Early Childhood Education (ECED). This community service program aims to improve digital literacy in early childhood teachers. The workshop method was used in this program through the introduction of digital literacy understanding and practice of creating teaching materials through digital software. An experiment involving 49 participants from 20 PAUD was conducted to measure the effectiveness of the digital literacy workshop implementation. Data were collected through pretest and posttest questionnaires, observations, and interviews. The results show that the training in this community service program can improve digital literacy in teachers. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. Digital literacy training for early childhood education teachers involving elements of social cognitive theory is an alternative way to improve their teaching and learning practice competence. Keywords: early childhood teacher, digital literacy, training, competency
Processing sawdust waste into innovative eco-substrate through upskilling Batulappa village women's group Dewi, Sartika; Asfar, Andi Muhammad Irfan Taufan; Asfar, Andi Muhamad Iqbal Akbar; Nurannisa, Andi; Damayanti, Wiwi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10869

Abstract

[Bahasa]: Limbah serbuk gergaji dari hasil pengolahan kayu di Desa Batulappa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, terutama pencemaran udara akibat pengelolaan yang tidak optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah serbuk gergaji tersebut dengan memberdayakan Kelompok Perempuan Desa Batulappa melalui berupa Upskilling mitra dalam pengolahan limbah serbuk gergaji menjadi Eco-Substrate Innovative. Mitra dalam program ini adalah 15 anggota Kelompok Perempuan Desa Batulappa yang tergabung dalam divisi SDM dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan berbasis partisipasi masyarakat (society participatory). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu rata-rata 90% dari aspek pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah serbuk gergaji, dimana anggota mitra berhasil memahami dan menguasai teknik pengolahan serbuk gergaji menjadi produk bernilai ekonomis berupa Eco-Substrate Innovative. Selain itu, mitra juga memperoleh keterampilan tambahan, seperti pengemasan, pelabelan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan sederhana. Melalui program pengabdian ini, mitra mampu mentransformasi limbah serbuk gergaji menjadi produk inovatif yang ramah lingkungan, sekaligus berpotensi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi Kelompok Perempuan Desa Batulappa. Kata Kunci: eco-substrate innovative, fermentasi, media tanam, serbuk gergaji, society participatory [English]: Sawdust waste from wood processing in Batulappa Village has a negative impact on the environment, especially air pollution due to suboptimal management. This community service program aims to overcome the problem of sawdust waste by empowering the Batulappa Village Women's Group by processing sawdust waste into Innovative Eco-Substrate. The partners in this program were 15 Batulappa Village Women's Group members of the Human Resources and Environmental Management division. The methods used include extension, training, and mentoring based on community participation (society-participatory). The evaluation results show a significant increase, namely an average of 90% in terms of knowledge and skills in processing sawdust waste, where partner members succeeded in understanding and mastering the technique of processing sawdust into economically valuable products in the form of Innovative Eco-Substrate. In addition, partners also gained additional skills, such as packaging, labeling, marketing, and simple financial management. Through this community service program, partners can transform sawdust waste into innovative, environmentally friendly products while also having the potential to improve economic welfare for the Batulappa Village Women's Group. Keywords: eco-substrate innovative, fermentation, planting media, sawdust, society participatory

Page 1 of 3 | Total Record : 22